Anda di halaman 1dari 19

TEKNIK RISET OPERASI

Pertemuan 4

Novita Serly Laamena, S.Pd, M.Si


PROGRAM LINIER
Solusi Program Linier

Program Linier memiliki empat ciri khusus, yaitu :


1) Penyelesaian masalah mengarah pada
pencapaian tujuan maksimisasi atau minimisasi.
2) Kendala yang ada membatasi tingkat pencapaian
tujuan
3) Ada beberapa alternatif penyelesaian
4) Hubungan matematis bersifat linier
PROGRAM LINIER
Metode untuk memecahkan program linier diataranya
adalah metode grafik dan metode simpleks.

Metode grafik hanya bisa digunakan untuk menyelesaikan


permasalahan dimana hanya terdapat dua variabel
keputusan.

Metode grafik tidak dapat menyelesaikan persoalan linear


program yang memilki variabel keputusan yang cukup besar atau
lebih dari dua, maka untuk menyelesaikannya digunakan Metode
Simpleks.
METODE SIMPLEKS
PT BAKERY memproduksi tiga jenis roti kering, yaitu pia, bolukismis dan
coklatkeju dengan keuntungan tiap jenis produk masing-masing Rp 150, Rp
400 dan Rp 600. Setiap minggu ditetapkan minimum produksi roti pia 25 unit,
bolukismis 130 unit dan coklatkeju 55 unit. Ketiga jenis roti memerlukan
pemrosesan tiga kali yaitu penyiapan bahan, peracikan dan pengovenan
seperti terlihat pada tabel berikut:

Bagaimana formulasi program linear masalah PT Bakery tersebut dan hitung


solusi optimalnya!
Metode Simpleks
Sejarah Metode Simpleks
• Penemu Metode Simpleks adalah George Bernard
Dantzig.
• Dantzig adalah matematikawan Amerika yang lahir di
Oregon pada 8 November 1914 dan wafat pada 13 Mei
2005
• Dantzig adalah profesor emiritus ilmu transportasi dan
profesor riset operasi dan ilmu komputer di Stanford.
• Pada Tahun 1974 Dantzig memperoleh penghargaan
John Von Neumann Theory Prize dan pada tahun 1975
mendapat penghargaan National Medal of Science
METODE SIMPLEKS
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam
menyelesaikan program linier menggunakan
metode simpleks adalah:
• Persyaratan Tidak Negatif
Contoh :
2𝑥1 + 3𝑥2 − 5 𝑥3 ≤ −3
Dikalikan -1 jadi
−2𝑥1 − 3𝑥2 + 5𝑥3 ≥ 3
Sehingga ruas kanan tidak negatif
• Variabel Slack ( Kurang )
Untuk diubah menjadi suatu persamaan dengan menambah sebuah variabel
tak negatif baru pada ruas kirinya.
Contoh :
2𝑥1 + 3𝑥2 − 5 𝑥3 ≤ 3
Diubah ke persamaan menjadi :
2𝑥1 + 3𝑥2 − 5𝑥3 + 𝑥4 = 3

• Variabel Surplus
Untuk diubah menjadi suatu persamaan dengan mengurangkan sebuah
variabel tak negatif baru pada ruas kirinya.
Contoh :

2𝑥1 + 3𝑥2 − 5 𝑥3 ≥ 3

Diubah ke persamaan menjadi :


2𝑥1 + 3𝑥2 − 5𝑥3 − 𝑥4 = 3
METODE SIMPLEKS
• Variabel buatan ( artificial variable )
Pada ruas kiri setiap fungsi batasan yang tidak mengandung
variabel slack dapat ditambahkan variabel buatan. Dengan
demikian tiap fungsi pembatas akan mempunyai variabel slack dan
buatan

Contoh: Persamaan variabel buatan x5 dan x6


Contoh Sederhana Penggunaan
Metode Simpleks
Diketahui :
Model Program Linear:
1. Fungsi Tujuan :
Maksimumkan : Z = 15 X1 + 10 X2
2. Fungsi Pembatas :
a. Bahan A : X1 + X2 ≤ 600
b. Bahan B : 2 X1 + X2 ≤ 1.000
Syarat non negative : X1, X2 ≥ 0
Hitung nilai optimum!
Penyelelesaian:

A. Model Simpleks :
• Fungsi Pembatas :
a. Bahan A : X1 + X2 + S1 + 0 S2 = 600
b. Bahan B : 2 X1 + X2 + 0 S1 + S2 = 1.000

• Merubah fungsi tujuan :


Z = 15 X1 + 10 X2 + 0 S1 + 0 S2
Z – 15 X1 – 10 X2 – 0 S1 – 0 S2 = 0
Tabel Simpleks
Menyusun Persamaan-Persamaan ke dalam Tabel

Langkah perhitungan
Iterasi 0
Iterasi 1
Memilih kolom kunci
Kolom kunci adalah kolom yang mempunyai nilai negatif terbesar
pada baris Z.

Memilih baris kunci

Index = Nilai kanan (NK) /Nilai kolom kunci

Baris kunci adalah baris yang mempunyai index terkecil


Angka indeks terkecil = 500 , Angka kunci perpotongan kolom
dengan baris = 2
Variabel dasar baru X1
Iterasi 2
Kolom kunci X2

Baris kunci = 200 (angka indeks terkecil), angka kunci = ½


Variabel dasar baru X2
Proses iterasi selesai karena angka koefisien
pada fungsi tujuan tidak ada lagi yang memiliki
nilai negatif. Hasil yang di dapat adalah :
X1 = 100
X2 = 200
Zmaksimum = 8.000
LATIHAN
Diketahui :
Model Program Linear:
1. Fungsi Tujuan :
Maksimumkan : Z = 3 X1 + 5 X2
2. Fungsi Pembatas :
2X1 ≤ 8
3X2 ≤ 15
6 X1 + 5X2 ≤ 30
Syarat non negative : X1, X2 ≥ 0
Hitung nilai optimum!