Anda di halaman 1dari 24

Anggota Kelompok :

1. Ogik Azis Bukhori 1705541041


2. I Putu Darmawan 1705541042
3. Gede Krisna Andika Putra 1705541043
4. A.A Bagus Jayantara Adiputra 1705541044
5. Edyama Vasabri Genta Maulana 1705541045

PERPINDAHAN KALOR
?

ℎ?
KALOR
Kalor adalah salah satu bentuk energi yang dapat diterima / dilepaskan oleh
suatu benda. Satuan kalor adalah joule atau kalori.
Persamaannya adalah:
1 joule = 0,24 kalori
1 kalori = 4,2 joule
Secara umum untuk mendeteksi adanya kalor yang dimiliki oleh suatu benda
yaitu dengan mengukur suhu benda tersebut. Jika suhunya tinggi maka kalor yang
dikandung oleh benda sangat besar, begitu juga sebaliknya jika suhunya rendah maka
kalor yang dikandung sedikit.
PERPINDAHAN KALOR
Ilmu yang mempelajari tentang laju perpindahan panas diantara material/benda karena
adanya perbedaan suhu (panas dan dingin) .

Perpindahan kalor akan mengalir dari tempat yang suhunya tinggi ke tempat
yang suhunya lebih rendah
PERPINDAHAN KALOR

Perpindahan Kalor
KONDUKSI

Perpindahan kalor melalui zat perantara tanpa disertai perpindahan partikel-partikel


zat tersebut. Umumnya perpindahan kalor konduksi melalui zat padat.

Berdasarkan daya hantar kalornya, zat dapat dibedakan sebagai :


 Konduktor : zat yang mudah menghantarkan kalor
Contoh : logam, besi
 Isolator : zat yang sukar menghantarkan kalor
Contoh : kayu, karet
KONDUKSI

T1 ∆ T2
Q
= Laju konduksi (J/s)
Besi Δx t
k = Konduktivitas termal zat (W/m K)
A = Luas Permukaan (m )
T1 = Suhu pada salah satu ujung benda
T2 = Suhu pada ujung lainnya
( ) (∆T) = T1 – T2
= ∆ Δx = ketebalan benda (m)
KONDUKSI

Tabel konduktivitas termal zat (W/mK)

Bahan k Bahan k
Emas 300 Beton 0.9
Besi 80 Air 0.6
Kaca 0.9 Udara 0.024
Kayu 0.1 – 0.2 Alumunium 240
KONDUKSI

Faktor-faktor yang mempengaruhi laju konduksi kalor :

1) Beda suhu antara kedua permukaan (∆T) makin besar beda suhu,
makin cepat perpindahan kalor.
2) Jarak antara kedua permukaan /tebal /panjang (l), makin tebal, makin
lambat perpindahan kalor.
3) Luas permukaan (A), makin luas permukaan makin cepat perpindahan
kalor.
4) Konduktivitas termal zat (k), merupakan ukuran kemampuan zat
menghantarkan kalor. Semakin besar nilai k, makin cepat perpindahan
kalor.
IMPLEMENTASI KONDUKSI

Solder
Solder listrik akan menerima panas
dari konversi energi listrik. Panas dari energi
listrik ini akan di teruskan ke ujung logam pada
solder yang di sentuhkan ke timah yang di
posisikan di kaki-kaki komponen elektronika
yang akan di lekatkan. Setelah beberapa
saat, timah akan meleleh dan pada saat itu solder
kita angkat. Timah akan segera mendingin dan
membeku, melekatkan kaki komponen
elektronika tadi ke papan rangkaian dengan
kuat.
KONVEKSI
Perpindahan kalor melalui zat disertai perpindahan partikel- partikel zat dalam
fluida (air & gas) .

- Konveksi alami
Proses pergerakan fluida yang terjadi akibat perbedaan massa jenis
Contoh : angin darat, angin laut, aliran udara melalui ventilasi / cerobong asap.
- Konveksi paksa
Proses pergerakan fluida yang langsung diarahkan tujuannya oleh sebuah pompa atau
blower.
Contoh : konveksi udara pada hair dryer, sistem pendingin mesin mobil lemari es, AC.
KONVEKSI

=ℎ ∆
Q
= laju konveksi (J/s)
t
h = koefisien konveksi (W/m2 K)

A = luas permukaan benda yang bersentuhan dengan fluida(m2)


ΔT = perbedaan suhu antara benda dan fluida(K)
KONVEKSI

Faktor-faktor yang mempengaruhi laju konveksi kalor :

 Luas permukaan benda (A), semakin luas permukaan benda yang


bersentuhan dengan fluida, semakin cepat kalor dipindahkan.

 Perbedaan suhu (∆T), semakin besar beda suhu benda dengan permukaan
fluida, semakin cepat kalor dipindahkan

 Koefisien konveksi (h), bergantung pada bentuk, kedudukan permukaan


dan diperoleh dengan percobaan. Misal h tubuh manusia adalah
7,1 Js-1m-2K-1
IMPLEMENTASI KONVEKSI

 Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi


Secara singkat, panas bumi didefinisikan sebagai panas yang berasal dari dalam bumi. Sumber
daya energi panas bumi dapat ditemukan pada air dan batuan panas di dekat permukaan bumi, sampai
beberapa kilometer di bawah permukaan. Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi menggunakan
perpindahan panas secara konveksiterjadi antara air dan suatu sumber panas. Perpindahan panas secara
konveksi, terjadi karena gaya apung (bouyancy). Karena gaya gravitasi, air selalu mempunyai
kecenderungan untuk bergerak ke bawah, akan tetapi apabila air kontak dengan sumber panas maka akan
bergerak ke bawah, akibatnya temperatur air menjadi lebih tinggi dan air menjadi lebih ringan. Kejadian
inilah yang menyebabkan air yang lebih panas bergerak ke atas, sedangkan air yang lebih dingin bergerak
turun ke bawah, sehingga terjadi sirkulasi air atau arus konveksi.
CONTOH GAMBAR
IMPLEMENTASI DALAM PEMBANGKIT

 Pada PLTU, batubara dibakar di boiler menghasilkan panas yang digunakan untuk mengubah air
dalam pipa yang dilewatkan di boiler tersebut menjadi uap (Konveksi), yang selanjutnya digunakan
untuk menggerakkan turbin dan memutar generator.
RADIASI

Perpindahan panas pada permukaan (benda) yang bersuhu tinggi ke


permukaan (benda) yang bersuhu rendah karena pancaran/sinaran/radiasi
gelombang elektromagnetik tanpa memerlukan media perantara berbeda dengan
perpindahan kalor konduksi dan konveksi yang harus terdapat media perantara atau
bersentuhan langsung.
Note :
1. Permukaan hitam sempurna sebagai pemancar dan penyerap kalor yang baik
(e=1)
2. Pemukaan putih mengkilap sebagai pemancar dan penyerap kalor radiasi yang
buruk (0<e<1).
RADIASI

Faktor-faktor yang mempengaruhi laju kalor radiasi :


(dinyatakan dalam hukum Stefan-Boltzman)

 “Energi yang dipancarkan oleh suatu permukaan hitam dalam bentuk radiasi
kalor tiap satuan waktu (Q/t) sebanding dengan luas permukaan (A) dan
sebanding dengan pangkat empat suhu mutlak permukaan (T4)”
RADIASI

Rumus :
Q = laju perpindahan panas radiasi (Watt)
= waktu (s)
= . . . ∆ A = luas penampang bidang ( )
= konstanta Stefan-Boltzman (5,67 10 ⁄ )
= . . .( 2 − 1 ) = Temperatur (K)
= emisivitas bahan (0< <1)
{ = 0 (benda putih) = 1( benda hitam)}
IMPLEMENTASI RADIASI

A. Oven microwave

Pada oven microwave, gelombang mikro


didistribusikan dari logam yang berputar serta logam
pada dinding-dindingnya. Gelombang mikro mampu
menembus plastik pembungkus makanan atau piring
keramik dan akhirnya di serap oleh molekul-molekul
air dalam makanan yang sedang di masak. Penyerapan
energi gelombang mikro ini akan memanaskan
makanan.
cara kerja oven microwave menggunakan
konsep perpindahan panas secara radiasi karena
energi panas(kalor) di distribusikan ke objek tanpa
harus objek tersebut bersentuhan dengan plat dari
oven tersebut
Contoh Soal

Dinding oven dibuat dari bata insulasi setebal 10 cm dengan konduktivitas termal
0,22 . ° dan Konduktivitas termal baja 45 . ° . Antar dinding bata
diperkuat dengan baja sebesar 1% dari total luas area sebesar 1 jika suhu di bagian dalam
230 ℃ & di bagian luar 25 ℃, hitunglah presentase panas yang dibawa oleh baja!
Contoh Soal
Diketahui : Jawab :
∆ 10 = 0,1 .∆ . , ,
= = = 446 ⁄
∆ ,
.∆ . 0,001 230 − 25 45
= 0,22 . ° = = = 923
∆ 0,1
= 45 . °
99 1
= 99% = = 0,99
100 = + = 446 + 923
1 1
= 1% = = 0,01 = 1369
100
= 230℃
= 25℃
923
= 100% = 100% = 67%
Ditanya: Presentase panas baja= ?
1369
?
List Pertanyaan