Anda di halaman 1dari 25

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

JUDUL PROGRAM

“Laktasi Gizi ( aLat Pendeteksi) untuk Mengukur Status Gizi dan Tumbuh
Kembang Tepat Pada Waktunya”

BIDANG KEGIATAN:
PKM-GAGASAN TERTULIS

Diusulkan Oleh:

Sri Indang Kasih (1610912120029/ Angkatan 2016)


Febrina Ramadhaniyati (I1A115213/Angkatan 2015)
Reka Saputri (I1A115034/ Angkatan 2015)

UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT


BANJARBARU
2017
PENGESAHAN PROPOSAL PKM-GAGASAN TERTULIS

1. Judul Kegiatan :Laktasi Gizi ( aLat Pendeteksi)


2. Bidang Kegiatan : PKM-GT
3. Ketua Pelaksana Kegiatan
a.Nama Lengkap : Sri Indang Kasih
b.NIM : 1610912120029
c.Jurusan : Kesehatan Masyarakat
d.Universitas/Institut/Politeknik : Universitas Lambung Mangkurat
e.Alamat Rumah dan No Tel./HP : 082250087574
f. Alamat email : sriendangkasih@gmail.com
4. Anggota Pelaksana Kegiatan/Penulis : 3 Orang
5. Dosen Pendamping
a. Nama Lengkap dan Gelar : Nita Pujianti, S.Farm.,Apt.,MPH
b. NIDN : 0008018504
c. Alamat Rumah dan No Tel./HP : 087714243414

Banjarbaru, 28 November 2017

Menyetujui,
Ketua Program Studi Ketua Pelaksana Kegiatan
Kesehatan Masyarakat

(Fauzie Rahman, SKM., M.PH) (Sri Indang Kasih)


NIP. 19860421 200812 1 002 NIM. 1610912120029

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Dosen Pendamping

(Dr. Ir. Abrani Sulaiman, M.sc) (Nita Pujianti, S.Farm.,Apt.,MPH)


NIP. 19640105 199003 1 023 NIDN. 0008018504

2
KATA PENGANTAR
Puji syukur ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat-Nya
kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan penulisan gagasan tertulis yang
berjudul Laktasi Gizi (aLat Pendeteksi) untuk Mengukur Status Gizi dan Tumbuh
Kembang tepat pada waktunya. Penulisan ini disusun guna mengikuti Pekan
Kreativitas Mahasiswa bidang Gagasan Tertulis. Pada kesempatan ini penulis
mengucapkan terima kasih kepada Ibu Nita Pujianti, S.Farm.,Apt.,MPH selaku
dosen pembimbing yang telah memberikan bimbingan dan masukan pada
penulisan ini. Penulis menyadari bahwa penulisan gagasan ini masih jauh dari
kesempurnaan. Untuk itu penulis sangat mengaharapkan masukan berupa kritik
dan saran yang membangun demi kesempurnaan dikemudian hari. Penulis
berharap gagasan ini dapat bermanfaat bagi seluruh masyarakat pada umumnya
dan pembaca pada khususunya.

Banjarbaru, 28 November 2017

Tim Penulis

3
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL...................................................................................... i
HALAMAN PENGESAHAN........................................................................ ii
KATA PENGANTAR..................................................................................... iii
DAFTAR ISI.................................................................................................. iv
RINGKASAN................................................................................................ v
PENDAHULUAN.......................................................................................... 1
A. Latar Belakang.......................................................................... 1
B. Tujuan........................................................................................ 2
C. Manfaat..................................................................................... 2
GAGASAN.................................................................................................... 4
A. Kondisi Kekinian Pencetus Gagasan........................................ 4
B. Konsep Gagasan........................................................................ 7
C. Solusi yang Pernah ditawarkan................................................. 8
D. Kondisi Kekinian Pencetusan Gagasan dapat diperbaiki ......... 8
E. Pihak yang dapat Mengimplementasikan.................................. 9
F. Langkah-langkah Strategis........................................................ 9
KESIMPULAN ............................................................................................. 10
DAFTAR PUSTAKA..................................................................................... 11
LAMPIRAN

4
RINGKASAN

Sekarang ini kemajuan teknologi sangat berkembang dengan begitu pesat.


Kemajuan teknologi telah merambat ke berbagai bidang, salah satunya adalah
bidang kesehatan. Dalam bidang kesehatan teknologi canggih yang dapat
diandalkan dalam proses penggunannya sangatlah dibutuhkan, sehingga
mempermudah dalam mengukur dan mendeteksi berbagai hal dengan hasil yang
akurat. Dengan semakin berkembangnya teknologi, hampir semua masyarakat
telah menggunakan aplikasi dan otomatisasi teknologi dan cenderung mengarah
pada upaya mempermudah kehidupan sehari-hari manusia yang didasari oleh
teknologi yang kini semakin canggih. Penulisan gagasan ini bertujuan untuk
memberikan kemudahan bagi kehidupan sehari-hari sebagai solusi untuk
mempermudah kehidupan manusia, serta untuk meningkatkan kemajuan
teknologi, dan perekonomian bangsa Indonesia. Laktasi Gizi ini merupakan alat
yang ramah lingkungan dan mudah digunakan serta sangat efisien untuk dibawa
kemana-mana. Laktasi Gizi ini adalah alat terobosan baru untuk mengetahui kadar
gizi dalam tubuh seseorang yang dapat di input melalui data usia, tinggi badan,
dan berat badan, dll, dan kelebihan lainnya dapat menentukan zat gizi apa yang
perlu diperbaiki agar mendapatkan status gizi seimbang melalui sampel darah
yang diambil, dari sampel tersebut akan menghasilkan data yang berguna untuk
menentukan kadar gizi dan tumbuh kembang seseorang dengan hasil yang akurat
serta praktis.

5
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Pada hakekatnya gizi merupakan salah satu faktor penentu kualitas


sumber daya manusia. Kecukupan zat gizi sangat diperlukan oleh setiap
individu sejak dalam kandungan, bayi, anak-anak, masa remaja, hingga usia
lanjut. Kecukupan gizi dapat dipengaruhi oleh umur, jenis kelamin, aktifitas,
berat badan dan tinggi badan, serta keadaan hamil dan menyusui. Masalah gizi
adalah masalah kesehatan masyarakat yang penanggulangannya tidak dapat
dilakukan dengan pendekatan medis dan pelayanan kesehatan saja. Masalah
gizi di samping berkaitan erat dengan kemiskinan serta ketahanan pangan
ditingkat rumah tangga, juga menyangkut aspek pengetahuan dan perilaku
yang kurang mendukung pola hidup sehat.Timbulnya krisis ekonomi yang
berkepanjangan telah membawa dampak terhadap peningkatan jumlah
penduduk yang hidup dalam kemiskinan. Menurut UNICEF yang di kutip oleh
Hartoyo(2002) menyatakan bahwa kemiskinan erat kaitannya dengan masalah
defisiensi gizi.
Berdasarkan Global Nutrition Report tahun 2014, Indonesia
merupakan negara dengan urutan ke–17 dari 117 negara yang memiliki
masalah gizi kompleks stunting, wasting dan overweight. Hal ini terbukti
dengan masih tingginya prevalensi masalah gizi kurang (19,6%), stunting
(37,2%) dan semakin meningkatnya masalah kegemukan pada balita (11,8%).
Masalah kurang gizi pada anak bermula dari kurang gizi saat kehamilan yang
mengakibatkan kemampuan kognitif yang rendah, berisiko stunting, serta
pada usia dewasa berisiko menderita penyakit kronis. Masalah gizi jika tidak
ditangani akan menimbulkan masalah yang lebih besar, bangsa Indonesia
dapat mengalami lost generation. Disatu pihak masih terjadi masalah gizi
kurang seperti kurang energi protein (KEP) sebanyak (19,6%), gangguan
akibat kurang iodium sebanyak 11,1% (GAKI), Anemia Gizi >75%, dan
Kurang Vitamin A sebanyak 0,34%. Kelebihan gizi dipihak lain sudah harus
dipikirkan bagaimana penanggulangan masalah gizi seperti Obesitas (26,6%),
Diabetes Mellitus (6,9%), Hipertensi (25,8%) dan Penyakit Kanker sebanyak
1,4 per seribu penduduk. Oleh karena itu, perlu ditunjang oleh keadaan gizi
yang baik karena sangat mempengaruhi tumbuh kembang yang optimal.
Setiap manusia mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang
berbeda-beda antara satu dengan manusia lainnya, bisa dengan cepat maupun
lambat, tergantung pada individu dan lingkungannya. Pertumbuhan berkaitan
dengan masalah perubahan dalam besar jumlah, ukuran atau dimensi tingka
sel, organ maupun individu yang bias diukur dengan ukuran berat (gram,
pound, kilogram), ukuran panjang (cm, meter), umur tulang dan keseimbangan

1
metabolik atau retensi kalsium dan nitrogen tubuh. Tumbuh kembang
memiliki 3 bagianya itu tumbuh kembang fisik, tumbuh kembang intelektual
dan tumbuh kembang emosional. Tumbuh kembang ini di miliki oleh manusia
baik itu balita, anak-anak, remaja bahkan orang dewasa sekalipun.
Perkembangan adalah perubahan secara berangsur-angsur dan
bertambah sempurnanya fungsi alat tubuh, meningkatkan dan meluasnya
kapasitas seseorang melalui pertumbuhan, kematangan atau kedewasaan
(maturation), dan pembelajaran (learning). Perkembangan manusia berjalan
secara progresif, systematis dan berkesinambungan dengan perkembangan di
waktu yang lalu. Perkembangan terjadi perubahan dalam bentuk dan fungsi
kematangan organ mulai dari aspek fisik, intelektual,dan emosional.
Perkembangan secara fisik yang terjadi adalah dengan bertambahnya
sempurna fungsi organ. Perkembangan intelektual ditunjukan dengan
kemampuan secara symbol maupun abstrak seperti berbicara, bermain,
berhitung. Perkembangan emosional dapat dilihat dari perilaku social
lingkungan anak.
Berdasarkan latar belakang di atas akan dirancang dan dibuatkan
sebuah alat agar mudah untuk mengukur status gizi dan tumbuh kembang
terhadap seseorang. Alat ini dapat digunakan untuk membantu dalam
kehidupan sehari-hari, alat tersebut yang dimaksudkan agar memudahkan
masyarakat dalam melakukan deteksi gizi, pertumbuhan, dan perkembangan
dalam kehidupan sehari-hari. Mengingat negara Indonesia yang jauh lebih
ketinggalan dalam produk pembuatan alat pendeteksi maka berdasarkan
permasalahan diatas maka penulis mengambil judul Laktasi Gizi (aLat
Pendeteksi) untuk mengukur status gizi dan tumbuh kembang. Alat ini
dirancang untuk menghasilkan alat pendeteksi baru yang diharapkan akan
mampu untuk memantau tumbuh kembang dan memenuhi standar gizi
seimbang seseorang, praktis dan membantu teknologi baru didunia kesehatan
khususnya Indonesia,
B. Tujuan

Penulisan gagasan ini bertujuan untuk memberikan alternatif dalam bidang


perancangan untuk persaingan dengan Negara lain dan bidang kesehatan
untuk memudahkan dalam mendeteksi status gizi dan tumbuh kembang
seseorang.
C. Manfaat

Manfaat dari penulisan gagasan ini adalah dapat membantu untuk


meningkatkan persaingan alat pendeteksi gizi negara kita dengan negara lain.
Memperbaiki sistem kesehatan dan meningkatkan mutu dan kualitas alat

2
pendeteksi yang telah dirancang. Dan mengurangi status gizi buruk dan
tumbuh kembang yang tidak seimbang.

3
GAGASAN TERTULIS

A. Kondisi Kekenian Pencetus Gagasan


LaKtasi Gizi (aLat Pendeteksi) untuk mengukur status gizi dan tumbuh
kembang merupakan alat inovasi terbaru. Inovasi adalah penuh dengan
ketidakpastian, masa depan tidak dapat diprediksi, orientasi lemah terutama ketika
inovasi berfokus pada proses teknologi dan rekayasa terdepan. Inovasi dalam hal
ini memiliki kekuatan terbesar, LaKtasi Gizi ini memungkinkan respon yang lebih
baik kepada tenaga kesehatan maupun masyarakat dan menambah nilai lebih
kepada pemerintah Indonesia, dan karena itu mendorong sebagai sarana teknologi
yang akan memungkinkan inkubasi pengetahuan, transmisi pengetahuan, efisiensi,
dan kemudian kecenderungan untuk inovasi yang meningkatkan kemudahan
dalam hal kesehatan.
Seiring dengan kemajuan zaman, perkembangan teknologi juga
semakin pesat, dengan munculnya temuan-temuan baru. Dengan
perkembangan teknologi yang semakin pesat menjadikan segala sesuatu
bentuk aktivitas manusia tidak dapat dipisahkan dari teknologi. Hal ini di
karenakan inovasi-inovasi teknologi berupa peralatan yang dapat membantu
aktivitas manusia telah menyatu dalam kesehariannya. Dalam menjalani segala
aktiviatas tentu saja kita membutuhkan suatu energi yang dapat menunjang
berjalannya aktivitas tersebut.
Energi tersebut dapat diperoleh dari suatu asupan makanan yang
mengandung cukup banyak gizi. Sehingga dalam menkonsumsi sebuah
makanan tentu kita harus lebih memperhatikan jumlah gizi yang baik untuk
sumber energi dalam menjalani aktivitas kita. Oleh sebab itu untuk
mengetahui jumlah gizi yang baik untuk tubuh dapat digunakan angka
kecukupan gizi sebagai pedomannya. Angka kecukupan gizi (AKG)
merupakan suatu nilai yang digunakan untuk menentukan jumlah zat yang
baik dikonsumsi oleh tubuh dan zat apa saja yang dibutuhkan oleh tubuh kita.
Angka kebutuhan gizi sangat bermanfaat untuk kelangsungan hidup, dalam hal
itu kami menciptakan alat yang dapat digunakan untuk mengukur status gizi
dan tumbuh kembang.
Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG), Kebutuhan nutrisi manusia
tentu berbeda-beda antara yang satu dengan yang lainnya, baik bayi, balita, anak-
anak, remaja, sampai dengan orang tua memiliki angka kecukupan gizi yang
bervariasi. Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan standar resmi angka
kecukupan gizi (AKG) untuk berbagai nutrisi dan dikategorikan untuk berbagai
kalangan. Hal ini sesuai dengan lampiran peratran MenKes RI Nomor 75 Tahun
2013 tentang angka kecukupan gizi yang dianjurkan untuk masyarakat Indonesia.

4
Kebutuhan nutrisi yang kita butuhkan sehari-hari antara lain meliputi (Fadhilah
AU, 2016) :
1. Kebutuhan dasar meliputi energi, protein, lemak, karbohidrat, serat, dan

air.
2. Kebutuhan vitamin meliputi vitamin A, D, E, K, B1, B2, B3, B5, B6,
Folat, B12, biotin, kolin, dan vitamin C.

3. Kebutuhan mineral meliputi kalsium, fosfor, magnesium, natrium, kalium,


mangan, tembaga, kromium, besi, iodium, seng, selenium, flour.

Tabel 1. Tabel angka kecukupan energi, protein, lemak, karbohidrat, serat, dan air
yang dianjurkan untuk orang Indonesia (perorang perhari).

5
(Sumber: AKG 2013)

Tabel 2. Tabel angka Kebutuhan vitamin meliputi vitamin A, D, E, K, B1, B2, B3,
B5, B6, Folat, B12, biotin, kolin, dan vitamin C yang dianjurkan untuk orang
Indonesia (perorang perhari).

6
(Sumber: AKG 2013)

Tabel 3. Tabel angka Kebutuhan mineral meliputi kalsium, fosfor, magnesium,


natrium, kalium, mangan tembaga, kromium, besi, iodium, seng, selenium, flour
yang dianjurkan untuk orang Indonesia (perorang perhari).

(Sumber: AKG 2013)


Oleh karena itu diperlukan sebuah teknologi yang dapat mendeteksi
atau mengukur status gizi dan tumbuh kembang. Dengan munculnya ide
gagasan berupa LaKtasi Gizi (aLat Pendeteksi) untuk mengukur status gizi
dan tumbuh kembang ini diharapkaan dapat membantu kita dalam memilih

7
makanan yang akan dikonsumsi dalam memenuhi kebutuhaan nutrisi yang
seimbang bagi tubuh kita.

B. Konsep Gagasan
LaKtasi Gizi (aLat Pendeteksi) untuk mengukur status gizi dan tumbuh
kembang yang merupakan sebuah alat elektronik yang dibuat dengan memiliki
banyak fungsi dan manfaat sebagai pembantu dikehidupan sehari-hari,
khususnya tenaga kesehatan untuk memantau status gizi seseorang maupun
tumbuh kembang pada anak-anak. Alat pendeteksi ini atau biasa dikenal
dengan nama tellspec yang dapat mengetahui kandungan kalori, lemak, nutrisi,
sehingga dapat mengontrol pola makan agar memenuhi angka kecupan gizi
sehingga dapat membantu mengurangi gizi kurang maupun gizi lebih.
Pendeteksi gizi ini memiliki semacam alat tambahan untuk
menyimpan data dalam kapasitas besar yang dilapisi secara magnetis, alat ini
sangat berguna dan memiliki daya tampung dan kecepatan membaca cepat
data. Data tersebut berupa angka kecukupan energi, protein, lemak,
karbohidrat, serat, dan air. Kebutuhan vitamin meliputi vitamin A, D, E, K,
B1, B2, B3, B5, B6, Folat, B12, biotin, kolin, dan vitamin C. Serta kebutuhan
mineral meliputi kalsium, fosfor, magnesium, natrium, kalium, mangan
tembaga, kromium, besi, iodium, seng, selenium, flour yang dianjurkan untuk
orang Indonesia sesuai umur mereka.

Contoh Gambar Rancangan Alat


LaKtasi Gizi (aLat Pendeteksi) yang bisa mengukur status gizi seseorang
dengan cara memasukkan tinggi badan, berat badan, dan umur seseorang. Alat
ini akan otomatis mengeluarkan derajat status gizi seseorang. Pada tiga
tingkatan yaitu gizi kurang dengan warna merah, gizi berlebih kuning dan gizi
seimbang warna hijau. Pada kasus bayi baru lahir atau anak-anak dipakai
sebagai mengukur tumbuh kembang pada anak seperti halnya dengan

8
memasukkan orang dewasa hanya saja untuk anak-anak pengukuran dilakukan
lebih sering.
Kelebihan lain LaKtasi Gizi (aLat Pendeteksi) ini dirancang dengan hemat
energi listrik karena menggunakan baterai agar tidak ada penjebolan penggunaan
listrik, mudah dibawa kemana-mana dan praktis. Karena alat yang lumayan kecil
diharapkan mampu menjadikan alat se efisien dan se efektivitas mungkin. Selain
itu akan menghemat tempat sekaligus memiliki fungsi yang dapat mengetahui
makanan apa yang sebaiknya dikonsumsi untuk memperbaiki status gizi
seseorang, serta yang paling penting adalah yang dapat membuat hidup lebih sehat
dengan pengontrolan nutrisi. LaKtasi Gizi (aLat Pendeteksi) ini sangat cocok
digunakan untuk instansi kesehatan seperti rumah sakit, puskesmas, atau bahkan
masyarakat. Bentuk persergi dengan ukuran 142.7 x 71.7 x 7.6 mm, berat 141 g,
Ukuran dan Resolusi Layar 5.0 inches (~67.4% screen-to-body ratio), 540 x 960
pixels (~220 ppi pixel density) akan membentuk sebuah alat elektronik mini yang
menarik dan berguna.

C. Solusi Yang Pernah Ditawarkan


a. Antropometri adalah pengukuran ukuran, berat dan proporsi tubuh.
Komposisi tubuh menunjukkan distribusi penyusunan tubuh (massa otot dan
lemak tubuh) sebagai bagian dari berat badan. penggunaan teknik Indeks
Massa Tubuh (IMT) atau Body Mass Index (BMI) khususnya yang
berkaitan dengan kekurangan dan kelebihan berat badan (Vici, 2013).
b. Klinis Penggunaan metode ini umumnya untuk survei secara cepat (rapid
clinical surveys). dari kekurangan salah satu atau lebih zat gizi dapat dilihat
pada jaringan epitel (supervicial epithelial tissues) seperti kulit, mata,
rambut dan mukosa oral atau pada organ-organ yang dekat dengan
permukaan tubuh seperti kelenjar tiroid.
c. Biokimia dilakukan dengan melakukan pemeriksaan spesimen yang diuji
secara laboratoris yang dilakukan pada berbagai macam jaringan tubuh,
seperti darah, urine, tinja, jaringan otot, hati.
d. Biofisik metode penentuan status gizi dengan melihat kemampuan fungsi
(khususnya jaringan) dan melihat perubahan struktur dari jaringan.

D. Kondisi Kekinian Pencetus Gagasan dapat Diperbaiki Melalui gagasan


LaKtasi Gizi (aLat Pendeteksi)
a. Dapat memudahkan LaKtasi Gizi (aLat Pendeteksi) untuk mengukur status
gizi dengan cara memasukkan tinggi badan, berat badan, dan umur, serta
dapat mengetahui tumbuh kembang seseorang sehingga dapat menentukan
menu makanan seimabang yang sesuai dengan kebutuhan gizi.

9
b. Membantu pemerintah dalam upaya meningkatkan produk tekhnologi.
Karena negara Indonesia termasuk negara berkembang, sehingga dengan
terwujudnya pembuatan Laktasi Gizi maka semakin banyak masyarakat
yang mencintai produk Indonesia.
c. Laktasi Gizi (aLat Pendeteksi) dinilai lebih efektif, efisien dan aman
dibandingkan dengan menggunakan metode lainnya.
d. Sistem Laktasi Gizi ( aLat Pendeteksi) ini mengeluarkan hasil secara
otomatis sehingga institusi atau kberbagai kalangan masyrakat dapat lebih
efisen
e. Dapat mempermudah dan meringankan beban masyarakat untuk membayar
tagihan listrik serta menghemat tempat karena menggunakan batrai dan
barangnya kecil jadi tidak memakan tempat.

E. Pihak yang dapat Mengimplementasikan


a. Pemerintah menjadi salah satu elemen dalam mengimplementasikan Laktasi
Gizi (aLat Pendeteksi) untuk menyediakan sarana dan prasarana sesuai
kebutuhan yang terus meningkat sejalan dengan pertumbuhan penduduk dan
ekonomi. Untuk menjamin terselenggaranya Laktasi Gizi (aLat Pendeteksi)
tersebut maka perlunya kesiapan anggaran dari Pemerintah serta kebijakan
untuk menarik para ahli di bidang teknologi dan kebijakan dalam
pembuatan Laktasi Gizi (aLat Pendeteksi) tersebut
b. Dalam pembuatan Laktasi Gizi (aLat Pendeteksi) perlu melibatkan swasta
untuk ikut berperan dalam berinvestasi. Sektor swasta terlibat dalam
perencanaan, pembuatan, pembiayaan dan pemasaran Laktasi Gizi (aLat
Pendeteksi).
c. Pihak-pihak yang ahli di bidang teknologi tersebut. Misalnya Teknik
Informatika, Teknik Arsitek dengan mengkaji lebih dalam tentang
pembuatan produk tersebut.
d. Institusi Kesehatan menjadi salah satu dalam mengimplementasikan Laktasi
Gizi (aLat Pendeteksi) untuk sarana dan prasana dalam menunjang
kesehatan masyarakat.
e. Masyarakat menjadi elemen yang sangat penting pula untuk menggunakan
Laktasi Gizi (aLat Pendeteksi).

F. Langkah-langkah strategis yang dilakukan untuk mengimplementasikan


gagasan
a. Adanya riset berkelanjutan dalam konsep Laktasi Gizi (aLat Pendeteksi)
sehingga konsep gagasan tersebut menjadi lebih matang. Dengan melakukan

10
penelitian terkait dengan bahan fisik dan materiil yang cocok untuk
pembuatan tersebut.
b. Teknologi barang elektronik terkini seperti yang sudah banyak Penggunaan
diimplementasikan di berbagai negara. Sudah seharusnya pembuatan
dilaksanakan berdasarkan manfaat yang akan diberikan serta kemudahan
dalam kehidupan, tetapi juga mempertimbangkan unsur ekonomis selama
project life cycle berlangsung. Aplikasi teknologi alat elektronik terkini
memang mahal painitial cost namun akan dikompensasi dengan rendahnya
biaya listrik dan kecanggihan alat.
c. Melakukan penambahan fungsi baru dari pembuatan alat elektronik yang
akan dibuat. Konsep barang elektronik yang akan datang nantinya
diharapkan tidak hanya memiliki fungsi sebagai satu manfaat semata namun
juga menghasilkan keluaran yang memiliki banyak fungsi.
d. Memastikan Alat elektronik ini mampu bersaing dengan produk elektronik
lain nya dan Melakukan pembuatan elektronik yang terpadu satu sama lain
merupakan kunci sukses penerapan implementasi pembuatan barang
elektronik di negara ini.

KESIMPULAN
Laktasi Gizi (aLat Pendeteksi) merupakan alat yang digunakan untuk
mengukur status gizi seseorang dengan cara memasukkan tinggi badan, berat
badan, dan umur . Alat ini akan otomatis mengeluarkan derajat status gizi
seseorang. Hasil yang keluar dari Laktasi gizi (alat pendeteksi) terdiri dari tiga
tingkatan yaitu gizi kurang dengan warna merah, gizi berlebih kuning dan gizi
seimbang warna hijau. Lakstasi Gizi (aLat Pendeteksi) dapat menjadi solusi
dalam membantu meningkatkan status gizi dan kesehatan masyarakat karena
dengan Laktasi Gizi (alat pendeteksi) seseorang dapat menyusun kebutuhan
gizi atau menu seimbang sesuai kebutuhan gizi seseorang.

DAFTAR PUSTAKA

11
Fadhilah Au. 2016. Hubungan Tingkat Kecukupan Energi, Protein, Kalsium, dan
Fosfor dengan Panjang Tungkai Pada Remaja di SMP Walisongo 1
Semarang. Skripsi: Universitas Muhammadiyah Semarang.
Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). 2013. Badan Penelitian dan Pengembangan
Kesehatan. Kementrian Kesehatan RI. Jakarta.
Vici. 2013. Penyelenggaran Makanan, Status Gizi, dan Kesehatan Lansia
diRumah Perlindungan Sosial Tresna Werdha Bogor. Skripsi: Institut
Pertanian Bogor.

Lampiran 1. Biodata Ketua, Anggota, dan Dosen Pembimbing


1.1 Biodata Ketua Pelaksana Kegiatan

12
A. Identitas Diri
Nama Lengkap Sri Indang Kasih
Jenis Kelamin P
Program Studi Kesehatan Masyarakat
NIM 1610912120029
Tempat Tanggal Lahir Wilas, 27 Agustus 1998
Email sriendangkasih@gmail.com
Nomor telepon 082250087574
B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
Nama Institusi SDN SMPN 2 SMAN 1
Wilas Kelumpang Kelumpang
Utara Utara
Jurusan - - IPA
Tahun Massuk- 2004-2010 2010-2013 2013-2016
Lulus
C. Pemakalah Seminar Ilmiah (oral presentation)
N Nama Pertemuan Judul Artikel Waktu
o Ilmiah/Seminar Ilmiah dan
Tempat
1 - - -
D. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi, institusi
lainnya)
N Jenis Penghargaan Institusi Pemberi Tahun
o Penghargaan
1 - - -

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar
dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari
ternyata dijumpai ketidak-sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima
sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan hibah PKM-GT
.

Banjarbaru, 28 November 2017


Pengusul,

(Sri Indang Kasih)


NIM. 1610912120029

13
1.2 Biodata Anggota II Pelaksana Kegiatan
A. Identitas Diri
Nama Lengkap Febrina Ramadhaniyati
Jenis Kelamin P
Program Studi Kesehatan Masyarakat
NIM I1A115213
Tempat Tanggal Lahir Tanjung, 1 Februari 1997
Email febrinaramadhaniyati7@gmail.com
Nomor telepon 085751121665
B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
Nama Institusi SDN 8 MTsN SMAN 2

14
Tanjung Tanjung Tanjung
Jurusan - - IPA
Tahun Massuk- 2003-2009 2009-2012 2012-2015
Lulus
C. Pemakalah Seminar Ilmiah (oral presentation)
N Nama Pertemuan Judul Artikel Waktu
o Ilmiah/Seminar Ilmiah dan
Tempat
1 - - -
D. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi, institusi
lainnya)
N Jenis Penghargaan Institusi Pemberi Tahun
o Penghargaan
1 - - -

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar
dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari
ternyata dijumpai ketidak-sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima
sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan hibah PKM-GT
Banjarbaru, 28 November 2017
Pengusul,

(Febrina Ramadhaniyati)
NIM. I1A115213

15
1.3 Biodata Anggota III
A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap Reka Saputri
2 Jenis Kelamin Perempuan
3 Program Studi Kesehatan Masyarakat
4 NIM I1A115034
Tempat dan Tanggal
5 Lahir Hulu Sungai Selatan, 23 Juni 1997
6 E-mail rekasaputri@gmail.com
7 Nomor Telepon/HP 081351639918
B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
Nama Institusi SDN
MTsn Amawang SMK Kesehatan
Kandangan
Kandangan Borneo Lestari
Barat 2
Jurusan - - Farmasi
Tahun masuk-lulus 2003-2009 2009-2012 2012-2015
C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)
Waktu
N Nama Pertemuan Ilmiah / Judul Artikel
dan
o Seminar Ilmiah
Tempat

16
1 - - -
D.Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi,
institusi lainnya)
Institusi
N
Jenis Penghargaan Pemberi Tahun
o
Penghargaan
1 - - -
Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah
benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.Apabila di kemudian
hari ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup
menerima sanksi. Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk
memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan PKM GT.
Banjarbaru, 28 November 2017
Pengusul,

(Reka Saputri)
NIM. I1A115034
1.4 Biodata Dosen Pembimbing
A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap Nita Pujianti, S.Farm.,Apt.,MPH
2 Jenis Kelamin Perempuan
3 Program Studi Kesehatan Masyarakat
4 NIDN 0008018504
5 Tempat dan Tanggal Banjarmasin, 08 Januari 1985
Lahir
6 E-mail nitapujianti@unlam.ac.id
7 Nomer Telepon/HP 087714243414

B. Riwayat Pendidikan
S-1 Profesi S-2
Nama Perguruan
Tinggi UII UII UGM
Kesehatan
Masyarakat/Mana
jemen Kebijakan
Bidang Ilmu MIPA/Farmasi Apoteker Kesehatan
Tahun Masuk-
Lulus 2004-2008 2008-2009 2008-2010
Judul Aktivitas - Dampak

17
Antingiogenik
Skripsi/Tesis/Dise Kulit Buah Penerapan Unit
rtasi Rambutan Dose Dispensing
Nama Saepudin, -
Pembimbing M.Sc.,Apt Siti Munawarah,
Promotor M.Kes.,Apt

C. Pemakalah Sumber Ilmiah (Oral Persentation)


No Nama Pertemuan Judul Artikel Ilmiah Tahun
Ilmiah/Seminar
1 Seminar diseminasi hasil Survei tentang faktor penyebab 2013
penelitian dosen di kejadian bayi lahir mati di
lingkungan FK UNLAM kabupaten Banjar tahun 2013
2 Seminar internasional public Dampak penerapan unit dose 2015
health action dispensing terhadap kepuasan
pasien di JIH
3 Seminar diseminasi hasil Evaluasi aspek input distribusi 2015
penelitian dosen di vaksin di kotamadya Banjarbaru
lingkungan FK UNLAM

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila dikemudian hari ternyata
di jumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan Hibah Program Kreativitas Mahasiswa Bidang
Kewirausahaan.

Banjarbaru, 28 November 2017


Dosen Pembimbing

(Nita Pujianti, S.Farm.,Apt.,MPH)


NIDN. 0008018504

18
19
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
Jl. A. Yani Km. 36,00 Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70712

SURAT PERNYATAAN KETUA PENELITI/PELAKSANA


Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : Sri Indang Kasih
NIM : 1610912120029
Program Studi : Kesehatan Masyarakat
Fakultas : Kedokteran
Dengan ini menyatakan bahwa usulan PKM GT saya dengan judul:“Laktasi Gizi
(aLat Pendeteksi) untuk Mengukur Status Gizi dan Tumbuh Kembang Tepat
Pada Waktunya ”yang diusulkan untuk tahun anggaran 2017 bersifat original
dan belum pernah dibiayai oleh lembaga atau sumber dana lain. Bilamana di
kemudian hari ditemukan ketidaksesuaian dengan pernyataan ini, maka saya
bersedia dituntut dan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan
mengembalikan seluruh biaya penelitian yang sudah diterima ke kas
negara.Demikian pernyataan ini dibuat dengan sesungguhnya dan dengan sebenar-
benarnya.

Banjarbaru, 28 November 2017

Mengetahui,
Wakil Rektor III Ketua
Bidang Kemahasiswaan

(Dr. Ir. Abrani Sulaiman, M.Sc) (Sri Indang Kasih)


NIP. 19640105 199003 1 023 1610912120029

20