Anda di halaman 1dari 4

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Audit fee merupakan hal yang cukup menarik untuk dibahas karena fee yang dikeluarkan untuk
tiap perusahaan pasti berbeda. Audit fee juga dipengaruhi oleh berbagai factor diantaranya ukuran
perusahaan, seberapa besar ukuran aset yang dimiliki, kompleksitas bisnis dan resiko, dan internal
control. Namun, beberapa variable tersebut tidak begitu berpengaruh kecuali ukuran dari asset
yang dimiliki perusahaan (Toto Rusmanto, Stephanus Remond, 2015). Hal ini didukung oleh
beberapa study diantaranya, ukuran perusahaan adalah hal yang paling berpengaruh dalam
menentukan audit fee (Ramzy 1998) didukung oleh riset (Hansan and Naser , 2013) untuk sampel
di Nigeria. Audit fee yang di tentukan oleh auditor memiliki hubungan dengan effort yang akan
dikeluarkan oleh auditor dalam mengaudit suatu perusahaan. Dalam hubungannya dengan
corporate governance, peran auditor dalam menerapkan accountability dan transparency dari
perusahaan dapat mendukung implementasi dari good corporate governance juga.

Istilah “Corporate Governance” semakin di kenal di Indonesia, dikarenakan kebangkrutan


perusahaan besar seperti Enron Corp., Polly Peck, BCCL dan lainnya yang menyebabkan krisis
keuangan di Amerika Serikat, dikarenakan tidak diterapkannya prinsip Good Corporate
Governance1 dan karena krisis ekonomi di Indonesia tahun 1997. Sejak ini, Corporate Governance
(perusahaan terdaftar) menjadi topik minat penelitian yang cukup diminati (Liu dan Hu, 2006).
Auditor sendiri juga mulai lebih memperhatikan evaluasi tata kelola perusahaan internal2. Makalah
ini membahas dan meneliti, apakah tata kelola perusahaan dan manajemen resiko pajak
mempengaruhi biaya audit. Penelitian ini, meneliti perusahaan yang menerapkan tata kelola
perusahaan yang baik dan memiliki manajemen resiko pajak.

Tata kelola perusahan yang baik dapat meningkatkan proses kinerja perusahaan dengan
terciptanya proses keputusan yang lebih baik, meningkatkan efisiensi dan meningkatkan
pelayanan ke stakeholder, mempermudah perolehan dana karena factor kepercayaan. McKinsey
& Company, mengindikasikan para manajer dana di Asia akan membayar 26%-30% lebih untuk
saham perusahaan yang tata kelola perusahaan yang lebih baik ketimbang saham perusahaan

1
Pidato Pengukuhan Prof Tom, “Corporate Governance: Sejarah Dan Perkembangan, Teori, Model dan Sistem
Governance serta Aplikasinya pada Perusahaan BUMN
2
Corporate governance and audit fees: Evidence from companies listed on the Shanghai Stock Exchange
dengan tata kelola meragukan. KNKG (2006), asas-asas CGC, yakni transparansi, akuntabilitas,
tanggung jawab, independensi, dan kewajaran dalam perusahaan. Jika perusahaan sudah
menerapkan ke lima asas ini dengan baik, apakah resiko perusahaan menjadi lebih rendah?

Risiko pajak dapat di definisikan sebagai semua ketidakpastian terkait pajak yang
mengelilingi transaksi, operasi, keputusan pelaporan keuangan, dan reputasi perusahaan (mis.,
KPMG 2011; Deloitte 2014; E&Y 2014a, b). Ketidakpastian terkait pajak ini termasuk
ketidakpastian dalam penerapan hukum perpajakan terhadap fakta perusahaan, kemungkinan audit
oleh otoritas pajak, ketidakpastian di Indonesia akuntansi keuangan untuk pajak penghasilan dan
juga kualitas informasi akuntansi pada yang berdasarkan keputusan pajaknya. Secara keseluruhan,
ketidakpastian terkait pajak ini bisa terjadi.

Risiko pajak tradisional cenderung ke kekurangan bayar, lebih bayar, denda, dan penilaian.
Risiko pajak yang meningkat yaitu terkait PPN, pajak tidak langsung lainnya, pajak kerja dan pajak
transaksi dan informasi. Risiko pajak utama lainnya yaitu ketidakmampuan memenuhi persyaratan
pajak, pajak tunai tak terduga, dan kegagalan untuk memanfaatkan penghematan pajak dari
hubungan bisnis. Agar perusahaan bisa sustainable, perusahaan harus dapat mengendalikan secara
langsung risiko-resiko yang ada. Perusahaan dalam pengambilan keputusan dan kegiatan
operasionalnya perlu menambahkan unsur risiko, untuk menciptakan nilai bisnis yang nyata.

Auditor memegang peran penting dalam mendukung tata kelola perusahaan yang baik (GCG),
melalui akuntabilitas dan transparansi laporan keuangan perseroan yang diaudit yang akan menjadi
laporan audit yang berkualitas yang berguna bagi stakeholder. Standar Audit No. 1211,
menyatakan auditor harus memperhatikan struktur tata kelola entitas yang diaudit. Standar Profesi
Audit Internal (SPAI 2004;5) “Audit internal adalah kegiatan assurance dan konsultasi yang
independen dan obyektif , yang dirancang untuk memberikan nilai tambah dan meningkatkan
kegiatan operasi organisasi. Audit internal membantu organisasi untuk mencapai tujuanya melalui
suatu pendekatan yang sistematis dan teratur untuk mengevaluasi dan meningkatkan efektivitas
pengelolaa resiko, pengendalian dan proses governance.”

Selain itu Auditor juga memegang peran penting terkait perpajakan, yaitu menyediakan solusi
efektif kepada perencanaan pajak dan kepatuhan pajak, menawarkan dukungan biaya yang efektif
dan meminimalkan risiko. Dengan memberikan penilaian independen atas kerangka pengendalian
pajak klien, mengkomentari design dan efektivitas operasi kontrol utama klien, melakukan
tinjauan di operasi pajak, membantu merevisi, membangun atau memperbaiki kelemahan
pengendalian yang teridentifikasi, mengembangkan dan menerapkan mekanisme pemantauan
untuk memperkuat kerangka pengendalian pajak klien, mencakup tinjauan eksternal atau program
peninjauan yang dilakukan oleh Internal Audit.

Penelitian ini mengacu pada Xingze Wu, (2012), meneliti hubungan Corporate Governance
dan Audit. Penelitian yang dilakukan oleh Wu (2012) menguji hubungan tata kelola perusahaan
dengan biaya audit. Hasil berdasarkan sampel keseluruhan menunjukkan hubungan ini menjadi
signifikan dan negatif. Menunjukan manajemen perusahaan yang baik menurunkan biaya audit.
Studi Wu (2012) telah mengilhami para peneliti untuk melakukan studi serupa Audit Fee di
Indonesia. Michelle Hutchens (2015), memeriksa apakah tingkat risiko pajak yang lebih tinggi
menyebabkan peningkatan risiko perusahaan, di mana risiko pajak didefinisikan sebagai
ketidakpastian terkait pajak yang mencakup transaksi, operasi, keputusan pelaporan keuangan, dan
reputasi perusahaan. Dengan menggunakan empat proxy empiris yang berbeda dan empat ukuran
risiko perusahaan yang berbeda, termasuk biaya rata – rata modal saham, volatilitas return saham
saat ini dan masa depan, dan dispersi dalam perkiraan analis penghasilan masa depan. Hasil kedua
variable positif.

Pentingnya Good Corporate Governance dan Management Tax Risk dalam perusahaan, dan
peran penting professional akuntan dan Penelitian mengenai tax risk sebagai moderator dalam
hubungan Corporate Governance dan Audit fee masih jarang di negara berkembang, termasuk
Indonesia. Maka peneliti merasa perlu meneliti: “Bagaimana Pengaruh Tax Risk terhadap
hubungan Corporate Governance dan Audit Fee?”

1.2 Rumusan Masalah


Masalah yang ingin diteliti penulis adalah pengaruh tax risk terhadap hubungan Corporate
Governance dengan Audit Fee. Dengan komponen tata kelola perusahaan yaitu Board of
Director. Rumusan masalah dapat dijabarkan menjadi :
1. Pengaruh tata kelola perusahaan ( Board of Director) terhadap biaya audit
2. Pengaruh Tax Risk terhadap hubungan tata kelola perusahaan dan biaya audit

1.3 Tujuan
Tujuan dilakukanya penelitian ini adalah mengetahui:
1. Bagaimanakah pengaruh tata kelola perusahaan yakni peran Board of Director pada
besarnya biaya audit perusahaan.

2. Bagaimanakah pengaruh tax risk sebagai moderator dalam hubungan tata kelola

1.4 Manfaat Penelitian


Manfaat dilakukanya penelitian ini adalah :
1. Bagi ilmu pengetahuan :
Memberikan kontribusi bagi ilmu pengetahuan dengan memberikan pemahaman
mengenai pengaruh tax risk terhadap hubungan tata kelola perusahaan dan biaya
audit.
2. Bagi Investor :
Memberikan gambaran akan kualitas tata kelola perusahaan dan kaitanya dengan
audit fee yang akan ditimbulkan dan apabila hubungan keduanya di tambahkan
moderator adanya tax risk.
3. Bagi Kantor Akuntan Publik :
Memberikan gambaran akan peran tata kelola perusahaan yang akan berpengaruh
terhadap audit fee serta adanya tax risk yang akan ikut mempengaruhi kedua hubungn
tersebut.