Anda di halaman 1dari 3

Understanding orofacial complication of xerostomia

(mengetahui komplikasi oral yang terjadi karena xerostomia)

a. Explain Rampant dental caries post chemo and radiotherapy


(menjelaskan rampan karies post chemo dan post radioterapi)

Efek samping dari kemoterapi adalah oral mucositis, trismus, dysgeusia, dysphagia, disfungsi
saliva, impaired lymphatic drainage, infeksi, perubahan dentrimental pada mukosa dan
periodonsium, meningkatkan resiko karies gigi, meningkatkan, resiko osteoradionecrosis, dan
komplikasi nutrisi.

gambar 5. ​Rampant karies akibat radiasi.


(Chung, 2006).

Saat terapi radiasi aktiv, pasien dapat mengalami berbagai derajat mucositis disertai dysphagia
dan atau ordynophagia, dan sensari mulut kering atau xerostomia.
Penurunan produksi dsaliva memang tidak selalu dikaitkan dengan derajat kxerostomia. Namun
hipofungsi saliva dapat menyebabkan proporsi kenaikan resiko infeksi mukosa dan gigi, dan
pasien biasanya mengalami pertumbuhan berlebih dari jamur serta karies gigi.(Gambar. 5).
Gambar . 5. Rampant karies setelah 7 bulan mengalami post 70 Gy terapi radiasi

(Barasch, 1998).

b. Explain oral mucosal problems due to xerostomia


(menjelaskan masalah yang terjadi pada mukosa oral akibat xerostomia)

AKIBAT KELUHAN MULUT KERING.

Umumnya perhatian terhadap saliva sangat kurang. Perhatian terhadap saliva baru timbul apabila
terjadi pengurangan sekresi saliva yang akan menimbulkan gejala mulut kering atau xerostomia
(AI-Saif, 1991; Amerongan, 1991; Sonis dkk,1995). Berbagai macam masalah akan timbul bagi
penderita keluhan mulut kering ini seperti yang terlihat pada tabel 5.

Tabel 4. Akibat keluhan mulut kering (AI-Saif, 1991; Amerongan, 1991 Sonis dkk,1995).

Mukosa mulut kering, mudah teriritasi


Sukar berbicara
Sukar mengunyah dan menelan
Persoalan dengan protesa
Penimbunan lendir Rasa seperti terbakar
Gangguan pengecapan
Perubahan jaringan lunak
Pergeseran dalam mikroflora mulut
Karies gigi meningkat
Radang periodonsium
Halitosis

Berkurangnya saliva menyebabkan mengeringnya selaput lendir, mukosa mulut menjadi kering,
mudah mengalami iritasi dan infeksi. Keadaan ini disebabkan oleh karena tidak adanya daya
lubrikasi infeksi dan proteksi dari saliva (Amerongan, 1991). Proses pengunyahan dan
penelanan, apalagi makanan yang membutuhkan pengunyahan yang banyak dan makanan kering
dan kental akan sulit dilakukan. Rasa pengecapan dan proses bicara juga akan terganggu
(Amerongan,1991; Sonis dkk, 1995).
Kekeringan pada mulut menyebabkan fungsi pembersih dari saliva berkurang, sehingga terjadi
radang yang kronis dari selaput lendir yang disertai keluhan mulut terasa seperti terbakar (Wall,
1990).
Pada penderita yang memakai gigi palsu, akan timbul masalah dalam hal toleransi terhadap gigi
palsu. Mukosa yang kering menyebabkan pemakaian gigi palsu tidak menyenangkan, karena
gagal untuk membentuk selapis tipis mukus untuk tempat gigi palsu melayang pada
permukaannya (Haskell dan Gayford,1990).
Susunan mikroflora mulut mengalami perubahan, dimana mikro organisme kariogenik seperti
streptokokus mutans, laktobacillus den candida meningkat. Selain. itu, fungsi bakteriostase dari
saliva berkurang. Akibatnya pasien yang menderita mulut kering akan mengalami peningkatan
proses karies gigi, infeksi candida dan gingivitis (Amerongan,1991; Sonis dkk,1995).

AI-Saif, KM. 1991. Clinical Management of Salivary Deficiency. ​A Review Article The
Saudi Dental Journal.​ Vol.3. No.2. 77-80.
Amerongan, A.V.N. 1991. ​Ludah dan Kelenjar Ludah. Arti Bagi Kesehatan Gigi​. alih
bahasa Prof.drg.Rafiah Abyono. Ed. Ke-1. Gajah Mada University Press. Yogyakarta. 2-6,
194-211, 246-250.
Barasch, A., Monika S., and Ellen E., 1998, ​Oral Cancer and Oral Effects of Anticancer
Therapy​, October/November 1998 Number 5 & 6 Vol.65:370-377
Chung, Evelyn M., 2006, Dental Management of Chemoradiation Patients, ​CDA Journal
September 2006 Vol.34.No.9
Haskell, R; Gayford, J.J. 1990. ​Penyakit Mulut​. alih bahasa drg. Lilian Yuwono. Ed. Ke-2.
Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta. 67-73.
Sonis, S.T; Fazio,R.C; Fang,L. 1995. ​Principles and Practice or Oral Medicine 2nd​ ​Ed.​.
W.B. Saunders Company. Philadelphia. 4C7, 462, 465-466.
Wall, I.V.D. 1990. ​Sindroma Mulut Terb​akar. alih bahasa drg. Lilian Yuwono. Ed. Ke-1.
Widya Medika. Jakarta. 42.