Anda di halaman 1dari 7

Terapi pedikulosis pubis membutuhkan obat yang dapat membunuh kutu dewasa dan telurnya.

Krim permetrin 5% atau losion 1% diaplikasikan kemudian dibiarkan 10 menit lalu dicuci dengan air.
Dipakai dua kali dengan jarak 10 hari untuk membunuh telur yang baru menetas, tetapi terapi tersebut
merupakan indikasi kontra pada pasien hamil atau menyusui.

Pakaian berbahan linen harus dicuci dengan air panas dan dikeringkan dengan cara dijemur/dipanaskan.

Skabies

Disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabei var hominis dan ditularkan melalui kontak dekat (seksual atau
nonseksual) dan dapat menginfeksi setiap bagian tubuh terutapa permukaan fleksural siku dan
pergellangan tangan serta genitalia eksterna. Betina dewasa sembunyi dan meletakan telur dibawah
kulit,serta bergerak cepat melewati kulit.

Keluhan berupa gatal hebat tetapi sebentar-sebentar. Mungkin gatalnya lebih hebat dimalam hari.
Kelainan kulit dapat berupa papula, vesikel, atau liang. Tangan, pergelangan tangan, payudara, vulva,
dan pantat adalah yang paling sering terjena.

Diagnonis dibuat dengan pemeriksaan mikroskopik garutan kulit dengan minyak.

Terapi scabies membutuhkan obat yang dapat membunuh kutu dewasa dan terlurnya.
- Krim permetrin 5% diaplikasikan ke seluruh permukaan kulit dari leher sampai ibu jari kaki.
Dipakai selama 10 menit 2x sehari selama 2 hari
- Krim linden 1% dipakai didaerah yang terkena seminggu sekali. Jangan mandi paling sedikit 24
jam setelah pengobatan
- Bensil bensoat emulsi topical 25% dipakai diseluruh tubuh dengan interval 12 jam kemudian
dicuci 12 jam setelah aplikasi terakhir
- Asam salisilat 2% dan endapat belerang 4% dipakai di daerah yang terkena
- Terapi diatas merupakan indikasi kontra pada pasien hamila tau menyusui
- Pakaian berbahan linen harus dicuci dengan air panas dan dikeringkan dengan cara
dijemur/dipanaskan

Moluskum Kontagiosum

Adalah infeksi tidak berbahaya yang disebabkan oleh virus dari keluarga poxvirus dan ditularkan melalui
kontak dekat seksual atau nonseksual dan otoinokulasi. Masa inkubasi berkisar beberapa minggu sampai
berbulan-bulan.
Keluhan dan gejala-gejala berupa papula berkubah dengan lekukan di pusatnya diameter berkisar 1
sampai 5 mm. Pada satu saat ddapat timbul sampai 20 lesi.
Diagnosis dibuat dengan inspeksi kasar atau pemeriksaan mikroskopik material putihseperti lilinyang
keluar dari nodul. Diagnosis ditegakkan dengan pengecatan Wright atau Giemsa untuk melihat benda-
benda moluskum intrasitoplasmik.
Terapi terdiri dari pengeluaran material putih, eksisi nodul dengan kuret derman, dan mengobati
dasarnya dengan ferik subsulfat (larutan Mosel) atau asam trikloroasetat 85%. Dapat juga digunakan
krioterapi dengan nitrogen cair.
Kondiloma Akuminatum

Adalah infeksi vulva, vagian, atau serviks oleh beberapa subtype human papilloma virus (hPV). Infeksi
hPV adalah penyakit menular seksual yang paling biasa dan terkait dengan lesi-lesi intraepithelial
diserviks, vagian, dan vulva, juga dengan karsinoma skuamosa dan adenokarsinoma. Subtipe yang
menyebabkan kondilomata eksofitik biasanya tidak terkait dengan terjadinya karsinoma.
Kondiloma akuminatum merupakan 9,47% dari penyakit menykar seksual di delapan rumah sakit umum
di Indonesia pada tahun 1986-1988. Insidensi puncak pada umur 15 sampai 25 tahun. Pasien dengan
kehamilan, imunosupresi dan diabetes berisiko lebih tinggi.
Keluhan dan gejala-gejala berupa lesi lunak bertangkai pada setiap permukaan mukosa atau kulit yang
bervariasi dalam ukuran dan bentuk. Lesi biasanya tidak menimbulkan keluhan kecuali kalau terluka
atau terkenak infeksi sekunder, menyebabkan perdarahan nyeri atau keduanya.
Diagnosis dibuat terutama dengan inspeksi kasar. Pemeriksaan kolposkopi dapat membantu idenfitikasi
lesi-lesi serviks atau vagina. Diagnosis dapat ditegakkan dengan melihat perubahan-perubahan akibat
hPV pada pemeriksaan mikrokopik specimen biopsy atau usapan Pap. Dapat juga dilakukan pemeriksaan
DNA.
Terapi berupa mengangkat lesi jika ada keluhan atau untuk alas an kosmetik. Tidak ada terapi yang
dapat dilakukan untuk membasmi habis virus hPV.

- Podifilin. Lesi diusapi dengan podofilin setiap minggu selama 4 sampai 6 minggu. Podofilin harus
dicuci setelah 6 jam. Terapi ini merupakan indikasi kontra untuk pasien hamil
- Asam trikloroasetat dipakai setiap 1 sampai 2 minggu sampai lesinya tanggal
- Krim imikuimod 5% dipakai 3 kali seminggu sampai 16 minggu. Biarkan krim di kulit selama 6
sampai 10 jam.
- Terapi krio, elektrokauter atau terapi laser dapat digunakan untuk lesi yang besar.

RANG PADA VAGINA


Vaginitis ditandai pruritus, keputihan, dyspareunia, dan dysuria. Bau adalah keluhan yang paling sering
dijumpai di tempat praktik.
Vagina secara normal didiami oleh sejumlah organisme, antara lain Lactobacillus acidophilus, Difteroid,
Candida, dan flora yang lain. pH fisiologisnya sekitar 4,0 yang menghambat bakteria patogenik tumbuh
berlebihan. Ada juga keputihan fisiologik yang terdiri dari flora bakteri, air , elektrolit, dan epitel vagina
serta serviks. Khas warnanya putih, halus tidak berbau dan terlihat di vagina di daerah yang tergantung.
Diagnosis vaginitis umumnya memerlukan pemeriksaan mikroskopik cairan vagina.
Vaginosis Bakterial (Vaginitis Nonspesifik)

Vaginosis bacterial (VB) adalah penyebab vaginitis paling biasa. Umumnya tidak dianggap sebagai
penyakit menular seksual karena pernah dilaporkan kejadiannya pada perempuan muda dan biarawati
yang secara seksual tidak aktif. Tidak ada penyebab infeksi tunggal tetapi lebih merupakan pergeseran
komposisi flora vagina normal dengan peningkatan bakteri anerobik sampai sepuluh kali dan kenaikan
dalam konsentrasi Gardnerella vaginalis. Dalam waktu yang bersamaan terjadi penurunan konsentrasi
laktobasili.
VB dapat meningkatkan terkenanya dan penularan HIV. VB juga meningkatkan risiko penyakit radang
panggul (PID). VB lebih sering dijumpai pada pemakai AKDR disbanding kontrasepsi lain (OR 2,0; IK 95%
1,1-3,8) dan meningkatkan risiko penyakit menular seksual (OR 1,7;IK 95% 11,1-2.9). Pada ibu hamil
dengan VB meningkatkan infeksi klamidia dua kali ( 19,5% vs 8,2 %) dan gonorea enam kali lipat (3,2% vs
0,5%). Disamping itu, ada hubungan kuat antara VB yang didiagnosis pada umur kehamilan 16 sampai 20
minggu dengan kelahiran premature (umur kehamilan kurang dari 37 minggu) (OR 2,0; IK 1,0-3,9).
Keluhan dan gejala. Ciri-ciri keputihan VB adalah tipis, homogen, warna putih abu-abu, dan berbau amis.
Keputihan bias banyak sekali dan pada pemeriksaan dengan speculum lengket di dinding vagina. Pruritus
atau iritasi vulva dan vagian jarang terjadi.
Diagnosis dibuat dengan cara sebagai berikut.
- Identifikasi mikroskopik sel-sel clue pada usapan basah (lebih dari 20%). Sel-sel clue adlaah sel-
sel epitel vagina dengan kerumunan bakteri menempel pada membrane sel.
Tampak juga beberapa sel radang atau laktobasili.
- pH cairan vagina sama atau lebih dari 4,5
- Uji whiff positif yang berarti keluar bau seperti anyir (amis) pada waktu ditambahkan larutan
potassium hidroksida (KOH) 10% sampai 20% pada cairan vagina
- Eritema vagina jarang.

Terapi:
- Metronidazol 500 mg per oral 2x sehari selama 7 hari
- Metronidazol per vagina 2x sehari selama 5 hari
- Krim klindamisin 2% per vagina 1x sehari selama 7 hari

Trikomonas

Infeksi trikomonas adalah infeksi oleh protozoa Trichomonas vaginalis yang ditularkan secara seksual.
Merupakan sekitar 25% vaginitis karena infeksi. Trikomonas adalah organisme yang tahan dan mampu
bertahan hidup dalam handuk basah atau permukaan lain. Masa inkubasinya berkisar 4 sampai 28 hari.
Keluhan dan gejala bias sangat bervariasi. Klasik cairan vagina berbuih, tipis, berbau tidak enak, dan
banyak. Warnanya bias abu-abu, putih, atau kuning kehijauan. Mungkin ada eritema atau edema vulva
dan vagina. Mungkin serviks juga tampak eritematus dan rapuh.

Diagnosis:
- Preparat kaca basah memperlihatkan protozoon fusiformis uniseluler yang sedikit lebih besar
dibandingkan sel darah putih. Ia mempunyai flagella dan dalam specimen dapat dilihat
gerakannya. Biasanya ada banyak sel radang.
- Cairan vagina mempunyai pH 5,0 sampai 7,0
- Pasien yang terinfeksi tapi tidak ada keluhan mungkin diketahui terinfeksi dengan
diketemukannya Trichomonas pada usapan Pap.

Terapi dengan metronidazole 2g per oral (dosis tunggal). Pasangan seks pasien sebaiknya juga diobati.

Kandida
Vaginitis kandida bukan infeksi menular seksual karena Candida merupakan penghuni vagina norma;.
Pada 25% perempuan bahkan dijumpai di rectum dan rongga mulut dalam persentasi yang lebih besar.
Candida albicans menjadi pathogen pada 80% sampai 95% kasus kandidiasis vulvovaginalis, dan sisanya
adalah C, glabrata dan C. tropicalis. Faktor risiko infeksi meliputi imunosupresi, diabetes mellitus,
perubahan hormonal (missal kehamilan), terapi antibiotika spectrum luas, dan obesitas.
Keluhan dan gejala. Beratnya keluhan tidak ada hubungannya dengan jumlah organisme. Keluhan yang
menonjol adalah pruritus, seringkai disertai iritasi vagina, dysuria, atau keduanya. Cairan vagina klasik
berwarna putih seperti susu yang menjendal dan tidak berbau. Pemeriksaan speculum seringkali
memperlihatkan eritema dinding vulva dan vagina, kadang-kadang dengan plak yang menempel.
Diagnosis dibuat kalau preparat KOG cairan vagian menunjukkan hife dan kuncup (larutan KOH 10%
sampai 20% menyebabkan lisis sel darah merah dan putih sehingga mempermudah identifikasi jamur).
Mungkin diperlukan untuk melihat banyak lapangan pandangan agar dapat menemukan pathogen.
Preparat KOH negative tidak mengesampingkan infeksi. Pasien dapat diterapi berdasar gambaran klinis.
Dapat dibuat biakan dan hasilnya bias diperoleh dalam waktu 24 sampai 72 jam.
Terapi terdiri dari aplikasi topikan imidasol atau triasol, seperti mikonasol, klotrimasol, butokonasol,
atau terjonasol. Obat-obat ini dapat diresepkan sebagai krim, supositoria, atau keduanya. Lama
pengobatan bervariasi terganting obat yang dipilih. Dosis tunggal flukonasol 150 mg per oral mempunyai
tingkat kemanjuran tinggi.
RADANG PADA SERVIKS UTERI

Servitis ditandai oleh peradangan berat mukosa dan submukosa servis. Secara histologic dapat dilihat
infiltrasi sel-sel peradangan akut dan kadang-kadang nekrosis sel-sel epitel. Patogen utama servitis
mukopurulen adalah C. trachomatis dan Neissenigonorrhoeae, keduanya ditularkan secara seksual.
Servitis mukopurulen dapat didiagnosis dengan pemeriksaan kasar. Diagnosis dapat ditegakkan dengan
pengecatan Gram.

Klamidia Trakomatis

Merupakan organisme yang paling sering ditularkan secara seksual. Secara epidemiologic didapatkan
angka kejadian infeksi klamidia di antara peserta KB di Jakarta Utara pada tahun 1997 sebesar 9,3%.
Sementara di antara perempuan yang tinggal di daerah rural di Bali angka kejadiannya sebesar 5,6%.
Faktor risikonya antara lain meliputi umur di bawah 25 tahun dan aktif secara seksual, status social
ekonominya rendah, pasangan seksual banyak, dan status tidak kawin.
Mikrobiologi. C. trachomatis adalah organisme intraseluler wajib yang lebih menyukai menginfeksi sel-
sel skuamokololumner, yaitu pada zona transisi serviks.
Keluhan dan gejala. Infeksi klamidia tidak menimbulkan keluhan pada 30% sampai 50% kasus dan dapat
menetap selama beberapa tahun. Pasien dengan servitis mungkin mengeluha keluar cairan vagina,
bercak darah, atau perdarahan pascasanggama. Pada pemeriksaan serviks mungkin tampak erosi dan
rapuh. Mungkin ada cairan mukopurulen berwarna kuning-hijau. Pengecatan Gram memperlihatkan
lebih dari 10 lekosit polimorfonuklear per lapangan pencelupan minyak.
Diagnosis dengan biakan adalah yang paling optimal tetapi cara ini makan waktu, memerlukan
keterampilan tekniks tinggi, dan fasilitas biakan sel yang memadai.
Pemeriksaan sampel endoserviks pada 415 pasien rawat jalan di tiga rumah sakit di Kalimantan Selatan
dengan memakai optical immunoassay (OIA) menunjukkan sensitivitas 31,6% dan spesifitas 98,8%. Hasil
ini lebih rendah disbanding pemeriksaan dengan ligase chain reaction (LCR). Rekomendasi terapi dari
Center for Disease Control and Prevention (CDC):
- Eritromisin basa 500 mg per oral 4x sehari selama 7 hari atau
- Eritromisin etilsuksinat 800 mg 4x sehari selama 7 hari atau
- Ofloksasin 300 mg per oral 2x sehari selama 7 hari atau
- Levofloksasin 500 mg per oral 1x sehari selama 7 hari.
- Pasangan seks harus dirujuk ke klinik atau dokter untuk mendapatkan pengobatam. Uji
kesembuhan hanya diperlukan pada pasien hamil atau jika tetap ada keluhan.

Gonorea

Mikrobiologi. N. Gonorrhoeae adalah diplokokus gram negative yang menginfeksi epitel kolumner atau
pseudostratified. Oleh harena itu, traktus urogenitalis merupakan tempat infeksi yang biasa. Manifestasi
lain infeksi adalah gonorea faringeal atau menyebar. Masa inkubasi 3 sampai 5 hari.
Epidemiologi. Jumlah infeksi yang dilaporkan menurun pada tahun 1975 tetapi kemudian meningkat
kembali sampai pada tingkat epidemic. Gonorea merupakan 7,00% dari penyakit menular seksual di
delapan rumah sakit umum di Indonesia pada tahun 1986-1988. Faktor risiko pada dasarnya sama
dengan untuk servitis Chlamydia dengan rasio 1,5 dibanding 1, risiko penularan dari laki-laki ke
perempuan sebesar 80% sampai 90%, sedangkan risiko penularan dari perempuan ke laki-laki lebih
kurang 25%.
Keluhan dan gejala. Seperti infeksi klamidia, seringkali pasien tidak mempunyai keluhan ettapi mungkin
mereka dating dengan cairan vagina, dysuria, atau pendarahan uterus abnormal.
Diagnosis. Biakan dengan medium selektif merupakan uji terbaik untuk gonorea. Lidikapas steril
dimasukkan ke dalam kanal endoserviks selama 15 sampai 30 detik kemudian specimen diusap pada
medium. Dapat juga digunakan kulturet tetapi mungkin sensitivitas lebih rendah. Diagnosis ditegakkan
jika pada pengecatan Gram terlihat diplokoki intraseluler tetapi sensitivitasnya hanya sekitar 60%.

Rekomendasi terapi menurut CDC:


- Seftriakson 125 mg i.m. (dosis tunggal) atau
- Sefiksim 400 mg per oral (dosis tunggal) atau
- Siprofloksasin 500 mg per oral (dosis tunggal) atau
- Ofloksasin 400 mg per oral (dosis tunggal) atau
- Levofloksasin 250 per oral (dosis tunggal).

Terapi untuk klamidia jika infeksi klamidia tidak dapat dikesampingkan. Penelitian untuk menguji
kerentanan antibiotika dilakukan pada 122 isolat N. gonorrhoeae yang diperoleh dari 400
pekerja seks komersial di Jakarta. Didapatkan kerentanan terhadap siprofloksasin, sefuroksim,
sefoksitin, sefotaksim, seftriakson, kloramfenikol, dan spektinomisin tetapi semua isolate
resisten terhadap tetrasiklin. Penurunan kerentanan terlihat pada eritromisin, tiamfenikol,
kanamisin, penisilin, gentamisin, dan norfoloksasin.

RADANG PADA KORPUS UTERI

Endometritis (Nonpuerperal)

Patofisiologi penyakit ini disebabkan oleh bakteri pathogen yang naik dari serviks ke endometrium.
Bakteri patogen meliputi C. Trachomatis, N. Gonorrhoeae, streptococcus agalactiae, cytomegalovirus,
HSV dan Myscoplasma hominis. Organisme yang menyebabkan vaginosis bacterial dapat juga
menyebabkan endometritis histologik meskipun pada perempuan tanpa keluhan. Endometritis
merupakan komponen penting penyakit radang panggul (PID) dan mungkin menjadi tahapan antara
dalam penyebaran infeksi ke tuba fallopii.

Keluhan dan Gejala

- Endometritis kronik
Banyak perempuan dengan endometritis kronik tidak mempunyai keluhan. Keluhan klasik
endometritis kronik adalah perdarahan vaginal intermenstrual. Dapat juga terjadi perdarahan
pascasanggama dan menoragia. Peremuan lain mungkin mengeluh nyeri tumpul di perut bagian
bawah terus-menerus. Endometritis menjadi penyebab infertilitas yang jarang.

- Endometritis akut
Jika endometritis terjadi bersama PID akut maka biasa terjadi nyeri tekan uterus. Sulit untuk
menentukan apakan radang tuba atau endometrium yang menyebabkan rasa tidak enak di
panggul.

Diagnosis
Diagnosis endometritis kronik ditegakkan dengan biopsy dan biakan endometrium. Gambaran
histologic klasik endometritis kronik berupa reaksi radang monosit dan sel-sel plasma di dalam
stroma endometrium (lima sel plasma per lapangan pandangan kuat). Tidak ada korelasi antara
adanya sejumlah kecil sel lekosit polimorfonuklear dengan endometritis kronik. Pola infiltrate
radang limfosit polimorfonuklear dengan endometritis kronik. Pola infiltrate radang limfosit dan
sel-sel plasma yang tersebar di seluruh stroma endometrium terdapat pada kasus endometritis
berat. Kadang-kadanng bahkan terjadi nekrosis stroma.

Terapi
Terapi pilihan untuk endometritis kronik adalah doksisiklin 100 mg per oral 2x sehari selama 10
hari. Dapat pula dipertimbangkan cakupan yang lebih luas untuk organisme anerobik terutama
kalau ada vaginosis bacterial. Jika terkait dengan PID akut terapi harus focus pada organisme
penyebab utama termasuk N. gonorrhoeae dan C. trachomatis, demikian pula cakupan
polimikrobial yang lebih luas.

Benarkan ketampanan Iqbal yang menyebabkan Super blue Moon 2018 kemarin

Seperti yang kita ketahui bulan mengelilingi bumi dilintasan nya yang berbentuk oval yang
sebelumnya lingkaran sempurna. Ilmuwan baru-baru ini mengetahui alasan berubahnya bentuk
lintasan bulan yang terjadi pada tahun 1996 ini yaitu karena lahirnya seorang anak di sebuah
negara yang dilintasi garis katulistiwa, menyebabkan Bulan tertarik mendekat kebumi 12 cm
setiap tahunnya. Pakar tampan nan bersahaja yang ada didunia menyimpulkan bahwa
ketampanan seorang anak yang sekarang bekerja sebagai Meme lord tersebutlah yang menarik
bulan. Ditakutkan, jikalau anak tersebut tetap tampan, bulan akan menjadi terlalu dekat dan
akan terjadi Tsunami besar besaran di muka bumi ini. Hal yang terparah adalah hantaman Bulan
ke Bumi yang diprediksikan akan terjadi pada tahun 2121 mendatang, karena ketampanan anak
tersebut bertambah 12 skalaliter setiap tahunnya.