Anda di halaman 1dari 3

OMEGA

Jurnal Fisika dan Pendidikan Fisika


Vol 1, No 1 (2015) ISSN: 2443-2911

Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Means Ends Analysis (MEA)


Terhadap Hasil Belajar Fisika

Tri Isti Hartini1 , May Lianti2

1,2
Program Studi Pendidikan Fisika, Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA, Jakarta

E-mail: 1 zainisti@yahoo.com

Abstrak

Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 14 Bekasi Kelas X pada semester genap tahun ajaran
2012/2013, selama 1 bulan dimulai dari bulan April sampai dengan Mei 2013. Metode yang digunakan
dalam penelitian ini adalah metode Pre Experimental Design, dengan populasi target penelitian adalah
seluruh siswa SMA Negeri 14 Bekasi, sedangkan populasi terjangkaunya adalah siswa kelas X-7. Teknik
sampling penelitian menggunakan teknik Purposive Sample (sampel bertujuan) dengan sampel 30 siswa.
Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian berupa tes uraian yaitu sebanyak 10 soal
yang valid (product moment) dan reliabel (alpha). Perhitungan uji normalitas dengan menggunakan
uji Lilliefors pada taraf 0,05, sedangkan uji homogenitas menggunakan uji Barlet. Dari hasil uji nor-
malitas pada kelas eksperimen didapat Lhitung = 0, 077 dan Ltabel = 0, 161, karena Lhitung < Ltabel ,
berarti hipotesis nol (H0 ) diterima. Dan kesimpulannya adalah sampel yang digunakan berasal dari pop-
2
ulasi yang berdistribusi normal. Sedangkan hasil homogenitas diperoleh nilai Xhitung = 10, 4208 dengan
2
Xtabel = 42, 557 pada taraf signifikan 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa data homogen. Berdasarkan
nilai yang didapat dari tabel t dengan taraf signifikasi α = 0, 05 dan derajat kebebasan dk = 29 didapat
ttabel = 1, 700. Karena thitung > ttabel = 2, 789 > 1, 700 maka H0 ditolak. Dengan demikian H1 diterima
yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh penerapan model pembelajaran MEA terhadap hasil belajar
fisika.
Kata kunci: model pembelajaran MEA, hasil belajar.

Pendahuluan egori rendah. Kemudian dari hasil pengamatan saat


Fisika sebagai ilmu pengetahuan yang berusaha proses pembelajaran siswa cenderung kurang aktif,
menguraikan serta menjelaskan hukum-hukum hal ini karena sedikit siswa yang bertanya mengenai
alam dan kejadian alam dengan gambaran menu- materi dan juga hanya sedikit siswa yang menjawab
rut pikiran manusia. Hal ini seharusnya bisa men- pertanyaan yang diajukan oleh gurunya di kelas. Ini
jadi salah satu mata pelajaran yang menyenangkan menyebabkan siswa tidak memahami konsep ma-
karena siswa dapat menumbuhkan kemampuan teri fisika dengan baik dan cenderung menganggap
berpikir, bekerja dan bersikap ilmiah dalam mer- bahwa fisika itu sulit yang berdampak pada rendah-
ancang atau membuat suatu karya ilmiah. Tetapi nya hasil belajar fisika.
kenyataannya siswa tidak menyenangi pelajaran Salah satu penyebab dari ketidakpahaman siswa
fisika. Siswa mengalami beberapa kesulitan dalam tentang fisika adalah karena seringnya guru meng-
memahami rumus-rumus fisika. Hal ini terbukti gunakan model pembelajaran konvensional dalam
dari data hasil ulangan harian mata pelajaran fisika proses pembelajaran sehingga menyebabkan siswa
pada bab sebelumnya yaitu Suhu dan Kalor, pada tidak berperan aktif dalam pembelajaran.
skala 0-100 diperoleh nilai terendah yang dicapai Model yang sering digunakan dalam pembela-
siswa adalah 36, nilai tertinggi yang dicapai siswa jaran adalah model konvensional dan penugasan
adalah 75, dan jumlah siswa yang mencapai KKM berupa pemberian contoh soal. Sehingga pembe-
adalah 10 siswa yang berarti hanya 33% dengan kat- lajaran lebih terpusat pada guru (teacher center)

20
OMEGA
Jurnal Fisika dan Pendidikan Fisika
Vol 1, No 1 (2015) ISSN: 2443-2911

dan siswa lebih berperan sebagai penerima infor- tiflah yang paling banyak dinilai oleh para guru di
masi, mencatat dan mendengarkan apa yang disam- sekolah karena berkaitan dengan kemampuan para
paikan oleh guru, yang akhirnya berimplikasi pada siswa dalam menguasai isi bahan pengajaran.
rendahnya hasil belajar siswa. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa hasil
Berangkat dari masalah tersebutlah, penulis belajar fisika merupakan pengetahuan kompleks
tergerak untuk melakukan penelitian agar dida- yang diperoleh seorang siswa setelah mendapatkan
patkan model pembelajaran alternatif yang lebih pelajaran fisika yang dievaluasi mealui seperangkat
efektif dan efisien pada pembelajaran fisika. Model soal atau tes hasil belajar. Seorang siswa dapat
pembelajaran Means Ends Analysis (MEA) dapat dikatakan berhasil dalam pelajaran fisika apabila
menjadi salah satu alternatif solusi model yang dit- telah memenuhi ketuntasan dari setiap indikator
erapkan. MEA adalah suatu proses untuk memec- yang disesuaikan dengan keseluruhan ranah.
ahkan masalah ke dalam dua atau lebih sub tu-
juan. Sehingga model ini merupakan pengem-
B. Hakekat MEA
bangan dari metode pemecahan masalah (problem
Secara terminologi MEA terdiri dari tiga un-
solving) hanya saja setiap masalah yang dihadapi
sur kata yakni: means berarti banyaknya cara, end
dipecah menjadi sub-sub masalah yang lebih seder-
adalah akhir atau tujuan, dan analysis yang berarti
hana kemudian pada akhirnya dikoneksikan kem-
analisis atau menyelidiki secara sistematis. Jadi,
bali menjadi sebuah tujuan utama. Sehingga siswa
MEA secara bahasa dapat diartikan sebagai strategi
lebih mampu meningkatkan kemampuan pemeca-
untuk menganalisis permasalahan dengan banyak
han masalah, selain itu siswa mampu berfikir kre-
cara untuk mencapai tujuan akhir yang diinginkan.
atif, cermat dan mampu berfikir analisis.
Model pembelajaran ini adalah variasi dari pem-
Pada penelitian ini penulis akan melakukan se-
belajaran dengan pemecahan masalah dengan sin-
buah penelitian untuk mengetahui apakah terdapat
taks: sajikan materi dengan pendekatan pemeca-
pengaruh model pembelajaran MEA terhadap hasil
han masalah berbasis heuristik, elaborasi menjadi
belajar fisika siswa khususnya dalam pokok bahasan
sub-sub masalah yang lebih sederhana, identifikasi
Listrik Dinamis.
perbedaan, susun sub-sub bab masalah sehingga
terjadi konektivitas, pilih strategi solusi.
Perumusan Masalah MEA adalah heuristik yang lebih canggih dari
Apakah terdapat pengaruh penerapan model hill climbing karena tidak bergantung pada ke-
pembelajaran MEA terhadap hasil belajar fisika samaan sederhana untuk tujuan. Heuristik ini ter-
siswa. diri dari langkah-langkah berikut:
(1) Mengidentifikasi perbedaan antara kondisi saat
ini dan tujuan akhir (subgoal).
Kajian Teori (2) Menemukan operator (cara) yang akan meng-
A. Hakekat Hasil Belajar Fisika hapus (atau mengurangi) perbedaan.
(3) Jika operator bisa langsung diterapkan,
Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan
melakukannya atau jika operator tidak dapat
yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengala-
langsung diterapkan, menetapkan subgoal untuk
man belajarnya. Jadi berhasil atau tidaknya proses
menghilangkan hambatan yang mencegah pelak-
belajar nantinya akan ditunjukkan melalui hasil be-
sanaan operator yang diinginkan.
lajar. Hasil belajar tiap siswa di kelas terkumpul
(4) Ulangi cara 1 sampai 3 sampai masalah disele-
dalam himpunan hasil belajar kelas. Hasil belajar
saikan.
mempunyai peranan penting dalam proses pembe-
lajaran. Proses penilaian terhadap hasil belajar da-
pat memberikan informasi kepada guru tentang ke- Hasil dan Pembahasan
majuan siswa dalam upaya mencapai tujuan-tujuan
A. Pengujian Persyaratan Analisis
belajarnya melalui kegiatan belajar. Selanjutnya
dari informasi tersebut guru dapat menyusun dan 1. Uji Normalitas
membina kegiatan-kegiatan siswa lebih lanjut, baik Uji normalitas yang digunakan untuk kelas
untuk keseluruhan kelas maupun individu. eksperimen dan kelas kontrol yaitu uji Lilliefors
Hasil belajar dapat dikelompokkan ke dalam pada taraf signifikan α = 0, 05. Berdasarkan per-
tiga domain, yaitu kognitif, afektif dan psikomotor. hitungan dan kriteria pengujian, diperoleh harga
Ketiga ranah tersebut menjadi objek penilaian hasil Lhitung sebesar 0,077. Harga Ltabel pada taraf sig-
belajar. Di antara Ketiga ranah itu, ranah kogni- nifikansi α = 0, 05 untuk n = 30 adalah 0,161,

21
OMEGA
Jurnal Fisika dan Pendidikan Fisika
Vol 1, No 1 (2015) ISSN: 2443-2911

karena Lhitung pada hasil pengujian lebih kecil dari tolaknya H0 dan diterimanya H1 dari pengujian
Ltabel (Lhitung = 0, 077 < 0, 161 = Ltabel ) maka hipotesis uji t pada taraf signifikansi α = 0, 05 da-
dapat disimpulkan bahwa data kelas eksperimen pat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penera-
berdistribusi normal. pan hasil belajar fisika siswa yang diterapkan model
pembelajaran MEA pada pokok bahasan listrik di-
namis.
2. Uji Homogenitas
Pada proses penerapan pembelajaran MEA
Uji homogenitas dilakukan dengan menggu-
guru terlebih dahulu menjelaskan aturan-aturan
nakan uji Barlet pada taraf signifikan α = 0, 05.
yang digunakan agar pelaksanaan belajar kelom-
Berdasarkan perhitungan dan kriteria pen- poknya berjalan tertib dan lebih efektif. Un-
2
gujian, diperoleh harga Xhitung = 10, 4208. tuk setiap proses belajar mengajarnya guru harus
Berdasarkan tabel chi-kuadrat, untuk derajat kebe- mampu mengarahkan dan terus membimbing siswa
basan dk = k−1 = 30−1 = 29 dan taraf signifikansi sehingga tidak keluar dari materi yang diajarkan.
2
α = 0, 05 maka didapat Xtabel = 42, 557.
2 2
Karena Xhitung = 10, 4208 ≤ 42, 557 = Xtabel ,
maka H0 diterima pada taraf signifikansi α = 0, 05. Referensi
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sam- [a] I.K. Ahmadi et al., Strategi Pembelajaran
pel pada kelas eksperimen mempunyai kondisi yang Sekolah Terpadu (Prestasi Pustaka, Jakarta,
homogen. 2010).
[b] Z. Arifin, Evaluasi Pembelajaran: Prinsip
Teknik Prosedur (PT Remaja Rosdakarya,
B. Pengujian Hipotesis Bandung, 2011).
Pada pengujian hipotesis digunakan rumus uji [c] S. Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pen-
t pada taraf signifikan α = 0, 05 dari hasil pengu- dekatan Praktik (Rineka Cipta, Jakarta,
jian diperoleh thitung = 2, 789 sedangkan pada taraf 2010).
signifikansi dengan derajat kebebasan dk = 29 se- [d] Dimyati dan Mudjiono, Belajar dan Pembela-
hingga diperoleh ttabel = 1, 700. jaran (Rineka Cipta, Jakarta, 2009).
Karena thitung = 2, 789 > 1, 700 = ttabel berarti [e] Giancoli, Fisika (Erlangga, Jakarta, 2001).
hipotesis penelitian (H1 ) diterima dan hipotesis
[f] K.J. Holyok dan R.G. Morrison, The Cam-
(H0 ) ditolak. Dengan demikian menyatakan bahwa
bidge Handbook of Thinking and Reasoning
terdapat pengaruh hasil belajar fisika siswa yang
(Cambridge University Press, 2005).
diberikan model pembelajaran MEA pada pokok
[g] M. Kanginan, Fisika untuk SMA Kelas X
bahasan listrik dinamis.
KTSP 2006 (Cambridge University Press,
UK, 2005).
Kesimpulan dan Saran [h] M.N. Ghufron, R. Risnawita, Gaya Belajar
Dari hasil perhitungan uji statistik hipotesis Kajian Teoritik (Pustaka Pelajar, Yogyakarta,
dengan uji t, didapatkan hasil perhitungan uji 2012).
hipotesis thitung = 2, 789 > 1, 700 = ttabel , maka [i] W.E. Michael, T.K. Mark, Cognitive Psychol-
dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian (H1 ) ogy A students Handbook (Psycology Press,
diterima dan tolak hipotesis (H0 ). Dengan di- New York, 2002).

22