Anda di halaman 1dari 2

Buku Pembawa Berkah

Hidup ialah bagaikan roda yang berputar, terkadang di atas dan kadang di
bawah. Ada kalanya kita ada di tempat yang menguntungkan yaitu di kala ada
peluang dan kekuatan dan ada kalanya juga di tempat yang sulit di mana ada
ancaman dan juga kelemahan kita. Begitulah kewirausahaan perlu pemikiran
cepat dan keputusan yang tepat.

Pada musim hujan yang dingin, ada seorang pengusaha sukses yang
hidup mapan dan bahagia. Ialah Ilham, seorang lelaki yang memiliki satu istri
dan dua anak. Istrinya bernama Aisyah, Aisyah merupaka istri yang solehah.
Aisyah bersekolah di madrasah dari sejak SD, Madrasah Aliyah, Tsanawiyah,
dan . Aisyah juga mendapatkan gelar S.Ag atau sarjana pendidikan agama.
Aisyah juga merupakan seorang guru di sekolah swasta.

Arie dan Arief, itulah nama kaka beradik putra Ilham. Arie merupakan
kaka dari Arief, ia kini menduduki bangku kelas 9 di SMPN 1 Batujajar. Arief
juga menduduki bangku kelas 7 di SMPN 1 Batujajar pula. Arie dan Arief
memiliki ahklak yang luar biasa berkat pendidikan kedua orang tuanya.

Ilham memiliki usaha tekstil pada bidang jaket. Di perusahaannya ia


memiliki 50 pekerja di perusahaannya. Ilham berani mengambil pekerja
sebanyak itu dikarenakan oleh pesanan yang sangat banyak sehingga
memerlukan pekerja yang banyak pula. Dalam satu bulan, Ilham memiliki
pendapatan bersih 20 juta rupiah. Pendapatan sebesar itu sangat cukup karena
gaya hidup dari keluarga Ilham yang sangat sederhana.

Pada suatu malam, ada seseorang yang mengetuk pintu pengusaha


sederhana tersebut. Orang itu ialah pegawainya yang menjaga sip malam.

“ Tuan!!!” pegawainya memanngil Ilham.

“ Ada apa malam-malam begini ?” Ilham membuka pintu.

“ Kebakaran tuan !!!, pabrik kita kebakaran!!!” Pegawai itu panik.

“ Apaa !!!!!, gimana orang yang di dalem ??, Aman ??” Ilham pun kaget.

“ Alhamdulilah tuan semua pegawai aman, kita juga udah manggil pemadam
kebakaran ” Pegawai berkata.
“ Okee Alhamdulillah kalo begitu, mari kita kesana !” kata Ilham.

Lalu pemadam kebakaran pun tiba, api pun berhasil di padam kan. Kerugian
ditaksir mencapai 10 milyar rupiah, hal ini tentu menjadi pukulan dan cobaan
untuk keluarga Ilham. Para konsumen menagih kembali uangnya dan para
pegawai butuh segera gajinya untuk kebutuhan hidup mereka.

Keluarga Ilham tetap tegar, mereka menjual rumahnya dan tinggal di


rumah bekas yang sudah lama tak terpakai. Dikarenakan financial keluarga
Ilham yang kini bergantung pada Aisyah yang hanya seorang guru di sekolah
swasta, Arie dan Arief pun menjadi cukup kesulitan karena mereka
membutuhkan uang untuk membeli buku. Tetapi Arie dan Arief tidak menyerah
begitu saja mereka tetap giat belajar.

Pendapatan Aisyah yang pas-pasan mengharuskan mereka hidup di


keadaan yang terbalik dari sebelumnya, yaitu pada saat mereka hidup
berkecukupan dan tidak kesulitan lalu hidup dalam keadaan kekurangan dan
kesulitan. Hal ini membuat Ilham harus memutar otak, ia mencari cara terbaik
untuk mencukupi hidupnya. Dua pekerjaan ia pernah lakukan tetapi gagal.
Pertama, Ilham mencoba menjadi driver ojek online tetapi tidak bertahan lama
dikarenakan ia tidak mendapat untung dan malah rugi. Kedua, ia mencoba
menjadi tukang bangunan, tetapi tidak lama Ilham terjatuh sakit karena itu
bukan ke ahlianya.

Ilham pun berhenti disana untuk menjadi pekerja. Ia berfikir untuk


kembali berwirausaha. Ilham pun bingung apa yang harus ia lakukan dengan
modal yang tidak banyak. Tak lama ia melihat ada sebuah buku di belakang
lemari peninggalan orang yang dulu meninggali rumah yang Ilham tinggali.
Buku tersebut berjudul “ Rangkain-Rangkain Otomatis ” lalu Ilham pun
membacab