Anda di halaman 1dari 4

ANATOMI MATA

1. Kornea
Merupakan jendela paling depan dari mata dimana sinar masuk dan difokuskan ke dalam pupil . Bentuk
kornea cembung dengan sifat yang transparan dimana kekuatan pembiasan sinar yang masuk 80 % atau
40 dioptri , dengan indeks bias 1, 38 .
2. Iris
Iris merupakan bagian yang memberi warna pada mata, warna coklat pada iris yang akan menghalangi sinar
masuk kedalam mata,iris juga mengatur jumlah sinar yang masuk kedalam pupil melalui besarnya pupil.
3. Pupil
Pupil berwarna hitam pekat yang mengatur jumlah sinar masuk kedalam bola mata. Pada pupil terdapat
m.sfinger pupil yang bila berkontraksi akan mengakibatkan mengecilnya pupil (miosis) dan m.dilatator
pupil yang bila berkontriksi akan mengakibatkan membesarnya pupil (midriasis)
4. Corpus siliaris
Berperan untuk akomodasi dan menghasilkan humor aquaeus
5. Lensa
Lensa dapat membiaskan sinar 20 % atau 10 dioptri dan berperan pada saat akomodasi. 65 % lensa
mengandung air dan 35 % protein
6. Retina
Retina akan meneruskan rangsangan yang diterimanya berupa bayangan benda sebagai rangsangan elektrik
ke otak sebagai bayangan yang dikenal. Pada Retina terdapat sel batang sebagai sel pengenal sinar dan sel
kerucut yang mengenal frekuensi sinar.

7. Nervus Optikus
Saraf penglihatan yang meneruskan rangsangan listrik dari mata ke korteks visual untuk dikenali
bayangannya
Retina adalah suatu membran yang tipis dan bening, terdiri atas penyebaran daripada
serabut-serabut saraf optik. Letaknya antara badan kaca dan koroid. Bagian anterior berakhir pada
ora serata, di bagian retina yang letaknya sesuai dengan sumbu penglihatan terdapat makula lutea
(bintik kuning) kira-kira berdiameter 1 – 2 mm yang berperan penting untuk tajam penglihatan
yang paling peka terhadap cahaya ((yaitu bintik kuning (fovea)). Di tengah makula lutea terdapat
bercak mengkilap yang merupakan reflek fovea. Kira-kira 3 mm ke arah nasal kutub belakang bola
mata terdapat daerah bulat putih kemerah-merahan, disebut papil saraf optik, yang di tengahnya
agak melekuk dinamakan eksvakasi foali. Arteri retina sentral bersama venanya masuk ke dalam
bola mata di tengah papil saraf optik. Retina meluas ke depan hampir mencapai badan siliaris.
Struktur ini tersusun dalam 10 lapisan dan mengandung sel batang (rods) dan sel kerucut (cones),
yang merupakan reseptor penglihatan, ditambah 4 jenis neuron: Sel bipolar, Sel ganglion, Sel
horizontal, dan Sel amakrin. Karena lapisan saraf pada retina disatukan bersama-sama oleh sel-sel
glia yang disebut sel muller. Tonjolan-tonjolan dari sel-sel ini membentuk membran pembatas
dalam di permukaan dalam retina dan membran pembatas luar di lapisan reseptor. Retina berbatas
dengan koroid dengan sel pigmen epitel retina, dan terdiri atas 10 lapisan.

Di retina juga dijumpai daerah yang sama sekali tidak mengandung sel batang ataupun sel
kerucut. Bagian ini disebut bintik buta. Bila cahaya jatuh di daerah ini, kita tidak bisa melihat apa
- apa.
Lapisan-lapisan retina mulai dari sisi dalamnya adalah :

1. Membran limitans interna, merupakan membran hialin antara retina dan badan kaca.
2. Lapisan serat saraf, yang mengandung akson-akson sel ganglion yang berjalan menuju
nervus optikus. Di dalam lapisan-lapisan ini terletak sebagian besar pembuluh darah retina.
3. Lapisan sel ganglion yang merupakan lapis badan sel daripada neuron kedua.
4. Lapisan pleksiformis dalam, merupakan lapis aseluler tempat sinaps sel bipolar, sel
amakrin dengan sel ganglion.
5. Lapis nukleus dalam, merupakan tubuh sel bipolar, sel horizontal dan sel muller lapis ini
mendapat metabolisme dari arteri retina sentral.
6. Lapisan pleksiformis luar, merupakan lapis aseluler dan merupakan tempat sinapsis sel
fotoreseptor dengan sel bipolar dan sel horizontal.
7. Lapisan inti luar sel fotoreseptor.
8. Membran limitans eksterna yang merupakan membran ilusi.
9. Lapis fotoreseptor, merupakan lapis terluar retina terdiri atas sel batang yang mempunyai
bentuk ramping, dan sel kerucut.
10. Epithelium pigmen retina

Retina mempunyai tebal 0,1 mm pada ora serrata dan 2,3 mm pada kutub posterior. Di
tengah-tengah retina posterior terdapat makula yang merupakan daerah pigmentasi kekuningan
yang disebabkan oleh pigmen luteal (xantofil), yang berdiameter 1,5 mm. Di tengah makula,
sekitar 3,5 mm di sebelah lateral diskus optikus, terdapat fovea, yang merupakan suatu cekungan
yang memberikan pantulan khusus bila dilihat dengan oftalmoskop. Foveola adalah bagian tengah
fovea dimana sel fotoreseptornya adalah sel kerucut dan merupakan bagian retina yang paling
tipis.5,6

Retina menerima darah dari dua sumber yaitu khoriokapilaria dan cabang-cabang arteri
sentralis retina. Khoriokapilaris memperdarahi sepertiga luar retina, termasuk lapisan pleksiformis
luar dan lapisan inti luar, fotoreseptor, dan lapisan epitel pigmen retina sedangkan cabang-cabang
arteri sentralis retina memperdarahi dua pertiga sebelah dalam retina.