Anda di halaman 1dari 22

FORM PENGKAJIAN KEPERAWATAN KELUARGA

I. Data Umum
Pengkajian terhadap data umum keluarga meliputi :
1. Nama kepala keluarga (KK) : Tn. A
2. Alamat dan telepon : Jl. Babakan Sari 3 Rt 02 Rw 15
3. Pekerjaan kepala keluarga : Buruh
4. Pendidikan kepala keluarga : SD
5. Komposisi keluarga dan genogram

N Nama Jenis Hub Tempt,tgl lahir,umur Pekerjaan Pendidikan


o Kelamin dg KK
1 Alo L Suami Sumedang, 05- 06- 1980 Buruh SD
2 Rati P Istri Bandung 02-07-1980 IRT
3 Rifki Mulyadi L Anak Bandung 13-03-2005 Pelajar SMP
4 Deden Supriatna L Anak Bandung 13-03-2008 Pelajar SD
5 Shinta Nurhayati P Anak Bandung 22-02-2011 -
6 Safitri Nengsih P Anak Bandung 18-07-2015 -
Genogram

Keterangan :
: Laki-laki
: Perempuan
: Keluarga yang mengalami masalah keperawatan

: Meninggal
: Hubungan perkawinan dan Tinggal serumah

6. Tipe Keluarga : Tipe keluarga inti (nuclear )


7. Suku bangsa : sunda
8. Agama : islam
9. Status social ekonomi keluarga: anggota keluarga yang mencari nafkah Tn. A
Dengan penghasilan di bawah UMR : ± Rp. 1.750.000,00
Kebutuhan yang dikeluarkan tiap bulan : kebutuhan setiap bulannya sekitar Rp.
1.500.000, sudah termasuk untuk kebutuhan makan sehari hari, jajan anak dan
juga biaya sekolah An. R, An. D, dan An. S
10. Aktifitas rekreasi keluarga : Keluarga jarang mengikuti kegiatan rekreasi keluar
rumah, Ny. R beralasan karena ekonomi mereka paspasan, sedangkan rekreasi di
dalam rumah seperti menonton TV bersama-sama.

II. Riwayat Dan Tahap Perkembangan Saat Ini


11. Tahap perkembangan keluarga saat ini
Tahap perkembangan keluarga dengan anak remaja
12. Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi
Keluarga Tn. A dengan 4 orang anak yang masih sekolah dan balita, merasa belum
memenuhi kebutuhan nutrisi yang baik bagi keempat anaknya. Anak kedua dari
Tn. A An.D memiliki nafsu makan yang kurang sejak masih kecil. Karena sejak
dilahirkan An. D mengalami bibir sumbing, sehingga kebutuhan nutrisinya
kurang. Ny. R mengatakan An. D tidak suka makan nasi hanya menyukai
makanan yang manis.
13. Riwayat keluarga inti
Tn A , dan Ny R serta keempat anak nya tidak ada yang menderita penyakit berat,
hanya kadang terkena flu, pusing dan demam. Hanya anak D pernah operasi bibir
sumbing waktu masih bayi hingga membuat nya susah menelan makanan dan
sekarang anak D kekurangan nutrisi.
14. Riwayat keluarga sebelumnya
Tn. A : Menurutnya selama ini dirinya jarang sakit dan hanya lelah saja
Ny. R : Menurutnya selama ini dirinya jarang sakit dan hanya lelah jika kurang
tidur
An R : jarang sakit, kalau pun sakit hanya flu, demam biasa
An. D : sejak lahir mengalami bibir sumbing, yang membuat nya diharuskan
melakukan operasi bibir sumbing sejak usia 8bulan. Tidak memliki penyakit berat
hanya demam, batuk flu biasa.
An. S : jarang sakit kalau pun sakit hanya flu dan demam biasa
An. S : jarang sakit kalaupun sakit hanya flu batuk dan demam biasa.

III. Pengkajian Lingkungan


15. Karakteristik rumah

Luas rumah : ±3 x 5 meter

Type rumah : permanen

Kepemilikan : pribadi

Jumlah dan ratio kamar/ruangan : memiliki 2 lantai, diatas terdapat 2 kamar tidur,
terdapat 1 jendela. Di bawah terdapat ruang TV, dapur dan wc terdapat 1 jendela

Septic tank : tidak ada septic tank didaerah rumah, keluarga menggunakan septic
tank bersama.

Sumber air minum : terdapat sumber air yang dialiri bersama warga

Kamar Mandi/ WC : memiliki satu buah kamar mandi yang bersatu dengan WC,
dengan kloset jongkok.

Sampah limbah RT : dibuang ditempat pembuangan sampah

Kebersihan lingkungan : keadaan kebersihan lingkungan kurang bersih, kurang


sinar matahari karena berada di gang yang sempit. Dan keadaan rumah yang
kurang pencahayaan hanya terdapat 1 jendela yang jarang dibuka.

16. Karakteristik tetangga dan komunitas RW


Tn. A dan Ny. R adalah orang yang mudah bersosialisasi dengan tetangga sekitar,
suka ikut berpartisipasi dalam kegiatan RW jika tidak ada kesibukkan di rumah.
17. Mobilitas geografis keluarga
Menurut Ny. R hubungan nya dengan saudara lain baik, karena sanak saudara
suka mengunjungi rumah Ny. R unuk bincang-bincang karena jarak rumah
saudara bersebelahan dengan Ny. R
18. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat
Menurut Ny. R dalam keluarganya ataupun keluarga suaminya tidak terdapat
perkumpulan atau pertemuan-pertemuan khusus dan biasanya berkumpul hanya
di waktu-waktu tertentu seperti lebaran dan karena rumah saudara bersebelahan
dengan Ny. R membuat setiap hari nya berkumpul.

IV. Struktur Keluarga


19. Sistem pendukung keluarga
Saat ini dalam keluarga tidak terdapat anggota keluarga yang sakit, keempat
anaknya lah sebagai penyemangat jika merasa lelah bekerja. Hubungan satu
anggota keluarga dengan yang lainnya cukup baik dan sudah terbiasa saling
tolong menolong.
20. Pola komunikasi keluarga
Menurut Ny. R dalam keluarganya berkomunikasi biasa menggunakan bahasa
sunda, dan keempat anak nya berkomunikasi menggunakan bahasa sunda. Hanya
saja anak kedua dari Ny. R An. D keterlambatan dalam berkomunikasi yang
membuat bahasa nya kurang dimengerti. Di karenakan pernah mengalami bibir
sumbing sejak lahir.
21. Struktur kekuatan keluarga

Dalam pengambilan keputusan keluarga Tn. A dan Ny. R selalu memutuskan


secara bersama-sama atau musyawarah. Keempat anaknya jarang diikut sertakan
jika memang itu menyangkut masalah keluarga, karena keempat anaknya
dianggap masih terlalu kecil. Perbedaan-perbedaan pendapat yang ada selalu bisa
di atasi jika mereka bermusyawarah
22. Struktur peran

Dalam keluarga Ny. R, Tn. A sebagai kepala keluarga berkewajiban mencari


nafkah untuk keluarga dan Ny. B melakukan perannya sebagai isteri yang harus
menyiapkan semua keperluan suaminya dan anaknya di rumah. Kempat anaknya
sebagai seorang anak yang saat ini tugasnya hanya belajar.

23. Nilai atau norma keluarga

Sebagai bagian masyarakat sunda dan beragama islam keluarga memiliki nilai-
nilai dan norma yang dianut seperti sopan santun terhadap orang tua, suami
terhadap isteri.

V. Fungsi Keluarga
24. Fungsi afektif
Tn. A saling sayang menyayangi istri dan keempat anaknya. Jika terdapat masalah
diselesaikan dengan baik baik tanpa menyakiti satu sama lain.
25. Fungsi sosialisasi
Hubungan dalam keluarga Tn. A terjalin akrab, antara satu dengan yang lain
saling mendukung, menghormati, membantu bila ada masalah. Terjalin akrab
dengan tetangga sekitar
26. Fungsi perawatan kesehatan
a. Kemampuan Keluarga Mengenal Masalah
Keluarga sudah tahu bahwa anak D berada pada kondisi kurang berat
badannya, ditandai dengan hilangnya nafsu makan, keluarga mengetahui dari
posyandu. Keluarga tidak tahu penyebab dari anak D tidak mau makan nasi
Ny. R menyebutkan mungkin dikarenakan bibir sumbing yang pernah dialami
anak D.
b. Kemampuan Keluarga Mengambil keputusan
Masalah yang terjadi pada keluarga ini sudah tahu. Dibuktikan dengan Ny. R
selalu menyuruh anak D untuk makan, namun anak D menolak makan nasi
dia lebih memilih makan makanan ringan atau makanan manis.
c. Kemampuan Keluarga Merawat Anggota Keluarga Yang Sakit
Ny. R selalu membawa keluarga nya yang sakit ke Puskesmas. Ny. R selalu
membawa anak D untuk melakukan terapi verbal dalam seminggu 2 kali
karena anak D mengalami keterlambatan dalam bicara karena bibir sumbing
yang pernah dialami anak D.
d. Kemampuan Keluarga memodifikasi Lingkungan Rumah
Pemanfaatan rumah Ny R belum maksimal. Keluarga menyadari pentingnya
kebersihan lingkungan terhadap kesehatan, meskipun menyadari namun
belum di laksanakan secara maksimal. Rumah tampak kurang pencahayaan,
terdapat 1jendela tetapi jarang dibuka dan tidak terdapat halaman karena letak
rumah di dalam gang kecil.
e. Kemampuan Keluarga Memanfaatkan Fasilitas Kesehatan
Fasilitas yang di gunakan keluarga Tn. A adalah puskesmas dan menfaatkan
kartu JKN untuk berobat ke Puskesmas

27. Fungsi reproduksi


Tn. A mempunyai 4 orang anak, 3 diantara nya masih sekolah yang pertama SMP,
dan yang kedua dan ketiga SD dan yang keempat masih balita.
28. Fungsi ekonomi
Tn.A sudah mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan
membiayai sekolah anak-anaknya. Untuk masalah ekonomi mereka berangapan
sudah cukup hidup seperti ini walaupun pas-pasan namun jika di turuti masih
kurang.
VI. Stress Dan Koping Keluarga
29. Stressor jangka pendek dan jangka Panjang
Menurut Ny. R dirinya tidak tahu dari pihak suaminya apakah sedang mengalami
beban pikiran atau tidak, tetapi dari dirinya yang jadi stressor adalah takut kalau
ke empat anaknya tidak dapat terpenuhi kebutuhan nutrisi nya. Apalagi anak D
sekarang berat badan nya kurang .
30. Kemampuan keluarga berespon terhadap stressor

Jika terdapat masalah selalu diselesaikan dengan diskusi

31. Strategi koping yang digunakan

Untuk menghadapi stressor Ny. R lebih banyak bertanya pada ibu kader tentang
pemenuhan nutrisi pada anak nya. Dan ke guru sekolah bagaimana perkembangan
anak nya di sekolah.

32. Strategi adaptasi disfungsional

Orang tua dari An. D mampu melakukan strategi adaptasi fungsional dengan baik
namun mereka belum mampu mengimplementasikan dalam bentuk memberikan
asupan nutrisi yang baik.

VII. Pemeriksaan Fisik


No Pemeriksa Tn. A Ny. R An. R An. D An. S An. S
. an
1 Keadaan 57 kg 60kg 38 kg 18.5kg 21 kg 17 kg
Umum 160 cm 153 cm cm 125cm 130 cm 100 cm
BB TD : 120/70 TD: 110/70
TB Lurus, Lurus, ikal hitam, Lurus, hitam, Lurus, hitam,
Kepala : - Ikal, hitam, halus hitam, halus dan halus dan halus dan
Rambut hitam, dan dan bersih halus dan bersih bersih bersih
Mata bersih bersih
Hidung - Konjungti - Konjung - Konjun - Konjung - Konjungti - Konjungti
Mulut va anemis, tiva an gtiva an tiva an va an anemis, va an anemis,
Telinga sclera an anemis, anemis, anemis, sclera an sclera an
ikterik, sclera an sclera an sclera an ikterik, ikterik,
penglihatan ikterik, ikterik, ikterik, penglihatan penglihatan
baik penglihatan penglihata penglihatan baik baik
- sinusitis (- baik n baik baik - sinusitis (- - sinusitis (-
),polip (-), - sinusitis - sinusiti - sinusitis ),polip (-), ),polip (-),
penciuman (-),polip (-), s (-),polip (-),polip (-), penciuman penciuman
baik penciuman (-), penciuman baik baik
- mulut baik penciuma baik - mulut - mulut
bersih, - mulut n baik - mulut bersih, bersih,
mukosa bersih, - mulut bersih, mukosa mukosa
lembab, lidah mukosa bersih, mukosa lembab, lidah lembab, lidah
bersih, gigi lembab, mukosa lembab, bersih, gigi bersih, gigi
cukup. lidah bersih, lembab, lidah bersih, cukup. cukup.
- Pendeng gigi cukup. lidah gigi - Pendengar - Pendengar
aran baik, - Pendenga bersih, cukup.terda an baik, an baik,
serumen (-) ran baik, gigi pat luka serumen (-) serumen (-)
serumen (-) cukup. jahitan pada
- Penden bagian
garan mulut atas
baik, - Pendenga
serumen (- ran baik,
) serumen (-)
2 Leher Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada
JVP pembesaran pembesaran pembesara pembesaran pembesaran pembesaran
Kelenjar vena jugularis vena n vena vena vena jugularis vena jugularis
Tiroid Tidak ada jugularis jugularis jugularis Tidak ada Tidak ada
pembengkaka Tidak ada Tidak ada Tidak ada pembengkaka pembengkaka
n pembengka pembengk pembengka n n
kan akan kan

3 Dada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada
Mamae pembengkaka pembengka pembengk pembengka pembengkaka pembengkaka
Inspeksi n,simetris kan,simetris akan,simet kan,simetris n,simetris n,simetris
Palpasi antara kiri antara kiri ris antara antara kiri antara kiri antara kiri
dan kanan dan kanan kiri dan dan kanan dan kanan dan kanan
- Tidak - Tidak kanan - Tidak - Tidak - Tidak
ada ada - Tidak ada ada ada
pembengkaka pembengka ada pembengka pembengkaka pembengkaka
n kan pembengk kan n n
akan

4 Paru Saat bernafas Saat Saat Saat Saat bernafas Saat bernafas
Inspeksi tidak bernafas bernafas bernafas tidak tidak
Palpasi menggunaka tidak tidak tidak menggunaka menggunaka
Perkusi n otot menggunak mengguna menggunak n otot n otot
Auskulta bantuan an otot kan otot an otot bantuan bantuan
si pernafasan. bantuan bantuan bantuan pernafasan. pernafasan.
- Tidak pernafasan. pernafasan pernafasan. - Tidak - Tidak
ada bengkak, - Tidak . - Tidak ada bengkak, ada bengkak,
lesi (-) ada ada lesi (-) lesi (-)
- Tidak bengkak, - Tidak bengkak, - Tidak - Tidak
ada lesi (-) ada lesi (-) ada ada
penimbunan - Tidak bengkak, - Tidak penimbunan penimbunan
cairan ada lesi (-) ada cairan cairan
- Bunyi penimbunan - Tidak penimbunan - Bunyi - Bunyi
nafas cairan ada cairan nafas nafas
vesikuler, RR - Bunyi penimbun - Bunyi vesikuler, RR vesikuler, RR
normal nafas an cairan nafas normal normal
vesikuler, - Bunyi vesikuler,
RR normal nafas RR normal
vesikuler,
RR normal

5 Jantung Letak normal Letak Letak Letak Letak normal Letak normal
Palpasi ics 2 dan 3 – normal ics 2 normal ics normal ics 2 ics 2 dan 3 – ics 2 dan 3 –
Perkusi 5dan 6 dan 3 – 5dan 2 dan 3 – dan 3 – 5dan 5dan 6 5dan 6
Auskul - Ictus 6 5dan 6 6 - Ictus - Ictus
tasi cordis normal - Ictus - Ictus - Ictus cordis normal cordis normal
yaitu ics 5 cordis cordis cordis yaitu ics 5 yaitu ics 5
dan 6 normal normal normal yaitu dan 6 dan 6
- Irama yaitu ics 5 yaitu ics 5 ics 5 dan 6 - Irama - Irama
teratur, suara dan 6 dan 6 - Irama teratur, suara teratur, suara
tambahan - Irama - Irama teratur, tambahan tambahan
tidak ada teratur, teratur, suara tidak ada tidak ada
TD : 120/70 suara suara tambahan TD : 120/70 TD : 120/70
mmHg tambahan tambahan tidak ada mmHg mmHg
tidak ada tidak ada TD : 120/70
mmHg
TD : 120/70 TD :
mmHg 120/70
mmHg

6 Abdomen Simetris, Simetris, Simetris, Simetris, Simetris, Simetris,


Insp warna warna warna warna warna warna
eksi normal,asites normal,asite normal,asi normal,asite normal,asites normal,asites
Palp (-) s (-) tes (-) s (-) (-) (-)
asi - Tidak - Tidak - Tidak - Tidak - Tidak - Tidak
Ausk ada nyeri ada nyeri ada nyeri ada nyeri ada nyeri ada nyeri
ultasi tekan, tidak tekan, tidak tekan, tekan, tidak tekan, tidak tekan, tidak
Perk ada benjolan ada tidak ada ada benjolan ada benjolan ada benjolan
usi - Bising benjolan benjolan - Bising - Bising - Bising
usus (+) - Bising - Bisin usus (+) usus (+) usus (+)
- Organ usus (+) g usus (+) - Organ - Organ - Organ
pada - Organ - Organ pada pada pada
abdomen pada pada abdomen abdomen abdomen
normal abdomen abdomen normal normal normal
normal normal

7 Genetila

8 Eksremita - Berfungs - Berfun - Berfu - Berfun - Berfungs - Berfungs


s atas dan i dengan baik gsi dengan ngsi gsi dengan i dengan baik i dengan baik
bawah - Reflek baik dengan baik - Reflek - Reflek
patella (+) baik patella (+) patella (+)
Insp - Reflek - Refle - Reflek
eksi patella (+) k patella patella (+)
Perk (+)
usi

VIII. Harapan Keluarga


a. Terhadap masalah kesehatan
Keluarga berharap anggota keluarga tidak ada yang sakit dan selalu dalam
keadaan sehat.
b. Terhadap petugas kesehatan yang ada :
Dengan adanya petugas kesehatan yang datang ke rumahnya keluarga
mengharapkan supaya petugas kesehatan bisa memberikan pengetahuan kepada
masyarakat dengan penyuluhan-penyuluhan seperti saat ini diharapkan dapat
membantu dirinya menyajikan makanan yang benar untuk anak anak nya agar
tidak kekurangan berat badan dan khusus nya melatih bersosialisasi dengan teman
sekolah.

FORMAT ANALISA DATA

Data Interpretasi Data Masalah


Ds : Ny. R mengatakan 1. Keluarga belum Ketidakseimbangan nutrisi
An. D tidak mau makan mengenal penyebab kurang dari kebutuhan
nasi sejak masih kecil. masalah dari ketidak tubuh pada anak D
Ny. R mengatakan anak D mauan anak D untuk
hanya suka minum susu makan nasi
dan makan makanan 2. Keluarga belum bisa
ringan mengambil
keputusan yang tepat
Do : anak D tampak lemas 3. Keluarga mampu
badan nya sangat kurus merawat anak nya
BB : 18.5kg yang sedang sakit
Tinggi : 125cm hingga sembuh,
dengan membawa
nya langsung ke
puskesmas
4. Keluarga menyadari
pentingnya
kebersihan
lingkungan terhadap
kesehatan, meskipun
menyadari namun
belum di laksanakan
secara maksimal
5. Keluaga mampu
memanfaatkan
fasilitas kesehatan
yang ada dengan
membawa anggota
keluarga nya yang
sakit untuk datang
ke puskesmas untuk
berobat.
Ds : Ny. R mengatakan 1. Keluarga tidak tau Gangguan komunikasi
anak D tidak dapat bagaimana melatih verbal
berbicara yang jelas anak nya untuk
sesuai dengan usianya. di
karenakan bibir sumbing bicara dengan teman
yang pernah dialami sejak sekolah nya
lahir 2. Keluarga mampu
Ny. R mengatakan mengambil
terkadang tidak mengerti keputusan seperti
dengan bahasa yang dapat
dikeluarkan anaknya menyekolahkan
Ny. R mengatakan merasa anak D ke SLB
cemas khawatir anak nya 3. Keluarga mampu
tidak dapat merawat anggota
berkomunikasi baik di keluarga yang sakit
sekolah hingga kembali
Do : terdapat luka jahitan sembuh
di bagian bibir atas pada 4. Keluarga menyadari
anak D pentingnya
Anak D selalu diam tidak kebersihan
seperti saudara nya yang lingkungan terhadap
lain. kesehatan, meskipun
menyadari namun
belum di laksanakan
secara maksimal
5. Keluarga mampu
memanfaatkan
fasilitas pelayanan
kesehatan seperti ke
dokter untuk
melakukan terapy
verbal pada anak D
Daftar :Diagnosa keperawatan keluarga

1. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh pada anak D b.d


ketidakmampuan keluarga mengenal masalah nutrisi pada anak sekolah
2. Gangguan komunikasi verbal b.d ketidakmampuan keluarga melatih komunikasi
verbal pada anaknya

FORMAT PENAPISAN MASALAH

Diagnosa : Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh pada anak D b.d
ketidakmampuan keluarga mengenal masalah nutrisi pada anak sekolah
Kriteria Skor Pembenaran
1. Sifat Masalah 2/3 Sifat masalah ini termasuk situasi
a. Aktual (tidak/kurang sehat) mengancam kesehatan, karena jika
b. Ancaman kesehatan dibiarkan terus menerus anak akan
c. Keadaan sejahtera semakin kekurangan nutrisi dan
mempengaruhi tumbuh kembangnya

2. Kemungkinan masalah dapat diubah 1 Masalah sebagian dapat diubah karena


a. Mudah Ny. R dapat memberikan makanan-
b. Sebagian makanan lain kepada An. D
c. Tidak dapat
3. Potensi masalah untuk dicegah 1 Karena orang tua disini seharusnya lebih
a. Tinggi kreatif lagi dalam mengolah makanan
b. Cukup agar anak D tertarik untuk makan
c. Rendah
4. Menonjolnya masalah 1 Keluarga menyadari masalah ini berat
a. Masalah berat dan harus segera dan harus segera ditangani
ditangani
b. Ada masalah, tidak perlu segera
ditangani
c. Masalah tidak dirasakan
Jumlah : 3,6

3. Diagnosa : Gangguan komunikasi verbal b.d ketidakmampuan keluarga melatih


komunikasi verbal pada anaknya

Kriteria Skor Pembenaran


1. Sifat Masalah 2/3 Sifat masalah ini termasuk situasi
d. Aktual (tidak/kurang sehat) mengancam kesehatan, karena jika
e. Ancaman kesehatan dibiarkan terus menerus anak akan
f. Keadaan sejahtera semakin tidak percaya diri dengan
kekurangan pada dirinya

2. Kemungkinan masalah dapat diubah 1 Masalah dapat diubah sebagian karena


d. Mudah Ny. R telah berusaha memberikan yang
e. Sebagian terbaik untuk kelancaran komunikasi
f. Tidak dapat anak D
3. Potensi masalah untuk dicegah 2/3 Potensial masalah untuk dicegah cukup
d. Tinggi karena Ny. R telah membawa anak D
e. Cukup melakukan terapy verbal
f. Rendah
4. Menonjolnya masalah 1/2 Keluarga menyadari ada masalah tapi
d. Masalah berat dan harus segera tidak perlu ditangani dengan segera.
ditangani
e. Ada masalah, tidak perlu segera
ditangani
f. Masalah tidak dirasakan
Jumlah : 2.8

FORMAT PERENCANAAN KEPERAWATAN KELUARGA

No Diagnosa Tujuan Intervensi Rasional


Umum Khusus
Ketidakseimbangan Setelah Setelah dilakukan 1. Berikan pendkes 1. Untuk
1 nutrisi kurang dari dilakukan tindakan tentang ketidak mengetahui
kebutuhan tubuh tindakan keperawatan seimbangan pentingnya
pada anak D b.d keperawatan selama 3 kali nutrisi nutrisi
ketidakmampuan selama 2 pertemuan, 2. Jelaskan kepada seimbang
keluarga mengenal minggu, keluarga mampu orangtua tentang 2. Agar orang tua
masalah nutrisi status nutrisi mengenal masalah pilihan makanan dapat
pada anak sekolah anak D ketidakseimbangan yang diperlukan memberikan
Ds : Ny. R seimbang nutrisi pada anak D oleh anak kebutuhan
mengatakan An. D dan mampu 3. Anjurkan anak nya
tidak mau makan merawat anak D kepada keluarga 3. Dengan
nasi sejak masih dengan kriteria : untuk banyak
kecil. Peningkatan meningkatkan mengkonsumsi
BB/TB asupan makanan sayur yang
Ny. R mengatakan Anak D tidak yang mengandung
anak D hanya suka lemas mengandung zat zat besi
minum susu dan besi membuat anak
makan makanan 4. Beri informasi tidak mudah
ringan yang tepat letih dan lemas
Do : anak D tampak kepada keluarga 4. Dengan
lemas badan nya bagaimana cara mengolah
sangat kurus mengolah makanan
BB : 18.5kg nutrisi tersebut semenarik
Tinggi : 125cm 5. Beri pengertian mungkin, anak
kepada keluarga akan mencoba
tentang makanan
pentingnya tersebut
meningkatkan 5. Agar orang tua
nutrisi pada tau pentingnya
anaknya. nutrisi yang
diperlukan
anak
Gangguan Setelah Setelah dilakukan 1. Hindari bicara 1. Komunikasi
2 komunikasi verbal dilakukan tindakan pada saat tidak efektif
b.d tindakan keperawatan kondisi bising. sehingga anak
ketidakmampuan keperawatan selama 3 kali 2. Lakukan menjadi
keluarga melatih selama 2 pertemuan, komunikasi irritabel.
komunikasi verbal minggu, keluarga mampu dengan posisi 2. Untuk
pada anaknya keluarga melatih lawan bicara meningkatkan
dirumah mampu komunikasi verbal setinggi badan pandangan
Ds : Ny. R memberikan pada anak nya anak. mata dan
mengatakan anak D terapy efektivitas
tidak dapat verbal dirumah dengan 3. Lakukan komunikasi
berbicara yang jelas dirumah kriteria : latihan bicara sehingga anak
sesuai dengan Keluarga mengerti sambil merasa lebih
usianya. di apa yang di bermain nyaman.
karenakan bibir bicarakan anak D dengan 3. Agar anak
sumbing yang Anak D dapat mainan lebih tertarik
pernah dialami berbicara dengan kesukaan dan tidak
sejak lahir teman temannya anak. lekas bosan.
Ny. R mengatakan
terkadang tidak
mengerti dengan
bahasa yang
dikeluarkan
anaknya
Ny. R mengatakan
merasa cemas
khawatir anak nya
tidak dapat
berkomunikasi baik
di sekolah
Do : terdapat luka
jahitan di bagian
bibir atas pada anak
D
Anak D selalu diam
tidak seperti
saudara nya yang
lain.
CATATAN IMPLEMENTASI KEPERAWATAN KELUARGA

No Tanggal Diagnosa Tindakan Paraf


1 19/03/18 Ketidakseimbangan -kunjungan pertama
nutrisi kurang dari - memperkenalkan diri
kebutuhan tubuh -pengkajian awal
pada anak D b.d
ketidakmampuan
keluarga mengenal
masalah nutrisi
pada anak sekolah

20/03/18 -pengkajian tahap 2


- melakukan pemeriksaan
fisik
- memberikan informasi
tentang kebutuhan nutrisi
pada anak
- memberikan cara
bagaimana mengolah
makanan agar disukai
dengan mudah
19/03/18 Gangguan -kunjungan pertama
2 komunikasi verbal - memperkenalkan diri
b.d -pengkajian awal
ketidakmampuan
keluarga melatih
komunikasi verbal
20/03/18 pada anaknya -melakukan pemeriksaan
dirumah fisik
-mengajak ngobrol anak D
untuk bicara