Anda di halaman 1dari 19

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT karena rahmat dan
pertolongannya tugas pembuatan makalah tentang mesin frais ini telah selesai,
penyusun juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
membantu dalam penyusunan makalah ini.
Makalah ini berisi mulai dari definisi mesin frais, klasifikasi beserta contoh
dan bagaimana cara mengoperasikan. Penyusun berharap makalah ini dapat
bermanfaat bagi para pembaca.

Serang, Oktober 2016


Penyusun

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .......................................................................................... i


DAFTAR ISI ......................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Penulisan Makalah ................................................................. 1
1.2 Ruang Lingkup Pembahasan .......................................................................... 1
1.3 Tujuan dan Manfaat ........................................................................................ 1

BAB II MESIN FRAIS/MILLING


2.1 Pengertian dan Sejarah Milling ....................................................................... 2
2.2 Prinsip Kerja Mesin Milling ........................................................................... 2
2.3 Kegunaan Mesin Milling................................................................................. 3
2.4 Bagian Utama Mesin Milling .......................................................................... 3
2.5 Jenis-Jenis Mesin Milling ............................................................................... 5
2.6 Pisau (Cutter) Milling/Frais ............................................................................ 7
2.7 Gerakan Dalam Mesin Milling........................................................................ 10
2.8 Parameter-Parameter Yang Diperhatikan Dalam Pengerjaan
Pengefraisan/Milling ....................................................................................... 11
2.9 Pengerjaan pada Mesin Milling ...................................................................... 13
2.10 Metode Pengefraisan/Milling ...................................................................... 13

BAB III PENUTUP


3.1 Kesimpulan .................................................................................................... 15

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 16

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG PENULISAN MAKALAH


Dunia manufaktur dan industri adalah salah satu faktor yang menentukan
kemajuan ekonomi suatu bangsa selain faktor-faktor lainnya yang memengaruhi.
Dan dari tahun ketahun teknologi permesinan di bidang industri semakin maju
dan efisien. Banyak perusahaan yang telah menggunakan mesin produksi berbasis
robot dan terkomputerisasi. Maka dari itu dengan adanya makalah ini, maka
penulis berharap pembaca dapat mengetahui serta menambah ilmu tentang dunia
industri berupa salah satu mesin yang digunakan dalam proses
manufaktur/produksi. Sebenarnya masih banyak jenis mesin-mesin produksi yang
ada dan digunakan hingga saat ini, hanya saja penulis akan membahas salah
satunya saja yaitu mesin frais atau milling machine.

1.2 RUANG LINGKUP PEMBAHASAN


Pembahasan materi dalam makalah ini mencakup pengertian dan sejarah serta
pengenalan mesin miling sebagai salah satu mesin yang digunakan dalam proses
manufaktur/produksi.

1.3 TUJUAN DAN MANFAAT


a. Tujuan
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah :
Mengenalkan kepada pembaca tentang mesin industri khususnya mesin
frais.
b. Manfaat
Manfaat dari pembuatan makalah ini adalah :
Bertambahnya pengetahuan pembaca tentang mesin industri khususnya
mesin frais.

1
BAB II
MESIN FRAIS/MILLING

2.1 PENGERTIAN DAN SEJARAH MILLING


Mesin milling adalah mesin tools yang digunakan secara akurat untuk
menghasilkan satu atau lebih pengerjaan permukaan benda dengan
menggunakan satu atau lebih alat potong. Mesin milling adalah mesin yang
paling mampu melakukan banyak tugas dari segala mesin perkakas.
Millingadalah suatu proses permesinan yang pada umumnya menghasilkan
bentukan bidang datar dimana proses pengurangan material benda kerja terjadi
karena adanya kontak dengan alat pemotong yang berputar pada spindle
dengan benda kerja yang tercekam pada meja mesin. Proses milling adalah
proses yang menghasilkan chips (beram). Mesin milling merupakan salah satu
mesin konvensional yang mampu mengerjakan suatu benda kerja dalam
permukaan datar, sisi tegak, miring, bahkan alur roda gigi.
Pada tahun 1818 mesin milling pertama kali ditemukan di New Heaven
Conecticut oleh Eli Whitney.Pada tahun 1952 Jhn Parson Mengembangkan
milling dengan kontrol basis angka atau MNC (Milling Numeric Control)
dalam perkembangannya mesin milling mengalami berbagai perkembangan
baik secara teknis maupun teknologi pengoperasiannya.

2.2 PRINSIP KERJA MESIN MILLING


Tenaga untuk pemotongan berasal dari energi listrik yang diubah menjadi
gerak utama oleh sebuah motor listrik, selanjutnya gerakan utama tersebut
diteruskan melalui suatu sistem transmisi untuk menghasilkan gerakan putar
pada spindel mesin milling. Spindel mesin milling adalah bagian dari sistem
utama mesin milling yang bertugas untuk memegang dan memutar cutter
hingga menghasilkan gerakan pemutaran atau pemotongan. Benda kerja
dipegang dengan aman pada meja benda kerja dari mesin atau dalam sebuah
alat pemegang khususyang dijepit atau dipasang pada meja mesin. Selanjutnya
benda kerja dikontakkan dengan pemotong yang bergerak maju mundur.

2
2.3 KEGUNAAN MESIN MILLING
 Meratakan permukaan
 Membuat alur
 Membuat benda bertingkat
 Memperbesar lubang
 Membuat roda gigi

2.4 BAGIAN UTAMA MESIN MILLING


1) Spindel Utama
Merupakan bagian terpenting dari mesin milling, tempat untuk mencekam
alat potong. Spindel utama dibagi menjadi tiga :
a. Vertical Spindel
b. Horizontal Spindel
c. Universal Spindel

2) Meja/Table
Tempat untuk clamping device atau benda kerja dibagi menjadi tiga jenis :
a. Fixed Table
b. Swivel Table
c. Compound Table

3) Motor Drive
Merupakan bagian mesin yang berfungsi menggerakkan bagian-bagian
mesin seperti spindel utama, meja (feeding), dan pendingin (cooling). Pada
mesin milling sedikitnya terdapat tiga buah motor, yaitu :
a. Motor spindel utama
b. Motor gerakan pemakan (feeding)
c. Motor pendingin (cooling)

3
4) Transmisi
Merupakan bagian mesin yang menghubungkan motor penggerak
dengan yang digerakkan. Berdasarkan bagian yang digerakkan motor
penggersak dibagi menjadi dua macam yaitu :
a. Transmisi spindel utama
b. Transmisi feeding
Berdasarkan sisitem transmisinya, dibedakan menjadi dua jenis :
a. Transmisi gear box
b. Transmisi v-belt

5) Knee
Merupakan bagian mesin untuk menopang atau menahan meja mesin.
Pada bagian ini terdapat transmisi gerakan pemakan (feeding).

6) Column/Tiang
Merupakan badan dari mesin. Tempat menempelnya bagian-bagian
mesin yang lain.

7) Base/Dasar
Merupakan bagian bawah dari mesin milling. Bagian yang menopang
badan atau tiang, juga sebagai tempat cairan pendingin.

8) Control
Merupakan pengatur bagian-bagian dari mesin yang bergerak. Di mesin
milling ada dua sistem kontrol, yaitu :
a. Mekanik
b. Elektrik
Dan dibagi menjadi dua bagian :
a. Sederhana
b. Komplek (CNC)

4
2.5 JENIS-JENIS MESIN MILLING
Penggolongan mesin milling menurut jenisnya penamaannya disesuaikan
dengan posisi spindel utama dan fungsi pembuatan produknya, ada beberapa jenis
mesin milling dalam dunia manufacturing antara lain :

1) Berdasarkan Posisi Spindel Utama


a.Mesin Milling Horizontal
Mesin Milling jenis ini mempunyai pemasangan spindel dengan arah
horizontal atau mendatar dan digunakan untuk melakukkan pemotongan benda
kerja dengan arah mendatar.

Gambar 1. Mesin Milling Horizontal

b.Mesin Milling Vertikal


Mesin Milling jenis ini pemasangannya spindelnya pada kepala mesin
adalah vertikal atau tegak, pada mesin milling jenis ini ada beberapa macam
menurut tipe kepalanya, ada tipe kepala tetap, tipe kepala yang dapat dimiringkan
dan type kepala bergerak. Kombinasi dari dua tipe kepalaini dapat digunakan
untutk memebuat variasi pengerjaan pengefraisan dengan sudut tertentu.

5
Gambar 2. Mesin Milling Vertikal

c.Mesin Milling Universal


Mesin Milling ini mempunyai fungsi bermacam-macam sesuai dengan
prinsipnya seperti :
1.Frais Muka
2.Frais Spiral
3.Frais Datar
4.Pemotongan Roda Gigi
5.Pengeboran
6.Reaming
7.Boring
8.Pembuatan Celah

Gambar 3. Mesin Milling Universal

6
2.6 PISAU (CUTTER) MILLING/FRAIS
Alat potong yang digunakan pada waktu mengefrais ialah pisau (cutter) frais.
Umumnya bentuk pisau frais bulat panjang dan sekelilingnya bergerigi dan
beralur. Pada lubangnya terdapat pasak agar pisau frais tidak ikut berputar.
Keuntungan cutter dibanding dengan pahata bubut dan pahat ketam adalah setiap
sisi potong dari pisau frais mengenai benda kerja hanya dalam waktu yang
pendek. Bahan pisau frais umumnya terbuat dari HSS atau karbida. Adapun
macam-macam pisau frais, yaitu :

a.Cutter Mantel
Cutter jenis ini digunakan untuk mesin frais horizontal.

Gambar 11.Cutter Mantel

b.Cutter Alur
Cutter ini digunakan untuk membuat alur-alur pada batang atau permukaan
benda lainnya.

Gambar 12. Cutter Alur

c.Cutter Modul
Cutter ini dalam satu set terdapat 8 buah. Cutter ini digunakan untuk
membuat roda-roda gigi.

7
Gambar 13. Cutter Modul

d.Cutter Radius Cekung


Cutter ini dipakai untuk membuat benda kerja yang bentuknya memiliki
radius dalam (cekung).

Gambar 14. Cutter Radius Cekung

e.Cutter Radius Cembung


Cutter ini dipakai untuk membuat benda kerja yang bentuknya memiliki
radius luar (cembung).

Gambar 15. Cutter Radius Cembung

f.Cutter Alur “T”


Cutter ini hanya digunakan untuk membuat alur berbentuk “T” seperti halnya
pada meja mesin frais.

8
Gambar 16. Cutter Alur “T”

g.Cutter Ekor Burung


Cutter ini dipakai untuk membuat alur ekor burung. Cutter ini sudut
kemiringannya terletak pada sudut-sudut istimewa,yaitu 30º,45º,60º.

Gambar 17. Cutter Ekor Burung

h.Cutter End Mill


Ukuran Cutter ini sangat bervariasi mulai dari ukuran kecil sampai yang
ukuran besar. Cutter ini biasanya dipakai untuk membuat alur pasak dan ini hanya
dapat dipasang pada mesin frais vertikal.

Gambar 18. Cutter End Mill

i.Cutter Heavy Duty End Mill


Cutter ini mempunyai satu ciri khas yang berbeda dari cutter yang lain. Pada
sisinya berbentuk alur helik yang dapat digunakan untuk menyayat benda kerja

9
dari sisi potong cutter, sehingga cutter ini mampu maelakukan penyayatan yang
cukup besar.

Gambar 19. Heavy Duty End Mill

2.7 GERAKAN DALAM MESIN MILLING


Pekerjaan dengan mesin milling harus mempunyai tiga gerakan kerja,yaitu :

1) Gerakan Pemotongan
Sisi potong cutter yang dibuat berbentuk bulat dan berputar dengan pusat
sumbu utama.

2) Gerakan Pemakanan
Benda kerja digerakkan sepanjang ukuran yang akan dipotong dan digerakkan
mendatar searah gerakan yang dipunyai oleh alas.

3) Gerakan Penyetelan
Gerakan ini untuk mengatur posisi pemakanan, kedalaman pemakanan, dan
pengembalian untuk memungkinkan benda kerja masuk ke dalam posisi potong
cutter. Gerakan ini juga dapat disebut gerakan pengikatan.

10
2.8 PARAMETER-PARAMETER YANG DIPERHATIKAN DALAM
PENGERJAAN PENGEFRAISAN/MILLING

1) Memilih alat bantu yang digunakan


- Ragum
Berdasarkan gerakannya ragum terbagi menjadi 3 jenis yaitu :
a.Ragum Biasa
Ragum ini digunakan untuk menjepit benda kerja yang bentuknya
sederhana dan biasanya hanya digunakan untuk mengefrais bidang datar saja.

Gambar 20. Ragum Biasa

b.Ragum Berputar
Ragum ini digunakanuntuk menjepit benda kerja yang harus membentuk
sudut terhadap spindel. Bentuk ragum ini seperti ragum biasa tetapi pada
bagian bawahnya terdapat alas yang dapat diputar 360º.

Gambar 21. Ragum Berputar

c.Ragum Universal
Ragum ini mempunyai dua sumbu perputaran sehingga dapat diatur tegak
atau datar.

11
Gambar 22. Ragum Universal

- Kepala pembagi
Digunakan untuk membentuk segi-segi yang beraturan pada poros yang
panjang. Biasanya dilengkapi dengan plat pembagi yang berfungsi untuk
melakukan pembagian yang tidak dapat dilakukan dengan pembagian
langsung. Pada Mesin Horizontal dapat digunakan untuk membuat benda
kerja segi-segi beraturan, roda gigi ,ulir cacing.

-Kepala Lepas
Digunakan untuk menyangga benda kerja yang dikerjakan dengan dividing
head. Hal ini dimaksudkan agar benda kerja tidak tertarik atau tertekan waktu
disayat.

-Rotary Table
Digunakan untuk membagi segi-segi beraturan misalnya kepala baut juga
dapat digunakan untuk membagi jarak-jarak lubang yang berpusat pada satu
titik.

-Adaptor
Tempat dudukan cutter sebelum dimasukkan ke sarung tirus pada sumbu
utama. Pada mesin horizontal terdapat Arbor beserta cincin dan dudukan
penyangga cutter, dan dipasang pada Arbor yang posisinya diatur dengan
pemasangan cincin.

12
2) Menentukan Parameter-Parameter Pemotongan
Parameter-parameter yang mempengaruhi pemotongan antara lain :
a)Bahan yang disayat
Dengan mengetahui jenis bahan yang akan dikerjakan maka akan kita
dapat menentukan kecepatan potongnya. Hal ini hanya dapat diketahui
dengan melihat tabel dari buku refernsi bahan tersebut.
b)Bahan Cutter
1.Unalloyed Tool Steel
Baja dengan kadar karbon 0,5-1,5%, suhu kerjanya mencapai
2500ºC,oleh karena itu material ini tidak cocok untuk kecepatan potong
tinggi.
2.Alloy Tool Steel
Baja yang mengandung karbon kromium, vanadium, dan molibdenum.
Baja ini terdiri dari baja paduan tinggi dan rendah. HSS (High Speed
Steel) adalah baja paduan tinggi yang suhu kerjanya mencapai 6000ºC.
3.Cemented Carbide
Bahan ini terdiri dari tungsten atau molybdenum, cobalt serta carbon.
Pada suhu 9000ºC bahan ini masih mampu memotong dengan baik. Maka
dari itu bahan ini sangat cocok untuk putaran yang tinggi.

2.9 PEGERJAAN PADA MESIN MILLING


1) Pengefraisan Sisi, adalah pengefraisan dimana pisau sejajar dengan perukaan
benda kerja.
2) Pengefraisan Muka, pengefraisan dimana sumbu pisau tegak lurus dengan
permukaan benda kerja.

2.10METODE PENGEFRAISAN/MILLING
Ada terdapat beberapa metode dalam pengefraisan (milling), yaitu:
1) Climb Mill
Merupakan cara pengefraisan dimana putaran cutter searah dengan arah
gerakan benda kerja. Gaya potong menarik benda kerja kedalam cutter

13
sehingga faktor kerusakan pahat akan lebih besar. Hanya mesin yang
mempunyai alat pengukur keregangan yang boleh melakukan metode ini.

Gambar 23. Metode Climb Mill


2) Conventional Milling
Merupakan metode konvensional, yang dimana putaran benda kerja
berlawanan arah dengan cutternya. Pemotongan ini dimulai dengan beram
yang tipis dan metode ini digunakan untuk semua jenis mesin frais.

Gambar 24. Metode Conventional Milling

14
BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
Mesin frais merupakan salah satu mesin perkakas yang digunakan dalam
proses produksi. Cara kerja utama nya yaituuntuk proses pemotongan,
meratakan permukaan benda ,pengeboran,Sebagai salah satu mesin yang
digunakan dalam proses produksi, mesin frais telah mengalami banyak evolusi
dari pertama kali diciptakan.Mesin frais juga memiliki banyak jenis yang
disesuaikan untuk pekerjaan tertentu.Mesin frais harus dioperasikan oleh
orang-orang yang ahli dan kompeten di bidang mesin khususnya mesin frais
karena akan berakibat fatal jika mesin frais dioperasikan oleh orang yang tidak
ahlinya.

15
DAFTAR PUSTAKA

 www.google.com/mesin-milling
 http://suargi.blogspot.in/2011/11/mesin-milling.html
http://fiandruva.blogspot.in/2011/12/macam-macam-pisau-frais.html

16