Anda di halaman 1dari 41

PETROGRAFI BATUAN BEKU

No.1
Jenis batuan : Vulkanik
Perbesaran : 30 x

Min opak

Piroksen

Plagioklas

Nikol bersilang Nikol sejajar

0 0,5 mm

Pemerian Mikroskopis:

Sayatan batuan beku volkanik, warna abu-abu kehijauan, tekstur pilotaksitik (aliran) bentuk
subhedral-anhedral, komposisi mineral terdiri dari mineral plagioklas, piroksen, mineral opak
dan gelas.

Komposisi Mineral:
 Plagioklas(65%), putih-abu-abu, indek bias n>nkb, relief sedang, kembaran karlsbad-
Albit, sebagai fenokris (25%) berukuran 0,8-2,5 mm, bentuk subhedral-anhedral, An 42
(jenis andesin), sebagai massa dasar (40%) berukuran 0,1-0,5mm, An42 (jenisandesin),
tersebar merata dalam sayatan. Pada masa dasar menunjukkan tekstur aliran.
ALBUM PETROGRAFI
GALIH P. ARSYADA
410014131 1
 Piroksen(10%), hijau muda pucat, abu-abu pucat, relief sedang, pleokroisme lemah-
tidak ada, bentuk subhedral - anhedral, ukuran 0,05-1mm. Hadir sebagai klinopiroksen
(Augite) Sebagian besar mineral telah mengalami ubahan menjadi chlorit. Hadir merata
dalam batuan.
 Mineral opak(5%), hitam, isotrop relief tinggi, ukuran butir 0,05-0,1mm.
 Gelas(20%) tidak bewarna, pengamatan dengan cross nikol bewarna gelap, dengan
keping gips bewarna ungu muda berkabut. Sebagian telah mengalami ubahan menjadi
lempung.

Penamaan petrografis :
PilotaxiticAndesite (klasifikasi Williams, 1982)

Petrogneissis :

Adanya tektur aliran (pilotaxitic) menunjukkan batuan berasal dari hasil pembekuan
magma yang keluar di permukaan bumi (ekstrusif). Komposisi batuan telah banyak berubah
menunjukkan bahwa batuan sudah mengalami ubahan / alterasi.

ALBUM PETROGRAFI
GALIH P. ARSYADA
410014131 2
No.2
Jenis batuan : Vulkanik
Perbesaran : 30 x

Gelas

Lithik

Piroksen

Nikol bersilang Nikol sejajar

0 0,5 mm

Pemerian Mikroskopis:
Sayatan tipis batuan sedimen / vulkaniklastik, berwarna abu-abu kecoklatan, tekstur klastik,
komposisi tersusun oleh lithic (pecahan batuan),feldspar, piroksen dan mineral opak dengan
butiran berukuran 0,05– 5,5mm, bentuk menyudut tanggung.

Komposisi Mineral:
 Lithic(65%), abu-abu, kecoklatan, berupa pecahan batuan beku (andesit) sedikit
batuan piroklastik dengan ukuran butir 0,5–5,5 mm, bentuk menyudut tanggung.
 Feldspar(10%), putih, relief rendah, indeks bias n>nKb, berukuran 0,1–0,2mm,
bentuk menyudut tanggung, berupa plagioklas.

ALBUM PETROGRAFI
GALIH P. ARSYADA
410014131 3
 Piroxen(3%), kekuningan, indeks bias n>nKb, relief sedang, pleokroisme lemah,
ukuran butir 0,1-0,2mm, bentuk butir menyudut tanggung, sebagian telah terubah
menjadi klorit berwarna interferensi kebiruan.
 Min opak(2%), hitam, kedap cahaya, relief sangat tinggi, berukuran 0,05–0,2mm,
bentuk menyudut tanggung.
 Gelas(20%), tidak berwarna, pengamatan dengan menggunakan nikol silang menjadi
gelap, sebagian besar telah terubah menjadi mineral lempung.

Penamaan petrografis :
Chiefly Vulcanic Arenite(Klasifikasi Gilbert 1954)

Tuffaceous Lithic Arenite (Klasifikasi Dott 1964 Vide Gilbert, 1982 (modifikasi))

Tuffaceous Lithic Arenite (Klasifikasi Pettijohn, 1972 (modifikasi))

Petrogneissis :

Debu gunungapi yang keluar dari aktivitas gunungapi yang bersifat eksplosif yang
bersifat hembusan sehingga tertransport bersama angin dan kemudian mengendap dan
mengalami lithifikasi bercampur dengan bahan rombakan (lithik) batuan lain.

ALBUM PETROGRAFI
GALIH P. ARSYADA
410014131 4
No.3
Jenis batuan : Vulkanik
Perbesaran : 30 x

Lubang
amigdoloid

Min opak

Piroksen
Plagioklas

Nikol bersilang Nikol sejajar

0 0,5 mm
Pemerian Mikroskopis:
Sayatan batuan beku volkanik, warna abu-abukehijauan-kekuningan, tekstur Amigdoloidal
bentuk subhedral-anhedral, komposisi mineral terdiri dari mineral plagioklas, piroksen,
mineral opak dan gelas. Nampak lubang-lubang gas terisi oleh mineral sekunder klorit.
Komposisi Mineral:
 Plagioklas(65%), putih-abu-abu, indek bias n>nkb, relief sedang, kembaran karlsbad-
Albit, sebagai fenokris (25%) berukuran 0,8-2,5 mm, bentuk subhedral-anhedral, An
42 (jenis andesin), sebagai massa dasar (40%) berukuran 0,1-0,5mm, An42 (jenis
andesin), tersebar merata dalam sayatan. Pada masa dasar di beberapa bagian
menunjukkan tekstur aliran.
 Piroksen(15%), hijau muda pucat, abu-abu pucat, relief sedang, pleokroisme lemah-
tidak ada, bentuk subhedral - anhedral, ukuran 0,05-1mm. Hadir sebagai
klinopiroksen (Augite) Sebagian besar mineral telah mengalami ubahan menjadi
chlorit. Hadir merata dalam batuan.
 Mineral opak(5%), hitam, isotrop relief tinggi, ukuran butir 0,05-0,1mm.
ALBUM PETROGRAFI
GALIH P. ARSYADA
410014131 5
 Gelas(15%) tidak bewarna, pengamatan dengan cross nikol bewarna gelap, dengan
keping gips bewarna ungu muda berkabut. Sebagian telah mengalami ubahan menjadi
lempung.

Penamaan petrografis :
Amigdoloidal Pyroxene Andesite (klasifikasi Williams, 1982)

Petrogneissis : Batuan ekstrusif dengan pembekuan cepat kemudian muncul lubang gas
(amigdaloidal) yang diisi mineral sekunder.

ALBUM PETROGRAFI
GALIH P. ARSYADA
410014131 6
No.4
Jenis batuan : Vulkanik
Perbesaran : 30 x

Nikol bersilang Nikol sejajar

0 0,5 mm

Pemerian Mikroskopis:
Sayatan batuan beku volkanik, warna abu-abu kecoklatan-kehijauan, tekstur tekstur porfiritik
(fenokris tertanam dalam masa dasar fine grain plagioklas, piroksen, min opak dan gelas
vulkanik), bentuk subhedral-anhedral, komposisi mineral terdiri dari mineral plagioklas,
hornblende, piroksen, mineral opak dan gelas.

Komposisi Mineral:
 Plagioklas(60%), putih-abu-abu, indek bias n>nkb, relief sedang, kembaran karlsbad-
Albit , sebagai fenokris (20%) berukuran 0,3-1,5 mm, bentuk subhedral-anhedral, An
42 (jenis andesin), sebagai massa dasar (40%) berukuran 0,05-0,1mm, An42 (jenis
andesin), tersebar merata dalam sayatan.

ALBUM PETROGRAFI
GALIH P. ARSYADA
410014131 7
 Piroksen(20%), hijau-hijau muda, indek bias n>nkb, relief sedang, pleokroisme
lemah-tidak ada, bentuk subhedral - anhedral, ukuran 0,05-1,3 mm. Sebagian besar
telah mengalami ubahan menjadi chlorit. Hadir merata dalam batuan.
 Mineral opak(5%), hitam, isotrop relief tinggi, ukuran butir 0,05-0,1mm.
 Gelas(15%) tidak bewarna, pengamatan dengan cross nikol bewarna gelap, dengan
keping gips bewarna ungu muda berkabut. Sebagian besar telah mengalami ubahan
menjadi mineral lempung.

Penamaan petrografis :
Porphyritic Pyroxene Andesite (klasifikasi Williams, 1982)

Petrogenesis :
Dari tekstur menunjukkan bahwa batuan tersebut di dalam pembentukkannya
mengalami dua fase, fase pertama terjadi kristalisasi dengan perubahan lambat pada
kedalaman yang relatif besar, sehingga terbentuk fenokris – fenokris, kemudian sebelum
padat sempurna terjadi fase kedua dimana kristal bersama magma yang belum padat
terinjeksi ke permukaan dan membeku di luar membentuk gelas, sehingga dapat disimpulkan
bahwa batuan tersebut terbentuk pada daerah dekat permukaan “sub vulcanic intrusion”.

ALBUM PETROGRAFI
GALIH P. ARSYADA
410014131 8
No.5
Jenis batuan : Vulkanik
Perbesaran : 30 x

Piroksen

Feldspar

Gelas

Plagioklas

Nikol bersilang Nikol sejajar

0 0,5 mm
Pemerian Mikroskopis :
Sayatan tipis batuan vulkanik (lapuk), berwarna abu - abu gelap - hitam gelap, komposisi
terdiri dari plagioklas, feldspar, piroksin, mineral opak dan gelas dengan butiran berukuran
0,05 - 12,5mm, bentuk menyudut tanggung.

Komposisi Mineral :
 Plagioklas (75%), warna abu - abu, abu - abu - coklatan, sebagai fenokris, dengan ukuran
butir 0,1 - 12,5 mm, bentuk menyudut tanggung.
 Piroksin (7%), warna kekuningan, indeks bias n>nKb, relief sedang, pleokroisme lemah,
ukuran butir 0,1 - 0,2mm, bentuk butir menyudut tanggung, sebagian telah terubah
menjadi klorit berwarna interferensi kebiruan.
 Feldspar (2%), warna putih, relief rendah, indeks bias n>nKb, berukuran 0,1 - 0,2mm,
bentuk menyudut tanggung, berupa plagioklas

ALBUM PETROGRAFI
GALIH P. ARSYADA
410014131 9
 Min opak (1%), warna hitam, kedap cahaya, relief sangat tinggi, berukuran 0,06 -
0,2mm, bentuk menyudut tanggung.
 gelas (15%), tidak berwarna, pengamatan dengan cross nikol bewarna gelap, dengan
Keping gips bewarna ungu muda berkabut. Hadir sebagai masa dasar, sebagian telah
mengalami ubahan menjadi lempung.

Penamaan petrografis:
Basaltic Andesite (Klasifikasi William, 1982).

Petrogneissis :
Dari tekstur menunjukkan bahwa batuan tersebut di dalam pembentukkannya mengalami dua
fase, fase pertama terjadi kristalisasi dengan perubahan lambat pada kedalaman yang relatif
besar, sehingga terbentuk fenokris – fenokris, kemudian sebelum padat sempurna terjadi fase
kedua dimana kristal bersama magma yang belum padat terinjeksi ke permukaan dan
membeku di luar membentuk gelas, sehingga dapat disimpulkan bahwa batuan tersebut
terbentuk pada daerah dekat permukaan “sub vulcanic intrusion”.

ALBUM PETROGRAFI
GALIH P. ARSYADA
410014131 10
No.6
Jenis batuan : Vulkanik
Perbesaran : 30 x

Lithik Lithik

gelas

Lithik

Feldspar

Nikol bersilang Nikol sejajar

0 0,5 mm

Pemerian Mikroskopis :
Sayatan tipis batuan piroklastik, berwarna abu - abu, tekstur klastik dengan butiran berukuran
0,05mm- 4cm, terdiri dari feldspar, lithic, mineral opak dan gelas, bentuk menyudut
tanggung.

Komposisi Mineral :
 Lithic (70%), berwarna abu - abu kecoklatan, didominasi oleh pecahan batuan piroklastik
(pumis) dan batuan beku (dominasi porfiriticAndesit) dengan ukuran butir 0,5mm- 4cm,
bentuk menyudut - tanggung.
 Feldspar (10%), warna putih, relief rendah, berukuran 0,5 - 0,7mm, bentuk menyudut
tanggung, berupa mineral plagioklas
 Min opak (5%), warna hitam, kedap cahaya, relief sangat tinggi, berukuran 0,05 -
0,15mm, bentuk menyudut tanggung, hadir merata dalam sayatan.
ALBUM PETROGRAFI
GALIH P. ARSYADA
410014131 11
 Gelas vulk (15%), tidak berwarna, pengamatan dengan menggunakan nikol silang
menjadi gelap, sebagian gelas telah mengalami ubahan menjadi mineral lempung.

Penamaan petrografis:
Lithic Tuff (Klasifikasi Schmid, 1981)

Petrogneissis : Piroklastik hembusan dengan campuran bahan reworking batuan lain.

ALBUM PETROGRAFI
GALIH P. ARSYADA
410014131 12
No.7
Jenis batuan : Vulkanik
Perbesaran : 30 x

Min opak

Feldspar

Piroksen

Lithik

Nikol bersilang Nikol sejajar

0 0,5 mm

Pemerian Mikroskopis :
Sayatan tipis batuan piroklastik, berwarna abu - abu kecoklatan, tekstur klastik, komposisi
didominasi olehmineral feldspar, lithic (pecahan batuan), gelas vulkanik, piroksen dan
mineral opak dengan ukuran butir 0,05 - 1,5 mm, bentuk menyudut tanggung.

Komposisi Mineral :
 Feldspar (50%), putih, relief rendah, indeks bias n>nKb, berukuran 0,1 - 0,5mm, bentuk
menyudut tanggung, hadir berupa mineral plagioklas.
 Lithic (15%), abu - abu, kecoklatan, berupa pecahan batuan piroklastik (pumis) dengan
ukuran butir 0,5 - 1,5 mm, bentuk menyudut tanggung.
 Piroksin (10%), hijau muda pucat, abu - abu pucat, relief sedang, pleokroisme lemah -
tidak ada, bentuk subhedral - anhedral, ukuran 0,05 - 0,3 mm.

ALBUM PETROGRAFI
GALIH P. ARSYADA
410014131 13
 Min opak (5%), hitam , kedap cahaya, relief sangat tinggi, berukuran 0,05 - 0,2mm,
bentuk menyudut tanggung.
 Gelas vulkanik (20%), tidak berwarna, pengamatan dengan menggunakan nikol silang
menjadi gelap, sebagian gelas telah mengalami ubahan menjadi mineral lempung.

Penamaan petrografis:
Crystall Tuff (Klasifikasi Schmid, 1981)

Petrogneissis : Piroklastik hembusan, tertransport melalui bantuan udara / angin.

ALBUM PETROGRAFI
GALIH P. ARSYADA
410014131 14
No.8
Jenis batuan : Vulkanik
Perbesaran : 30 x

Nikol sejajar Nikol bersilang

Pemerian Petrografis:
Sayatan tipis batuan piroklastik, berwarna abu - abu kecoklatan, tekstur klastik dengan
butiran berukuran 0,05 mm- 25,5 mm, terdiri dari lithic,feldspar dan mineral opak dan gelas
vulkanik, bentuk menyudut tanggung.

Komposisi Mineral :
 Lithic (68%), berwarna warna abu - abu kecoklatan, didominasi oleh pecahan batuan
piroklastik (pumice) dengan ukuran butir 0,05mm- 25,5mm, bentuk menyudut -
tanggung.
 Feldspar (5%), putih, relief rendah, berukuran 0,05 - 0,1mm, bentuk menyudut tanggung,
berupa mineral plagioklas
 Min opak (2%),hitam, kedap cahaya, relief sangat tinggi, berukuran 0,05 - 0,15mm,
bentuk menyudut tanggung, hadir merata dalam sayatan.
 Gelas vulkanik (20%), tidak berwarna, pengamatan dengan menggunakan nikol silang
menjadi gelap, sebagian gelas telah mengalami ubahan menjadi mineral lempung.

Penamaan Mikroskop :
Lithic Tuff (Klasifikasi Schmid, 1981)

ALBUM PETROGRAFI
GALIH P. ARSYADA
410014131 15
Petrogneissis

Pumice terjadi bila magma asam muncul ke permukaan dan bersentuhan dengan udara
luas secara tiba-tiba. Buih gelas alam dengan gas yang terkandung didalamnya mempunyai
kesempatan untuk keluar dan magma membeku dengan tiba-tiba. Pumice umumya terdapat
sebagaifragmen yang terlemparkan pada saat gunung api dengan ukuran dari kerikil sampai
bongkah.
Pumice umumnya terdapat sebagai lelehan atau aliran permukaan, bahan lepas, atau
fragmen dalam breksi gunung api. Batu apung dapat pula dibuat dengan cara memanaskan
obsidian, sehingga gasnya keluar. Pemanasan yang dilakukan pada obsidian dari Krakatau,
suhu yang diperlukan untuk megubah obsidian menjadi batu apung rata-rata 880oC. Berat
jenis obsidian yang semula 2,36 turun menjadi 0,416 sesudah perlakuan tersebut oleh sebab
itu mengapung didalam air.

ALBUM PETROGRAFI
GALIH P. ARSYADA
410014131 16
PETROGRAFI BATUAN SEDIMEN
No.1
Jenis batuan : Batuan sedimen
Perbesaran : 30 x

Kuarsa Fosil

Feldspar

Nikol bersilang Nikol sejajar

0 0,5 mm

Pemerian Mikroskopis :
Sayatan tipis batugamping klastik, berwarna putih kecoklatan - krem, klastik, grain suppoted,
dengan komposisi berupa butiran fosil, sedikit detritus feldspar, glaukonit dan mineral opak,
berukuran 0,05 - 0,5mm. Sebagian besar rongga porositas (inter dan intrapartikel) terisi oleh
sparit.

Komposisi Mineral :
 Fosil (60%), tidak berwarna (sudah terekristalisasi)- kecoklatan, relief sedang, bentuk
sebagian besar dalam kondisi utuh, berukuran 0,35 - 0,5mm, bias rangkap ekstrim,

ALBUM PETROGRAFI
GALIH P. ARSYADA
410014131 17
berupa foram plankton dan bentos, foram besar serta pecahan ganggang, hadir merata
dalam sayatan.
 Feldspar (10%), warna putih abu - abu, relief rendah - sedang, indeks bias n<nkb, ukuran
butir 0,1 - 0,5mm, sebagian menampakkan kembaran, bentuk butir menyudut tanggung-
membulat tanggung. Hadir berupa mineral plagioklas
 Glaukonit (4%), kuning kecoklatan, bias rangkap kuat, ukuran 0,1 - 0,3 mm. sebagian
hadir mengisi kamar fosil.
 Mineral opak (1%), hitam, isotrop, relief tinggi, ukuran 0,05 - 0,08mm.
 Mikrit (10%), tidak berwarna, relief bervariasi, berukuran kurang dari 0,02mm, warna
interferensi sangat tinggi - ekstrim, hadir merata dalam sayatan.
 Sparit (15%), tidak berwarna, relief sedang, berukuran 0,02 - 0,3mm, bias rangkap
ekstrim, hadir merata dalam sayatan. Sebagian hadir mengisi rongga porositas batuan.

Penamaan petrografis :
Mixed Forams Lime Packstone (Klasifikasi Dunham, 1962).

PETROGENESIS :
Batuan tersebut terbentuk pada lingkungan yang dipengaruhi oleh arus yang tidak begitu kuat,
dan tidak terlalu cepat. Diendapkan pada wilayah neritik dengan air yang jernih

ALBUM PETROGRAFI
GALIH P. ARSYADA
410014131 18
No.2
Jenis Batuan : Batuan sedimen
Perbesaran : 30 x

Feldspar

Kuarsa

opak

Nikol bersilangNikol sejajar

0 0,5 mm

PEMERIAN PETROGRAFIS:

Sayatan tipis batuan sedimen, coklat muda, tekstur klastik, komposisi didominasi mineral
berukuran lempung (<0,01mm) dengan butiran berupa feldspar, kuarsa,fosil, dan mineral
opak, dengan ukuran butir 0,05-0,1mm, bentuk butir menyudut tanggung-membulat
tanggung, butiran mengambang dalam matrik lempung dan lumpur karbonat.

KOMPOSISI MINERAL:
Feldspar (10%), putih, relief rendah, berukuran 0,05–0,06mm, bentuk menyudut
tanggung, berupa plagioklas .
Kwarsa (5%), tidak berwarna, relief rendah, sudut pemadaman bergelombang,
berukuran 0,05–0,06mm hadir merata dalam sayatan

ALBUM PETROGRAFI
GALIH P. ARSYADA
410014131 19
Fosil (4%), berupa foraminifera plankton dan bentos, ukuran 0,05-0,1mm, kondisi
cangkang sebagian besar dalam keadaan utuh, hadir tidak merata dalam
sayatan. (orbulina universa, globigerina)
Mineral opak (1%), hitam, isotrop, relief tinggi, ukuran 0,05-0,06 mm, bentuk membulat-
membulat tanggung.
Lumpur Karbonat (30%), coklat kekuningan, bias rangkap kuat (ekstrim)
Min Lempung (50%), kecoklatan-hijau, relief bervariasi, berukuran sangat halus, warna
interferensi abu-abu gelap orde I, hadir merata dalam sayatan.

Penamaan petrografis:

Sandy Marl(Klasifikasi Barth et. al. 1939 vide Pettijhon 1975).

Petrogenesis :

Diendapkan oleh arus yang bekerja relatif cukup kuat dan mengalami transportasi yang realtif
jauh. Sedangkan kehadiran mineral karbonat, dan mineral lempung yang bertindak sebagai
matriks dan dengan ukuran butir yang relatif merata antara butiran dengan matrik , sehingga
mencirikan sistim pengendapan suspensi

ALBUM PETROGRAFI
GALIH P. ARSYADA
410014131 20
No.3

Jenis batuan : Sedimen


Perbesaran : 30 x

Nikol bersilang Nikol sejajar

0 0,5 mm

Pemerian Mikroskopis:
Sayatan tipis batugamping klastik, berwarna putih kecoklatan-coklat, klastik, grain suppoted,
dengan sedikit detritus glaukonit, siderite dan mineral opak, berukuran 0,05–1,3mm.
Sebagian besar rongga porositas (inter dan intrapartikel) terisi oleh sparit.
Komposisi Mineral:
 Fosil(60%), tidak berwarna (sudah terekristalisasi)– kecoklatan, relief sedang, bentuk
sebagian besar dalam kondisi utuh, berukuran 0,1–1,3mm, bias rangkap ekstrim,
berupa foram plankton dan bentos, foram besar, serta pecahan ganggang.

ALBUM PETROGRAFI
GALIH P. ARSYADA
410014131 21
 Mineral opak (1%), hitam, isotrop, relief tinggi, ukuran 0,05-0,08mm.
 Mikrit(14%), tidak berwarna, relief bervariasi, berukuran kurang dari 0,02mm, warna
interferensi sangat tinggi – ekstrim, hadir merata dalam sayatan.
 Sparit(25%), tidak berwarna, relief sedang, berukuran 0,02–0,3mm, bias rangkap
ekstrim, hadir merata dalam sayatan.

Penamaan petrografis :
Mixed Fossile lime Packstone (Klasifikasi Dunham, 1962)
Biosparite (Klasifikasi R.L. Folk, 1962)

Petrogenesis :

Batuan tersebut terbentuk pada lingkungan yang dipengaruhi oleh arus yang tidak begitu
kuat, dan tidak terlalu cepat.

ALBUM PETROGRAFI
GALIH P. ARSYADA
410014131 22
No.4
Jenis batuan : Sedimen
Perbesaran : 30 x

Kalsit

Nikol bersilang Nikol sejajar

0 0,5 mm

Pemerian Mikroskopis:
Sayatan tipis batugamping kristalin,berwarna putih kecoklatan- krem, komposisi didominasi
oleh mineral kalsit, berukuran 0,05–0,5mm. Nampak rongga porositas terisi oleh mineral fe
oksida.
Komposisi Mineral:
 Kalsit (100%), tidak berwarna, relief sedang, berukuran 0,02–0,5mm, bias rangkap
ekstrim, hadirmerata dalam sayatan.
Penamaan petrografis :
Crystalline Carbonate (Klasifikasi Dunham, 1962)

Petrogenesis :

Batuan tersebut terbentuk pada lingkungan yang dipengaruhi oleh arus yang tidak begitu
kuat, dan tidak terlalu cepat

ALBUM PETROGRAFI
GALIH P. ARSYADA
410014131 23
No.5
Jenis batuan : Sedimen
Perbesaran : 30 x

Lithik
Opak

Piroksen
Gelas

Feldspar

Nikol bersilang Nikol sejajar

0 0,5 mm
Pemerian Mikroskopis:
Sayatan tipis batuan sedimen / vulkaniklastik, berwarna abu-abu kecoklatan, tekstur klastik,
komposisi tersusun oleh feldspar, lithic (pecahan batuan), piroksen dan mineral opak dengan
butiran berukuran 0,05– 0,25mm, bentuk menyudut tanggung.
Komposisi Mineral:
 Feldspar(65%), putih, relief rendah, indeks bias n>nKb, berukuran 0,1–0,2mm,
bentuk menyudut tanggung, berupa plagioklas.
 Lithic(10%), abu-abu, kecoklatan, berupa pecahan batuan beku (andesit) dan batuan
piroklastik dengan ukuran butir 0,1–0,25 mm, bentuk menyudut tanggung.
 Piroxen(5%), kekuningan, indeks bias n>nKb, relief sedang, pleokroisme lemah,
ukuran butir 0,1-0,2mm, bentuk butir menyudut tanggung, sebagian telah terubah
menjadi klorit berwarna interferensi kebiruan.
ALBUM PETROGRAFI
GALIH P. ARSYADA
410014131 24
 Min opak(5%), hitam , kedap cahaya, relief sangat tinggi, berukuran 0,05–0,2mm,
bentuk menyudut tanggung.
 Gelas(15%), tidak berwarna, pengamatan dengan menggunakan nikol silang menjadi
gelap, sebagian besar telah terubah menjadi mineral lempung.

Penamaan petrografis :
Feldsphatic Arenite(Klasifikasi Gilbert 1954)
Tuffaceous Feldsphatic Arenite (Klasifikasi Dott 1964 Vide Gilbert, 1982 (modifikasi))
Tuffaceous Feldsphatic Arenite (Klasifikasi Pettijohn, 1972 (modifikasi))

Petrogenesis :

Piroklastik hembusan dengan campuran bahan reworking batuan lain. Yang kemudian
diendapkan pada suatu cekungan dan terlitifikasi membentuk batuan

ALBUM PETROGRAFI
GALIH P. ARSYADA
410014131 25
No. 6.
Jenis Batuan : Sedimen
Perbesaran : 40 X

0 0,5 mm
Keterangan : 1. Lithic 2.Fosil 3.Kuarsa 4. Micrite 5. Min lempung

PEMERIAN MIKROSKOPIS:
Sayatan tipis batuan sedimen, warna kekuningan, tekstur klastik. Ukuran butir 0,04
mm – 0,20 mm. Bentuk butir menyudut tanggung sampai membulat tanggung.Komposisi
terdiri dari fosil, lithic, kuarsa, micrite, dan mineral lempung .

KOMPOSISI MINERAL:
1. Lithic (5 %) : warna putih – kekuningan, relief rendah sampai sedang, bias rangkap kuat.
Ukuran 0,04 mm – 0,1 mm.Bentuk butir menyudut tanggung sampai
membulat tanggung .

2. Fosil (2 %) : warna kekuningan, berupa fosil foram, ukuran butir 0,08 mm – 0,20 mm,
bentuk butir menyudut tanggung sampai membulat tanggung.

3. Kuarsa (4 %) : warna kuning jerami orde I – tak berwarna, relief rendah, indeks bias n >
nKb, ukuran butir 0,04 mm – 0,12 mm, bentuk butir menyudut tanggung
sampai membulat tanggung.

ALBUM PETROGRAFI
GALIH P. ARSYADA
410014131 26
4. Micrite (5 %) : warna kekuningan, relief rendah, bias rangkap kuat

5. Mineral lempung (84 %) :warna kecoklatan, relief rendah, pada pengamatan dengan nikol
silang menjadi gelap

.
Nama Mikroskopis : Claystone (Klasifikasi Pettijohn, 1975 dimodifikasi)

Petrogenesis :

Diendapkan oleh arus yang bekerja relatif cukup kuat dan mengalami transportasi yang realtif
jauh.

ALBUM PETROGRAFI
GALIH P. ARSYADA
410014131 27
No. 7
Jenis Batuan : Sedimen
Perbesaran : 40 X

0 0,5 mm
Keterangan : 1. Intraclast 2.Fosil 3.Min lempung 4. Micrite

Pemerian mikrokopis:
Sayatan tipis batuan sedimen, warna kekuningan, tekstur klastik.Struktur pararel
laminasi.Komposisi didominasi oleh mineral lempung, micrite, dengan sedikit fosil, dan
intraclast.

Komposisi mineral:
1. Intraclast (12 %) : warna putih – kekuningan, relief rendah sampai sedang, bias rangkap
kuat. Ukuran 0,04 mm – 0,2 mm.Bentuk butir menyudut tanggung
sampai membulat tanggung.

2. Fosil (5 %) : warna kekuningan, berupa fosil foram, ukuran butir 0,2 mm – 0,3 mm,
bentuk butir membulat sampai membulat tanggung.

ALBUM PETROGRAFI
GALIH P. ARSYADA
410014131 28
4. Mineral Lempung (38 %) : warna kecoklatan, relief rendah, pada pengamatan dengan nikol
silang menjadi gelap.

5. Micrite (45 %) : warna kekuningan, relief rendah, bias rangkap kuat.

Nama Mikroskopis : Marl(Klasifikasi Barth, Correns, Eskola, 1939 dalam Pettijohn 1975)

Petrogenesis :

Batuan tersebut terbentuk pada lingkungan yang dipengaruhi oleh arus yang tidak begitu
kuat, dan tidak terlalu cepat

ALBUM PETROGRAFI
GALIH P. ARSYADA
410014131 29
PETROGRAFI BATUAN METAMORF

1. PENGAMATAN MIKROSKOPIS PHYLIT

Pengamatan PPL Pengamatan XPL

Pemerian Petrografis

Sayatan tipis batuan metamorf; warna hijau tua, struktur; foliasi, tekstur; sekiss, disusun oleh
mineral klorit, kuarsa, calsit, min. lempung.

Komposisi Mineral :

1. Klorit (65%) : berwarna hijau, bentuk butiran anhedral


2. Kuarsa (20%) : berwarna putih, bentuk butiran subhedral
3. Kalsit (10%) : berwarna coklat, bentuk butiran subhedral
4. Min. lempung (5%) : berwarna hitam, bentuk butiran anhedral

Nama Batuan : Filit ( Menurut klasifikasi Williams, 1982 )

ALBUM PETROGRAFI
GALIH P. ARSYADA
410014131 30
2. PENGAMATAN MIKROSKOPIS GNEISS:

Pengamatan PPL Pengamatan XPL

Deskripsi :

Gneiss berbutir sangat kasar dapat mencapai beberapa milimeter dan memperlihatkan
foliasi.Batuan ini didominasi oleh mineral granular dengan sedikit mineral pipih yang
menjajar. Ahli Eropa menggunakan gneiss sebagai batuan yang kasar, sedikit kandungan
mikanya, derajattinggi. Istilah ortoqenes dipakai untuk gneiss yang berasal dari batuan beku
dan paraqenesuntuk gneiss yang berasal dari batuan sedimen. Pada kenyataannya batas antara
batuan-batuan tersebut sangat berangsur.

Batuan gneiss ini berwarnahitam keputihan,struktur geneisa yaitu struktur dimana


jumlah mineral-mineral yang granular relatif lebih banyak dari mineral-mineral
pipih,mempunyai sifat banded dan mewakili metamorfosa regional drajat tinggi,tekstur
granoblastikyaitu tekstur batuan metamorf pada batuan yang terdiri dari mineral-mineral
yangmembentuk butiran yang seragam,seperti kwarsa,kalsit,garnet,dan lain-lain.sedangkan
komposisi mineralnya:Mineral stres terdiri dari hornblende danmika sedankan anti stress:
plagioklas dan kwarsa.

ALBUM PETROGRAFI
GALIH P. ARSYADA
410014131 31
3. PENGAMATAN MIKROSKOPIS MARMER :

Pengamatan PPL Pengamatan XPL

Deskripsi :

Batuan marmer adalah batuan metamorf yang terdiri dari metamorfikyang berasal
dari batugamping atau dolomite. Dimana batuanmetamorf adalah batuan yang berasal dari
batuan induk, bisa batuan beku,batuan sedimen, maupun batuan metamorf sendiri yang
mengalami metamorfosa. namabatuan sayatan di atas adalah marmer. Perlu kita ketahui
marmer (marble) batuanmetamorfik yang berasal dari batugamping atau dolomit. Kalsit
merupakanmineral utam dalam batuan tersebut, mempunyai bentuk equidimensional,oleh
karnanya marmer menujukkan struktur non foliasi. Mineral-mineralnyamempunyai butiran
kasar dan saling interlocking. Pita-pita berwarna padamarmer disebabkan oleh pengotoran
oleh material organik atau pengotor laindari batuan asalnya. Asal-usul batuan metamorf
sangat kompleks danmerupakan masalah yang sulit dijelaskan. Satu macam batuan asal
dapatberubah menjadi berbagai macam batuan metamorf tergantung intensitas atau derajat
metamorfosisnya. Sebagai contoh : gamping dapat berubah menjadimarmer, sekis dapat
berubah menjadi gneiss. Proses metamorfosis regionalmencakup perubahan dalam skala
besar didalam masa batuan yang tebal dimana terjadi rekristalisasi secara sistematik dan
dapat dipastikan, karna dikontrol oleh kenaikan temperatur dan tekanan. Dengan dasar

ALBUM PETROGRAFI
GALIH P. ARSYADA
410014131 32
tersebut batuanmetamorfik regional ternyata memperlihatkan zona metamorfik yang
berbeda.Perbedaan tersebut dapat didefinisikan berdasarkan beberapa indeks mineral.

4. PENGAMATAN MIKROSKOPIS SEKIS:

Pengamatan PPL Pengamatan XPL

Deskripsi :

Sekis ditandai oleh penjajaran mineral pipih berukuran > 1 mm sehingga mudah
dikenali dengan mata telanjang. Pada sekis tampak bahwa kehadiran mineral pipih lebih
melimpah dibandingkan mineral granular.

Batuan ini merupakan jenis batuan metamorf karena pembentukannya melalui proses
metamorfosa suatu batuan induk. Batuan induk bisa berasal dari batuan beku, sedimen atau
batuan metamorf itu sendiri. Bahwa batuan ini terbentuk melalaui proses rekistralisai di
dalam kerak bumi yang keseluruhan atau sebagian besar terjadi dalam keadaan padat, yaitu
tanpa melalui fasa cair, sehingga terbentuk struktur akibat pengarruh temperatur dan tekanan.

Batuan sekis ini memliki warna coklat warnanya sangat sangat mencolok, selanjutnya
prakrtikan mengamati struktur dari batuan sekis, batuan ini memiliki struktur foliasi-skistosa.
Struktur yang menunjukan kesan sejajar karena terorientasi mineral pipih terbaentuk dari
butiran yang berukuran sedang. Setelah mengamati struktur, kemudian praktikan mengamati
tekstur dari batuan, untuk teksur setelah di amati termasuk dalam golongan tekstur

ALBUM PETROGRAFI
GALIH P. ARSYADA
410014131 33
lapidoblastik yaitu dengan susunan mineral yang saling sejajar searah dengan mineral pipih.
Batu ini juga memiliki kekerasan <2, setelah di amati batuan ini memiliki komposisi mika.

5. PENGAMATAN MIKROSKOPISS SLATE:

Pengamatan PPL Pengamatan XPL

Deskripsi :

Slate adalah batuan metamorf derajat sangat rendah, disusun oleh mineral pilosilikat
sangat halus tersusun membentuk orentasi kesejajaran yang memperlihatkan lembaran.
Batuan metamorf yang berasal dari batuan sedimen berbutir halus, misalnya serpih yang
berubah karena tekanan dan suhu tinggi.

ALBUM PETROGRAFI
GALIH P. ARSYADA
410014131 34
6. PENGAMATAN MIKROSKOPIS MILONIT:

Pengamatan PPL Pengamatan XPL

Deskripsi :

Milonit merupakan batuan metamorf kompak. Terbentuk oleh rekristalisasi dinamis


mineral-mineral pokok yang mengakibatkan pengurangan ukuran butir-butir batuan. Butir-
butir batuan ini lebih halus dan dapat dibelah seperti schistose.

ALBUM PETROGRAFI
GALIH P. ARSYADA
410014131 35
7. PENGAMATAN MIKROSKOPIS HORNFELS:

Pengamatan PPL Pengamatan XPL

Deskripsi :

Hornfels adalah batuan metamorf yang terbentuk dari kontak


antara batulumpur / serpih, atau batu tanah liat lain yang kaya, dan panas beku tubuh, dan
merupakan-diubah setara panas dari batu asli. Proses ini disebut metamorfosis kontak.

Hal ini sering sulit untuk mengidentifikasi hornfels tanpa pengamatan mikroskopis,
atau pengetahuan dasar yang dengan magma tubuh, seperti yang biasanya non-memaparkan
di tangan spesimen . Bawah mikroskop struktur hornfels sangat khas, dengan kecil, umumnya
equigranular , butiran mineral pas erat seperti fragmen dari sebuah mosaik atau perkerasan
kasar.

ALBUM PETROGRAFI
GALIH P. ARSYADA
410014131 36
8. PENGAMATAN MIKROSKOPIS SERPENTINIT:

Pengamatan PPL Pengamatan XPL

Deskripsi :

Batuan Serpentinit merupakan batuan metamorf yang terbentuk dari mineral serpentin
akibat perubahan basalt dasar laut yang bertekanan tinggi pada temperatur rendah. Mineral
serpentin tergolong dalam kelas mineral Silikat yaitu Phyllosilicates. Batuan Serpentinit
sering digunakan untuk batu hias dan dipakai untuk industri mineral. Batuan ini banyak
ditemukan di negara Swedia, Italia, Rusia, di wilayah California, dan pertambangan Norberg.
Mineral Serpentin mengandung chrysotile yaitu mineral serpentin yang mengkristal
membentuk serat tipis yang panjang.

Mineral serpentin memiliki beberapa senyawa kimia antara lain:


 Antigorite; (Mg, Fe)3 Si2 O5 (OH)4
 Clinochrysotile; Mg3 Si2 O5 (OH)4
 Lizardite; Mg3 Si2 O5 (OH)4
 Orthochrysotile; Mg3 Si2 O5 (OH)4
ALBUM PETROGRAFI
GALIH P. ARSYADA
410014131 37
 Parachrysotile; (Mg,Fe)3 Si2 O5 (OH)4

9. PENGAMATAN MIKROSKOPIS GRANULIT:

Pengamatan PPL Pengamatan XPL

Deskripsi :

Granulites adalah media untuk berbutir metamorfosa-kasar yang telah mengalami


metamorfosis suhu tinggi, terutama terdiri dari feldspar kadang-kadang dikaitkan dengan
kuarsa dan mineral ferromagnesian anhidrat, dengan tekstur granoblastic dan gneissose ke
struktur masif. Mereka adalah kepentingan khusus untuk ahli geologi karena banyak
granulites merupakan contoh dari kerak benua dalam

ALBUM PETROGRAFI
GALIH P. ARSYADA
410014131 38
10. PENGAMATAN MIKROSKOPIS MIGMATIT:

Pengamatan PPL Pengamatan XPL

Deskripsi :

Batuan ini memiliki nama migmatit, terbentuk oleh proses pelelehan parsial akibat
deformasi regional. Singkapan batuan Komplek Kobipoto menampakan gejala terkoyak kuat
dan memperlihatkan struktur agmatit, stromatik, ptigmatit, dan nebulit. Pada pengamatan
mikroskopi batuan memperlihatkan struktur sekistose dan gneissose dengan tekstur relik,
kristaloblastik, granoblastik dan tekstur khusus antara lain grafik, perlit, mirmekitik,
poikiloblastik, lepidobtastik, nematoblastik, dan augen. Mineral penyusun batuan antara lain
plagioklas, k-felspar, kuarsa, piroksin, gamet, silimanu, kordirit, safirin, muskovit,
hornblenda, dan biotit.

ALBUM PETROGRAFI
GALIH P. ARSYADA
410014131 39
11. PENGAMATAN MIKROSKOPIS EKLOGIT:

Pengamatan PPL Pengamatan XPL

Deskripsi :

Eclogite adalah yang mantap mafik batuan metamorf kasar. Eclogite ini menarik
minat setidaknya untuk dua alasan. Pertama, membentuk pada tekanan yang lebih besar
daripada yang khas dari kerak bumi. Kedua, yang padat batuan yang luar biasa, eclogite dapat
memainkan peran penting dalam mendorong konveksi dalam bumi padat.

Batuan segar bisa mencolok dalam penampilan, dengan merah garnet merah muda
(almandine-pyrope) dalam matriks hijau kaya piroksen natrium. Aksesori mineral termasuk
kyanite, rutil, kuarsa, lawsonite, coesite, amphibole, phengite, paragonit, zoisite, dolomit,
korundum, dan, jarang, berlian. Plagioklas tidak stabil di eclogites. Glaukofan dan titanite
(sphene) yang terbentuk dalam eclogite karena penurunan tekanan selama penggalian batu,
atau mungkin lebih awal terbentuk mineral yang tidak sepenuhnya bereaksi menjauh.

ALBUM PETROGRAFI
GALIH P. ARSYADA
410014131 40
DAFTAR PUSTAKA

- Anonimus. 2008. Modul Praktikum Petrologi. Laboratorium Petrologi dan Endapan


Mineral. Bandung: Departemen Teknik Geologi ITB.
- Boggs, S. Jr. 1987. Principles of Sedimentary and Stratigraphy. Merril Publishing
Company, Columbus.
- Dunham, R. J., 1962, Classification of carbonate rocks according to depositional
texture. In: Ham, W. E. (ed.), Classification of carbonate rocks: American
Association of Petroleum Geologists Memoir, p. 108-121.
- Koesoemadinata,R.P.. 1981. Prinsip-prinsip Sedimentasi, ITB. Bandung.
- Pettijohn, F.J. 1975. Sedimentary Rocks. Ed. III. New York: Harper and Row
Publishers. Inc.
- Tucker, M. E., 2003, Sedimentary rock in the field, John Wiley & Sons, England
- Williams, Turner and Gilbert, 1982, Petrography – An introduction to the Study of
Rock in Thin Section, 2nd Edition, New York.

ALBUM PETROGRAFI
GALIH P. ARSYADA
410014131 41