Anda di halaman 1dari 4

DARAH

TUMIT ATAU JARI

Fungsitidakbolehlebihdalamdari 2,4 mm.

Jelaskanprosedurpadaanaksesuaiperkembangannyadanberikanperawatan atraumatic
(lihatboksPerawatanAtraumatik)

Siapkanalat yang diperlukan, termasukwadah specimen yang tepat.

Pertahankan asepsis ketatdankewaspadaanumum.

Untukmeningkatkanalirandarah, hangatkantumitdenganmenempatkanhanduk yang direndam air


hangat (39-44o C) di area injeksifungsi 10 sampai 15 menitataubahanjari di bawah air
hangatselamabeberapadetiksebelumpungsidilakukan.

Siapkan area untukpungsidenganagensbakteriostatik. Lakukanpungsipadatumitataujaripadalokasi


yang tepat.

Sisi yang umumuntukpungsitumitadalahbagianluartumit.


Batasandapatditandaidengangarisimajiner yang terbentangsecara posterior darititikdiantarajari
kaki keempatdankelimadanberjalan parallel ketumitbagian medial.

Sisi yang umumuntukpungsijariadalahtepatdisampingbantalanjari


(makinbanyakpembuluhdarahdanmakinsedikitujungsaraf).
Tampungsampeldarahdalamwadahspesimen yang tepat.

Beritekananpada area injeksipungsidengankasasterilkeringsampaiperdarahanterhenti.

Bersihkan area yang di berizat/agensbakteriostatikdengan air untukmenghindariabsorpsipada


neonates.

Pujianakataskerjasamanya.

Buanglansetataualatpungsidalamwadahtahan-tusuk di dekattempatpenggunaannya.

Dokumentasikan area injeksi dan jumlah darah yang diambil serta tipe tes yang dilakukan.

VENA
Jelaskan prosedur pada anak sesuai perkembangan dan berikan perawatan atraumatik.

Siapkan alat yang diperlukan, termasuk wadah spesiman yang tepat.

Pertahankan asepsis ketat dan kewaspadaan umum.

Restrein anak hanya bila diperlukan untuk mencegah cedera.

Siapkan area untuk fungsi dengan agens bakteriostatik.

Pasang turnikuet; turniket untuk neonates adalah pita karet.

Lihat atau palpasi vena.

Pasang jarum dengan menghadap ke atas; letupan kecil dapat terasa ketika memasuki vena anak;
pada bayi kecil dan praterm hal ini tidak terjadi.

Ambil darah sejumlah yang diinginkan dan tempatkan dalam wadah tang tepat.

Lepaskan turniket, bila digunakan.

Tarik jarum dari area tusukan dan tempelkan kasa steril kering atau bola kapas pada sisi tersebut
dengan tekanan kuat sampai perdarahan berhenti. Bila tusukan dilakukan di daerah antekubital,
jaga agar lengan tetap terekstensi untuk mengurangi memar.

Bersihkan area agens dengan air untuk mengurangi absorbsi pada neonates.

Puji anak atas kerja samanya.

Buang spuit dan lepaskan penutupnya, buang jarum yang tidak dipotong di buang ke dalam
wadah yang tahan tusukan yang diletakkan di dekat tempat pelaksanaan prosedur.

Dokumentasikan area injeksi dan jumlah darah yang diambil serta jenis tes yang digunakan.

ARTERI

Jelaskan prosedur pada anak sesuai perkembangannya dan berikan perawatan atraumatik.
Sampel darah arteri dari pungsi menimbulkan nyeri, menyebabkan anak menangis dan menahan
napas, yang akan mempengaruhi keakuratan nilai gas darah (penurunan PO2).

Siapkan alat-alat yang diperlukan, termasuk wadah spesimen yang tepat.


Pertahankan asepsis ketat dan kewaspadaan umum.

Siapkan area untuk pungsi dengan agens bakteriostatik.

Pungsi arteri dapat dilakukan dengan menggunakan arteri radialis, brakialis, atau arteri femoralis.

Palpasi arteri untuk pungsi.

Lakukan tes Allen untuk menentukan keadekuatan sirkulasi kolateral: tinggikan ekstremitas
distal dari area pungsi dan pucatkan dengan memerasnya secara perlahan (seperti membuat suatu
genggaman); dua arteri mensuplai darah ke ekstremitas (seperti arteri radialis dan ulnaris dari
pergelangan tangan) dan kemudian disumbat.

Lalu turunkan ekstermitas dan lepaskan tekanan pada salah satu arteri (seperti ulnar); warna
kembali ke ekstermitas yang memucat tidak lebih dari 5 detik menunjukkan sirkulasi kolateral.

Siapkan area untuk pungsi dengan agens bakteriostatik.

Tusukkan jarum pada sudut 60-90 derajat.

Tarik sejumlah darah yang dibutuhkan ke dalam spuit ( atau wadah spesimen yang tepat).

Tarik jarum dan berikan tekanan pada area injeksi dengan kasa steril kering selama 5 sampai 10
menit sampai perdarahan berhenti. Catatan: tekanan harus diberikan untuk mencegah hematoma
pada area injeksi.

Tempatkan spesimen pada wadah yang tepat (hal ini dapat dilakukan oleh orang kedua untuk
mencegah agar spesimen tidak membeku, sementara tekanan diberikan oleh orang pertama yang
melakukan punksi).

Puji anak atas kerja samanya.

Buang spuit dan buku penutupnya, buang jarum yang tidak dipotong dibuang ke dalam wadah
yang tahan tusukan yang diletakkan di dekat tempat pelaksanaan prosedur.

Dokumentasikan area injeksi dan jumlah darah yang diambil serta tes yang dilakukan.

ALAT AKSES VENA IMPLANTASI


Jelaskan prosedur pada anak sesuai tingkat perkembangannya dan berikan perawatan atraumatik
(lihat boks perawatan atraumatik), khususnya untuk lubang yang diimplantasi.

Siapkan alat-alat yang diperlukan, termasuk wadah spesimen yang tepat.

Pertahankan asepsis ketat dan kewaspadaan umum.

Siapkan area injeksi dengan agens bakteriostik.

Palpasi kulit di area injeksi untuk melokasi diafragma.

Masukan jarum kecil yang steril (mis.,25G) ke dalam area injeksi di tengah diafragma.

Untuk mendapatkan spesimen darah dari jalur vena sentral atau daerah perifer jika terdapat
cairan infus yang mengganggu hasil tes, maka aspirasi dulu darah dalam jumlah yang sama
dengan cairan yang ada di dalam kateter dan buang; kemudian aspirasi untuk mendapatkan
sampel darah. Untuk kultur darah, gunakan sampel darah yang pertama, karena organisme
cenderung berkumpul di dalam kateter itu sendiri.

Tarik darah dalam jumlah yang diperlukan. (masukan darah yang sudah diambil ke dalam wadah
yang berheparin jika darah sulit untuk di dapat; tetapi jika tidak, buang darah tersebut.

Terik jarum dan alat aspirasi (biasanya spuit) dari area injeksi

Jika pemberian herparin atau bilas salin diinstruksikan setelah pengambilan sampel darah ikuti
protocol institusi untuk pemberiannya.

Puji anak atas kerja samanya.

Buang spuit dan lepas penutupnya, jangan memotong jarum di dalam wadahnya.

Dokumentasikan fungsi alat tersebut, spesimen yang dikumpulkan, dan jenis serta jumlah cairan
pembilas yang digunakan setelah prosedur.