Anda di halaman 1dari 3

Nadia Lailatus Sa’diyah

01211540000037
Kelompok 23

Analisis Spektrum IR Trans-K [Cr(C2O4)2(H2O)2] pada Jurnal


Penelitian dan Hasil Percobaan

Spektroskopi Infrared (IR) adalah salah satu instrumen yang dapat digunakan untuk
mengidentifikasi mineral secara kualitatif dan mulai dikembangkan untuk identifikasi secara
kuantitatif. Analisis pada Spektroskopi IR bergantung pada getaran molekul sehingga dapat
digunakan untuk identifikasi mineral, karena mineral memiliki karakteristik spektra
penyerapan dalam range 4000-400 cm-1 pada inframerah (Matteson dan Herron, 1993).
Umumnya spektroskopi IR digunakan untuk mengetahui karakterisasi gugus fungsi dari
senyawa yang dianalisis dan diidentifikasi melalui spektrum yang dipancarkan atau diserap.
Dalam tulisan ini akan dibahas mengenai analisis gugus fungsi pada spektrum IR dari
senyawa kompleks trans-K[Cr(C2O4)2(H2O)2]. Senyawa kompleks K[Cr(C2O4)2(H2O)2] yang
merupakan hasil sintesis ini memiliki kecenderungan untuk membentuk dua isomer yaitu cis
dan trans. Ligan oksalat (C2O4) memiliki kekuatan trans lebih besar. Sedangkan ligan akuo
(H2O) yang ditambahkan dapat menyebabkan terbentuknya isomer cis, karan kelarutan
isomer cis lebih besar daripada isomer trans pada senyawa kompleks K[Cr(C2O4)2(H2O)2].
Namun hanya sampel trans yang dianalisis karena akan dibandingkan dengan hasil percobaan
sintesis dengan produk yang diinginkan yaitu trans-K[Cr (C2O4)2(H2O)2].

Gambar 1 Struktur trans-[Cr (C2O4)2(H2O)2]- (Keenan, 1991).

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh Jacewicz dkk. (2012), diperoleh
hasil spektra IR seperti pada Gambar 2. Spektrum infra merah pada Gambar 2 menunjukkan
senyawa kompleks trans-K[Cr (C2O4)2(H2O)2].3H2O. Dapat diamati bahwa spektrum trans-K
[Cr (C2O4)2(H2O)2].3H2O memunculkan pita regangan untuk C=O pada serapan 1709,8;
1690.6 dan 1659,5 cm-1. Pada bilangan gelombang 1265,5 cm-1 muncul satu puncak tajam
yang menunjukkan adanya gugus O-C=O. Puncak pada 1390 cm-1 muncul dari vibrasi
regangan C-O dan C-C. Pita yang sangat lebar di sekitar 3000 cm-1 dihasilkan dari getaran
H2O di ruang koordinasi kompleks tersebut. Pada sekitar 550 cm-1 ada karakteristik pita
regangan untuk Cr-O. Hasil spektra IR tersebut telah sesuai dengan struktur dari senyawa
kompleks trans-[Cr (C2O4)2(H2O)2]- seperti pada Gambar 1. Terlihat adanya gugus C=O, O-
C=O, C-O, C-C, serta Cr-O.
Nadia Lailatus Sa’diyah
01211540000037
Kelompok 23

Gambar 2 Spektrum IR trans-K[Cr (C2O4)2(OH2)2].3H2O (Jacewicz dkk., 2012).

Dapat dilihat spektrum IR pada Gambar 3 yang diperoleh dari hasil percobaan.
Diketahui bahwa gugus karbonil (C=O) akan memunculkan puncak pada daerah serapan
1690-1760 cm-1. Dalam Gambar 3, terdapat puncak pada daerah serapan 1683.91 cm-1 yang
menunjukkan kemungkinan adanya gugus C=O. Puncak yang tidak cukup tajam pada serapan
1259.56 cm-1 dan 1398.44 cm-1 masuk dalam interval gugus C-O dan C-C. Pita lebar pada
daerah sekitar 3500 cm-1 menunjukkan adanya H2O.

Gambar 3 Spektrum IR trans-K[Cr (C2O4)2(OH2)2].3H2O hasil percobaan.


Nadia Lailatus Sa’diyah
01211540000037
Kelompok 23

Dari hasil analisis di atas, terlihat bahwa spektrum hasil percobaan tidak berbeda jauh
dari hasil penelitian sebelumnya pada jurnal. Sehingga dapat disimpulkan bahwa senyawa
yang dihasilkan dalam percobaan sintesis ini merupakan senyawa kompleks trans-K[Cr
(C2O4)2(H2O)2].

DAFTAR PUSTAKA

Jacewicz D, Wyrzykowski D, Zamojc´ K, Czerwinska D, Czaja P, Chmurzyn´ski L. 2012.


Thermal properties of potassium bis(oxalato)diaquochromates(III) in solid state. Trans–
cis isomerization of the [Cr(C2O4)2(OH2)2]2 complex ion in aqueous solutions, Struct
Chem, 23:333–340.
Keenan, C. W. 1991. Ilmu Kimia untuk Universitas. Jakarta: Erlangga.
Matteson A and Herron MM. 1993. Quantitative Mineral Analysis By FTIR Spectroscopy.
SCA Conference Paper Number 9308.