Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM

ELEKTRONIKA II
“DIGITAL TO ANALOG CONVERTER DAN DEKODER”

Tanggal Pengumpulan: 17-03-2018


Tanggal Praktikum : 13-03-2018
Waktu Praktikum : 13.30-15.00

Nama : Siti Khoiriyah


Nim : 11160163000049
Nama anggota :
1. Astri Wulandari (11160163000037)
2. Fida Faroha H. (11160163000038)
3. Fitriyani (11160163000053)
4. Aisah Sauma Kamila (11160163000060)
Kelas : Pendidikan Fisika 4B

LABORATORIUM FISIKA DASAR


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
2018
“DIGITAL TO ANALOG CONVERTER”

A. Tujuan Praktikum
1. Praktikan dapat mengenali piranti pengubah digital ke analog
2. Praktikan dapat memahami proses analogisasi
3. Praktikan dapat memahami prinsip kerja dari rangkaian DAC
4. Praktikan dapat mengetahui rangkaian decoder
5. Praktikan dapat memahami prinsip kerja decoder
6. Praktikan dapat membuat rangkaian decoder BCD to 7 segment LED

B. Dasar Teori

DAC = Digital to Analog Converter adalah perangkat elektronika yang


berfungsi untuk mengubah sinyal digital (diskrit) menjadi sinyal analog (kontinyu).
Fungsi DAC (Digital to Analog Converter) adalah mengubah (mengkonversi) sinyal
digital menjadi sinyal analog. DAC (Digital to Analog Convertion) adalah perangkat
atau rangkaian elektronika yang berfungsi untuk mengubah suatu isyarat digital
(kode-kode biner) menjadi isyarat analog (tegangan analog) sesuai harga dari isyarat
digital tersebut. DAC (digital to Analog Convertion) dapat dibangun menggunakan
penguat penjumlah inverting dari sebuah operasional amplifier (Op-Amp) yang
diberikan sinyal input berupa data logika digital (0 dan 1). Blok diagram DAC
ditunjukkan pada gambar 1, di bawah ini:

(Tokheim, Roger. 2006: 78)

DAC adalah suatu rangkaian elektronik yang berfungsi mengubah signal/data


digital menjadi signal analog. Banyak system menerima data digital sebagai signal
masukan dan kemudian mengubahnya menjadi tegangan atau arus analog. Data digital
dapat disajikan dalam berbagai macam sandi/kode, yang paling lazim digunakan
adalah dalam bentuk kode biner murni atau kode decimal dalam bentuk biner (Binary
Code Decimal / BCD). Keluaran V0 dari suatu DAC n bit dengan rumus:
Koefisien-koefisien a diatas menggunakan kata biner, a=1 atau 0, jika bit ke n adalah
1 atau 0, tegangan Vr adalah tegangan acuan stabil yang digunakan dalam rangkaian.
Bit paling berarti (MSB, Most Signlificant Bit) adalah bit yang paling bersesuaian
dengan an-1, dan bobotnya adalah Vr/2, sedangkan bit paling tidak berarti (LSB, Lost
Significant Bit) adalh bersesuaian dengan a0 dan bobotnya sama dengan Vr/2n.
Rangkaian DAC mempunyai banyak jenis dan tipe, salah satunya adalah DAC tipe
tangga. Susunan tangga dalam rangkaian ini merupakan piranti pembagi arus, karena
itu perbandingan hambatannya merupakan hal yang pentingdari harga mutlak.
Konfigurasi DAC tipe tangga adalah penguat jumlah, dengan R masukkan yang naik
2^n kalinya;

Logika digital diwujudkan dengan nilai tegangan D0, D1, D2, D3 = 0 Volt untuk
logika “0” dan 5 Volt untuk logika “1”. Berikut adalah gambar rangkaian DAC tipe
tangga (Tipler Paul, A, 2001: 107).

DAC 0808 adalah DAC yang mempunyai 8 bit input, dengan metode konversi
rangkaian R-2R Ladder, dengan ketelitian (1/256). Tegangan output DAC tergantung
pada nilai yang diberikan pada pin Vref (+) dan pin Vref (-). Dalam Gambar 2
merupakan konfigurasi dasar dari DAC 0808 (Albert Paul Malvino, 2004: 97).
Decoder adalah suatu rangkaian logika kombinasional yang mampu mengubah
masukan kode biner n-bit ke m-saluran keluaran sedemikian rupa sehingga setiap
saluran keluaran hanya satu yang akan aktif dari beberapa kemungkinan kombinasi
masukan. Diagram dari decoder dengan masukam n = 2 dan keluaran m = 4 (decoder
2 ke 4). Setiap n masukan dapat berisi logika 1 atau 0, ada 2N kemungkinan
kombinasi dari masukan atau kode-kode. Untuk setiap kombinasi masukan ini hanya
satu dari m keluaran yang akan aktif (berlogika 1), sedangkan keluaran yang lain
adalah berlogika 0. Beberapa decoder didisain untuk menghasilkan keluaran low pada
keadan aktif, dimana hanya keluaran low yang dipilih akan aktif sementara keluaran
yang lain adalah berlogika 1. Dari keadaaan aktif keluaranya, decoder dapat
dibedakan atas “noninverted output” dan “inverted output” (David Bucchlah, Wayne
McLahan).

Fungsi Decoder adalah untuk memudahkan kita dalam menyalakan seven


segmen. Itu lah sebabnya kita menggunakan decoder agar dapat dengan cepat
menyalakan seven segmen. Output dari decoder maksimum adalah 2n. Jadi dapat kita
bentuk n-to-2n decoder. Jika kita ingin merangkaian decoder dapat kita buat dengan
3-to-8 decoder menggunakan 2-to-4 decoder. Sehingga kita dapat membuat 4-to-16
decoder dengan menggunakan dua buah 3-to-8 decoder (Sumarna, 2006: 98).

Beberapa rangkaian decoder yang sering kita jumpai saat ini adalah decoder
jenis 3 x 8 (3 bit input dan 8 output line), decoder jenis 4 x 16, decoder jenis BCD to
Decimal (4 bit input dan 10 output line) dan decoder jenis BCD to 7 segmen (4 bit
input dan 8 output line). Khusus untukpengertian decoder jenis BCD to 7 segmen
mempunyai prinsip kerja yang berbeda dengan decoder decoder lainnya, di mana
kombinasi setiap inputnya dapat mengaktifkan beberapa output linenya (Widodo,
Thomas Sri.2007)
C. Alat dan Bahan
 Digital Analog to Converter

No Gambar Alat dan Bahan Jumlah


1 IC DAC 0808 1 buah

2 IC Op-Amp 741 1 buah

3 Multimeter 1 buah

4 Catu daya DC 15 Volt 1 buah

5 Catu daya DC simetris 1 buah


± 12 Volt

6 Project board 1 buah


7 Saklar 8 buah

8 Capit Buaya Secukupnya

9 Jumper Secukupnya

 Dekoder

No Gambar Alat dan Bahan Jumlah


1 IC 7447 1 buah

2 LED 7 Segment 1 buah

3 Catu daya 1 buah

4 Project board 1 buah


5 Saklar 4 buah

6 Resistor 470 Ω 7 buah

7 Capit buaya Secukupnya

8 Jumper Secukupnya

D. Langkah Kerja
 Digital to Analog Converter

No Gambar Langkah Kerja


1 Menyiapkan alat dan bahan yang
diperlukan kemudian membuat
rangkaian seperti yang ditunjukkan
pada gambar disamping.
2 Memasang multimeter untuk
tegangan output Vout

3 Ubah masukan A1 - A8 sesuiai dengan


table 1
4 Mengamati perubahan tegangan dan
mencatat pada data percobaan

 Dekoder

No Gambar Langkah Kerja


1 Menyiapkan alat dan bahan
kemudian membuat rangkaian
seperti gambar disamping

2 Mengubah masukan A-D sesuai


dengan table 1.

3 Mengamati perubahan tegangan


kemudian mencatat hasil percobaan
pada data percobaan.

E. Data Percobaan
 Digital to Analog Converter

Masukkan Keluaran
A1 A2 A3 A4 A5 A6 A7 A8 A B C
(V)
(V) (V)
0 0 0 0 0 0 0 0 2.71 0 2.71
0 0 0 0 1 0 0 0 7.38 8 0.65
1 0 0 0 0 0 0 0 9.35 128 118.65
1 1 1 1 1 1 1 1 2.12 225 222.8
8

 Dekoder

LT Blanking A B C D Bentuk Gambar


Display
0 X X X X X X

1 0 X X X X X

1 1 0 0 0 0 0

1 1 0 0 0 1 1

1 1 0 0 1 0 2

1 1 0 0 1 1 3

1 1 0 1 0 0 4
1 1 0 1 0 1 5

1 1 0 1 1 0 6

1 1 0 1 1 1 7

1 1 1 0 0 0 8

1 1 1 0 0 1 9

1 1 1 0 1 1 ⊐

1 1 1 1 0 0 ⊔
1 1 1 1 0 1 ⊑

1 1 1 1 1 0 ∟

1 1 1 1 1 1

F. Pengolahan Data
G. Pembahasan

Praktikum kali ini yaitu mengenai digital to analog converter dan decoder
dalam praktikum DAC dilakukan satu kali percobaan dengan 8 masukkan (input)
yang berbeda. Dalam praktikum DAC variable yang dicari adalah besar tegangan
yang dihasilkan pada 8 input atau masukkan yang berbeda. Kemudian percobaan
kedua yang dilakukan adalah praktikum decoder yang menggunakan LED Seven
Segment dari LED tersebut dapat diketahui hasil output/ keluaran yang dihasilkan
pada setiap masukkannya.

Percobaan pertama yaitu mengenai Digital Analog to Converter Setelah


dilakukannya percobaan di dapatkan bahwa rangkaian DAC yangdibangun ini adalah
pengembangan dari rangkaian summing inverting yang dilakukan pada percobaan
sebelumnya, yaitu dengan menggunakan IC Op-AmpLM741, praktikan melakukan
setiap percobaan dengan delapan bit input yang memiliki nilai berbeda-beda sehingga
menghasilkan output A dan B yang berbeda-beda pula. Setiap hasil otput yang
dihasilkan saling dikurangkan sehingga dapat diketahu nilai pada output C secara
berturut-turut adalah 2.71, 0.65, 118.65, dan 222.88 Volt. Nilai output dapat diketahui
dari indicator lapu LED jika menyala ditunjukkan dengan nilai 1 dan jika tidak
menyala ditunjukkan dengan nilai 0.
Percobaan kedua yaitu decoder dalam praktikum kali ini terdapat 4 bit input
masukan dan 1 output. Dalam praktikum kali ini output ditunjukkan dengan lampu
LED yang menyala dan mati pada LED seven segment yang membentuk angka
delapan dari setiap bit input yang dimasukkan pada percobaan kali ini menghasilkan
LED yang menyala dengan membentuk sebuah angka yang bervariasi seperti angka
nol sampai dengan angka sembilan. Output yang dihasilkan bukan hanya membentuk
angka nol hingga Sembilan tetapi output yang dihasilkan juga membentuk angka yang
tidak sempurna yang dapat ditunjukkan pada hasil data percobaan diatas.

Rangkaian diatas dapat dianalisis dengan melihat tabel kebenaran dan


pembuktian dicatat pada tabel pengamatan, sehingga didapatkan hasil data yaitu
ketika logika masukan X 0 = 0 dan X 1 = 0 selector akan memilih jalur output
pertama sebagai keluaran, maka keluaran dari gerbang A0 menghasilkan led yang
keluarannya menyala. Ketika logika masukan X 0 = 0 dan X 1 = 1 selector akan
memilih jalur output kedua sebagai keluaran, maka keluaran yang dihasilkan led yang
keluarannya menyala. Ketika logika masukan X 0 = 1 dan X 1 = 0 selector akan
memilih jalur output kedua sebagai keluaran, maka keluaran yang dihasilkan led yang
keluarannya menyala. Ketika logika masukan X 0 = 1 dan X 1 = 1 selector akan
memilih jalur output kedua sebagai keluaran ,maka keluaran yang dihasilkan led yang
keluarannya menyala.

H. Tugas Pasca Praktikum


 Digital Analog to Converter
1. Tentukan tegangan output dari percobaan yang telah dilakukan! Berikan
kempulan!
2. Tentukan besarnya resolusi dari percobaan (dengan input 11111111) yang
telah dilakukan!
 Dekoder
1. Gambarkan rangkaian BCD to 7 segment lengkap dengan table
kebenarannnya! Lalu beri kesimpulan dari hasil percobaan dan data table
kebenaran!
2. Sebutkan dan jelaskan salah satu alat yang menggunakan prinsip kerja seven
segment display!

I. Kesimpulan
1. Pengubah digital-ke-analog adalah perangkat elektronika yang dapat
mengubah sinyal digital (biasanya dalam notasi biner) ke bentuk
sinyal analog (baik sebagai arus, tegangan, maupun muatan listrik). Alat
pengubah digital-ke-analog ini sering dikenal sebagai DAC (Digital to Analog
Converter) yang banyak dijumpai pada rangkaian elektronika dan instrumentasi.
2. Proses Analogisasi / Digital to Analog Conveter (DAC) adalah proses mengubah
dari signal digital ke analog , dimana signal tersebut dikirim dan diubah menjadi
bit-bit kemudian bit tersebut diubah menjadi tegangan analog dan akan masuk
pada spiker menjadi analog kembali dalam bentuk suara.Untuk proses perubahan
dari signal digital ke analog sama dengan proses perubahan dari signal analog ke
digital.
Proses perubahan Digital to Analog:
a. Membuang frekuensi tinggi dari source signal
b. Mengambil sample pada interval waktu tertentu (sampling)
c. Menyimpan amplitudo sample dan mengubahnya ke dalam bentuk kuantisasi
d. Merubah bentuk menjadi nilai biner
3. Prinsip kerja dari DAC merupakan kumpulan beberapa saklar yang diberi
masukan paralel. Kemudian dari saklar itu akan diperoleh keluaran analog dari
bit-bit masukan yang berupa nilai 1 atau nol. Jadi tidak semua masukan akan
dilanjutkan, yang dilewatkan hanya yang dihubungkan oleh saklar saja. Sehingga
dari masukan yang berupa digital yang berupa bit-bit akan dihasilkan keluaran
yang berupa analog yang bernilai 1, 0 dan -1 berupa sinusoidal.
4. Decoder adalah suatu rangkaian logika kombinasional yang mampu mengubah
masukan kode biner n-bit ke m-saluran keluaran sedemikian rupa sehingga setiap
saluran keluaran hanya satu yang akan aktif dari beberapa kemungkinan
kombinasi masukan.
5. Prinsip kerja decoder adalah membaca kode dari rangkaian logika yakni bilangan-
bilangan biner dan mengartikannya ke bilangan desimal. Rangkaian
Decoder akan membaca input dari Enable dan Select lalu akan mengkonversinya
dari biner ke decimal dan mengoperasikan bilangan-bilangan input tersebut
dengan gerbang logika, maka hasil dari kombinasi inputnya berupa 1 atau 0.
Karena pada rangkaian Decoder menggunakan polaritas aktif Low maka jika
outpunya 0 (Low) lampu LED akan menyala, jika outputnya 1 (High) maka
lampu LED akan padam, dan hasilnya sesuai dengan data hasil praktikum.
6. Rangkaian BCD sevent segment dapat ditunjukkan pada gambar berikut:
J. Daftar Pustaka
Albert Paul Malvino. 2004. Prinsip-Prinsip Elektornika. Jakarta: Selemba Teknika.

Tokheim, Roger. 2006. Elektronika Digital. Edisi Kedua. Jakarta: Erlangga.

Sumarna. 2006. Elektronika Digital Konsep Dasar dan Aplikasinya. Yogyakarta:


Graha Ilmu.
Tipler, Paul A. 2001. Fisika untuk Sains dan Teknik Edisi Ketiga Jilid 2. Jakarta:
Penerbit Erlangga.

Widodo, Thomas Sri.2007. Teknik Digital Digital Prinsip dan Aplikasi. Yogyakarta:
Graha Ilmu.

K. Lampiran

Anda mungkin juga menyukai