Anda di halaman 1dari 17

PRAKTIKUM KEPOLARAN SENYAWA

Assalamualaikum… apa kabar, kawan? Semoga kawan-kawan yang baik hatinya  sehat
selalu (aminn…) . Pada tanggal 02 Maret 2014 ini, saya penulis blog akan membuat sebuah blog,
sesuai dengan apa yang sudah saya tulis di awal pembuatan blog saat perkenalan. Sehubungan
dengan itu saya post-kan hasil praktikum kimia dengan judul “PRAKTIKUM KEPOLARAN
SENYAWA” yang dikerjakan oleh penulis dan kawan-kawannya. berikut hasilnya kawan 

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta
karunia-Nya kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan Makalah ini yang alhamdulillah
tepat pada waktunya yang berjudul “Kepolaran Senyawa”
Makalah ini berisikan tentang informasi menyelidiki sifat polar dan non polar atau yang
lebih khususnya membahas penerapan kepolaran, Diharapkan Makalah ini dapat memberikan
informasi kepada kita semua tentang kepolaran senyawa.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan
saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan
makalah ini.
Kami berharap makalah yang berjudul “ Kepolaran Senyawa” ini dapat bermanfaat bagi
masyarakat luas.

PRAKTIKUM KEPOLARAN MOLEKUL

A. Tujuan Praktikum
Mengetahui kepolaran beberapa molekul dan hubungannya dengan keelektronegatifan.
B. Landasan Teori
Perbedaan keelektronegatifan dua atom menimbulkan kepolaran molekul. Adanya perbedaan
keelektroegatifan tersebut menyebabkan pasangan elektron ikatan lebih tertarik ke salah satu
unsur sehingga membentuk dipol. Adanya dipol inilah menyebabkan molekul polar.
Pada senyawa HCl, pasangan elektron milik bersama akan lebih dekat pada Cl karena daya
tarik terhadap elektronnya lebih besar dibandingkan H. Hal itu menyebabkan terjadinya
polarisasi / pengkutuban muatan / dipol pada ikatan H – Cl. Atom Cl lebih negatif dari pada atom
H ( keelektronegatifan Cl = 3,0 dan H = 2,1 ). Jika dalam suatu ikatan kovalen terjadi
pengkutuban muatan maka ikatan tersebut dinamakan ikatan kovalen polar. Molekul yang
dibentuknya dinamakan molekul polar.
Contoh :
1. Molekul kovalen polar : HCl, HBr, HI, HF, H2O, NH3.
2. Molekul kovalen non polar : H2, O2, Cl2, N2, CH4, BF3.

Pada ikatan-ikatan kovalen yang terdiri lebih dari 2 unsur / poliatomik, kepolaran
molekulnya ditentukan oleh hal-hal berikut :
 Jumlah momen dipol, jika jumlah momen dipole = 0, molekulnya bersifat nonpolar. Jika momen
dipol ≠ 0 maka molekulnya bersifat polar.
 Resultan vektor, jika resultan vector = 0, molekulnya bersifat nonpolar. Jika resultan vector ≠ 0
maka molekulnya bersifat polar.
 PEB, molekulnya nonpolar umumnya tidak memiliki PEB. Sementara itu molekul polar umumnya
memiliki PEB.

C. Alat dan Bahan

No Alat dan Bahan Ukuran / Satuan Jumlah


1. Buret 25 mL 1
2. Klem, statif - 1 set
3. Batang fiber / sisir plastic Kecil 1
4. Kain wol - 1
5. Magnet - 1
6. Gelas kimia 50 mL 2
7. Air - 100 mL
8. Minyak tanah - 50 mL
9. Cuka - 50 mL
10. Bensin - 50 mL

D. Cara Kerja
1. Pasang buret pada statif dan tempatkan gelas kimia di bawah buret.
Catatan : jika tidak tersedia buret dan statis, sebagai gantinya dapat menggunakan 2 gelas kimia.
2. Isi buret dengan 25 ml air. Buka kran buret dan dekatkan magnet batang pada cucuran air. Amati
apakah cucuran air tertarik magnet / tidak.
Catatan : jika magnet tidak tersedia, sebagai gantinya dapat digunakan penggaris plastik yang
digosok terlebih dahulu pada kain wool / rambut.
3. Ulangi prosedur ke-2 menggunakan minyak tanah, cuka, bensin. Sebelumnya bersihkan semua
alat yang telah digunakan. Lakukan dengan hati-hati karena minyak tanah dan bensin mudah
terbakar.
4. Sediakan 25 ml air ke dalam gelas kimia. Masukan 25 ml minyak tanah ke dalam gelas kimia
yang berisi air. ( amati yang terjadi )u
5. Ulangi prosedur ke-4, ganti minyak tanah dengan cuka, bensin. Sebelumnya bersihkan semua
alat yang telah digunakan.

E. Data Pengamatan

No. Zat / Molekul Pembelokan oleh medan magnet Kelarutan dalam air
( membelok / tidak membelok ) (larut / tidak larut )
1. Air membelok
2. Minyak tanah Tidak membelok
3. Cuka membelok
4. Bensin Tidak membelok tidak larut

F. Pertanyaan
1. Molekul manakah yang menunjukan molekul polar ?
2. Mengapa molekul polar dapat dibelokan ke arah batang fiber atau sisir yang telah digosok-
gosokan pada kain ?
3. Pada molekul polar air ( H2O ) terdapat 2 pasang elektron ikatan. Jika harga elektronegatifitas
atom O = 3,5 dan H = 2,1 . Manakah yang lebih kuat menarik elektron ? Atom manakah yang
lebih bermuatan negatif dan positif ? Jelaskan !

G. Pembahasan

 Air
Molekul air yang tersusun atas 2 atom H dan 1 atom O merupakan ikatan kovalen polar.
Pada saat keran tabung buret dibuka, air mengucur ke dalam gelas kimia dan dikekatkan dengan
penggaris plastik yang telah digosok pada rambut kering. Ternyata, membuat aliran air yang
semula lurus membelok ke arah medan listrik yang dihasilkan oleh penggaris. Hal ini
membuktikan adanya elektron listrik yang saling tarik-menarik antara air dan penggaris listrik.

 Minyak tanah
Minyak tanah adalah salah satu jenis cairan yang digunakan sebagai bahan bakar minyak
(BBM), terutama pada kompor. Dalam percobaan ini, minyak tanah yang mengalir tidak tertarik
ke arah medan listrik yang dihasilkan penggaris plastik. Karena itu, minyak tanah tergolong ke
dalam ikatan kovalen bersifat nonpolar yang tidak dapat menarik elektron dari penggaris.
H. Kesimpulan

 Senyawa polar : Senyawa yang terbentuk akibat adanya suatu ikatan antar elektron pada unsur-
unsurnya. Hal ini terjadi karena unsur yang berikatan tersebut mempunyai nilai
keelektronegatifitas yang berbeda.,sehingga senyawa polar dapat menghantarkan arus listrik
Senyawa non polar : Senyawa yang terbentuk akibat adanya suatu ikatan antar elektron pada
unsur-unsur yang membentuknya. Hal ini terjadi karena unsur yang berikatan mempunyai nilai
elektronegatifitas yang sama/hampir sama,senyawa non polar tidak dapat menghantarkan arus
listrik.
PRAKTIKUM KEPOLARAN SENYAWA
kimia , makalah , tugas

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA

I. Tujuan Percobaan

Menentukan sifat polar atau non-polar dari suatu senyawa

II. Landasan Teori

Senyawa adalah zat yang tersusun oleh dua unsur atau lebih yang berbeda dan dapat diuraikan
menjadi zat yang lebih sederhana melalui suatu reaksi kimia. Ciri-ciri yang membedakan senyawa adalah
adanya rumus kimia yang memberikan perbandingan atom dalam zat dan jumlah atom dalam molekul
tunggalnya Senyawa kimia dapat dibagi menjadi 6 jenis sebagai berikut.

1. Asam
Asam adalah senyawa kimia yang bila dilarutkan dalam air akan menghasilkan larutan dengan pH lebih
kecil dari 7. Menurut Svante Arrhenius, asam adalah suatu zat yang meningkatkan konsentrasi ion
hidronium ketika dilarutkan dalam air. Teori ini membatasi asam dan basa untuk zat-zat yang dapat larut
dalam air. Menurut Bronsted-Lowry, asam adalah pemberi proton kepada basa. Asam dan basa
bersangkutan disebut sebagai pasangan asam-basa konjugat. Mencakup zat-zat yang tak larut dalam air
(tidak seperti pada definisi Arrhenius). Sementara menurut Gilbert N. Lewis, asam adalah penerima
pasangan elektron dari basa. Dapat mencakup asam yang tak mengandung hidrogen atau proton yang
dapat dipindahkan, seperti besi (III) klorida, dapat pula dijelaskan dengan teori orbital molekul. Secara
umum, suatu asam dapat menerima pasangan elektron pada orbital kosongnya yang paling rendah dari
orbital terisi yang tertinggi dari suatu basa sehingga dapat bergabung membentuk orbital molekul
ikatan. Secara umum, asam memiliki sifat sebagai berikut.
 Masam ketika dilarutkan dalam air.
 Terasa menyengat bila disentuh dan dapat merusak kulit.
 Bereaksi hebat dengan kebanyakan logam (korosif).
 Walaupun tidak selalu ionik, asam merupakan cairan elektrolit.
Contoh : Asam asetat, Asam nitrat, Asam karbonat, Asam sitrat, Asam klorida, Asam laktat, dll.

2. Basa

Basa adalah senyawa kimia yang menyerap ion hidronium ketika dilarutkan dalam air. Basa adalah lawan
dari asam, yaitu ditujukan untuk unsur/senyawa kimia yang memiliki pH lebih dari 7. Secara umum, basa
memiliki sifat sebagai berikut.

 Kaustik
 Rasanya pahit
 Licin seperti sabun
 Nilai pH lebih dari 7
 Mengubah warna lakmus merah menjadi biru
 Dapat menghantarkan arus listrik
 Menetralkan asam
 Menyebabkan pelapukan
Contoh : Aluminium hidroksida, Kalsium hidroksida, Magnesium hidroksida, Natrium hidroksida, Kalium
hidroksida, dll.

3. Garam

Garam dalah senyawa ionik yang terdiri dari ion positif (kation) dan ion negatif (anion), sehingga
membentuk senyawa netral (tanpa bermuatan). Garam terbentuk dari hasil reaksi asam dan basa.
Garam memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

 Terjadi dari reaksi antara asam dan basa


 Bersifat asam jika terbentuk dari asam kuat dan basa lemah
 Bersifat basa jika terbentuk dari asam lemah dan basa kuat
 Bersifat netral jika terbentuk dari asam kuat dan basa kuat atau asam lemah dan basa lemah.
Contoh : Natrium klorida, Amonium klorida, Kalium karbonat, Kalium nitrat, dll.

4. Senyawa Ionik

Senyawa ionik adalah senyawa yang terjadi akibat adanya interaksi antara kation dan anion yang
membentuk suatu ikatan ionik. Senyawa ionik memiliki sifat-sifat sebagai berikut.
 Lelehannya atau larutannya menghantarkan arus listrik (elektrolit)
 Titik didih dan titik leburnya tinggi
 Dapat larut dalam pelarut polar
 Kristalnya sangat keras
Contoh : Natrium klorida, Magnesium Fluorida, Kalium Bromida

5. Senyawa Organik
Senyawa organik adalah golongan besar senyawa kimia yang molekulnya mengandung karbon, kecuali
karbida, karbonat, dan oksida karbon. Senyawa organik memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
 Titik didih dan titik cair rendah
 Tidak tahan panas dan mudah terbakar
 Berikatan kovalen
 Umumnya non elektrolit
 Reaksi berjalan lambat
 Terurai pada suhu rendah
 Lebih mudah larut dalam pelarut non polar
 Apabila dibakar menghasilkan karbon, CO2, dan H2O
 Hasil pembakaran mengeruhkan air kapur

6. Senyawa Anorganik

Senyawa anorganik adalah senyawa pada alam yang pada umumnya menyusun material atau benda tak
hidup. Senyawa anorganik memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

 Reaksi berjalan cepat


 Mudah larut dalam pelarut polar
 Berikatan ion
 Senyawanya tahan panas
 Umumnya elektrolit
 Tidak mudah terbakar
Jika dalam suatu senyawa terdapat lebih dari satu jenis unsur, maka akan terjadi perbedaan
harga keelektronegatifan sehingga menyebabkan terjadinya sifat kepolaran suatu senyawa. Senyawa
polar adalah senyawa yang terbentuk akibat adanya suatu ikatan antar elektron pada unsur-unsurnya.
Hal ini terjadi karena unsur yang berikatan tersebut mempunyai nilai keelektronegatifitas yang berbeda,
yakni salah satu unsurnya lebih negatif dari yang lain. Ciri-ciri senyawa polar adalah sebagai berikut.

 Dapat larut dalam air dan pelarut lain


 Memiliki kutub positif (+) dan kutub negatif (-), akibat tidak meratanya distribusi elektron
 Memiliki pasangan elektron bebas (bila bentuk molekul diketahui dan bentuk tidak simetris) atau
memiliki perbedaan keelektronegatifan.
Contoh : Alkohol, HCl, PCl3, H2O, N2O5, HBr, NH3, dll.

Contoh senyawa polar

Sementara itu, senyawa non polar adalah senyawa yang terbentuk jika muatan negatif tersebar
secara homogen/ (jumlah resultan momendipol nol) dan juga akibat adanya suatu ikatan antar elektron
pada unsur-unsur yang membentuknya. Hal ini terjadi karena unsur yang berikatan mempunyai nilai
elektronegatifitas yang sama/hampir sama. Ciri-ciri senyawa non polar :

 Tidak larut dalam air dan pelarut polar lain


 Tidak memiliki kutub positif (+) dan kutub negatif (–), akibat meratanya distribusi elektron
 Tidak memiliki pasangan elektron bebas (bila bentuk molekul diketahui dan bentuk simetris) atau
keelektronegatifannya sama.
Contoh : Cl2, PCl5, H2, N2, F2, O2, Br2, XEF4, dll.
Contoh senyawa non polar

III. Langkah Kerja

a. Alat
1. Buret
2. Beaker glass
3. Kain flannel
4. Penggaris plastik panjang
b. Bahan
1. Air
2. Bensin
3. Etanol (Alkohol)
4. Aseton

c. Cara Kerja
1. Buret dipasang pada tempatnya.
2. Buret diisi dengan salah satu jenis zat cair.
3. Penggaris mika digosok searah dengan kain flannel.
4. Zat cair dialirkan dari buret ke dalam gelas kimia secara perlahan.
5. Penggaris mika yang telah digosok didekatkan pada aliran zat cair.
6. Diamati apa yang terjadi dengan arah aliran zat cair tersebut.
7. Percobaan diulangi dengan zat cair yang berbeda.

IV. Hasil & Pembahasan

No Zat yang diuji Membelokkan aliran/tidak Sifat Kepolaran

1. Air Ya, membelokkan aliran Polar

2. Aseton Ya, membelokkan aliran Polar


3. Etanol Ya, membelokkan aliran Polar

4. Bensin Ya,membelokkan aliran Polar

Dalam cara kerja praktikum, kain flannel harus digosokkan terlebih dahulu karena jika penggaris
plastik digosokkan pada kain flannel, penggaris akan bermuatan negatif. Pengosokkan pun hanya dapat
dilakukan secara menggosokkannya searah. Jika terdapat muatan negatif pada penggaris, penggaris
membelokkan aliran zat cair, tidak hanya itu saja, penggaris juga dapat mengangkat sepihan kertas, dll.
Zat cair dapat dibelokkan karena sebagian diantaranya merupakan senyawa polar. Dengan kata lain, zat
cair tersebut memiliki pasangan elektron bebas.

Dari percobaan yang kami lakukan, didapati bahwa keempat senyawa yang kami uji (air, bensin,
etanol, dan aseton) bersifat polar karena keempat zat cair ini dapat dibelokkan oleh penggaris mika yang
telah digosokkan pada kain flannel. Namun, seharusnya bensin dan etanol merupakan senyawa non
polar karena tidak dapat larut dalam air sehingga tidak dapat dibelokkan. Kami memperkirakan adanya
kesalahan saat kami melakukan praktikum pada bensin dan etanol karena hasilnya berbeda dengan yang
seharusnya. Menurut perkiraan kami, hal tersebut disebabkan oleh tiupan angin.

Secara teori, senyawa kovalen polar dan non polar sangatlah berbeda. Senyawa polar adalah
senyawa yang terbentuk akibat adanya suatu ikatan antar elektron pada unsur-unsurnya, ini terjadi
karena unsur yang berikatan tersebut mempunyai nilai keelektronegatifitas yang berbeda. Sedangkan
senyawa non polar adalah senyawa yang terbentuk akibat adanya suatu ikatan antar elektron pada
unsur-unsur yang membentuknya. Hal ini terjadi karena unsur yang berikatan mempunyai nilai
elektronegatifitas yang sama atau hampir sama. Yang kedua, senyawa polar dapat larut dalam air dan
pelarut polar lain, sedangkan senyawa non polar tidak dapat larut dalam air. Ketiga, senyawa polar
memiliki kutub positif dan kutub negatif sedangkan senyawa non polar tidak memiliki kutub positif
maupun negatif. Yang terakhir adalah senyawa polar memiliki perbedaan elektronegatifan sedangkan
senyawa non polar keelektronegatifannya sama.

V. Kesimpulan
Dari praktikum menentukan sifat kepolaran senyawa, dapat disimpulkan bahwa air dan aseton
merupakan senyawa polar, sedangkan etanol dan bensin merupakan senyawa non polar.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim (2016). Pengertian Senyawa, Macam-macam Senyawa dan Aturan Penulisan Senyawa serta
Contoh Senyawa dalam Kehidupan Sehari-hari. From
http://www.pelajaransekolah.net/2016/05/pengertian-senyawa-macam-macam-senyawa-
dan-aturan-penulisan-senyawa-serta-contoh-senyawa-dalam-kehidupan-sehari-hari.html, 7
November 2016

Ari, Admin (2015). Ciri-Ciri Senyawa Organik dan Anorganik. From


http://aritri12.blogspot.co.id/2015/04/ciri-ciri-senyawa-organik-dan-anorganik.html, 7 November
2016

Marwaningsih, Fitri (2012). Pengertian Senyawa Polar dan Non Polar. From
https://fitrimarwaningsih.wordpress.com/2012/12/09/senyawa-polar-dan-non-polar/, 7 November
2016

Permana, Alif (2014). Laporan Praktikum Senyawa Polar dan Non Polar. From
http://alifpustaka.blogspot.co.id/2014/01/laporan-praktikum-senyawa-polar-dan.html, 7
November 2016

Wikipedia (2015). Senyawa Kimia. From https://id.wikipedia.org/wiki/Senyawa_kimia, 7 November


2016
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA (KEPOLARAN SENYAWA)

BAB 1
PENDAHULUAN

1. Tujuan
Mengetahui kepolaran beberapa molekul dan hubungannya dengan keelektron-egatifannya.

2. Dasar Teori

1) Senyawa polar adalah senyawa yang terbentuk akibat adanya suatu ikatan antar elektron pada
unsur-unsurnya. Hal ini terjadi karena unsur yang berikatan tersebut mempunyai nilai
keelektronegatifitas yang berbeda.

Ciri-ciri senyawa polar:

1. Dapat larut dalam air dan pelarut lain

2. Memiliki kutub positif (+) dan kutub negatif (-), akibat tidak meratanya distribusi elektron

3. Memiliki pasangan elektron bebas ( bila bentuk molekul diketahui ) atau memiliki perbedaan
keelektronegatifan.

Contoh : alkohol, HCl, PCl3, H2O, N2O5.

2) Senyawa non polar adalah senyawa yang terbentuk akibat adanya suatu ikatan antar elektron pada
unsur-unsur yang membentuknya. Hal ini terjadi karena unsur yang berikatan mempunyai nilai
elektronegatifitas yang sama/hampir sama

Ciri-ciri senyawa non polar

1. Tidak larut dalam air dan pelarut polar lain


2. Tidak memiliki kutub positif (+) dan kutub negatif (–), akibat meratanya distribusi elektron

3. Tidak memiliki pasangan elektron bebas ( bila bentuk molekul diketahui ) atau keelektronegatifannya
sama.

Contoh : Cl2, PCl5, H2, N2

PERBEDAAN SENYAWA POLAR DAN NON POLAR

Ø Senyawa polar

a. Dapat larut dalam air

b. Memiliki pasangan elekton bebas ( bentuk tidak simetris)

c. Berakhir ganjil, kecuali BX3 dan PX5

Contoh : NH3, PCl3, H2O, HCl, HBr

Ø Senyawa non polar

a. Tidak dapat larut dalam air

b. Tidak memiliki pasangan elektron bebas (bentuk simetris )

c. Berakhir genap

Contoh : F2, BR2, O2, H

BAB II
BAGIAN ISI

A. Alat

1. Buret (1)
2. Corong (1)

3. Statif (1)

4. Gelas kimia (1)

5. Penggaris Mika (1)

B. Bahan

1. Rambut

2. Minyak tanah

3. Air sabun

4. Air

5. Alcohol 70%

C. Cara Kerja

1. Pasanglah buret pada statifnya.

2. Isilah masing-masing buret dengan air, alkohol, air sabun, dan minyak tanah.

3. Gosoklah penggaris mika dengan rambut (10-30 gosokan).

4. Alirkan zat cair dari buret ke dalam gelas beker dan dekatkan penggaris mika bermuatan pada aliran
zat cair tersebut.

5. Amati apa yang terjadi pada aliran zat cair tersebut.

D. Hasil Pengamatan

Pengaruh batang politena bermuatan pada aliran zat cair.


NO ZAT CAIR PENGARUHNYA

1 Air Aliran air menjadi membelok

2 Minyak tanah Aliran minyak tanah menjadi tidak membelok (lurus)

3 Alkohol Aliran alkohol menjadi membelok

4 Larutan sabun Aliran larutan sabun menjadi membelok

E. ANALISIS DATA

Ø Air

Pada saat keran tabung buret dibuka, air mengucur ke dalam gelas kimia dan didekatkan dengan
penggaris plastik yang telah digosok pada rambut kering. Ternyata, membuat aliran air yang semula
lurus membelok ke arah medan listrik yang dihasilkan oleh penggaris. Hal ini karena Molekul air yang
tersusun atas 2 atom H dan 1 atom O merupakan ikatan kovalen polar.

Dianalisis dengan :

Senyawa air memiliki rumus kimia H2O, artinya terdiri dari 2 atom hidrogen dan 1 atom oksigen.
Atom hidrogen memiliki elektron valensi 1 sedangkan atom oksigen memiliki elektron valensi 6. Maka
pada senyawa ini akan terbentuk 2 ikatan kovalen tunggal dan memiliki pasangan elektron bebas.
Sehingga senyawa ini digolongkan pada senyawa polar.

Ø Etanol / Alkohol

Pada saat keran buret dibuka, etanol yang mengalir menuju gelas kimia yang awalnya lurus sewaktu
didekati oleh penggaris beraliran listrik mengalami pembelokkan. Hal ini karena molekul etanol
mempunyai ikatan kovalen polar.

Dianalisis dengan :

Senyawa alkohol dengan rumus kimia C2H5OH tersusun dari 2 atom Carbon, 6 atom hidrogen, dan
1 atom oksigen. Senyawa ini membentuk 8 ikatan kovalen tunggal dan tidak memiliki pasangan elektron
bebas sehingga termasuk senyawa polar.

Ø Larutan Sabun
Sabun mudah larut dalam air/aquades. Sehingga, senyawa polar hanya akan menghasilkan senyawa
polar juga.

Ø Minyak Tanah

Minyak tanah adalah salah satu jenis cairan yang digunakan sebagai bahan bakar minyak (BBM),
terutama pada kompor. Dalam percobaan ini, minyak tanah yang mengalir tidak tertarik ke arah medan
listrik yang dihasilkan oleh penggaris plastik. Karena itu, minyak tanah tergolong ke dalam ikatan kovalen
bersifat nonpolar yang tidak dapat menarik elektron dari penggaris.

F. Pertanyaan

1. Sifat apakah yang ditunjukkan oleh jenis molekul yang terpengaruh oleh penggaris mika yang
bermuatan?

Jawab : Polar

2. Bagaimana kiranya molekul-molekul tersebut memperoleh sifat demikian?

Jawab : Karena pada molekul polar, titik pusat muatan positif tidak berimpit dengan titik pusat muatan
negatif sehingga menimbulkan dipol (dua kutub positif dan negatif). Karena ada kutub posittif dan
negatif, senyawa polar dipengaruhi oleh medan magnet atau medan listrik

3. Zat-zat apa yang tidak terpengaruh oleh penggaris mika bermuatan? Mengapa demikian?

Jawab : Minyak Tanah, karena bersifat non polar

BAB III
BAGIAN PENUTUP

A. KESIMPULAN

Apabila suatu benda bermuatan listrik didekatkan pada cairan tertentu maka akan ada reaksi yang
berbeda-beda tergantung molekul cairan tersebut. Reaksi pembelokan suatu cairan ketika didekati
benda bermuatan listrik terjadi apabila cairan tersebut mempunyai ikatan kovalen polar. Sedangkan
apabila tidak ada reaksi maka cairan tersebut mempunyai ikatan kovalen non polar.

 Senyawa Polar : senyawa yang terbentuk akibat adanya suatu ikatan antar elektron pada unsur –
unsurnya. Hal ini terjadi karena unsure yang berkaitan tersebut mempunyai nilai keeloktronegatifitas
yang berbeda, sehingga senyawa polar dapat menghantar arus listrik.

 Senyawa nonpolar : senyawa yang terbentuk akibat adanya suatu ikatan antar elektron pada unsur –
unsur yang membentuknya. Hal ini terjadi karena unsur yang berkaitan mempunyai nilai
keelektronegatifitas yang sama / hampir sama, senyawa nonpolar tidak dapat menghantar arus listrik.