Anda di halaman 1dari 19

LEMBAR PENGESAHAN

Laporan Praktikum makropaleontologi, acara Echinodermata yang disusun


oleh praktikan bernama David padang disahkan pada:
hari :
tanggal :
pukul :
Sebagai tugas laporan praktikum makropaleontologi mata kuliah
Makropaleontologi

Semarang, maret 2017


Asisten Acara, Praktikan,

Tenny Ruth Simamora David padang


NIM. 21100115120029 NIM. 21100117130049

1
DAFTAR GAMBAR

Gambar 3.1 struktur tubuh porifera....................................................................11


Gambar 3.2 struktur tubuh porifera....................................................................12
Gambar 3.4 struktur tubuh porifera....................................................................14
Gambar 3.5 struktur tubuh porifera....................................................................15

2
DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN....................................................................................1
DAFTAR GAMBAR..............................................................................................2
DAFTAR ISI...........................................................................................................3
BAB I PENDAHULUAN......................................................................................4

1.1 Maksud.......................................................................................4
1.2 Tujuan.........................................................................................4
1.3 Waktu dan tempat pelaksanaan..................................................4

BAB II HASIL DESKRIPSI...................................................................................5


2.1 Nomor peraga ADUHAI.............................................................5
2.2 Nomor peraga CR 7....................................................................6
2.3 Nomor peraga CCD ...................................................................7
2.4 Nomor peraga BWL..................................................................8
2.5 Nomor peraga WAH...................................................................9

BAB III PEMBAHASAN ....................................................................................10


3.1 Peraga nomor ADUHAI...........................................................10
3.2 Peraga nomor CR7....................................................................11
3.3 Peraga nomor CCD...................................................................12
3.4 Peraga nomor BWL..................................................................13
3.5 Peraga nomor WAH.................................................................14

BAB IV PENUTUP...............................................................................................16

4.1 Kesimpulan ..............................................................................16


4.2 saran..........................................................................................17
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................18
LAMPIRAN...........................................................................................................19

3
BAB I
PENDAHULUAN

I.1 Maksud
 Mengetahui Ciri-ciri umum maupun khusus filum Echinodermata
 Mengetahui pembagian kelas filum Echinodermata
 Memperluas wawasan mengenai peran dan kegunaan filum
Echinodermata dalam kehidupan

I.2 Tujuan
 Dapat mengetahui karakteristik filum Echinodermata
 Dapat mengetahui pembagaian kelas filum Echinodermata
 Dapat Mengetahui proses pemfosilan

I.3 Waktu dan Tempat Pelaksanaan Praktikum


Hari : Selasa
Tanggal : 13 febuari 2018
Waktu : 15. 30 – selesai
Tempat : Ruang 203 Gedung Pertamina Sukowati,universitas
Diponegoro

4
BAB II
HASIL DESKRIPSI

2.1 nomor peraga A

NAMA PRAKTIKAN NIM GEL NAMA FOSIL YANG DIPERIKSA


David padang 21100117130049 A Diadem setosum
HARI/TANGGAL JAM ASISTEN
Selasa 27 febuari 2018 16:21 Faris nugraha Phylum echinodermata
JENIS PERAGA YANG DIAMATI Kelas echinodea
BODI UTUH FRAGMEN MOLD CAST LAIN-LAIN Ordo cidaroidea
V Famili diadematidea
Dorsal Periferal Ventral

Branch

Oculum

bud

Fosil peraga nomor aduhai ini mempunyai warna yang


didominai warna putih abuabu dan memiliki panjang 19 cm lebar 18
cm dan tinggi 1 cm.bagian tubuh dari fosil ini yaitu bud
,oculum,branch,fosil ini termasuk dalam filum porifera,kelas
DESKRIPSI hexcatinellda,ordo lyssacinosidea dan famili euplectellidae cara hidup
fosil ini adalah menempel pada benda mati di dasar laut,organisme
ini hidup di dasar laut.

UMUR GEOLOGI 650-543 tahun


LINGKUNGAN HIDUP Laut dangkal
5
2.2 nomor peraga wah

NAMA PRAKTIKAN NIM GEL NAMA FOSIL YANG DIPERIKSA


David padang 21100117130049 A Pseudosiderastrea tayami
HARI/TANGGAL JAM ASISTEN
Selasa ,27 febuari 2017 16;40 Faris nugraha Phylum porifera
JENIS PERAGA YANG DIAMATI Kelas demospengae
BODI UTUH FRAGMEN MOLD CAST LAIN-LAIN Ordo sceletina
V Famili alstracoenidae

ostium
arah aliran darah

Fosil peraga nomor wah memiliki warna putih abu abu dengan
panjang 19 cm lebar 12 cm dan tinggi 9 cm.bagian tubuh dari fosil
ini yaitu fosil ini termasuk dalam fosil ini termauk dalam filum
DESKRIPSI porifera kelas demospingae ordo sceletina famili
alstracoenidae.cara hidup organisme adalah menempel pada benda
mati

UMUR GEOLOGI Palaeozoik- sekarang


LINGKUNGAN HIDUP Laut dangkal

6
2.3 nomor peraga Bwl

NAMA PRAKTIKAN NIM GEL NAMA FOSIL YANG DIPERIKSA


David padang 21100117130049 Pseudosiderastrea tayami
HARI/TANGGAL JAM ASISTEN
Selaa 27 febuari 2018 16:40 Faris nugraha Phylum porifera
JENIS PERAGA YANG DIAMATI Kelas demospingae
BODI UTUH FRAGMEN MOLD CAST LAIN-LAIN Ordo sceratinia
V Famili alstracoenidae
Dorsal Periferal Ventral

Ostium

Arah aliran darah

Fosil peraga bwl memiliki warna putih kecoklatan dengan dimensi


panjang 10 cm lebar 7 cm dan tinggi 3 cm. Fosil ini terdiri darai
ostium berupa lubang lubang dan arah Fosil ini termasuk dalam
DESKRIPSI filum forifera kelas demospingae,ordo sceratinia dan famili
alstracoinidae.organime ini hidup pada laut dangkal dan hidup pada
zaman cretaceuos hingga sekarang

UMUR GEOLOGI Zaman cretaceous -sekarang


LINGKUNGAN HIDUP Laut dangkal

7
2.4 nomor peraga ccd

NAMA PRAKTIKAN NIM GEL NAMA FOSIL YANG DIPERIKSA


David padang 21100117130049 Stylophora pistillata
HARI/TANGGAL JAM ASISTEN
Elasa 27 febuari 2018 16:40 Faris nugraha Phylum coelenterata
JENIS PERAGA YANG DIAMATI Kelas antozoa
BODI UTUH FRAGMEN MOLD CAST LAIN-LAIN Ordo nadripoda
V Famili vavidae
Dorsal Periferal Ventral

Bud

Oculum
branch

Fosil peraga nomor ccd memiliki warna putih kecoklatan dengan


panjang 15cm lebar 10 cm dan tinggi 6 cm.fosil ini memilki bagian
tubuh yaitu bud, oculum dan branch.fosil ini termasuk dalam filum
coelenterata kelas antozoa,ordo nadripoda dan famili vavidae.cara
DESKRIPSI hidup organisme ini adalah menempel pada karang dan menunggu
makanan datang .organisme ini hidup di laut dangkal karena
membutuhkan inar matahari untuk bertahan hidup

UMUR GEOLOGI 459 juta tahun- sekarang


LINGKUNGAN HIDUP Laut dangkal

8
2.5 nomor peraga cr 7

NAMA PRAKTIKAN NIM GEL NAMA FOSIL YANG DIPERIKSA


David padang 21100117130049
HARI/TANGGAL JAM ASISTEN
27 febuari 2018 16:40 Faris nugraha Phylum Porifera
JENIS PERAGA YANG DIAMATI Kelas demospengae
BODI UTUH FRAGMEN MOLD CAST LAIN-LAIN Ordo haploscerida
V Famili petrosidae
Dorsal Periferal Ventral

Arus Aliran darah

ostium

Fosil peraga cr 7 mempunyai warna putih kecoklatan dengan


dimensi panjang 13 cm lebar 8 cm dan tinggi 6 cm.fosil ini terdiri
dari ostium yaitu lubang lubang pada tubuh koral dan aliran
DESKRIPSI darah,organisme ini hidup menempel pada batu atau benda mati di
laut dangkal

UMUR GEOLOGI Zaman cambrian- sekarang


LINGKUNGAN HIDUP Laut dangkal

9
BAB III
PEMBAHASAN

Pada hari selasa tanggal 27 Febuari 2018 dilakukan pengamatan terhadap


fosil diruang 202. Fosil yang diamati adalah jenis fosil pengawetan bagian keras .
Hal-hal yang harus diamati dari fosil adalah jenis fosil, dimensi, warna, bagian-
bagian tubuh, taksonomi, cara hidup, proses pemfosilan, dan lingkungan
pengendapan fosil. Adapun nomor peraga yang di deskripsikan yaitu ADUHAI,
CR 7, CCD,BWL,dan WAH berikut pembahasannya :

3.1 Peraga Nomor ADUHAI


Fosil Peraga Nomor ADUHAI yang diamati berikut berwarna putih s
dengan dimensi memiliki panjang adalah 19 cm, lebar fosil 18 cm serta
tinggi lebih kurang 2 cm. Jenis peraga yang diamati berupa peraga buatan
berupa tubuh bagian keras.. fosil ini termasuk dalam filum porifera,kelas
hexcatinellda,ordo lyssacinosidea dan famili euplectellidae.nama dari fosil ini
adalah
Fosil ini memiliki jenis pemfosilan atau jenis pegawetan yaitu
pengawetan bagian keras fosfatan karena fosil ini tersusun atas mineral-
mineral yang tahan atau resisten terhadap proses pelapukan dan reaksi kimia.
Proses pemfosilan dari fosil ini diawali dengan koral yang telah mati
kemudian terkubur pada pada material sedimen, material sedimen yang
mengendapkan fosil ini yaitu jenis batu pasir. Setelah itu terjadi proses
pemfosilan, karena koral ini mengandung fosfatan yang tahan dan resisten
terhadap pelapukan dan reaksi kimia, maka koral ini terfosilkan.
Fosil ini tediri dari oculum yang merupakan bagian tubuh yang
digunakan untuk bereproduksi sekaligus pencernaan,branch yang merupakan
cabang tubuh dan bud yang merupakan bagian tubuh baru dari koral. fosil ini
termasuk dalam filum porifera,kelas hexcatinellda,ordo lyssacinosidea dan
famili euplectellidae

10
Gambar 3.1 struktur tubuh porifera

cara hidup fosil ini adalah menempel pada benda mati di dasar
laut,organisme ini hidup di dasar laut.Fosil ini dapat bereproduksi secara
aseksual (vegetatif) dengan pembentukan tunas, gemula (sel koanosit yang
membungkus diri saat keadaan lingkungan memburuk) dan regenerasi.
Reproduksi seksual (generatif) dengan pembentukan gamet (sel kelamin).
Sel gamet dibentuk oleh sel arkeosit. Porifera tergolong hewan hermafrodit
karena spermatozoid dan ovum dihasilkan oleh satu individu yang
sama.fosil ini mendapatkan makanan dari plankton atau pun hewan laut
kecil lainya yang terjebak dalam oculumnya.

Organisme ini diperkiraan hidup ekitar 650-543 juta tahun yang


lalu.adanay bentuk spikula menyebabkan fosil ini dikelompokan dalam
hexactinellida.

3.2 Peraga Nomor cr 7


Fosil Peraga Nomor cr 7 yang diamati berikut berwarna putih
kecoklatan dengan dimensi memiliki panjang adalah 13 cm, lebar fosil 8 cm
serta tinggi lebih kurang 6 cm. Jenis peraga yang diamati berupa Fragmen,
fragmen fosil ini yaitu bagian dari tubuh kerasnya.
Fosil ini memiliki jenis pemfosilan atau jenis pegawetan yaitu
pengawetan bagian keras fosfatan karena fosil ini tersusun atas mineral-
mineral yang tahan atau resisten terhadap proses pelapukan dan reaksi kimia.
Proses pemfosilan dari fosil ini diawali koral yang telah mati kemudian
terkubur pada pada material sedimen,. Setelah itu terjadi proses pemfosilan,
karena koral ini mengandung fosfatan yang tahan dan resisten terhadap
pelapukan dan reaksi kimia, maka koral ini terfosilkan.
Fosil ini tediri dari bagian tubuh osculum yang berperan sebagai mulut
dan anus pada organisme ini , dan arah aliran darah berbentuk garis garis
pada fosil ini. fosil ini termauk dalam filum porifera kelas demospingae ordo
sceletina famili alstracoenidae. Fosil ini termasuk dalam filum porifera .Porifera
hidup secara heterotof.Makananya adalah bakteri dan plankton.Makanan yang
masuk kedalam tubuhnya berbentuk cairan.Pencernaan dilakukan secara

11
intraseluler di dalam koanosit dan amoebosit.Habitat porifera umumnya di laut,
mulai dari tepi pantai hingga laut dengan kedalaman 5 km..Porifera yang telah
dewasa tidak dapat berpindah tempat (sesil), hidupnya menempel pada batu atau
benda lainya di dasar laut.Karena porifera yang bercirikan tidak dapat berpindah
tempat, kadang porifera dianggap sebagai tumbuhan.

Gambar 3.2 struktur tubuh porifera

Organisme ini diperkirakan mulai hidup di zaman cambrian hingga


sekarang.

3.3 Peraga Nomor CCD


Fosil Peraga Nomor CCD yang diamati berikut berwarna abu-abu
coklat dengan dimensi memiliki panjang adalah 15cm, lebar fosil 10cm serta
tinggi lebih kurang 6cm. Jenis peraga yang diamati berupa fragmen.
Fosil ini memiliki jenis pemfosilan atau jenis pegawetan yaitu
pengawetan bagian keras dari organisme karena fosil memiliki memiliki
bagian yang tersusun oleh mineral yang tahan resisten terhadap proses
pelapukan dan reaksi kimia yang bersifat karbonatan. Proses pemfosilan dari
fosil ini diawali koral yang telah mati lalu terkubur pada material sedimen,
Fosil ini tediri dari tubuh keras yang menutupi bagian tubuh
lunaknya. fosil ini memiliki bagian tubuh yang terdri dari oculum yang
merupakan anus sekaligus mulut bagi organisme ini,branch yang merupakan
cabang tubuh dan bud yang merupakan bagian tubuh yang baru tumbuh

Fosil ini termasuk dalam . Phylum Coelenterata, Kelas antrozoa, Ordo


nadripoda, dan Famili valvidae. Coelenterata hidup bebas secara heterotrof
dengan memangsa plankton dan hewan kecil di air.Mangsa menempel pada

12
knodosit dan ditangkap oleh tentakel untuk dimasukkan kedalam mulut.Habitat
Coelenterata seluruhnya hidup di air, baik di laut maupun di air tawar.Sebagaian
besar hidup dilaut secara soliter atau berkoloni. Ada yang melekat pada bebatuan
atau benda lain di dasar perairan dan tidak dapat berpindah untuk bentuk polip,
sedangkan bentuk medusa dapat bergerak bebas melayang di air.

Fosil ini diperkirakan hidup pada tahun 459 juta tahun yang lalu hingga
sekarang.

3.4 Peraga Nomor BWL


Fosil Peraga Nomor BWL yang diamati berikut berwarna putih
kecoklatan dengan dimensi memiliki panjang adalah 10 cm, lebar fosil 7 cm
serta tinggi lebih kurang 3 cm. Jenis peraga yang diamati berupa fragmen.
Fosil ini memiliki jenis pemfosilan atau jenis pegawetan yaitu
pengawetan bagian keras dari organisme karena fosil memiliki memiliki
bagian yang tersusun oleh mineral yang tahan resisten terhadap proses
pelapukan dan reaksi kimia yang bersifat karbonatan. Proses pemfosilan dari
fosil ini diawali koral yang telah mati lalu terkubur pada material sedimen,
Fosil ini tediri dari tubuh luar yangterdiri dari ostium yang merupakan
lubang yang berperan sebagai mulut dan anus pada organisme ini.dan terdapat
bekas bekas aru aliran darah.
Oleh karena sifat tubuh bagian luar yang karbonatan dan dinding
yang tebal maka dapat diinterpretasikan kalau fosil ini hidup dilingkungan
laut dangkal. Karena tubuh membutuhkan cahaya matahari untuk dapat tetap
hidup serta oksigen yang cukup. Sifat karbonatannya itu tidak memungkinkan
dia hidup dilaut dalam ataupun di air tawar. Oleh karena itu dindingnya yang
tebal dapat mencegah cangkangnya yang karbonatan larut dalam air laut.
Ornamen-ornamen atau hiasannya yang besar berfungsi untuk menahan
cangkangnya dari hempasan ombak dari air laut dan memecah ombak.
Fosil ini termasuk kedalam Phylum porifera, Kelas demospingae, dan
Ordo sceratinia, Famili alstraecoinidae .Porifera hidup secara
heterotof.Makananya adalah bakteri dan plankton.Makanan yang masuk
kedalam tubuhnya berbentuk cairan.Pencernaan dilakukan secara intraseluler
di dalam koanosit dan amoebosit.Habitat porifera umumnya di laut, mulai
dari tepi pantai hingga laut dengan kedalaman 5 km..Porifera yang telah
dewasa tidak dapat berpindah tempat (sesil), hidupnya menempel pada batu
atau benda lainya di dasar laut.Karena porifera yang bercirikan tidak dapat
berpindah tempat, kadang porifera dianggap sebagai tumbuhan.

13
Gambar 3.4 struktur tubuh porifera

Fosil ini diperkirakan hidup pada tahun 459 juta tahun yang lalu
hingga sekarang
3.5 Peraga Nomor WAH
Fosil Peraga Nomor WAH yang diamati berikut berwarna putih
kecoklatan dengan dimensi memiliki panjang adalah 19 cm, lebar fosil 12 cm
serta tinggi lebih kurang 9 cm. Jenis peraga yang diamati berupa fragmen
Fosil ini memiliki jenis pemfosilan atau jenis pegawetan yaitu
pengawetan bagian keras dari organisme karena fosil memiliki memiliki
bagian yang tersusun oleh mineral yang tahan resisten terhadap proses
pelapukan dan reaksi kimia yang bersifat karbonatan.
Oleh karena sifat tubuh yang karbonatan dan ornamen-ornamen
cangkang yang banyak serta dinding yang tebal maka dapat diinterpretasikan
kalau fosil ini hidup dilingkungan laut dangkal. Karena cangkang
membutuhkan cahaya matahari untuk dapat tetap hidup serta oksigen yang
cukup. Sifat karbonatannya itu tidak memungkinkan dia hidup dilaut dalam
ataupun di air tawar. Oleh karena itu dindingnya yang tebal dapat mencegah
cangkangnya yang karbonatan larut dalam air laut. Ornamen-ornamen atau
hiasannya yang besar berfungsi untuk menahan cangkangnya dari hempasan
ombak dari air laut dan memecah ombak.
Fosil ini termasuk kedalam Phylum porifera, Kelas demospingae, dan
Ordo sceratinia, Famili alstraecoinidae .Porifera hidup secara
heterotof.Makananya adalah bakteri dan plankton.Makanan yang masuk
kedalam tubuhnya berbentuk cairan.Pencernaan dilakukan secara intraseluler
di dalam koanosit dan amoebosit.Habitat porifera umumnya di laut, mulai
dari tepi pantai hingga laut dengan kedalaman 5 km..Porifera yang telah
dewasa tidak dapat berpindah tempat (sesil), hidupnya menempel pada batu
atau benda lainya di dasar laut.Karena porifera yang bercirikan tidak dapat
berpindah tempat, kadang porifera dianggap sebagai tumbuhan.

14
Gambar 3.5 struktur tubuh porifera

Fosil ini mulia hidup pada zaman palaezoik hingga sekarang

15
BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan

 Fosil dengan nomor ADUHAI ini memiliki warna putih kecoklatan


dengan dimensi panjang 19 cm, lebar 18 cm, dan tinggi 2 cm. Fosil ini
merupakan jenis fosil buatan. Bagian tubuh dari fosil ini yaitu ostium dan
arus aliran darah. Fosil ini termasuk kedalam Phylum porifera, Kelas
hexcatinelda , dan Ordo lysirianidae dan famili . Cara hidup dari
organisme ini yaitu menempel pada benda mati. Organisme ini hidup di
laut dangkal karena organisme yang masih hidup ini memerlukan cahaya
matahari untuk bertahan hidup sehingga tempatnya yaitu di laut dangkal.
 Fosil dengan nomor CR 7 ini memiliki warna abu abu kecoklatan dengan
dimensi panjang 13 cm, lebar 8 cm, dan tinggi 6 cm. Fosil ini termasuk
dalam filum forifera ,kelas demospengae ,ordo haploscerida dan famili
petrosiane Fosil ini merupakan jenis fosil fragmen koral, karena fosil ini
merupakan fragmen maka fosil ini telah mengalami kerusakan. Bagian
tubuh dari fosil ini yaitu ostium dan aru aliran darah.cara hidup organisme
ini adalah menempel pada benda mati di laut dangkal
 Fosil dengan nomor CCD ini mempunyai warna abuabu kecoklatan
dengan panjang 15 cm lebar 10 cm dan tinggi 6 cm fosil ini termasuk
dalam Phylum Coelenterata, Kelas antrozoa, Ordo nadripoda, dan Famili
valvidae. Cara hidup dari organisme ini berjalan dengan menempel pada
benda mati. Fosil ini terdiri dari oculum ,bud dan branch
 Fosil dengan nomor BWL ini memiliki warna putih ke abuabuan dengan
dimensi panjang 10 cm, lebar 7 cm, dan tinggi 4 cm. Fosil ini merupakan
jenis fosil fragmen.. Bagian tubuh dari fosil ini yaitu ostium dan arah
aliran darah,. Fosil ini termasuk kedalam Phylum porifera, Kelas
demospingae, dan Ordo sceratinia, Famili alstraecoinidae. Cara hidup
dari organisme ini adalah menempel pada benda mati di daar laut dangkal.
Organisme ini hidup di laut dangkal karena organisme yang masih hidup
ini memerlukan cahaya matahari untuk bertahan hidup sehingga tempatnya
yaitu di laut dangkal. Selaint itu struktur cangkang yang rumit digunakan
untuk memecah arus yang terdapat pada laut.
 Fosil dengan nomor WAH ini memiliki warna putih ke abuabuan dengan
dimensi panjang 19 cm, lebar 12 cm, dan tinggi 9 cm. Fosil ini merupakan
jenis fosil fragmen.. Bagian tubuh dari fosil ini yaitu ostium dan arah
aliran darah,. Fosil ini termasuk kedalam Phylum porifera, Kelas
demospingae, dan Ordo sceratinia, Famili alstraecoinidae. Cara hidup

16
dari organisme ini adalah menempel pada benda mati di daar laut dangkal.
Organisme ini hidup di laut dangkal karena organisme yang masih hidup
ini memerlukan cahaya matahari untuk bertahan hidup sehingga tempatnya
yaitu di laut dangkal. Selaint itu struktur cangkang yang rumit digunakan
untuk memecah arus yang terdapat pada laut.

4.2 Saran

 Praktikan harus mengetahui jenis dan spesies fosil yang ditemui

17
DAFTAR PUSTAKA

Tim asisten Makropaleontologi.2017.bukupanduan


praktikummakropaleonologi.departementeknikgeologi.univeritas
diponegoro

18
lampiran