Anda di halaman 1dari 3

A. APA ITU ERP?

Sistem ERP adalah aplikasi software multimodul yang membantu perusahaan memanage bagian penting dari
bisnisnya dalam tampilan yang diintegrasi. Tujuan dari ERP adalah mengintegrasikan key processes dari organisasi
seperti pesanan masuk,produksi, pembelian dan utang dagang, penggajian dan sumberdaya manusia.

Aplikasi Inti ERP


Core applications atau aplikasi Online transaction processing (OLTP) adalah aplikasi yang mendukung oprasional
aktivitas sehari-hari pada bisnis. Dimana core application ini tidak terbatas pada penjualan dan distribusi,
perencanaan bisnis, perencanaan produksi, pengendalian dasar perusahaan dan juga logistik.
Online Analitical Processing (OLAP)
ERP adalah alat pendukung keputusan yang menyediakan manajemen informasi yang real-time dan membantu
membuat keputusan tepat waktu yang dibutuhkan untuk meningkatkan kinerja dan mendapatkan keunggulan
kompetitif. Online Analytical processing (OLAP) termasuk pendukung keputusan, modeling, pengembalian
informasi, pelaporan/analisis ad-hoc, dan analisis what-if.
KONFIGURASI SISTEM ERP
Konfigurasi Server
Konfigurasi model server klien adalah bentuk dari topologi jaringan yang mana komputer pengguna atau terminal
(klien) mengakses program dan data ERP melalui host computer yang disebut server. Walaupun server dapat
dipusatkan, klien biasanya ditempatkan dimacam-macam lokasi diseluruh perusahaan. Dua bentuk dasar client-
server modul, yaitu :
Two-Tier Model.
Server menangani kedua tugas aplikasi dan database, dimana komputer klien bertanggung jawab untuk
menyajikan data kepada pengguna dan menyalurkan input pengguna kembali ke sever.
Three-Tier Model
Bentuk ini khusus untuk sistem ERP yang luas dimana pengguna menggunakan wide area network untuk
berhubungan antar pengguna. Awalnya, klien membangun komunikasi dengan application server. kemudian
application server memulai hubungan kedua ke database server.
OLTP vs OLAP Servers
Aplikasi OLTP mendukung tugas penting manajemen melalui Queri sedehana pada oprasional database,
sedangkan aplikasi OLAP mendukung tugas penting manajemen melalui pemeriksaan analisis pada gabungan
data yang kompleks yang didapat dari data warehouse. OLAP server mendukung common analytical operation
termasuk:
Consolidation adalah pengumpulan atau roll-up data.
Drill-down mengizinkan pengguna untuk melihat data sesuai pilihan tingkat detail
Slicing and Dicing memungkinkan pengguna untuk memeriksa data dari sudut pandang yang berbeda,
sering dilaksanakan sepanjang waktu untuk menggambarkan tren dan pola.
Konfigurasi Basis Data
Sistem ERP disusun dari seribu tabel basis data. Setiap tabel diasosiasikan dengan proses bisnis yang masuk
kedalam ERP. ERP mengimplementasikan tim yang termasuk pengguna kunci dan teknologi informasi (IT)
profesional.
Bolt-On Software
Banyak perusahaan telah menemukan bahwa software ERP tidak dapat menjalankan semua proses dalam
perusahaan. Perusahaan-perusahaan ini menggunakan sebuah variasi dari Bolt-On Software yaitu Three-party
vendors provide.
Manajemen Rantai Penawaran
Supply chain management adalah rangkaian kegiatan yang berhubungan dengan memindahkan barang dari
tahap bahan baku sampai ke pelanggan, termasuk pengadaan, penjadwalan produksi, pemrosesan order
tersebut, manajemen inventarisasi, transportasi, pergudangan, layanan pelanggan, dan ramalan permintaan
untuk barang. SCM sistem adalah suatu aplikasi perangkat lunak yang mendukung tugas ini. SCM
menghubungkan semua mitra dalam rantai, termasuk vendor, perusahaan pengangkut, perusahaan logistic
pihak ketiga, dan penyedia sistem informasi .
DATA WAREHOUSING
Memodel Data Untuk Data Warehouse
Desain basis data yang baik menekankan pentingnya data normaization untuk menghilangkan update anomaly,
insertion anomaly, dan deletion anomaly. Hal ini diperlukan agar basis data dapat mencerminkan hubungan yang
dinamis yang terjadi dalam entitas secara akurat. Dalam merancang model basis data ini perlu dipisahkan
normalized table mana yang harus di konsolidasikan ke dalam denormalized tables agar performa dari sistem
dapat terjaga
Mengekstrak Data Dari Basis Data Operasional
Untuk mengekstraksi data dari basis data, umumnya basis data harus dalam keadaan tidak beroperasi untuk
menghindari ketidakkonsistenan data. Karena besarnya data dan kebutuhan transfer yang cepat untuk
meminimalisir downtime, konversi tidak dilakukan atau dikerjakan sedikit saja. Untuk mempercepat transfer, dapat
digunakan teknik yang disebut changed data capture (hanya merekam data yang dimodifikasi baru-baru ini).
Membersikan Data Yang Diekstrak
Pembersihan data melibatkan perbaikan data sebelum dimasukkan kedalam warehouse. Pembersihan ini
dikarenakan data operasi dapat mengandung kesalahan klerikal, entri data, dan program.
Mentranformasikan Data Kedalam Model Warehouse
Data warehouse terdiri dari data detil dan data ringkas. Untuk meningkatkan efisiensi, data dapat di ubah menjadi data ringkas
sebelum dimasukkan kedalam warehouse. Tetapi, karena masalah bisnis memerlukan data detil, maka perangkat lunak OLAP
masih membolehkan pengguna membuat data detil virtual ji