Anda di halaman 1dari 16

B.

TINJAUAN KASUS
I. PENGKAJIAN
Pengkajian data dilaksanakan pada hari kamis, 28 september 2017 pukul
10.00 wita. Data diperoleh dengan cara wawancara, observasi, pemeriksaan fisik
dan dokumentasi.

A. Data Umum
1. Kepala Keluarga
a. Nama : Tn. Ku
b. Umur : 30 Tahun
c. Jenis Kelamin : Laki- Laki
d. Pendidikan : SD
e. Pekerjaan : Buruh
f. Agama : Hindu
g. Suku/Bangsa : Bali / Indonesia
h. Alamat : Banjar Teges Gianyar
i. Tanggal Pengkajian : 28 september 2017

2. Komposisi Keluarga :
TABEL 1
KELURGA BAPAK KU DENGAN GIZI KURANG
DI BANJAR TEGES , GIANYAR
TANGGAL 28 september 2017

Umur Hub.dg
NO Nama L/P Pendidikan Pekerjaan Imunisasi Kondisi Ket
(Th) KK

1. KK P 27 Istri SD Buruh - Sehat -

2. GG P 6 Anak - - - Sehat -

3. GT P 4 Anak - - - Sakit -
Sumber : Keluarga Bapak KU
3. Genogram
GAMBAR 1
GENOGRAM KELUARGA BAPAK KU DENGAN GIZI KURANG
DI BANJAR TEGES , GIANYAR
TANGGAL 28 september 2017

Keterangan :
: Laki-Laki
: Perempuan
: Laki-Laki Meninggal
: Perempuan Meninggal
: Kasus/Klien teridentifikasi
: Tinggal Serumah
Penjelasan Genogram :
Keluarga Bapak KU terdiri dari istri dan dua orang anak. Keluarga
bapak KU tinggal serumah dengan istri dan dua orang anak perempuannya.
Ayah dan Ibu bapak KU sudah meninggal karena umurnya yang sudah tua,
bukan karena penyakit menular. Begitu juga kedua orang tua ibu KK dalam
keluarganya tidak ada yang pernah menderita penyakit sepeti yang diderita
GT ataupun penyakit lainnya.
4. Tipe Keluarga
Keluarga Bapak KU termasuk tipe keluarga inti, yang terdiri dari ayah,
ibu dan 2 orang anak.
5. Latar Belakang Budaya (Etnis)
Latar belakang keluarga Bapak KU termasuk ke dalam etnis Bali.
Secara etnis merupakan lingkungan keluarga homogen (hanya 1 etnis Bali).
Dalam kesehariannya menggunakan Bahasa daerah untuk berkomunikasi dan
berinteraksi dengan sesama anggota keluarga maupun masyarakat.
6. Agama
Keyakinan yang dianut oleh keluarga bapak KU seluruhnya agama
Hindu. Persembahyangan dan kegiatan keagamaan dilaksanakan pada hari
tertentu seperti purnama, tilem, galungan, kuningan dan lain-lain.
7. Status Sosial Ekonomi Keluarga
Di keluarga bapak KU hanya 2 orang yang mempunyai pekerjaan dan
pekerjaan itu tidak tetap. Bapak KU bekerja sebagai buruh, sedangkan ibu
KK menjadi buruh cuci. Dari penghasilan mereka tersebut dipakai untuk
menutupi keperluan keluarga. Menurut keluarga penghasilannya sekarang
kurang memadai atau pas-pasan, sehingga tidak bisa menabung. Bila ada
anggota keluarga yang sakit maka keluarga akan meminjam uang di keluarga
terdekat untuk biaya pengobatan.

TABEL 2
DATA PENDAPATAN DAN PENGELUARAN KELUARGA KEPERAWATAN
PADA KELURGA BAPAK KU DENGAN GIZI KURANG
DI BANJAR TEGES , GIANYAR
TANGGAL 28 september 2017

Nama
Pendapatan Pengeluaran
No Anggota Pekerjaan Keterangan
(Rp) (Rp)
Keluarga
1 KU Buruh 500.000 750.000 Tidak tetap
Buruh
2 KK 250.000 - Tidak tetap
(Tukang Cuci)
Jumlah 750.000 750.000
Sumber : keluarga bapak KU
8. Aktivitas Rekreasi Keluarga atau Waktu Luang
Kepala keluarga mengatakan tidak mempunyai kebiasaan untuk
rekreasi dan waktu luang diisi dengan berbincang-bincang dengan istri,
keluarga dan tetangga. Sedangkan anaknya masih bisa bermain dengan anak-
anak tetangga dan menonton TV di rumah tetangga.

B. Tahap dan Riwayat Perkembangan Keluarga


1. Tahap Perkembangan Keluarga Saat ini
Keluarga bapak KU saat ini berada pada tahap III yaitu keluarga
dengan anak usia prasekolah (anak tertua berumur 2-6 tahun).
2. Tahap perkembangan yang belum terpenuhi
Keluarga mengatakan tahap perkembangan keluarga dapat dilalui
dengan cukup baik
3. Riwayat Keluarga Sebelumnya
Keluarga mengatakan asal kedua orang tua dari kepala keluarga maupun dari
istri sama-sama dari Desa Pipitan Canggu, Badung. Dalam keluarga tidak ada
yang mengikat tali perkawinan dengan saudara atau yang masih ada
hubungan darah.

C. Data Lingkungan
1. Karakteristik Rumah
Keluarga mengatakan rumah yang ditempati adalah milik sendiri,
dengan tipe rumah semi permanen. Luas tanah ± 1 are. Rumah yang
ditempati keluarga bapak KU terdiri dari ruang dapur, kamar mandi dan 1
ruang kamar tidur ± 3 X 2 meter. Penerangannya menggunakan listrik
dimalam hari, lampu neon. Kebersihan rumah cukup, penataan perabotan
rumah cukup rapi dimana keluarga mengatakan tidak memiliki TV ataupun
radio untuk hiburan. Ventilasi dan jendela kaca pintu dan lobang-lobang
udara (± 15%) ventilasi cukup. Atap rumah dari genteng dengan dinding
belum dicat dan lantai belum memakai keramik. Sumber air minum
menggunakan sumur, warna air jernih, Tidak bau dan tidak berasa. Keluarga
mengatakan menyapu 2x sehari didalam rumah dan diluar, selesai menyapu
sampah dikumpulkan terkadang sampah ditimbun atau dibakar.
GAMBAR 2
DENAH RUMAH KELURGA BAPAK KU DENGAN GIZI KURANG
DI BANJAR TEGES , GIANYAR
TANGGAL 28 september 2017

U
5
1
4 3 2

Keterangan :
1 : Tempat Suci
2. : Kamar tidur kasur
3. : Dapur
4. : Kamar Mandi
5. : Sumur

2. Karakteristik Lingkungan dan Komunitas


Keluarga KU terletak dilingkungan pedesaan dengan hawa yang sejuk
dan tenang, pengumpulan sampah dilakukan oleh masing-masing keluarga
lalu ditimbun atau dibakar. Jenis pelayanan kesehatan yang ada yaitu
Puskesmas dengan jarak kurang lebih 500 meter, sekolah dasar jaraknya ± 1
km, transportasi dilingkungan tempat tinggal bapak KU cukup lancar.
3. Mobilitas Geografis Keluarga
Keluarga mengatakan tinggal ditempat sekarang sudah dari dulu dan
merupakan warisan dan tidak pernah pindah.
4. Perkumpulan dan Interaksi dengan masyarakat
Keluarga mengatakan selalu ikut serta apabila disekitar lingkungan
rumahnya ada kegiatan seperti kerja bakti, kegiatan upacara lain di banjar.
Hubungan dengan masyarakat baik.
5. Sistem pendukung atau jaringan sosial kesehatan
Keluarga mengatakan saat keluarganya mendapat kesusahan, banyak
mendapat dukungan dan bantuan dari kerabat dekat, tetangga dan keluarga
lain. Dalam bidang kesehatan keluarga banyak mendapat dukungan dari
Puskesmas Canggu, karena letak rumahnya dekat. Hubungan keluarga
dengan petugas kesehatan baik. Ini terlihat dari sikap positif keluarga
terhadap kunjungan atau kedatangan petuga kesehatan. Untuk mendapat
pelayanan kesehatan keluarga tidak mengluarkan biaya kesehatan karena
sudah mempunyai Asuransi Kesehatan Pemerintah ( ASKESKIN ).

D. Struktur Keluarga
1. Pola Komunikasi
Komunikasi intra dan inter keluarga cukup baik dan komunikatif baik
secara verbal maupun non verbal, begitu juga dengan petugas kesehatan.
Keinginan dan kemauan keluarga untuk menanyakan sesuatu yang
berhubungan dengan kesehatan cukup baik.
2. Struktur Kekuasaan
Dalam mengambil keputusan yang penting dalam keluarga selalu
bermusyawarah dengan istri, tetapi pengambilan keputusan terakhir ada
ditangan kepala keluarga. Dalam keseharian ibu RM (istri) disamping
mencari nafkah juga bertugas mengatur rumah tangga dan keuangan di dalam
rumah tangga.
3. Struktur Peran
Masing-masing anggota keluarga telah melaksanakan peran yang telah
disepakati, sehingga tidak menimbulkan konflik.
4. Nilai dan Norma Keluarga
Keluarga mengatakan nilai-nilai yang diterapkan dalam keluarga
adalah demokrasi dengan membentuk kebebasan kepada anggota keluarga
tanpa mengabaikan adat istiadat yang ada serta selalu menghormati yang
lebih tua.

E. Fungsi Keluarga
1. Fungsi Afektif
Bersama istri, KU berusaha untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya.
Saling menyayangi satu sama lain, membina kekerabatan serta saling
menghormati orang yang lebih tua, saling bertukar pikiran dengan sesama
anggota keluarga dalam memecahkan masalah yang dihadapi.
2. Fungsi Sosial
Bapak KU dn ibu RM mengatakan bahwa mereka bertanggung jawab
dalam membesarkan anaknya. Tapi yang lebih berperan adalah ibu RM yang
lebih sering berada dirumah. Keluarga agak mengalami kesulitan dalam
membesarkan anak-anaknya karena klien sering sakit. Selain itu, karena
kurangnya biaya dalam memenuhi kebutuhannya sehari-hari.
3. Fungsi Keperawatan Kesehatan
a. Keyakinan, Nilai dan Perilaku Keluarga
Keluarga mengatakan kesehatan merupakan hal yang sangat
berharga yang harus tetap dipelihara dan dijaga. Apabila diantara salah
satu keluarga ada yang sakit maka keluarga akan segera
mengantarkannya berobat ke puskesmas.
b. Definisi Keluarga Tentang Sehat dan Sakit
Keluarga mengatakan sehat adalah suatu keadaan yang baik dan
terhindar dari penyakit. Sedangkan sakit adalah apabila mereka tidak bisa
melakukan akivitas sehari-hari. Keluarga mengatakan tidak mengetahui
bahwa klien GT mengalami sakit kurang gizi. Keluarga belum
memahami tentang penyebab, akibat dan cara mengatasi anak yang
kurang gizi. Keluarga juga mengatakan tidak mengetahui jenis makanan
bergizi yang dibutuhkan oleh anaknya. Keluarga tampak antusias
bertanya mengenai penyebab, akibat dan cara mengatasi anak yang
kurang gizi.
c. Status Kesehatan dan Kerentanan Sakit yang Dirasakan Oleh Keluarga
Keluarga mengatakan kondisi klien GT saat ini belum mengalami
kemajuan bahkan berat badannya turun dari 11 Kg menjadi 9 Kg, klien
tidak mau makan serta menolak jika diberi makan.
d. Praktek Diet Keluarga
Ibu KK mengatakan dalam keluarga tidak ada pantangan makan
Klien GT biasanya makan 2-3 kali sehari terdiri dari nasi, lauk, dan sayur
yang dihabiskan ± 5-6 sendok makan sekali makan. Saat kunjungan
tampak klien makan dan habis ±4-5 senduk makan. Keluarga
mengatakan klien GT tidak mau minum susu dengan alasan susu berbau
amis dan tidak enak. Keluarga mengatakan tidak pernah mencoba
mengolah dengan cara lain dalam proses pembuatan susu. Terkadang
disela-sela jam makan ibu memberi roti manis, namun klien jarang mau
memakannya. Keluarga mengatakan klien menyukai mie instan dan
terkadang hanya makan mie instan tanpa disertai nasi. Keluarga
mengatakan saat mengolah makan untuk klien disatukan dengan
makanan untuk anggota keluarga lainnya. Saat kunjungan tampak ibu
saat mengolah makanan tidak memisahkan makanan untuk klien dengan
makanan untuk anggota keluarga lainnya.
e. Kebiasaan Tidur dan Istirahat
Keluarga klien mengatakan klien bisa tidur pukul 21.00 WITA dan
bangun pukul 08.00 WITA, dan klien tidak biasa tidur siang.
f. Latihan dan Rekreasi
Keluarga mengatakan tidak memiliki kebiasaan rekreasi. Mereka
lebih senang tinggal di rumah untuk mengobrol dengan anggota keluarga
dan tetangga mereka, namun terkadang mereka juga berkunjung ke
tetangga untuk menonton TV.
g. Penggunaan Obat-obatan dalam Keluarga
Keluraga mengatakan sampai saat ini tidak ada anggota keuarga
yang menggunakan obat-obatan terlarang dan minum-minuman keras.
Keluarga mengatakan bila keluarganya sakit biasanya langsung dibawa
ke Puskesmas.
h. Praktek Keluarga dan Perawatan Diri
Klien dan anggota keluarga yang lain biasa mandi 2 x sehari,
mengganti pakaian 1 x sehari dan keramas 2 x seminggu.kecuali GT
masih dimandikan oleh ibunya karena klien masih kecil dan belum bisa
melakukan kebutuhannya sendiri.
i. Praktek Lingkungan
KK tidak mempunyai kebiasaan merokok. Keluarga tidak
merasakan adanya bahaya baik pada air, tanah dan udara. Penataan
rumah cukup rapi.
j. Pemeriksaan Kesehatan Secara Teratur
Keluarga mengatakan memeriksakan diri ke puskesmas bila ada
anggota keluarga yang sakit. Tapi klien jarang dibawa ke posyandu.
Keluarga tidak mempunyai kartu KMS klien karena hilang.
k. Kesehatan Gigi
Dalam keluarga bapak KU tidak terlalu memperhatikan kesehatan
gigi. Mereka hanya biasa menggosok gigi 2x sehari. Dan tidak pernah ke
dokter gigi kalau hanya untuk kontrol masalah kesehatan gigi.
l. Riwayat Kesehatan Keluarga
Ibu KK mengatakan anaknya yang terakhir (GT) mengalami
masalah kesehatan dimana berat badan GT susah mengalami
peningkatan.
m. Pelayanan Perawatan Kesehatan yang Diterima
Ibu KK mengatakan pelayanan kesehatan yang diterima adalah dari
puskesmas.
n. Perasaan atau Persepsi Terhadap Pelayanan Kesehatan
Keluarga mengatakan merasa cukup puas dengan pelayanan yang
didapat di puskesmas karena petugas perhatian dan pelayanannya cukup
memuaskan.
o. Sumber Pembiayaan Kesehatan
Ibu KK mengatakan tidak mengeluarkan biaya untuk berobat ke
puskesmas karena sudah mempunyai asuransi kesehatan dari pemerintah.
p. Logistik Untuk Mendapatkan Perawatan
Ibu KK mengatakan untuk menjangkau pelayanan kesehatan
dengan menggunakan sepeda motor.

F. Pemeriksaan Fisik
1. Keadaan Umum
a. Bentuk Tubuh : Tegak
b. Bangun Tubuh : Kurus
c. Kesadaran : Compos Mentis
d. BB sblm sakit : 11 Kg
e. BB saat pengkajian : 9 Kg
f. TB saat pengkajian : 110 Cm
g. Lingkar Kepala : 40 Cm
h. Lingkar Lengan : 12 Cm
2. Gejala Kardinal
a. Nadi : 70 x / menit
b. Suhu : 37ºC
c. TD : -
d. RR : 17 x / menit
3. Keadaan fisik
a. Kepala
Pertumbuhan rambut tipis, warna pirang, kebersihan cukup.
b. Mata
Pergerakan bola mata terkoordinasi, konjungtiva merah muda, sklera
putih, mata tidak sayu.
c. Mulut
Lidah bersih, bibir lembab, gigi sudah tumbuh
d. Leher
Pembesaran kelenjar tiroid (-), bendungan vena jugularis (-)
e. Thorak
Bentuk simetris, pernafasan vasikuler, ronchi - /-, wheezing - / -.
Jantung :
 Inspeksi : bentuk dada simetris, tidak ada benjolan
 Palpasi : teraba ictus cordis, tidak ada pembesaran jantung
 Perkusi : dullnes
 Auskultasi : S1/S2 tunggal, reguler
f. Abdomen
Nyeri tekan tidak ada, asites tidak ada
g. Ekstremitas
Ekstermitas bawah dan atas terkoordinasi, edema (-)
G. Koping Keluarga
1. Stresor Jangka Pendek dan Panjang
Keluarga KU mengatakan khawatir dengan keadaan anaknya GT.
Keluarga KU hanya bisa mendoakan agar anaknya cepat sembuh serta
menyerahkan kepada tim kesehatan agar cepat sembuh. Selain itu stresor
yang dialami oleh keluarga sering berkaitan dengan faktor sosial ekonomi.
Dimana biaya yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya
tidak sedikit sedangkan penghasilan yang diterima tidak mencukupi dan tidak
menentu. Jika ada masalah dalam keluarga biasanya keluarga akan
menyelesaikan bersama-sama.
2. Kemampuan Keluarga Untuk Berespon terhadap Situasi atau Stresor
Keluarga cukup tanggap terhadap stresor yang timbul dalam
keluarganya terutama mengenai keadaan klien GT saat ini.
3. Penggunaan Strategi Koping
Keluarga mengatakan apabila menghadapi suatu masalah diselesaikan
dengan cara musyawarah anggota keluarga ataupun bantuan sanak saudara
atau tetangga terdekat.
4. Strategi Adaptasi Disfungsional
Keluarga mengatakan tidak ada dalam keluarganya yang menggunakan
kekerasan baik bapak KU maupun istrinya.

H. Analisa Data
TABEL 3
ANALISA DATA
KEPERAWATAN PADA KELURGA BAPAK KU DENGAN GIZI KURANG
DI BANJAR TEGES , GIANYAR
TANGGAL 28 september 2017

NO Data Subjektif Data Objektif Masalah


1 2 3 4
1 - Keluarga mengatakan tidak - Keluarga tampak antusias Kurang
mengetahui bahwa klien GT bertanya mengenai Pengetahuan
mengalami sakit kurang gizi penyebab, akibat dan
- Keluarga belum memahami cara mengatasi anak
tentang penyebab, akibat dan yang kurang gizi.
cara mengatasi anak yang - Keluarga tidak dapat
kurang gizi. menunjukkan kartu KMS
- Keluarga juga mengatakan klien karena hilang.
tidak mengetahui jenis
makanan bergizi yang
dibutuhkan oleh anaknya
- Keluarga mengatakan klien
jarang dibawa ke posyandu
- Keluarga mengatakan BB
klien GT turun dari 11kg
menjadi 9kg
- Keluarga mengatakan klien
menyukai mie instan dan
terkadang hanya makan mie
instan tanpa disertai nasi.

2 - Keluarga mengatakan BB - TB klien : 110cm Perubahan nutrisi


klien GT turun dari 11kg BB klien : 9 kg kurang dari
menjadi 9kg LK klien : 40cm kebutuhan
- Keluarga mengatakan saat LL klien : 12 cm
mengolah makan untuk klien - Saat kunjungan tampak
disatukan dengan makanan ibu klien mengolah
untuk anggota keluarga makanan tanpa
lainnya memisahkan pengolahan
- Keluarga mengatakan klien makanan untuk klien
menyukai mie instan dan - Saat makan klien tampak
terkadang hanya makan mie menghabiskan ± 4-5
instan tanpa disertai nasi. senduk makan

I. Rumusan Masalah
1. Kurang pengetahuan
2 Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
J. Skoring
TABEL 4
SKORING MASALAH KURANG PENGETAHUAN
NO Kriteria Perhitungan Skor Pembenaran
1 2 3 4 5
Kurang pengetahuan
keluarga dapat dilihat
dari antusias keluarga
1. Sifat masalah (aktual) 3/3 x ⅓ 1 dalam mengajukan
pertanyaan, didapat dari
data subjektif dan data
objektif
Keluarga sangat
kooperatif dalam
Kemungkinan masalah mendengarkan penjelasan
2. dapat diubah (dengan 2/2 x 1 2 yang diberikan,
mudah) kemampuan dan motivasi
untuk menangani
masalah cukup tinggi
Adanya keinginan
keluarga untuk tahu
Potensi masalah untuk tentang penyakit yang
3. 2/3 x 1 2/3
dicegah (cukup) diderita anaknya tetapi
keluarga masih
kekurangan biaya
4. Menonjolnya masalah Keluarga tidak megetahui
(Masalah harus segera penyakit yang diderita
ditangani) anaknya sehingga perlu
perencanaan dan waktu
2/2 x 1 1
yang cukup lama dalam
penanganannya, BB anak
selalu menurun sehingga
mempengaruhi
pertumbuhan dan
perkembangan anak
jumlah 4 2/3

TABEL 5
SKORING MASALAH NUTRISI KURANG DARI KEBUTUHAN
No Kriteria Perhitungan Skor Pembenaran
1 2 3 4 5
Nutrisi klien kurang dari
kebutuhan dapat dilihat
1. Sifat masalah (aktual) 3/3 x 1 1
dari BB yang kurang untuk
anak seusianya
Hal ini karena kurangnya
Kemungkinan masalah
kesadaran keluarga untuk
2. dapat diubah (hanya ½x2 1
meningkatkan nafsu
sebagian)
makan klien
Adanya perhatian
puskesmas terhadap
Potensi masalah untuk
3. 2/3 x 1 2/3 kondisi klien dengan
dicegah (cukup)
pemantauan BB klien
setiap bulan
Nutrisi kurang dari
kebutuhan dapat
Menonjolnya masalah meningkatkan
4. (Masalah harus segera 2/2 x 1 1 kemungkinan terkena
ditangani) penyakit ataupun infeksi
ataupun infeksi karena
kurangnya daya than tubuh
jumlah 3 2/3
II. Diagnosa Keperawatan
1. Kurang pengetahuan tentang pengertian, penyebab, tanda dan gejala serta
cara menanggulangi kurang energi protein, berhubungan dengan
ketidakmampuan keluarga mengenal penyakit kurang energi protein ditandai
dengan Keluarga mengatakan tidak mengetahui bahwa klien GT mengalami
sakit kurang gizi. Keluarga belum memahami tentang penyebab, akibat dan
cara mengatasi anak yang kurang gizi. Keluarga juga mengatakan tidak
mengetahui jenis makanan bergizi yang dibutuhkan oleh anaknya. Keluarga
mengatakan klien jarang dibawa ke posyandu. Keluarga mengatakan BB
klien GT turun dari 11 kg menjadi 9 kg. Keluarga mengatakan klien
menyukai mie instan dan terkadang hanya makan mie instan tanpa disertai
nasi.
2. Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan ketidakmampuan
keluarga untuk mengenal cara mengolah makanan yang benar dan sesuai
dengan selera klien ditandai dengan keluarga mengatakan BB klien GT turun
dari 11kg menjadi 9kg. Keluarga mengatakan saat mengolah makan untuk
klien disatukan dengan makanan untuk anggota keluarga lainnya. Keluarga
mengatakan klien menyukai mie instan dan terkadang hanya makan mie
instan tanpa disertai nasi. Saat makan klien tampak menghabiskan ± 4-5
senduk makan. TB klien : 110cm, BB klien : 9 kg, LK klien : 40cm, LL klien
: 12 cm. Saat kunjungan tampak ibu klien mengolah makanan tanpa
memisahkan pengolahan makanan untuk klien.

III. PERENCANAAN
A. Prioritas Diagnosa Keperawatan Berdasarkan skoring
1. Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh.
2. Kurang pengetahuan tentang pengertian, penyebab, tanda dan gejala serta
cara menanggulangi kurang energi protein.