Anda di halaman 1dari 7

MAKALAH

Cuaca Ekstrem Sebabkan Banjir dan Longsor di Maluku Utara

Disusun Oleh :

NAMA : SUDARNAYANTI RAMLI

NPP : 26.0646

KELAS: C2

MATA KULIAH : PENANGGULANGAN BENCANA

INSTITUT PEMERINTAHAN DALAM NEGERI


KAMPUS JATINANGOR
Kata Pengantar

Puji Syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT. Atas rahmat dan hidayah-Nya
sehingga saya dapat membuat dan menyelesaikan tugas ini dalam keadaan sehat wal-afiat.
Semoga limpahan ini rahmat dan karunia-Nya selalu dilimpahkan kepada kita, Amin. Tak
lupa shalawat serta salam senantiasa kita curahkan kepada junjungan nabi kita Nabi Besar
Muhammad SAW, Keluarga beserta para sahabatnya yang dengan gigih untuk menyebarkan
agama Islam ke penjuru dunia.
Tugas ini disusun untuk diajukan sebagai tugas mata kuliah “Penanggulangan
Bencana”. Harapan saya, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi saya sendiri khususnya
dan mendapat nilai yang terbaik sesuai kemampuan saya.
Demikianlah makalah ini saya buat, saya sadar bahwa makalah ini masih sangat jauh
dari kesempurnaan, oleh karena itu saran dan kritik yang bersifat membangun sangat saya
harapkan. Atas Perhatian Dosen Tuton Pendidikan Kewarganegaraan, saya ucapkan terima
kasih.

Ternate, Desember 2017


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR……………………………………………………………..1
DAFTAR ISI………………………………………………………………...…….2
Bab I Pendahuluan
A. Latarbelakang………………………………………………………………..…3
B. Permasalahan……………………………………………………………..….....3
C. Tujuan Penulisan………………………………………………………….........3
Bab II Pembahasan
1. Banjir yang terjadi di ternate………………………………........………………4
2. Tindakan untuk mengurangi dampak banjir di ternate…………………………5

Bab III Penutup


1. Kesimpulan ……………........................................................………………….6
2. Saran...........................................................................................................……..6
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Indonesia adalah negara yang luas dan memiliki sumber daya alam yang melimpah.
Penduduk Indonesia pun hidup nyaman selama bertahun-tahun. Hal ini disebabkan iklim di
Indonesia sangat bersahabat. Hampir tidak ada tanah di Indonesia yang tanpa ditumbuhi
pepohonan. Indonesia beriklim tropis dengan curah hujan yang tinggi. Sinar matahari pun
sampai ke wilayah Indonesia sepanjang tahun. Di Indonesia terjadi berbagai peristiwa alam.
Peristiwa-peristiwa alam terjadi akibat pengaruh alam.

Peristiwa alam adalah peristiwa yang terjadi karena pengaruh yang ditimbulkan oleh alam itu
sendiri. Peristiwa alam dapat bersifat merugikan dan membahayakan. Akan tetapi, dapat pula
tidak membahayakan. Contoh peristiwa alam yang membahayakan adalah banjir, gunung
meletus, gempa bumi, angin topan,
dan tanah longsor. Peristiwa alam yang tidak membahayakan misalnya pergantian
musim, terbentuknya embun, dan pelangi.

Salah satu peristiwa alam yang merugikan manusia dan sering terjadi di Indonesia
adalah banjir. Banjir adalah peristiwa alam yang bisa dikategorikan sebagai sebuah
bencana. Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan
mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam
dan/atau faktor nonalam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban
jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis.

Banjir merupakan bencana yang sudah menjadi ”langganan” bagi beberapa wilayah di
Indonesia. Bahkan, di ibu kota Jakarta setiap tahun terjadi bencana ini.
Selain disebabkan oleh faktor alam, banjir juga disebabkan ulah manusia. Pembangunan
gedung, penebangan pohon, dan penyempitan sungai merupakan contoh ulah manusia yang
menjadi penyebab banjir.

1.2 Rumusan Masalah

Masalah – masalah dalam makalah ini dirumuskan sebagai berikut :


1. Bagaimana banjir yang terjadi di ternate ?
2. Bagaimana tindakan untuk menanggulangi banjir ?

1.3 Tujuan

1. Menjelaskan banjir yang terjadi di ternate.


2. Menjelaskan bagaimana tindakan yang harus dilakukan untuk menanggulangi banjir
BAB II

PEMBAHASAN

1. Banjir yang terjadi di ternate

Hujan deras disertai cuaca ekstrem terjadi di Ternate, Maluku Utara.


Akibatnya luapan air pada saluran primer dan sekunder meluap kemudian
menyebabkan banjir dan tanah longsor di wilayah tersebut.

"Cuaca Ekstrem akibatnya banjir dan tanah longsor di kelurahan Kalumata, Tabona,
Taduma dan Togolobe. Hal ini dikarenakan hujan deras dan disertai cuaca ekstrem,"
ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam
keterangan tertulisnya, Minggu (18/6/2017).

Peristiwa ini terjadi di beberapa titik Kota Ternate, Maluku Utara, Sabtu (17/6),
sekitar pukul 06.00 WIT. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

"Tidak ada korban dalam peristiwa ini. Upaya yang dilakukan Tim TRC BPBD Kota
Ternate langsung meninjau lokasi kejadian di kelurahan Takofi," jelasnya.

Tim TRC BPBD dibantu dengan Dinas PUPR Kota Ternate dan TNI-Kodim 1501
Ternate melakukan identifikasi kerusakan serta menginvertarisir dampak kerugian
yang ditimbulkan peritiwa tersebut. Warga yang menjadi korban banjir juga
berinisiatif untuk mengungsi ke rumah keluarga.
"Kami melakukan relokasi warga yang berada di kawasan rawan bencana longsor,
disertai larangan membangun di kawasan yang berpotensi ancaman tersebut,

Sutopo mengatakan Tim TRC BPBD juga melakukan pengkajian ulang probabilitas
dan melakukan analisa resiko. Pengerukan sendimen banjir dan normalisasi alur
sungai melalui irigasi struktural juga dilakukan.

"Kami juga lakukan rehabilitasi dan rekonstruksi Talud yang rusak akibat banjir,"
imbuh Sutopo.

Akibat kejadian ini diketahui kerugian materil berupa 4 unit rumah warga terancam
longsor di Kelurahan Kalumata, satu unit rumah rusak berat terkena banjir di
kelurahan Tabona. Kemudian ruas paruh badan jalan terkena longsor di Kelurahan
Taduma dan Togolobe, serta 25 unit rumah rusak ringan akibat banjir di Kecamatan
Pulau Moti.

2. Tindakan untuk mengurangi dampak banjir

beberapa tindakan dalam upaya mengurangi dampak banjir yang terjadi adalah
sebagai berikut :
 Penataan daerah aliran sungai secara terpadu dan sesuai fungsi dan lahan.
 Pembangunan sistem pemantauan adan peringatan dini pada bagian sungai
yang sering menimbulkan banjir.
 Tidak membangunan rumah atau pemukiman di bantaran sungai serta daerah
banjir.
 Tidak membuang sampah kedalam sungai
 Mengadakan program pengerukan sungai
 Pemasangan pompa untukdaerah yang rendah dari permukaan laut.
 Program penghijauan daerah hulu sungai wajib selalu dilaksanakan serta
mengurangi aktifitas dibagian sungai rawan banjir
BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan

Banjir hanyalah salah satu dari sekian banyak bencana alam yang sering terjadi.
Banjir sering terjadi terutama pada musim hujan dengan intensitas yang sering dan lebat.
Daerah yang menjadi langganan banjir terutama pada daerah sekitar arus sungai.
Namun daerah yang jauh dari sungai pun kadang terkena musibah banjir juga jika
curah banjir terjadi hujan yang datang terus menerus dan sungai tidak lagi sanggup
menampung banyaknya air hujan.
Bencana banjir yang terjadi di Indonesia selama ini tidak semata-mata disebabkan
oleh alam, namun juga disebabkan oleh perilaku manusia itu sendiri. Dengan demikian, maka
seluruh lapisan masyarakat yang ada di Indonesia serta pemerintah harus bersama-sama
mencegah agar bencana banjir tidak semakin parah, dan pada akhirnya Indonesia bebas dari
banjir.

3.2. Saran

Bencana banjir yang selama ini terjadi di Indonesia telah membawa kerugian yang
sangat besar. Melihat kondisi ini, maka pencegahan banjir adalah hala yang mutlak yang
harus dilakukan oleh seluruh warga negara Indonesia guna mencegah dan meminimalkan
dampak yang akan terjadi akibat bencana banjir.
Adapun hal-hal yang harus kita lakukan untuk mencegah bencana banjir adalah
sebagai berikut:
Menghentikan penebangan hutan secara liar tanpa disertai reboisasi,
Mencegah terjadinya pendangkalan sungai,
Tidak membuang sampah sembarangan termasuk di aliran sungai
Membuat saluran air yang memadai
Membuat tanggul yang baik