Anda di halaman 1dari 6

TUGAS PERMODELAN GEOTEKNIK

Nama : Reno Sulbakti


NPM : 1704201010072
Dosen : Prof.Dr.Ir.H.Munirwansyah, Msc

Soal :

1. Sebutkan sifat dan ciri model tanah lunak.


2. Gambarkan ciri model keruntuhan daktil (tanah lempung ).
3. Gambarkan ciri model keruntuhan getas (tanah pasir).
4. Jelaskan tentang kedua model keruntuhan pada soal 2 dan 3

5. Jelaskan tentang.
- Soil creep model.
- Hardening soil model.

Jawaban

1. Sifat dan ciri model tanah lunak :


- Bermaterial lepas
- Berbutir Halus
- Permeability
- Bersifat kohesif
- Model keruntuhan daktil

2. Ciri model keruntuhan daktil (tanah lempung ).

St Bentuk keruntuhan daktil


re
ss

Strain
s Stress dan Strain model keruntuhan daktill
Gambar. Grafik hubungan
Gambar sempel dari model keruntuhan daktil

3. Ciri model keruntuhan getas (tanah pasir).

St
re Bentuk keruntuhan getas
ss

Strain
s
Gambar. Grafik hubungan Stress dan Strain model keruntuhan getas

Badge

Retakan

4. Jelaskan tentang kedua model keruntuhan pada soal 2 dan 3.


- Model keruntuhan daktilitas yakni dimana suatu komponennya mengalami deformasi
irelastik bolak balik di luar batas titik leleh pertama sambil mempertahankan sejumlah besar
kemampuan daya dukung beban nya. Sedangkan proses daktilitas adalah pada saat tanah
mengalami pembebanan mlebihi kekuatan tanah tidak langsur hancur akan tetapi tanah akan
merenggang sampai batas daktilitas.
Typical daktil failure bahwa tanah tidak mengalami kehancuran akan tetapi tanah akan
memendek sehingga pembebanan terus dilakukan tidak menghancurkan .
St Bentuk keruntuhan daktil
re
ss

Strain
s
Gambar. Grafik hubungan Stress dan Strain model keruntuhan daktill

- Model keruntuhan getas yakni saat kondisi tanah pada puncak plastisnya dan
mengalami keruntuhan terjadi saaat terjadi pembebanan .
- Typical brittle failure menunjukan bahwa keruntuhan akan mengalami plastis dan
apabila mengalami puncak dari tinggi nilai stress selanjutnya mengalami plasti.
Sehingga pada keadaan Typical brittle failure terjadi bidang elastis plastis.
- keruntuhan getas (tanah pasir).

St
re Bentuk keruntuhan getas
ss

Strain
s
Gambar grafik hubungan Stress dan Strain model keruntuhan getas

Badge

Retakan
a. Distributed deformation
St
re b. Britel ductile
ss transition
Strain localisation
c. Strain localisation
transitation

Strain
s
- Distributed deformasi : dimana keruntuhan mengalami daerah elastis limit pada
konsisi ini tanah akan kembali ke bentuk semula ketika stress berkurang tidak terjadi
deformasi permanen.
- Britel ductile transition : Dimana grafik mengalami batas elastis dan plastis dengan
demikian tanah menalami stress tinggi kemudian tanah mengalami tranisisi
- Strain localization : Dimana grafikmengalami batas plastis setelah mengalami strees
yang tinggi maka bidang keruntuhan mengalami penurunananyang diakibatkan oleh
kemampuan tanah dalam menahan beban tidak mampu lagi dan terjadi keruntuhan.

5. Jelaskan tentang.
- Soil creep model

Soil creep model adalah model creep standar digunakan untuk mensimulasikan pergerakan
respon tanah untuk masalah kompresi monotonik. Sebagai 'maju' Model tanah, memiliki
beberapa ciri: (1) kekakuan yang bergantung pada tegangan (logarithmic compression 'law');
(2) perbedaan antara muatan bongkar muat muatan primer;
(3) kompresi berjangka waktu;
(4) memori stres preconsolidation;
(5) kekuatan tanah berikut kriteria kegagalan Mohr-Coulomb (MC);
(6) permukaan hasil yang diadaptasi dari model CamClay Modifikasi (MCCM);
(7) aturan aliran terkait untuk strain plastik
Pemodelan Creep dimulai dengan asumsi kontur creep konstan Tingkat regangan untuk
tegangan mean rata-rata yang konstan. Asumsi ini digunakan di mis. Plaxis SSC dan ACM.
Pendekatan ini, menerapkan istilah creep pada tingkat regangan creep volumetrik,
memberikan creep Tingkat regangan yang selalu positif. Akibatnya, ini tidak memungkinkan
jalur stres untuk dijangkau ke sisi kiri elips Cam-Clay terlepas dari apakah terputus oleh
kriteria kegagalan atau tidak. Oleh karena itu, perilaku bengkak tidak bisa disimulasikan.
Masalah ini diselesaikan dengan menerapkan Istilah creep pada pengganda plastik (Grimstad,
2009), yaitu asumsi tingkat konstan pengganda plastik Ide ini digunakan dalam
pengembangan model creep.
Gambar grafik Konsep isotache yang digunakan pada Soft Soil Creep

- Hardening soil model.

ini adalah model tanah hiperbolik lanjut yang diformulasikan di Kerangka


pengerasan plastisitas. Perbedaan utama dengan Mohr-Coulomb model adalah
pendekatan kekakuan. Di sini, tanah digambarkan jauh lebih akurat menggunakan
tiga kekakuan masukan yang berbeda: kekakuan pemuatan triaksial E50,
pembebanan triaksialkekakuan Eur dan oedometer yang membebani kekakuan
Eoed. Selain itu, akun itu Untuk ketergantungan stres pada modulus kekakuan,
semua kekakuan meningkat dengan tekanan (ketiga input berhubungan dengan
tegangan referensi, 100kPa).
Keuntungan:
• Definisi kekakuan yang lebih akurat daripada model Mohr-Coulomb (tergantung
pada tegangan
dan stress-path dependent stiffness)
• Mempertimbangkan ground dilatancy
• Permukaan hasil dapat meluas karena tegang plastik
Kekurangan:
• Biaya komputasi yang lebih tinggi
• Tidak termasuk efek kental
• Tidak termasuk pelunakan
Gambar kurva hyperbolic hubungan kurva stress-strain pada model hardening soil