Anda di halaman 1dari 3

Berikut adalah fungsi-fungsi saliva.

1. Menjaga kelembaban dan membasahi rongga mulut.

2. Melumasi dan melunakkan makanan sehingga memudahkan proses menelan dan mengecap rasa
makanan.

3. Membersihkan rongga mulut dari sisa-sisa makanan, sisa sel dan bakteri, sehingga dapat
mengurangi akumulasi plak gigi dan mencegah infeksi.

4. Menghambat proses dekalsifikasi dengan adanya pengaruh buffer yang dapat menekan naik
turunnya derajat keasaman (pH)

Tomografi komputer
Pemeriksaan ini merupakan salah satu pilihan untuk mengevaluasi sistem duktus dan
parenkim pada kelenjar saliva. Identifikasi dapat dilakukan pada potongan aksial, koronal
maupun sagital. Dengan pemeriksaan ini dapat diidentifikasi adanya iregularitas pada
dinding duktus dengan melihat adanya penebalan dan penyangatan pada dinding duktus.
Pada obstruksi yang disebabkan karena batu, kalsifikasi dapat dilihat berupa masa
hiperdens tanpa penyangatan pada pemeriksaan tomografi komputer. Adanya penyangatan
dapat merupakan indikasi adanya obstruksi sialodenitis akut
Sialadenitis merupakan keadaan klinis yang lebih sering daripada pembengkakan parotid
rekuren dan berhubungan erat dengan penyumbatan batu duktus submandibularis.
Penyumbatan tersebut biasanya hanya sebagian dan oleh karena itu gejala yang timbul berupa
rasa sakit postpradial dan pembengkakan. Kadang-kadang infeksi sekunder menimbulkan
sialadenitis kronis pada kelenjar yang tersumbat tersebut, tetapi keadaan ini jarang terjadi.
Kadang-kadang pembengkakan rekuren disebabkan oleh neoplasma yang terletak dalam
kelenjar sehingga penyumbatan duktus (Gordon,1996) Sialadenitis biasanya terjadi setelah
obstruksi tetapi dapat berkembang tanpa penyebab yang jelas. Peradangan kronis dapat terjadi
pada parenkim kelenjar atau duktus seperti batu (sialolithiasis) yang disebabkan karena
infeksi (sialodochitis) dari Staphylococcus aureus, Streptococcus viridians atau
pneumococcus. Selain itu terdapat komponen obstruksi skunder dari kalkulus air liur dan
trauma pada kelenjar. Faktor risiko yang dapat mengakibatkan sialadenitis antara lain
dehidrasi, terapi radiasi, stress, malnutrisi dan hiegine oral yang tidak tepat misalnya pada
orang tua, orang sakit, dan operasi (Gordon, 1996)