Anda di halaman 1dari 5

ANALISA JURNAL

KEPERAWATA MEDIKAL BEDAH

I. Subtansi Penelitian
1.1 Judul Penelitian
Hubungan Tingkat Pengetahuan Perawat dengan Tindakan Keperawatan pada
Pasien Pasca Operasi dengan Genaral Aenesthesia di ruang Pemulihan IBS
RSD dr. Soebandi Jember
1.2 Tahun Penelitian
Sepetember 2013
1.3 Nama Peneliti
Riezky Dwi Erlawan
Wantiyah
Anisah Ardiana
1.4 Lokasi Penelitian
Ruang Pemulihan IBS RSD dr. Soebandi Jember
1.5 Alamat Jurnal
Jurnal Pustaka Kesehatan, Vol.1 (no.1), September 2014
1.6 Metode
Penelitian ini menggunakan desain studikorelasi, dengan jenis penelitian
analitikobservasional dengan menggunakan metodependekatan cross-
sectional. Teknik sampeldalam penelitian ini adalah total sampling dengan
responden 20 perawat yang dinas diruang pemulihan
II. Analisa PICO
1. Problem
Jurnal ini meneliti tentang Hubungan Tingkat Pengetahuan Perawat dengan Tindakan
Keperawatan pada Pasien Pasca Operasi dengan General Anastesi di Ruang
Pemulihan IBS RSD dr. Soebandi Jember. Individu dengan masalah perawatan
kesehatan yang memerlukan intervensi pembedahan biasanya menjalani prosedur
pembedahan dengan pemberian anastesi lokal, regional atau umum.Pasien yang baru
menjalani tindakan pembedahan selanjutnya di bawa keruang pemulihan, pasien di
ruang pemulihan dilakukan pengkajian pasca operasi.

Tingkat pengetahuan perawat yang kurang dapat menyebabkan komplikasi dan


keluhan yang membahayakan bagi pasien sehingga dapat menyebabkan kematian.
Penatalaksanaan pasca operasi dan pemulihan dari anastesi sagat memerlukan
pengetahuan dan keterampilan keperawatan yang professional. Dimana semakin
tinggi pendidikan seseorang, menunjukan tingkat pengetahuan yang lebih baik.
Pengetahuan merupakanf aktor yang berpengaruh dalam melakukan tindakan
keperawatan. Pengetahuan yang lebih baik dari perawat tindakan baik yang dilakukan
oleh perawat dalam menangani pasien pasca operasi. Sampel penelitian berjumlah 34
orang dengan memenuhi kriteria inklusi.

2. Intervention
Jenis penelitian ini menggunakan desain studi korelasi, dengan jenis penelitian
analitik observasional dengan menggunakan metode pendekatan cross-sectional.
Teknik sampel dalam penelitian ini adalah total sampling dengan responden 20
perawat yang dinas di ruang pemulihan dengan memenuhi criteria inklusi perawat
yang dinas di ruang pemulihan IBS RSD dr. Soebandi Jember. Peneliti melakukan
observasi selama 30 hari, mulai dari pukul 08.00-14.00 WIB. Dalam 1 minggu
peneliti dating untuk melakukan observasi hanya 3x (senin, selasa dan kamis). Setiap
perawat mempunyai tanggung jawab terhadap 2 pasien. Peneliti mengobservasi 4-5
perawat dalam 1 hari. Setiap perawat dilakukan 2x observasi pada hari yang berbeda.
Penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2012 sampai Juli 2013.
3. Comparation
Hasil penelitian ini sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh Notoatmojo yang
menyatakan bahwa pengetahuan merupakan hasil dari pengindraan terhadap suatu
obyek tertentu, pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat tinggi
untuk terbentuknya tindakan seseorang.

Penelitian ini juga sejalan dengan Rahardyan dan Murdeani bahwa semakin tinggi
tingkat pengetahuan responden tentang keperawatan pasca operasi maka semakin baik
dalam melakukan tindakan keperawatan pasca operasi.

4. Outcome
Pengetahuan yang didapatkan oleh responden sangat berpengaruh terhadap tindakan
yang dilakukan oleh perawat dalam melakukan tindakan pasca operasi. Semakin baik
pengetahuan perawat maka semakin baik pula tindakan yang dilakukan oleh perawat
terhadap penanganan pasca operasi. Pengetahuan tidak selamanya didapatkan dari
pendidikan tetapi bias diperoleh melalui pelatihan maupun seminar. Saran penelitian
ini adalah untuk bahan pertimbangan rumah sakit untuk merancang kebijakan
pelayanan keperawatan dalam menentukan standar operasional prosedur penanganan
perioperatif khususnya pasca operasi, dengan cara melakukan pendidikan atau
pelatihan berkelanjutan sehingga tingkat pengetahuan dan tindakan keperawtan
menjadi lebih baik.

III. Kelebihan dan Kekurangan


3.1 Abstrak
Menurut hidayat (2014), cara penulisa abstrak adalah ada kalimat pengantar
tentang alasan mengapa penelitian tersebut dilakukan, memaparkan secara
ringkas metode penelitian, hasil utama, dan adanya kesimpulan. Serta abstrak
dituliskan satu spasi dalam satu paragraf, dengan menggunakan kata yang
mudah dimengerti dan menarik.
Kelebihan: dalam abstrak jurnal ini sudah dicantumkan pengantar alasan
mengapa penelitian ini dilakukan, metode penelitian, hasil utama dan
kesimpulan.
Kekurangan:-
3.2 Pendahuluan
Meunrut Hidayat (2014 : 15), pada umumnya pokok yang ditulis dalam latar
belakang harus memandang 4 unsur yaitu pentingnya masalah, unsur skala
masalah, unsur kronologis, dan unsur solusi masalah.
Kelebihan: dalam pendahuluan jurnal ini sudah mencantumkan pentingnya
masalah, unsur kronolis masalah dan solusi masalah.
Kekurangan: dalam pendahuuan jurnal ini tidak mencantumkan unsur skla
masalah
3.3 Metode peneitian
Menurut Hidayat (2014: 18), metode penelitian harus diuraikan scara rinci
seperti variabel penelitian, populasi, sampel, dan tekhnik sampling, jenis data
dan sumber data, alat pengumpul;an data, analisis data, jenis dan rancangan
penelitian.
Kelebihan : dalam jurnal ini sudah dicantumkan sampel, teknik sampling,
rancangan dan desain penelitian, alat pengumpulan data, analisa data.
Kekurangan : dalam metode jurnal ini tidak menyebutkan variabel penelitian.
3.4 Teori dan Hasil Pembahasan
Menurut Nursallam (2014 : 410), isi dari hasil penelitian meliputi pengantar,
gambaran umum lokasi penelitian, penyajian karakteristik data umum,
penyajian hasil yang diukur.
Menurut Nursallam (2014 :410), isi pembahasan meliputi : fakta berdasarkan
hasil penelitian, teori, opini.
3.5 Kesimpulan dan Saran
Menurut Hidayat (2014 : 173), kesimpulan berisikan dari tujuan atau
pertanyaan masalah.
Kelebihan: dalam kesimpulan jurnal penelitian ini sudah berisikan dari tujuan
tentang penelitian tersebut
Kekurangan:
Menurut Hidayat (2014 : 174), saran diberikan untuk pemngembangan ilmu
keperawatan, instansi, peneliti, dan kelanjutan penelitian.
Kelebihan : dalam saran jurnal ini sudah mencantumkan saran baik untuk
pengembangan ilmu keperawatan, instansi penelian, dan kelanjutan peneliian.
Kekurangan :
3.6 Daftar Pustaka
Menurut Hidayat (2014 : 174) ketentuan penulisan daftar pustaka sebagai
berikut :
Daftar pustaka disusun secara alfabetis menurut abjad pengarang, nama
belakang dibalik dengan diberi tanda koma, dan tidak diberi nomor urut.
Jarak antara satu dengan baris berikutnya adalah spasi dan jarak antara sumber
dengan sumber lainnya adalah dua spasi. Jika lebih dari satu baris maka baris
selanjutnya ditulis menggantung.
Urutan penulisannya adalah nama penulis tanpa gelar akademik , tahun terbit,
judul buku ditulis tebal atau miring, kota terbit, dan nama penerbit.
Kelebihan :
Kekurangan : dalam daftar pustaka jurnal ini tidak sesuai dengan teori, seperti
nama belakang di balik tanpa diberi tanda koma, tidak sesuai urutan, dimana
tahun sehrusnya urutan kedua setelah nama pengaranag, judul buku tidak di
cetak tebal atau miring, tidak di urutkan secara alfabet dan diberi nomor urut.

IV. Kritikal Thingking


Pada jurnal ini tidak menekankan secara spesifik tentang pengetahuan perawat
terhadap penanganan pasien pasca operasi gineral anastesi.

V. Implikasi
5.1 Menambah bahan ajar pemberian materi khususnya area keperawatan klinik
preoperatif
5.2 Sebagai bahan pertimbangan rumah sakit untuk merancang kebijakan
pelayanan keperawatan dalam menentukan standart operasional prosedur