Anda di halaman 1dari 6

Menyelesaikan Tahap Penilaian Risiko

Tugas Mata Kuliah


Auditing 1

Oleh:
Nama: Diana Rozita Roezyandhik
NIM: 150810301080

Program Studi Akuntansi


Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Jember
2017
PENDAHULUAN
Tahap terakhir dalam proses audit adalah tahap penyelesaian penilaian risiko,
tahap ini diakhiri dengan mendokumentasikan risiko yang telah dinilai pad tingkat
laporan keuangan dan pada tingkat asersi. Penyelesaian risiko ini merupakan reviu
dari hasil pelaksanaan prosedur penilaian risiko yang mengikhtisarkan pada tingkat
laporan keuangan yang risiko salah sajinya bersifat pervasif dan dapat
mempengaruhi beberapa asersi untuk jenis transaksi, saldo akun, dan penyajian
serta pengungkapan.
Tahap akhir penyelesaian penilaian risiko ini dilakukan untuk menghasilkan
daftar risiko yang dinilai. Hal ini dapat digunakan dasar dalam menananggapi dengan
tepat risiko yang dinilai.
PEMBAHASAN
I.MENYELESAIKAN TAHAP PENILAIAN RISIKO
Langkah terakhir dlam tahap penilaian risiko ialah mereviu hasil dari pelaksanaan
prosedur penilaian risiko, dan kemudian mengikhtisarkan risiko salah saji material
pada:
a. Tingkat laporan keuangan.
b. Tingkat asersi untuk jenis transaksi, saldo akun, dan penyajian serta
pengungkapan.
Hasil dari tahap penilaian risiko adalah suatu daftar tentang risiko yang dinilai.
Hasil penilaian ini menjadi dasar untuk tahap berikutnya, yakni menentukan bagaiman
menanggapi dengan tepat risiko yang dinilai tersebut, melalui rancangan prosedur
audit selanjutnya.
Sampai akhir tahap pertama dalam proses audit, yakni tahap penilaian risiko,
auditor memperoleh bukti-bukti yang secara garis besar adalah bukti mengenai risiko
yang dihadapi entitas dan pengendalian internal untuk menangkal risiko tersebut.
Tujuan penilaian risiko adalah memberikan landasan dan acuan mengenai apa
yang diperlukan untuk memberi tanggapam yang tepat terhadap risiko yang
diidentifikasi dan dinilai, dengan prosedur audit selanjutnya yang dirancang dengan
baik dan efisien. Jika risiko yang diidentifikasi sudah didokumentasi dan dinilai dengan
cara yang konsisten, dengan mudah auditor mereviu dan meringkaskannya.
Dalam merangkum hasil penilaian risiko , penilaian risiko tersebut harus di
dokumentasikan dengan alasan di balik setiap penilaian tersebut. Atau buat acuan
silang/cross-reference ke kertas kerja dimana penjelasan ini dapat ditemukan. Selain
itu dilakukannya penilaian atas risiko bawaan ini dilakukan sebelum
mempertimbangkan pengendalian internal yang memitigasi risiko bawaan itu. Dengan
adanya asumsi kebanyakan area laporan keuangan yang diaudit akan melampaui
materialitas secara keseluruhan (overall materiality), sangat boleh jadi risiko bawaan
terjadinya salah saji (sebelum pengendalian internal) untuk kebanyakan asersi, akan
tinggi. Ketika area laporan keuangan dinilai berisiko rendah untuk semua asersi,
auditor tidak perlu mengulang alasan yang sama untuk setiap asersi. Namun, alasan
mengapa semua penilaian menunjukkan risiko rendah, harus di dokumentasi.
Revisi atas penilaian risiko terjadi ketika informasi baru diperoleh selama audit
berjalan, dan apabila pelaksanaan prosedur audit tersebut mungkin menemukan risiko
tambahan, atau karena pengendalian internal tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
Dalam hal ini penilaian risiko perlu direvisi dan dampaknya terhadap sifat dan luasnya
prosedur audit selanjutnya perlu dipertimbangkan.
Rangkuman dari risiko-risiko yang dinilai dapat didokumentasikan dengan
berbagai cara, yaitu :
a. Dokumen yang berdiri sendiri.
Dokumen yang terpisah dari doumen lain, merupakan dokumen yang berdiri sendiri
yang menyajikan rangkuman hasil penilaian atas risiko bawaan dan pengendalian,
serta alasan utama untuk penilaian risiko gabungan. Dokumen ini juga digunakan
sebagai outline untuk tanggapan terhadap risiko.
b. Bagian dari strategi dan rencana audit.
Dokumentasi risiko yang dinilai merupakan bagian dari dokumen lain, yakni
dokumen berisi strategi audit menyeluruh dan rencana audit. Bagian pertama dari
setiap seksi dalam rencana audit, misalnya untuk siklus penjualan dan penagihan,
meringkaskan hasil penilaian risiko dan dampaknya terhadap prosedur audit yang
direncanakan.
c. Bagian dari dokumen prosedur audit selanjutnya.
Dalam pendekatan ini, dokumentasi penilaian risiko merupakan bagian dari
dokumentasi auditor mengenai prosedur audit selanjutnya. Dalam pendekatan ini,
penilaian risiko didokumentasikan dalan satu himpunan kertas kerja yang
komprehensif untuk setiap area laporan keuangan. Bentuk dan luasnya
dokumentasi yang mendukung dipengaruhi oleh :
 Sifat, ukuran, dan kompleksitas entitas dan pengendalian internalnya
 Tersedianya informasi pada entitas.
 Metodologi dan teknologi audit yang digunakan.
Selain itu, ada faktor lain yang perlu dipertimbangkan dalam merancang
dokumentasi antara lain :
1. Mudah dipahami.
2. Acuan silang ke tanggapan audit yang tepat.
3. Mudah dimutakhirkan di audit berikutnya.
4. Mudah direviu.
Suatu rangkuman risiko yang dinilai juga berguna dalam pertemuan
perencanaan dari tim audit dalam audit berikutnya, dimana sifat risiko dan luasnya
tanggapan audit dibahas. Suatu pendekatan yang menggunakan dokumen yang berdiri
sendiri tetapi terhubung erat dengan rencana audit.
KESIMPULAN
Langkah terakhir dalam tahap penilaian risiko ialah mereviu hasil dari
pelaksanaan prosedur penilaian risiko. Hasil dari tahap penilaian risiko adalah suatu
daftar tentang risiko yang dinilai. Hasil penilaian ini menjadi dasar untuk tahap
berikutnya, yakni menentukan bagaiman menanggapi dengan tepat risiko yang dinilai
tersebut, melalui rancangan prosedur audit selanjutnya.
Dalam akhir tahap penilaian risiko, penilaian risiko tersebut harus di
dokumentasikan dengan alasan di balik setiap penilaian tersebut. Atau buat acuan
silang/cross-reference ke kertas kerja dimana penjelasan ini dapat ditemukan.
REFERENSI
Tuanakotta, T. M. 2015. Audit Kontemporer. Salemba Empat, Jakarta.