Anda di halaman 1dari 4

Nama : Mirna dan Misdayanti

Kelas : XI IPA 1

Prinsip Kerja USG

USG adalah suatu alat dalam dunia kedokteran yang memanfaatkan gelombang ultrasonik,
yaitu gelombang suara yang memiliki frekuensi yang tinggi (250 kHz – 2000 kHz) yang
kemudian hasilnya ditampilkan dalam layar monitor. Pada awalnya penemuan alat USG
diawali dengan penemuan gelombang ultrasonik kemudian bertahun-tahun setelah itu,
tepatnya sekira tahun 1920-an, prinsip kerja gelombang ultrasonik mulai diterapkan dalam
bidang kedokteran. Penggunaan ultrasonik dalam bidang kedokteran ini pertama kali
diaplikasikan untuk kepentingan terapi bukan untuk mendiagnosis suatu penyakit.

Baru pada awal tahun 1940, gelombang ultrasonik dinilai memungkinkan untuk digunakan
sebagai alat mendiagnosis suatu penyakit, bukan lagi hanya untuk terapi. Hal tersebut
disimpulkan berkat hasil eksperimen Karl Theodore Dussik, seorang dokter ahli saraf dari
Universitas Vienna, Austria. Bersama dengan saudaranya, Freiderich, seorang ahli fisika,
berhasil menemukan lokasi sebuah tumor otak dan pembuluh darah pada otak besar dengan
mengukur transmisi pantulan gelombang ultrasonik melalui tulang tengkorak. Dengan
menggunakan transduser (kombinasi alat pengirim dan penerima data), hasil pemindaian
masih berupa gambar dua dimensi yang terdiri dari barisan titik-titik berintensitas rendah.
Kemudian George Ludwig, ahli fisika Amerika, menyempurnakan alat temuan Dussik.

Ultrasonography adalah salah satu dari produk teknologi medical imaging yang dikenal
sampai saat ini Medical imaging (MI) adalah suatu teknik yang digunakan untuk mencitrakan
bagian dalam organ atau suatu jaringan sel (tissue) pada tubuh, tanpa membuat sayatan atau
luka (non-invasive). Interaksi antara fenomena fisik tissue dan diikuti dengan teknik
pendetektian hasil interaksi itu sendiri untuk diproses dan direkonstruksi menjadi suatu citra
(image), menjadi dasar bekerjanya peralatan MI.

SKEMA CARA KERJA USG

1. Transduser

Transduser adalah komponen USG yang ditempelkan pada bagian tubuh yang akan diperiksa,
seperti dinding perut atau dinding poros usus besar pada pemeriksaan prostat. Di dalam
transduser terdapat kristal yang digunakan untuk menangkap pantulan gelombang yang
disalurkan oleh transduser. Gelombang yang diterima masih dalam bentuk gelombang
akusitik (gelombang pantulan) sehingga fungsi kristal disini adalah untuk mengubah
gelombang tersebut menjadi gelombang elektronik yang dapat dibaca oleh komputer
sehingga dapat diterjemahkan dalam bentuk gambar.

2.Monitor Monitor yang digunakan dalam USG

3. Mesin USG

Mesin USG merupakan bagian dari USG dimana fungsinya untuk mengolah data yang
diterima dalam bentuk gelombang. Mesin USG adalah CPUnya USG sehingga di dalamnya
terdapat komponen-komponen yang sama seperti pada CPU pada PC CARA USG
MERUBAH GELOMBANG MENJADI GAMBAR
PEMERIKSAAN USG (ULTRA SONOGRAPHY)

CARA PEMERIKSAAN

Pemeriksaan USG dapat dilakukan dengan dua cara yaitu:

1. Pervaginam
 - Memasukkan probe USG transvaginal/seperti melakukan pemeriksaan dalam.
 - Dilakukan pada kehamilan di bawah 8 minggu.
 - Lebih mudah dan ibu tidak perlu menahan kencing.
 - Lebih jelas karena bisa lebih dekat pada rahim.
 - Daya tembusnya 8-10 cm dengan resolusi tinggi.
 - Tidak menyebabkan keguguran.

2. Perabdominan
 - Probe USG di atas perut.
 - Biasa dilakukan pada kehamilan lebih dari 12 minggu.
 - Karena dari atas perut maka daya tembusnya akan melewati otot perut, lemak baru
menembus rahim.

JENIS PEMERIKSAAN USG

1. USG 2 Dimensi

Menampilkan gambar dua bidang (memanjang dan melintang). Kualitas gambar yang baik
sebagian besar keadaan janin dapat ditampilkan.

2. USG 3 Dimensi

Dengan alat USG ini maka ada tambahan 1 bidang gambar lagi yang disebut koronal.
Gambar yang tampil mirip seperti aslinya. Permukaan suatu benda (dalam hal ini tubuh janin)
dapat dilihat dengan jelas. Begitupun keadaan janin dari posisi yang berbeda. Ini
dimungkinkan karena gambarnya dapat diputar (bukan janinnya yang diputar).

3. USG 4 Dimensi

Sebetulnya USG 4 Dimensi ini hanya istilah untuk USG 3 dimensi yang dapat bergerak (live
3D). Kalau gambar yang diambil dari USG 3 Dimensi statis, sementara pada USG 4 Dimensi,
gambar janinnya dapat “bergerak”. Jadi pasien dapat melihat lebih jelas dan membayangkan
keadaan janin di dalam rahim.

4. USG Doppler

Pemeriksaan USG yang mengutamakan pengukuran aliran darah terutama aliran tali pusat.
Alat ini digunakan untuk menilai keadaan/kesejahteraan janin. Penilaian kesejahteraan janin
ini meliputi:
 - Gerak napas janin (minimal 2x/10 menit).
 - Tonus (gerak janin).
 - Indeks cairan ketuban (normalnya 10-20 cm).
 - Doppler arteri umbilikalis.
 - Reaktivitas denyut jantung janin.

MANFAAT

Trimester I
 - Memastikan hamil atau tidak.
 - Mengetahui keadaan janin, lokasi hamil, jumlah janin dan tanda kehidupannya.
 - Mengetahui keadaan rahim dan organ sekitarnya.
 - Melakukan penapisan awal dengan mengukur ketebalan selaput lendir, denyut janin,
dan sebagainya.

Trimester II:
 - Melakukan penapisan secara menyeluruh.
 - Menentukan lokasi plasenta.
 - Mengukur panjang serviks.

Trimester III:
 - Menilai kesejahteraan janin.
 - Mengukur biometri janin untuk taksiran berat badan.
 - Melihat posisi janin dan tali pusat.
 - Menilai keadaan plasenta.
Mengapa Sebelum Ada Petir Selalu Ada Kilat Terlebih Dahulu?

Petir adalah suatu gejala alam yang sering kita lihat dan dengarkan terutama ketika terjadi
hujan deras atau ketika akan hujan. Petir terjadi karena adanya perbedaan muatan listrik di
langit dengan bumi, yaitu di salah satu sisi bermuatan negatif sementara di sisi yang lain
bermuatan positif. Ketika perbedaan muatan yang terjadi cukup besar, maka akan terjadi
pembuangan muatan negatif (elektron) ke udara. Hal inilah yang menciptakan petir.

Sesungguhnya ketika petir terjadi, kita melihat adanya kilat yaitu kilauan cahaya yang
menyambar, lalu diikuti oleh guruh yaitu suara yang keras. Mengapa hal ini bisa terjadi?
Mengapa kilat muncul terlebih dahulu dibandingkan dengan guruh? Hal ini dikarenakan oleh
perbedaan kecepatan merambat masing-masing, meskipun mereka terjadi secara bersamaan.

Kilat terlebih dahulu dilihat oleh kita, sementara guruh terdengar setelah kilat terlihat. Kilat
sendiri merupakan gelombang cahaya, sementara guruh merupakan gelombang bunyi.
Kecepatan kilat merambat jauh lebih cepat dibandingkan dengan kecepatan guruh merambat
karena cahaya merambat jauh lebih cepat dibandingkan dengan bunyi.

Kecepatan perambatan cahaya adalah sekitar 300 juta meter per detik atau persisnya
299.792.458 meter/detik. Sementara itu, kecepatan perambatan bunyi hanya 340 meter per
detik. Oleh karena perbedaan kecepatan merambat yang sangat signifikan, maka yang lebih
dahulu kita lihat adalah kilat, lalu setelah beberapa saat, kita akan mendengarkan guruh.