Anda di halaman 1dari 3

Tahap Telur

Pinjal betina meletakkan telurnya diantara bulu-bulu inang/hewan tempat hidupnya. Pinjal betina
bertelur 20-28 buah/hari. Berukuran 0,4-0,5 mm, berbentuk oval, berwarna putih, saat akan
menetas berwarna kuning kecoklatan. Karena telur tersebut kering, maka akan jatuh dari inangnya
saat inang melakukan aktivitas, seperti sarang, lantai, karpet, rumput, dan lain-lain. Telur-telur ini
menetas dalam waktu 2-12 hari, tergantung dari suhu dan kelembaban habitat telur. Suhu dan
kelembapan yang menguntungkan ialah suhu antara 18⁰-27⁰C dan kelembapan sekitar 75-80%.
Tahap Larva
Telur-telur pinjal menjadi larva-larva kecil setelah 9-12 hari, berwarna muda dan seperti cacing.
Larva-larva ini terdapat dilantai, retak-retak pada dinding, permadani, sarang tikus, kandang ayam,
kandang anjing, sarang burung, dan sebagainya. Larva-larva hidup dari segala macam parasit kecil
dan sisa-sisa organic, yaitu dari kotoran pinjal atau darah kering, kulit-kulit mati. Larva-larva
mengalami 2x tukar kulit selama 1 minggu sampai beberapa bulan.
Tahap Pupa
Larva berubah menjadi pupa yang dibungkus dengan kokon yang dikotori oleh pasir dan sisa-sisa
kotoran lain. Stadium pupa berlangsung selama 1 minggu sampai 6 bulan, Tergantung dari kondisi
cuaca. Pupa tahap yang paling tahan dalam lingkungan dan dapat terus tidak aktif sampai satu
tahun.
Tahap Dewasa
Dari pupa akhimya pinjal dewasa. Pinjal dewasa keluar dari kepompongnya waktu mereka merasa
hangat, getaran dan karbon dioksida yang menandakan ada host di sekitarnya, dalam waktu 24 jam
pinjal ini sudah bisa mulai menggigit dan mengisap darah.. Setelah mereka loncat ke host, kutu
dewasa akan kawin dan memulai siklus baru. Daur hidup pinjal secara normal berkisar 2-3 minggu,
jika suhu dan kelembapannya tidak mendukung daur hidup pinjal akan membutuhkan waktu lebih
lama dan seluruh tahap dapat mencapai 1 tahun atau lebih.

Setiap pinjal memiliki ciri-ciri yang berbeda-beda,namun siklus hidup dari pinjal itu sendiri
sama.

Siklus hidup pinjal terdiri dari 4 tahapan,meliputi:


 Tahap Telur
Seekor kutu betina dapat bertelur 50 telur per hari di hewan peliharaan. Telurnya tidak
lengket, mereka mudah jatuh dari hewan peliharaan dan menetas dalam dua atau lima hari.
Seekor betina dapat bertelur sekitar 1.500 telur di dalam hidupnya.
 Tahap Larva
Setelah menetas, larva akan menghindar dari sinar ke daerah yang gelap sekitar rumah dan
makan dari kotoran kutu loncat (darah kering yang dikeluarkan dari kutu loncat). Larva akan
tumbuh, ganti kulit dua kali dan membuat kepompong dimana mereka tumbuh menjadi pupa.
 Tahap Pupa
Lama tahap ini rata-rata 8 sampai 9 hari. Tergantung dari kondisi cuaca, ledakan populasi
biasanya terjadi 5 sampai 6 minggu setelah cuaca mulai hangat. Pupa tahap yang paling tahan
dalam lingkungan dan dapat terus tidak aktif sampai satu tahun.
 Tahap Dewasa
Kutu loncat dewasa keluar dari kepompong nya waktu mereka merasa hangat, getaran dan
karbon dioksida yang menandakan ada host di sekitarnya. Setelah mereka loncat ke host, kutu
dewasa akan kawin dan memulai siklus baru. Siklus keseluruhnya dapat diperpendek
secepatnya sampai 3-4 minggu.

Siklus Hidup
Ada empat tahap utama dari siklus hidup kutu: telur, larva, pupa dan dewasa.
Dibutuhkan sekitar 30 sampai 40 hari untuk kutu anjing dalam mengerami telur menjadi telur
yang sempurna,meskipun ada beberapa kasus yang menunjukkan siklus ini berlangsung
selama satu tahun.Kutu betina mulai bertelur dalam waktu 2 hari makan darah pertamanya.
Telur yang putih dan kecil (0.5mm) tetapi yang terlihat dengan mata telanjang. Telur
diletakkan pada rambut, bulu atau dalam habitat hospesnya, mereka kemudian jatuh ke
tempat-tempat seperti tempat tidur, karpet atau perabot. Beberapa kutu meletakkan 3-18 telur
sekaligus di dalam tubuh anjing tersebut,hal ini berpotensi memperbanyak telur hingga 500
telur selama beberapa bulan. Telur menetas dalam 1-12 hari setelah disimpan kemudian
memproduksi larva seperti cacing yang tidak memiliki kaki dan tidak ada mata.
Larva berwarna putih dan 1,5-5mm panjang dengan pelindung dari bulu tipis. Mereka
jarang tinggal di tubuh inang mereka, kemudian mereka segera mencari daerah tertutup
seperti tempat tidur hewan peliharaan , serat karpet dan retakan pada lantai di mana mereka
mencari makanan sementara menghindari cahaya. Larva memakan berbagai bahan organik
termasuk kulit-kulit yang terjatuh, kotoran hewan dan kotoran dewasa (terdiri dari darah ).
Larva memungkinkan untuk mengganti kulit mereka untuk tumbuh dan berubah menjadi
kepompong sutra selama 5-15 hari. Sisa larva sebagai pre-pupa selama 3 hari sebelum
molting lagi untuk membentuk pupa.
Pupa mengembangkan dalam kokon dari lima hari sampai lima minggu. Dalam
kondisi normal, bentuk dewasa siap untuk muncul setelah kira-kira 2 minggu tetapi pada
temperatur yang lebih tinggi perubahan akan lebih cepat. Mereka kadang-kadang tetap
tinggal di kokon sampai getaran atau kebisingan dirasakan (yang mengindikasikan
keberadaan manusia atau binatang) yang berarti - karena tidak ada gerakan bentuk dewasa
dapat tinggal di kokon sampai dengan 6 bulan.

Kutu dewasa, tidak bersayap, ukuran 2-8mm panjang dan lateral dikompresi. Mereka
tercakup dalam bulu dan sisir yang membantu mereka untuk menempel pada host dan
memiliki antena yang dapat mendeteksi dihembuskannya karbon dioksida dari hewan.
Antena mereka juga sensitif terhadap panas, getaran, bayangan dan perubahan arus udara.
Semua kutu bergantung pada darah untuk nutrisi mereka tetapi mampu hidup dalam waktu
yang lama tanpa makan, biasanya sekitar 2 bulan. Dalam kondisi yang menguntungkan dan
disertai dengan sumber t makanan (darah) yang memadai, kutu dapat hidup sampai satu
tahun.