Anda di halaman 1dari 4

Diet pada Anemia

Tujuan Diet Anemia


1. Memperbaiki status gizi pasien
2. Memenuhi kebutuhan gizi yang seimbang untuk pertumbuhan, meliputi :

o energi
o protein
o Fe
o Vit C

*Secara bertahap sesuai dengan keadaan pasien

3. Meningkatkan dan memperbaiki keadaan anemia pasien dari segi pemasukan dan
penyerapan
4. Meningkatkan napsu makan pasien
5. Mengupayakan perubahan sikap dan prilaku sehat terhadap makanan kepada
pasien dan keluarganya

Syarat Diet Anemia


1. Energi sesuai kebutuhan
2. Lemak 20% total energi
3. Protein 15% total energi
4. karbohidrat 60% total energi
5. Cukup mineral dan vitamin (khususnya tinggi Fe, Asam Folat, vitamin B12, vit C
6. Mudah dicerna
7. Pemberian makanan dibagi menjadi 3x makanan utama dan 2x selingan

Diet Anemia Defisiensi Besi


Jenis asupan gizi Besi :

 Besi Heme : merupakan zat besi yang terdapat dalam daging Hewani dengan
tingkat penyerapan yang tinggi (tidak ada penghambat penyerapan) → Bioavabilitas
tinggi
 Besi Non-heme : merupakan zat besi yang terdapat dalam Tumbuhan (nabati)
dengan tingkat penyerapan yang rendah (dipengaruhii bahan penghambat) →
Bioavabilitas rendah

Program :

 makanan bergizi tinggi Protein, terutama besi Heme (hewani)


 Vit C 3x 100 mg/ hari
 Sumber besi lainnya (telur, kacang-kacangan, sereal tumbuk, sayuran, dll)
 Menu makanan terdiri :
o Nasi
o Sumber besi : daging, ikan, kacang-kacangan
o sumber vit C : sayuran dan Buah

Makanan yang mengandung Zat besi tinggi


A. Besi Heme (hewani) : dapat diabsorpsi 20-30%

1. Gurita (7,3 mg/75 gram)


2. Hati Sapi (4,2 mg /75 gram)
3. Caviar (3,37 mg /100 gram)
4. Tiram (3,3 mg / 75 gram)
5. Kepiting (2,3 mg /75 gram)
6. Bebek (1,8 mg/ 75 gram)
7. Sarden (1,7 mg /75 gram)
8. Daging sapi (1,4 mg /75 gram)
9. Ikan Makarel (1,4 mg /75 gram)
10. Daging Kambing (1,3 mcg/75 gram)
11. Telur (1,2 mg / 100 gram)

B. Besi Non-heme (nabati) : diabsorpsi 5%

1. Asparagus (2,2 mg / 6 batang)


2. Bayam (2,01 mg / 100 gram)
3. Tomat (2 mg/ 100 gram)
4. Edamame (1,9 mg /100 gram)
5. Kentang (1,9 mg /50 gram)
6. Bit (1,6 mg /100 gram)
7. Labu (1,4 mg / 100 gram)

C. Kacang-kacangan

1. Kedelai (6,5 mg /75 gram)


2. Kacang merah (2,3 mg / 75 gram)
3. Kacang Koro (2,2 mg/ 100 gram)
4. Kacang Hitam (1,8 mg/ 100 gram)
5. Kacang Kapri (1,7 mg/100 gram)

D. Buah-buahan

1. Markisa (3,78 mg/ 100 gram)


2. Alpukat (1,12 mg / 100 gram)
3. Sukun (1,19 mg/100 gram)
Diet pada Anemia Defisiensi B12
Penyakit Terkait :

1. Anemia Pernisiosa : gangguan absorbsi B12 pada intestinal


2. Anemia Megaloblastik (defisiensi Besi) : kurangnya asupan B12 atau eksresi
berlebih

Program: Mengkonsumsi makanan bervasiasi dengan kadar gizi seimbang


Makanan untuk mencukupi kebutuhan B12 :

 kuning telur ayam


 Keju
 Daging domba
 Kerang (baik dimasak maupun mentah)
 Binatang laut : ikan, kepiting, lobster, udang
 Olahan susu (yoguht)

Anemia pada Ibu Hamil


Anemia pada Ibu Hamil : Anemia pada ibu hamil dengan kadar Hb<11 g/dl pada trimester
I dan 3, atau Hb<10,5 pada trimester 2

Program :

 Pemberian tablet Fe pada semua Ibu hamil

Diet pada kehamilan : (umum)

1. konsumsi makanan kaya zat besi


2. mengkonsumsi vit C
3. asupan protein yang cukup
4. minum suplemen penambah zat besi

Anemia pada Remaja Putri


Penyebab anemia pada remaja putri :

 faktor pertumbuhan dan perkembangan


 aspek reproduksi (siklus mens pada remaja putri)
 jumlah makanan lebih rendah untuk tujuan langisng
Dampak anemia zat besi pada remaja :

 penurunan dayatahan tubuh → mudah terkena penyakit → menurunnya aktifitas dan


prestasi belajar
 kebugaran remaja menurun → produkvitas dan interaksi sosial buruk
 tidak tercapainya tinggi badan optimal

Diet pada remaja :

 memperhatikan jenis makanan khususnya hewani, perbanyak konsumsi daging


merah
 tingkatkan konsumsi makanan yang mengandung zat besi dan asam folat (spt
sayuran, kacang-kacangan, buah-buahan, dan daging segar)
 perbanyak konsumsi buah buahan sebagaui sumber Vit C
 kurangi tidur terlalu malam
 Hindari diet gizi tidak seimbang dan makan teratur
 pendidikan kesehatan

Program : Kegiatan penanggulangan anemia gizi untuk remaja putri dan WUS

 Suplementasi tablet tambah darah (TTD) pada siswa SMP dan SMA KEK
 kegiatan suplementasi dilakukan secara mandiri dengan dosis 1 tab / minggu
(minimal 16 minggu) dan dianjurkan 1 tab setiap haid
 kemudian evaluasi