Anda di halaman 1dari 25

ANALISA JURNAL

KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH I

Study of the Health Instructions Effect on Quality of Life and Psychological Problems
among Children with Thalassemia

Noor Diani,Ns.,M.Kep,Sp.Kep.MB

KELOMPOK 16
1. Farid Akhmad Abdi K (1610913310011)
2. Ninda Anggraini (1610913320029)
3. Sayyidina Scleropages (1610913210020)
4. Shanisa Mairestika (1610913320037)
5. Rizki Thayibah (1610913320019)

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

BANJARBARU

2017
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyanyang, kami
panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan
inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah analisis jurnal ini dengan
cukup baik.
Adapun analisis jurnal ini telah kami buat dengan kesepakatan bersama dianggota
kelompok kami, untuk itu kami tidak lupa mengucapkan terimakasih pada semua pihak yang
telah membantu dalam pembuatan makalah analisi jurnal.
Namun tidak lepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa ada kekurangan
baik dari segi penyusun bahasanya maupun dari segi lainnya. Oleh karena itu dengan lapang
dada dan tangan terbuka kami membuka selebar-lebarnya bagi pembaca yang ingin member
saran dan kritik kepada kami sehingga kami dapat memperbaiki makalah ini untuk kedepannya.
Akhirnya, penyusun mengharapkan semoga dari pembuatan makalah analisis jurnal ini
dapat diterima dengan baik.

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ...........................................................................................................i

DAFTAR ISI..........................................................................................................................ii

LEMBAR PENGESAHAN ...................................................................................................iii

BAB I PENDAHULUAN ......................................................................................................1

1.1 Latar Belakang .................................................................................................................1

BAB II ANALISA JURNAL .................................................................................................3

2.1 Tujuan dan Manfaat Jurnal ..............................................................................................3


2.2 Metode Penelitian ............................................................................................................3
2.3 Hasil Penelitian ................................................................................................................4
2.4 Pembahasan......................................................................................................................5
2.5 Kesimpulan ......................................................................................................................6
2.6 Rekomendasi ....................................................................................................................6
2.7 Kelebihan dan Kekurangan Jurnal ...................................................................................7

BAB III ANALISA PICO ......................................................................................................8

BAB IV IMPLIKASI KEPERAWATAN .............................................................................17

BAB V PENUTUP ................................................................................................................18

LAMPIRAN ...........................................................................................................................

ii
LEMBAR PENGESAHAN

Mata Kuliah : Keperawatan Medikal Bedah 1

Dosen Pengajar : Noor Diani,Ns.,M.Kep,Sp.Kep.MB

Kelompok : Kelompok 16

Nama Anggota : Farid Akhmad Abdi K (1610913310011)


Ninda Anggraini (1610913320029)
Sayyidina Scleropages (1610913210020)
Shanisa Mairestika (1610913320037)
Rizki Thayibah (1610913320019)

Banjarbaru, 12 Desember 2017

Noor Diani,Ns.,M.Kep,Sp.Kep.MB

iii
BAB I
1.1 Latar Belakang Jurnal
Thalassemia merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius, sekitar 2
per 1.000 bayi baru lahir dan 50.000 sampai 100.000 anak meninggal dari
thalassemia mayor di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah sementara
sekitar 7% dari populasi dunia adalah pembawa gangguan hemoglobin (World Health
Organization, 2008; Baghianimoghadam et al., 2011). Thalasemia merupakan
masalah kesehatan utama yang tidak hanya bagi pasien dan keluarga tet masyarakat
masing-masing negara karena biaya pengobatan melibatkan tranfusi darah, zat besi
chelation, sering rawat inap dan medis tindak lanjut. Modalitas pengobatan dan
penyakit itu sendiri mungkin memiliki dampak besar pada kualitas kesehatan yang
berhubungan dengan hidup pasien yang meliputi penampilan fisik, seperti kelainan
tulang dan perawakan pendek yang mengarah ke citra diri yang buruk (Ismail et al
2006.; Telfer et al. 2005). Serta, telah dikaitkan dengan aspek psikososial dan dampak
negatif yang signifikan pada bidang fungsi sekolah. anak
thalassemia menunjukkan gangguan penalaran abstrak, defisit bahasa, perhatian,
memori, keterampilan spasial visual, dan fungsi eksekutif, yang semuanya lebih
menonjol dalam mata pelajaran hemosiderotic (Monastero et al., 2000).
Selain itu, anak-anak dengan thalassemia menghadapi banyak tantangan
emosional (Chaturvedi, et al., 2007). Perubahan suasana hati cukup tiba-tiba dan
alami yang tentunya merupakan tantangan besar. Mereka mungkin merasa percaya
diri di hari ini, tapi setelah hari itu, mereka mungkin merasa gugup, gelisah dan putus
asa. Anak-anak dengan talasemia harus berurusan dengan emosi seperti takut jarum,
rasa sakit dan kemarahan (Borgna et al., 2010). Dengan demikian, anak-anak dengan
thalassemia dan orang tua mereka membutuhkan dukungan psikologis seumur hidup
untuk pencegahan masalah kesehatan mental. Beberapa strategi psikologis yang
efektif adalah meliputi konseling dan informasi yang diberikan untuk keluarga dan
anak-anak dapat menjadi pendekatan yang efektif untuk anak-anak dengan
thalassemia mayor, mampu meningkatkan kepatuhan terhadap pengobatan,

1
mengurangi beban emosional penyakit dan meningkatkan kualitas hidup anak-anak
dan pengasuh mereka ( Mazzone et al, 2009).
Sampai saat ini anak-anak dengan thalassemia dan keluarga mereka yang
peduli menghadapi banyak tantangan. Kesehatan yang berkualitas terkait aspek
kehidupan dan masalah psikologis dari anak-anak dengan thalassemia redup dan
diabaikan, dengan adanya jurnal ini peneliti mencoba untuk menyorot daerah daerah
pedesaan di mana sumber daya yang tidak begitu layak bertujuan untuk
meningkatkan HRQOL anak dengan cara-cara non-mahal, seperti konseling,instruksi
kesehatan dan dukungan psikologis. Karena ada penelitian terbatas di Mesir berfokus
pada anak-anak thalassaemic kebutuhan psikologis dan HRQOL, dan untuk
mengeksplorasi instruksi kesehatan mempengaruhi pada anak-anak peningkatan
psikologis.

2
BAB II
ANALISA JURNAL

Judul Jurnal : Study of the Health Instructions Effect on Quality of Life and
psychologicalProblems among Children with Thalassemia.
Penulis : Seham Mohammed Elmwafie Hassan & Saida El Sayed
Hassan Ibrahim El Azzab
Sumber Jurnal : International Journal of Studies in Nursing
http://dx.doi.org/10.20849/ijsn.v1i1.92)

2.1 Tujuan dan Manfaat Jurnal

Tujuan dari jurnal ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh petunjuk kesehatan pada
kualitas hidup dan masalah psikologis anak dengan thalasemia. Manfaat jurnal ini
adalah dapat mengetahui tentang pendidikan kesehatan yang cocok untuk
meningkatkan psikologis anak dengan penyakit thalasemia.
2.2 Metode Penelitian

A. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental. Penelitian dilakukan di


rawat jalan dan hematologi Unit berafiliasi ke rumah sakit Beni-Seuf Universitas
melayani sejumlah besar anak-anak thalathemic. Kenyamanan, sampel terarah
digunakan dalam penelitian ini, total anak-anak termasuk dalam penelitian ini adalah
23 anak dari kedua jenis kelamin, umur (7-18y). Anak-anak dengan cacat fisik atau
mental dikeluarkan dari penelitian. Peralatan yang digunakan untuk pengumpulan
data adalah sebagai berikut; alat pertama adalah sosial –demographic dan klinis
kuesioner data yang dikembangkan oleh peneliti untuk mengumpulkan data
demografi dan klinis seperti usia, jenis kelamin, pendidikan, frekuensi transfusi
darah, keluarga sejarah masa lalu dan durasi penyakit. Alat kedua adalah kualitas
pediatrik dari persediaan hidup (PedsQL) 4. 0 skala inti generik yang dikembangkan
untuk mengukur kualitas hidup terkait kesehatan (HRQOL) pada anak-anak dan
remaja dengan masalah kesehatan akut dan kronis. Skala ini disediakan oleh (James,
2006) di MAPI Research Institute di Lyon, Prancis, bentuk bahasa Arab yang
digunakan termasuk laporan diri anak paralel (usia berkisar 5-7, 8-12, dan 13-18

3
tahun). PedsQL barang yang dibutuhkan subyek melaporkan masalah tentang emosi,
fungsi fisik, sosial dan pendidikan yang telah muncul untuk satu bulan terakhir.
Respon 23 item diukur pada lima titik skala rating mulai dari 0 (tidak pernah
masalah) ke 4 (hampir selalu masalah. Setiap skala memiliki nilai mulai dari 0 sampai
100, skor yang lebih tinggi menunjukkan HRQOL lebih tinggi. Serta sebagai, alat
ketiga yang digunakan adalah Depresi, Kegelisahan dan Stres Scale (DASS) yang
dikembangkan oleh (Taouk et al., 2008) dan digunakan untuk mengukur masalah
psikologis antara anak-anak belajar dengan thalassemia.

B. Variabel pada penelitian ini adalah :

 Variabel bebas yaitu pasien rawat jalan dan hematologi Unit berafiliasi ke
rumah sakit Beni-Seuf University.
 23 anak dari kedua jenis kelamin, umur (7-18y). Anak-anak dengan cacat fisik
atau mental dikeluarkan dari penelitian.
 Populasi dan sampel penelitian ini adalah pasien rawat jalan dan hematologi
Unit berafiliasi ke rumah sakit Beni-Seuf University. Contoh: Total anak yang
termasuk dalam penelitian ini adalah 23 anak dari kedua jenis kelamin, umur
(7-18y). Anak-anak dengan cacat fisik atau mental dikeluarkan dari penelitian.

C. Pengumpulan data diperoleh sebagai berikut; alat pertama adalah sosial –


demographic dan klinis kuesioner data yang dikembangkan oleh peneliti untuk
mengumpulkan data demografi dan klinis seperti usia, jenis kelamin, pendidikan,
frekuensi transfusi darah, keluarga sejarah masa lalu dan durasi penyakit. Alat kedua
adalah kualitas pediatrik dari persediaan hidup (PedsQL) 4.0 skala inti generik yang
dikembangkan untuk mengukur kualitas hidup terkait kesehatan (HRQOL) pada
anak-anak dan remaja dengan masalah kesehatan akut dan kronis.
2.3 Hasil Penelitian
Adapun Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lebih dari dua pertiga dari
anak mencetak tingkat menengah dalam fungsi fisik dan sekolah. Serta, tidak ada
perbedaan yang signifikan pada anak-anak thalassemic kualitas kesehatan terkait sisi

4
kesehatan. Juga hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 60% dari anak-anak
memiliki kecemasan dan 43,5% dari mereka memiliki depresi berat. Namun, sesi
instruksi kesehatan pasca temuan ini menunjukkan penurunan yang signifikan
statistik di mana p value = 0,001 dan 0,000 masing-masing. Selain itu, anak-anak
dengan thalassemia menghadapi banyak tantangan emosional. Perubahan suasana hati
cukup tiba-tiba pada anak-anak dengan thalassemia sangat alami dan merupakan
tantangan besar yang dihadapi. Mereka mungkin merasa percaya diri di masa depan
dalam satu hari dalam seminggu tapi setelah hari itu, mereka mungkin merasa gugup,
gelisah dan putus asa. Merasa postif memberi mereka kekuatan untuk menjalani
hidup normal. Di sisi lain, merasa putus asa melemahkan kemauan mereka untuk
melawan penyakit tersebut. Anak-anak dengan talasemia harus berurusan dengan
emosi seperti takut jarum, rasa sakit dan kemarahan , Dengan demikian, anak-anak
dengan thalassemia dan orang tua mereka membutuhkan dukungan psikologis seumur
hidup untuk pencegahan masalah kesehatan mental.

2.4 Pembahasan
Thalassemia beta mayor adalah penyakit gangguan genetik hematologi yang
mempengaruhi kualitas kehidupan anak-anak yang mengidapnya. Penyakit ini perlu
ditangani dengan baik, karena jika tidak, pengaruh penyakit ini akan bermanifestasi
sebagai masalah psikologis. Karakteristik sosio-demografis anak dengan thalasemia
dalam temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa lebih dari dua pertiga anak
dalam kelompok usia berkisar antara 7 hingga 11 tahun dengan usia rata-rata antara
9.95 dan lebih dari dua pertiga dari mereka adalah laki-laki. Temuan ini menjelaskan
bahwa rasio laki-laki yang datang ke pengobatan lebih tinggi dari perempuan.
Penjelasan ini sama dengan temuan (Mostafa & Ab Elaziz, 2014) yang menyebutkan
bahwa lebih dari setengah dari anak-anak thalathemic adalah laki-laki di Zagazig
Rumah Sakit Universitas. Serta, temuan ini berjalan sesuai dengan temuan (Salama
et al., 2006) yang telah melakukan studi di Rumah Sakit Mansoura Universitas Anak,
Mansoura, di Mesir.

5
Studi ini menunjukkan bahwa hampir setengah dari anak-anak dengan
Thalasemia yang belajar memiliki depresi berat dan dua pertiga dari mereka
menderita kecemasan yang sangat parah dan lebih dari sepertiga memiliki stres
moderat. Mengenai kualitas hidup, temuan penelitian ini menunjukkan bahwa,
menurut skala ped QOL lebih dari dua sepertiga anak thalassemic memiliki kelas
menengah di fungsi fisik Temuan ini sesuai dengan hasil yang dilaporkan oleh
(Ismail et al 2013) yang menilai kualitas hidup terkait kesehatan pada anak-anak
Malaysia dengan thalassemia, yang menemukan bahwa thalassemia dirasa
memiliki dampak negatif pada fungsi fisik.
Aspek kehidupan psikososial remaja di India yang menderita β-thalassemia
mayor melaporkan bahwa lebih dari dua pertiga dari remaja tidak mampu untuk
terlibat dalam bermain di luar pada tingkat yang sama seperti rekan-rekan mereka,
karena kelemahan fisik yang berkaitan dengan penyakit mereka.
Mengenai hubungan antara total skor HRQOL dan data sosio demografi
dan klinis, temuan studi ini menunjukkan bahwa ada hubungan statistik minimal
antara usia anak-anak, tahap studi dan skor peds kualitas hidup mereka. Serta,
tidak ada signifikansi hubungan statistik antara skor total peds QOL dan anak-
anak demografi dan data klinis

2.5 Kesimpulan
Studi kami mencerminkan bahwa thalassemia memiliki pengaruh negatif
pada aspek psikologis anak-anak yang menyebabkan kecemasan dan depresi. Serta
mengakibatkan kurangnya kualitas kesehatan hidup mereka, terutama fisik dan
sekolah. Namun, ada hubungan positif antara petunjuk sesi kesehatan dan depresi,
kecemasan dan skor stres di kalangan anak-anak dengan thalassemia yang
menunjukkan penurunan besar, ini menjelaskan pentingnya pendidikan, ventilasi dan
konseling dengan anak-anak dan orang tua sesuai dengan kebutuhan kesehatan
mereka.
2.6 Rekomendasi
Menurut temuan studi ini, kami merekomendasikan bahwa:

6
 Penyediaan informasi oleh perawat untuk anak-anak thalassamic harus
individual dan sesuai dengan usia anak-anak, tahap perkembangan dan
kebutuhan mereka.
 Hal ini diperlukan untuk mengembangkan satuan pendidikan di setiap rumah
sakit untuk anak-anak yang sakit kronis terutama anak-anak dengan
thalassemia.
 program pendidikan kesehatan secara teratur harus dilakukan dengan
kolaborasi dari semua tim kesehatan di unit hematologi.
 perawat pediatrik dan kejiwaan harus bekerja sama dengan mereka untuk
menerapkan program pendidikan yang komprehensif untuk anak-anak dan
keluarga mereka untuk menangani masalah kesehatan dan masalah psikologis
yang berkaitan dengan thalassemia
 penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menyelidiki berbagai strategi
penanggulangan untuk meningkatkan kesehatan anak-anak thalassaemic
terkait kualitas hidup.

2.7 Kelebihan dan Kekurangan Jurnal


Kelebihan :
a. Judul sesuai dengan isi
b. Sudah mencantumkan desain penelitian, teknik analisis data dan
jumlah sampel yang digunakan
c. Penyajian data sudah berbentuk kalimat dan tabel.

Kekurangan :
a. Belum menjelaskan manfaat secara detail
b. Hanya menjelaskan sekelompok kecil anak-anak dan remaja
c. banyak pasien tidak datang secara teratur untuk menindaklanjuti dan
transfusi darah sehingga menyebabkan lebih banyak waktu di
melengkapi penelitian ini.

7
BAB III

ANALISA PICO
JURNAL PENELITIAN
Study of the Health Instructions Effect on Quality of Life and Psychological
Problems among Children with Thalassemia
1. Profil Penelitian
a. Judul Penelitian
Study of the Health Instructions Effect on Quality of Life and
Psychological Problems among Children with Thalassemia
b. Pengarang
1) Seham Mohammed Elmwafie Hassan
2) Saida El Sayed Hassan Ibrahim El Azzab
c. Sumber
(http://dx.doi.org/10.20849/ijsn.v1i1.92).
d. Major / Minor Subject ( Key word )
Key word : thalassemia, psychological problems, quality of life, health
instructions
e. Abstract
Objective: The aim of this study was to evaluate the health instructions
effect on quality of life and psychological problems among children with
thalassemia. Design: Quasi-experimental design used in this study. Pre
and post evaluation done to identify the effect of health instructions
sessions which provided by the researchers for thalassemic children and
their parents on children heath related quality of life and psychological
problems using Pediatric quality of life inventory PedsQL 4.0 generic core
scale which was used to measure health-related quality of life in children
and adolescent. In addition, Depression, Anxiety and Stress Scale (DASS)
used to evaluate psychological problems among children. Setting: It was
conducted at outpatient and hematological unit affiliated to Beni-Seuf

8
University hospital. Sample: The total children included in this study were
23 children of either sex, aged (7-18y). Children with physical or mental
handicapped excluded from the study. Results: The results of this study
showed that more than two third of studied children scored medium level
in physical and school function. As well as, there was no significant
differences in thalassemic children health related quality of life domains
post health instructions sessions where p > 0.05. Also these study findings
demonstrated that 60% of children had extremely sever anxiety and 43.5%
of them had severe depression. However, post health instruction sessions
these findings showed statistical significant decline where p value = .001
and .000 respectively. Conclusion: An important finding to emerge in this
study is studied children with thalthemia had psychological problems with
poorer health related quality of life. However, the results set out to the
provision of health instructions for children with thalthemia and their
parents had significant effect in improvement of children psychological
problems. Unfortunately, there is no significant effect in their health
related quality of life post instructions sessions. Thus, the results of this
study suggest that the importance for the continuous heath educations
program providing for thalassemic children and their parents by pediatric
and psychiatric nurses. In addition, health team collaboration for
monitoring psychological problems of children with thalassemia and assist
children and their parents to more adjustment in their health related quality
of life.
f. Tanggal Publikasi
9 Desember 2016

2. Deskripsi penelitian berdasarkan metode PICO :


a. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari tentang petunjuk
kualitas kesehatan hidup dan masalah psikologis yang dialami oleh anak-

9
anak yang mengidap penyakit thalasemia. Kami berhipotesis bahwa
instruksi kesehatan dan perawatan kepada anak-anak pengidap thalasemia
dan orang tua mereka akan dapat mempengaruhi masalah psikologis yang
dialami oleh anak-anak ini sehingga dapat memperbaiki kualitas hidup
mereka.
b. Desain penelitian
Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental. Penelitian
dilakukan di rawat jalan dan hematologi Unit berafiliasi ke rumah sakit
Beni-Seuf Universitas melayani sejumlah besar anak-anak thalathemic.
Kenyamanan, sampel terarah digunakan dalam penelitian ini, total anak-
anak termasuk dalam penelitian ini adalah 23 anak dari kedua jenis
kelamin, umur (7-18y). Anak-anak dengan cacat fisik atau mental
dikeluarkan dari penelitian. Peralatan yang digunakan untuk pengumpulan
data adalah sebagai berikut; alat pertama adalah sosial –demographic dan
klinis kuesioner data yang dikembangkan oleh peneliti untuk
mengumpulkan data demografi dan klinis seperti usia, jenis kelamin,
pendidikan, frekuensi transfusi darah, keluarga sejarah masa lalu dan
durasi penyakit. Alat kedua adalah kualitas pediatrik dari persediaan
hidup (PedsQL) 4. 0 skala inti generik yang dikembangkan untuk
mengukur kualitas hidup terkait kesehatan (HRQOL) pada anak-anak dan
remaja dengan masalah kesehatan akut dan kronis. Skala ini disediakan
oleh (James, 2006) di MAPI Research Institute di Lyon, Prancis, bentuk
bahasa Arab yang digunakan termasuk laporan diri anak paralel (usia
berkisar 5-7, 8-12, dan 13-18 tahun). PedsQL barang yang dibutuhkan
subyek melaporkan masalah tentang emosi, fungsi fisik, sosial dan
pendidikan yang telah muncul untuk satu bulan terakhir. Respon 23 item
diukur pada lima titik skala rating mulai dari 0 (tidak pernah masalah) ke
4 (hampir selalu masalah. Setiap skala memiliki nilai mulai dari 0 sampai
100, skor yang lebih tinggi menunjukkan HRQOL lebih tinggi. Serta
sebagai, alat ketiga yang digunakan adalah Depresi, Kegelisahan dan

10
Stres Scale (DASS) yang dikembangkan oleh (Taouk et al., 2008) dan
digunakan untuk mengukur masalah psikologis antara anak-anak belajar
dengan thalassemia.

c. Analisis PICO dan Critical Thingking


Analisis PICO Critical Thinking
Populasi : Sampel dari penelitian ini bagus
Sampel dari penelitian ini adalah karena sesuai dengan judul dan
23 orang anak-anak berumur tujuan dilakukannya penelitian ini.
sekitar 7-18 tahun dengan jumlah
anak laki-laki 15 orang dan
perempaun 8 orang
Intervensi : Penelitian ini Quasi eksperiment didefinisikan
menggunakan desain quasi- sebagai eskperimen yang memiliki
eksperimental. Peralatan yang perlakuan, pengukuran dampak,
digunakan untuk pengumpulan unit eksperimen namun tidak
data adalah sebagai berikut; alat menggunakan penugasan acak
pertama adalah sosial – untuk menciptakan perbandingan
demographic dan klinis kuesioner dalam rangka menyimpulkan
data yang dikembangkan oleh perubahan yang disebabkan
peneliti untuk mengumpulkan data perlakuan (Cook & Campbell,
demografi dan klinis seperti usia, 1979)
jenis kelamin, pendidikan,
frekuensi transfusi darah, keluarga
sejarah masa lalu dan durasi
penyakit. Alat kedua adalah
kualitas pediatrik dari persediaan
hidup (PedsQL) 4. 0 skala inti
generik yang dikembangkan untuk

11
mengukur kualitas hidup terkait
kesehatan (HRQOL) pada anak-
anak dan remaja dengan masalah
kesehatan akut dan kronis

Compare : Gottlieb (dalam Smet,1994:135)


Jurnal :1 : jurnal analisa mendefinisikan dukungan sosial
Penelitian ini menggunakan desain sebagai informasi verbal atau non-
quasi-eksperimental. Penelitian verbal, saran, bantuan nyata atau
dilakukan di rawat jalan dan tingkah laku yang diberikan
hematologi Unit berafiliasi ke individu yang akrab dengan
rumah sakit Beni-Seuf Universitas Individu dalam lingkungan
melayani sejumlah besar anak- sosialnya atau berupa kehadiran
anak thalathemic. Kenyamanan, atau hal-hal yang dapat
sampel terarah digunakan dalam memberikan keuntungan emosional
penelitian ini, total anak-anak atau berpengaruh pada tingkah laku
termasuk dalam penelitian ini penerimanya jika mood seorang
adalah 23 anak dari kedua jenis klien bagus maka dalam
kelamin, umur (7-18y). Anak-anak pengobatan bisa lebih efektif
dengan cacat fisik atau mental menerimanya, kalau dalam
dikeluarkan dari penelitian. pengobatan berjalan otomatis dia
Peralatan yang digunakan untuk cepat sembuh.
pengumpulan data adalah sebagai
berikut; alat pertama adalah sosial
–demographic dan klinis
kuesioner data yang
dikembangkan oleh peneliti untuk
mengumpulkan data demografi
dan klinis seperti usia, jenis

12
kelamin, pendidikan, frekuensi
transfusi darah, keluarga sejarah
masa lalu dan durasi penyakit.
Alat kedua adalah kualitas
pediatrik dari persediaan hidup
(PedsQL) 4. 0 skala inti generik
yang dikembangkan untuk
mengukur kualitas hidup terkait
kesehatan (HRQOL) pada anak-
anak dan remaja dengan masalah
kesehatan akut dan kronis. Skala
ini disediakan oleh (James, 2006)
di MAPI Research Institute di
Lyon, Prancis, bentuk bahasa Arab
yang digunakan termasuk laporan
diri anak paralel (usia berkisar 5-7,
8-12, dan 13-18 tahun).

Jurnal : 2 (review) : jurnal


pembanding

Dengan model matematis yang


menggunakan data populasi UEA,
kami menyelidiki apakah
thalassemia .Metode pencegahan
seperti skrining dan edukasi dapat
mencapai pemberantasan
thalassemia dalam jangka panjang
Di sini, kami ingin menekankan
bahwa pendidikan mencakup

13
semua
jenis konseling genetik dan upaya
yang mungkin dilakukan terhadap
kesadaran masyarakat terhadap
talasemia oleh otoritas kesehatan
di UAE. Pendekatan kami adalah
menggunakan model
kompartemen yang membagi
keseluruhan populasi menjadi
beberapa subkelompok di UAE.
Kemudian, kami menggambarkan
interaksi antar subkelompok
melalui diferensial persamaan.

Outcome :
Tabel 1: Mengenai karakteristik Leonardi (2003) dalam
sosio-demografi anak-anak yang penelitiannya yang dilakukan
diteliti pada Tabel 1 menjelaskan terhadap mahasiswa kedokteran
bahwa, lebih dari dua pertiga rata- Universitas Atma Jaya,
rata usia mereka berkisar 7-11 menemukan bahwa keadaan stress
tahun (65,2%), dengan usia rata- menimbulkan efek yang kurang
rata 9,95 ± 3,62 tahun dan dari 23 menguntungkan, baik secara
orang pasien tersebut adalah 15 psikologis maupun fisiologis. Dan
orang laki-laki. Mengenai tahap juga ditemukan bahwa salah satu
studi mereka, tabel ini cara untuk mereduksi stres adalah
menunjukkan bahwa 43,5% dari dengan memperoleh dukungan
mereka adalah masa persiapan sosial. Peran dukungan sosial

14
sekolah dan 17.4% dari mereka sebagai penahan munculnya stres
ada pada tahap kedua. Berkaitan telah dibuktikan melalui studi
dengan tingkat pendidikan ayah Cohen, dkk (dalam Nevid,
dan ibu kepada anak-anak, 2003:146)
ditunjukkan hasil 43.5%, 39.1% di
antaranya memiliki tingkat Jadi dukungan sosial harus di
pendidikan ≥sekunder masining- tingkatkan untuk meminimalisir
masing. Riwayat keluarga dari stres, dukungan yang harus di
penyakit thalassaemia positif pada tingkatkan bukan Cuma psikologis
65.2% anak-anak yang diteliti, dan saja tapi juga fisiologisnya agar
juga, 65.2% dari mereka menghindari penyakit yang di
didiagnosa dengan penyakit derita menjadi lebih
thalasseaemia dari usia 5 tahun. parah,dukungan psikologis
Sementara itu, 26,1% di antaranya misalnya kita berikan semangat
membutuhkan transfusi darah kepada pasien untuk kuat
setiap bulannya dengan hampir mengahadapi penyakitnya untuk
sepertiga (34,8%) di antaranya fisiologisnya kita bisa
dilaporkan melakukan transfusi menyarankan pasien untuk
darah setiap 6 bulan sekali. memakan buah-buahan untuk
Tabel 2: Berkaitan dengan selalu fit dan memiliki mood yang
kualitas hidup sebelum dan baik
sesudah dilakukan instruksi
kesehatan, tabel ini menunjukkan
bahwa, lebih dari sepertiga dari
pasien (65,2%) memiliki nilai
medium perihal fungsi fisik
mereka. Sementara pada masa
setelah dilakukan instruksi
kesehatan 69.6% dari mereka

15
memiliki nilai medium tanpa
perbedaan signifikan pada
statistik, dimana p= .714. Selian
itu, hampir sepertiga (39,1% dan
30,4%) dari mereka memiliki nilai
yang baik pada fungsi sosial dari
masing-masing pra dan post
instruksi kesehatan. Pada tabel ini
juga menunjukkan bahwa, tidak
ada perbedaan signifikan pada
statistik mengenai sebelum dan
sesudah instruksi kesehatan yang
dapat dilihat pada bagian emosi
dan fungsi sekolah dimana nilai
P= .833, masing-masing fungsi
tersebut memiliki nilai .328.

Tabel 3: Dari sini dijelaskan


bahwa ada perbedaan nilai anak-
anak dengan depresi pada pre dan
post instruksi kesehatan yang
menunjukkan penurunan dengan
perbedaan statistik yang signifikan
dimana p= .001. Juga, ada
perbedaan nilai antara anak
dengan cemas dan stress pada
sebelum dan sesudah dilakukan
instruksi kesehatan yang
menunjukkan penurunan statistik
yang signifikan dimana nilai p=

16
.001 dan masing-masing .000

Tabel 4: Tabel ini menyajikan


hubungan antara jumlah skor QOL
dan data demografi dan klinis
pada anak sebelum dan sesudah
dilakukan instruksi kesehatan,
Menurut tabel, ada hubungan yang
signifikan pada statistik antara
usia anak-anak, fase belajar dan
skor QOL mereka setelah instruksi
kesehatan dilakukan dimana p=
.032, masing-masing yaitu .010.
Selain itu tidak ada hubungan
statistik yang signifikan antara
total skor QOL dengan data
demografi dan klinis pada anak-
anak dalam kaitan semua domain
yang ada setelah dilakukan
instruksi kesehatan dimana nilai p
> 0.05.

Tabel 5: Pada tabel ini


dijelaskan hubungan antara total
nilai DASS dan demografi dan
data klinik pada anak-anak
sebelum dan sesudah dilakukan
instruksi kesehatan. Dijelasakn
bahwa tidak ada hubungan yang
signifikan antara statistik total
anak yang depresi, cemas dan skor

17
stress dengan demografi dan data
klinik sebelum dan sesudah
dilakukan instruksi kesehatan
dimana nilai p > 0.05.

d. Kelebihan dan kekurangan Jurnal


1) Kelebihan :
a. Judul sesuai dengan isi
b. Sudah mencantumkan desain penelitian, teknik analisis data dan
jumlah sampel yang digunakan
c. Penyajian data sudah berbentuk kalimat dan tabel.

2) Kekurangan :
a. Belum menjelaskan manfaat secara detail
b. Hanya menjelaskan sekelompok kecil anak-anak dan remaja
c. banyak pasien tidak datang secara teratur untuk menindaklanjuti
dan transfusi darah sehingga menyebabkan lebih banyak waktu di
melengkapi penelitian ini.

18
BAB IV

IMPLIKASI KEPERAWATAN
4.1 Manfaat Hasil Penelitian Bagi Keperawatan
Diharapkan penelitian ini dapat memberikan masukan untuk perawat
khususnya agar lebih meningkatkan pendidikan kesehatan kepada anak-anak dengan
penyakit thalassemia dapat membantu untuk mengatasi masalah pada perubahan
perasaan yang dialami oleh mereka termasuk masalah psikologisnya.

19
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Studi kami mencerminkan bahwa thalassemia memiliki pengaruh negatif pada
aspek psikologis anak-anak yang menyebabkan kecemasan dan depresi. Serta
mengakibatkan kurangnya kualitas kesehatan hidup mereka, terutama fisik dan
sekolah. Namun, ada hubungan positif antara petunjuk sesi kesehatan dan depresi,
kecemasan dan skor stres di kalangan anak-anak dengan thalassemia yang
menunjukkan penurunan besar, ini menjelaskan pentingnya pendidikan, ventilasi dan
konseling dengan anak-anak dan orang tua sesuai dengan kebutuhan kesehatan
mereka.

5.2 Saran

Dengan adanya penelitian ini, diharapkan perawat dapat mengetahui metode apa yang
tepat untuk perawatan anak deengan thalasemia dan dapat menangani kasus pasien
dengan thalasemia sebaik mungkin.

20