Anda di halaman 1dari 7

PROTOTYPE SISTEM PENGAMAN GUDANG TOKO

BERBASIS ARDUINO DAN MODULATOR FSK


Lita Putri Anggraeni (3311130007)*1, Dandun Widhiantoro, A.Md, MT

(19701125 199503 1 001)*2

Teknik Telekomunikasi, Jurusan Teknik Elektro. Politeknik Negeri Jakarta. Depok.

*E-mail : thathalitaputri.anggraeni@gmail.com (1), triprijo@gmail.com (2)

Abstrak

Tindakan pencurian maupun perampokan yang dilakukan di pusat perbelanjaan


atau mall seringkali terjadi dikarenakan kurangnya sistem pengamanan. Untuk
itu, pada tugas akhir ini akan dibuat Prototype Sistem Pengaman Gudang Toko
Berbasis Arduino dan Modulator FSK. Dengan menggunakan ATmega328
sebagai pengendali sistem dan FSK sebagai penyampaian informasi dengan cara
mengirimkan data dengan sistem modulasi FSK, dimana FSK dan sensor akan
bekerja yang dikendalikan oleh arduino. Pada saat sensor limit switch pintu
terbuka maka mikrokontroler akan membaca dan kemudian menghidupkan FSK
serta mengendalikan sensor PIR sehingga arduino akan menyalakan buzzer yang
ada di gudang dan buzzer yang ada di toko ( pemilik ) sehingga pemilik toko
dapat mengetahui bahwa gudang toko dalam keadaan bahaya. Buzzer yang ada
di gudang toko tersebut untuk memberikan tanda bahaya berupa suara agar
orang-orang yang berada di sekitar gudang toko dapat mengetahui bahwa
gudang tersebut sedang dalam bahaya (pencurian). Selain itu, gudang dilengkapi
juga dengan adanya kamera cctv yang berfungsi untuk monitoring dan merekam
keadaan di dalam gudang tersebut. Dengan dibuatnya prototype ini dapat
memberikan keamanan yang lebih baik dan terjaga dari tindakan pencurian.

Kata kunci: Frequency Shift Keying, Limit switch, Passive Infra Red, Buzzer,
Mikrokontroler ATmega328
1. Pendahuluan
Seiring bertambahnya tingkat pengangguran yang cukup tinggi, maka rata-rata
tindak kejahatan semakin meningkat, khususnya tindakan pencurian maupun
perampokan yang dilakukan di pusat perbelanjaan atau mall. Selain itu, tingkat
kesibukan masyarakat akan pekerjaan yang menyebabkan kurangnya perhatian
terhadap keamanan gudang toko yang terdapat di pusat perbelanjaan atau mall
dari bahaya tindakan kriminal pencurian. Pencurian yang terjadi menimbulkan
perasaan khawatir saat akan menyimpan barang di gudang toko yang biasanya
terletak jauh dengan tokonya baik dalam waktu yang lama maupun waktu yang
relatif sebentar. Alternatif yang diambil adalah menyewa security atau private
guard untuk menjaga keamanan. Namun langkah ini harus dibayar dengan harga
yang mahal, karena harus mengeluarkan biaya yang cukup mahal dan tidak efektif
karena kemampuan security sangat terbatas. Oleh karena itu dirancang sebuah alat
dengan teknologi yang sedang berkembang saat ini sehingga dapat diaplikasikan
dalam kehidupan sehari-sehari, sederhana namun sangat efektif. Dengan alat ini
maka perasaan khawatir tentang keamanan yang sangat mahal dapat dihilangkan
dan proteksi terhadap property lebih terjamin. Hal ini untuk menghindarkan dari
penyusup ketika gudang toko ditinggalkan oleh pemiliknya. Untuk itu, dalam
proyek akhir ini akan dirancang suatu alat untuk sistem keamanan gudang toko
dengan menggunakan FSK dan mikrokontroler yang dapat mempermudah
pengamanan gudang toko.
2. Tinjauan Pustaka
Tinjauan pustaka mendeskripsikan teori-teori apa yang digunakan untuk
mendukung pembuatan aplikasi ini.
a. Mikrokontroler
Mikrokontroler adalah sebuah sistem komputer fungsional yang dikemas dalam
bentuk chip. Di dalamnya terdapat sebuah inti prosesor, memori ROM dan RAM,
dan port untuk input dan output (I/O Port). Mikrokontroler merupakan suatu alat
elektronik digital yang memiliki masukan dan keluaran serta kendali dengan
program yang bisa ditulis dan dihapus dengan cara khusus. Cara kerja
mikrokontroler adalah dengan membaca dan menulis data.Liquid Crystal Display
(LCD).
b. Keypad Matriks
Keypad merupakan salah satu input yang menggunakan sistem matrik dimana
kolom dan baris diserikan satu sama lainnya. Perancangan menggunakan saklar
push button disetiap tombolnya. Push Button disini mempunyai tiga masukan
yakni, untuk kolom, baris, dan common.
c. Liquid Crystal Display (LCD)
LCD merupakan suatu jenis media tampilan yang menggunakan Kristal cair
sebagai penampil utama. Sumber cahaya di dalam sebuah perangkat LCD adalah
lampu neon berwarna putih di bagian belakang Kristal cair tadi. LCD memiliki
bentuk fisik yang lebih ramping, ringan, dan mengonsumsi daya lebih sedikit
dibandingkan CRT.
d.Relay
Relay adalah komponen elektronika berupa saklar elektronik yang digerakkan
oleh arus listrik. Relay terdiri dari tuas saklar dan lilitan kawat pada batang besi
(solenoid) di dekatnya. Ketika solenoid dialiri arus listrik, solenoid akan
menghasilkan gaya magnet, sehingga tuas akan tertarik sehingga kontak saklar
akan menutup. Kemudian saat arus dihentikan, gaya magnet akan hilang dan tuas
akan kembali ke posisi semula dan kontak saklar kembali terbuka. Relay biasanya
digunakan untuk menggerakkan arus/tegangan yang besar dengan memakai
arus/tegangan yang kecil.
e.Electric Solenoid Valve
Electric Solenoid Valve adalah katup yang digerakkan oleh energi listrik. Di
dalamnya terdapat kumparan (coil) yang berfungsi untuk menggerakkan piston
yang menggunakan arus DC. Solenoid valve memiliki lubang masukan (inlet) dan
lubang keluaran (outlet) yang berukuran ¾ (19 mm), dan lubang exhaust. Lubang
masukan merupakan terminal masuknya cairan, sedangkan lubang kaluaran
sebagai terminal keluarnya cairan. Lubang exhaust berfungsi mengeluarkan cairan
yang terjebak saat piston pindah posisi ketika solenoid valve sedang bekerja.
f. Buzzer
Buzzer adalah perangkat elektronika yang terbuat dari elemen piezoceramics pada
suatu diafragma yang mengubah getaran/vibrasi menjadi gelombang suara.
Buzzer menggunakan resonansi untuk memperkuat intensitas suara
g.Sensor PIR (Passive Infra Red)
Sensor PIR (Passive Infra Red) adalah sensor yang digunakan untuk mendeteksi
adanya pancaran sinar infra merah. Sensor PIR bersifat pasif, artinya sensor ini
tidak memancarkan sinar infra merah tetapi hanya menerima radiasi sinar infra
merah dari luar.
h. CCTV
CCTV adalah singkatan untuk closed circuit television alias televisi sirkuit
tertutup. Ini adalah sistem di mana sirkuitnya tertutup dan semua elemennya
terhubung. Hal ini berbeda dengan siaran TV dimana tunernya mengambil sinyal
dari gelombang udara. kegunaan CCTV tentunya untuk pengawasan keamanan.

i.Modulasi Frequncy Shift Keying (FSK)


Modulasi FSK merupakan salah satu jenis modulasi digital dimana pengiriman
sinyal dilakukan melalui penggeseran frekuensi. FSK memungkinkan gelombang
modulasi menggeser frekuensi output gelombang pembawa. Besarnya frekuensi
gelombang pembawa berubah-ubah sesuai dengan perubahan ada atau tidaknya
sinyal informasi yang direpresentasikan dengan keadaan biner logic 1 dan logic 0.
j.Modulator FSK
Dalam perancangan modulator FSK digunakan perangkat keras pendukung yaitu
menggunakan Integrated Circuit (IC) XR-2206 (Julianti, 2010, h.32). IC tersebut
adalah IC generator yang mampu membangkitkan sinyal dengan rentang frekuensi
0,01 Hz sampai lebih dari 1 MHz. IC XR 2206 merupakan generator fungsi
monolitik sirkuit terpadu yang mampu menghasilkan bentuk gelombang sinus,
kotak, segitiga, ramp dan pulsa yang stabil dengan tingkat akurasi yang tinggi.
Keluaran gelombang pulsa baik amplitudo maupun frekuensinya dapat diatur oleh
tegangan eksternal.
k. Frequency Modulation (FM)
Pada modulasi frekuensi, amplitudo gelombang pembawa tidak berubah, yang
berubah adalah frekuensi gelombang pembawanya yang dimodulasikan sesuai
dengan amplitudo gelombang sinyal informasi. Frekuensi gelombang pembawa
maksimum ketika amplitudo gelombang informasi berada pada puncak positifnya.
Frekuensi gelombang pembawa menjadi minimum apabila amplitudo gelombang
informasi berada pada puncak negatifnya.
l. Pemancar FM
Pada sistem pemancar FM, bagian pentingnya adalah saluran transmisi, antena
dan pemancar itu sendiri. Saluran transmisi atau bagian yang menghantarkan daya
yang dihasillkan pemancar ke antena dan berkaitan impedansi karakteristik (Eko,
2011, h.33). Sedangkan antena sendiri merupakan bagian terpenting dari
pemancar yang meradiasikan gelombang radio.

3. Perencanaan dan Realisasi


Pada point ini akan di lakukan pembahasan mengenai perencanaan dan realisasi
system ini.
Gambar 3.1. menunjukkan diagram blok sistem kerja alat secara keseluruhan

Prototype sistem pengaman gudang toko ini, terdapat buzzer pada masing-masing
gudang toko maupun tokonya tersebut. Perangkat sensor PIR dan solenoid valve
dipasang di gudang toko. Sehingga apabila terjadi buka paksa pintu gudang toko,
maka solenoid akan menjadi aktif dan langsung terhubung dengan buzzer yang
kemudian akan aktif juga. Apabila terjadi gerakan, maka sensor PIR akan
mendeteksinya. Hasil deteksi sensor masuk ke input mikrokontroler dan kemudian
diproses yang mengakibatkan cctv pada gudang toko akan langsung merekam
secara otomatis gerakan tersebut. Pin output mikrokontroler yang terhubung
dengan rangkaian driver mengirimkan informasi mengenai gambar yang terekam
pada saat terjadinya gerakan. Output mikrokontroler tersebut terhubung ke
rangkaian modulator FSK melalui pin 1 (Tx). Output dari mikrokontroler berupa
sinyal digital logic 0 dan 1. Sinyal digital tersebut tidak dapat langsung
dipancarkan oleh pemancar FM sehingga perlu dikonversi terlebih dahulu menjadi
sinyal analog. Pengkonversian tersebut menggunakan rangkaian modulator FSK.
Pada rangkaian modulator FSK terdapat dua buah frekuensi yang berbeda. Logic 0
direpresentasikan oleh frekuensi mark sebesar 2200 Hz. Sedangkan logic 1
direpresentasikan oleh frekuensi space dengan frekuensi sebesar 1200 Hz. Hasil
modulasi tersebut kemudian masuk ke input rangkaian pemancar FM untuk
dipancarkan menuju ke bagian penerima yaitu bagian tokonya. Bagian penerima
akan menerima sinyal yang ditransmisikan oleh Pemancar FM. Sinyal analog dari
Pemancar FM kemudian diubah kembali ke bentuk awal berupa sinyal digital.
Output dari rangkaian demodulator FM ini terhubung ke pin 0 (Rx)
Mikrokontroler untuk diproses. Hasil pemrosesan mikrokontroler adalah berupa
tampilan pada layar komputer yang menampilkan gambar gerakan yang terekam
oleh cctv
.
4. Pembahasan
Pada bab ini akan membahas mengenai pengujian sistem dan alat, yaitu registrasi
ID sidik jari, pencarian penyamaan sidik jari dengan ID, indikator pada LCD saat
mengirimkan data ID sidik jari yang sama, dan rangkaian catu daya.
 Pengujian Catu Daya dengan Dua Output Sebesar 12 Volt dan 15 Volt
Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui keluaran output dari catu daya yang
dibuat.
Langkah-langkah yang dilakukan adalah
sebagai berikut:
1. Menyiapkan multimeter digital dan
analog kemudiat switch ke tegangan
searah.
2. Menghubungkan kabel positif (merah) ke
V dan kabel negatif(hitam) ke ground
yang berada pada multimeter.
3. Menghubungkan kabel positif ke Vcc out,
dan kabel negatif ke ground.
4. Mencatat hasil pengukuran yang
diperoleh yaitu keluaran tegangan searah. Pada Gambar 4.1 yang menunjukkan
output tegangan searah yang dihasilkan oleh kedua output dari catu daya yang
telah dirangkai dan drancang sendiri.
Gambar 4.1. Tegangan Output yang dihasilkan
 Pengujian Proses Pemberian ID dan Pencocokan Sidik Jari
Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui ID sidik jari seseorang.
Langkah-langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut:
1. Menyiapkan alat yang dibutuhkan yaitu Tablet PC, Fingerprint, dan USB to
TTL.
2. Masuk ke software SFG Demo untuk memulai menscan sidik jari Mahasiswa
yang ingin diuji. Gambar 4.2 merupakan proses pemberian ID sidik jari.
Gambar 4.2. Proses Pemberian ID
3. Menempelkan jari ke fingerprint.
4. Terakhir kita melihat ID yang diberikan kepada sidik jari Mahasiswa yang
menempelkan jarinya. ID yang diberikan kepada sidik jari mahasiswa terlihat
pada Gambar 4.3.

Gambar 4.3. Pemberian ID Sidik Jari


 Pengujian Indikator pada LCD
saat dalam Keadaan Stand By
Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui
indikator bacaan yang berapa pada
tampilan di LCD tentang sidik jari yang
dikenali.
Langkah-langkah yang dilakukan adalah
sebagai berikut:
1. Menghidupkan laptop/PC dan membuka software pemograman Arduino I.D.E
lalu mengupload sketch yang telah dibuat.
2. Menghubungkan kabel USB ke laptop/PC yang telah terhubung dengan semua
alat yang dibutuhkan untuk system absensi pada bagian TX.
3. Menghidupakan alat, dan kemudian dalam keadaan stand by LCD akan
memberikan indikator bacaan seperti pada Gambar 4.4 di bawah ini.
Gambar 4.4. Indikator LCD dalam
keadaan stand by
 Pengujian Indikator pada LCD jika
Sidik Jari Dikenali
Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui
indikator bacaan yang berapa pada
tampilan di LCD tentang sidik jari yang dikenali.

Langkah-langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut:


1. Menghidupkan Laptop/PC dan membuka software yang tersedia untuk
melakukan penscanan sidik jari.
2. Menghidupkan alat pada system.
3. Menempelkan sidik jari yang telah terdaftar. Maka akan terlihat indicator sperti
pada Gambar 4.5 di bawah ini.
Gambar 4.5. Indikator pada LCD untuk
Sidik Jari yang Dikenali
5. Simpulan
Berdasarkan hasil pengujian pada Absensi
Digital Menggunakan Fingerprint Berbasis
WIFI Dengan Notifikasi SMS Untuk
Mahasiswa, dapat ditarik kesimpulan
sebagai berikut:

 Tegangan yang dihasilkan pada power supply memiliki keluaran sebesar 15


Volt dan 12 Volt.
 Fingerprint sensor for arduino dapat menyimpan dan memproses sidik jari
seseorang dengan memberikan ID berupa angka, dalam pemberian ID sidik
jari dibutuhkan waktu 4 detik untuk pemproses sidik jari
 Dibutuhkan waktu 2 detik untuk menampilkan indikator perintah pada LCD
jika ID sidik jari dikenali atau tidak.
 Proses pengiriman data berupa ID sidik jari yang diproses ke database admin
melalui Wi-Fi router tergantung pada spesifikasi alat dari Wi-Fi router, dalam
hal ini menggunakan Wi-Fi router merk TP LINK seri TL-WR-741ND yang
dapat mengirim data dalam jarak maksimal 90 meter tanpa halangan apapun
namun jika terdapat halangan data yang dikirim hanya dapat dikirm pada
jarak 45 meter.

Daftar Acuan
[1] Andrianto, Heri. 2013. Pemrograman Mikrokontroler AVR Atmega 16
menggunakan bahasaC. Informatika : Surabaya.
[2] Bawa, Dipti. 2012. Asiknya Belajar Arduino. PT Elex Media Komputindo
: Jakarta.
[3] John, Lovine. 2013. Pic Microcontroller Project Book. The Mac Graw-Hill
Companies : New York.

[4] Maulana, Ikhsan. 2013. RTC (Real Time Clock) DS1307. Code Vision AVR :
Pontianak.

[5] Santosa, Hardi. 2013. Mengenal ATMega 8. CV. Erlangga Erlangga Graha
Ilmu : Yogyakarta.

[6] Widodo Budhiarto dan Rizal Gamayen. 2007. Belajar Sendiri Proyek
Mikrokontroler Untuk Pemula. PT Elex Media Komputindo : Jakarta.