Anda di halaman 1dari 7

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Perikanan merupakan salah satu upaya manusia untuk memanfaatkan sumberdaya hayati
perairan untuk kepentingan hidupnya, baik berupa sumberdaya hayati hewani maupun tumbuhan.
Pengelolahan sumberdaya perairan, secara garis besarnya dapat dibagi menjadi dua, yaitu
perikanan budidaya dan perikanan tangkap. Dalam perikanan budidaya termasuk pendederan,
pembenihan dan pembesaran. Sedangkan pada perikanan tangkap meliputi penangkapan ikan dan
organisme lainnya yang berada di perairan umum seperti sungai dan laut.

Dalam perikanan tangkap adanya nelayan yang melakukan penangkapan ikan dengan
menggunakan alat penangkapan yang sesuai dengan kondisi daerah penangkapan (fishing ground)
dan juga sesuai dengan jenis ikan yang akan ditangkap. Dengan demikian dalam melakukan
penangkapan ikan tidak lepas dari jenis alat tangkap yang akan digunakan serta alat bantu
(intrumentasi) yang diperlukan dalam melakukan penangkapan ikan.

Penangkapan ikan merupakan aktifitas yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat
nelayan maupun bagi masyarakat luas. Penangkapan ikan dapat dilakukan dengan menggunakan
alat, mulai dari alat yang masih sederhana hingga alat penangkapan ikan yang sudah modern yang
sudah dilengkapi dengan alat bantu (intrumentasi) yang digunakan untuk mengumpulkan ikan
maupun alat-alat tambahan lainnya sebagai alat pendukung dalam penangkapan ikan.

Berbagai upaya yang dilakukan oleh masyarakat nelayan dalam melakukan penangkapan
ikan dengan memakai metode, teknik dan juga cara dalam menentukan daerah penangkapan, agar
dalam penangkapan mendapatkan hasil yang optimal dan tidak mengalami kerugian dalam
melakukan penangkapan.

Keberhasilan usaha di bidang penangkapan ikan tergantung pada pengetahuan yang cukup
mengenai tingkah laku ikan yang menjadi target penangkapan, ekologi ikan, oseonografi
perikanan, dinamika populasi ikan, daerah penangkapan ikan (fishing ground), navigasi dan alat
bantu (intrumentasi) alat penangkapan ikan yang digunakan.
URAIAN MATERI

1. Perikanan Secara Umum

Perikanan adalah salah satu usaha manusia untuk memanfaatkan sumberdaya perairan bagi
kepentingan hidupnya baik sumberdaya hewani maupun sumberdaya nabati. Pengolahan
perikanan di Indonesia secara garis besar dapat di bagi dua, yaitu perikanan budidya dan perikanan
tangkap (Syamsuddin, 1980).

Menurut Ayodhyoa (1981) bahwa usaha penangkapan ikan adalah usaha manusia untuk
menghasilkan ikan dan organisme lainnya disuatu perairan. Penangkapan ikan dapat dilakukan di
perairan laut maupun perairan umum seperti danau, rawa, sungai dan lain-lain. Tingkat
keberhasilan usaha tergantung pengetahuan yang cukup tentang tingkah laku/behavior binatang
buruan tersebut, mengetahui sumber alat tangkap, kapal perikanan dan cara pengoperasian alat
tangkap dan kapal perikanan.

Potensi perikanan dan kelautan Indonesia yang menjanjikan bukanlah suatu yang mustahil
untuk menjadi sumber devisa utama Indonesia dimasa mendatang. Permasalahan dalam
mengembangkan perikanan dan kelautan diantaranya adalah kondisi geografis, sarana dan
prasarana, aktualisasi pemanfaatan tidak merata dan tidak seimbang, komitmen pemerintah,
kualitas sumberdaya manusia, ilmu pengetahuan dan teknologi (Feliatra, 2004).

Pada dasarnya pembangunan perikanan merupakan upaya manusia untuk memanfaatkan


sumberdaya hayati perikanan dan sumberdaya perairan melalui kegiatan penangkapan ikan dan
budidaya ikan. Kegiatan yang lain yang berkaitan dengan pembangunan perikanan adalah
pengembangan sumberdaya manusia, pemanfaatan modal, pengembangan dan penerapan IPTEK,
pengembangan produk, peningkatan pendapatan dan kesejahtraan, peningkatan kesempatan kerja
dan pendapatan Devisa Negara, disertai upaya-upaya pemeliharaan dan kelestarian sumberdaya
hayati lingkungan (Muliana, 2012).

2. Kapal Ikan Net Hauler


Kapal Ikan Net Hauler merupakan jenis kapal ikan yang menggunaka alat tangkap yang
berupa Net Hauler. Kapal jenis ini biasa juga di sebut dengan kapal Gill net.
Gill net sering diterjemahkan dengan “jaring insang”, “jaring rahang”, dan lain sebagainya.
Istilah “gill net” didasarkan pada pemikiran bahwa ikan-ikan yang tertangkap “gilled-terjerat”
pada sekitar operculum nya pada mata jaring. Sedangkan “gill net dasar” atau “bottom gill net”
adalah jaring insang, jaring rahang yang cara operasinya ataupun kedudukan jaring pada fishing
ground direntangkan pada dasar laut, yang demikian berarti jenis-jenis ikan yang menjadi tujuan
penangkapan ialah ikan-ikan dasar (bottom fish) ataupun ikan-ikan damersal, dengan bahan jaring
terbuat dari multi fibre.

3. Net Hauler
Net hauler adalah alat bantu pada kapal gill net yang digunakan untuk penarikan jaring
yang telah ditabur di laut, agar jaring lebih ringan ditarik dan mudah ditata kembali di atas
geladak. Pada umumnya kecepatan tarik yang dibutuhkan antara 30 m/s – 90 m/s. Cara
pengoperasian Net hauler adalah hanya dengan menarik jaring Gill net melalui drum berbentuk
konikal dan jaring insang tidak digulung langsung di dalam drum penggulung, melainkan bagian
jaring yang sudah ditarik di belakang Net hauler, kemudian diatur untuk persiapan penurunan
jaring kembali (setting).
Net hauler yang digunakan pada kapal Gill net dapat dibedakan atas 2 tipe. Pada kapal
yang dilengkapi dengan cone roller umumnya dilengkapi pula dengan net hauler tipe memanjang,
ditempatkan di tepi atas pagar kapal dengan tujuan memperingan kerja cone roller dan
memudahkan nelayan pada saat melepaskan ikan yang terjerat mata jaring. Tipe ini lebih dikenal
dengan side roller. Tipe lainnya yaitu net hauler berbentuk blok (power block), ditempatkan di
atas geladak kerja pada sisi arah hauling, untuk menarik jaring pada waktu hauling, pemberat,
pelampung beserta jaringnya disisipkan pada blok (roller) yang berputar digerakan dengan tenaga
hidrolik. Alat ini hanya untuk menangkap ikan-ikan tuna kecil.
4. Teknik Operasi
 Setting

Pada saat melakukan setting, kapal diarahkan ke tengah kemudian dilakukan pemasangan

jaring bottom gill net oleh Anak Buah Kapal (ABK). Jaring bottom gill net dipasang tegak lurus

terhadap arus sehingga nantinya akan dapat menghadang gerombolan ikan yang sebelumnya telah

dipasangi rumpon, dan gerombolan ikan tertarik lalu mengumpul di sekitar rumpon maupun light

fishing dan akhirnya tertangkap karena terjerat pada bagian operculum (penutup insang) atau

dengan cara terpuntal.

 Holling

Setelah dilakukan setting dan ikan yang telah terkumpul dirasa sudah cukup banyak, maka

dilakukan holling dengan menarik jaring bottom gill net dari dasar perairan ke permukaan (jaring

ditarik keatas kapal). Setelah semua hasil tangkap dan jaring ditarik ke atas kemudian baru

dilakukan kegiatan penyortiran.

5. Prospektif Keuntungan Penggunaan Net Hauler

Prospektif net hauler di Indonesia sangat baik, hal ini dikarenakan secara kuantitatif,

jumlahnya cukup besar di Indonesia. Hal-hal yang mempengaruhi besarnya bottom gill net secara

kuantitatif di Indonesia:

a. Alat tangkap net hauler mudah diperoleh;

b. Proses pemasangan dan pengoperasian net cukup mudah;

c. Harganya relatif murah;

d. Fishing method dari bottom gill net mudah; dan

e. Biaya relatif murah sehingga dapat dimilliki oleh siapa saja.


Berikut adalah gambar penggunaan Net Hauler pada Kapal Ikan
PENUTUP

1. Kesimpulan

Dari makalah selektivitas Kapal Ikan Net Hauler dapat disimpulkan sebagai berikut:

Alat bantu penangkapan merupakan faktor penting untuk mengumpulkan ikan pada suatu

tempat yang kemudian dilakukan operasi penangkapan. Alat bantu yang digunakan dalam

operasi penangkapan ikan dengan menggunakan Net Hauler sangat mempermudah nelayan

untuk menghasilkan pendapatan yang cukup dengan modal terbilang murah.

2. Saran

Dalam proses pembuatan makalah ini masih banyak kekurangan yang terjadi. Oleh

karena itu masih perlu adanya tambahan beberapa referensi agar informasi yang di berikan bisa

menjadi lengkap.
REFERENSI

http://rahayuseptia.blogspot.co.id/2012/01/tugas-teknologi-penangkapan-ikan.html

http://riezasyik.blogspot.co.id/2011/06/alat-bantu-penangkapan.html

https://i.ytimg.com/vi/T3aHJWrmEKg/maxresdefault.jpg

https://fiqrin.wordpress.com/artikel-tentang-ikan/gillnet/