Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN ANALISA TINDAKAN KEPERAWATAN PEMASANGAN INFUS

Tanggal : 18 Mei 2014


Nama Mahasiswa : Esti Wulandari
NIM : D2013025

Nama Paisen : Ny.R


Umur : 39 tahun
Diagnosa Medis : Thipoid
Diagnosa Keperawatan : Nyeri akut b.d agen-agen injury biologis

1. Berdasarkan Data yang diperoleh dari pasien


a. Nyeri akut b.d agen-agen injury biologis
DS: pasien mengatakan nyeri pada perutnya
P: nyeri pada perut
Q: nyeri terasa diremas remas
R: nyeri pada perut
S: skala nyeri 6
T: nyeri terus menerus
DO: - Pasien tampak memegangi perutnya dan merintih kesakitan
- TD: 110/70 mmHg, N: 88x/menit, RR: 22x/menit, S: 38ºC
2. Dasar Teori
Pengertian: :
Terapi intravena adalah tindakan yang dilakukan dengan cara
memasukkan cairan, elektrolit, obat intravena dan nutrisi parenteral ke dalam
tubuh melalui intravena.
Tujuan :
1. Mengembalikan dan mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit
tubuh
2. Memberikan obat-obatan dan kemoterapi
3. Transfusi darah dan produk darah
4. Memberikan nutrisi parenteral dan suplemen nutrisi

3. Keuntungan dan Kerugian Terapi Intravena


Keuntungan:
a. Efek terapeutik segera dapat tercapai karena penghantaran obat ke tempat
target berlangsung cepat.
b. Absorsi total memungkinkan dosis obat lebih tepat dan terapi lebih dapat
diandalkan
c. Kecepatan pemberian dapat dikontrol sehingga efek terapeutik dapat
dipertahankan maupun dimodifikasi
d. Rasa sakit dan iritasi obat-obat tertentu jika diberikan intramuskular atau
subkutan dapat dihindari
e. Sesuai untuk obat yang tidak dapat diabsorbsi dengan rute lain karena molekul
yang besar, iritasi atau ketidakstabilan dalam traktus gastrointestinalis

Kerugian:
a. Tidak bisa dilakukan “drug Recall” dan mengubah aksi obat tersebut
sehingga resiko toksisitas dan sensitivitas tinggi
b. Kontrol pemberian yang tidak baik bisa menyebabkan “speeed Shock”
c. Komplikasi tambahan dapat timbul, yaitu:
1) Kontaminasi mikroba melalui titik akses ke sirkulasi dalam periode
tertentu
2) Iritasi Vaskular, misalnya phlebitis kimia
3) Inkompabilitas obat dan interaksi dari berbagai obat tambahan

4. Tindakan Keperawatan yang dilakukan


Pemasangan infuse

5. Prinsip-Prinsip Tindakan
Prinsip tindakan pemasangan infus yaitu septik dan aseptic

6. Analisa Tindakan Keperawatan


Peralatan:
1. Infus set
2. cairan infus
3. abocath
4. perlak dan tourniquet
5. plester dan gunting
6. bengkok
7. sarung tangan
8. kapas alcohol

7. Langkah-Langkah:
1. Tahap Pra Interaksi
a. Verifikasi data sebelumnya (bila ada)

b. Mencuci Tangan

c. Tempatkan alat dekat pasien

2. Tahap Interaksi

a. Berikan Salam

b. Jelaskan tujuan dan prosedur

c. Tanyakan kesiapan pasien


3. Tahap Kerja

a. Lakukan desinfeksi tutup botol cairan

b. Tutup saluran pada selang infus

c. Tusuk saluran infus

d. Gantungkan botol cairan pada standar infus

e. Isi tabung reservoir infus

f. Alirkan cairan hingga tidak ada udara dalam selang

g. Atur posisi pasien

h. Pasang perlak dengan pengalasnya

i. Pilih vena yang akan di insersi

j. Pasang Torniquet 5 cm dari area yang akan di insersi

k. Pakai Handscoon

l. Bersihkan kulit dengan kapas alcohol (melingkar dari dalam keluar atau
menggosok searah)

m. Pegang abocath dan tusuk vena

n. Pastikan abocath masuk ke intravena (tarik mandrin kira - kira 0,5 cm)

o. Sambungkan dengan selang infus

p. Lepaskan Torniquet

q. Alirkan cairan infus

r. Lakukan fiksasi

s. Desinfeksi area tusukan dan tutup dengan kasa steril yang telah ditetes
bethadine

t. Atur tetesan cairan infus sesuai program

4. Tahap Terminasi

a. Lakukan evaluasi tindakan

b. Kontrak untuk kegiatan selanjutnya

c. Pamitan pada pasien

d. Bereskan alat
e. Cuci tangan

f. Catat / dokumentasikan kegiatan

8. Bahaya yang mungkin terjadi dan cara pencegahannya


a. Bahaya yang mungkin terjadi
1) Plebitis (Inflamasi vena yang disebabkan oleh iritasi kimia
maupun mekanik)
2) Infiltrasi ditunjukkan dengan adanya pembengkakan (akibat
peningkatan cairan di jaringan)
3) Iritasi vena
Kondisi ini ditandai dengan nyeri selama diinfus, kemerahan pada kulit di
atas area insersi.
4) Hematoma
Hematoma terjadi sebagai akibat kebocoran darah ke jaringan di sekitar
area insersi
5) Tromboflebitis
Tromboflebitis menggambarkan adanya bekuan ditambah peradangan
dalam vena.
6) Trombosis
Trombosis ditandai dengan nyeri, kemerahan, bengkak pada vena, dan
aliran infus berhenti.
b. Cara pencegahannya
1) Gunakan tehnik aseptik selama pemasangan
2) Menggunakan ukuran kateter dan jarum yang sesuai dengan
vena
3) Mempertimbangkan komposisi cairan dan medikasi ketika
memilih area insersi
4) Mengobservasi tempat insersi akan adanya kemungkinan
komplikasi apapun setiap jam
5) Menempatkan jarum dengan baik
6) Mengencerkan obat-obatan yang mengiritasi jika mungkin
9. Hasil yang didapatkan dan maknanya
S: pasien mengatakan nyeri saat infus dimasukkan / disuntikkan
O: - ekspresi wajah pasien tampak merintih kesakitan
- tampak infus dan cairan infus RL terpasang
- tampak darah keluar saat infus disuntikkan
A: Masalah belum teratasi
P: Intervensi dilanjutkan
- Pemberian obat analgetik
- Managemen nyeri
10. Tindakan Keperawatan Lain
Tindakan keperawatan lain yang dilakukan yaitu pasien diberikan injeksi IV
ranitidin 50mg dan ketorolac 30mg untuk mengurangi nyeri diperutnya.
11. Evaluasi Diri
Pada saat melakukan pemasangan infus perlu bantuan orang lain untuk
melakukan tindakan tersebut. Menurut saya sudah cukup baik dan benar dalam
pemasangan infus yaitu sesuai dengan langkah-langkah pemasangan infus yang
sudah dicantumkan diatas.