Anda di halaman 1dari 40

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR No.

Dokumen

CARA MENGGUNAKAN MIKROSKOP


Judul Departemen Laboratory
BINOKULER DENGAN LISTRIK

Tanggal 12 Juni Tanggal


Dibuat Berlaku
Revisi 0 Halaman 1 dari 3
2014

Dibuat
Disetujui oleh
oleh
Head of Department Laboratory Head of Division Ancillary Clinical Services
 Dokumen Baru Perubahan Tidak ada Perubahan Pembatalan

1.0 PENGERTIAN
1.1 Cahaya (sinar lampu) diterima oleh cermin. Sinar diteruskan ke diafrahma,
kondensor dan kaca sediaan pada bahan yang diperiksa. Sinar dari lensa objektif
dipantulkan melalui tubus ke lensa mata dan diterima oleh retina mata.

2.0 TUJUAN
2.1 Untuk melihat objek dengan baik

3.0 RUANG LINGKUP


3.1 Laboratorium Mikrobiologi

4.0 ACUAN
4.1 KRS-SHLAB-001 : Pelayanan Laboratorium Siloam Hospitals
4.2 Gradwalds Clinical Laboratory Method and Diagnosis

5.0 DOKUMEN
5.1 Hasil Pemeriksaan

6.0 PROSEDUR

6.1. Mikroskop binokuler


Mikroskop terletak di meja yang tidak bergoyang dan rata
1. Pastikan bahwa voltage listrik di laboratorium sesuai dengan yang diperkenankan
untuk mikroskop, bila perlu gunakan alat untuk melindungi voltage.
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR No. Dokumen

CARA MENGGUNAKAN MIKROSKOP


Judul Departemen Laboratory
BINOKULER DENGAN LISTRIK

Tanggal 12 Juni Tanggal


Dibuat Berlaku
Revisi 0 Halaman 2 dari 3
2014

Dibuat
Disetujui oleh
oleh
Head of Department Laboratory Head of Division Ancillary Clinical Services
 Dokumen Baru Perubahan Tidak ada Perubahan Pembatalan

2. Sebelum menyalakan lampu, periksa apakah pengatur voltage sudah berada pada
intensitas yang minimal. Begitu dinyalakan maka voltage dinaikkan perlahan-lahan
hingga mencapai intensitas yang diperlukan.
3. Letakkan sediaan yang sudah diwarnai diatas meja mikroskop. Pastikan posisi
sediaan menghadap keatas, dan jepitlah sediaan pada meja sediaan.
4. Putarlah lempeng objektif ke objek 10 X dan naikkan meja setinggi mungkin, atur
focus dengan menggunakan pengatur kasar untuk menurunkan meja.
5. Atur jarak antara mata kiri dan kanan sehingga bayangan menjadi satu.
6. Fokuskan bayangan dengan mata kanan dengan cara melihat kedalam tabung mata
kanan dan sesuaikan dengan menggunakan pengatur halus.
7. Fokuskan bayangan mata kiri dengan cara melihat kedalam tabung mata kiri dan
memutar cincin dioptre.
8. Pastikan bahwa kondensor hampir berada pada posisi tertingginya.
9. Buka diafrahma kondensor 70-80% untuk menyusuaikan kontras sehingga lapangan
pandang cukup diterangi.
10. Letakkan 1-2 tetes minyak immersi diatas sediaan dan putar lempeng objektif ke
objektif 100 X.
11. Fokuskan dengan menggunakan pengatur halus.
12. Tingkatkan sinar dengan memindahkan pengatur voltage sampai diperoleh cahaya
yang terang tapi tidak menyilaukan.
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR No. Dokumen

CARA MENGGUNAKAN MIKROSKOP


Judul Departemen Laboratory
BINOKULER DENGAN LISTRIK

Tanggal 12 Juni Tanggal


Dibuat Berlaku
Revisi 0 Halaman 3 dari 3
2014

Dibuat
Disetujui oleh
oleh
Head of Department Laboratory Head of Division Ancillary Clinical Services
 Dokumen Baru Perubahan Tidak ada Perubahan Pembatalan

13. Bila sediaan sudah dibaca, putar objektif 100 X menjauhi sediaan dan tempatkan
objektif 10 diatas sediaan.
14. Longgarkan penjepit dan lepaskan sediaan.
15. Bila sudah selesai, kembalikan pengatur voltage ke minimal dan matikan lampu.
16. Setiap selesai bekerja, bersihkan dengan hati-hati lensa 100 X dari minyak immerse
dengan menggunakan lensa kertas, kain halus atau kertas toilet yang halus
keseluruhan bila perlu.

6.2. Mikroskop binokuler dengan kondesor pre-centered dan tidak dapat disesuaikan
(fixed).
Ganti Nomor 9 diatas dengan :
1. Tutup diafragma sampai minimal dan sesuaikan tinggi kondensor sampai iris
diafragma terlihat jelas. Bila tidak terletak ditengah, gunakan sekrup pemusar
kondensor (condenser re-centering scew) untuk memusatkan.
2. Buka diafragma hingga batas seluruh lapang pandang.

7.0 INDIKATOR KINERJA


7.1 Mampu menggunakan mikroskop dengan benar

8.0 ARSIP
8.1 Permintaan Pemeriksaan
8.2 Hasil Pemeriksaan
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR No. Dokumen

Judul PENERIMAAN SAMPEL Departemen Laboratory

Tanggal 12 Juni Tanggal


Dibuat Berlaku
Revisi 0 Halaman 4 dari 40
2014

Dibuat
Disetujui oleh
oleh
Head of Department Laboratory Head of Division Ancillary Clinical Services
 Dokumen Baru Perubahan Tidak ada Perubahan Pembatalan

1.0 PENGERTIAN
1.1 Memeriksa form pemeriksaan dan kualitas sampel

2.0 TUJUAN
2.1 Untuk mendapatkan sample yang baik

3.0 RUANG LINGKUP


3.1 Laboratorium Mikrobiologi

4.0 ACUAN
4.1 KRS-SHLAB-001 : Pelayananan Laboratorium Siloam Hospitals
4.2 REGPERMENKES411 : PermintaanPemeriksaanLaboratorium
4.3 ST-452 : Permintaan Pemeriksaan Laboratorium
4.4 ST-292 : IPSG 1 Identifikasi Pasien di Rumah Sakit
4.5 Gradwalds Clinical Laboratory Method and Diagnosis

5.0 PROSEDUR
1. Memeriksa form pemeriksaan
2. Menulis keadaan sample
3. Registrasi
- Nomor registrasi
- Jam sampel diambil
- Jam sampel diterima
- Nama/Umur/Jenis kelamin
- Jenis sampel
- Jenis pemeriksaan
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR No. Dokumen

Judul PENERIMAAN SAMPEL Departemen Laboratory

Tanggal 12 Juni Tanggal


Dibuat Berlaku
Revisi 0 Halaman 2 dari 40
2014

Dibuat
Disetujui oleh
oleh
Head of Department Laboratory Head of Division Ancillary Clinical Services
 Dokumen Baru Perubahan Tidak ada Perubahan Pembatalan

4. Dikirim kebagian keuangan (sampel + form)

6.0 INDIKATOR KINERJA

6.1 Pemeriksaan Mikroskopis & Pemeriksaan Makroskopis


6.2 Tidak ada keluhan dari pengguna jasa laboratorium

7.0 ARSIP

7.1 Form Permintaan


STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR No. Dokumen

PENGELOLAHAN SAMPEL DI
Judul Departemen Laboratory
BAGIAN UNIT PEMERIKSA
Tanggal 12 Juni Tanggal
Dibuat Berlaku
Revisi 0 Halaman 6 dari 40
2014

Dibuat
Disetujui oleh
oleh
Head of Department Laboratory Head of Division Ancillary Clinical Services
 Dokumen Baru Perubahan Tidak ada Perubahan Pembatalan

1.0 PENGERTIAN
1.1 Identifikasi jenis pemeriksaan

2.0 TUJUAN
2.1 Untuk menetapkan metode pemeriksaan yang akan diperiksa

3.0 RUANG LINGKUP


3.1 Laboratorium Mikrobiologi

4.0 ACUAN
4.1 KRS-SHLAB-001 : Pelayananan Laboratorium Siloam Hospitals
4.2 Mikrobiologi Kedokteran

5.0 PROSEDUR
1. Membaca form permintaan
2. Membukukan /registrasi
- Nomor registrasi
- Jam sampel diambil
- Jam sampel diterima
- Nama/ Umur / Jenis kelamin
3. Menetapkan media, reagensia dan tekhnis pemeriksaan
4. Melakukan pemeriksaan.
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR No. Dokumen

PENGELOLAHAN SAMPEL DI
Judul Departemen Laboratory
BAGIAN UNIT PEMERIKSA
Tanggal 12 Juni Tanggal
Dibuat Berlaku
Revisi 0 Halaman 2 dari 40
2014

Dibuat
Disetujui oleh
oleh
Head of Department Laboratory Head of Division Ancillary Clinical Services
 Dokumen Baru Perubahan Tidak ada Perubahan Pembatalan

6.0 INDIKATOR KINERJA


6.1 Tidak ada keluhan dari pengguna jasa laboratorium

7.0 ARSIP
7.1 Form Pemeriksaan
7.2 Buku Kerja
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR No. Dokumen

PENGIRIMAN SPESIMEN KE
Judul Departemen Laboratory
LABORATORIUM RUJUKAN
Tanggal 12 Juni Tanggal
Dibuat Berlaku
Revisi 0 Halaman 8 dari 40
2014

Dibuat
Disetujui oleh
oleh
Head of Department Laboratory Head of Division Ancillary Clinical Services
 Dokumen Baru Perubahan Tidak ada Perubahan Pembatalan

1.0 PENGERTIAN
1.1 Mengirimkan bahan pemeriksaan ke Laboratorium lain

2.0 TUJUAN
2.1 Mendapatkan hasil pemeriksaan

3.0 RUANG LINGKUP


3.1 Laboratorium Mikrobiologi
3.2 Laboratorium Mikrobiologi BBLK
3.3 Unit IPD
3.4 Unit OPD

4.0 ACUAN
4.1 KRS-SHLAB-001 : Pelayananan Laboratorium Siloam Hospitals
4.2 REG-PERMENKES-411 : RUJUKAN

5.0 DOKUMEN
5.1 Arsip Rujukan

6.0 PROSEDUR
1. Permintaan
2. Pengambilan sampel
3. Membuat form rujukan
4. Permintaan biaya
5. Pengantaran sampel oleh helper
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR No. Dokumen

PENGIRIMAN SPESIMEN KE
Judul Departemen Laboratory
LABORATORIUM RUJUKAN
Tanggal 12 Juni Tanggal
Dibuat Berlaku
Revisi 0 Halaman 2 dari 40
2014

Dibuat
Disetujui oleh
oleh
Head of Department Laboratory Head of Division Ancillary Clinical Services
 Dokumen Baru Perubahan Tidak ada Perubahan Pembatalan

7.0 INDIKATOR KINERJA


7.1 Jumlah rujukan

8.0 ARSIP
8.1 Hasil rujukan
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR No. Dokumen

Judul PEWARNAAN BASIL TAHAN ASAM Departemen Laboratory


METODE ZN
Tanggal 12 Juni Tanggal
Dibuat Berlaku
Revisi 0 Halaman 10 dari 3
2014

Dibuat
Disetujui oleh
oleh
Head of Department Laboratory Head of Division Ancillary Clinical Services
 Dokumen Baru Perubahan Tidak ada Perubahan Pembatalan

1.0 PENGERTIAN
1.1 Basil Tahan Asam akan memberikan warna merah pada pewarnaan Ziehl
Neelsen.

2.0 TUJUAN
2.1 Menegakkan diagnosis
2.2 Menentukan klasifikasi/tipe
2.3 Menilai kemajuan pengobatan

3.0 RUANG LINGKUP


3.1 Laboratorium Mikrobiologi

4.0 ACUAN
4.1 KRS-SHLAB-001 : Pelayananan Laboratorium Siloam Hospitals
4.2 REG-KEPMENKES-370 : Standar Profesi Ahli Teknologi lab kesehatan

5.0 DOKUMEN
5.1 Hasil Pemeriksaan

6.0 PROSEDUR
Cara Pewarnaan :
Sediaan yang telah difiksasi, disusun diatas rak peawrnaan maksimum sekitar 12 slide.
Harus ada jarak antara tiap sediaan untuk mencegah terjadinya kontaminasi antara
sediaan.
1. Letakkan sediaan dahak yang telah difiksasi pada rak dengan hapusan dahak
menghadap keatas
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR No. Dokumen

PEWARNAAN BASIL TAHAN ASAM


Judul Departemen Laboratory
METODE ZN

Tanggal 12 Juni Tanggal


Dibuat Berlaku
Revisi 0 Halaman 2 dari 3
2014

Dibuat
Disetujui oleh
oleh
Head of Department Laboratory Head of Division Ancillary Clinical Services
 Dokumen Baru Perubahan Tidak ada Perubahan Pembatalan

2. Tuangkan larutan Carbol fuchin 0,3% pada hapusan dahak sampai menutup seluruh
sediaan dahak
3. Panaskan dengan nyala ap i spiritus sampai keluar uap selama 3 – 5 menit. Zat warna
tidak boleh mendidih atau kering. Apabila mendidih atau kering maka Carbol Fuchsin
akan membentuk Kristal (partikel kecil) yang dapat terlihat seperti kuman TB
4. Singkirkan api spiritus. Diamkan sediaan selama 5 menit
5. Bilas sediaan dengan air mengalir pelan sampai zat warna yang bebas terbuang.
Jangan ada percikan kesediaan lain
6. Miringkan sediaan menggunakan penjepit kayu atau pinset untuk membuang air
7. Genangi sediaan dengan asam alcohol sampai tidak tampak warna merah Carbol
fuchsin. Jangan ada percikan ke sediaan lain
8. Genangi permukaan sediaan dengan Methylen blue selama 10-20 detik
9. Bilas sediaan dengan air mengalir. Jangan ada percikkan kesediaan lain
10. Miringkan sediaan untuk mengalirkan air
11. Keringkan sediaan pada rak pengering. Jangan keringkan dengan kertas tisu

7.0 INDIKATOR KINERJA


7.1 Pemeriksaan Mikroskopis
7.2 Jumlah pemeriksaan BTA
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR No. Dokumen

PEWARNAAN BASIL TAHAN ASAM


Judul Departemen Laboratory
METODE ZN

Tanggal 12 Juni Tanggal


Dibuat Berlaku
Revisi 0 Halaman 3 dari 3
2014

Dibuat
Disetujui oleh
oleh
Head of Department Laboratory Head of Division Ancillary Clinical Services
 Dokumen Baru Perubahan Tidak ada Perubahan Pembatalan

8.0 ARSIP
8.1 Hasil pemeriksaan BTA
8.2 Buku Kerja
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR No. Dokumen

PENGUMPULAN BAHAN SPUTUM


Judul Departemen Laboratory
UNTUK PEMERIKSAAN BTA

Tanggal 12 Juni Tanggal


Dibuat Berlaku
Revisi 0 Halaman 13 dari 40
2014

Dibuat
Disetujui oleh
oleh
Head of Department Laboratory Head of Division Ancillary Clinical Services
 Dokumen Baru Perubahan Tidak ada Perubahan Pembatalan

1.0 PENGERTIAN
1.1 Sputum adalah specimen yang berasal dari paru-paru

2.0 TUJUAN
2.1 Mendapatkan dahak purulent yang berasal dari paru-paru

3.0 RUANG LINGKUP


3.1 Direksi keperawatan
3.2 Medik
3.3 Laboratorium Mikrobiologi

4.0 ACUAN
4.1 KRS-SHLAB-001 : Pelayananan Laboratorium Siloam Hospitals
4.2 REG-KEPMENKES-370 :Standar Profesi Ahli Teknologi lab kesehatan
4.3 Pencegahan Penanggulangan TB di Indonesia

5.0 DOKUMEN
5.1 Buku Kerja

6.0 PROSEDUR
Waktu pelaksanaan pengumpulan sputum/dahak untuk pemeriksaan BTA :
1. Menyiapkan pot dan member label pada samping (dinding) pot sputum.
- S (Sewaktu) : Sputum dikumplkan pada saat pasien datang berkunjung pertama
kali
- P (Pagi) : Sputum dikumpulkan dirumah pada pagi hari segera setelah
bangun tidur.
- S (Sewaktu) : Sputum dikumpulkan pada saat menyerahkan dahak pagi
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR No. Dokumen

PENGUMPULAN BAHAN SPUTUM


Judul Departemen Laboratory
UNTUK PEMERIKSAAN BTA

Tanggal 12 Juni Tanggal


Dibuat Berlaku
Revisi 0 Halaman 2 dari 40
2014

Dibuat
Disetujui oleh
oleh
Head of Department Laboratory Head of Division Ancillary Clinical Services
 Dokumen Baru Perubahan Tidak ada Perubahan Pembatalan

2. Memberikan penjelasan pada pasien :


a. Tujuan dari pemeriksaan
b. Cara pengeluaran sputum yang benar
3. Pasien diminta untuk kumur-kumur dahulu, tarik nafas dalam 2-3 kali
4. Pasien memasukkan sputum kedalam pot kemudian menyerahkan ke PPC
5. Petugas PPC menilai kualitas dan kuantitas dari sputum
6. Catat waktu pengambilan dan bubuhkan paraf pada form permintaan pemeriksaan
dan menyerahkan ke loket III untuk didistribusikan ke laboratorium pemeriksaan

7.0 INDIKATOR KINERJA


7.1 Pemeriksaan Mikroskopis
7.2 Jumlah pengambilan dahak

8.0 ARSIP
8.1 Hasil Pemeriksaan
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR No. Dokumen

KULTUR MYCOBACTERIUM
Judul Departemen Laboratory
TUBERCULOSIS
Tanggal 12 Juni Tanggal
Dibuat Berlaku
Revisi 0 Halaman 15 dari 3
2014

Dibuat
Disetujui oleh
oleh
Head of Department Laboratory Head of Division Ancillary Clinical Services
 Dokumen Baru Perubahan Tidak ada Perubahan Pembatalan

1.0 PENGERTIAN
1.1 Menemukan kuman Myc.tuberculosis dalam sputum dengan cara biakan pada
media Lowenstein Jensen

2.0 TUJUAN
2.1 Menegakkan diagnosis dan menentukan klasifikasi/type
2.2 Menilai kemajuan pengobatan
2.3 Menentukan tingkat penularan

3.0 RUANG LINGKUP


3.1 Direksi Keperawatan
3.2 Medik
3.3 Laboratorium Mikrobiologi
4.0 PROSEDUR
4.1 Pemeriksaan mikroskopis dengan cara buat sediaan apus, warnai dengan
pewarnaan ZN
4.2 Homogenisasi dan dekontaminasi
4.3 Biakan
Prosedur :
 Siapkan 2 media LJ
 Air Condens dibuang dengan cara buka tutup tabung media letakkan terbalik diatas
kertas/kapas yang telah dibasahi dengan alcohol 70% sampai semua air condens
mengalir
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR No. Dokumen

KULTUR MYCOBACTERIUM
Judul Departemen Laboratory
TUBERCULOSIS
Tanggal 12 Juni Tanggal
Dibuat Berlaku
Revisi 0 Halaman 2 dari 3
2014

Dibuat
Disetujui oleh
oleh
Head of Department Laboratory Head of Division Ancillary Clinical Services
 Dokumen Baru Perubahan Tidak ada Perubahan Pembatalan

 Tutup kembali tabung media LJ


 Inokulasi 2-4 tetes atau 0,2-0,4 ml suspense sediment pada masing-masing media LJ
 Sebarkan merata pada seluruh permukaan media
 Inkubasi dalam incubator 35-37℃ dan posisi media horizontal selama 24 jam atau
sampai permukaan media kering
 Selanjutnya inkubasi dalam posisi tegak pada 37℃ sampai 8 minggu
 Pertumbuhan diamati pada minggu ke I, minggu ke IV selanjutnya setiap minggu
sampai minggu ke VIII
Pembacaan biakan :
Minggu I untuk melihat adanya organism rapid growers
Minggu ke IV atau selanjutnya untuk melihat organism yang slow growers
1. Identifikasi
Identifikasi awal Myc.Tuberculosis
 Koloni tampak pada 2-4 minggu setelah inokulasi
 Pada pemeriksaan mikroskopis tampak seperti tali dengan panjang bervariasi atau
berkumpul
 Koloni tersangka Myc. Tuberculosis dilakukan tes identifikasi
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR No. Dokumen

KULTUR MYCOBACTERIUM
Judul Departemen Laboratory
TUBERCULOSIS
Tanggal 12 Juni Tanggal
Dibuat Berlaku
Revisi 0 Halaman 3 dari 3
2014

Dibuat
Disetujui oleh
oleh
Head of Department Laboratory Head of Division Ancillary Clinical Services
 Dokumen Baru Perubahan Tidak ada Perubahan Pembatalan

Test identifikasi :
a. Test Reduksi Nitrit
b. Test Katalase
c. Test Kepekaan terhadap P. Netrobenzoid / PNB

5.0 INDIKATOR KINERJA


5.1 Pemeriksaan Biakabn Myc. Tuberculosis

6.0 ARSIP
6.1 Hasil Pemeriksaan
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR No. Dokumen

CARA PEMELIHARAAN
Judul Departemen Laboratory
MIKROSKOP
Tanggal 12 Juni Tanggal
Dibuat Berlaku
Revisi 0 Halaman 18 dari 3
2014

Dibuat
Disetujui oleh
oleh
Head of Department Laboratory Head of Division Ancillary Clinical Services
 Dokumen Baru Perubahan Tidak ada Perubahan Pembatalan

1.0 PENGERTIAN
1.1 Membersihkan, menyimpan dan menggunakan mikroskop sesuai dengan petunjuk

2.0 TUJUAN
2.1 Agar mikroskop tidak cepat rusak

3.0 RUANG LINGKUP


3.1 Laboratorium Mikrobiologi

4.0 ACUAN
4.1 KRS-SHLAB-001 : Pelayananan Laboratorium Siloam Hospitals

5.0 DOKUMEN

6.0 PROSEDUR
Hal-hal yang perlu diperhatikan :
1. Letakkan dan simpan mikroskop pada tempat yang kering, bebas debu dan bebas
getaran.
 Getaran dapat merusak mikroskop, jangan meletakkan mikroskop satu meja dengan
alat sentrifusi (centrifuge) atau diatas lemari es (refrigerator)
 Hindari mikroskop dari sinar matahari langsung
 Bila mikroskop tidak digunakan tutup dengan kain/plastic penutupnya atau masukkan
kedalam kotaknya supaya terhindar dari debu jangan menyimpan mikroskop ditempat
yang lembab sebab lensa dapat berjamur sehingga mengganggu pandangan. Keadaan
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR No. Dokumen

CARA PEMELIHARAAN
Judul Departemen Laboratory
MIKROSKOP
Tanggal 12 Juni Tanggal
Dibuat Berlaku
Revisi 0 Halaman 2 dari 3
2014

Dibuat
Disetujui oleh
oleh
Head of Department Laboratory Head of Division Ancillary Clinical Services
 Dokumen Baru Perubahan Tidak ada Perubahan Pembatalan

lembab juga dapat menyebabkan karatan atau korosit pada bagian-bagian mikroskop
yang terbuat dari logam
 Simpan mikroskop didalam kotak mikroskop atau lemari mikroskop dengan cahaya
lampu (5 watt) atau serbuk pengering (silicagel tersebut berwarna biru bila masih
kering berarti masih aktif bekerja) dan akan menjadi merah muda bila sudah basah
(tidak aktif lagi). Oleh karena itu begitu silica gel berwarna merah muda segera ganti
dengan silica gel yang baru atau panaskan di oven 160℃ selama 1 jam.

2. Jagalah supaya mikroskop dan lensanya tetap bersih


o Selalu membersihkan mikroskop dengan kertas pembersih lensa sebelum dan
sesudah digunakan
o Selalu bersihkan lensa objektif 100 X dari oil imersi dengan eter alcohol
setelah selesai digunakan
o Jangan gunakan alcohol atau spiritus untuk membersihkan lensa sebab lensa
dapat rusak
o Jangan menyentuh lensa objektif 100 X pada sediaan
 Bersihkan semua lensa dengan kertas pembersih lensa. Bila perlu
kertas pembersih lensa tersebut dapat dibasahi dengan eter alcohol.
Jangan bersihkan lensa dengan kain basah
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR No. Dokumen

CARA PEMELIHARAAN
Judul Departemen Laboratory
MIKROSKOP
Tanggal 12 Juni Tanggal
Dibuat Berlaku
Revisi 0 Halaman 3 dari 3
2014

Dibuat
Disetujui oleh
oleh
Head of Department Laboratory Head of Division Ancillary Clinical Services
 Dokumen Baru Perubahan Tidak ada Perubahan Pembatalan

7.0 INDIKATOR KINERJA


7.1 Jumlah Pemeliharaan Mikroskop

8.0 ARSIP
8.1 Pemeliharaan Mikroskop
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR No. Dokumen

PEMBUATAN SEDIAAN SPUTUM


Judul Departemen Laboratory
UNTUK IDENTIFIKASI BTA

Tanggal 12 Juni Tanggal


Dibuat Berlaku
Revisi 0 Halaman 21 dari 3
2014

Dibuat
Disetujui oleh
oleh
Head of Department Laboratory Head of Division Ancillary Clinical Services
 Dokumen Baru Perubahan Tidak ada Perubahan Pembatalan

1.0 PENGERTIAN
1.1 Meletakkan bahan sputum pada objek glass

2.0 TUJUAN
2.1 Mendapatkan apusan yang cukup ketebalannya, rata, ukuran 2 X 3 cm

3.0 RUANG LINGKUP


3.1 Laboratorium Mikrobiologi

4.0 ACUAN
4.1 KRS-SHLAB-001 : Pelayananan Laboratorium Siloam Hospitals
4.2 REG-KEPMENKES-370 : Standar Profesi Ahli Teknologi lab kesehatan
4.3 Penanggulangan Pemeriksaan Penyakit TB Depkes 2011

5.0 DOKUMEN
5.1 Buku Kerja

6.0 PROSEDUR
6.1 Pemberian nomor identitas sediaan
1. Kaca sediaan dipegang pada kedua sisinya untuk mengindari sidik jari pada bahan
sediaan
2. Setiap kaca sediaan diberi nomor identitas sediaan sesuai dengan identitas pada pot
dahak dengan menggunakan spidol permanent atau pensil kaca
3. Pemberian nomor identitas sediaan bertujuan untuk mencegah kemungkinan
tertukarnya sediaan
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR No. Dokumen

PEMBUATAN SEDIAAN SPUTUM


Judul Departemen Laboratory
UNTUK IDENTIFIKASI BTA

Tanggal 12 Juni Tanggal


Dibuat Berlaku
Revisi 0 Halaman 2 dari 3
2014

Dibuat
Disetujui oleh
oleh
Head of Department Laboratory Head of Division Ancillary Clinical Services
 Dokumen Baru Perubahan Tidak ada Perubahan Pembatalan

4. Nomor identitas sediaan sesuai dengan nomor urut lab untuk membedakan dahak I, II,
dan III ditambahkan huruf A, B, dan C untuk dahak sewaktu kedua

6.2 Pembuatan sediaan hapus dahak


A. Dari bahan langsung
1. Ambil pot dahak dan kaca sediaan yang beridentitas
2. Buka pot dahak dengan hati-hati untuk menghindari droplet (Pencemaran dahak)
3. Buat sediaan apus dengan urutan sbb :
- Panaskan ose diatas nyala api spiritus sampai merah dan biarkan sampai
dingin
- Pilih dan ambil bagian dari dahak yang purulen menggunakan ose tadi
atau lidi yang dipipihkan ujungnya
- Oleskan dahak secara merata (Jangan terlalu tebal dan jangan terlalu tipis)
pada permukaan kaca sediaan dengan ukuran 2 X 3 cm
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR No. Dokumen

PEMBUATAN SEDIAAN SPUTUM


Judul Departemen Laboratory
UNTUK IDENTIFIKASI BTA

Tanggal 12 Juni Tanggal


Dibuat Berlaku
Revisi 0 Halaman 3 dari 3
2014

Dibuat
Disetujui oleh
oleh
Head of Department Laboratory Head of Division Ancillary Clinical Services
 Dokumen Baru Perubahan Tidak ada Perubahan Pembatalan

7.0 INDIKATOR KINERJA


7.1 Jumlah Pemeriksaan Mikroskopis

8.0 ARSIP
8.1 Hasil Pemeriksaan
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR No. Dokumen

IDENTIFIKASI BTA DARI


Judul Departemen Laboratory
SPUTUM
Tanggal 12 Juni Tanggal
Dibuat Berlaku
Revisi 0 Halaman 24 dari 3
2014

Dibuat
Disetujui oleh
oleh
Head of Department Laboratory Head of Division Ancillary Clinical Services
 Dokumen Baru Perubahan Tidak ada Perubahan Pembatalan

1.0 PENGERTIAN
1.1 Menemukan Basil Tahan Asam dalam sputum dengan pewarnaan Ziehl Neelsen

2.0 TUJUAN
2.1 Menegakkan diagnosis dan menentukan klasifikasi/type
2.2 Menilai kemajuan pengobatan
2.3 Menentukan tingkat penularan

3.0 RUANG LINGKUP


3.1 Laboratorium Mikrobiologi

4.0 ACUAN
4.1 KRS-SHLAB-001 : Pelayananan Laboratorium Siloam Hospitals
4.2 REG-KEPMENKES-370 : Standar Profesi Ahli Teknologi lab kesehatan
4.3 Isolasi dan identifikasi Myc. Tuberculosisi 2011

5.0 DOKUMEN
5.1 Buku Kerja

6.0 PROSEDUR
6.1 Buat sediaan warnai dengan pewarnaan Ziehl Neelsen
6.2 Pembacaan sediaan dahak :
1. Periksa dengan menggunakan lensa okuler 10 X dan objektif 100 X
2. Carilah Basil Tahan Asam (BTA) yang berbentuk batang dan berwarna merah
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR No. Dokumen

IDENTIFIKASI BTA DARI


Judul Departemen Laboratory
SPUTUM
Tanggal 12 Juni Tanggal
Dibuat Berlaku
Revisi 0 Halaman 2 dari 3
2014

Dibuat
Disetujui oleh
oleh
Head of Department Laboratory Head of Division Ancillary Clinical Services
 Dokumen Baru Perubahan Tidak ada Perubahan Pembatalan

3. Periksa paling sedikit 100 lapangan pandang, dengan cara menggeserkan sediaan
menurut arah

4. Sediaan dahak yang telah diperiksa kemudian direndam dalam xylol selama 15-30
menit lalu disimpan dalam kotak sediaan

Pembacaan Hasil
Pemeriksaan hasil sediaan dahak dilakukan dengan menggunakan skala IUATLD sebagai
berikut :
a. Tidak ditemukan BTA dalam 100 lapanngan pandang disebut negative
b. Ditemukan 1-9 BTA dalam 100 lapangan pandang ditulis jumlah kuman yang ditemukan
c. Ditemukan 10-99 BTA dalam 100 lapangan pandang disebut 1 (+)
d. Ditemukan 1-10 BTA dalam 1 lapangan pandang, periksa minimal 50 lapangan pandang
disebut 2 (+)
e. Ditemukan >10 BTA dalam 1 lapangan pandang, periksa minimal 20 lapangan pandang
disebut 3 (+)
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR No. Dokumen

IDENTIFIKASI BTA DARI


Judul Departemen Laboratory
SPUTUM
Tanggal 12 Juni Tanggal
Dibuat Berlaku
Revisi 0 Halaman 3 dari 3
2014

Dibuat
Disetujui oleh
oleh
Head of Department Laboratory Head of Division Ancillary Clinical Services
 Dokumen Baru Perubahan Tidak ada Perubahan Pembatalan

Penulisan gradasi hasil bacaan penting untuk menunjukkan keparahan penyakit dan
derajat penularan penderita tersebut

7.0 INDIKATOR KINERJA


7.1 Jumlah Pemeriksaan Mikroskopis

8.0 ARSIP
8.1 Hasil Pemeriksaan
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR No. Dokumen

UJI KEPEKAAN KUMAN


Judul Departemen Laboratory
TERHADAP ANTIBIOTIKA
Tanggal 12 Juni Tanggal
Dibuat Berlaku
Revisi 0 Halaman 27 dari 3
2014

Dibuat
Disetujui oleh
oleh
Head of Department Laboratory Head of Division Ancillary Clinical Services
 Dokumen Baru Perubahan Tidak ada Perubahan Pembatalan

1.0 PENGERTIAN
1.1 Mengukur kemampuan antimikroba untuk menghambat pertumbuhan bakteri
secara invitro

2.0 TUJUAN
2.1 Membantu pemilihan Antibiotika untuk terapi
2.1 Menilai efektifitas obat

3.0 RUANG LINGKUP


3.1 Laboratorium Mikrobiologi

4.0 ACUAN
4.1 KRS-SHLAB-001 : Pelayananan Laboratorium Siloam Hospitals
4.2 REG-KEPMENKES-370 : Standar Profesi Ahli Teknologi lab kesehatan
4.3 Gradwalds Clinical Laboratory Method and Diagnosis

5.0 DOKUMEN
5.1 Buku Kerja

6.0 PROSEDUR
1. Siapkan standar kekeruhan Mc. Farland 0,5
2. Persiapan inokulum
3. Sentuhkan ose pada puncak 1-2 koloni yang sama dan disuspensikan kedalam tabung
NaCL 0,9% steril
4. Bandingkan kekeruhan tabung suspensi dengan tabung standar kekeruhan dengan
latar belakang surat kabar. Bila belum sama tambahkan koloni atau NaCL 0,9% steril
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR No. Dokumen

UJI KEPEKAAN KUMAN


Judul Departemen Laboratory
TERHADAP ANTIBIOTIKA
Tanggal 12 Juni Tanggal
Dibuat Berlaku
Revisi 0 Halaman 2 dari 3
2014

Dibuat
Disetujui oleh
oleh
Head of Department Laboratory Head of Division Ancillary Clinical Services
 Dokumen Baru Perubahan Tidak ada Perubahan Pembatalan

(tabung inokulum dan tabung kekeruhan harus sama warna/jenisnya). Kekeruhan


tabung inokulum harus sama dengan kekeruhan tabung standar Mc Farland 0,5
5. Ambil kapas lidi steril, celupkan dalam suspensi kuman dan diputar beberapa kali,
kemudian ditekankan pada dinding tabung untuk menghilangkan kelebihan inokulum
6. Kapas lidi dihapuskan merata dipermukaan media yang dikehendaki sambil memutar
cawab petri hingga 60℃ dengan 3 arah terakhir kelilingkan kapas lidi dipinggir
lingkaran petridisk. Tutup cawan petridisk, diamkan selama 3-5 menit (tidak lebih
dari 15 menit)
7. Kuman gram (-) negative bacil dan kuman Staphylococcus menggunakan Mueller
Hinton Agar. Untuk kuman Staphylococcus dan Haemphylus menggunakan media
Blood Agar dan kuman Neisseria menggunakan media Coklat Agar
8. Letakkan cakram/disk yang akan ditest pada permukaan biakan dan ditekan dengan
pinset steril agar melekat sempurna. Jarak antara ke pusat cakram/disk tidak boleh
kurang dari 24 mm. Jarak dari pinggir cawan petri minimal 15 mm. Disk yang telah
ditempelkan pada permukaan agar tidak boleh dipindahkan/digeser. Biakan
didiamkan 15 menit
9. Inkubasi selama 16-18 jam pada suhu 35-37℃ dalam posisi cawan petri terbalik.
Untuk uji kepekaan golongan streptococcus, Haemophylus, Neisseria gunakan candle
jar (CO2 5-10%)
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR No. Dokumen

UJI KEPEKAAN KUMAN


Judul Departemen Laboratory
TERHADAP ANTIBIOTIKA
Tanggal 12 Juni Tanggal
Dibuat Berlaku
Revisi 0 Halaman 3 dari 3
2014

Dibuat
Disetujui oleh
oleh
Head of Department Laboratory Head of Division Ancillary Clinical Services
 Dokumen Baru Perubahan Tidak ada Perubahan Pembatalan

10. Amati zona hambat yang terbentuk dengan mengukur diameter zona. Pengukuran
dapat dilakukan dengan menggunakan penggaris/caliper dari arah bawah cawan petri
tanpa membuka tutup cawan petri

7.0 INDIKATOR KINERJA


7.1 Jumlah Pemeriksaan

8.0 ARSIP
8.1 Hasil Pemeriksaan
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR No. Dokumen

Judul HOMOGENISASI DAN Departemen Laboratory


DEKONTAMINASI
Tanggal 12 Juni Tanggal
Dibuat Berlaku
Revisi 0 Halaman 30 dari 40
2014

Dibuat
Disetujui oleh
oleh
Head of Department Laboratory Head of Division Ancillary Clinical Services
 Dokumen Baru Perubahan Tidak ada Perubahan Pembatalan

1.0 PENGERTIAN
1.1 Menghomogenkan dan menghilangkan Mikroorganisme (Flora normal)

2.0 TUJUAN
2.1 Mendapatkan dahak yang hanya mengandung kuman mycrobacterium dan
membunuh mikroorganisme lain

3.0 RUANG LINGKUP


3.1 Laboratorium Mikrobiologi

4.0 ACUAN
4.1 KRS-SHLAB-001 : Pelayananan Laboratorium Siloam Hospitals
4.2 REG-KEPMENKES-370 : Standar Profesi Ahli Teknologi lab kesehatan
4.3 Isolasi dan Identifikasi Myc. Tuberculosis 2011

5.0 PROSEDUR
Sebelum dilakukan penanaman, specimen diolah dengan selalu menjaga sterilitas untuk
mencegah kontaminasi/ infeksi terhadap petugas. Tujuan pengolahan sputum sebelum
ditanam adalah untuk membuat homogen sputum dan membunuh mikroorganisme lain
selain Mycobacterium tuberculosis
Cara kerja :
1. Pengelolahan sputum segar :
a. 1 bagian sputum ditanam 2 bagian NaOH 4%
b. Rapatkan tutup botol
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR No. Dokumen

Judul HOMOGENISASI DAN Departemen Laboratory


DEKONTAMINASI
Tanggal 12 Juni Tanggal
Dibuat Berlaku
Revisi 0 Halaman 2 dari 40
2014

Dibuat
Disetujui oleh
oleh
Head of Department Laboratory Head of Division Ancillary Clinical Services
 Dokumen Baru Perubahan Tidak ada Perubahan Pembatalan

c. Kocok dengan Vortex Mixer


d. Biarkan pada suhu kamar selama 15 menit sekali-sekali dikocok
e. Centrifuge pada 3000 rpm selama 15 menit
f. Biarkan selama 10 menit
g. Buang supernatant
h. Resuspensikan sedimen dengan sisa cairan
i. Siap digunakan untuk inokulasi pada media, pembuatan preparat atau
pemeriksaan lainnya

6.0 INDIKATOR KINERJA


6.1 Pemeriksaan Biakan TB

7.0 ARSIP
6.2 Hasil Pemeriksaan Biakan TB
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR No. Dokumen

IDENTIFIKASI MYC.
Judul TUBERCULOSIS BAHAN Departemen Laboratory
SPUTUM
Tanggal 12 Juni Tanggal
Dibuat Berlaku
Revisi 0 Halaman 32 dari 4
2014

Dibuat
Disetujui oleh
oleh
Head of Department Laboratory Head of Division Ancillary Clinical Services
 Dokumen Baru Perubahan Tidak ada Perubahan Pembatalan

1.0 PENGERTIAN
1.1 Untuk menetapkan kuman mycobacterium tuberculosis dan mycobacterium yang
lain

2.0 TUJUAN
2.1 Untuk menemukan kuman Mycobakterium tuberculosis dalam bahan sputum

3.0 RUANG LINGKUP


3.1 Laboratorium Mikrobiologi

4.0 ACUAN
4.1 KRS-SHLAB-001 : Pelayananan Laboratorium Siloam Hospitals
4.2 REG-KEPMENKES-370 :Standar Profesi Ahli Teknologi lab kesehatan
4.3 Isolasi dan Identifikasi

5.0 DOKUMEN
5.1 Buku Kerja

6.0 PROSEDUR
6.1 Pemeriksaan Mikroskopis
Buat sediaan , warnai dengan pewarnaan ZN

6.2 Homogenesesi
6.3 Biakan
Prosedur :
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR No. Dokumen

IDENTIFIKASI MYC.
Judul TUBERCULOSIS BAHAN Departemen Laboratory
SPUTUM
Tanggal 12 Juni Tanggal
Dibuat Berlaku
Revisi 0 Halaman 2 dari 4
2014

Dibuat
Disetujui oleh
oleh
Head of Department Laboratory Head of Division Ancillary Clinical Services
 Dokumen Baru Perubahan Tidak ada Perubahan Pembatalan
1. Dari sedimen ambil dengan kapas lidi tanam ke-2 media LJ dan 1 seluruh permukaan
media eratkan tutup botol
2. Inkubasi pada suhu 35-37℃ sampai tampak perubahan atau dinyatakan negative
apabila setelah 8 minggu tidak ada pertumbuhan
3. Pemeriksaan biakan dilakukan 48-72 jam setelah inokulasi untuk melihat
kontaminasi. Setelah itu periksa setiap minggu selama 8 minggu, pemeriksaan
dilakukan pada hari yang sama
4. Pembacaan biakan
5. Koloni tersangka Myc. Tuberculosis : kasar, bergumpal seperti lilin, tanpa pigmen
dan tumbuh lambat (tampak setelah 2-4 minggu). Bila pengamatan morfologi koloni
meragukan, lakukan pewarnaan ZN

6.4 Identifikasi
Identifikasi awal Myc. Tuberculosis
1. Tidak tumbuh kurang dari 1 minggu, koloni tampak pada 2-4 minggu setelah
inokulasi dari bahan BTA positif
2. Warna kusam dan kasar seperti kembang kol, sukar larut, suspense granuler
3. Pada mikroskop tampak seperti tali dengan panjang bervariasi atau bergumpal
4. Koloni tersangka Myc. Tuberculosis dilakukan test
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR No. Dokumen

IDENTIFIKASI MYC.
Judul TUBERCULOSIS BAHAN Departemen Laboratory
SPUTUM
Tanggal 12 Juni Tanggal
Dibuat Berlaku
Revisi 0 Halaman 3 dari 4
2014

Dibuat
Disetujui oleh
oleh
Head of Department Laboratory Head of Division Ancillary Clinical Services
 Dokumen Baru Perubahan Tidak ada Perubahan Pembatalan

Test identifikasi :
a. Test kepekaan terhadap P. netrobenzoid / PNB
b. Test Niacin
c. Test Katalase

Prosedur :
1. Test kepekaan terhadap PNB
a. Buat suspensi bakteri, dengan mengambil koloni 2/3 ose (SWG 2U) diameter 3 mm
masukkan botol hijau steril yang telah berisi 0,2 ml aquadest steril. Kemudian vortex
mixer sampai tercampur rata
b. Inokulasi 1 ose penuh suspensi bakteri ke media LJ + PNB
c. Inkubasi 37℃
d. Baca setelah 28 hari

e. Hasil :
Sensitive : tidak ada pertumbuhan
Resisten : ada pertumbuhan Myc. Tuberculosis

2. Test Katalase
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR No. Dokumen

IDENTIFIKASI MYC.
Judul TUBERCULOSIS BAHAN Departemen Laboratory
SPUTUM
Tanggal 12 Juni Tanggal
Dibuat Berlaku
Revisi 0 Halaman 4 dari 4
2014

Dibuat
Disetujui oleh
oleh
Head of Department Laboratory Head of Division Ancillary Clinical Services
 Dokumen Baru Perubahan Tidak ada Perubahan Pembatalan

Prosedur :
a. Dengan pipet steril ambil 2,5 ml 0,0067 M Buffer
b. Masukkan ke dalam tabung tertutup ukuran 16 X 25 mm
c. Masukkan 1 ose penuh bakteri yang akan ditest kedalam tabung yang berisi Buffer
d. Panaskan tabung test dalam waterbath suhu 68℃ 20’
e. Angkat tabung test dan biarkan dingin pada suhu kamar
f. Tambahkan 0,5 ml Tween-Peroksidase
g. Amati terbentuknya gelembung udara pada tabung test, jangan mengocok tabung
sebab tween 80 juga dapat membentuk gelembung-gelembung udara bila dikocok

7.0 INDIKATOR KINERJA


7.1 Pemeriksaan Biakan Myc. Tuberculosis

8.0 ARSIP
8.1 Hasil Pemeriksaan
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR No. Dokumen

Cara Melakukan Kontrol Reagen


Judul Departemen Laboratory
Untuk Pewarnaan ZN
Tanggal 12 Juni Tanggal
Dibuat Berlaku
Revisi 0 Halaman 36 dari 40
2014

Dibuat
Disetujui oleh
oleh
Head of Department Laboratory Head of Division Ancillary Clinical Services
 Dokumen Baru Perubahan Tidak ada Perubahan Pembatalan

1.0 PENGERTIAN
1.1 Mengetahui kulitas reagen yang digunakan baik atau tidak

2.0 TUJUAN
2.1 Untuk Mengetahui Kualitas reagen

3.0 RUANG LINGKUP


3.1 Laboratorium Mikrobiologi

4.0 ACUAN
4.1 KRS-SHLAB-001 : Pelayananan Laboratorium Siloam Hospitals

5.0 DOKUMEN
5.1 Buku Kerja

6.0 PROSEDUR
Dilakukan pada :
1. Waktu reagen datang
2. Dilakukan setiap 2 minggu satu kali

Caranya :
1. Dilakukan pewarnaan slide kontrol gram positif dan slide kontrol gram negatife
2. Kontrol disediakan dari dahak yang positif dan negatif
3. Lihat dibawah mikroskop
Hasil :
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR No. Dokumen

Cara Melakukan Kontrol Reagen


Judul Departemen Laboratory
Untuk Pewarnaan ZN
Tanggal 12 Juni Tanggal
Dibuat Berlaku
Revisi 0 Halaman 2 dari 40
2014

Dibuat
Disetujui oleh
oleh
Head of Department Laboratory Head of Division Ancillary Clinical Services
 Dokumen Baru Perubahan Tidak ada Perubahan Pembatalan

Bila reagen baik :


- Kontrol (+) maka BTA hasilnya Positif
- Kontrol (-) maka BTA hasilnya Negatif

7.0 INDIKATOR KINERJA


7.1 Pemeriksaan ZN

8.0 ARSIP
8.1 Hasil Pemeriksaan
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR No. Dokumen

Judul PENANGANAN LIMBAH Departemen Laboratory

Tanggal 12 Juni Tanggal


Dibuat Berlaku
Revisi 0 Halaman 38 dari 3
2014

Dibuat
Disetujui oleh
oleh
Head of Department Laboratory Head of Division Ancillary Clinical Services
 Dokumen Baru Perubahan Tidak ada Perubahan Pembatalan

1.0 PENGERTIAN
1.1 Limbah dibedakan menjadi dua yaitu limbah umum dan limbah khusus.
1. Limbah umum adalah limbah yang berasal dari sampah umum ( domestik).
2. Limbah khusus dibedakan menjadi dua yaitu limbah khusus padat dan limbah khusus
cair.
a. Limbah khusus padat yaitu peralatan habis pakai seperti alat suntik / tabung sampel,
sarung tangan, kapas, botol spesimen, kemasan reagen, sisa spesimen.
b. Limbah khusus cair yaitu pelarut organik, bahan kimia untuk pengujian, air bekas
pencucian alat, sisa spesimen ( darah dan cairan tubuh)

2.0 TUJUAN
2.1 Untuk membuang limbah sesuai dengan aturan yang ditetapkan
2.2 Agar limbah laboratorium mikrobiologi tidak mencemari lingkungan dan
menyebabkan penularan bagi petugas maupun orang di sekitarnya.

3.0 RUANG LINGKUP


3.1 Laboratorium RS Siloam Sriwijaya

4.0 KEBIJAKAN
4.1 Setiap limbah harus dipisahkan
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR No. Dokumen

Judul PENANGANAN LIMBAH Departemen Laboratory

Tanggal 12 Juni Tanggal


Dibuat Berlaku
Revisi 0 Halaman 2 dari 3
2014

Dibuat
Disetujui oleh
oleh
Head of Department Laboratory Head of Division Ancillary Clinical Services
 Dokumen Baru Perubahan Tidak ada Perubahan Pembatalan

5.0 PROSEDUR
5.1 Penanganan Limbah :
1. Penanganan limbah umum :
Semua limbah umum akan dibuang pada tempat sampah yang diberi plastik berwarna
hitam. Setiap pagi hari petugas cleaning service akan membersihkan dan
mengumpulkan limbah umum menjadi satu dan dibawa ke tempat penampungan
limbah umum.
2. Penanganan Limbah khusus :
Pembuangan limbah khusus cair setelah diberi disinfektan dapat dilakukan di
washtafel, saluran washtafel RS. Siloam Sriwijaya langsung ke tempat pengolahan
limbah infeksius. Untuk limbah khusus padat seperti jarum suntik / tabung sample
akan ditampung dalam tempat penampung khusus ( box khusus jarum suntik )
sedangkan limbah khusus lainnya seperti sarung tangan, kapas, botol spesimen,
kemasan reagen dan sisa spesimen akan dimasukkan ke tempat sampah berwarna
kuning. Setiap pagi hari plastik kuning akan dikumpulkan oleh tenaga penunjang
untuk dikumpulkan dengan limbah khusus padat lainnya yang berasal dari bagian
atau Instalasi lainnya di rumah sakit. Limbah khusus padat dikumpulkan di
pengolahan limbah RS Siloam Sriwijaya. Sedangkan untuk limbah media
mikrobiologi di perlakukan khusus, media di autoclave terlebih dahulu dan diberi
disinfektan setelah itu media baru dibuang ke dalam kantung kuning.
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR No. Dokumen

Judul PENANGANAN LIMBAH Departemen Laboratory

Tanggal 12 Juni Tanggal


Dibuat Berlaku
Revisi 0 Halaman 3 dari 3
2014

Dibuat
Disetujui oleh
oleh
Head of Department Laboratory Head of Division Ancillary Clinical Services
 Dokumen Baru Perubahan Tidak ada Perubahan Pembatalan

6.0 UNIT TERKAIT


6.1 Bagian CS

Anda mungkin juga menyukai