Anda di halaman 1dari 8

PASAR DAN PEMASARAN

Disusun Oleh:
KELOMPOK 2

 SISKA SARTIKA (16330401


 R CHAIRUDDIN ZUFRIANSYAH (163304010523)
 YULIANI (16330401
 DINA (16330401
 ELFRIEDE (16330401
 RANI (16330401

Kelas Akuntansi Sore-G

FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS PRIMA INDONESIA
MEDAN
2018
PENGERTIAN PASAR DAN PEMASARAN

•Pasar :
–Tempat bertemunya penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi
–Himpunan pembeli nyata dan pembeli potensial atas suatu produk
–Suatu mekanisme tempat pertemuan antara kekuatan permintaan dan penawaran

•Pemasaran :
Suatu proses sosial dan manajerial dengan mana individu dan kelompok
memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan cara menciptakan
serta mempertukarkan produk dan nilai dengan pihak lain.

PERMINTAAN PASAR

Permintaan dalam ekonomi adalah kombinasi harga dan jumlah suatu


barang yang ingin dibeli oleh konsumen pada berbagai tingkat harga suatu periode
tertentu. Permintaan suatu barang sangat dipengaruhi oleh pendapatan dan harga
barang tersebut. Apabila harga barang naik sedang pendapatan tidak berubah
maka permintaan barang tersebut akan turun. Sebaliknya, jika harga barang turun,
sedang pendapatan tidak berubah maka permintaan barang akan mengalami
kenaikan atau bertambah (Soekirno, 1985 dalam Firdaus dan Arianti, 2013).

Dalam analisis permintaan hanya ada satu faktor yang berpengaruh


terhadap jumlah barang yang diminta yaitu harga produk, sedangkan faktor-faktor
lain seperti selera, pendapatan dan faktor diluar itu dianggap sebagai ceteris
paribus (tidak berubah). Dengan demikian dapat diketahui hubungan antara
jumlah barang yang diminta dan tingkat harga tersebut (Sudarsono, 1983 dalam
Hentiani, 2012). Hukum permintaan menyatakan bahwa, bila harga suatu barang
naik sedangkan faktor-faktor lain dianggap ceteris paribus maka jumlah barang
yang diminta konsumen akan mengalami penurunan.

Faktor – faktor yang mempengaruhi permintaan:

 Harga Barang itu Sendiri


Harga barang akan memengaruhi jumlah barang yang diminta. Jika harga
naik jumlah permintaan barang tersebut akan meningkat, sedangkan jika
harga turun maka jumlah permintaan barang akan menurun.
 Harga Barang Komplementer (Pelengkap)
Barang pelengkap juga dapat memengaruhi permintaan barang/jasa. Misalnya
sepeda motor, barang komplementernya bensin. Apabila harga bensin naik,

2
maka kecenderungan orang untuk membeli sepeda motor akan turun, begitu
juga sebaliknya.
 Harga Barang Subtitusi (Pengganti)
Apabila harga dari barang substitusi lebih murah maka orang akan beralih
pada barang substitusi tersebut. Akan tetapi jika harga barang substitusi naik
maka orang akan tetap menggunakan barang yang semula.
 Selera Konsumen
Jika selera konsumen terhadap barang tertentu meningkat maka permintaan
terhadap barang tersebut akan meningkat pula. Misalnya, sekarang ini banyak
orang yang mencari hand phone yang dilengkapi fasilitas musik dan game,
karena selera konsumen akan barang tersebut tinggi maka permintaan akan
hand phone yang dilengkapi musik dan game akan meningkat.
 Pendapatan
Apabila pendapatan yang diperoleh tinggi maka permintaan akan barang dan
jasa juga semakin tinggi. Sebaliknya jika pendapatannya turun, maka
kemampuan untuk membeli barang juga akan turun. Akibatnya jumlah barang
akan semakin turun.
 Intensitas Kebutuhan Konsumen
Intensitas kebutuhan konsumen berpengaruh terhadap jumlah barang yang
diminta. Kebutuhan terhadap suatu barang atau jasa yang tidak mendesak,
akan menyebabkan permintaan masyarakat terhadap barang atau jasa tersebut
rendah. Sebaliknya jika kebutuhan terhadap barang atau jasa sangat mendesak
maka permintaan masyarakat terhadap barang atau jasa tersebut menjadi
meningkat.
 Jumlah Penduduk
Pertambahan penduduk akan memengaruhi jumlah barang yang diminta. Jika
jumlah penduduk dalam suatu wilayah bertambah banyak, maka barang yang
diminta akan meningkat.
 Perkiraan Harga di Masa Depan
Apabila konsumen memperkirakan bahwa harga akan naik maka konsumen
cenderung menambah jumlah barang yang dibeli karena ada kekhawatiran
harga akan semakin mahal. Sebaliknya apabila konsumen memperkirakan
bahwa harga akan turun, maka konsumen cenderung mengurangi jumlah
barang yang dibeli.

HARGA (PRICE)
Sejumlah uang dan atau barang yang dibutuhkan untuk mendapatkan
kombinasi dari barang lain yang disertai dengan pemberian jasa dimana dalam
penetuan tingkat harga sangat menentukan keberhasilan sebuah bisnis.

3
Pendekatan penetapan harga :
1)Cost Based Pricing; yaitu penetapan harga berdasarkan biaya yang dikeluarkan
untuk menghasilkan produk tersebut. Cost based pricing terbagi atas:
 Cost Plus Pricing (penetapan harga biaya plus); diterapkan untuk
produk yang dibuat/dibiayai sendiri kemudian dijual dimana “Harga Jual
= Biaya Total + Margin”
 Mark-Up Pricing (Metode Mark-Up); diterapkan terhadap produk yang
dibeli untuk langsung dijual kembali ke pihak lain tanpa pengolahan lebih
lanjut dimana “Harga Jual = Harga beli + Mark-Up”
 Break Even Analysis; metode penetapan harga dengan menggunakan
BEP, kemudian membuat target laba yang dikehendaki.
2)Value Based Pricing; yaitu penetapan harga dengan menggunakan satu
persepsi nilai dari pembeli (bukan dari biaya penjualan) untuk menetapkan suatu
harga. Karakteristik value based pricing yaitu:
 Harga ditentukan oleh persepsi pembeli terhadap produk yang ditawarkan.
 Biasanya penetapan harga berdasarkan nilai yang dipersepsikan dengan
penentuan posisi produk oleh perusahaan di pasar.
 Perusahaan menciptakan suatu produk untuk suatu pasar sasaran tertentu
dengan kualitas dan harga yang direncanakan.
 Modifikasi harga dapat dilakukan berdasarkan : menurut pelanggan,
menurut bentuk produk, menurut tempat, menurut waktu.
3)Competition Based Pricing; yaitu penetapan harga dengan mempertimbangkan
harga yang ditetapkan oleh pesaing. Competistion based pricing terbagi atas:
 Going Rate Pricing (Penetepan harga berdasarkan harga yang
berlaku); perusahaan mendasarkan harganya pada harga pesaing dan
kurang memperhatikan biaya dan permintaannya. Perusahaan dapat
mengenakan harga yang sama, lebih tinggi atau lebih rendah dari pesaing
utamanya.
 Scaled Bid Pricing (Penetapan harga penawaran tertutup); perusahaan
menetapkan pesaing dan bukan berdasarkan hubungan yang kaku atas
biaya atau permintaan perusahaan.

MEMBENTUK PERSEPSI CALON PEMBELI

Tahapan-tahapan persepsi yang harus kita perjuangkan untuk terbenam di


benak calon pembeli adalah

1. Attention
Pada tahap attention ini kita harus bisa menarik perhatian supaya mau
mendengarkan presentasi kita. Jika kita memiliki alat peraga atau contoh
produk maka akan lebih memudahkan menarik perhatian.

4
2. Interest
Setelah mendapatkan perhatian atau attention dari calon pembeli, kita
harus menyajikan informasi-informasi yang mungkin menarik bagi calon
pembeli kita. Untuk dapat menyajikan informasi-informasi yang menarik
bagi calon pembeli, kita perlu menggali kebutuhan dari calon pembeli.
Jika kita belum mengetahui motivasi pembelian pada produk dan jasa kita,
kita perlu mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang dapat menggali
kebutuhan dari calon pembeli.

3. Desire
Dengan menyuguhkan FAB atau Feature, Advantages dan Benefit kita
berusaha menanamkan pada calon pembeli suatu kebutuhan untuk
membeli produk atau jasa kita. Jika kita dapat menemukan manfaat yang
paling dibutuhkan calon pembeli maka ini merupakan langkah yang baik
dalam menggoalkan penjualan kita. Tentu saja kita harus memiliki
motivasi yang kuat juga untuk membantu calon pembeli kita.

4. Conviction
Setelah calon pembeli memiliki kebutuhan untuk menggunakan produk
atau jasa kita, kita harus meyakinkan bahwa produk kitalah yang terbaik
dan melalui kita jugalah produk itu terbaik dapat ia dapatkan. Pada tahap
ini kita berusaha mendapat kepercayaan dari calon pembeli. Tentu saja kita
harus jujur dan tulus dalam mengembangkan dan menerima kepercayaan
dari calon pembeli. Sebagai penghargaan dari kepercayaan yang diberikan,
kita harus melayani pembeli ini dengan baik

5. Action
Setelah calon pembeli diyakinkan untuk membeli produk atau jasa melalui
kita, maka kita menyiapkan langkah-langkah agar calon membeli
melakukan Action untuk membeli.

PERSAINGAN BISNIS

Persaingan bisnis merupakan sebuah kompetisi antara para penjual yang


sama-sama berusaha ingin mendapat keuntungan, pangsa pasar, serta jumlah
penjualan yang tinggi.

Menurut Ali Bagus Antra, saat berbisnis ada beberapa hal yang harus
dipersiapkan untuk menghadapi persaingan bisnis, antara lain:

 Konsep yang matang; menjalankan bisnis tak hanya butuh ide dan
passion semata. Namun, sebuah konsep bisnis yang matang juga sangat
diperlukan. Dalam menentukan konsep bisnis, ada beberapa hal yang harus

5
diperhatikan antara lain, selera masyarakat, karakteristik atau gaya hidup
masyarakat, daya beli, sumber bahan baku, sampai adanya bisnis sejenis.
 Perencanaan matang; konsep bisnis yang matang, akan membantu untuk
membuat perencanaan bisnis yang juga matang. Dalam perencanaan yang
matang, sebuah business plan harus dibuat antara lain: menjabarkan
konsep bisnis, visi misi, rencana promosi, rencana pemasaran, karyawan,
rencana pengaturan keuangan, sampai dengan menentukan analisis risiko
yang mungkin dialami dalam bisnis.
 Evaluasi dan inovasi; inovasi yang dilakukan dalam berbagai sisi akan
menarik pelanggan untuk melirik produk anda dibanding pesaing. Selain
inovasi, diperlukan juga evaluasi terhadap kelangsungan bisnis.
 Perluasan pasar; perluasan pasar produk ini bisa berarti memperluas
fokus dan target market yang disasar. Misalnya, jika awalnya hanya
menjual varian makanan pedas yang diperuntukan untuk orang dewasa, tak
ada salahnya untuk membuat varian menu baru yang bisa dinikmati oleh
anak-anak.
 Standarisasi; standarisasi ini perlu dilakukan agar pelanggan tak kecewa
ketika membeli produk di cabang-cabang usaha dengan kualitas yang
sama.
 Sistem; sebuah sistem usaha yang kuat akan membantu usaha agar bisa
bertahan lebih lama dan mendapat keuntungan yang diinginkan.

PANGSA PASAR

Pangsa pasar (market segment) adalah bagian dari keseluruhan permintaan


suatu barang yang mencerminkan golongan konsumen menurut ciri khasnya,
seperti dari tingkat pendapatan, umur, jenis kelamin, pendidikan, dan juga status
sosial.

Pangsa pasar (market share) adalah bagian pasar yang dikuasai oleh suatu
perusahaan dan seluruh potensi jual, biasanya dinyatakan dalam persentase atau
persentase total dari penjualan suatu perusahaan (dari seluruh sumber) dengan
total penjualan jasa ataupun produk dalam industri.

Pangsa pasar merupakan bagian dari pasar yang dapat dicapai oleh
perusahaan. Pangsa pasar dapat menjadi salah satu dari indikator meningkatnya
kinerja pemasaran suatu perusahaan. Seperti misalnya sebuah perusahaan pada
tahun 2007 mempunyai target pangsa pasarnya sebesar 13% dengan biaya
promosi sebesar Rp. 35 juta untuk membantu mencapai targetnya tersebut, lalu
pangsa pasar yang dicapainya mencapai 14%, maka hal tersebut menandakan
kinerja dari perusahaan yang baik. Jika pada tahun 2007 tersebut pangsa pasar

6
yang dicapainya hanya sebesar 12% saja, maka itu menunjukan kinerja pemasaran
yang kurang baik sebab perusahaan menghadapi masalah efesiensi dan masalah
efektivitas. Terdapat beberapa faktor yang dapat ditelusuri dalam mengkaji
masalah perusahaan yang tidak dapat mencapai target pangsa pasarnya yaitu
target pangsa pasar yang terlalu tinggi, munculnya pesaing yang baru,
menurunnya daya saing perusahaan, ataupun kegiatan promosi yang tidak bisa
mencapai sasaran.

RANTAI PEMASARAN

Rantai pemasaran adalah suatu jalur atauhubungan yang dilewati oleh arus
barang-barang, aktivitas dan informasi dari produsensampai kepada konsumen.
Rantai pemasaran terdiri dari empat komponen utama: produk, pelaku, aktivitas
dan input.

 Produk adalah semua yang dihasilkan dariusaha tani seperti buah, sayuran,
obat-obatan, makan ternak, kayu dan lainsebagainya.
 Pelaku yang terlibat dalam penyaluran produksepanjang saluran pemasaran
adalah petani,produsen, pengumpul, pedagang lokal, pedagangdaerah,
produsen bahan mentah, produsenbahan baku, produsen barang jadi,
pedagangbesar, agen pemasaran dan konsumen.
 Kegiatan yang yang dilaksanakan oleh pelakutersebut meliputi produksi,
pengumpulan,transportasi, pemilahan, penggolongan,pengolahan,
pengolahan di pabrik, penyimpanandan penjualan.
 Berbagai input diperlukan untuk penyaluran produksepanjang saluran
pemasaran, mengubahnyadari bahan baku menjadi produk akhir
danmenyalurkannya dari petani-produsen ke konsumen.

Contoh rantai pemasaran:

7
PERKIRAAN PENJUALAN

Ada beberapa pengertian mengenai peramalan penjualan diantaranya:

 Peramalan penjualan adalah perkiraan atau proyeksi secara teknis


permintaan konsumen potensial untuk suatu waktu tertentu dengan
berbagai asumsi.
 Peramalan penjualan adalah perkiraan mengenai sesuatu yang belum
terjadi .
 Peramalan penjualan adalah Budget yang berisi taksiran-taksiran tentang
kegiatan-kegiatan perusahaan dalam jangka waktu tertentu yang akan
datang,serta berisi taksiran-taksiran tentang keadaan atau posisi financial
perusahaan pada suatu saat yang akan datang.

Intinya Peramalan penjualan (sales forecasting) ialah teknik


proyeksi permintaan langganan yang potensial untuk suatu waktu tertentu dengan
berbagai asumsi. Dengan demikian, peramalan sangat penting di lakukan oleh si
“pengusaha” untuk menjalankan semua perencanaan di dalam perusahaannya.

Hasil dari suatu peramalan penjualan lebih merupakan pernyataan atau


penilaian yang dikuantifisir terhadap kondisi masa depan mengenai penjualan
sebagai proyeksi teknis dari permintaan konsumen potensial untuk jangka waktu
tertentu.Meskipun demikian hasil perkiraan yang diperoleh mungkin saja tidak
sama dengan rencana.

Pada umumnya hasil dari suatu peramalan penjualan akan dikonversikan


menjadi rencana penjualan dengan memperhitungkan berbagai hal berikut :

a.Pendapat manajemen
b.Strategi-strategi yang direncanakan
c.Keterkaitan dengan sumber daya
d.Ketetapan manajemen dalam usaha mencapai sasaran penjualan

Dengan adanya peramalan penjualan produk di suatu perusahaan,maka


manajemen perusahaan tersebut akan dapat melangkah kedepan dengan lebih
pasti.Atas dasar peramalan penjualan yang disusun ini manajemen perusahaan
akan dapat memperoleh gambaran tentang keadaan masa depan perusahaan.
Gambaran keadaan penjualan pada waktu yang akan datang ini sangat penting
bagi manajemen perusahaan, karena kebijakan perusahaan akan sangat
dipengaruhi oleh besarnya penjualan produk perusahaan tersebut.