Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Penyakit tidak menular (PTM) menjadi penyebab utama kematian secara
global. Data WHO menunjukkan bahwa dari 57 juta kematian yang terjadi di dunia
pada tahun 2008, sebanyak 36 juta atau hampir dua pertiganya disebabkan oleh
Penyakit Tidak Menular. Di negara-negara dengan tingkat ekonomi rendah dan
menengah, dari seluruh kematian yang terjadi pada orang-orang berusia kurang dari
60 tahun sekitar 29% disebabkan oleh PTM, sedangkan di negara-negara maju
menyebabkan 13% kematian. Proporsi penyebab kematian PTM pada orang-orang
berusia kurang dari 70 tahun akibat penyakit cardiovaskular mencapai 39%.1
Menurut Badan Kesehatan Dunia WHO, kematian akibat Penyakit Tidak
Menular diperkirakan akan terus meningkat di seluruh dunia, peningkatan terbesar
akan terjadi di negara-negara menengah dan miskin. Lebih dari dua pertiga dari
populasi global akan meninggal akibat penyakit cardiovaskular seperti penyakit
jantung koroner, hipertensi dan stroke.1
Stroke infark menurut American Heart Association adalah kejadian iskemik
fokal pada serebral, batang otak, atau retina yang ditinjau dari patologi, pencitraan
dan pemeriksaan objektif lainnya, semata-mata karena kelainan pembuluh darah
otak yang berlangsung lebih dari 24 jam. Menurut WHO tahun 2009, secara global
diperkirakan terdapat 16,3 juta kejadian stroke baru setiap tahunnya. Dari jumlah
tersebut, 11,2 juta kasus ditemukan di negara berkembang, sedangkan 5,1 juta
ditemukan di negara maju. Menurut Kementrian Kesehatan Republik Indonesia
tahun 2011, setiap 1000 orang di Indonesia, 8 orang diantaranya terkena stroke. Di
wilayah Jawa Barat terdapat 4.04% Penduduk Jawa Barat yang memiliki penyakit
stroke. 2,3,4,5
Banyak faktor yang dapat memengaruhi kejadian stroke, diantaranya yaitu
umur, jenis kelamin, keturunan, hipertensi, hiperkolesterolemia, diabetes melitus,
merokok, aterosklerosis, penyakit jantung, obesitas, konsumsi alkohol, stres, diet
yang tidak baik, dan aktivitas fisik yang kurang.4 Namun dari banyaknya faktor

1
2

yang memengaruhi kejadian stroke hanya hipertensi yang secara signifikan


memengaruhi kejadian stroke. Hipertensi merupakan faktor risiko utama terjadinya
stroke yang sering disebut sebagai the silent killer karena hipertensi meningkatkan
risiko terjadinya stroke 6 kali lebih tinggi.6,7
Di wilayah kerja Puskesmas Batujajar terdapat 44 penderita stroke yang
ditangani sejak periode Januari hingga Juni 2017 yang mungkin berhubungan
dengan faktor risiko pendukung yang dapat mengakibatkan terjadinya stroke.
Berdasarkan latar belakang tersebut, peneliti tertarik melakukan home visit ke salah
satu penderita stroke di wilayah kerja Puskesmas Batujajar untuk menganalisis
faktor apa saja dalam diri pasien, keluarga maupun lingkungan yang dapat
mempengaruhi status kesehatan pada penderita tersebut.

1.2 Identifikasi Masalah


Berdasarkan uraian dalam latar belakang di atas, maka dapat diidentifikasi
permasalahan sebagai berikut:
1. Bagaimana faktor risiko terjadinya penyakit stroke pada pasien bila dilihat dari
perilaku kesehatan pasien?
2. Bagaimana faktor risiko terjadinya penyakit stroke pada pasien bila dilihat dari
faktor keluarga?
3. Bagaimana faktor risiko terjadinya penyakit stroke pada pasien bila dilihat dari
lingkungan rumah?

1.3 Maksud dan Tujuan Kunjungan Rumah


1.3.1 Maksud Kunjungan Rumah
Maksud kunjungan rumah ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang
dapat mempengaruhi terjadinya penyakit stroke pada pasien.
1.3.2 Tujuan Kunjungan Rumah
Tujuan kegiatan kunjungan rumah ini adalah sebagai berikut:
1. Mengetahui faktor risiko terjadinya penyakit stroke pada pasien bila dilihat dari
perilaku kesehatan pasien.
3

2. Mengetahui faktor risiko terjadinya penyakit stroke pada pasien bila dilihat dari
faktor keluarga.
3. Mengetahui faktor risiko terjadinya penyakit stroke pada pasien bila dilihat dari
lingkungan rumah.