Anda di halaman 1dari 12

PEMERINTAH KOTA MAKASSAR

DINAS KESEHATAN
PUSKESMAS BARRANG LOMPO
Pulau Barrang Lompo RW 01 RT 05, Kota Makassar

KERANGKA ACUAN KERJA


KEGIATAN IMUNISASI

A. Pendahulan
Kesehatan sebagai salah satu unsure kesejahteraan umum perlu
diwujudkan sesuai dengan cita-cita.Keberhaasilan pembangunan kesehatan sangat
di pengaruhi oleh tersediannya sumber daya manusia yang sehat, terampil dan
ahlu serta disusun oleh satu program kesehatan dengan perencanaan terpadu
yang didukung oleh data dan informaasi epidemiologi yang valid.
Pembangunan bidang kesehatan saat ini mempunyai beban ganda yaitu
beban masalah penyakit menular dan penyakit degenerative.Pemberantasan
penyakit menular sangat sulit karena penyebarannya tidak mengenal batas
wilayah. Imunisasi merupakan salah satu tindakan pencegahan penyebaran
penyakit kewilayah lain.
Menurut Undang-Undang Kesehatan No.36 Tahun 2009, imunisasi
merupakan salah satu upaya untuk mencegah terjadinya penyakit menular,
khususnya untuk menurunkan angka kematian pada anak.
B. Latar belakang
Program imunisasi merupakan upaya kesehatan masyarakat yang terbukti
paling efektif, imunisasi diperluas menjadi program pengembangan imunisasi
dalam rangka pencegahan penularan terhadap beberapa penyakit yang dapat
dicegah dengan imunisasi (PD3I) yaitu Tubercolosis, Difteri Potusis, Tetanus,
Campak, Polio, Hepatitis B, serta Penemonia. Sehubungan dengan hal tersebut
maka bayi, balitaakan terlayani dengan baik.
C. Tujuan
1. Tujuan Umum :
Menurunkan angka kesakitan, kematian serta kecacatan akibat penyakit yang
dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I).
2. Tujuan Khusus :
a. Agar semua bayi dan balita mendapatkan imunisasi dasar lengkap.
b. Tercapainya target UCI (Universal Child imunisation). Cakupan imunisasi
lengkap minimal 80%. (BCG 1X, DPT-HB-Hib 3X, Polio 4X, Campak 1X).
Secara merata pada bayi di seluruh kelurahan.
c. Tercapainya eliminasi campak pada tahun 2015.
d. Terselenggaranya pemberian imunisasi yang aman serta pengelolaan
medis.
PEMERINTAH KOTA MAKASSAR
DINAS KESEHATAN
PUSKESMAS BARRANG LOMPO
Pulau Barrang Lompo RW 01 RT 05, Kota Makassar

D. Kegiatan
Kegiatan dari program ini terdiri dari :
- Pengampraan vaksin
- Pelaksanaan di puskesmas dan di posyandu
- Swiping
- Pencatatan dan pelaporan
E. Cara Melaksanakan
- Mengetahui sisa vaksin yang ada sekarang
- Mengikuti sesuai jadwal
- Mencari bayi balita yang belum lengkap imunisasinya di setiap posyandu
- Bayi yang diimunisasi di catat di buku kuning dan rekapan bulanan serta
membuat PWS
F. Sasaran
- Bayi, balita, ibu hamil dan anak sekolah dasar
G. Jadwal Pelaksanaan
- Mengikuti jadwal posyandu
H. Evaluasi
- Petugas programmampu mengidentifikasi permasalahan yang ada di posyandu
I. Pencatatan dan Pelaporan
- Dilaksanakan sesuai dengan format buku yang sesuai dengan pedoman
penyelenggara program.
PEMERINTAH KOTA MAKASSAR
DINAS KESEHATAN
PUSKESMAS BARRANG LOMPO
Pulau Barrang Lompo RW 01 RT 05, Kota Makassar

PROSEDUR IMUNISASI BCG


NOMOR KODE : DITETAPKAN OLEH
STANDAR TERBITAN : KEPALA PUSKESMAS
PROSEDUR NOMOR REVISI :
OPERASIO
NAL TANGGAL
MULAI BERLAKU :
HALAMAN : Drg.Clara Jansz
NIP. 196007161989022005
Pengertian 1. Tuberkolisis adalah penyakit yang disebabkan oleh
microbakterium tuberculosa (batuk berdahak)
2. Vaksin yang sudah dilarutkan harus digunakan
sebelum lewat 3 jam
Tujuan 1. Sebagai acuan dalam pemberian imunisasi Bacillus
Calmette Guerin (BCG) agar anak mempunyai daya
tahan penyakit Tuberkolosis (TBC)
2. Semua pasien yang akan di imunisasi BCG di unit
pelayanan KIS pada awal berumur 0 - 11 bulan
Bagian / Instansi / 1. Loket Pendaftaran
Departemen yang terkait 2. Poli Umum
3. Bagian Kebidana / KIA
4. Apotik PKM
Kebutuhan Dokter, Bidan, Perawat
Administrasi 1. Registrasi, Imunisasi Bayi
2. Kartu Imunisasi
Prosedur 1. Alat
1.1 Tidak Ada
2. Bahan
2.1 Vaksin BCG / Pelarut
2.2 Jarum dan Spoit disposibel 1 ml
2.3 Disposibel 5 cc untuk melarutkan
2.4 Kapas Basah
2.5 Kartu Imunisasi
3. Instruksi Kerja
3.1 Petugas mencuci tangan
3.2 Pastikan vaksin dan spoit yang akan digunakan
3.3 Larutkan vaksin dengan cairan pelarut BCG 1
Ampul (4cc)
3.4 Pastiakan anak belum di BCG dengan
menanyakan pada orang tua anak tersebut
3.5 Ambil 0,05 cc vaksin BCG yang telah kita larutkan
tadi
3.6 Bersihkan lengan kanan dengan kapas yang telah
di basahi air hangat, jangan menggunakan alkohol
/ desin fektan sebab akan merusak vaksin
tersebut
3.7 Suntikkan vaksin tersebut sepertiga bagian lengan
kanan atas secara Intrakutan (IC) dibawah kulit
3.8 Rapikan alat-alat
3.9 Petugas mencuci tangan
3.10 Mencatat dalam buku
PEMERINTAH KOTA MAKASSAR
DINAS KESEHATAN
PUSKESMAS BARRANG LOMPO
Pulau Barrang Lompo RW 01 RT 05, Kota Makassar

PROSEDUR IMUNISASI POLIO


NOMOR KODE : DITETAPKAN OLEH
STANDAR TERBITAN : KEPALA PUSKESMAS
PROSEDUR NOMOR REVISI :
OPERASIO
NAL TANGGAL
MULAI BERLAKU :
HALAMAN : Drg.Clara Jansz
NIP. 196007161989022005
Pengertian 1. Imunisasi Polio diberikan pada bayi mulai umur 1-
11bulan
2. Imunisasi Polio di berikan 4X dengan selang waktu 4
minggu
Tujuan Sebagai acuan dalam pemberian imunisasi polio agar anak
mempunyai daya tahan terhadap penyakit polio
Bagian / Instansi / 1. Loket Pendaftaran
Departemen yang terkait 2. Poli Umum
3. Bagian Kebidana / KIA
4. Apotik PKM
Kebutuhan Dokter, Bidan, Perawat
Administrasi 1. Registrasi, Imunisasi Bayi
2. Kartu Imunisasi
Prosedur 1. Alat dan Bahan
1.1 Alat
1.1.1 Pinset / gunting Kecil
1.2 Bahan
1.2.1 Vaksin polio
1.2.2 Pipet polio
2. Instruksi Kerja
2.1 Petugas mencuci tangan
2.2 Pastikan vaksin polio dalam keadaan baik
(perhatikan nomor kadaluarsa dan VVM / Vaksin
Vial monitor)
2.3 Buka tutup vaksin dengan menggunakan pinset /
gunting kecil
2.4 Pasang pipet diatas botol vaksin
2.5 Letakkan anak pada posisi yang senyaman
mungkin
2.6 Buka mulut anak dan teteskan vaksin sebanyak 2X
2.7 Pastikan vaksin yang telah diberikan ditelan oleh
anak yang di imunisasi
2.8 Saat meneteskan vaksin ke mulut anak, pastikan
bahwa vaksin tetap dalam kondisi steril
2.9 Rapikan alat
2.10 Petugas mencuci tangan
PEMERINTAH KOTA MAKASSAR
DINAS KESEHATAN
PUSKESMAS BARRANG LOMPO
Pulau Barrang Lompo RW 01 RT 05, Kota Makassar

PROSEDUR IMUNISASI DPT-HB-Hib


NOMOR KODE : DITETAPKAN OLEH
STANDAR TERBITAN : KEPALA PUSKESMAS
PROSEDUR NOMOR REVISI :
OPERASION
AL TANGGAL
MULAI BERLAKU :
HALAMAN : Drg.Clara Jansz
NIP. 196007161989022005
Pengertian 1. Imunisasi DPT-Hb-Hib diberikan pada bayi mulai umur
2-11 bulan
2. Imunisasi DPT-HB-Hib diberikan sampai 3X dengan
selang waktu 4 minggu
Tujuan Sebagai acuan dalam pemberian imunisasi DPT-HB-Hib
agar anak mempunyai daya tahan terhadap penyakit Difteri,
Portusis, Tetanus, Hepatitis dan Influenza tipe b
Bagian / Instansi / 1. Loket Pendaftaran
Departemen yang terkait 2. Poli Umum
3. Bagian Kebidana / KIA
4. Apotik PKM
Kebutuhan Dokter, Bidan, Perawat
Administrasi 1. Registrasi, Imunisasi Bayi
2. Kartu Imunisasi
Prosedur 1. Alat
1.1 Tidak Ada
2. Bahan
2.1 Vaksin BCG / Pelarut
2.2 Jarum dan Spoit disposibel 1 ml
2.3 Disposibel 5 cc untuk melarutkan
2.4 Kapas Basah
2.5 Kartu Imunisasi
3. Instruksi Kerja
3.1 Petugas mencuci tangan
3.2 Pastikan vaksin dan spoit yang akan digunakan
3.3 Jelaskan kepada ibu bayi tersebut, umur bayi (2-11
bulan) jumlah suntikan 3X dengan selang waktu 4
minggu untuk imunisasi DPT-HB-Hib ini
3.4 Ambil 0,5 cc Vaksin DPT-Hb-Hib
3.5 Bersihkan 1/3 paha bagian luar dengan kapas
yang telah di basahi air hangat
3.6 Suntikkan secara intra muscular (IM)
3.7 Jelaskan kepada ibu bayi tersebut, tentang panas
akibat DPT-HB-Hib, berikan obat penurun panas
kepada ibu bayi tersebut bila anak panas tinggi
(lebih dari 39ᵒC )
3.8 Rapikan Alat-alat
3.9 Petugas mencuci tangan
3.10 Mencatat dalam buku
4. indikator Kinerja
4.1 Mendapatkan hasil yang tepat dan benar
5. Catatan Mutu
5.1 Buku Registrasi Bayi
PEMERINTAH KOTA MAKASSAR
DINAS KESEHATAN
PUSKESMAS BARRANG LOMPO
Pulau Barrang Lompo RW 01 RT 05, Kota Makassar

5.2 Kartu KMS


PEMERINTAH KOTA MAKASSAR
DINAS KESEHATAN
PUSKESMAS BARRANG LOMPO
Pulau Barrang Lompo RW 01 RT 05, Kota Makassar

PROSEDUR IMUNISASI CAMPAK


NOMOR KODE : DITETAPKAN OLEH
STANDAR TERBITAN : KEPALA PUSKESMAS
PROSEDUR NOMOR REVISI :
OPERASIO
NAL TANGGAL
MULAI BERLAKU :
HALAMAN : Drg.Clara Jansz
NIP. 196007161989022005
Pengertian Campak adalah penyakit yang disebabkan oleh virus
myxovirus viridaemeasles disebarkan melalui udara
(percikan ludah) sewaktu bersin atau batuk penderita
Tujuan 1. Sebagai acuan dalam pemberian imunisasi Campak
agar anak mempunyai daya tahan terhadap penyakit
Campak
2. Unit pelayanan KIA pada anak berumur 9 bulan
Referensi Dinkes provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2013
Bagian / Instansi / 1. Loket Pendaftaran
Departemen yang terkait 2. Poli Umum
3. Ruang Imunisasi
Kebutuhan Dokter, Bidan, Perawat
Administrasi 1. Registrasi, Imunisasi Bayi
2. Kartu Imunisasi
Prosedur 1. Alat
1.1 Pinset / gunting Kecil
1.2 Disposible Spoit
2. Bahan
2.1 Vaksin Campak
2.2 Pelarut
2.3 Kapas
2.4 Air hangat
3. Instruksi Kerja
3.1 Petugas mencuci tangan
3.2 Pastikan vaksin Campak dalam keadaan baik
(Nomor bacteri/exp / VVM)
3.3 Buka tutup vaksin dengan menggunakan pinset
3.4 Larutkan dengan cairan pelarut campak yang
sudah ada (5cc)
3.5 Pastikan umur anak tepat untuk di imunisasi
campak (9bulan)
3.6 Ambil 0,5 cc vaksin campak yang telah dilarutkan
tadi
3.7 Bersihkan lengan kiri bagian atas anka dengan
kapas yang telah dibasahi air hangat
3.8 Suntikkan secara sub kutan
3.9 Rapikan alat
3.10 Petugas mencuci tangan
PEMERINTAH KOTA MAKASSAR
DINAS KESEHATAN
PUSKESMAS BARRANG LOMPO
Pulau Barrang Lompo RW 01 RT 05, Kota Makassar

PROSEDUR IMUNISASI TETANUS TOXOID


NOMOR KODE : DITETAPKAN OLEH
STANDAR TERBITAN : KEPALA PUSKESMAS
PROSEDUR NOMOR REVISI :
OPERASION
AL TANGGAL
MULAI BERLAKU :
HALAMAN : Drg.Clara Jansz
NIP. 196007161989022005
Pengertian 1. Imunisasi Tetanus Toxoid terbukti sebagai satu upaya
pencegahan penyakit tetanus
2. Diberikan pada usia kehamilan trisemester pertama
dengan interval waktu 4 minggu
3. Disuntikkan pada lengan kiri atas secara
intramuscular/ sub cutan sebanyak 0,5 ml
4. Sebelumnya lengan dibersihkan dengan kapas yang
dibasahi air hangat
5. Kontra indikasi : gejala-gejala berat karena dosis
pertama TT
Tujuan 1. Sebagai acuan untuk melaksanakan suntikan TT
untuk pemberian kekebalan tetanus
2. Petunjuk kerja ini mencakup unit pelayanan diruang
tindakan, unit pelayanan KIA yang diberikan pada ibu
hamil dan calon pengantin
Bagian / Instansi / 1. Loket Pendaftaran
Departemen yang terkait 2. Poli Umum
3. Bagian Kebidana / KIA
4. Apotik PKM
Kebutuhan Dokter, Bidan, Perawat
Administrasi 1. Kartu status ibu hamil
2. Buku registrasi kohort ibu hamil
3. Buku registrasi ibu hamil
4. Buku catatan risiko tinggi
5. Formulir persetujuan tindakan medis
Prosedur 1. Alat
1.1 Tidak Ada
2. Bahan
2.1 Kapas
2.2 Serum tetanus toxoid
2.3 Jarum suntik disposable 0,5 ml
2.4 Air hangat
3. Instruksi Kerja
3.1 Lakukan identifikasi dan anamnesa dengan
menanyakan kepada pasien :
3.1.1 Nama, umur dan alamat
3.1.2 Apakah ada alergi terhadap obat-obatan
3.2 Pastikan kondisi pasien dalam keadaan sehat
3.3 Isi formulir persetujuan tindakan medik dan
pasien tanda tangan untuk persetujuan
3.4 Siapkan bahan dan alat suntik
3.5 Ambil vaksin dengan jarum dan semprot
disposable sebanyak 0,5 ml
PEMERINTAH KOTA MAKASSAR
DINAS KESEHATAN
PUSKESMAS BARRANG LOMPO
Pulau Barrang Lompo RW 01 RT 05, Kota Makassar

3.6 Persilahkan pasien duduk


3.7 Oleskan kapas steril pada lengan kiri bagian atas
3.8 Suntik pada lengan kiri bagian atas secara tutra
mascular
3.9 Tekan bekas suntikan dengan kapas steril
3.10 Buang jarum bekas suntikan kedalam kotak
(safety box)
3.11 Bersihkan, pasien menunggu 15 menit diluar
danjika tidak terjadi efek sampingpasien boleh
pulang
3.12 Catat pada buku status
4. Indikator Kinerja
4.1 Tidak terjadi tetanus toxoid pada saat melahirkan
PEMERINTAH KOTA MAKASSAR
DINAS KESEHATAN
PUSKESMAS BARRANG LOMPO
Pulau Barrang Lompo RW 01 RT 05, Kota Makassar

PROSEDUR IMUNISASI DPT-HB-Hib


NOMOR KODE : DITETAPKAN OLEH
STANDAR TERBITAN : KEPALA PUSKESMAS
PROSEDUR NOMOR REVISI :
OPERASIO
NAL TANGGAL
MULAI BERLAKU :
HALAMAN : Drg.Clara Jansz
NIP. 196007161989022005
Pengertian 1. Difteri adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri
Corynebacterim diphtheria, penyebarannya adalah
melalui kontak fisik dari pernafasan
2. Portusis disebut juga batuk rejan atau batuk 100 hari,
penyakit pada saluran pernafasan yang disebabkan
oleh bakteri Bordetelia Portusis
3. Tetanus adalah penyakit yang disebabkan oleh
Clostridinumtetari yang menghasilkan Neorotoksin
4. Hepatitis B adalah penyakit yang disebabkan oleh Virus
hepatitis B yang merusak hati (penyakit kuning)
5. Hib adalah (Hemofilus Influenza tipe b) salah satu
bakteri yang dapat menyebabkan infeksi dibeberapa
organ seperti meningitis, epiglottitis pneumonia, artritis
dan selulitis
Tujuan Sebagai acuan dalam pemberian imunisasi DPT-HB-Hib
(Fentavalen) agar anak mempunyai daya tahan terhadap
penyakit tersebut (fentavalen)
Referensi Dinkes Provinsi Tahun 2013
Bagian / Instansi / 1. Loket Pendaftaran
Departemen yang terkait 2. Poli Umum
3. Ruang Imunisasi
Kebutuhan Dokter, Bidan, Perawat
Administrasi 1. Registrasi, Imunisasi Bayi
2. Kartu Imunisasi
Prosedur 1. Alat
1.1 Disposible spoit
2. Bahan
2.1 Vaksin
2.2 Kapas
2.3 Air Hangat
3. Instruksi Kerja
3.1 Petugas mencuci tangan
3.2 Suntikan diberikan pada paha anterolateral DPT-
HB-Hib secara intravaskuler dengan dosis 0,5 cc
3.3 Pegang lokasi suntikan dengan ibu jari dan jari
telunjuk
3.4 Suntikkan vaksin dengan posisi jarum suntik 90⁰
terhadap permukaan kulit
3.5 Tekan seluruh jarum langsung ke bawah melalui
kulit sehingga masuk kedalam otot
3.6 Suntikkan pelan-pelan untuk mengurangi rasa
sakit
3.7 Rapikan alat
3.8 Cuci tangan petugas
PEMERINTAH KOTA MAKASSAR
DINAS KESEHATAN
PUSKESMAS BARRANG LOMPO
Pulau Barrang Lompo RW 01 RT 05, Kota Makassar
PEMERINTAH KOTA MAKASSAR
DINAS KESEHATAN
PUSKESMAS BARRANG LOMPO
Pulau Barrang Lompo RW 01 RT 05, Kota Makassar

PROSEDUR IMUNISASI POLIO


NOMOR KODE : DITETAPKAN OLEH
STANDAR TERBITAN : KEPALA PUSKESMAS
PROSEDUR NOMOR REVISI :
OPERASIO
NAL TANGGAL
MULAI BERLAKU :
HALAMAN : Drg.Clara Jansz
NIP. 196007161989022005
Pengertian 1. Poliomilitus adalah penyakit pada susunan saraf pusat
yang disebabkan oleh satu dari tiga virus yang
berhubungan yaitu virus polio 1,2 atau 3, secara klinis.
Penyakit polio adalah anak diumur 15 tahun yang
menderita lumpuh layu akut (Acute flacud
Parallysis=AFP)
3. Imunisasi Polio di berikan sampai 4X dengan selang
waktu 4 minggu
Tujuan Sebagai acuan dalam pemberian imunisasi polio agar anak
mempunyai daya tahan terhadap penyakit polio
Referensi Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2013
Bagian / Instansi / 1. Loket Pendaftaran
Departemen yang terkait 2. Poli Umum
3. Ruang Imunisasi
Kebutuhan Dokter, Bidan, Perawat
Administrasi 1. Registrasi, Imunisasi Bayi
2. Kartu Imunisasi
Prosedur 1. Alat dan Bahan
1.1 Alat
1.1.1 Pinset / gunting Kecil
1.2 Bahan
1.2.1 Vaksin polio
1.2.2 Pipet polio
2. Instruksi Kerja
2.1 Petugas mencuci tangan
2.2 Pastikan vaksin polio dalam keadaan baik
(perhatikan nomor kadaluarsa dan VVM / Vaksin
Vial monitor)
2.3 Buka tutup vaksin dengan menggunakan pinset /
gunting kecil
2.4 Pasang pipet plastic (dropet) pada botol
2.5 Buka tutup botol pipet sebelum diteteskan pada
sasaran
2.6 Pipet plastik jangan menempel pada bibir / lidah
2.7 Buka mulut bayi dan teteskan vaksin polio
sebanyak 2 tetes
2.8 Bila dimuntahkan atau dikeluarkan, beri dua tetes
lagi
2.9 Rapikan alat
2.10 Petugas mencuci tangan