Anda di halaman 1dari 5

JURNAL BELAJAR

MATA KULIAH KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN

Nama : Alifa Aulia Ainayya


NIM : 160342606292
Hari/Tanggal : Senin & Rabu (19&21 Maret 2018)
Topik : Tumbuhan Paku

Uraian Pemahaman Pertanyaan Refleksi Solusi

 Tumbuhan Paku merupakan tumbuhan 1. Apa yang menjadi Tumbuhan paku memiliki 1. Lebih banyak membaca
herba. Hal ini dikarenakan tumbuhan pembeda utama antara perawakannya herba, sumber literatur lain
paku mengandung banyak air serta tumbuhan paku dan perakaran serabut, tentang tumbuhan paku
memiliki banyak parenkim yang mana lumut ? habitatnya ada yang sebagai dengan baik.
hanya terdapat sedikit unsur kayu. 2. Bagaimana epifit dan ada yang hidup di 2. Lebih aktif bertanya
perbedaan sorus dan
 Terdapat 3 sistem pada Tumbuhan Paku tanah, tipe stelenya berbeda saat review dengan
sinangium?
yaitu sistem pelindung (epidermis), 3. Mengapa anteridium beda yaitu protostele dan dosen pengampu
sistem respirasi dan sistem pengangkut. pada paku tidak sifonostele, homospor dan
bertangkai?
Terdapat korteks dan stele yang mana heterospor serta bentuk
korteks tidak mungkin berisi xylem dan spora yang berbeda pula.
floem, melainkan terdapat pada bagian Melalui persamaan dan
stele. perbedaan ciri dari berbagai
 Pada anatomi stele terletak di bawah spesies tumbuhan paku,
bagian dalam endodermis, sedangkan maka dapat dengan lebih
yang berada diluar endodermis sampai mudah dalam melakukan
dengan epidermis yaitu korteks, yang pengelompokan.
mana korteks berisi jaringan parenkim
yang banyak.
 Hampir pada semua Tumbuhan Paku,
dibawah epidermis terdapat jaringan
penguat.
 Tumbuhan paku biasanya memiliki areal
shoot dan rhizom, yang mana areal shoot
merupakan cabang yang tumbuh ke
udara.
 Tumbuhan Paku tidak memiliki trakea,
melainkan hanya terdapat trakeid yang
jumlahnya sedikit, contohnya pada Paku
Psylotum memiliki trakeid yang ada pada
bagian central yang dikelilingi oleh
floem, sehingga stelenya berupa stele
yang tidak memiliki empulur dinamakan
protostele. Sedangkan stele yang terdapat
empulur dinamakan sifonostele.
 Arkhegonium pada Tumbuhan Paku
terdapat sel jacket serta sel androgen atau
androsit
 Sel androsit akan bermeiosis menjadi
sperma berflagel.
 Sperma tersebut akan berenang dengan
bantuan air menuju ke arkhegonium
untuk membuahi sel telur pada
arkegonium
 Berdasarkan daur hidupnya, tumbuhan
paku dibedakan menjadi dua yaitu
homospor dan heterospor.
 Pada daur hidup homospor, mula-mula
spora haploid jatuh di tempat yang
lembab sehingga tumbuh menjadi
protalus. Protalus haploid akan
menghasilkan anteridium dan
arkegonium. Anteridium menghasilkan
sperma sedangkan arkegonium akan
menghasilkan ovum (sel telur). Ovum
dan sperma fertilisasi menjadi oospore
yang diploid. Oospore berkembang
menjadi embrio, selanjutnya menjadi
tumbuhan paku muda. Tumbuhan paku
akan menghasilkan sporangium.
Sporangium Paku membentuk sporangia
yang selanjutnya sporangia membentuk
induk sel spora yang akan bermeiosis
menjadi spora yang haploid.
 Daur hidup paku heterospor, mula-mula
tumbuhan paku membentuk talus yang
tidak sama besar yaitu megasporofil dan
mikrosporofi. Megasporofit akan
membentuk arkegonium dan
mikrosporofil akan membentuk
antheridium. Arkegonium membentuk sel
telur dan anteridium membentuk sperma
yang masing-masing bersifat haploid.
Sperma dan sel telur (ovum) akan
mengalami fertilisasi menjadi oospore
yang diploid. Oospore berkembang
menjadi embrio selanjutnya menjadi
tumbuhan paku muda yang selanjutnya
akan tumbuh dan berkembang menjadi
tumbuhan paku dewasa.