Anda di halaman 1dari 5

Pengaruh Perbandingan Semen Pozolan Dan Semen Portland

(Hargono)

PENGARUH PERBANDINGAN SEMEN POZOLAN DAN SEMEN PORTLAND TERHADAP KEKEKALAN BENTUK DAN KUAT TEKAN SEMEN

Semen merupakan bahan pengikat yang biasa digunakan dalam konstruksi bangunan.Tanah Pozolan atau lebih dikenal dengan tanah Tras mempunyai sifat semen, oleh karena itu untuk mengoptimalkan kegunaan tanah Tras perlu diteliti pengaruh penambahan semen Tras pada semen Portland, selanjutnya campuran semen tersebut diukur kuat tekan dan kekekalan bentuknya.Percobaan yangtelp : (024)7460058 dilakukan adalah dengan mencampur tanah Tras dan Kapur pada perbandingan 4:1, kemudian campuran tanah Tras dan kapur dicampurkan ke dalam semen Portland masing-masing dengan perbandingan 5:1 ; 2:1 ;1;1 ;1:2; 1;3 dan 1:4. Hasil penelitian menunjukkan campuran tanah Tras - kapur dan semen Portland pada perbandingan 1 : 4 mempunyai kuat tekan dengan waktu uji 3, 7 dan 10 hari masing-masing sebesar 205, 216 dan 220 kg/cm 2 , harga tersebut memenuhi standar SNI kuat tekan dan kekekalan bentuk semen.

Hargono

e-mail: hargono_tkundip@yahoo.co.id

M. Jaeni

F. S. Budi

Jurusan Teknik Kimia FT UNDIP Jl. Prof. Sudarto SH, Tembalang, Semarang 50239 Telp : (024) 7460058

Kata Kunci: semen pozolan, kekekalan bentuk, kuat tekan sederhana dapat dibuat dengan jalan menggiling

bersama suatu bahan tanah Tras dengan kapur padam sampai lolos ayakan 100 mesh, atau dibuat dengan cara mengaduk secara merata suatu serbuk tanah Pozolan halus dengan serbuk kapur padam. Dengan digunakannya Pozolan sebagai bahan baku pembuatan semen, maka diharapkan dapat diciptakan suatu produk semen rakyat yang murah dan berkualitas yang tidak jauh berbeda dari semen Portland, sehingga diharapkan dapat membantu khususnya masyarakat pedesaan dalam mengatasi mahalnya harga semen guna memenuhi kebutuhan akan bangunan (Hargono,dkk., 2002). Semen Pozolan ini juga memiliki kekurangan, yaitu pengikatan antar molekul awalnya terlalu lama sehingga untuk mencapai kuat tekan yang distandarkan oleh SII memerlukan waktu yang cukup lama. Mengingat kegunaan semen Pozolan telah merambah ke daerah penghasil tanah Pozolan maka perlu dilakukan penelitian mengenai pembuatan semen Pozolan, sekaligus pengaruhnya apabila material ini dicampurkan dengan semen Portland. Tujuan Penelitian ini adalah :

1.Rancang bangun alat pencampur tanah tras, kapur dan semen Portland 2.Menentukan pengaruh perbandingan campuran semen Pozolan dan semen Portland terhadap kekekalan bentuk. 3.Menentukan pengaruh perbandingan campuran semen Pozolan dan semen Portland terhadap kuat tekan sekaligus menentukan optimasinya berdasarkan kuat tekan dan kekekalan bentuk yang distandarkan oleh SII. Manfaat penelitian ini dapat mengoptimalkan penggunaan tanah pozolan yang selama ini belum

Pendahuluan

Semen merupakan suatu material bangunan yang biasa digunakan pada pekerjaan konstruksi yang memiliki sifat adhesif dan kohesif. Semen adalah produk pabrik dengan skala atau kapasitas besar. Jenis semen yang beredar cukup banyak macamnya, namun yang banyak digunakan masyarakat adalah semen Portland. Semen jenis ini memiliki daya pengikatan awal yang cepat sehingga memiliki kuat tekan yang cukup besar dalam waktu yang relatif singkat, akan tetapi semen jenis ini memiliki kelemahan yaitu tidak tahan terhadap air laut dan asam, oleh karena itulah diperlukan produk semen yang dapat mengatasi permasalahan tersebut. Salah satu material yang dapat dijadikan alternatif adalah tanah Tras atau Pozolan (Dinas Pertambangan Provinsi Jawa Tengah , 2000) Pozolan merupakan suatu hasil alam yang sebagian besar terdiri dari unsur-unsur silikat dan aluminat yang reaktif, dalam keadaan sendiri tidak mempunyai sifat seperti semen, namun jika material tersebut dihaluskan dan dicampur dengan serbuk kapur padam dan air, setelah beberapa waktu material ini dapat mengeras pada suhu kamar dan membentuk suatu massa yang padat dan sukar melarut dalam air sehingga dapat disebut semen (Shreve’s, R., N.,1975).

Saat ini sudah banyak industri semen memanfaatkan tanah Tras untuk campuran hasil semennya. Telah dilakukan percobaan pembuatan semen Pozolan yang akhirnya hasil semen tersebut diberi nama Semen Rakyat, hal ini disebabkan bahwa dari segi ekonomi semen tersebut bisa dijangkau oleh rakyat pedesaan (Hargono,dkk., 2002). Semen Pozolan paling sesuai digunakan untuk bahan bangunan seperti plesteran, pondasi atau beton. Semen Pozolan sendiri secara

Momentum , Vol. 5, No. 2, Oktober 2009 : 21 - 25

terolah secara baik, juga membantu pemerintah untuk menyediakan semen yang murah Pengertian Semen Semen merupakan suatu material bangunan yang biasa digunakan pada pekerjaan konstruksi yang memiliki sifat adhesif dan kohesif.Fungsi dari semen adalah untuk mengikat pasir dan butiran kuarsa serta untuk mengisi ruang antar pasir dan butiran kuarsa.Semen diperoleh dengan jalan membakar bersama dengan perbandingan yang ditentukan,suatu bahan alam argillacius (mengandung alumina) dan calcareous (mengandung calcium carbonat atau lime) sehingga terjadi fusi parsial pada suhu yang tinggi (sekitar 1450º C). Sifat-sifat semen Beberapa sifat semen yang penting, antara lain (Koval, G., 1968) Kehalusan Laju rekasi semen dengan air sangat dipengaruhi ukuran partikel semen. Semakin halus ukuran partikel menyebabkan luas permukaannya semakin besar, hal ini akan mempercepat laju reaksi semen dan laju pengerasan semen. Menurut SNI ukuran partikel yang memenuhi standar diameter 0,09 1,22 mm Hidrasi semen Senyawa-senyawa nCaO.SiO 2 , nCaO.Al 2 O 3 , nCaO.Al 2 O 3 Fe 2 O 3 jika ditambahkan air akan mengalami reaksi hidrasi. Reaksi ini terutama dipengaruhi oleh kehalusan semen, jumlah air dan suhu. Reaksi hidrasi tersebut menghasilkan senyawa- senyawa hidrat yang sebagian besar terdiri dari kalsium silikat hidrat dan kalsium hidroksida, kalsium aluminat hidrat yang semuanya berbentuk kristal halus. Setting Sifat ini pada adonan semen dimaksudkan sebagai gejala terjadinya kekakuan pada adonan semen. Pada prakteknya sifat ini ditunjukkan oleh waktu pengikatan yaitu waktu mulai terjadinya kekakuan. Kuat tekan Kuat tekan adalah sifat kemampuan guna menahan beban tekan. Kekuatan tekan merupakan sifat yang penting dari beton. Umumnya kuat tekan dinyatakan pada saat umur beton mencapai 28 hari. Dengan kadar C 3 S yang tinggi semen akan mempunyai kekuatan tekan awal yang besar, sedangkan C 2 S akan menyebabkan semen mempunyai kekuatan tekan untuk waktu yang lama. Penghidrasi Reaksi hidrasi antara komponen-komponen dengan air bersifat eksotermis. Panas yang dilepaskan per satuan massa disebut panas hidrasi. Jumlah panas hidrasi yang timbul tergantung pada jenis semen, komposisi kimia semen, kehalusan semen dan perbandingan jumlah air dan semen. Ketahan asam dan basa Beton dari semen portland dapat mengalami kerusakan karena pengaruh asam disekitarnya.

Umunya serangan asam pada beton adalah dengan mengubah konstruksi yang tidak larut dalam air sehingga mudah dihilangkan, misalnya HCl mengubah C 3 S, C 2 S, C 3 A dan C 4 AF menjadi CaCl 2 , AlCl 3 dan Fe Cl 3 . Sulfat akan bereaksi dengan Cu(OH) 2 dan juga kalsium aluminat hidrat. Reaksi yang terjadi dapat menghasilkan pengembangan volume dan mengakibatkan terjadinya ekspansi. Jika pengaruh sulfat berlangsung terus-menerus ,ekspansi tersebut akan menimbulkan keretakan yang dapat mengakibatkan beton hancur. Metode Penelitian Bahan baku : tanah Tras didapatkan dari wilayah kecamatan Sukolilo, Kabupaten Dati II Pati, kapur padam didapatkan di sekitar lokasi tanah tras dan semen Portland dari penjual semen terdekat. Proses Pembuatan Semen Pozolan Perbandingan antara tanah Tras dan kapur tetap 4:1, sedangkan perbandingan campuran tanah tras-kapur dan semen Portland divariasi sesuai variabel. Perbandingan komposisi antar material dapat dilihat pada tabel-I

Tabel I. Perbandingan komposisi antara tanah tras, kapur dan semen portland

Tanah Tras : Kapur = 4 : 1 (bagian)

Semen Portland

(bagian)

5

1

2

1

1

1

1

2

1

3

1

4

Ukuran partikel tanah Tras dan kapur haruslah lolos ayakan 100 mesh. Dengan kehalusan masing- masing bahan baku tersebut memungkinkan proses pencampurannya menjadi lebih sempurna atau homogen. Dibawah ini disajikan urut-urutan proses pembuatan semen Pozolan seperti ditunjukkan

gambar-1

Pengaruh Perbandingan Semen Pozolan Dan Semen Portland

(Hargono)

Tanah Trass Penggilingan Pengayakan
Tanah Trass
Penggilingan
Pengayakan

Tepung tanah Tras lolos ayakan 100 mesh

Kapur padam Pengayakan Tepung kapur lolos ayakan 100 mesh
Kapur padam
Pengayakan
Tepung kapur
lolos ayakan 100 mesh
Kapur padam Pengayakan Tepung kapur lolos ayakan 100 mesh Alat Pencampur ( MIXER) Semen Portland SEMEN
Alat Pencampur ( MIXER)
Alat Pencampur
( MIXER)
Tepung kapur lolos ayakan 100 mesh Alat Pencampur ( MIXER) Semen Portland SEMEN POZOLAN Gambar 1.
Semen Portland SEMEN POZOLAN
Semen Portland
SEMEN POZOLAN

Gambar 1. Proses Pembuatan Semen Pozolan

Pembuatan alat pencampur telah dilakukan. Gambaran tentang alat tersebut dapat dilihat pada

gambar-2.

Gambaran tentang alat tersebut dapat dilihat pada gambar-2. Gambar-2. Alat Pencampur tanah Tras, kapur dan Semen

Gambar-2.

Alat Pencampur tanah Tras, kapur dan Semen Portland

Bagian-bagian peralatan :

1. Tabung/shell Mixer berbentuk silinder berukuran

panjang 2m dan diameter 0,80 m terbuat dari material plat besi

2. Pengaduk : berada di dalam shell, terdiri dari As

sebagai penggerak, dilengkapi dengan fligh (dayung) yang berfungsi sebagai pengaduk

3. Pintu pemasukan material penyusun semen dan

sekaligus berfungsi mengeluarkan produk semen Tras yang telah tercampur

4. Handle/pemutar : ada 2 pemutar yang terletak

sebelah kanan dan kiri dari tabung/shell Mixer.

Pemutar sebelah kanan berfungsi untuk memutar pengaduk campuran material semen, sedangkan

pemutar sebelah kiri adalah berfungsi untuk memutar pintu pengeluaran agar posisinya bisa dibawah sehingga hasil semennya bisa diambil/ dikeluarkan.

5. Penumpu/alas tempat pijakan Mixer terbuat dari

kayu bengkirai, berfungsi sebagai kaki mixernya.

6. Penutup hasil semen ( sungkup ) yang berfungsi

sebagai penutup shell, agar semen yang dihasilkan tidak terhambur ke udara, sehingga tidak mencemari lingkungan

Cara kerja alat pencampur (mixer)

Masukkan satu per satu material penyusun semen, yaitu : tepung tanah tras, tepung kapur dan semen Portland dengan perbandingan 1:1/4 : 5 ke dalam alat pencampur melewati pintu pemasukan yang letaknya diatas pada tabung/shell mixer. Kapasitas material pencampuran antara 500-1000 kg/hari

Setelah semua material berada dalam alat pencampur, lakukanlah pengadukan selama 15- 20 menit dengan cara menghandel pengaduknya (posisi handel ada disebelah kanan tabung). Pengaduk bergerak sedangkan tabung/shell mixer dalam keadaan diam.

Setelah campuran material merata, bahan adukannya dikeluarkan dari lubang pengeluaran (discharging). Lubang berfungsi ganda, yaitu lubang pengeluaran sama dengan lubang pemasukan.

Pekerjaan selesai

Hasil dan Pembahasan Waktu pengadukan campuran material semen sangat menentukan tingkat homogenitas bahan seperti yang ditunjukkan pada tabel-II

Tabel II. Pengaruh Waktu Pengadukan terhadap Homogenitas Campuran Semen ( Hasil pengamataan)

Waktu

Pengamatan

Keterangan

pengadukan

secara

(menit)

Visual

tentang

homogenitas

4

Campuran

Sampling di

material

beberapa

terlihat tidak

tempat belum

merata

merata

8

Campuran

Sampling di

material

beberapa tempat

terlihat

sudah cukup

sudah cukup

merata

merata

23

Momentum , Vol. 5, No. 2, Oktober 2009 : 21 - 25

Waktu

Pengamatan

Keterangan

pengadukan

secara

(menit)

Visual

tentang

homogenitas

12

Campuran

Sampling di

material

beberapa tempat

terlihat

hasilnya merata

merata

16

Campuran

Sampling di

terlihat

beberapa tempat

sangat

hasilnya sangat

merata

merata

Hasil penelitian Pengaruh Perbandingan Tanah Tras, Kapur dan Semen Portland terhadap Kuat Tekan Semen dapat ditunjukkan tabel-III

Tabel III. Pengaruh Perbandingan Tanah Tras, Kapur dan Semen Portland terhadap Kuat Tekan Semen

No.

Tanah

Semen

Kuat tekan , kg/cm 2

item

Tras :

Portland

Kapur = 4 : 1 (bagian)

(bagian)

 
     

uji 3

uji

uji 10

hari

7hari

hari

1

5

1

*)

*)

*)

2

2

1

58

62

68

3

1

1

76

80

86

4

1

2

120

142

180

5

1

3

127

198

216

6

1

4

205

216

220

*) kuat tekan sample tidak bisa diukur karena sample mudah patah Uji kekekalan bentuk untuk item 4,5 dan 6 menunjukkan bentuk tetap,

Catatan :

Standar uji semen Tras/Pozolan, menurut SNI 15- 0302-94 ( Sumber : Petunjuk Praktis Penggunaan Portland Pozzolan Cement, PT. Semen Gresik, 2003), kuat tekan waktu uji 3hari (> 125 kg/cm2), waktu uji 7 hari (> 200 kg/cm2) dan waktu uji 10 hari ( tidak tersedia standarisasi kuat tekan) Angka yang dicetak tebal, artinya kuat tekan semen hasil percobaan telah memenuhi standar kekuatan semen

Pembahasan :

1. Pengaruh Waktu Pengadukan terhadap Homogenitas Campuran Material Semen Seperti ditunjukkan Tabel II, banwa waktu pengadukan selama 4,8,12 dan 16 menit menunjukaan hasil yang signifikan terhadap homogenitas campuran material semen. Menurut pengamatan (visual) waktu pengadukan semakin lama akan semakin menghasilkan campuran material yang lebih homogen, hal ini disebabkan karena kontak antara campuran material semen dengan flight/pengaduk semakin sempurna sehingga memungkinkan campuran teraduk secara sempurna. Hasil paling baik dicapai pada waktu pengadukan 16 menit, ditunjukkan dengan campuran material penyusun semen terlihat paling homogen.

2. Pengaruh Perbandingan Tanah Tras, Kapur dan Semen Portland terhadap Kuat Tekan Semen Untuk menghasilkan semen rakyat yang berkualitas, diperlukan campuran material antara tanah tras, kapur dan semen Portland. Seperti ditunjukkan table III, campuran material semen dengan perbandingan tanah tras dan kapur ( 4:1) sebanyak 1 bagian dengan semen portland berturut- turut dari 1 sampai 3 bagian tidak dapat memberikan hasil semen dengan kekuatan tekan yang memadahi, disini terlihat kekuatan tekannya untuk uji sample 3 hari hanya 127 kg/cm 2 sedangkan uji 7 hari lebih kecil 200 kg/cm 2 (SNI 15-0302-94), namun dengan pemberian semen Portland sebanyak 4 bagian, kuat

tekannya naik menjadi 205 kg/cm2 (uji 3 hari) dan 216 kg/cm2 (uji 7 hari) yang sekaligus memenuhi

standar SNI. Hal ini disebabkan sifat semen campuran tanah tras dengan kapur tidak mencukupi sifat

semennya atau tidak mencukupi kekuatan tekannya sebagai material bahan bangunan yang dipersyaratkan oleh SNI, sedangkan dengan perbandingan semen

Portland yang lebih besar lebih dominan sifat semennya.

Kesimpulan

Kesimpulan penelitian ini :

Alat pencampur (mixer) tanah tras, kapur dan

semen mudah dibuat, praktis dan mudah cara pengoperasiannya

Penambahan semen Portland sebanyak 2,3 dan 4 bagian ke dalam campuran tras, kapur (4:1) sebanyak 1 bagian menunjukkan kekekalan bentuk yang tetap

Penambahan semen Portland sebanyak 4 bagian dari campuran tras, kapur (4:1) sebanyak 1 bagian mampu menopang kekuatan semen yang dihasilkan hingga memenuhi standar SNI

Daftar Pustaka Brown, G.,1987, “ Unit Operation” , Mc. Graw Hill, Kogakusha, Japan, pp. 22-24 Dinas Pertambangan Provinsi Jawa Tengah, 2000, “ Tanah Tras Peluang dan Penggunaanya

24

Pengaruh Perbandingan Semen Pozolan Dan Semen Portland

(Hargono)

,Proyek Kerjasama SAE Undip- Dinas Pertambangan Prov. Jawa Tengah. Hargono,dkk., 2002, “Pemanfaatan Tanah Pozolan/ Tras Sebagai Alternatif Pembuatan Semen di Kabupaten Pati”, Laporan Akhir Program Penerapan IPTEKS, LPM-DIKTI 2002

Koval, G., 1968, “ Chemical Technologiy “, Mc. Graw Hill, Kogakusha, USA. Shreve’s, R., N.,1975, “ Chemical Process Industries”, Mc. Graw Hill, Kogakusha, USA