Anda di halaman 1dari 10

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr.Wb

Puji dan syukur kami panjatkan atas kehadirat Allah Swt, yang telah memberikan kami
kesempatan, kesehatan serta kemudahan dalam menyusun makalah ini. Sholawat serta salam
semoga selalu tercurah limpahkan kepada Rasulullah Muhammad SAW yang menjadi suri
tauladan yang baik bagi kami.

Penulisan dan pembuatan makalah ini bertujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah
Manajemen Keperawatan adapun yang kami bahas dalam makalah sederhana ini mengenai
‘konsep negosiasi dalam keperawatan’. Kami menyadari bahwa dalam penyusunan atau
penulisan makalah ini masih banyak kekurangannya, kritik dan saran kami harapkan dari
teman-teman dan dosen kami yang bersifat membangun.

Semoga makalah ini bisa bermanfaaat bagi kita semua

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Purwakarta, 15 Maret 2018

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................................................ i


DAFTAR ISI..............................................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN ........................................................ Error! Bookmark not defined.
A. Latar belakang ................................................................................................................ 1
B. Tujuan penulisan ............................................................................................................. 2
C. Manfaat penulisan ........................................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN ........................................................................................................... 3
A. Pengertian Negosiasi ....................................................................................................... 3
B. Tujuan Negosiasi ............................................................................................................ 4
C. Manfaat Negosiasi .......................................................................................................... 4
D. Syarat Negosiasi yang Efektif......................................................................................... 4
E. Langkah-Langkah yang harus Dilakukan Sebelum
Melaksanakan Negosiasi ................................................................................................. 5
F. Strategi Negosiasi ........................................................................................................... 5
G. Kunci Sukses dalam Negosiasi ...................................................................................... 6
BAB III PENUTUP ................................................................................................................... 7
A. Kesimpulan ..................................................................................................................... 7
B. Saran ............................................................................................................................... 7
DAFTAR PUSTAKA .............................................................................................................. iii

ii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang

Didalam kehidupan sehari-hari didalam melakukan aktivitas dengan berbagai


pihak tanpa disadari kita melakukan negosiasi. Negosiasi dilakukan dari hal yang
paling kecil sampai ke hal yang besar, contoh yang paling mudak adalah ketika
membeli barang di pasar kita mengadakan negosiasi dengan penjual untuk
mendapatkan harga yang murah. Sedangkan untuk negosiasi yang lebih formal
dilakukan ketika kita mewakili perusahaan atau lembaga dengan pihak lainnya.
Negosiasi yang formal lazimnya kita dilakukan dalam kapasitas kita sebagai
profesional yang mewakili organisasi atau perusahaan kita dimeja perundingan.
Misalnya sebagai pengusaha, menejer, atau tenaga profesi lainnya yang berunding
secara formal dengan calon mitra bisnis kita. Namun negosiasi informal yang
berkembang dalam pembicaraan yang bersifat tak resmi, dalam bentuk lobi-lobi
tertentu, sering juga diperlukan untuk membuka jalan perundingan resmi. Sebagian
besar proses pengambilan keputusan diseluruh bidang pekerjaan baik dalam internal
organisasi maupun dengan pihak luar, dapat diperlancar melalui proses negosiasi baik
formal maupun informal yang efektif.
Secara umum kata negosiasi berasal dari kata to negotiato, to be negotiating
dalam bahasa inggris berarti merundingkan, membicarkan kemungkinan tentang suatu
kondisi, dan atau menawar. Sedangkan kata turunannya adalah antara lain negotiaton
yang berarti menunjukan suatu proses atau aktivitas untuk mendinginkan,
membicarakan suatu hal untuk diisepakati dengan orang lain, dan negotiable yang
berarti dapat dirundingkan, dapat dibicarakan, dapat ditawar. Fenomena negosiasi saat
ini sedang marak, banyak manusia yang menggunakan negosiasi pada saat kegiatan
berinterais baik dari segi interaksi sosial maupu bisnis. Hal ini dilakukan agar kedua
belah pihak atau pihak yang bernegosiasi mendapatkan sesuatu hal yang sama saling
menguntungkan tanpa merugikan salah satu pihak. Sehingga negosiasi merupakan
suatu hal yang peting yang tekniknya harus dikuasai setiap manusia agar dapat
menemkan solusi yang baik dalam setiap permasalahan yang ditemukan.

1
Sebagian besar permasalahan bisnis dilapangan ternyata disebabkan oleh
kurangnya pemahaman para pelaku bisnis akan berarti penting negosiasi dan cara
melakukannya dengan benar. Padahal, negosiasi kadang lebih menentukan ketimbang
perjanjian hitam diatas putih, terutama diawal-awal memulai kerja sama. Bahkan
tidak jarang pula negosiasi dilakukan tanpa persiapan. Akibatnya ketika dilakukan
negosiasi hanya menjadi sia-sia dan kita jadi rugi waktu dan tenaga padahal kerugian
itu bisa dihindari apabila pelaku bisnis.

B. Rumusan Masalah
1. Apa Pengertian Negosiasi ?
2. Apa Tujuan Negosiasi ?
3. Apa Manfaat Negosiasi ?
4. Bagaimana Syarat Negosiasi yang Efektif ?
5. Bagaimana Langkah-Langkah yang harus Dilakukan Sebelum Melaksanakan
Negosiasi ?
6. Bagaimana Strategi Negosiasi ?
7. Bagaimana Kunci Sukses dalam Negosiasi ?

C. Manfaat Penulisan
1. Mengetahui Pengertian Negosiasi
2. Mengetahui Tujuan Negosiasi
3. Mengetahui Manfaat Negosiasi
4. Mengetahui Syarat Negosiasi yang Efektif
5. Mengetahui Langkah-Langkah yang harus Dilakukan Sebelum Melaksanakan
Negosiasi
6. Mengetahui Strategi Negosiasi
7. Mengetahui Kunci Sukses dalam Negosiasi

2
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Negosiasi

Menurut Marquis dan Huston (1998 dalam Nursalam 2011) negosiasi pada
umumnya sama dengan kolaborasi. Pada organisasi, negosiasi juga dapat diartikan
sebagai suatu pendekatan kompetitif. Negosiasi sering dirancang sebagai suatu
pendekatan kompromi jika digunakan sebagai strategi menyelesaikan konflik. Selama
negosiasi berlangsung berbagai pihak yang terlibat menyerah dan lebih menekankan
waktu mengakomodasi perbedaan-perbedaan antara keduanya.
Menurut Smeltzer (1991 dalam Nursalam 2011) mengidentifikasikan dua tipe
dasar negosiasi, yakni kooperatif (setiap orang menang) dan kompetitif (hanya satu
orang yang menang). Satu hal yang penting dalam negosiasi adalah apakah salah satu
atau kedua belah pihak menghendaki adanya perubahan hubungan yang berlangsung
dengan meningkatkan hubungan yang lebih baik. Jika kedua pihak menghendaki
perbaikan hubungan maka akan timbul tipe kooperatif. Tapi jika salah satunya maka
akan timbul kompetitif.
Terdapat tiga kriteria yang harus dipenuhi sebelum manajer setuju untuk
memulai proses negosiasi, yaitu: masalah harus dinegosiasikan, negosiator harus
tertarik pada “take and give” selama proses negosiasi dan mereka harus saling
percaya (Nursalam, 2011).
Negosiasi adalah komunikasi dua arah yang dirancang untuk mencapai
kesepakatan pada saat kedua belah pihak memiliki kepentingan yang berbeda. Proses
interaksi dan komunikasi yang dinamis dan beraneka ragam, mengandung seni dan
penuh rahasia, untuk mencapai suatu tujuan yang dianggap menguntungkan para
pihak.

3
B. Tujuan Negosiasi
Ada beberapa tujuan dari sebuah negosiasi dalam bisnis, yaitu antara lain :
1. Untuk mendapatkan atau mencapai kata sepakat yang mengandung kesamaan
persepsi, saling pengertian dan persetujuan.
2. Untuk mendapatkan atau mencapai kondisi penyelesaian atau jalan keluar dari
masalah yang dihadapi bersama.
3. Untuk mendapatkan atau mencapai kondisi saling menguntungkan dimana
masing-masing pihak merasa menang (win-win solution).

C. Manfaat Negosiasi
Selain mempunyai tujuan, negosiasi juga mempunyai manfaat. Manfaat yang
diperoleh dari sebuah proses negosiasi di dalam pengertian bisnis resmi antara lain
adalah :
1. Untuk mendapatkan atau menciptakan jalinan kerja sama antar badan usaha atau
institusi ataupun perorangan untuk melakukan suatu kegiatan atau usaha bersama
atas dasar saling pengertian. Dengan terjalinnya kerjasama antar kedua belah
pihak inilah maka tercipta sebuah transaksi bisnis yang saling terkait, sehingga
membuat hidup perekonomian. Dengan kata lain, bahwa suatu proses negosiasi
bisnis merupakan bagian dari suatu proses interaksi guna menghidupkan
perekonomian dalam skala yang lebih luas.
2. Dalam sebuah perusahaan, sebuah proses negosiasi akan memberikan manfaat
untuk menjalin hubungan bisnis yang lebih luas dan juga untuk mengembangkan
pasar, yang diharapkan memberikan peningkatan penjualan. Proses negosiasi
bisnis juga akan menghasilkan harga yang lebih baik dan efisiens, yang
memberikan keuntungan yang lebih besar. Dalam jangka panjang hal ini akan
memberikan kemajuan dari sebuah perusahaan.

D. Syarat Negosiasi Yang Efektif


1. Para pihak bersedia bernegosiasi secara sukarela berdasarkan kesadaran yang
penuh (willingness)
2. Para pihak memiliki kesiapan untuk melakukan negosiasi (preparednees)
3. Para pihak memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan (authoritative)
4. Para pihak memiliki kekuatan yang relatif seimbang (relative equal bargaining
power)

4
5. Para pihak memiliki kemauan menyelesaikan masalah (sense problem solving)

E. Langkah-Langkah yang harus Dilakukan Sebelum Melaksanakan Negosiasi


1. Mengumpulkan informasi tentang masalah sebanyak mungkin. Karena
pengetahuan adalah kekeuatan, semakin banyak informasi yang didapat, maka
semakin besar kemungkinan untuk menawarkan negosiasi.
2. Dimana manajer harus memulai Karena tugas manajer adalah melakukan
kompromi, maka mereka harus memilih tujuan utama. Tujuan tersebut sebagaik
masukan dari tingkat bawah.
3. Memilih alternatif yang terbaik terhadap sarana dan prasarana, Efesiensi dan
efektivitas penggunaan waktu, anggaran dan pegawai yang terlibat perlu juga
diperhatikan oleh manajer.
4. Mempunyai agenda yang disembunyikan, Agenda tersebut adalah agenda
negosiasi alternatif yang akan ditawarkan jika negosiasi tidak dapat disepakati.

F. Strategi Negosiasi
Beberapa strategi dan cara yang perlu dilakukan dalam menciptakan kondisi
persuasif, asertif, dan komunikasi terbuka selama proses negosiasi berjalan menurut
Smeltzer (1991 dalam Nursalam 2011) adalah :
1. Pilih fakta-fakta yang rasional dan berdasarkan hasil penelitian.
2. Dengarkan dengan saksama, dan perhatikan respon nonverbal yang tampak.
3. Berpikir positif dan selalu terbuka untuk menerima semua alternatif informasi
yang disampaikan.
4. Upayakan untuk memahami pandangan apa yang disampaikan lawan bicara anda.
Konsentrasi dan perhatikan, tidak hanya memberikan persetujuan.
5. Selalu diskusikan tentang konflik yang terjadi. Hindarkan masalah-masalah
pribadi pada saat negosiasi.
6. Hindari menyalahkan orang lain atas konflik yang terjadi.
7. Jujur.
8. Usahakan bersikap bahwa anda memerlukan penyelesaian terbaik.
9. Jangan langsung menyetujui solusi yang ditawarkan, tetapi berpikir dan mintalah
waktu untuk menjawabnya.
10. Jika kedua belah pihak menjadi marah atau lelah selama negosiasi berlangsung,
istirahatlah sebentar.
11. Dengarkan dan tanyakan tentang pendapat yang belum begitu anda pahami.

5
12. Bersabarlah.

G. Kunci Sukses dalam Negosiasi


1. Lakukan
a. Jelaskan tujuan negosiasi, bukan posisinya. Pastikan bahwa anda mengetahui
keinginan orang lain.
b. Perlakukan orang lain sebgai teman dalam menyelesaikan masalah, bukan
sebagai musuh. Hadapi masalah yang ada bukan orangnya.
c. Ingat, bahwa setiap orang menginginkan/mengharapkan penyelesaian yang
diterima, jika anda dapat menyajikan sesuatu dengan baik dan menarik.
d. Dengarkan baik-baik apa yang dikatakan dan apa yang tidak. Perhatikan
gerakan tubuhnya.
e. Lakukan sesuatu yang sederhana, tidak berbelit-belit.
f. Antisipasi penolakan.
g. Tahu apa yang anda berikan.
h. Tunjukan beberapa alternatif pilihan.
i. Tunjukan keterbukaan dan ketaatan jika orang lain sepakat terhadap pendapat
anda.
j. Bersikap asertif, bukan agresif.
k. Hati-hati, anda mempunyai sesuatu kekuasaan untuk memutuskan.
l. Pergunakan gerakan tubuh, jika anda menyetujui dan tidak terhadap suatu
pendapat.
m. Konsisten terhadap apa yang anda anggap benar
2. Hindari
a. Sikap yang tidak baik, seperti sinis, kasar, dan menyepelekan.
b. Trik yang tidak baik, seperti manipulasi.
c. Distorsi.
d. Tergesa-gesa dalam proses negosiasi.
e. Tidak berurutan.
f. Membuat hanya satu pilihan.
g. Memaksakan kehendak.
h. Berusaha menekan pada satu pendapat

6
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Negosiasi merupakan komunikasi dua arah yang dirancang untuk mencapai


kesepakatan pada saat kedua belah pihak memiliki kepentingan yang berbeda.
Dimana dalam strategi negosiasi salah satunya seseorang harus jujur dan menghindari
konflik yang terjadi serta memilih fakta-fakta yang rasional sesuai dengan
peneletianya yang bertujuan mendapatkan atau mencapai kata sepakat yang
mengandung kesamaan persepsi, saling pengertian dan persetujuan. Sehingga
mendapatkan jalinan kerja sama antar badan usaha atau institusi maupun perorangan.

B. Saran
Dalam penulisan makalah ini kami menyadari masih banyak kekurangan,
kritik dan saran dari teman-teman mahasiswa/i khususnya dosen mata ajar sangat
kami harapkan untuk pencapaian yang lebih baik.

7
DAFTAR PUSTAKA

http://idwikipedia.org/wiki/negosiasi (diakses tanggal 15 Maret 2018)

Sujana, Asep ST.,2004. Retail negotiator guidance. Jakarta : PT.SUN printing

budi, suanda, negosiasi dan negoisator, http://menenejemenproyek.com. (diakses pada


tanggal 15 Maret 2018 )

Nursalam, 2011

iii