Anda di halaman 1dari 16

BAB 1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Territori adalah suatu tempat di mana hewan – hewan yang berada
dalam daerah jelajah ingin menguasai tempat dari seluruh atau sebagian
daerah jelajah untuk spesiesnya sendiri. Umumnya mereka berkumpul pada
tempat kekuasannya, misalnya dalam sarang, ataupun liang. Tingkah laku
territory ini berfungsi untuk memisahkan spesiesnya dari spesies yang lain,
sehingga mereka dapat tehindar dari kompetisi dari spesies lain dan dapat
berkembang biak dengan baik. Menurut Robert Somer(1969),teritorialitas
merupakan perwujudan “ego” seseorang karena tidak ingin diganggu,atau
dapat dikatakan sebagai perwujudan dari privasi seseorang. Jika kita amati
lingkungan di sekitar kita, dengan mudah akan kita temui indikator
teritorialitas manusia seperti papan nama, pagar batas rumah, atau papan yang
menunjukkan kepemilikan atas suatu lahan. Ada suatu prosesnegotiating the
shared space.Julian Edney (1974) mendefenisikan teritorialitas sebagai
sesuatu yang berkaitan dengan ruang fisik, tanda, kepemilikan, pertahanan,
penggunaan yang eksklusif, personalisasi, dan identitas. Termasuk di
dalamnya dominasi, kontrol, konflik, keamanan, gugatan, dan pertahanan.
Namun tentu saja terdapat perbedaan yang mendasar antara teritory binatang
dan teritory manusia. Binatang memelihara teritorynya untuk kegiatan
alamiah yaitu penanda wilayah buruannya, wilayah untuk membesarkan
anaknya, dan mengontrol kemungkinan serangan dari binatang pemangsa
lainnya. Dan itu jauh berbeda dengan manusia berakal yang mendudukkan
teritory sebagai wilayah kekuasaan dan pemilikan, teritory merupakan
organisasi informasi yang berkaitan dengan identitas kelompok.( sebagai
contoh adalah pernyataan ‘apa yang kita punya’ dan ‘apa yang mereka
punya’)’

1
B. Rumusan Masalah
 Konsep teritori ?
 Teritori dan batas tempat tinggal pada pisces, amphibia, reptilia, aves, dan
Mamalia.

C. Manfaat
Manfaat yang diperoleh dari penulisan makalah ini yaitu,
meningkatkan atau menambah pengetahuan pembaca dan penulis mengenai
konsep teritori dan batas tempat tinggal pada pisces, amphibia, reptilia, aves,
dan Mamalia.

2
BAB II
PEMBAHASAN

1. Konsep teritori
Teritory sebagai suatu konsep meliputi kajian hewan dan manusia.
Konsep ini bermula dari pengamatan atas tingkah laku dunia binatang.
Teritori Istilah teritori sebenarnya tidak ada dalam kamus besar bahasa
Indonesia. Territory di-Indonesiakan menjadi teritori yang berarti „wilayah,
daerah kekuasaan‟. Menurut Robert Somer(1969),teritorialitas merupakan
perwujudan “ego” seseorang karena tidak ingin diganggu,atau dapat dikatakan
sebagai perwujudan dari privasi seseorang. Jika kita amati lingkungan di
sekitar kita, dengan mudah akan kita temui indikator teritorialitas manusia
seperti papan nama, pagar batas rumah, atau papan yang menunjukkan
kepemilikan atas suatu lahan. Ada suatu prosesnegotiating the shared
space.Julian Edney (1974) mendefenisikan teritorialitas sebagai sesuatu yang
berkaitan dengan ruang fisik, tanda, kepemilikan, pertahanan, penggunaan
yang eksklusif, personalisasi, dan identitas.
a. Tipe-tipe territori
Tipe-tipe territori ini dibedakan atas dasar lamanya tiap-tiap hewan yang
mempertahankannya. Ada beberapa tipe territori
1. Breeding territory. Territori yang dipertahankan hanya sampai setelah
akhir musim kawin. Seperti yang dilakukan oleh tikus air (muskrats),
sekelompokm hewan ini hanya mempertahankan wilayah/territorinya
hanya sampai musim kawin, setelah itu wilayahnya akan dibiarkan
hancur/rusak.
2. Mating and nesting territory. Territori yang dipertahankan selama
perkawinan sampai bersarang dalam rangka membesarkan anaknya.
Contohnya pada burung Elang yang meninggalkan anaknya pada
sarang dan induknya mencari makan di tempat lain. Hal ini dilakukan

3
sampai anaknya mencapai umur yang optimal untuk dapat bertahan di
alam.
3. Feeding territory. Merupakan territori yang dipertahankan karena
wilayah tersebut kaya akan sumber daya makanan yang dibutuhkan
oleh organisme tersebut. Contohnya hal ini dilakukan oleh
Humingbird dan Tupai yang mempertahankan suatu wilayah karena
mereka menganggap bahwa wilayah yang kaya akan makanan tersebut
hanya dapat ditemukan disitu sehingga mereka mempertahankan
wilayah tersebut.
b. Tujuan pertahanan territori
Semua hewan membentuk territori sebagai tempat hidup mereka.
Pemilik dari tiap territori ini harus mempertahankan wilayahnya dari
serangan pengacau. Di awal pembentukan territori ini akan banyak konflik
yang terjadi antara jenis satu dengan yang lain. Misalnya burung, katak,
dan serangga, biasanya mempertahankan wilayah/territorinya dengan cara
bernyanyi dari beberapa titik. Nyanyian tersebut bertujuan sebagai tanda
kepada musuh yang ingin merebut wilayah tersebut agar tidak mencoba
untuk menduduki wilayah tersebut. Pada burung terjadi perubahan pola
lagu/nyayian yang bertujuan sebagai simbol yang menunjukkan bahwa di
territori itu terdapat dari satu pejantan. Lagu ini sangat efektif dalam
menjaga jarak antar individu yang bukan anggota dari kelompok territori
tersubut. Apabila seekor burung pejantan pergi dari territori tersebut akan
dengan cepat dapat digantikan oleh kedudukan pejantan lainnya. Tetapi
apabila nyayian dari pejantan yang pergi tersebut masih dinyanyikan
dalam territori tersebut maka akan membuat pejantan yang lain tidak
berani mengantikan kedudukan pejantan yang lainnya (menjaga jarak dari
territori tersebut). Tetapi apabila lagu tersebut gagal dinyanyikan, maka
pengacau akan berhadapan langsung dengan pemegang kekuasaan dan
berusaha merebut territori tersebut. Biasanya pemilik territori akan
mengintimidasi penyerbunya dan berusahanya mendorongnya keluar dari

4
territori. Jika intimidasi gagal dan pemilik kekuasaan berhasil diserang
serta ditangkap penyerbu. Maka dengan mudah penyerbu akan menduduki
territori tersebut. Pendudukan wilayah baru ini diawali dari musim semi
ketika banyak terdapat capung di tepi kolam sebagai sumber makanan agi
sekelompok burung yang baru tersebut. Beberapa hewan mempertahankan
territorinya dengan cara yang cerdik, yaitu dengan memberikan aroma
sebagai marker wilayah territorinya. Contohnya pada srigala dan anjing
hutan menandai wilayah territorinya dengan membuang urinnya pada titik
yang dianggap sebagai territorinya. Tanda ini memperingatkan spesies
kawanannya mengenai territorinya. Hal terpenting dari tanda tersebut
untuk memberitahukan kepada kelompok srigala tersebut bahwa mereka
punya wilaah tersendiri dan melarang mereka utuk tidak berkeliaan di
dalam territori musuh. Untuk beberapa hewan mendapatkan dan
mempertahankan sumber kebutuhan seperti misalnya makanan dan
menjauhi resiko pemangsa. Untuk hewan lain yaitu untuk perkawinan.
Apapun itu, alasan utama dari tiap hewan tersebut adalah untuk
memperoleh keuntungan, untuk meninggkatkan probabilitas bertahannya
dan untuk memperbaiki keberhasilan reproduksinya. Singkatnya, denga
mempertahan territorinya individu akan menggeser kedudukan spesies
lain ke wilayah yang tidak optimal dengan tujuan spesies lain tersebut
menurun tingkat produktivitasnya dan di sisi lain populasinya akan ters
mengalami peningkatan. Kepemilikan home range memberikan
keuntungan-keuntungan tertentu. Hewan menjadi familiar dengan daerah
lokal, dimana dia menemukan makanan, perlindungan dan tempat lari dari
musuh lain dengan mengeluarkan energi minimum. Hal tersebut dapat
mendefinisikan serangkaian rute lari untuk menemukan dan melewati rute
sumber makanan seiring dengan perjalanan tahun itu.

5
2. Teritori dan batas tempat tinggal pada pisces, amphibia, reptilia, aves, dan

Mammalia.
a. Pisces
Pisces atau ikan adalah anggota vertebrata poikilotermik (berdarah
dingin) yang hidup di air dan bernapas dengan insang. Ikan merupakan
kelompok vertebrata yang paling beraneka ragam dengan jumlah spesies lebih
dari 27,000 di seluruh dunia. Secara taksonomi, ikan tergolong kelompok
paraphyletic yang hubungan kekerabatannya masih diperdebatkan; biasanya
ikan dibagi menjadi ikan tanpa rahang (kelas Agnatha, 75 spesies termasuk
lamprey dan ikan hag), ikan bertulang rawan (kelas Chondrichthyes, 800
spesies termasuk hiu dan pari), dan sisanya tergolong ikan bertulang keras
(kelas Osteichthyes). Salah satu contohnya adalah Angel fish.

 Angelfish
Pernah mendengar ikan yang setia? Adalah jenis ikan French Angelfish
asal perairan Florida, Karibia yang juga ditemukan sepanjang perairan
Brasil, jenis ikan yang sangat setia pada pasangannya. Mereka akan
menandai wilayah kekuasaan ketika bertemu pasangan, dan hidup di sana.

6
Ikan ini hidup dengan makan alga serta makhluk hidup lain yang ukuran
tubuhnya lebih kecil. Namun, umumnya mereka hanya bertugas
membersihkan area tempat tinggalnya saja dari bakteri atau alga, dan hal
ini dilakukan berpasangan.

b. Amphibia
Amfibi adalah jenis hewan vertebrata yang pada umumnya hidup di
dua alam, yaitu darat dan air. Biasanya amfibi akan bertelur di dalam air, atau
sering juga menempatkan telurnya di tempat yang memiliki tingkar
kelembaban yang tinggi. Setelah menetas larva atau berudu akan hidup di
dalam air atau tempat yang basah dan bernafas menggunakan dengan insang.
Selanjutnya berudu tersebut akan mengalami metamorfosis dan nantinya akan
menjadi hewan dewasa yang hidup di daratan dan bernafas menggunakan
paru-paru.
Salah satu contohnya yaitu Katak bibir putih

7
Katak ini dapat mencapai panjangl ebih dari 13 cm (5 inci). Betina
lebih besar dari jantan, dan katak jantan biasanya hanya mencapai 10 cm (4
inci). Permukaan dorsal biasanya hijau terang, meskipun perubahan warna
tergantung pada suhu dan lingkungan, dan terkadang berwarna coklat.
Permukaan ventral berwarna putih. Bibir bawah memiliki garis putih yang
berbeda, yang terus terbentuk sampai bahu. Ada garis-garis putih pada tepi
kaki bagian bawah, yang dapat berubah merah muda pada jantan. Katak
Pohon Bibir Putih memiliki bantalan kaki yang besar. Jari-jari tungkai
belakang benar-benar berselaput, dan tungkai belakang berselaput sebagian.
Katak ini memiliki suara yang sangat keras. Ketika musim hujan tiba suara
tersebut berfungsi untuk menarik betina dan sebagai tanda daerah tempat
tinggalnya atau teritorinya.. Katak dengan suara nyaring dan keraslah yang
disukai betina. Katak ini hidup soliter, tidak berkelompok. Sama seperti katak
lain, katak ini aktif malam hari. Saat siang akan bersembunyi di balik seresah,
batu dan lubang pohon. tetapi pada umumnya katak ini lebih suka hidup di
dalam lubang pohon.

c. Reptilia
Kata Reptilia berasal dari kata reptum yang berarti melata. Reptilia
merupakan kelompok hewan darat pertama yang sepanjang hidupnya bernafas
dengan paru-paru. Ciri umum kelas ini yang membedakan dengan Kelas yang
lain adalah seluruh tubuhnya tertutup oleh kulit kering atau sisik. Kulit ini
menutupi seluruh permukaan tubuhnya dan pada beberapa anggota ordo atau
sub-ordo tertentu dapat mengelupas atau melakukan pergantian kulit baik
secara total yaitu pada anggota Sub-ordo Ophidia dan pengelupasan sebagian
pada anggota Sub-ordo Lacertilia. Sedangkan pada Ordo Chelonia dan
Crocodilia sisiknya hampir tidak pernah mengalami pergantian atau
pengelupasan. Kulit pada reptil memiliki sedikit sekali kelenjar kulit.
Contohnya : komodo

8
komodo jantan bertempur untuk mempertahankan betina dan
teritorinya dengan cara “bergulat” dengan jantan lainnya sambil berdiri di atas
kaki belakangnya. Komodo yang kalah akan terjatuh dan “terkunci” ke tanah.
Kedua komodo jantan itu dapat muntah atau buang air besar ketika bersiap
untuk bertempur.
Pemenang pertarungan akan menjentikkan lidah panjangnya pada tubuh si
betina untuk melihat penerimaan sang betina. Komodo betina bersifat
antagonis dan melawan dengan gigi dan cakar mereka selama awal fase
berpasangan. Selanjutnya, jantan harus sepenuhnya mengendalikan betina
selama bersetubuh agar tidak terluka.

d. Aves

hewan yang kita sebagai kelompok burung. Ciri-ciri aves antara lain :

1. Secara umum tubuhnya terdiri atas kepala, leher, badan, dan ekor.
2. Tubuhnya ditutupi oleh bulu.
3. Lengan depannya mengalami modifikasi sebagai sayap yang umumnya
digunakan untuk terbang.

9
4. Alat gerak belakang digunakan untuk berjalan, bertengger, atau berenang,
dan umumnya dilengkapi dengan 4 jari.
5. Mulut Aves meluas sebagai paruh dan tidak bergigi.
6. Bentuk paruhnya bervariasi.
 Salah satu contoh aves yaitu Burung berkicau

setiap spesies burung juga memiliki karakter individu, setelan harian


burung A tak selalu sama untuk burung lainnya meski sejenis. Itu sebabnya
pula, Om Kicau selalu memberikan tips perawatan yang bervariasi
berdasarkan pengalaman sejumlah kicaumania yang berbeda. Tujuannya, agar
jika tips A kurang sesuai untuk burung Anda di rumah, bisa mencoba
alternatif lainnya. Dengan mengenali dan memahami sifat, karakter, dan
perilaku burung masing-masing, kita bisa memberikan perawatan yang lebih
tepat, sehingga bisa mengamankan burung dari potensi stres. Seseorang yang
memiliki burung cendet, namun tidak memahami karakter burung tersebut,
sangat mungkin akan menggantangnya bersebelahan / sangat dekat dengan
burung kecil seperti pleci, ciblek, mozambik, dan sejenisnya.

10
Padahal, tindakan itu bisa membuat cendet makin agresif dan terlihat
seperti ingin terus menyerang burung di sebelahnya. Sebab secara naluri,
sesuai dengan karakter umumnya, cendet akan menganggap burung kecil itu
sebagai mangsa atau unthulan. Efek terburuk yang umum terjadi, burung-
burung kecil tersebut mudah stres dan mudah ketakutan, sehingga
menurunkan kegacoran dan kondisi mentalnya. Lain perkara jika sejak awal
Anda sengaja melatih mentalnya agar terbiasa dengan burung agresif seperti
cendet dankacer. Misalnya melatih anakan / trotolan ciblek atau pleci dengan
cara menggantungnya di samping cendet atau kacer.

Begitu juga dengan jenis burung yang memiliki sifat teritorial,


sebaiknya tidak dipelihara dalam satu ruangan. Contoh paling umum adalah
banyak kicaumania memelihara beberapa ekor kacer dalam satu ruangan atau
rumah tinggal. Memelihara seekor kacer, murai batu, atau
burung fighter lainnya lebih dari seekor memerlukan penanganan
khusus. Sebab, secara umum, burung-burung tersebut memiliki sifat teritorial
atau penguasaan atas wilayah. Burung yang paling lama dipelihara akan
merasa lingkungan di sekitar sangkar adalah wilayah teritorialnya. Ia akan
melawan siapapun yang ada di dekatnya.

e. Mammalia
Mamalia adalah hewan vertebrata yang memiliki Glandula Mamae
atau kelenjar susu yang tubuhnya tertutu dengan rambut. Mamalia secara
lambat laun berevolusi dari Reptilia (Otyloseuris yaitu Therapsida) yang
merupakan nenek Moyang dari Mamalia pada akhir zaman Trissic dan
permulaan dari Jurassic.Kelompok fauna ini menempatkan ukuran badan yang
sangat besar. Salah satu jenis dari mamalia ini muncul terakhir yang dikenal
dengan Homo Sapiens= Manusia. Mamalia hidup di darat dan ada yng hidup
di air tawar maupun air laut. Jenis mamalia ada yang Karnivora,
Herbivora, Omnivora. Modifikasi bentuk dalam niche yang khusus di dalam
Ekosistem merupakan adaptasi struktur, juga dialami oleh manusia.Modifikasi

11
bentuk dan nice di dalam ekosistem yang merupakan adaptasi struktur,juga
dialami oleh manusia.
Salah satu contohnya Kucing hutan.
 Kucing hutan
Kucing hutan hidup atau habitatnya pada alam liar, yang disebut
dengan kucing hutan. Namun nama latin dari kucing hutan
adalah Prionailurus Bengalensis yang merupankan hewan yang
kehidupanya pada malam hari atau disebut dengan hewan yang mencari
mangsa atau makanan pada malam hari.

Populasi kucing hutan tersebar hampir seluruh indonesia, dari


sulawesi, jawa, kalimantan, dan sumatra. Pada wilayah asia tenggara
kucing hutan dapat di temukan di Laos, Malaysia, Vietnam dan Thailand.
pada bgian asia bagian selatan dapat di temukan kucing hutan di Sri
langka, India dan juga bangladesh. Kucing hutan tinggalnya di hutan
hujan. kucing hutan adalah jenis dari Karnivora (pemakan daging), yang
selama hidupnya di alam liar. kucing hutan memburu dan memangsa ular
dahan burung dan tupai, seperti pada kucing rumahan biasa kucing hutan

12
juga bersifat menandai daerah kekuasaanya atau teritorialnya dengan cara
mensomprotkan air urin (air kencing) pada pohon-pohon yang dijadikan
daerah kekuasaanya supaya kucing atau hewan lain tidak memasukinya.
 Kijang atau menjangan
mempunyai tubuh berukuran sedang, dengan panjang tubuh
termasuk kepala sekitar 89-135 cm. Ekornya sepanjang 12-23 cm
sedangkan tinggi bahu sekitar 40-65 cm, dengan berat mencapai 35 kg.
Rata-rata umur Kijang bisa mencapai 16 tahun. Mantel rambut kijang
(Muntiacus muntjak) pendek, rapat, lembut dan licin. Warna bulunya
bervariasi dari coklat gelap hingga coklat terang. Pada punggung kijang
terdapat garis kehitaman. Daerah perut sampai kerongkongan berwarna
putih. Sedangkan daerah kerongkongan warnanya bervariasi dari putih
sampai coklat muda.

Kijang jantan mempunyai ranggah (tanduk) yang pendek, tidak


melebihi setengah dari panjang kepala dan bercabang dua serta gigi
taring yang keluar. Kijang atau menjangan (Muntiacus muntjak)
merupakan binatang soliter. Kijang jantan menandai wilayahnya

13
dengan menggosokkan kelenjar frontal preorbital yang terdapat di
kepala mereka di tanah dan pepohonan. Selain itu kijang jantan juga
menggoreskan kuku ke tanah atau menggores kulit pohon dengan gigi
sebagai penanda kawasan.

14
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Territori adalah suatu tempat di mana hewan – hewan yang berada dalam
daerah jelajah ingin menguasai tempat dari seluruh atau sebagian daerah
jelajah untuk spesiesnya sendiri. Umumnya mereka berkumpul pada tempat
kekuasannya, misalnya dalam sarang, ataupun liang. Tingkah laku territory ini
berfungsi untuk memisahkan spesiesnya dari spesies yang lain, sehingga
mereka dapat tehindar dari kompetisi dari spesies lain dan dapat berkembang
biak dengan baik.
 Pisces (ikan) Mereka akan menandai wilayah kekuasaan ketika
bertemu pasangan, dan hidup di sana. Ikan ini hidup dengan makan
alga serta makhluk hidup lain yang ukuran tubuhnya lebih kecil.
 Amfibi (Katak) ini memiliki suara yang sangat keras. Ketika musim
hujan tiba suara tersebut berfungsi untuk menarik betina dan sebagai
tanda daerah tempat tinggalnya atau teritorinya.. Katak dengan suara
nyaring dan keraslah yang disukai betina. Katak ini hidup soliter, tidak
berkelompok.
 Reptil (Komodo) komodo jantan bertempur untuk mempertahankan
betina dan teritorinya dengan cara “bergulat” dengan jantan lainnya
sambil berdiri di atas kaki belakangnya. Komodo yang kalah akan
terjatuh dan “terkunci” ke tanah.
 Aves (burung) secara umum, burung-burung tersebut memiliki sifat
teritorial atau penguasaan atas wilayah. Burung yang paling lama
dipelihara akan merasa lingkungan di sekitar sangkar adalah wilayah
teritorialnya. Ia akan melawan siapapun yang ada di dekatnya.
 Mammaalia (kucing hutan) kucing hutan memburu dan memangsa ular
dahan burung dan tupai, seperti pada kucing rumahan biasa kucing
hutan juga bersifat menandai daerah kekuasaanya atau teritorialnya

15
dengan cara mensomprotkan air urin (air kencing) pada pohon-pohon
yang dijadikan daerah kekuasaanya supaya kucing atau hewan lain
tidak memasukinya.
(Kijang) Kijang jantan menandai wilayahnya dengan menggosokkan
kelenjar frontal preorbital yang terdapat di kepala mereka di tanah dan
pepohonan.

B. Saran

Makalah ini masih jauh dari kata sempurna sehingga saran maupun
kritik sangat diperlukan untuk pembuatan makalah selanjutnya.Pembaca juga
disarankan mencari referensi yang lebih lengkap lagi, agar bisa menambah
pengetahuan yang lebih luas lagi.

16