Anda di halaman 1dari 13

Topik : Pembuatan Injeksi Diphenhidramin HCl 1% dengan volume 9 mL

(vial).
Tujuan :
1. Mempelajari pembuatan sediaan injeksi dengan bahan aktif yang mudah
teroksidasi.
2. Melakukan sterilisasi sediaan injeksi dengan metode filtrasi menggunakan
teknik aseptis.
I. PRAFORMULASI
1. Tinjauan Farmakologi bahan obat
 Efek utama (Indikasi):
a) Sebagai antihsitamin yang disertai dengan efek sedative dengan
antimuskarinik. Antihistamin digunakan untuk gejala alergi termasuk
ushkaria& angioedema, rhinitis,& konjungtivitis, kerusakan kulit&
gangguan piruritik. Antiemetic untuk mual, muntah akibat mabuk
perjalanan dan vertigo. Antimuskarinik untuk Parkinson. Efek sedative
untuk insomnia. Untuk pengobatan batuk dan pilek. Sediaan parenteral
untuk penanganan anafilatik shock (Martindale 36th P.577).
 Efek samping:
Reaksi distonik ekstra piramidol, depresi CNS (drowsiness sampai tidur
pulas), pusing inkoordinasi, sakit kepala, gangguan psikomotor, mulut
kering, pandangan kabur, konstipasi, peningkatan reflex gastrik dan
retensi urin (Martindale 36th P.561).
 Kontra Indikasi:
a) Penderita asma (Diphenhidramin HCl punya efek ditropin like
action), neonates (Remingtons 7th P.1128).
b) Penderita poryphia, wanita hamil dan menyusui, hipersensitivitas
terhadap Diphenhidramin HCl.

1
2. Tinjauan sifat fisikokimia bahan obat
a. Kelarutan: 1:1 dalam air, 1:2 dalam alkohol dan kloform, 1:50 dalam,
praktis tidak larut dalam eter.
b. Stabilitas:
 Terhadap cahaya: tidak stabil, jika terkena cahaya perlahan- lahan
warnanya menjadi gelap (FI IV P.330).
o Simpan dalam wadah tertutup rapat, terlindung dari cahaya
(Martindale 36th P.577).
 Terhadap suhu: tidak stabil terhadap suhu tinggi, melting poin 167-
1720C) (FI IV P.330).
o Simpan pada suhu 15-300C
 Terhadap PH: PH stabil pada pH 4,0-6,5 (FI IV P.330).
o pH 5% solution dalam air mempunyai pH 4,0-6,0
(Martindale 36th P.577).
 Terhadap O2 : tidak stabil terhadap O2, mudah teroksidasi
(Martindale 32th P.409).
c. OTT (inkompatibilitas):
Dengan amphotericin B, cefmetazole sodium, cefalotin sodium,
hydrocortisone sodium suksinat, beberapa golongan barbiturate,
larutan alkali dari asam kuat (Martindale 36th P.577).
d. Cara penggunaan dan dosis:
1. IM/ IV: 1%-5%, dosis lazim: 10-50 mg (≤400 mg dalam 24
jam)(Martindale 36th P.577).
2. IM/ IV:10-50 mg, oral: 50 mg (dosis dewasa) (The Merk Manual
14 P. 2343).
3. Dapat diberikan dengan bersamaan dengan cairan infus IV
(Handbook of Injectable Drug 12th P.444)

2
4. IM/ IV:10-50 mg, untuk beberapa pasien 100 mg kadang
dibutuhkan, dosis maksimal IM/ IV 400 mg sehari (HFS 2008
P.17).
II. FORMULASI
a. Permasalahan dan penyelesaian
1. Diphenhidramin HCl tidak stabil terhadap cahaya.
Pengatasan : dengan dikemas dalam wadah coklat (vial coklat).
2. Diphenhidramin HCl tidak stabil terhadap udara.
Pengatasan : disimpan dalam wadah tertutup, ditambah chelating agent atau
antioksidan.
3. Adanya pemanasan dapat menyebabkan peruraian sediaan.
Pengatasan : dilakukan sterilisasi dengan metode filtrasi menggunakan
membrane filter.
4. Sediaan dapat mengiritasi.
Pengatasan : dibuat isotonis dengan penambahan NaCl.
5. Sediaan multidose.
Pengatasan : ditambah pengawet atau antimikroba.
b. Formulasi yang akan dibuat
1. Formularium Nasional ed 2 P.113
R/Diphenhidramin HCl 10 mL
Aqua pro injection ad 1 mL
2. FI III P.116
R/ Diphenhidramin HCl 1%
NaCl 0,01%
Na-metabisulfit 625 mg
Aqua pro injection ad 100 mL
3. Handbook of Injectable Drug 14th
R/ Diphenhidramin HCl 50 mg
Benzalconium Chloride 0,1 mg

3
Aqua pro injection ad 1 mL
c. Perhitungan bobot dan dosis

No Komponen bahan Bobot/volume fungsi Cara sterilisasi


1 Diphenhidramin 300mg Bahan aktif Filtrasi
HCl
2 NaCl 189mg Pengisotonis
Oven 180℃ ;
30menit
3 Na- metabisulfit 3mg Antioksidan Filtrasi
4 ISI DAM Wkwk ISI DAM ISI DAM ISI DAM
Wkwk Wkwk Wkwk

5 Aqua pro injection Ad 20ml Pelarut Autoklaf 121℃


;15menit

 Volume yang dibuat:


𝑣 = (𝑣 ′ + 𝑎)𝑛
= (𝑥 + 𝑥) (𝑥 + 𝑥)
= 𝑥 𝑚𝑙 ~ 𝑥 𝑚𝑙 X nya diganti yo dam

1𝑔
Diphenhidramin HCl 1% = 100𝑚𝑙 × 30𝑚𝑙 = 0,3𝑔 = 300𝑚𝑔
0,01𝑔
Na- metabisulfit 0,01% = 100𝑚𝑙 × 30𝑚𝑙 = 0,03𝑔 = 3𝑚𝑔
0,9𝑔
NaCl 0,9% = 100𝑚𝑙 × 30𝑚𝑙 = 0,27𝑔 = 270𝑚𝑔

 Kandungan dalam setiap ampul:


1% × 2𝑚𝑙 = 0,02𝑔 = 20𝑚𝑔

Perhitungan isotonis
ISI DAM WKWKWKWK

4
III. PELAKSANAAN
a. Penyiapan alat

No Nama alat ukuran jumlah Cara sterilisasi dan waktu


suhu
1 Kaca arloji ∅ 5𝑐𝑚, 8𝑐𝑚 4 0ven 180℃ 30menit
2 Beker glass 100ml,50ml 2,2 0ven 180℃ 30menit
3 Sendok logam 15cm 2 0ven 180℃ 30menit
4 Erlemeyer 100ml,50ml 1,1 0ven 180℃ 30menit
5 Pengaduk 20cm 2 0ven 180℃ 30menit
6 Vial coklat 10 mL 2 0ven 180℃ 30menit
7 Pinset 10cm 4 0ven 180℃ 30menit
8 Tara dan wadah - 1set 0ven 180℃ 30menit
9 Aluminium foil 10cm 4 0ven 180℃ 30menit
10 Kantung sampah 2 ×uk modul 1 0ven 180℃ 30menit
11 Anak timbang 1mg-500mg 1set 0ven 180℃ 30menit
12 Corong dan kertas ∅ 5𝑐𝑚 2 Otoklaf 115℃ 30menit
saring
13 Pipet tetes Panjang, pendek 4,4 Otoklaf 115℃ 30menit
14 Gelas ukur 10 ml,5 ml,50ml 2,1,1 Otoklaf 115℃ 30menit
15 Aqua pro injection 50ml 1 Otoklaf 121℃ 15menit
dalam botol
bertutup karet
16 Karet vial ∅ 2𝑐𝑚 3 Otoklaf 115℃ 30menit
17 Filter holder& 0,22µm 1 Otoklaf 115℃ 30menit
membrane filter
18 Tali 20-25cm 4 Otoklaf 115℃ 30menit
19 Spuit injeksi 10ml 1 Sudah steril dengan -
radiasi
20 Jas lab, dll - 1 set Otoklaf 115℃ 30menit

b. Pencucian, pengeringan dan pembungkusan alat

 Pencucian alat/wadah gelas serta peralatan laboratorium lain (Huizinga)


1. Sikat dengan larutan tepol

5
2. Bilas dengan air kran

3. Semprot dengan uap dan tiriskan

4. Bilas dengan aquadem

5. Bilas dengan air suling yang baru dibuat (steril dan bebas pirogen)

6. Keringkan dengan posisi terbalik dalam oven

 Pengeringan

1. Keringkan dalam oven dalam keadaan terbalik pada suhu 100oC, tidak boleh
terlalu lama kira-kira 15 menit (terutama gelas ukur, bahan yang terbuat dari
karet dan plastik)

2. Untuk menghindari debu dapat ditutup dengan kertas yang tembus uap air

3. Wadah kecil harus benar-benar kering

 Pencucian karet
1. Rendam dalam larutan HCl 2% selama 2 hari

2. Rendam dalam larutan tepol 1% dan Natrium Karbonat 0,5% selama 1 hari

3. Didihkan dalam larutan tersebut selama 15 menit, kemudian bilas dengan


aquadest

4. Ulangi dengan larutan yang baru

5. Ulangi sampai larutan jernih

6. Rendam dalam aquadest (dalam beaker glass yang ditutup kertas perkamen)
dan dicuci dengan Otoklaf pada suhu 110oC selama 20 menit (1 atau 2 kali)
sampai air rendaman jernih.

Tahap-tahap pencucian karet dengan otoklaf pada suhu 110oC selama 20 menit
adalah sebagai berikut:

6
a. Waktu pemanasan : pkl 13.15 – 13.24 ( 9 menit)
b. Waktu pengeluaran udara : pkl 13.24 - 13.31 ( 7 menit)
c. Waktu menaik : pkl 13.31 - 13.34 ( 3 menit)
d. Waktu suhu dipertahankan : pkl 13.34 – 13.54 (20 menit)
e. Waktu menurun : pkl 13.54 – 13.56 ( 2 menit)
f. Waktu pendinginan : pkl 13.56- 14.11 (15 menit)
Proses sterilisasi berlangsung dari : pkl 13.15 - 14.11 ( 56 menit)

7. Bilas dengan spiritus dilutes (etanol 70%) air ad sampai jernih

8. Masukkan kantong perkamen dan disterilkan dalam otoklaf

 Pembungkusan: Masing-masing alat dibungkus dalam kantong perkamen

c.1. Sterilisasi alat-alat dengan oven pada suhu 180oC selama 30 menit.
(beaker glass, erlenmeyer, kaca arloji, pengaduk, pingset, tara dan wadah, anak
timbangan, sendok logam, ampul, kantong sampah).

Tahap-tahap sterilisasi adalah sebagai berikut:


 Waktu pemanasan : pkl 13.31 – 14.03 (32 menit)
 Waktu kesetimbangan : pkl 14.03 – 14.03 ( 0 menit)
 Waktu pembinasaan : pkl 14.03 - 14.33 (30 menit)
 Waktu tambahan jaminan sterilitas : pkl 14.33 - 14.33 ( 0 menit)
 Waktu pendinginan : pkl 14.33 - 14.48 (15 menit)
Proses sterilisasi berlangsung dari : pkl 13.31 – 14.48 (67 menit)

c.2. Sterilisasi alat-alat dengan Otoklaf pada suhu 115oC selama 30 menit.
(corong dan kertas saring, pipet tetes, tutup vial(karet), gelas ukur, Aqua pro
injeksi dalam botol bertutup karet)
Tahap-tahap sterilisasi adalah sebagai berikut:

 Waktu pemanasan : ISI DAM WKWKWKWK

7
 Waktu pengeluaran udara : ISI DAM WKWKWKWK
 Waktu menaik : ISI DAM WKWKWKWK
 Waktu kesetimbangan : ISI DAM WKWKWKWK
 Waktu pembinasaan : ISI DAM WKWKWKWK
 Waktu tambahan jaminan sterilitas : ISI DAM WKWKWKWK
 Waktu menurun : ISI DAM WKWKWKWK
 Waktu pendinginan : ISI DAM WKWKWKWK
Proses sterilisasi berlangsung dari : ISI DAM WKWKWKWK

c.3. Sterilisasi pelarut aqua pro injection dengan otoklaf 121oC selama 15 menit.
Tahap-tahap sterilisasi adalah sebagai berikut:
 Waktu pemanasan : pkl 14.20 - 14.26 ( 6 menit)
 Waktu pengeluaran udara : pkl 14.26 – 14.33 ( 7 menit)
 Waktu menaik : pkl 14.33 - 14.43 (10 menit)
 Waktu kesetimbangan : pkl 14.43 – 14.45 (2 menit)
 Waktu pembinasaan : pkl 14.45- 15.00 (15 menit)
 Waktu tambahan jaminan sterilitas : pkl 15.00- 15.01 ( 1 menit)
 Waktu menurun : pkl 15.01 - 15.04 ( 3 menit)
 Waktu pendinginan : pkl 15.04 – 15.19 (15 menit)
Proses sterilisasi berlangsung dari : pkl 14.48 – 15.55 (59 menit)
c.4. Sterilisasi perlengkapan teknis aseptis dengan otoklaf 115oC selama 30 menit.
Tahap-tahap sterilisasi adalah sebagai berikut:
 Waktu pemanasan : pkl 12.45 – 13.02 ( 17 menit)
 Waktu pengeluaran udara : pkl 13.02 – 13.16 ( 14 menit)
 Waktu menaik : pkl 13.16 - 13.23 (7 menit)
 Waktu kesetimbangan : pkl 13.23 – 13.33 (10 menit)
 Waktu pembinasaan : pkl 13.33- 14.03 (30 menit)
 Waktu tambahan jaminan sterilitas : pkl 14.03- 14.08 ( 5 menit)

8
 Waktu menurun : pkl 14.08 – 14.13 ( 5 menit)
 Waktu pendinginan : pkl 14.13 – 14.16 (3 menit)
Proses sterilisasi berlangsung dari : pkl 14.48 – 15.55 (91 menit)

d. Cara kerja
ISI DAM WKWKWKWK

IV. PEMBAHASAN
PH akhir sediaan Injeksi Thiamin HCl yang kami buat adalah 7, sudah sesuai
dengan pH stabilitasnya. Pada saat pengujian bubble point test, gelembung udara
pertama kali keluar pada volume 9 mL sehingga dapat dikatakan terjadi kebocoran
pada membrane filter. Hal ini mungkin disebabkan pada saat penyaringan
menggunakan membrane filter, kami terlalu menekan spuit injeksi sehingga terjadi
kebocoran. Sediaan kami juga belum layak untuk diproduksi, hal ini disebabkan
karena masih diperlukannya evaluasi lainnya seperti uji kejernihan, keseragaman
volume, keseragaman bobot, pirogenitas, sterilisasi serta penandaan.
Kendala dan kesulitan selama pelaksaan praktikum antara lain :
1. Diperlukan waktu yang cukup lama mulai dari mensterilkan alat-alat baik di
oven maupun Otoklaf, hingga sampai pada tahap sterilisasi sediaan akhir.
2. Pembersihan, hingga pembungkusan alat-alat harus dilakukan dengan efektif,
efisien, dan cepat.
3. Pengerjaan yang lambat akibat membuat sediaan di LAF

9
V. KESIMPULAN
Sediaan Injeksi Diphenhidramin HCl yang dibuat belum memenuhi persyaratan
untuk layak diproduksi.
Saran :
1. Praktikan harus sudah mempersiapkan semua keperluan untuk praktikum.
2. Praktikan harus terampil dan cepat dalam melakukan pembungkusan alat untuk
sterilisasi.
3. Penyaringan melalui membrane filter harus dilakukan dengan hati- hati
sehingga tidak terjadi kebocoran.

VI. WADAH
Wadah primer : Vail tertutup kedap dan terlindung dari cahaya
(vial coklat 10 ml).
Wadah sekunder : kemasan, etiket, brosur.
VII. LABEL dan BROSUR
 Label

10
 Brosur

11
 Kemasan Sekunder

12
13