Anda di halaman 1dari 32

ANALISIS JARINGAN

(Disusun untuk memenuhi prasyarat mata kuliah Sistem Informasi Geografis Lanjut)

ANALISIS JARINGAN (Disusun untuk memenuhi prasyarat mata kuliah Sistem Informasi Geografis Lanjut) Disusun oleh: Kelompok VI

Disusun oleh:

Kelompok VI / Kelas A

  • 1. Sintauli Manullang

  • 2. Benita Roseana

  • 3. Ary Nurhidayati Sugianto

  • 4. Faradina Sekar Melati

  • 5. Riza Nur Zuraidha

  • 6. Ahmad Shofiyul Huda

  • 7. Naufal Humam Manshur

21110114120011

21110115120019

21110115120023

21110115120031

21110115130046

21110115130050

21110115140086

PROGRAM STUDI TEKNIK GEODESI FAKULTAS TEKNIK - UNIVERSITAS DIPONEGORO

Jl. Prof. Sudarto SH, Tembalang Semarang Telp. (024) 76480785, 76480788 e-mail : geodesi@undip.ac.id

2018

DAFTAR ISI

DAFTAR

ISI ............................................................................................................

i

DAFTAR GAMBAR

 

i

BAB

I PENDAHULUAN

I-1

I.1

I-1

BAB

II

TINJAUAN PUSTAKA .......................................................................

II-1

 

II.1

Jaringan (Network)

II-1

II.2

Network Analysis

II-1

II.2.1 Type of Analysis

II-2

II.3

Network Dataset

II-3

II.4

II-4

BAB III METODELOGI

III-1

III.1

Alat dan Data

III-1

III-1

 

III.2

Cara Kerja ............................................................................................

III.2.1

Network Dataset ...........................................................................

III-1

III.2.2

Route Analysist

III-7

III.2.3

Service Area

III-9

III.2.4

Closest Facility

III-13

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

IV-1

IV-1

 

IV.1 Hasil .....................................................................................................

 

IV.1.1

Hasil Rute Jarak Terdekat

IV-1

IV.1.2

Hasil

Service

Area

IV-1

IV.1.3

Hasil

Closest

Facility

IV-2

IV.2 Pembahasan

IV-2

 

IV.2.1

IV-2

IV.2.2

Analisis

Service Area

IV-3

 

IV.2.3

Analisis Closest Facility

IV-3

BAB V

PENUTUP

V-1

V.1

Kesimpulan ...........................................................................................

V-1

V.2

Saran

V-1

daftar pustaka

V-2

DAFTAR GAMBAR

Gambar II-1 File Dataset

 

II-3

 

II-4

Gambar III-1 Tampilan awal ArcGIS(Arc Catalog)

III-1

Gambar III-2 Customize

 

III-1

Gambar III-3 Extensions Network Analysis

III-2

Gambar

III-4

New

Network

III-2

Gambar

III-5

New

Network

III-3

Gambar

III-6

New

Network

III-3

Gambar

III-7

New

Network

Dataset (4) .............................................................

Network

III-4

Gambar

III-8

New

Dataset (5) .............................................................

III-4

Gambar

III-9

New

Network

Dataset (6) .............................................................

III-5

Gambar III-10 New Network Dataset (7)

III-5

Gambar III-11 Hasil Tampilan New Network Dataset

III-6

Gambar III-12 ArcMap

 

III-6

Gambar III-13 Tampilan ArcMap setelah di Add Data

III-6

Gambar

III-14

III-7

Gambar III-15 Elemen titik route

III-7

III-8

Gambar III-17 Tampilan setelah ditambahkan titik penting

III-8

Gambar III-18 Proses Solve

 

III-9

Gambar III-19 Network Analyst - New Service Area

III-9

Gambar III-20 service area properties

III-9

Gambar III-21 Accumulation

 

III-10

 

III-10

III-10

III-11

Gambar III-25 Load locations

 

III-11

 

III-12

Gambar

III-27

Solve

III-12

Gambar III-28 Layer yang telah mengalami proses solve

III-12

Gambar III-29 New closest facility

III-13

Gambar III-30 Closest facility properties

 

III-13

Gambar III-31 Accumulation

 

III-13

Gambar

III-32

Layer properties .......................................................................

III-14

Gambar III-33 Load locations

 

III-14

Gambar III-34 Load locations

III-15

Gambar III-35 Icon solve

III-15

Gambar III-36 Hasil proses solve

 

III-15

Gambar

III-37

III-16

Gambar III-38 Atribuut table

 

III-16

 

IV-1

Gambar

IV-2

Tampilan

Akhir

Service

Area

IV-1

Gambar

IV-3

Tampilan

Akhir

Closest

Facility Analysis

IV-2

Gambar IV-4 Attribute Table of Routes

IV-2

 

IV-3

BAB I PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang

Berbagai metode pengelolaan informasi geospasial belakangan ini semakin berkembang pesat. Salah satunya adalah pemanfaatan GIS (Geographic Information System). GIS berfungsi sebagai sistem pendukung pengambilan keputusan yang didalamnya mengintegrasikan data keruangan untuk memecahkan masalah-masalah lingkungan. SIG digunakan untuk mengolah berbagai macam data keruangan untuk menghasilkan informasi yang ingin kita dapatkan. Salah satu manfaat yang sering digunakan dalam SIG adalah Network Analyst. Beberapa persoalan yang sering dimodelkan dalam Network Analyst adalah jaringan lalu lintas jalan raya, rute transportasi, jaringan listrik mulai dari gardu listrik sampai ke pelanggan. Network Analyst merupakan salah satu ekstensi yang disediakan pada software ArcGis yang memiliki kemampuan untuk melakukan analisa jaringan, dimana dalam melakukan analisa jaringan tools ini akan menemukan jalur paling kecil impedansinya. Network Analyst merupakan analisis spasial mengenai pergerakan atau perpindahan suatu sumber daya (resources) dari suatu lokasi ke lokasi yang lainnya. Pada praktikum kali ini kami akan mengambil tema jarak terdekat SMA Negeri. Hal ini didasarkan untuk kebutuhan para calon pelajar tingkat SMA yang akan belajar disekolah negeri khususnya kota Semarang sebagai bahan pertimbangan tambahan, mengenai jarak sekolah dengan rumah tempat tinggal calon pelajar SMA tersebut. Sehingga menghasilkan informasi yang bermanfaat bagi kalangan pelajar, dimana para pelajar dapat mengetahui jarak terdekat

sekolah dari rumah atau jalan asal mereka masing-masing.

I.2

Rumusan Masalah

Rumusan masalah yang diambil dari praktikum ini adalah :

  • 1. Apa yang dimaksud dengan analisis jaringan?

  • 2. Apa saja metode yang ada didalam analisis jaringan pada Arcmap?

I-1

I.3 Tujuan

Tujuan yang didapatkan dalam melakukan praktikum ini adalah :

  • 1. Untuk mengetahui apa itu analisis jaringan.

  • 2. Untuk mengetahui metode yang ada dalam melakukan analisis jaringan pada Arcmap.

I.4

Sistematika Penulisan Laporan

BAB I

PENDAHULUAN

Bab ini terdiri dari latar belakang laporam praktikum, rumusan

masalah, serta sistematika penulisan. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Bab ini menjelaskan pustaka-pustaka yang berhubungan dengan Network (jaringan), Network Analyst beserta tipe-tipe Network Analyst, Network dataset dan SMA Negeri dikota Semarang. BAB III METODOLOGI

Pada bab ini dijelaskan mengenai pengenalan alat dan bahan, dan

pemrosesan data pada Network Analyst. BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

Bab ini berisi analisis hasil dari kegiatan yang dijelaskan pada bab

sebelumnya.

BAB VI PENUTUP

Bab ini berisi analisis hasil dari kegiatan yang dijelaskan pada bab

sebelumnya dan berisi saran untuk penyusunan dan penulisan laporan praktikum.

I-2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

II.1 Jaringan (Network) Demers 1997, Menguraikan bahwa garis tidak hanya menggambarkan simbol- simbol objek garis di permukaan bumi tapi juga dapat memiliki nilai manakala objek ini membentuk suatu jaringan (network) dari satu node ke node yang lain. Jaringan atau network dapat didefinisikan sebagai seperangkat garis hubung yang memiliki atribut tertentu yang menunjukkan adanya arus objek dari satu tempat ke tempat lain. Network terdiri dari tiga bentuk utama: garis lurus, seperti jalan raya, garis bercabang, seperti alur sungai, dan sirkuit seperti jalan yang memiliki arah putar (Muehrcke, 1992 dalam Demers, 1997). Jenis ini dapat dibedakan menjadi directed network dan undirected network. Directed Network hanya memiliki satu arah arus saja dalam satu jalur, seperti sungai ataupun sesuatu yang berhubungan dengan hidrologi dan sistem utilitas. Sedangkan, undirected network mempunyai dua arah arus dalam satu jalur seperti jaringan transportasi.

II.2 Network Analysis Analisis spasial yang terkait dengan suatu sistem jaringan (network analysis)

adalah analisis spasial mengenai pergerakan atau perpindahan suatu sumber daya (resources) dari suatu lokasi ke lokasi yang lainnya. Melalui unsur-unsur (terutama) buatan manusia (man-made) yang membentuk jaringan (arc/garis dan node/titik) yang saling terhubung satu sama lainnya (seperti halnya sungai, jalan, pipa, kabel, perangkat komunikasi, dan lain sejenisnya). Adapun sub-analisis spasial yang berada didalamnya adalah:

  • 1. Pemodelan jaringan (aturan lalu lintas searah/ dua arah, belok-belok, kiri-kanan, jalan buntu, jalan yang tidak dibuka, under/ overpass)

  • 2. Penentuan jalur terpendek (shortest path/ distance)

  • 3. Penentuan jalur optimum atau terbaik (jarak tempuh dengan biaya atau hambatan minimum)

  • 4. Penentuan rute alternatif (beserta waktu tempuhnya).

Kelompok -A

II-1

II.2.1

Type of Analysis Didalam ArcMap sendiri, analyse tools dalam network analysis ada banyak

tools, akan tetapi jika dikaitkan dengan fungsi yang ada diatas, maka tools yang digunakan adalah:

  • 1. Route Analysis

Route Analysis adalah metode untuk menentukan rute optimal antara dua obyek atau lebih yang dihubungkan oleh jaringan transportasi. Rute optimal ini bisa berdasarkan jarak tempuh ataupun waktu tempuh terkecil.

  • 2. Service area Analysis

Metode lain dalam Network Analysis adalah Service Area, yaitu metode untuk memperhitungkan area cakupan dari suatu obyek. Cakupan ini didasarkan pada waktu tempuh yang diperlukan untuk mencapai suatu

obyek melalui jaringan transportasi.

  • 3. Closest Facility Analysis

Closest Facility Analysis dapat digunakan sebagai metode untuk menentukan fasilitas mana yang lebih dekat dari suatu titik. Seperti halnya

Route Analysis, penentuan fasilitas dapat berdasarkan jarak ataupun waktu tempuh.

  • 4. OD Cost Matrix Analysis

OD Matrix Analysis adalah analisa untuk menghitung Cost (bisa dalam bentuk jarak tempuh atau waktu tempuh) antara tiap pasangan

origin dan destination. Digunakan untuk mencari dan mengklasifikasikan hubungan antara lokasi asal dan tujuan kedalam suatu urutan (rank).

  • 5. Vehicle Routing Problem Analysis Pada prinsipnya sama dengan route analysis, hanya saja dalam vehichle

routing problem, dapat digunakan atau dimasukkan asumsi asumsi tertentu. digunakan untuk mencari solusi terbaik (sesuai pengaturan) untuk jalur kendaraan dari satu lokasi ke lokasi lainnya.

  • 6. Location allocation

Digunakan untuk memilih fasilitas dari seperangkat fasilitas untuk beroperasi berdasarkan interaksi potensi mereka dengan poin permintaan.

Kelompok -A

II-2

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, network analyze memiliki berbagai fungsi seperti menentukan rute optimal, menentukan daerah jangkaun pelayanan, menentukan fasilitas terdekat, menghitung cost, dsb. Jika dikaitkan dengan perencanaan, network analyze tentu sangat bermanfaat untu memecahkan masalah-masalah yang berkaitan dengan jaringan, misal jaringan jalan dan jaringan telekomunikasi. Misal untuk memecahkan masalah lalu lintas dengan traffic management, dapat dibuat berbagai manajemen berkaitan dengan aturan- aturan lalu lintas misal masalah jalur satu arah, masalah aturan putar balik, dan sebagainya. Terkait masalah lain, misal analisis okasiretail, maka dapat dianalisis berapa banyak konsumen dalam radius 5 km. Untuk kecanggihan teknologi, dapat juga digunakan sebagai mapquest, mencari rute evakuasi bencana, dan masih banyak lagi kegunaan network analyze terutama terkait dengan masalah perencanaan.

II.3 Network Dataset Dataset Jaringan diciptakan dari fitur sumber (shapefile dataset), yang dapat mencakup fitur sederhana (line dan point) yang bertujuan untuk menyimpan konektivitas fitur sumber tersebut. Ketika kita melakukan analisis menggunakan ekstensi Analyst ArcGIS Network, analisis selalu bekerja pada dataset jaringan. Berikut adalah contoh network dataset yang tersimpan pada suatu direktori.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, network analyze memiliki berbagai fungsi seperti menentukan rute optimal, menentukan daerah

Gambar II-1 File Dataset

Kelompok -A

II-3

II.4 SMA Negeri di Kota Semarang

Berikut merupakan shp daftar SMA Negeri di Kota Semarang yang digunakan

dalam pembuatan Service Area Analysist dan Closest Facility Analysist.

II.4 SMA Negeri di Kota Semarang Berikut merupakan shp daftar SMA Negeri di Kota Semarang yang

Gambar II-2 Daftar Attribute Table shp SMA di Semarang

Kelompok -A

II-4

BAB III METODELOGI

III.1 Alat dan Data

  • 1. Software ArcGIS 10.4

  • 2. Laptop

  • 3. Shapefile Dataset

III.2 Cara Kerja

III.2.1 Network Dataset

  • 1. Buka Software ArcGIS yaitu Arc Catalog

BAB III METODELOGI III.1 Alat dan Data 1. Software ArcGIS 10.4 2. Laptop 3. Shapefile Dataset

Gambar III-1 Tampilan awal ArcGIS(Arc Catalog)

  • 2. Aktifkan Extensions terlebih dahulu agar bisa memulai network Analysis.

BAB III METODELOGI III.1 Alat dan Data 1. Software ArcGIS 10.4 2. Laptop 3. Shapefile Dataset

Gambar III-2 Customize Extensions

  • 3. Muncul kotak dialog Extensions. Centang pada bagian Network Analysis.

III-1

Gambar III-3 Extensions – Network Analysis 4. Pada Catalog Tree , Klik kanan pada jalanMultipart.shp –

Gambar III-3 Extensions Network Analysis

  • 4. Pada Catalog Tree, Klik kanan pada jalanMultipart.shp New Network Dataset

Gambar III-3 Extensions – Network Analysis 4. Pada Catalog Tree , Klik kanan pada jalanMultipart.shp –

Gambar III-4 New Network Dataset (1)

  • 5. Muncul kotak dialog New Network Dataset. Klik Next.

III-2

Gambar III-5 New Network Dataset (2) Klik Next Gambar III-6 New Network Dataset (3) Pada How

Gambar III-5 New Network Dataset (2)

Klik Next

Gambar III-5 New Network Dataset (2) Klik Next Gambar III-6 New Network Dataset (3) Pada How

Gambar III-6 New Network Dataset (3)

Pada How would you like to model the elevation of your network features, Pilih None

III-3

Gambar III-7 New Network Dataset (4) Klik Next Gambar III-8 New Network Dataset (5) Pada pilihan

Gambar III-7 New Network Dataset (4)

Klik Next

Gambar III-7 New Network Dataset (4) Klik Next Gambar III-8 New Network Dataset (5) Pada pilihan

Gambar III-8 New Network Dataset (5)

Pada pilihan Do you want to establish doing directions settings for this network database, Pilih No. Kemudian Next.

III-4

Gambar III-9 New Network Dataset (6) Klik finish Gambar III-10 New Network Dataset (7) Sehingga akan

Gambar III-9 New Network Dataset (6)

Klik finish

Gambar III-9 New Network Dataset (6) Klik finish Gambar III-10 New Network Dataset (7) Sehingga akan

Gambar III-10 New Network Dataset (7)

Sehingga akan muncul hasil tampilan akhir dari proses New Network Dataset. Seperti gambar dibawah ini:

III-5

Gambar III-11 Hasil Tampilan New Network Dataset 6. Buka ArcMap Gambar III-12 ArcMap 7. Lakukan Add

Gambar III-11 Hasil Tampilan New Network Dataset

  • 6. Buka ArcMap

Gambar III-11 Hasil Tampilan New Network Dataset 6. Buka ArcMap Gambar III-12 ArcMap 7. Lakukan Add

Gambar III-12 ArcMap

  • 7. Lakukan Add data pada layer JalanMultipart.shp yang telah dilakukan proses New Network Dataset. Sehingga akan muncul tampilan seperti berikut ini:

Gambar III-11 Hasil Tampilan New Network Dataset 6. Buka ArcMap Gambar III-12 ArcMap 7. Lakukan Add

Gambar III-13 Tampilan ArcMap setelah di Add Data

III-6

III.2.2 Route Analysist

  • 1. Pada Tools Network Analyst, klik tombol Network Analyst dan pilih salah satu

jenis analisis, misalkan Route.

III.2.2 Route Analysist 1. Pada Tools Network A nalyst, klik tombol Network Analyst dan pilih salah

Gambar III-14 New Route

Akan tampil layer elemen titik route yang ada selain layer jaringan jalan

III.2.2 Route Analysist 1. Pada Tools Network A nalyst, klik tombol Network Analyst dan pilih salah

Gambar III-15 Elemen titik route

III.2.2 Route Analysist 1. Pada Tools Network A nalyst, klik tombol Network Analyst dan pilih salah
  • 2. Klik Icon untuk menampilkan jendela elemen analisis yang ada pada network analysis. Dan pilih elemen yang ingin ditambah datanya

III-7

Gambar III-16 jendela elemen analisis 3. Pada Tools Network Analyst , klik icon untuk menambahkan titik

Gambar III-16 jendela elemen analisis

3.

Pada Tools Network Analyst, klik icon

Gambar III-16 jendela elemen analisis 3. Pada Tools Network Analyst , klik icon untuk menambahkan titik

untuk menambahkan titik

penting lalu klik posisi yang diinginkan pada tampilan jaringan jalan.

Sehingga akan muncul tampilan seperti berikut ini:

Gambar III-16 jendela elemen analisis 3. Pada Tools Network Analyst , klik icon untuk menambahkan titik

Gambar III-17 Tampilan setelah ditambahkan titik penting

Gambar III-16 jendela elemen analisis 3. Pada Tools Network Analyst , klik icon untuk menambahkan titik
  • 4. Kemudian dapat dilanjutkan dengan proses solve. Klik icon pada tools Network Analysis untuk menghasilkan rute antar 4 titik. Atribut Rute akan tampil pada jendela elemen analisisnya.

III-8

Gambar III-18 Proses Solve 5. Lakukan export data pada hasil titik rute. III.2.3 Service Area Analysist

Gambar III-18 Proses Solve

  • 5. Lakukan export data pada hasil titik rute.

III.2.3 Service Area Analysist

  • 1. Pilih Network Analyst - New Service Area

Gambar III-18 Proses Solve 5. Lakukan export data pada hasil titik rute. III.2.3 Service Area Analysist

Gambar III-19 Network Analyst - New Service Area

  • 2. Klik service area properties

Gambar III-18 Proses Solve 5. Lakukan export data pada hasil titik rute. III.2.3 Service Area Analysist

Gambar III-20 service area properties

III-9

3.

Pada kotak dialog layer properties -> Accumulation, kemudian checklist pada kolom meter dan minutes.

3. Pada kotak dialog layer properties -> Accumulation , kemudian checklist pada kolom meter dan minutes.

Gambar III-21 Accumulation

  • 4. Pilih menu network location, pada location type pilih point barriers. Pada name jalan multipart dan jalan_Multipart_ND_Junction checklist kolom shape, middle dan end.

3. Pada kotak dialog layer properties -> Accumulation , kemudian checklist pada kolom meter dan minutes.

Gambar III-22 Network Locations

  • 5. Tambahkan Shp SMA Negeri di semarang terlebih dahulu.

3. Pada kotak dialog layer properties -> Accumulation , kemudian checklist pada kolom meter dan minutes.

Gambar III-23 Add data shp SMA Negeri Semarang

III-10

Akan menghasilkan tampilan sebagai berikut

Akan menghasilkan tampilan sebagai berikut Gambar III-24 Tampilan titik koordinat SMA Negeri di Semarang 6. Pada

Gambar III-24 Tampilan titik koordinat SMA Negeri di Semarang

  • 6. Pada Service Area - facilities , klik kanan Load Locations.

Akan menghasilkan tampilan sebagai berikut Gambar III-24 Tampilan titik koordinat SMA Negeri di Semarang 6. Pada

Gambar III-25 Load locations

  • 7. Muncul kotak dialog Load locations. Pada load from input data shp sma dan pada search tolerance isi dengan angka 100. Klik OK.

III-11

Gambar III-26 Kotak dialog Load Locations 8. Klik icon solve pada menu bar. Gambar III-27 Solve

Gambar III-26 Kotak dialog Load Locations

  • 8. Klik icon solve pada menu bar.

Gambar III-26 Kotak dialog Load Locations 8. Klik icon solve pada menu bar. Gambar III-27 Solve

Gambar III-27 Solve

  • 9. Kemudian akan membentuk seperti pada gambar.

Gambar III-26 Kotak dialog Load Locations 8. Klik icon solve pada menu bar. Gambar III-27 Solve

Gambar III-28 Layer yang telah mengalami proses solve

III-12

III.2.4 Closest Facility

  • 1. Pada network analyst pilih new closest facility.

III.2.4 Closest Facility 1. Pada network analyst pilih new closest facility. Gambar III-29 New closest facility

Gambar III-29 New closest facility

  • 2. Klik icon closest facility properties

III.2.4 Closest Facility 1. Pada network analyst pilih new closest facility. Gambar III-29 New closest facility

Gambar III-30 Closest facility properties

  • 3. Kemudian muncul kotak dialog layer properties. Pilih menu accumulation kemudian checklist pada meter dan minutes.

III.2.4 Closest Facility 1. Pada network analyst pilih new closest facility. Gambar III-29 New closest facility

Gambar III-31 Accumulation

III-13

  • 4. Pada menu Network location pilih facilities pada location type dan pada name jalan multipart dan jalan_Multipart_ND_Junction checklist kolom shape, middle dan end. Klik OK.

4. Pada menu Network location pilih facilities pada location type dan pada name jalan multipart dan

Gambar III-32 Layer properties

  • 5. Kemudian pada closest facility klik kanan pada facilities -load locations.

4. Pada menu Network location pilih facilities pada location type dan pada name jalan multipart dan

Gambar III-33 Load locations

  • 6. Muncul kotak dialog Load locations. Pada load from input data shp sma dan pada search tolerance isi dengan angka 5000. Klik OK.

III-14

Gambar III-34 Load locations 7. Klik icon solve pada menu bar. Gambar III-35 Icon solve 8.

Gambar III-34 Load locations

  • 7. Klik icon solve pada menu bar.

Gambar III-34 Load locations 7. Klik icon solve pada menu bar. Gambar III-35 Icon solve 8.

Gambar III-35 Icon solve

  • 8. Kemudian akan membentuk jaringan seperti pada gambar

Gambar III-34 Load locations 7. Klik icon solve pada menu bar. Gambar III-35 Icon solve 8.

Gambar III-36 Hasil proses solve

III-15

9.

Kemudian melihat rute yang telah dicari dengan klik layer routes

9. Kemudian melihat rute yang telah dicari dengan klik layer routes Gambar III-37 Routes 10. Cek

Gambar III-37 Routes

  • 10. Cek atribut table yang ada

9. Kemudian melihat rute yang telah dicari dengan klik layer routes Gambar III-37 Routes 10. Cek

Gambar III-38 Atribuut table

III-16

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

IV.1 Hasil IV.1.1 Hasil Rute Jarak Terdekat

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN IV.1 Hasil IV.1.1 Hasil Rute Jarak Terdekat Gambar IV-1 Hasil Rute

Gambar IV-1 Hasil Rute Jarak Terdekat

IV.1.2 Hasil Service Area

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN IV.1 Hasil IV.1.1 Hasil Rute Jarak Terdekat Gambar IV-1 Hasil Rute

Gambar IV-2 Tampilan Akhir Service Area Analysis

IV-1

IV.1.3 Hasil Closest Facility

IV.1.3 Hasil Closest Facility Gambar IV-3 Tampilan Akhir Closest Facility Analysis IV.2 Pembahasan IV.2.1 Analisis Rute

Gambar IV-3 Tampilan Akhir Closest Facility Analysis

IV.2 Pembahasan

IV.2.1 Analisis Rute Jarak Terdekat Network Analysis Route dapat menemukan cara terbaik untuk mendapatkan dari satu lokasi ke lokasi lain atau mengunjungi beberapa lokasi. Lokasi dapat ditentukan secara interaktif dengan menempatkan titik di layar, memasukkan alamat, atau menggunakan titik di kelas fitur atau lapisan fitur yang ada. Jika kita memiliki lebih dari dua berhenti untuk dikunjungi, rute terbaik dapat ditentukan untuk urutan lokasi sebagaimana ditentukan oleh pengguna. Hasil Rute Jarak Terdekat dari titik yang kami coba dapat diketahui jalur mana yang paling pendek untuk dilewati titik 1 yang berada di Jalan Walisongo, titik 2 yang berada di Jalan Timoho Raya, titik 3 yang berada di Jalan Raden Patah, dan titik 4 yang berada di titik perbatasan Administrasi Kota Semarang. Dari keeempat titik tersebut dihubungkan melalui sebuah titik perempatan Jalan dari Jalan Katamso, Jalan Mataram, dan Jalan Ahmad Yani. Hasil route di dapat dari waktu tempuh terkecil, dimana waktu tempuh untuk rute ini adalah 59.259652 menit.

IV.1.3 Hasil Closest Facility Gambar IV-3 Tampilan Akhir Closest Facility Analysis IV.2 Pembahasan IV.2.1 Analisis Rute

Gambar IV-4 Attribute Table of Routes

IV-2

IV.2.2 Analisis Service Area Melalui Service Area Kita dapat menemukan area layanan di sekitar setiap lokasi di jaringan. Service Area adalah wilayah yang mencakup semua jalan yang dapat diakses (yaitu jalan-jalan yang berada dalam impedansi tertentu). Misalnya, area layanan 5 menit untuk satu titik pada jaringan mencakup semua jalan yang dapat ditempuh dalam waktu lima menit sejak saat itu. Area layanan yang dibuat oleh Network Analyst juga membantu mengevaluasi aksesibilitas. Area layanan konsentris menunjukkan bagaimana aksesibilitas bervariasi dengan impedansi. Setelah area layanan dibuat, Kita dapat menggunakannya untuk mengidentifikasi berapa banyak lahan, berapa banyak orang, atau berapa banyak hal lain di lingkungan atau wilayah. Pada tugas Service Area ini di buat 5 range waktu sebagai berikut yang dapat kita lihat visualisasinya pada gambar IV-2:

  • a. 2 3 menit berwarna putih

  • b. 4 6 menit berwarna kuning

  • c. 7 8 menit berwarna peach

  • d. 9 12 menit berwarna ungu muda

  • e. 13 16 menit berwarna biru

IV.2.3 Analisis Closest Facility Closest Facility dapat mengukur perjalanan antara incidents dan fasilitas dan menentukan mana yang paling dekat satu sama lain. Ketika menemukan fasilitas terdekat, kita dapat menentukan berapa banyak yang harus ditemukan dan apakah arah perjalanan menuju atau menjauh dari mereka. Closest Facility menampilkan rute terbaik antara Incidents dan fasilitas, melaporkan biaya perjalanan mereka, dan mengembalikan arahan mengemudi. Fasilitas terdekat dengan rute tercepat menuju fasilitas tersebut ditunjukkan dengan Jalan berwarna kuning pada gambar IV-3. Sedangkan untuk melihat jarak menuju fasilitas terdekat dan estimasi waktu menuju fasilitas tersebut dapat kita liat pada Attribute Table seperti gambar Gambar IV-5 berikut:

IV.2.2 Analisis Service Area Melalui Service Area Kita dapat menemukan area layanan di sekitar setiap lokasi

Gambar IV-5 Attribute Table of Closest Facility Analysis

IV-3

V.1 Kesimpulan

BAB V

PENUTUP

Analisis spasial yang terkait dengan suatu sistem jaringan (network analysis) adalah analisis spasial mengenai pergerakan atau perpindahan suatu sumber daya (resources) dari suatu lokasi ke lokasi yang lainnya. Metode yang digunakan untuk menganalisis jaringan ada 6, diantaranya :

  • 1. Route Analysis

  • 2. Service area Analysis

  • 3. Closest Facility Analysis

  • 4. OD Cost Matrix Analysis

  • 5. Vehicle Routing Problem Analysis

  • 6. Location allocation

Metode yang digunakan dalam praktikum ini adalah Route Analysis, Service Area, Closest Facility Analysis

Route Analysis adalah metode untuk menentukan rute optimal antara dua obyek atau lebih yang dihubungkan oleh jaringan transportasi. Rute optimal ini bisa berdasarkan jarak tempuh ataupun waktu tempuh terkecil. Service Area yaitu metode untuk memperhitungkan area cakupan dari suatu obyek. Cakupan ini didasarkan pada waktu tempuh yang diperlukan untuk mencapai suatu obyek melalui jaringan transportasi. Closest Facility Analysis dapat digunakan sebagai metode untuk menentukan fasilitas mana yang lebih dekat dari suatu titik. Seperti halnya Route Analysis, penentuan fasilitas dapat berdasarkan jarak ataupun waktu tempuh.

V.2 Saran

Saran kami pada saat melakukan praktikum analysis network yaitu diperlukan ketelitiaan dan manajemen project yang rapi agar hasilnya sesuai yang diinginkan. Dan juga memahami dari setiap langkah yang dikerjakan agar mengerti apa yang sedang dikerjakan dan juga mengerti juga fungsi dari tool-tool yang ada untuk menambah wawasan.

V-1

DAFTAR PUSTAKA

Daftar

Nama

Dan

Alamat

SMA

Se

Kota

Semarang.

pada

tanggal

18

Maret 2018. Network Analysis. http://www.pwktech.info/transport-modeling/network- analysis/. Diakses pada tanggal 18 Maret 2018.

V-2