Anda di halaman 1dari 34

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang


Sungguh luar biasa kuasa Tuhan YME, yang telah menciptakan makhluk hidup
beserta organ tubuh yang dapat dimanfaatkan oleh makhluk tersebut sejak dia lahir
sampai meninggal, sebut saja manusia dengan memiliki mata dan telinga yang
merupakan organ penglihatan dan pendengaran. Mata sebagai organ penglihatan dapat
mendeteksi cahaya, yang dilakukan mata secara sederhana tidak lain hanyalah
mengetahui apakah lingkungan sekitarnya gelap ataukah terang, mata yang lebih
kompleks digunakan untuk pengelihatan visual. Sedangkan telinga sebagai organ
pendengaran merupakan organ untuk pendengaran dan keseimbangan, yang terdiri dari
telinga luar, telinga tengah dan telinga dalam. Telinga luar menangkap gelombang suara
yang diubah menjadi energi mekanis oleh telinga tengah. Telinga tengah merubah
energi mekanis menjadi gelombang saraf, yang kemudian dihantarkan ke otak. Telinga
dalam juga membantu menjaga keseimbangan tubuh.
Dewasa ini banyak sekali gangguan-gangguan yang dapat merusak mata dan
telinga pada janin sampai anak-anak. Kerusakan yang terjadi bisa beragam mulai dari
kerusakan yang masih dapat di obati sampai resiko yang terparah dan bisa menimbulkan
kecacatan ketika dewasa. Oleh karena itu, makalah ini berusaha memaparkan bagian-
bagian anatomi dan fisiologi dari mata dan telinga pada janin sampai anak-anak, juga
bagaimana mekanisme perkembangan penglihatan dan pendengaran pada janin sampai
anak-anak karena sebagai perawat kita nantinya akan dihadapkan pada masalah anak.

1.2 Rumusan masalah


a. Bagaimanakah anotomi fisiologi pendengaran pada janin?
b. Bagaimanakah anatomi fisiologi pendengaran pada bayi?
c. Bagaimanakah anatomi fisiologi pendengaran pada anak – anak ?
d. Bagaimanakah anatomi fisiologi penglihatan pada janin?
e. Bagaimanakah anatomi fisiologi penglihatan pada bayi?
f. Bagaimanakah anatomi penglihatan pada anak – anak?

1
1.3 Tujuan penulisan
a. Untuk mengetahui anatomi fisiologi pendengaran pada janin
b. Untuk mengetahui anatomi fisiologi pendengaran pada bayi
c. Untuk mengetahui anatomi fisiologi pendengaran pada anak – anak
d. Untuk mengetahui anatomi fisiologi penglihatan pada janin
e. Untuk mengetahui anatomi fisiologi penglihatan pada bayi
f. Untuk mengetahui anatomi penglihatan pada anak – anak

2
BAB II
ANATOMI FISIOLOGI PERSEPSI SENSORI PADA JANIN, BAYI & ANAK –
ANAK
I. Anatomi Fisiologi Pendengaran
A. Janin
a. Pada usia kehamilan seminggu
Di usia kehamilan seminggu yaitu setelah 8 hari setelah proses pembuahan
terjadi, blastocyst (kini memiliki 200 sel) merembeskan lendir untuk
memberitahu kehadirannya di dalam rahim.
b. Usia kehamilan 2 Minggu
Memasuki minggu ke-2, blastocyst menggelembung dan sel-sel mulai
berkembang dan terbagi kira-kira 2 kali sehari sampai pada hari yang ke 12
jumlahnya telah bertambah dan membantu blastocyst terpaut kokoh pada
endometrium.
c. Minggu ke 3
Kemudian masuk minggu ke-3 setelah proses pembuahan terjadi, ukuran
embrio terbentuk dan ukurannya hanyalah sepanjang 0.08 inci / 2 mm. Gen
janin mulai ingin membentuk dalam 3 lapisan benih (sel) dari organ yang
akan bergabung.
d. Minggu ke 4
Pada minggu ke-4 berikutnya, janin sudah mulai membentuk struktur dasar
manusia dimana sel-sel mulai bergabung dan pada masa itu embrio sudah
mulai memanjang sekitar 1 / 4 inci / 6 mm. Pada waktu ini sudah terlihat
pembentukan otak dan tulang belakang serta anggota lain seperti jantung
yang memompa darah ke paru-paru dan aorta (urat besar yang membawa
darah dari jantung).
e. Minggu ke 5
Embrio akan terus membesar sehingga pada minggu ke-5 ditemukan ada 3
lapisan yaitu ectoderm, mesoderm dan endoderm. Ectoderm adalah lapisan
yang paling atas. Ini akan membentuk sistem saraf pada janin tersebut yang
seterusnya membentuk otak, tulang belakang, kulit serta rambut. Sedangkan

3
lapisan mesoderm pula yang berada pada lapisan tengah akan membentuk
organ penting yang dasar yaitu jantung, ginjal, tulang dan organ reproduktif.
Selain itu, kita harus tahu bahwa dalam pembentukkan janin ini, sistem
peredaran darah adalah yang pertama terbentuk dan berfungsi. Terakhir
adalah lapisan endoderm yaitu lapisan paling dalam yang akan membentuk
organ dalam seperti usus, hati, pankreas dan kandung kemih.

f. Minggu ke 6
Kalau kita gambarkan ukuran janin 6 mm itu hanyalah sebesar biji semangka
saja. Pada minggu ke-6, jika pemeriksaan secara ultrasound dilakukan, kita
akan dapat melihat janin sudah mulai terjadi perkembangan telinga tengah.
g. Minggu ke 7
Setelah usia janin minggu ke-7, bentuk bayi semakin jelas terbentuk. Kepala
bayi seolah tertunduk dan berada dalam cairan ~ air ketuban atau amnotic
sac yang akan memberikan kebutuhan pertumbuhan bayi saat dalam konten.
h. Minggu ke 8
Untuk pengetahuan, pada kandungan minggu ke-8, rupa bayi sudah mulai
terbentuk antaranya pembentukan lubang hidung, bibir, mulut serta lidah.
Matanya juga sudah kelihatan berada di bawah membran kulit yang tipis.
Saat ini juga anggota tangan serta kaki juga terbentuk walaupun tidak berapa
jelas lagi.
i. Minggu ke 9
Ukuran bayi pada usia minggu ke-9 hanyalah sebesar sebiji anggur yaitu
dalam ukuran seinci.Pembentukan telinga sudah terlihat pada waktu ini
karena telinga sudah dapat merespon dengan baik suara yang
dibunyikan. Dan yang paling mengembirakan bagi bakal ibu adalah pada
saat inilah bayi kita sudah mulai mengerakkan anggota badannya. (Sudah
dapat menggerakkan radius tangan sedangkan radius kakinya masih
bergabung).

4
j. Minggu ke 10
Pada usianya masuk minggu ke-10, bayi kita sudah kelihatan seperti manusia
yang lengkap. Pada minggu ini, payudara ibu akan sedikit membengkak
karena ada cairan oestrogen dan progesteron sebagai persiapan untuk
menyusui kelak. Pada usia kehamilan minggu pertama – minggu ke 10, ibu
yang hamil sangat membutuhkan zat besi. Dengan zat besi tersebut dapat
membantu ibu hamil untuk menghilangkan rasa mual, muntah-muntah serta
alergi. Dengan zat besi yang mudah hadam juga dapat membantu
pertumbuhan janin. Antara sindromyang dapat dicegah atau dikurangi
dengan konsumsi zat besi ini adalah dapat mencegah demam, batuk, pilek,
dingin-dingin, sakit kepala, sakit gigi dan lain-lain lagi. Paling penting ia
juga turut membantu melancarkan aliran darah dan mencegah dari masalah
urat bersimpul di betis dan kaki serta menghilangkan letih dan lesu.
k. Minggu ke 11
Pada usia kehamilan masuk minggu ke-11, bayi dalam kandungan akan
mulai suatu proses pertumbuhan yang pesat dan mulai mengangkat kepala ke
atas jauh dari dadanya. Alat kelamin luar juga mulai terbentuk tetapi masih
kecil sehingga sulit untuk melihat kelaminnya apakah pria atau perempuan
dengan cara pemindaian.
l. Minggu ke 12
Jadi menjelang minggu ke-12 yaitu usia kehamilan 3 bulan, kebanyakan
wanita akan mulai terlihat tanda-tanda fisik pada kehamilannya. Sekarang
bayi akan membesar dengan cepat. Ukuran bayi dalam kandungan akan
bertambah beberapa milimeter setiap hari. Wajahnya juga semakin jelas.Jari
jemari kaki dan tangan mulai terbentuk termasuk telinga dan kelopak
mata. Berat bayi pada masa ini adalah sekitar satu ons (28g) dan panjangnya
dalam 8 cm.Risiko keguguran berkurang pada minggu ke-12 karena bayi
semakin kuat posisinya. Saat ini bayi dah bisa menguap, menggeliat,
memutar badan tetapi karena ukurannya yang masih kecil kita tidak akan
dapat merasakan apapun pergerakan.

5
m. Minggu ke 13
Minggu ke-13, kepala bayi membesar dengan lebih cepat dari yang lain-lain.
Badannya juga semakin membesar untuk mengejar pertumbuhan kepala.
Berat bayi kita kini bisa mencapai sekitar 30g. Kuku kaki dan tangan juga
mulai tumbuh. Saat ini puan mungkin akan mengalami perubahan signifikan
akibat perubahan hormon yang terjadi dalam tubuh. Misalnya rembesan
minyak menyebabkan wajah kita berbintik-bintik. Kita harus banyak minum
air hangat / masak serta membersihkan muka paling tidak 2-3 kali sehari.
n. Minggu ke 14
Memasuki minggu ke-14 detak jantung bayi akan semakin kuat dan kita
sudah bisa mendengarnya dalam tes pemindaian. Lajunya adalah 2 kali lipat
kecepatan jantung kita. Saat ini bayi terlihat kurus karena belum ada lapisan
lemak. Kulitnya juga sangat nipis sehingga kita dapat melihat saluran
darahnya. Pada tahap ini juga biasanya ibu hamil akan mengalami masalah
sembelit karena pergerakan usus cenderung diperlahankan saat hamil. Jadi
jangan memakai pakaian yang ketat atau sendat agar lebih nyaman.
o. Minggu ke 15
Minggu berikutnya yaitu minggu ke-15, bayi kita sudah mampu
menggenggam tangannya dan menghisap ibu jari. Kelopak matanya masih
tertutup dan akan terus kekal tersebut sehingga minggu ke-26. Meskipun
begitu bayi dapat mengetahui perubahan cahaya ketika ini. Bayi kita juga
sudah bisa menelan. Puan akan merasa perubahan signifikan karena garis
pinggang kita akan mengembang dan jantung mulai berdegup 20% lebih
cepat karena volume darah mengalir dalam badan telah meningkat. Jadi
banyakkan senaman ringkas atau puan juga dapat melakukan aktivitas
berenang untuk meringankan gejala kehamilan dan menyediakan stamina
manjadi lebih kuat ketika proses kelahiran kelak.
p. Minggu ke 16
Minggu ke-16. Kehamilan kini sudah 4 bulan. Saat ini badan kita perlu
senantiasa sehat dan bertenaga. Bayi kita telah terbentuk sepenuhnya dan
perlu diberikan nutrisi yang secukupnya oleh posisi lebih tegak sekarang,

6
matanya sudah berpindah lebih dekat ke bagian depan wajah, dan telinga
janin sudah hampir mencapai posisi akhir sehingga pendengaran janin sudah
mulai berfungsi. Kini bayi dalam kandungan telah memiliki tulang yang kuat
dan dia juga sudah dapat mendengar bunyi-bunyian untuk pertama kali.
Panjang janin dari kepala sampai bokong saat ini adalah 10,6 – 12 cm dan
berat badan janin berkisar antara 80- 110 gram.
q. Minggu ke 18
Panjang janin dari kepala sampai bokong saat ini adalah 12,5 – 14 cm dan
berat badan janin berkisar 120 – 150 gram. Karena organ janin hampir
semuanya sempurna, maka janin akan lebih mengkonsentrasikan untuk
peningkatan berat badannya. Janin Ibu sedang sibuk menggerakkan dan
menekuk lengannya, berguling, dan menendang, suatu gerakan yang akan
sering Ibu rasakan di minggu-minggu ke depan. Saat ini bahkan janin Ibu
sudah bisa menguap, suatu gambaran yang terkadang bisa Ibu lihat di
pemeriksaan USG. Pertumbuhan tulang di telinga tengah dan saraf
pendengaran menjadikan janin dapat mendengar suara, seperti suara detak
jantung dan aliran darah Ibu melalui tali pusat. Janin bahkan mengangkat
tangannya atau bergulung mencoba bersembunyi apabila terpajan dengan
suara yang keras.
r. Minggu ke 19
Panjang janin dari kepala sampai bokong saat ini adalah 13 – 15 cm dan
berat badan janin berkisar 200 gram. Perkembangan sensorik dari janin
semakin bertambah. Otak janin akan mengembangkan area untuk
penciuman, indera rasa, pendengaran, penglihatan, dan sensasi raba.
Beberapa penelitian menyebutkan bahwa janin sudah dapat mendengar suara
sekarang, jadi berbicaralah baik Ibu maupun Bapak untuk semakin
menguatkan ikatan batin dengan janin. Janin Ibu akan lebih banyak tidur,
sekitar 20 jam sehari. Janin justru baru bangun ketika Ibu berusaha untuk
tidur. Lapisan menyerupai lilin yang menyelubungi tubuh janin disebut
vernix kaseosa mulai terbentuk di seluruh kulit janin. Lapisan ini berwarna

7
putih dan berminyak. Verniks berfungsi melindungi kulit janin dari cairan
amnion. Tanpa verniks, kulit bayi akan terlihat keriput saat lahir
s. Minggu ke 23
Panjang janin dari kepala sampai tumit saat ini sekitar 28 cm dengan berat
sekitar 455 gram. Janin Ibu semakin gemuk dan beratnya akan terus
bertambah lagi. Dengan panca inderanya yang semakin terbentuk sempurna,
janin Ibu dapat merasakan gerakan dan suara dari luar. Mulailah
membacakan buku dan berbicara dengan janin Ibu, perdengarkanlah musik
dan berikanlah perkenalan pada dunia.
t. Minggu ke 24
Gelombang otak janin sudah mengaktivasi sistim auditori dan visual
sehingga mata janin dapat berespon terhadap datangnya cahaya dan telinga
kecilnya dapat berespon terhadap suara dari luar. Telinga bagian dalam yang
sudah terbentuk sempurna membantu mengontol keseimbangan dari janin
sehingga janin dapat menentukan posisinya (atas, bawah) ketika berenang
dan membuat gerakan didalam cairan ketuban.

B. Bayi
a. Bayi baru lahir
Ketika saat terlahir ke dunia bayi sudah menyadari akan bunyi – bunyi
disekitarnya, bahkan bayi akan merasa kaget ketika mendengarbunyi
keras yang tiba – tiba.
b. Bayi usia 2 bulan
Pada perkembangan bayi 2 bulan, bayi sudah dapat mengidentifikasi
bunyi – bunyi yang sering mereka dengarkan dan karena itulah, bayi
mulai menjadi pemerhati yang bagus khususnya mengenai suara.
Diantara sekian banyaknya orang, ibu adalah yang paling dekat dengan
bayi meski ada ayah mereka karena ibu adalah orang yang paling
mengerti mereka dengan menghabiskan waktu bersama – sama sekian
lamanya. Tidak semua bayi dapat dengan mudah akrab dengan orang lain
dan hal ini dibuktikan dengan kondisi mereka sewaktu dipelukan atau

8
dibuaian orang lain, kecuali dengan ibunya dan alhasil, bayi pun akan
menangis jika dipeluk oleh orang lain, karena sensasi yang bayi dapatkan
berbeda dari apa yang diberikan ibu mereka. Bayi mengalami
pertumbuhan dari waktu kewaktu dan sewaktu usia mereka mencapai
perkembangan bayi 2 bulan, perkembangan sudah mulai tampak seperti
pergerakan kepala lebih bervariatif, pergerakan tubuh lebih kuat dan
dapat bertahan lama. Meski bayi sudah mampu untuk menggerakan
tubuh mereka, sang ibu juga masih perlu untuk memberikan
perlindungan dengan memberikan topangan pada tubuh bayi.
Selain pergerakan tersebut, bayi juga mampu melakukan variasi gerakan
yang lainnya seperti senang mempermainkan tubuh mereka yang
mencangkup mulut dan jari. Pada perkembangan bayi 2 bulan, para bayi
cenderung ingin memegang apapun yang dapat mereka gapai dan disini
peran orang tua sangat dibutuhkan yakni memisahkan benda yang boleh
dan tidak untuk dipegang bayi mengingat bayi sering memasukkan benda
yang mereka pegang ke mulut mereka.plasenta. Bayi kita mulai
menerima nutrisi dari plasenta sejak minggu ke-14.
c. Bayi usia 3 bulan
Pada bulan ketiga, bayi sudah mulai aktif dan belajar banyak hal seperti
mengenali dan membedakan wajah ibu dan bapaknya. Perkembangan
bayi 3 bulan sungguh pesat dan ia sudah mulai mengamati benda-benda
disekelilingnya dan mulai ingin menyentuh benda tersebut. Sang bayi
juga mulai lebih sadar dalam gerakanya dan gerak reflek bayi kemudian
kebiasaan tangan menggenggam sudah mulai hilang. Bayi sudah mulai
bisa menggerakan tangan untuk menyentuh benda-benda dan
perkembangan jarinya juga sudah pesat. Pada usia 3 bulan bayi sudah
bisa memandang dan melambaikan tangan walau sedikit tidak terarah.
Pada fase perkembangan bayi 3 bulan, sang bayi perlu diawasi lebih
ketat karena dia mulai memasukkan benda-benda yang diraihnya
kedalam mulut. Pada usianya yang 3 bulan bayi mulai suka
mendengarkan suara-suara asing dan terutama suaranya sendiri. Pada

9
fase ini, benda mainan bayi sudah bisa diberikan dan hendaknya dipilih
benda mainan yang terbuat dari karet dengan ujung yang tumpul. Pilih
juga mainan yang tidak diberi pewarna seperti cat dan juga pilih mainan
yang bisa bersuara untuk melatih telinga bayi. Untuk merangsang bayi
agar aktif, maka mainan tersebut bisa digantung diatas box tempat tidur.
Pada perkembangan bayi 3 bulan, maka sang bayi bisa diperkenalkan ke
dunia luar dengan membawanya jalan-jalan disekitar rumah saja. Selain
itu, sebaiknya bayi juga diperdengarkan lagu-lagu lembut yang bisa
merangsang perkembangan otaknya. Pada usia 3 bulan, bayi sudah
belajar menggumam dan suara-suara seperti P,B, dan M menjadi
gumamannya yang pertama. Jangan heran bayi usia 3 bulan sudah mulai
bisa menyebut mama atau papa walau masih tidak begitu jelas. Bayi pada
usia 3 bulan sudah bisa diajak berkomunikasi dan cara bayi
berkomunikasi adalah dengan menggerak-gerakan tanganya. Dia juga
sudah bisa mengekpresikan gembira, sedih, dan tertawa. Bayi usia 3
bulan akan meraih apapun yang disodorkan kepadanya dan tertawa
senang sambil kakinya menendang-nendang. Pada usia 3 bulan bayi
sudah bisa menunggu ibunya untuk memberikan apa yang dia inginkan
selain itu bayi juga lebih jarang menangis jika lapar dan hanya sekedar
merengek saja.
d. Bayi usia 5 bulan
Pada perkembangan bayi 5 bulan, si bayi sudah bisa membuat berbagai
suara dengan lidah dan bibirnya. Suara yang paling sering terdengar
adalah suara berdecak dan menggumam, selain itu, bayi usia 5 bulan juga
sudah bisa dan mulai mempelajari suara-suara disekitarnya dan
kemudian menirunya. Ini adalah sebenarnya mekanisme bayi untuk
memulai kemampuan berbahasanya. Sehingga anda akan sering
mendengar bayi menggumamkan kata-kata atau suara yang sama
berulang kali.
Pada fase perkembangan usia inilah juga bayi usia 5 bulan bisa mulai
tertawa. Untuk merangsang sang bayi agar tertawa atau membuat suara

10
dengan mulutnya, cobalah membuat tanggapan saat bayi anda tertawa
ataupun anda membuat gerakan yang bisa merangsang bayi untuk
tertawa. Selain itu, dengan kemampuan awal berbahasanya, bayi usia 5
bulan sudah bisa memberikan suara yang berbeda ketika dia lapar atau
sedang pup.
Pada perkembangan bayi 5 bulan, bayi akan lebih suka didudukan dalam
posisi tegak walau pada awalnya dia akan bertumpu pada tangannya.
Sebaiknya bayi usia 5 bulan anda dudukan dengan cara diberi sandaran
bantal atau anda sandarkan ke tubuh anda untuk membuat sang bayi
cepat kuat duduk dan menghindari punggung yang bengkok. Pada saat
bayi usia 5 bulan duduk anda bisa mengenalkan gelas minum
bermoncong. Pilih gelas bermoncong yang mempunyai dua pegangan
dan terbuat dari bahan yang tidak tajam dan tidak mudah pecah karena
bayi anda akan sering membantingnya atau memukul-mukulkanya ke
lantai. Saat mengajari minum dengan gelas bermoncong, maka akan
banyak air yang tumpah, maka sebaiknya beri lembaran kain yang
menyerap air dibawah dagu bayi saat dia minum.
e. Bayi usia 7 bulan
Ketiak bayi berusia 7 bulan,di sudah dengan baik mengenal asal suara.
Selain suara orang tuanya,bayi juga sudah bisa mendengar dan
membedakan serta mengetahui sumber suara lain di sekelilingnya.
Seperti suara bel, bunyi suara televisi,dll.
f. Bayi berusia 9 bulan
Pada saat bayi berusia sembilan bulan, bayi sudah mampu mendengar
suara yang berasal dari ruangan lain,meskipun suara itu tidak keras
bunyinya.
g. Bayi usia 12 bulan
Pada saat bayi sudah berusia 12 bulan,bayi sudah mampu mengatasi
suara bising ketika ingin berkonsentrasi pada mainannya. Saat usia ini
bayi sudah mengerti beberapa kata dan kelompok kata.

11
C. Anak – anak
Pada anak – anak, struktur telinga sudah menyerupai orang dewasa sehingga
anatomi dan fisiologi nya hampir mirip dengan orang dewasa.
1) Anatomi Telinga

Anatomi Telinga luar terdiri atas daun telinga dan liang telinga

1. DAUN TELINGA (AURICULA)

Telinga luar atau auris eksterna terdiri dari 3 bagian yaitu:


1. Aurikulum = daun telinga = pina
Berbentuk pipih dan berlekuk, tersusun atas kerangkan tulang rawan
(kartilago) kecuali pada lobulus, diliputi oleh kulit yang melekat pada
perikondrium.
Pada proses mendengar daun telinga ini berfungsi untuk menangkap dan
mengumpulkan glombang bunyi serta menentukan arah sumber bunyi
(pada binatang aurikulum ini dapat digerakan).

2. Liang telinga luar = CANALIS AUDITORIUS EKSTERNUS


Terdiri atas:
a. Meatus akustikus eksternus ( lubang )
b. Canalis auditorius eksternus ( saluran ), terbagi menjadi:
1/3 lateral = pars kartilago = cartilago auricula, lapisan kulit ( folikel
rambut, kel. Sebasea, kel. Sudorifera, kel. Ceruminosa )
2/3 medial = pars oseus, kulit / mukosa, folikel rambut, kelenjar, melekat
erat pada tulang, infeksi selulitis gejala hebat.

12
Berbentuk seperti tabung dengan penampang 0,5 cm dan panjang 2,5-3
cm. Pada proses mendengar memiliki fungsi untuk melanjutkan
gelombang suara dan meresonansi bunyi + 12-15 dB.

2. Telinga Tengah
Sebagai batas antara telinga luar dan telinga tengah dibatasi oleh
membran yang disebut dengan membrana tympani.

1. Membran tympani
Merupakan sutu selaput yang berwarna putih seperti mutiara, berbentuk
oval-kerucut, terdri dari:
- Pars flasida (2 lapis): terdiri atas stratum kutaneum dan stratum
mukosum
- Pars tensa (3 lapis): terdiri atas stratum kutaneum, stratum fibrosum,
dan stratum mukosum

2. Kavum Timpani
Kavum timpani merupakan bangunan yang berbentuk kubus yang tak
teratur, terletak antara telinga tengah dan telinga dalam.

13
Cavum timpani terdiri atas 3 bagian:
a. Epitimpanum; merupakan cavum timpani bagian atas yang
berhubungan dengan antrum dengan aditus ad antrum
b. Mesotimpanum; merupakan cavum timpani bagian tengah
c. Hipotimpanum; merupakan cavum timpani bagian bawah yang
berhubungan dengan tuba eustachius

Pembagian secara fisiologi:


a. Timpani anterior, terdiri dari: mesotimpani, hipotimpani, tuba auditiva
b. Timpani posterior, terdiri dari: retrotimpani ( antrum dan selula)

Cavum timpani berisi:


- Osikula: Maleus, Inkus, Stapes
- Muskulus: muskulus temsor timpani, stapedius
- Lain-lain: ligamen, saraf (korda timpani)

Pada proses mendengar:


- Membran timpani dan osikula memperkuat gelombang bunyi sekitar
25-30 kali. Sedangkan muskulus stapedius dan muskulus tensor timpani
mengurangi gelmbang bunyi yang berlebihan.

3. Tuba Eustachius
Menghibungkan cavum timpani dengan nasofaring. Terdiri dari 2 bagian,

14
yaitu:
a. Pars osseus : 1/3 bagian lateral ( panjang 12 mm ) selalu terbuka
b. Pars cartilaginosa / pars membranacea: 2/3 bagian medial , selalu
tertutup.
Tuba pada anak lebih pendek, lebih lebar, dan lebih horisontal. Oleh
karena itu anak sering mengalami otitis media akut karena kuman mudah
masuk.

Berfungsi:
- Drainase
- Ventilasi (pertahankan tekanan udara dan oksigenasi)

4. Antrum dan sel-sel mastoid


- Berhubungan dengan cavum timpani melalui aditus ad antrum.
- Dibentuk oleh pars squamosa dan pars petrosa, dimana melekat m.
Sternokleidomastoideus dan m. Digastricus venter posterior
- Mengandung rongga udara yang disebut selluale, yang juga
berhubungan dengan antrum
- Antrum sudah ada sejak kecil sedang selula terbentuk sejak kehidupan
tahun-tahun pertama sampai tahun ke 5 atau ke 6
- Radang di cavum timpani dapat menyebabkan radang di antrum
mastoidea disebut mastoiditis.

Telinga Dalam = Auris Interna = Labirin

15
Telinga dalam terdiri atas 2 bagian:
Terdiri dari 2 bagian:
1. Tulang = labirin osseus
2. Membran = labirin membranaceus
Labirin membranaseus terdapat didalam labirin osseus, diantara
keduanya terdapat perilimphe, sedang didalam labirin membranaseus
terdapat endolimphe.

A. Labirin Osseus
Terdiri dari:
1. Cochlea, seperti rumah siput terletak didepan, berupa bangunan 2,5
lingkaran
2. Canalis semisirkularis:
- Canalis semisirklaris horisontalis / lateralis
- Canalis semisirkularis superior / anterior
- Canalis semisirkulais inferior / posterior

B. Labirin membranaceus
Terdapat diadalam labirin osseus dengan pemisah perilimphe yang berisi
endolimpe. Terdiri dari:
1. Duktus cochlearis: di dalam cochlea fungsi pendengaran: n. Cochlearis

2. Saculus dan utriculus : didalam vestibulum


a. Saculus

16
Bentuk: globoid, lebih besar utriculus
Letak: depan bawah
Terdapat daerah sensoris maculi saculi, terdiri dari:
1. sel-sel reseptor
2. sel-sel penyokong
3. membrane basilaris
beraksi terhadap gerakan ventrikel

b. Utriculus
Bentuk ovoid
Letak belakang atas
Terdapat daerah sensoris makuli utriculus, terdiri dari:
- Sel-sel reseptor
- Sel-sel penyokong
- Membrane basilaris
Bereaksi terhadap gerakan horizontal, linier

3. Duktus semisirkularis : di dalam kanalis semisirkularis pada


membrana basilaris terdapat organon corti dengan bangunan
- Pilar dalam dan pilar luar yang membentuk tunel of corti
- Sel-sel rambut dalam 1 deret keluar 3-4 deret
- Sel-sel penyokong: el deiters, sel hansen, claudies dan membrane
tektoria.
2) Fisiologi Telinga
Proses mendengar diawali dengan ditangkapnya energi bunyi oleh daun
telinga dalam bentuk gelombang yang dialirkan melalui udara atau tulang
koklea. Getaran tersebut menggetarkan membran timpani, diteruskan ke
telinga tengah melalui rangkaian tulang pendengaran yang
mengamplifikasi getaran melalui daya ungkit tulang pendengaran dan
perkalian perbandingan luas membran timpani dan tingkap lonjong.
Energi getar yang telah diamplifikasi ini diteruskan ke stapes yang

17
menggerakkan tingkap lonjong, sehingga perilimf pada skala vestibuli
bergerak.Getaran diteruskan melalui membran Reissner yang mendorong
endolimf, sehingga menimbulkan gerak relatif antara membran basalis
dan membran tektoria.
Proses ini merupakan rangsang mekanik yang menyebabkan terjadinya
defleksi stereosilia sel-sel rambut, sehingga ion terbuka dan terjadi
penglepasan ion bermuatan listrik dari badan sel. Keadaan ini
menimbulkan proses depolarisasi sel rambut, sehingga melepaskan
neurotransmitter ke dalam sinapsis yang akan menimbulkan potensial
aksi pada syaraf auditorius, lalu dilanjutkan ke nucleus auditorius sampai
ke korteks pendengaran (area 39 – 40) di lobus temporalis.

18
II. Anatomi fisiologi Penglihatan
A. Janin
Mata mulai terbentuk pada 22 hari kehamilan, dan pada 8 minggu
kehamilan dianggap dalam bentuk yang lazim. Pada saat lahir
Mielinisasi serat – serat saraf sudah lengkap dan respon pupil dapat
diperoleh. Bayi baru lahir, bagaimanapun juga mempunyai penglihatan
yang terbatas. Neonatus mampu mengenali bentuk ibunya dan mengenali
cahaya dan gerakan, ditandai dengan refleks berkedip. Nistagmus yang
tajam umum terjadi. Kemampuan untuk mengikuti objek tidak
berkembang sampai umur 4 minggu, ketika bayi mampu mengikuti
cahaya dan objek kegaris tengah.Lakrimasi mulai ada saat berumur 6 –
12 minggu.Perbedaan warna iris ada antara umur 3 dan 5 bulan. Macula
dan fovea sentralis secara structural mengalami diferensiasi pada umur 4
bulan Pada umur 8 minggu bayi mampu mengikuti cahaya melewati
garis tengah, walaupun strabismus menjadi jelas.
iris biasanya dianggap berwarna permanent saat umur 6 bulan, tetapi
pada beberapa anak tidak sampai 1 tahun. Strabismus konvergen
intermiten umum terjadi sampai umur 6 bulan, kemudian menghilang.
Otot – otot dianggap berfungsi dengan sempurna pada umur 1 tahun..
Maturasi makula dicapai saat umur 6 tahun. Bayi normalnya
berpenglihatan jauh. Seperti anak kecil, bayi melihat dengan baik pada
rentang yang sempit. Ketajaman penglihatan jauh. Ketajaman
penglihatan pada bayi mempunyai rentang dari 20/300 sampai 20/50.
Pada minggu ke 13, Retina, kornea, iris (selaput pelangi), serta lensa
mata sudah dapat berfungsi. Janin mengedipkan mata dan peka terhadap
cahaya. Tumbuh kembang janin didukung oleh plasenta, yang
menghubungkan antara ibu dan janin dalam hal makanan, pembuangan
sisa metabolisme, serta menyaring zat-zat berbahaya. Kulit, otot dan
anggota tubuhnya telah terbentuk dan berada pada posisinya. Pada
minggu ini, janin telah mampu merasakan detak jantung ibunya. Panjang
bayi sekitar 7,5cm dengan trakea, paru-paru, perut, hati, pankreas, dan

19
usus berkembang ke fungsi terakhir. Pita suara mulai terbentuk, dan
tunas gigi muncul dengan 20 gigi bayi. pada minggu ini jari tangan dan
telapak kaki mulai terlihat.

Pada minggu ke 14, Telinga janin menempati posisi normal di sisi kiri
dan kanan kepala. Demikian pula mata mengarah ke posisi sebenarnya.
Leher pun terus memanjang sementara dagu tak lagi menyatu ke dada.
Sedangkan alat-alat kelamin bagian luar juga berkembang lebih nyata,
sehingga pada minggu ini organ seks bayi sudah dapat di bedakan
antara laki dan perempuan. Denyut jantung janin berdetak kuat (detak
jantung hampir 2 kali lebih cepat daripada anda) dan anda dapat
mendengarkannya saat pemeriksaan dengan dokter anda. karena sudah
memberi respons terhadap dunia di luar rahim ibu, janin mungkin akan
bergerak bila anda mengusap perut, tapi mungkin anda masih belum
dapat merasakannya.
Pada janin usia 15 bulan, Bayi sudah mulai dapat mendengarkan ibunya,
mendengarkan denyut jantung, suara perut, dan juga suara anda.
Sekarang bayi sudah mulai mempunyai rambut di kepalanya, juga bulu
mata dan alis. ukurannya sekarang sekitar 114 gram dengan panjang
sekitar 15 cm. Kehamilan makin terlihat, hingga demi kenyamanan si ibu
maupun janinnya, amat dianjurkan mulai mengenakan baju hamil.
Sebab, kulit dan otot-otot, terutama di sekitar perut akan melar karena
mengalami peregangan luar biasa guna mengakomodasi pembesaran
rahim. Garis-garis regangan yang disebut striae umumnya muncul di
daerah perut, payudara, bokong dan panggul.
Perkembangan Janin Minggu ke-16 Janin sudah hampir sempurna
sekarang dengan pertumbuhan bulu mata dan alis namun masih terlihat
kurus karena belum terdapat lemak di tubuhnya. Panjang janin
bertambah dengan sangat cepat dan gerakan-gerakannya lebih kuat. Ibu
dapat merasakan gerakan-gerakan janinnya dengan meraba perut.
Rambut halus tumbuh diseluruh dipermukaan tubuh janin, yang disebut

20
lanugo. Plasenta terbentuk dan berfungsi sepenuhnya. Panjang janin saat
ini 16 cm dan beratnya 135 gram. Jika melakukan USG saat ini mungkin
anda dapat mengetahui jenis kelamin. Otot janinsudah berkembang dan
menjadi kuat. Gerakannya semakin aktif. Ia sudah mulai menghisap ibu
jarinya, menguap, merenggangkan tubuhnya, sudah menelan kencing,
dan cegukan. Pada minggu ini jika sinar terang di letakkan di perut anda,
bayi akan menggerakan tangan ke arah matanya. Sistem pencernaan
janin pun mulai menjalankan fungsinya. Dalam waktu 24 jam janin
menelan air ketuban sekitar 450-500 ml. Hati yang berfungsi membentuk
darah, melakukan metabolisme hemoglobin dan bilirubin, lalu
mengubahnya jadi biliverdin yang disalurkan ke usus sebagai bahan sisa
metabolisme.
Pada usia janin Minggu ke 20, Panjang janin dari kepala sampai bokong
saat ini sekitar 18- 20 cm dan berat badan janin sekitar 300 gram.
Pertumbuhan dan perkembangan janin sudah mulai melambat minggu
ini. Janin kecil Ibu masih tetap bersemangat untuk menendang-nendang
dan mencari posisi yang lebih nyaman. Beberapa janin sudah
memposisikan dirinya dengan kepala di bawah pada akhir trimester ini,
namun beberapa janin baru akan memiliki posisi kepala di bawah pada
akhir kehamilan. Rapid Eye Movement (REM) terbentuk pada minggu
ke-21 dan alis serta kelopak mata janin sudah terbentuk. Bila janin
perempuan maka vagina sudah mulai terbentuk

B. Bayi

a. Saat Bayi Baru Lahir

1) Saat lahir, bayi hanya melihat dalam warna hitam dan putih dan abu-abu. Sel-sel
saraf di retina dan otak mereka bahwa visi kontrol belum sepenuhnya
dikembangkan. Mata bayi yang baru lahir tidak memiliki kemampuan untuk
mengakomodasi (fokus pada objek dekat).

21
2) Meskipun keterbatasan visual, studi menunjukkan bahwa dalam beberapa hari
setelah lahir, bayi lebih suka melihat gambar wajah ibu mereka dibandingkan
dengan wajah orang asing.
3) Para peneliti percaya preferensi ini tergantung pada besar, rangsangan kontras
tinggi, seperti batas garis rambut ibu ke wajahnya. Dalam studi, jika batas
tersebut ditutupi dengan syal atau topi renang, preferensi bayi untuk melihat
wajah ibu mereka menjadi teralih.
4) Jadi untuk mendorong interaksi visual dengan anak yang baru lahir, menjaga
gaya rambut sama dan menghindari mengubah penampilan anda.
5) Satu hal yang mungkin dapat dilihat tentang mata anak yang baru lahir adalah
melihat seberapa besar mata mereka. Hal ini karena hasil perkembangan bayi
yang normal biasanya dapat dilihat dari kepala ke bawah. Saat lahir, mata bayi
sudah terlihat sekitar 65 persen dari ukuran mata dewasa
6) Saat lahir, bayi sangat sensitif terhadap cahaya terang, sehingga murid mereka
tetap terbatas untuk membatasi cahaya yang masuk ke mata. Setelah sekitar dua
minggu, pupil membesar dan bayi dapat melihat berbagai nuansa terang dan
gelap. Retina (jaringan peka cahaya di dalam mata) berkembang dengan cepat
dalam kemampuan untuk melihat dan mengenali pola semakin membaik.
Gambar kontras tinggi seperti gambar hitam-putih, mata banteng atau bentuk
wajah yang sangat sederhana yang paling mungkin untuk menarik perhatian bayi
di minggu-minggu awal.
7) Wajah manusia selalu menjadi gambar favorit bayi. Ketika seseorang
memegang bayi, dia akan melihat tajam pada wajah seseorang terutama mata.
Sebagai rentang visual bayi meningkat pada bulan pertama. Bayi akan dapat
melihat wajah seseorang secara keseluruhan dan akan jauh lebih responsif
terhadap ekspresi wajah.

b. Usia 1 Bulan

1) Mata bayi Anda tidak sangat sensitif terhadap cahaya di bulan pertama
kehidupan. Bahkan, jumlah cahaya yang diperlukan untuk bayi 1-bulan-

22
tua untuk menyadari adanya cahaya (disebut ambang deteksi cahaya) adalah
50 kali lebih tinggi daripada orang dewasa.
2) Menjaga penampilan orang tua secara konsisten membantu bayi mengenali
danberinteraksi dengan oreang tua setelah lahir.
3) Tidak masalah untuk menyalakan lampu di kamar bayi dan tidak akan
berpengaruh dengan kemampuan tidur bayiu. Justru lampu itu dapat membantu
menjaga Anda jari-jari kaki anda agarterhindar dari benturan kaki furnitur ketika
Anda sedang memeriksa bayi.
4) Kemampuan penglihatan warna bayi sama seperti kemampuan visual lainnya.
Pada usia satu bulan, mereka sensitif terhadap kecerahan atau intensitas warna
dan akan terlihat lebih panjang pada warna-warna berani dan pola kontras dari
pada nada ringan.
5) Bayi mulai berkembang kemampuan untuk melihat dalam warna yang
sangatcepat. Pada satu minggu setelah lahir, mereka bisa melihat merah,
oranye,kuning dan hijau. Tapi itu butuh waktu sedikit lebih lama bagi mereka
untuk dapat melihat biru dan ungu. Hal ini karena cahaya biru memiliki panjang
gelombang lebih pendek, dan reseptor warna sedikit ada di retina manusia untuk
cahayabiru.
6) Jangan terlalu khawatir jika gerakan mata bayi Anda kadang tidak terjadi dengan
gerakan yang sama satu dengan mata lainnya. Satu mata terkadang hanyut ke
dalam atau keluar dari keselarasan. Gearakan ini kadang masih
dianggapnormal. Tetapi jika Anda melihat gangguan tersebut sangat besar
dan konstanterus menerus, mmka sebaiknya harus segera memberitahu ke
dokter anak.

c. Usia 2-3 Bulan

1) Banyak kemajuan dalam pengembangan penglihatan berlangsung pada usia dua


dan tiga bulan. Bayi berkembang ketajaman visual yang lebih baik selama
periode ini, dan mata mereka mulai bergerak lebih baik. Usia ini
bayi harussudah mengikuti obyek yang bergerak pada tahap ini
dan mulai meraih hal-halyang dilihatnya.

23
2) Cerah, ceria ruangan dengan banyak warna dan variasi bentuk membantu
merangsang perkembangan penglihatan bayi Anda.
3) Pada tahap ini perkembangan belajar untuk mengalihkan pandangan merekadari
satu objek ke yang lain tanpa harus memindahkan kepala. Mata bayimenjadi
lebih sensitif terhadap cahaya: pada usia tiga bulan, ambang batasdeteksi
cahaya seorang bayi hanya 10 kali lipat dari orang dewasa. Jadi anda bisa
lakukan bila ingin meredupkan lampu sedikit lebih redup untuk tidur
siangdan tidur.

d. Usia 4-6 bulan

1) Pada usia 6 bulan, kemajuan signifikan telah terjadi di pusat-


pusat penglihatanotak, yang memungkinkan bayi Anda untuk melihat lebih
jelas dan memindahkanmatanya lebih cepat dan lebih akurat untuk
mengikuti obyek yang bergerak.
2) Ketajaman visual membaik dari sekitar 20/400 saat lahir kira-
kira 20/25 padausia 6 bulan. Penglihatan warna harus sama dengan orang
dewasa juga, memungkinkan anak Anda untuk melihat semua warna pelangi.
3) Selama usia ini, kontrol gerakan mata dan keterampilan koordinasi mata-tubuh
terus meningkatkan.
4) Peningkatan persepsi, adalah kemampuan untuk menilai apakah benda lebih
dekat atau lebih jauh dari benda-benda lain, tidak hadir pada saat lahir. Hal ini
tidak sampai sekitar bulan kelima bahwa mata adalah mampu bekerja bersama
untuk membentuk sebuah tampilan tiga dimensi dari dunia dan mulai melihat
secara mendalam.
5) Meskipun penglihatan warna bayi adalah tidak sensitif seperti orang dewasa,
umumnya percaya bahwa bayi memiliki penglihatan warna yang baik saat usia
lima bulan.
6) Bayi juga memiliki koordinasi mata dan tangan yang lebih baik pada 4 sampai 6
bulan, yang memungkinkan mereka untuk cepat menemukan dan
mengambilobjek dan akurat mengarahkan botol banyak hal lainnya ke
mulut mereka.

24
7) Usia enam bulan juga merupakan tonggak penting karena ini adalah ketika anak
harus memiliki pemeriksaan mata anak pertamanya itu.
8) Meskipun bayi tidak tahu huruf pada wall chart, dokter mata Anda dapat
melakukan pengujian non-verbal untuk menilai ketajaman
visual nya, mendeteksirabun jauh, rabun jauh dan astigmatisme, dan
mengevaluasi matanya bekerja sama dan keselarasan.
9) Pada pemeriksaan mata pertama ini, dokter juga mencari berbagai kelainan
yang mungkin mengganggu perkembangan penglihatan normal dan
berkelanjutan di kemudian hari. Untuk pemeriksaan mata paling
menyeluruh untuk usia 6 bulan,Anda mungkin ingin mencari jasa seorang dokter
mata yang mengkhususkan diri dalam penglihatan anak-anak dan perkembangan
penglihatan anak

e. Usia 7 - 12 bulan

1) Pada usia ini bayi sudah banyak bergerak. Gerakan merangkak dan melakukan
gerakan dengan jarak yang lebih jauh daripada yang pernah anda bisa
bayangkan. Dia lebih baik dalam menilai jarak dan lebih akurat pada menangkap
dan melempar benda.
2) Ketika bayi mulai merangkak, bermain dengan dia di lantai untuk membantu
mengembangkan kemampuan koordinasi mata-tangan dan keterampilan
motorik.Ini merupakan periode perkembangan penting bagi anak Anda.
3) Pada tahap ini, bayi sedang mengembangkan kesadaran yang lebih
baik daritubuh mereka secara keseluruhan dan belajar bagaimana untuk
mengkoordinasikan visi mereka dengan gerakan tubuh mereka.
4) Selama usia ini, kontrol gerakan mata dan keterampilan koordinasi mata-tubuh
terus meningkat.
5) Peningkatan persepsi, adalah kemampuan untuk menilai apakah benda lebih
dekat atau lebih jauh dari benda-benda lain, tidak hadir pada saat lahir. Hal ini
tidak sampai sekitar bulan kelima bahwa mata adalah mampu bekerja bersama

25
untuk membentuk sebuah tampilan tiga dimensi dari dunia dan mulai melihat
secara mendalam.
6) Hal ini membutuhkan kecermatan lebih besar untuk menjaga bayi dari
bahaya. Benjolan, memar, cedera mata dan luka serius lainnya dapat terjadi saat
ia mulai fisik mengeksplorasi lingkungannya. Secara
khusus, menjaga lemariyang berisi peralatan pembersih terkunci, dan
menempatkan hambatan di depan tangga.
7) Jangan khawatir jika mata bayi mulai berubah warna. Kebanyakan bayi
lahir dengan mata biru karena pigmen gelap di iris tidak
sepenuhnyadikembangkan pada saat lahir. Seiring waktu, pigmen yang
lebih gelap diproduksi iris, yang akan sering mengubah warna mata bayi dari
biru menjadicoklat, hijau, abu-abu atau campuran warna.

C. Anak – anak
1) Anatomi mata

Secara struktral anatomis, bola mata berdiameter ±2,5 cm dimana 5/6 bagiannya
terbenam dalam rongga mata, dan hanya 1/6 bagiannya saja yang tampak pada bagian
luar. Perhatikan gambar dibawah ini:

Gambar diatas adalah gambar anatomi mata. Bagian-bagian mata mempunyai fungsi-
fungsi tertentu. Fungsi-fungsi dari anatomi mata adalah sebagai berikut:

 Sklera: Melindungi bola mata dari kerusakan mekanis dan menjadi tempat
melekatnya bola mata.

26
 Otot-otot mata, adalah Otot-otot yang melekat pada mata, terdiri dari: muskulus
rektus superior (menggerakan mata ke atas) dan muskulus rektus inferior
(mengerakan mata ke bawah).
 Kornea: memungkinkan lewatnya cahaya dan merefraksikan cahaya.
 Badan Siliaris: Menyokong lensa dan mengandung otot yang memungkinkan
lensa untuk beroakomodasi, kemudian berfungsijuga untuk mengsekreskan
aqueus humor.
 Iris: Mengendalikan cahaya yang masuk ke mata melalui pupil, mengandung
pigmen.
 Lensa: Memfokuskan pandangan dengan mengubah bentuk lensa.
 Bintik kuning (Fovea): Bagian retina yang mengandung sel kerucut.
 Bintik buta: Daerah syaraf optic meninggalkan bagian dalam bola mata
 Vitreous humor: Menyokong lensa dan menjaga bentuk bola mata
 Aquous humor: Menjaga bentuk kantong bola mata

Otot, Saraf dan Pembuluh darah Pada Mata

Otot yang menggerakan bola mata dengan fungsi ganda dan untuk pergerakan
mata tergantung pada letak dan sumbu penglihatan sewaktu aksi otot. Otot penggerak
bola mata terdiri enam otot yaitu:

 Muskulus oblik inferior memiliki aksi primer eksotorsi dalam abduksi, dan
memiliki aksi sekunder elevasi dalam adduksi, abduksi dalam elevasi.
 Muskulus oblik superior memiliki aksi primer intorsi dalam aduksi, dan aksi
sekunder berupa depresi dalam aduksi, dan abduksi dalam depresi.

27
 Muskulus rektus inferior memiliki aksi primer berupa gerakan depresi pada
abduksi, dan memiliki aksi sekunder berupa gerakan ekstorsi pada abduksi, dan
aduksi dalam depresi.
 Muskulus rektus lateral memiliki aksi gerakan abduksi.
 Muskulus rektus medius memiliki aksi gerakan aduksi
 Muskulus rektus superior memiliki aksi primer yaitu elevasi dalam abduksi dan
aksi sekunder berupa intorsi dalam aduksi serta aduksi dalam elevasi.

Beberapa otot bekerja sama menggerakkan mata. Setiap otot dirangsang oleh saraf
kranial tertentu. Tulang orbita yang melindungi mata juga mengandung berbagai saraf
lainnya.

 Saraf optikus membawa gelombang saraf yang dihasilkan di dalam retina ke


otak
 Saraf lakrimalis merangsang pembentukan air mata oleh kelenjar air mata
 Saraf lainnya menghantarkan sensasi ke bagian mata yang lain dan merangsang
otot pada tulang orbita.

Arteri oftalmika dan arteri retinalis menyalurkan darah ke mata kiri dan mata
kanan, sedangkan darah dari mata dibawa oleh vena oftalmika dan vena retinalis.
Pembuluh darah ini masuk dan keluar melalui mata bagian belakang.

28
Struktur pelindung

Struktur di sekitar mata melindungi dan memungkinkan mata bergerak secara


bebas ke segala arah. Struktur tersebut melindungi mata terhadap debu, angin, bakteri,
virus, jamur dan bahan-bahan berbahaya lainnya, tetapi juga memungkinkan mata tetap
terbuka sehingga cahaya masih bisa masuk.

 Orbita adalah rongga bertulang yang mengandung bola mata, otot-otot, saraf,
pembuluh darah, lemak dan struktur yang menghasilkan dan mengalirkan air
mata.
 Kelopak mata merupakan lipatan kulit tipis yang melindungi mata. Kelopak
mata secara refleks segera menutup untuk melindungi mata dari benda asing,
angin, debu dan cahaya yang sangat terang.

Ketika berkedip, kelopak mata membantu menyebarkan cairan ke seluruh


permukaan mata dan ketika tertutup, kelopak mata mempertahankan kelembaban
permukaan mata. Tanpa kelembaban tersebut, kornea bisa menjadi kering, terluka dan
tidak tembus cahaya. Bagian dalam kelopak mata adalah selaput tipis (konjungtiva)
yang juga membungkus permukaan mata.

 Bulu mata merupakan rambut pendek yang tumbuh di ujung kelopak mata dan
berfungsi membantu melindungi mata dengan bertindak sebagai barrier
(penghalang).
 Kelenjar kecil di ujung kelopak mata menghasilkan bahan berminyak yang
mencegah penguapan air mata.
 Kelenjar lakrimalis terletak di puncak tepi luar dari mata kiri dan kanan dan
menghasilkan air mata yang encer.

29
Air mata mengalir dari mata ke dalam hidung melalui 2 duktus lakrimalis; setiap
duktus memiliki lubang di ujung kelopak mata atas dan bawah, di dekat hidung. Air
mata berfungsi menjaga kelembaban dan kesehatan mata, juga menjerat dan membuang
partikel-partikel kecil yang masuk ke mata. Selain itu, air mata kaya akan antibodi yang
membantu mencegah terjadinya infeksi.

Bola mata mempunyai 3 lapis dinding yang mengelilingi rongga bola mata.
Ketiga lapis dinding ini dari luar ke dalam adalah sebagai berikut:

Sklera

Sklera merupakan jaringan ikat dengan serat yang kuat; berwarna putih buram
(tidak tembus cahaya), kecuali di bagian depan bersifat transparan, disebut kornea.
Konjungtiva adalah lapisan transparan yang melapisi kornea dan kelopak mata. Lapisan
ini berfungsi melindungi bola mata dari gangguan.

30
Koroid

Koroid berwarna coklat kehitaman sampai hitam merupakan lapisan yang berisi
banyak pembuluh darah yang memberi nutrisi dan oksigen terutama untuk retina. Warna
gelap pada koroid berfungsi untuk mencegah refleksi (pemantulan sinar). Di bagian
depan, koroid membentuk badan siliaris yang berlanjut ke depan membentuk iris yang
berwarna. Di bagian depan iris bercelah membentuk pupil (anak mata). Melalui pupil
sinar masuk. Iris berfungsi sebagai diafragma, yaitu pengontrol ukuran pupil untuk
mengatur sinar yang masuk. Badan siliaris membentuk ligamentum yang berfungsi
mengikat lensa mata. Kontraksi dan relaksasi dari otot badan siliaris akan mengatur
cembung pipihnya lensa.

Retina

Lapisan ini peka terhadap sinar. Pada seluruh bagian retina berhubungan dengan
badan sel-sel saraf yang serabutnya membentuk urat saraf optik yang memanjang
sampai ke otak. Bagian yang dilewati urat saraf optik tidak peka terhadap sinar dan
daerah ini disebut bintik buta.

Adanya lensa dan ligamentum pengikatnya menyebabkan rongga bola mata


terbagi dua, yaitu bagian depan terletak di depan lensa berisi carian yang disebut
aqueous humor dan bagian belakang terletak di belakang lensa berisi vitreous humor.
Kedua cairan tersebut berfungsi menjaga lensa agar selalu dalam bentuk yang benar.
Kotak mata pada tengkorak berfungsi melindungi bola mata dari kerusakan. Selaput
transparan yang melapisi kornea dan bagian dalam kelopak mata disebut konjungtiva.
Selaput ini peka terhadap iritasi. Konjungtiva penuh dengan pembuluh darah dan
serabut saraf. Radang konjungtiva disebut konjungtivitis.

31
Untuk mencegah kekeringan, konjungtiva dibasahi dengan cairan yang keluar
dari kelenjar air mata (kelenjar lakrimal) yang terdapat di bawah alis. Air mata
mengandung lendir, garam, dan antiseptik dalam jumlah kecil. Air mata berfungsi
sebagai alat pelumas dan pencegah masuknya mikroorganisme ke dalam mata.

Normalnya, sinar – sinar sejajar yang masuk ke dalam bola mata akan dibiaskan
oleh sistem optis bolamata dan terfokus dalam satu titik yang jatuh tepat pada retina.
Kondisi ini disebut emmetropia. Dari proses jatuhnya titik cahaya diretina inilah, yang
biasanya menyebabkan kelainan pada mata, baik itu kelainan dengan mata minus,
ataupun mata dengan positif, atau biasa disebut dengan rabun.

2) Fisiologi Mata
Mata adalah organ fotosensitif yang sangat berkembang dan rumit, yang
memungkinkan analisis cermat dari bentuk, intensitas cahaya, dan warna yang
dipantulkan objek. Mata terletak dalam struktur bertulang yang protektif di
tengkorak, yaitu rongga orbita. Setiap mata terdiri atas sebuah bola mata fibrosa
yang kuat untuk mempertahankan bentuknya, suatu sistem lensa untuk
memfokuskan bayangan, selapis sel fotosensitif, dan suatu sistem sel dan saraf
yang berfungsi mengumpulkan, memproses, dan meneruskan informasi visual
ke otak (Junqueira, 2007).
Tidak semua cahaya yang melewati kornea mencapai fotoreseptor peka cahaya
karena adanya iris, suatu otot polos tipis berpigmen yang membentuk struktur
seperti cincin di dalam aqueous humour. Lubang bundar di bagian tengah iris
tempat masuknya cahaya ke bagian dalam mata adalah pupil. Iris mengandung
dua kelompok jaringan otot polos, satu sirkuler dan yang lain radial. Karena
serat-serat otot memendek jika berkontraksi, pupil mengecil apabila otot sirkuler
berkontraksi yang terjadi pada cahaya terang untuk mengurangi jumlah cahaya
yang masuk ke mata. Apabila otot radialis memendek, ukuran pupil meningkat
yang terjadi pada cahaya temaram untuk meningkatkan jumlah cahaya yang
masuk (Sherwood, 2001).
Untuk membawa sumber cahaya jauh dan dekat terfokus di retina, harus
dipergunakan lensa yang lebih kuat untuk sumber dekat. Kemampuan

32
menyesuaikan kekuatan lensa sehingga baik sumber cahaya dekat maupun jauh
dapat difokuskan di retina dikenal sebagai akomodasi. Kekuatan lensa
bergantung pada bentuknya, yang diatur oleh otot siliaris. Otot siliaris adalah
bagian dari korpus siliaris, suatu spesialisasi lapisan koroid di sebelah anterior.
Pada mata normal, otot siliaris melemas dan lensa mendatar untuk penglihatan
jauh, tetapi otot tersebut berkontraksi untuk memungkinkan lensa menjadi lebih
cembung dan lebih kuat untuk penglihatan dekat. Serat-serat saraf simpatis
menginduksi relaksasi otot siliaris untuk penglihatan jauh, sementara sistem
saraf parasimpatis menyebabkan kontraksi otot untuk penglihatan dekat
(Sherwood, 2001)

33
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Jadi secara garis besar uraian dari makalah ini adalah membahas tentang anatomi dan
fisiologi dari janin hingga anak – anak dimana dalam perkembangan nya terdapat fase –
fase tertentu. Tahap – tahap ini berlangsung sesuai umur dan berkembang setiap hari.
Pada anak, anatomi fisiologi nya hampir mirip dengan orang dewasa karena
pembentukan dan perkembangan nya sudah matang dan sudah lengkap.
Tahap perkembangan sistem persepsi sensori ini di imbangi dengan perkembangan
sistem – sistem lain. Pada perkembangan telinga, dimulai pada minggu pertama.
Sedangkan untuk penglihatan adalah pada hari ke 22.

3.2 Saran
Dengan adanya makalah ini diharapkan kepada mahasiswa keperawatan untuk dapat
mengetahui dan memahami anatomi sistem persepsi sensori dalam rangka pemberian
asuhan keperawatan dan praktek keperawatan yang tepat dan sesuai dengan yang
dibutuhkan.

34