Anda di halaman 1dari 11

1

SATUAN ACARA PENYULUHAN ( SAP )


OKSIGENASI

Pokok Pembahasan / Topik : Oksigenasi


Sub Pokok Bahasan : Mengenal Kebutuhan Oksigenasi bagi Tubuh
Hari / Tanggal : Sabtu, 24 Maret 2018
Waktu : 20 Menit
Tempat : Ruang Bougenvile
Sasaran : Pasien dan Keluarga Pasien

A. TUJUAN
1. Tujuan Intruksional Umum (TIU)
Setelah melakukan pendidikan kesehatan tentang Oksigenasi selama 20 menit
diharapkan pasien dan keluarga dapat memahami apa itu pengertian oksigenasi,
penyebab terjadinya kekurangan oksigenasi, tanda dan gejala kekurangan
oksigenasi, komplikasi akibat kekurangan oksigenasi, dan cara mencegah
terjadinya kekurangan oksigen.
2. Tujuan Intruksional Khusus (TIK)
Setelah mengikuti pendidikan kesehatan ini pasien dan keluarga dapat :
1) Mengetahui pengertian oksigenasi
2) Mengetahui penyebab terjadinya kekurangn oksigen
3) Mengetahui tanda dan gejala kekurangan oksigenasi
4) Mengetahui komplikasi akibat kekurangan oksigen
5) Mengetahui cara mengatasi terjadinya kekurangan oksigen

B. KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR


No Tahap Kegiatan Penyaji Kegiatan Peserta Waktu
1 Pembukaan - Mengucapkan - Menjawab 5 menit
salam salam
- Memperkenalka - Mengenal
n diri penyuluh
- Menyampaikan - Mengerti tujuan
1
2

tujuan dan dan maksud


maksud dari dari
penyuluhan penyuluhan
- Menyebutkan - Mengetahui apa
materi yang akan
penyuluhan disampaikan
yang akan - Mendengarkan
diberikan materi
- Menjelaskan penyuluhan
kontrak waktu yang diberikan
dan mekanisme
kegiatan
2 Pelaksanaan - Menjelaskan - Mendengarkan, 10
materi yang memperhatikan menit
akan serta berperan
disampaikan aktif dalam
kegiatan
- Memperhatikan
dan
mendengarkan
materi
penyuluhan
yang
disampaikan

3 Tanya Jawab - Memberikan - Peserta 10


dan Evaluasi kesempatan penyuluhan menit
peserta mengajukan
penyuluhan pertanyaan
untuk mengenai
mengajukan materi yang
pertanyaan belum
mengenai dipahami
materi yang - Mendengarkan
belum dan
dipahami memperhatikan
- Menjawab jawaban
pertanyaan penyaji
yang diajukan mengenai
peserta pertanyaan
penyuluhan peserta
- Menanyakan penyuluhan
kembali materi - Para peserta
yang telah penyuluhan
disampaikan menjawab
- Penyuluh pertanyaan
menyimpulkan yang diajukan
materi yang oleh penyaji
3

sudah - Para peserta


disampaikan penyuluhan
mendengarkan
kesimpulan
materi yang
disampaikan
4 Teriminasi - Mengucapkan - Peserta 5 menit
terima kasih mendengarka
- Mengucapkan - Menjawab
salam salam
- Tim penyuluh - Menerima
membagikan leaflet yang
leaflet kepada dibagikan tim
peserta penyuluh
penyuluhan

C. METODE
Ceramah dan Tanya Jawab

D. MEDIA/ALAT PERAGA
- Leaflet
- Lembar Balik

E. MATERI
Materi terlampir

F. EVALUASI
Prosedur : Post Test
Bentuk Test : Lisan
Metode : Tanya Jawab/diskusi

a. Evaluasi Struktur
1) Keluarga pasien hadir dalam kegiatan pedidikan kesehatan
2) Kontrak waktu dan tempat diberikan 1 hari sebelum acara dilaksanakan.
3) Pembuatan SAP, leaflet dan lembar balik dilakukan 2 hari sebelumnya
4) Pengorganisasian penyelenggaraan pendidikan kesehatan dilakukan
sebelum dan saat pendidikan kesehatan dilaksanakan
4

b. Evaluasi Proses
1) Peserta antusias terhadap materi penyuluhan.
2) Peserta mendengar dan memperhatikan penyuluhan.
3) Peserta tidak meninggalkan tempat sebelum kegiatan selesai.
4) Pelaksanaan kegiatan sesuai dengan SAP yang telah disusun
5) Pengorganisasian berjalan sesuai dengan job description yang telah
disusun.

c. Evaluasi Hasil
1) Pasien dan keluarga yang ada sejumlah 5 orang atau lebih.
2) Acara dimulai tepat waktu.
3) Keluarga dan pasien mampu menjawab dengan benar 75% dari
pertanyaan penyuluh.
5

Materi :

OKSIGENASI

A. Pengertian Oksigenasi
Oksigen merupakan salah satu kebutuhan yang diperlukan dalam proses
kehidupan karena oksigen sangat berperan dalam proses metabolisme tubuh.
Kebutuhan oksigen didalam tubuh harus terpenuhi karena apabila berkurang maka
akan terjadi kerusakan pada jaringan otak dan apabila berlangsung lama akan
menyebabkan kematian. Proses pemenuhan kebutuhan oksigen pada manusia
dapat dilakukan dengan cara pemberian oksigen melalui saluran pernafasan,
pembebasan jalan nafas dari sumbatan yang menghalangi masuknya oksigen,
memulihkan dan memperbaiki organ pernafasan agar berfungsi secara normal
(Taqwaningtyas, Ficka (2013) dalam Hidayat dan Uliyah, 2005).
Pemberian oksigen berupa pemberian oksigen ke dalam paru-paru melalui
saluran pernapasan menggunakan alat bantu oksigen. Pemberian oksigen kepada
klien dapat melalui tiga cara, yaitu melalui kateter nasal, kanula nasal, dan masker
oksigen .
Oksigenasi adalah memberikan aliran gas oksigen (O2) lebih dari 21% pada
tekanan 1 atmosfer sehingga konsentrasi oksigen meningkat dalam tubuh.
(Kristina (2013) dalam Saryono dan Widianti, 2010).
Oksigenasi adalah proses penambahan oksigen kedalam system kimia dan
fisika. Oksigen (O2) merupakan gas tidak berwarna dan tidak berbau yang sangat
dibutuhkan dalam proses metabolisme sel, sebagai hasilnya terbentuklah
karbondioksida ,energy dan air. Penambahan karbondioksida yang melebihi batas
normal pada tubuh akan memberikan dampak yang cukup bermakna terhadap
aktivitas sel (Adityana, Rosi (2012) dalam Mubarak dan Chayatin, 2007).
Sistem pernapasan berperan penting untuk mengatur pertukaran oksigen dan
karbondioksida antara udara dan darah. Oksigen diperlukan oleh semua sel untuk
menghasilkan sumber energy, adenosine triposfat (ATP), karbondioksida
dihasilkan oleh sel-sel yang secara metabolisme aktif dan membentuk asam, yang
harus dibuang dari tubuh. Untuk melakukan pertukaran gas, system

5
6

kardiovaskuler dan system respirasi harus bekerjasama. Sistem kardiovaskuler


bertanggungjawab untuk perfusi darah melalui paru. Sedangkan system
pernapasan melakukan dua fungsi terpisah ventilasi dan rspirasi (Maryudianto,
Wahyu (2012) dalam Elisabeth J. Corwin, 2009).
B. Tanda dan Gejala Terjadinya Kekurangan Oksigenasi
Adapun faktor-faktor yang menyebabkan klien mengalami gangguan
oksigenasi menurut NANDA (2013), yaitu hiperventilasi, hipoventilasi,
deformitas tulang dan dinding dada, nyeri,cemas, penurunan energi, kelelahan,
kerusakan neuromuscular, kerusakan muskoloskeletal, kerusakan kognitif/
persepsi, obesitas, posisi tubuh, imaturitas neurologis kelelahan otot pernafasan
dan adanya perubahan membrane kapiler-alveoli.
Adanya penurunan tekanan inspirasi/ ekspirasi menjadi tanda gangguan
oksigenasi. Penurunan ventilasi permenit, penggunaaan otot nafas tambahan untuk
bernafas, pernafasan nafas faring (nafas cuping hidung), dispnea, ortopnea,
penyimpangan dada, nafas pendek, nafas dengan mulut, ekspirasi memanjang,
peningkatan diameter anterior-posterior, frekuensi nafas kurang, penurunan
kapasitas vital menjadi tanda dan gejala adanya pola nafas yang tidak efektif
sehingga menjadi gangguan oksigenasi (NANDA, 2013).
Beberapa tanda dan gejala kerusakan pertukaran gas yaitu takikardi,
hiperkapnea, kelelahan, somnolen, iritabilitas, hipoksia, kebingungan, sianosis,
warna kulit abnormal (pucat, kehitam-hitaman), hipoksemia, hiperkarbia, sakit
kepala ketika bangun, abnormal frekuensi, irama dan kedalaman nafas (NANDA,
2013).
C. Manifestasi Klinis Kekurangan Oksigen
1) Suara napas tidak normal.
2) Perubahan jumlah pernapasan.
3) batuk disertai dahak.
4) Penggunaan otot tambahan pernapasan.
5) Dispnea.
6) Penurunan haluaran urin.
7) Penurunan ekspansi paru.
8) Takhipnea
7

D. Komplikasi Akibat Kekurangan Oksigen


Komplikasi yang mungkin terjadi dari ganguan pemenuhan oksigen adalah:
1) Penurunan kesadaran
2) Hipoksia
3) Disorientasi
4) Gelisah dan cemas
E. Cara Mengatasi Terjadinya Kekurangan Oksigen
Setiap orang sepakat bahwasanya oksigen merupakan hal sederhana yang
paling penting dalam upaya manusia untuk bertahan hidup. Oksigen dapat
diibaratkan sebagai roh ataupun nyawa dari tubuh kita. Bisa kita bayangkan jika
kebutuhan kita akan oksigen menjadi tidak terpenuhi atau katakanlah tubuh kita
kekurangan oksigen maka semakin hari hal ini akan berdampak buruk bagi
kesehatan kita. Pada dasarnya setiap jaringan atau organ dalam tubuh kita butuh
oksigen memadai untuk dapat bertahan normal serta melakukan kinerjanya secara
optimal. Kekurangan oksigen dapat berdampak buruk mulai dari yang teringan
yaitu membuat tubuh kurang bertenaga dalam menjalani aktifitas sampai pada
yang terfatal. Jika dibiarkan tanpa penanganan tepat jiwa kita pun menjadi
taruhannya. Berikut ini hal-hal yang dapat dilakukan jika mendapati gejala tubuh
kekurangan oksigen.

1) Tidur awal
Bagi para penderita dengan diagnosa kurang oksigen, maka sangat tidak
dianjurkan untuk memiliki jadwal tidur malam telat hingga sangat larut.
Sangat baik bagi para penderita ini untuk pergi beristirahat ke tempat tidur
pada jam awal. Hal ini diakibatkan oleh buruknya kondisi udara semakin
larut malamnya, apalagi jika ditambah masih harus keluyuran di udara
terbuka. Seperti yang kita ketahui semakin malam maka beragam tumbuhan
tanpa adanya sinar matahari akan mengikis keberadaan oksigen dan
menggantinya dengan zat limbah karbondioksida yang menumpuk di udara
bebas serta sangat bahaya bagi tubuh penderita dengan keluhan oksigen
rendah. Jika dibiarkan lebih lanjut kondisi pasien akan semakin melemah
dengan memburuknya keluhan Anda kurang oksigen yang dirasakan
2) Cermati posisi tidur
8

Mungkin memang hal ini terlihat sangat sepele, namun bagaimana kondisi
kita saat tertidur pun akan sangat mempengaruhi pernafasan kita yang mana
hal ini adalah berhubungan langsung dengan paru-paru si pemasok oksigen
dalam tubuh kita. Usahakan untuk menghindari posisi yang ganjil dan tidak
nyaman bagi Anda. Akan sangat dianjurkan untuk miring ke sebelah kanan
Anda, karena secara medis hal ini berdampak sangat baik bagi kelonggaran
kinerja organ dalam Anda mulai dari sistem pencernaan yang semakin
lancar maupun juga sistem pernafasan yang akan semakin lapang, Anda
hanya perlu untuk mencobanya
3) Bangun awal
Langkah sederhana yang harus Anda rutinkan dalam keseharian yakni untuk
bangun senantiasa pada awal pagi karena hal ini akan banyak
menguntungkan kondisi tubuh Anda. Pada pagi hari udara sekitar masih
sangat bersih, beragam polusi pada keadaan terendah jika dibanding waktu
lain dalam sehari. Udara bersih ini pun kaya akan oksigen yang dipasok dari
pertemuan antara sinar mentari dan aktifitas tetumbuhan hijau dari hasil
fotosintesis mereka. Dengan begini maka pemasukan udara yang bisa Anda
dapat akan lebih terjaga kualitasnya. Jumlah oksigen memadai yang
terjamin kebersihannya akan memberi dampak terapi khusus bagi kondisi
tubuh Anda jika Anda telaten melanjutkan kegiatan bangun pagi sebagai
kebiasaan hidup sehat Anda.
4) Gerak tubuh
Hal selanjutnya yang bisa Anda lakukan demi menanggulangi permasalahan
kurang oksigen yakni dengan giat menggerakkan tubuh Anda. Ingatlah
bahwa pada permulaan cukup lakukan gerak tubuh yang ringan saja jika
tubuh Anda sudah mulai menerima dan terbiasa maka Anda bisa tingkatkan
pada intensitas yang lebih naik tingkat lagi. Hal ini bagus untuk kebugaran
tubuh Anda plus juga menjaga kekuatan kondisi jantung Anda. Seperti yang
kita ketahui bahwa jantung adalah organ vital yang bertugas mengantar
oksigen ke seluruh tubuh kita tanpa terkecuali, maka dengan jantung yang
sehat kemampuan tubuh dalam memeratakan pasokan oksigen pun akan
menjadi semakin optimal. Di sisi lain, berolahraga juga akan membuat
9

organ paru-paru kita menjadi lebih sehat, dengan melakukan gerak tubuh ini
ada beragam manfaat baik yang bisa Anda dapatkan sehubungan dengan
keluhan kurang oksigen
5) Jauhi asap polusi
Jenis asap apapun itu mulai dari beragam polusi lingkungan dari kendaraan
atau bahkan yang lebih parah dari asap puntung rokok haruslah Anda
hindari. Karena keberadaan asap dalam hirupan udara Anda dan tersebar
dalam darah akan semakin merusak kualitas udara maupun oksigen dalam
tubuh Anda. Dan lebih parah dari itu, kondisi kekurangan oksigen yang
Anda rasakan akan semakin memburuk karena asap-asap tersebut memiliki
kandungan senyawa racun yang mengancam pasokan oksigen di dalam
tubuh Anda.
6) Konsumsi suplemen
Dalam beberapa kondisi akan sangat dianjurkan bagi para penderita kurang
oksigen untuk mengkonsumsi beberapa jenis obat tertentu diantaranya yakni
obat penambah darah, hal ini menjadi masuk akal karena persebaran oksigen
ke seluruh jaringan tubuh bahkan dari ujung sampai ke ujung lagi sangatlah
dipengaruhi oleh kondisi dari edaran darah dalam tubuh. Secara otomatis
suplemen penambah darah akan memaksimalkan kondisi serta kinerja sel
darah yang akan berdampak pada semakin lancarnya peredaran oksigen
beserta seluruh sari nutrisi pada semua anggota tubuh kita.
7) Kendalikan asupan lemak
Langkah selanjutnya yang harus diperhatikan yakni dari segi makanan. Ada
baiknya jika beragam makanan berlemak dihindari terlebih dahulu sampai
kondisi penderita mulai membaik. Hal ini dikarenakan golongan lemak jahat
dapat memperburuk bahkan menghambat aliran darah dalam mengantar
pasokan oksigen secara lebih optimal lagi. Keberadaan lemak jahat juga
terbukti mengganggu kinerja jantung dalam memompa penyaluran darah
berisi oksigen ke seluruh tubuh. Oleh karena itu, hendaklah dicermati betul
mengenai pemilihan bahan konsumsi yang tepat dan sehat bagi penderita.
8) Minum air putih yang cukup
10

Seperti yang kita tahu bahwa air memiliki kandungan oksigen yang
menyehatkan bagi tubuh kita. Meminum jenis minuman sederhana tanpa
banyak bahan tambahan yang satu ini juga mampu mendetoks tubuh dari
beragam zat bahaya yang mampu mengganggu metabolisme tubuh kita. Saat
tubuh kita bersih dari ragam zat bahaya yang mengganggu, maka tak
terkecuali dengan aliran darah yang mengangkut oksigen pun akan semakin
lancar dan bisa dioptimalkan.
9) Konsumsi makanan sehat
Mungkin bagi para penderita kurang darah lebih dianjurkan untuk memilih
ragam bahan pangan yang berhubungan untuk meningkatkan kadar
hemoglobin yang mana bagian tubuh inilah yang memiliki wewenang
tertinggi dalam mengikat dan mengangkut oksigen dalam aliran darah. Para
penderita akan dianjurkan untuk mengonsumsi beberapa makanan dengan
bahan dasar bayam maupun daun katuk dan juga pada bahan makanan
hewani ada beberapa pilihan semisal jeroan yang utamanya yakni pada
bagian hati.
11