Anda di halaman 1dari 27

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Persepsi adalah interpretasi yang tinggi terhadap lingkungan manusia dan
mengolah proses informasi tersebut. Persepsi sensoris mempengaruhi
kemampuan seseorang untuk saling berhubungan dengan orang lain dan
untuk memelihara atau membentuk hubungan baru, berespon terhadap
bahaya, dan menginterprestasikan masukan sensoris dalam aktivitas
kehidupan sehari-hari.
Mekanisme persepsi merupakan suatu peristiwa physical dan proses
eksternal yang membangkitkan persepsi yang mempengruhi mata, saraf di
bagaian visual cortex, yang memberikan efek ke lingkungan yang dapat
mempengaruhi dan di pengaruhi oleh susunan saraf pusat.
Manusia secara umum menerima informasi dari lingkungan lewat proses
yang sama, oleh karena itu dalam memahami persepsi harus ada proses di
mana ada informasi yang di peroleh lewat memory organisme yang hidup.
Fakta ini memudahkan peningkatan persepsi individu, adanya stimulus yang
mempengaruhi individu yang mecetuskan suatu pengalaman dari organisme,
sehingga timbul berpikir yang dalam proses perseptual merupakan proses
yang paling tinggi. Oleh karena itu, semoga makalah yang kami buat dapat
memusatkan pada anatomi dan fisiologi sensori persepsi terhadap dewasa dan
lansia.

1.2. Rumusan Masalah


Dari latar belakang di atas, rumusan masalah yang akan dibahas dalam
makalah ini antara lain:
1. Bagaimanakah anatomi sistem penglihatan (mata)?
2. Bagaimanakah fisiologi mata pada dewasa?
3. Bagaimanakah fisiologi mata pada lansia?
4. Bagaimanakah anatomi sistem pendengaran (telinga)?

Anatomi Dan Fisiologi Sensori Persepsi pada Dewasa dan Lansia 1


5. Bagaimanakah fisiologi telinga pada dewasa?
6. Bagaimanakah fisiologi telinga pada lansia?

1.3. Tujuan Penulisan


Tujuan dari penulisan makalah ini antara lain:
1. Untuk mengetahui anatomi sistem penglihatan (mata).
2. Untuk mengetahui fisiologi mata pada dewasa.
3. Untuk mengetahui fisiologi mata pada lansia.
4. Untuk mengetahui anatomi sistem pendengaran (telinga).
5. Untuk mengetahui fisiologi telinga pada dewasa.
6. Untuk mengetahui fisiologi telinga pada lansia.

Anatomi Dan Fisiologi Sensori Persepsi pada Dewasa dan Lansia 2


BAB II

PEMBAHASAN

2.1. Anatomi Sistem Penglihatan (Mata)

Mata dilindungi dari kotoran dan benda asing oleh alis, bulu mata dan
kelopak mata. Konjungtiva adalah suatu membran tipis yang melapisi kelopak
mata (konjungtiva palpebra), kecuali darah pupil. Konjungtiva palpebra melipat
kedalam dan menyatu dengan konjungtiva bulbar membentuk kantung yang
disebut sakus konjungtiva. Walaupun konjungtiva transparan, bagian palpebra
tampak merah muda karena pantulan dari pembuluh-pembuluh darah yang ada
didalamnya, pembuluh-pembuluh darah kecil dapat dari konjungtiva bulbar diatas
sklera mata. Konjungtiva melindungi mata dan mencegah mata dari kekeringan.

Kelenjar lakrimalis teletak pada sebelah atas dan lateral dari bola mata.
Kelenjar lakrimalis mengsekresi cairan lakrimalis. Air mata berguna untuk
membasahi dan melembabkan kornea, kelebihan sekresi akan dialirkan ke
kantung lakrimalis yang terletak pada sisi hidung dekat mata dan melalui duktus
nasolakrimalis untuk kehidung.

Anatomi Dan Fisiologi Sensori Persepsi pada Dewasa dan Lansia 3


Indra pengelihatan yang terletak pada mata (organ visus) terdiri dari organ
okuli assesoria (alat bantu mata) dan oculus (bola mata).

2.1.1. Okuli Assesoria


2.1.1.1 Kavum Orbita
Merupakan rongga mata yang bentuknya seperti kerucut dengan
puncaknya mengarah ke depan, dan ke dalam. Dinding rongga mata dibentuk
oleh tulang:
a. Os frontalis
b. Os zigomatikum
c. Os slenoidal
d. Os etmoidal
e. Os palatum
f. Os lakrimal

Rongga mata mempunyai beberapa celah yang menghubungkan rongga mata


dengan rongga otak, rongga hitung, rongga etmoidalis dan sebagainya.
Rongga bola mata ini berisi jaringan lemak, otot, fasia, saraf, pembuluh darah
dan aparatus lakrimalis.

Anatomi Dan Fisiologi Sensori Persepsi pada Dewasa dan Lansia 4


2.1.1.2. Alis
Dua potong kulit tebal yang melengkung ditumbuhi oleh rambut pendek
yang berfungsi sebagai pelindung mata dari sinar matahari yang sangat terik dan
sebagai alat kecantikan.

2.1.1.3. Kelopak Mata (Palpebra)


Kelopak atau palpebra terdiri dari 2 bagian kelopak mata atas dan kelopak
mata bawah, mempunyai fungsi melindungi bola mata, serta mengeluarkan
sekresi kelenjarnya yang membentuk film air mata di depan kornea. Palpebra
merupakan alat menutup mata yang berguna untuk melindungi bola mata
terhadap trauma, trauma sinar dan pengeringan bola mata.
Kelopak mata dapat membuka diri untuk memberi jalan masuk sinar
kedalam bola mata yang dibutuhkan untuk penglihatan. Pembasahan dan
pelicinan seluruh permukaan bola mata terjadi karena pemerataan air mata dan
sekresi berbagai kelenjar sebagai akibat gerakan buka tutup kelopak mata.
Kedipan kelopak mata sekaligus menyingkirkan debu yang masuk.
Kelopak mempunyai lapis kulit yang tipis pada bagian depan sedang di
bagian belakang ditutupi selaput lendir tarsus yang disebut konjungtiva tarsal.
Gangguan penutupan kelopak akan mengakibatkan keringnya permukaan mata
sehingga terjadi keratitis et lagoftalmos.
Pada kelopak terdapat bagian-bagian :
a. Kelenjar
Kelenjar sebasea, kelenjar Moll atau kelenjar keringat, kelenjar Zeis pada
pangkal rambut, dan kelenjar Meibom pada tarsus.
b. Otot
M. orbikularis okuli yang berjalan melingkar di dalam kelopak atas dan
bawah, dan terletak di bawah kulit kelopak. Pada dekat tepi margo
palpebra terdapat otot orbikularis okuli yang disebut sebagai M. Rioland.
M. orbikularis berfungsi menutup bola mata yang dipersarafi N. Facial. M.
levator palpebra, yang berorigo pada anulus foramen orbita dan berinsersi
pada tarsus atas dengan sebagian menembus M. orbikularis okuli menuju
kulit kelopak bagian tengah. Bagian kulit tempat insersi M. levator

Anatomi Dan Fisiologi Sensori Persepsi pada Dewasa dan Lansia 5


palpebra terlihat sebagai sulkus (lipatan) palpebra. Otot ini dipersarafi oleh
n. III, yang berfungsi untuk mengangkat kelopak mata atau membuka
mata.
c. Di dalam kelopak terdapat tarsus yang merupakan jaringan ikat dengan
kelenjar di dalamnya atau kelenjar Meibom yang bermuara pada margo
palpebra.
d. Septum orbita yang merupakan jaringan fibrosis berasal dari rima orbita
merupakan pembatas isi orbita dengan kelopak depan.
e. Tarsus ditahan oleh septum orbita yang melekat pada rima orbita pada
seluruh lingkaran pembukaan rongga orbita. Tarsus (terdiri atas jaringan
ikat yang merupakan jaringan penyokong kelopak dengan kelenjar
Meibom (40 bush di kelopak atas dan 20 pada kelopak bawah).
f. Pembuluh darah yang memperdarahinya adalah a. palpebra.
g. Persarafan sensorik kelopak mata atas didapatkan dari ramus frontal N.V,
sedang kelopak bawah oleh cabang ke II saraf ke V.
Konjungtiva tarsal yang terletak di belakang kelopak hanya dapat dilihat
dengan melakukan eversi kelopak. Konjungtiva tarsal melalui forniks
menutup bulbus okuli. Konjungtiva merupakan membran mukosa yang
mempunyai sel Goblet yang menghasilkan musin.

2.1.1.4. Otot Mata (Muskulus Okuli)


Gerakan mata dikontrol oleh enam otot okuler yang dipersarafi oleh saraf
kranial III, IV, dan VI. Otot ekstrinsik mata terdiri dari tujuh buah otot, enam
buah otot diantaranya melekat dengan os kavum orbitalis, satu buah mengangkat
kelopak mata ke atas.
a. Muskulus levator palpebralis superior inferior, fungsinya mengangkat
kelopak mata.
b. muskulus orbikularis okuli otot lingkar mata, fungsinya untuk menutup mata.
c. muskulus rektus okuli inferior (otot sekitar mata) fungsinya untuk menutup
mata.
d. muskulus rektus okuli medial (otot sekitar mata) fungsinya menggerakkan
mata dalam (bola mata)

Anatomi Dan Fisiologi Sensori Persepsi pada Dewasa dan Lansia 6


e. muskulus obliques okuli inferior, fungsinya menggerakkan bola mata ke
bawah dan ke dalam.
f. muskulus obliques okuli superior, fungsinya memutar mata ke atas, ke
bawah dan keluar.
g. Muskulus rektus okuli berorigo pada anulus tendineus komunis, yang
merupakan sarung fibrosus yang menyelubungi nervus optikus.
h. Strabismus (juling) disebabkan tidak seimbangnya atau paralisa kelumpuhan
fungsi dari salah satu otot mata.

2.1.1.5. Konjungtiva
Konjungtiva merupakan membran yang menutupi sklera dan kelopak
bagian belakang. Bermacam-macam obat mata dapat diserap melalui
konjungtiva ini. Konjungtiva mengandung kelenjar musin yang dihasilkan oleh
sel Goblet. Musin bersifat membasahi bola mata terutama kornea. Selaput ini
mencegah benda-benda asing di dalam mata seperti bulu mata atau lensa
kontak (contact lens), agar tidak tergelincir ke belakang mata. Bersama-sama
dengan kelenjar lacrimal yang memproduksi air mata, selaput ini turut menjaga
agar cornea tidak kering.
Konjungtiva terdiri atas tiga bagian, yaitu :
a. Konjungtiva tarsal yang menutupi tarsus, konjungtiva tarsal sukar
digerakkan dari tarsus.
b. Konjungtiva bulbi menutupi sklera dan mudah digerakkan dari sklera di
bawahnya.
c. Konjungtiva fornises atau forniks konjungtiva yang merupakan tempat
peralihan konjungtiva tarsal dengan konjungtiva bulbi.
Konjungtiva bulbi dan forniks berhubungan dengan sangat longgar dengan
jaringan di bawahnya sehingga bola mata mudah bergerak.

2.1.2. Okulus (Mata)


Meliputi bola mata (bulbus okuli). Nervus: optikus saraf otak II, merupakan
saraf otak yang menghubungkan bulbus okuli dengan otak dan merupakan
bagian penting dari pada organ visus.

Anatomi Dan Fisiologi Sensori Persepsi pada Dewasa dan Lansia 7


2.1.1.1. Sklera
Pembungkus fibrosa pelindung mata di bagian luar, jaringan ini pada dan
berwarna putihserta bersambung dengan kornea di sebelah anterior dan dura
mater nervus optikus di belakang. Beberapa lembar jaringan sclera berjalan
melintang bagian anterior nervus optikus disebut lamina cribrosa. Permukaan
luar sclera anterior dibungkus oleh sebuah lapisan tipis dari jaringan elastic halus
apisklera yang mengandung banyak pembuluh darah yang memasok sclera.
Bagian putih bola mata yang bersama-sama dengan kornea merupakan
pembungkus dan pelindung isi bola mata. Sklera berjalan dari papil saraf optik
sampai kornea.Sklera sebagai dinding bola mata merupakan jaringan yang kuat,
tidak bening, tidak kenyal dan tebalnya kira-kira 1 mm.
Sklera anterior ditutupi oleh 3 lapis jaringan ikat vaskular. Sklera
mempunyai kekakuan tertentu sehingga mempengaruhi pengukuran tekanan bola
mata. Dibagian belakang saraf optik menembus sklera dan tempat tersebut
disebut kribosa. Bagian luar sklera berwarna putih dan halus dilapisi oleh kapsul
Tenon dan dibagian depan oleh konjungtiva. Diantara stroma sklera dan kapsul
Tenon terdapat episklera. Bagian dalamnya berwarna coklat dan kasar dan
dihubungkan dengan koroid oleh filamen-filamen jaringan ikat yang berpigmen,
yang merupakan dinding luar ruangan suprakoroid. Kekakuan sklera dapat
meninggi pada pasien diabetes melitus, atau merendah pada eksoftalmos goiter,
miotika, dan meminum air banyak.

2.1.2.2. Kornea
Di bagian anterior, sclera bersambung dengan membrane epithelium yang
jernih yaitu kornea. Sinar cahaya yang masuk melalui kornea untuk mencapai
retina. Kornea di bagian anterior tampak cembung dan berfungsi dalam
membiaskan sinar cahaya untuk difokuskan pada retina

2.1.2.3. Retina
Retina yang terletak paling dalam dan mempunyai susunan lapis sebanyak
10 lapis yang merupakan lapis membran neurosensoris yang akan merubah sinar
menjadi rangsangan pada saraf optik dan diteruskan ke otak. Terdapat rongga

Anatomi Dan Fisiologi Sensori Persepsi pada Dewasa dan Lansia 8


yang potensial antara retina dan koroid sehingga retina dapat terlepas dari koroid
yang disebut ablasi retina. Retina yang tidak mempunyai bagian anterior
mengandung reseptor cahaya ( fotoreseptor ) yang terdiri dari sel batang dan sel
kerucut. Reseptor cahaya melakukan synap dengan saraf - saraf bipolar diretina
dan kemudian dengan saraf – saraf ganglion diteruskan keserabut saraf optikus.
Sel kerucut lebih sedikit dibanding sel batang. Sel kerucut dapat
ditemukan di dekat pusat retina dan diperkirakan menjadi reseptor terhadap
cahaya terang dan penglihatan warna. Sel – sel batang ditemukan banyak pada
daerah perifer retina yang merupakan reseptor terhadap gelap atau penglihatan
malam. Sel – sel batang mengandung rhodopsin yaitu suatu protein fotosintetif
yang cepat berkurang dalam cahaya terang. Regenerasi rhodopsin bersifat
lambat tergantung pada tersedianya vitamin A, mata memerlukan waktu untuk
beradaptasi dari terang ke gelap. Defisiensi vitamin A mempengaruhi
kemampuan melihat dimalam hari.
Fungsi retina:
Retina merupakan bagian mata yang fotosensitif (peka cahaya). Sel saraf
peka cahaya adalah sel batang kerucut. Sinar cahaya menyebabkan perubahan
kimiawi dalam pigmen peka cahaya di sel ini dan perubahan ini menyebabkan
bangkitnya impuls sel saraf yang dikonduksi ke lobus oksipital melalui saraf
optic.
Sel batang lebih peka terhadap cahaya daripada kerucut. Sel ini distimulasi
oleh cahaya yang memiliki intensitas rendah atau redup, misalnya oleh cahaya
redup di ruang gelap.
Sel kerucut peka terhadap sinar terang dan warna. Panjang gelombang
cahaya yang berbeda menstimulus pigmen fotosensitif di sel kerucut
menyebabkan persepsi warna yang berbeda. Di cahaya terang sinar cahaya
difokuskan pada macula lutea (bintik kuning).
Sel batang berjumlah lebih banyak pada perifer retina. Rodopsin adalah
pigmen fotosensitif ynag ada di sel batang. Warnanya tampak pudar jika disinari
cahaya terang dan dengan cepat beregenerasi. Selain itu, rodopsin juga
memberikan suplai vitamin A yang adekuat.

Anatomi Dan Fisiologi Sensori Persepsi pada Dewasa dan Lansia 9


Saat terpajan dengan cahaya terang, rodopsin dalam sel batang yang peka
cahaya mengalami degradasi. Hal ini tidak siknifikan hingga individu berpindah
kearah yang lebih gelap dimana intensitas cahaya tidak cukup untuk
menstimulasi sel kerucut, dan menyebabkan penglihatan sementara rodopsin
beregenerasi di dalam sel batang, “adaptasi gelap”. Saat regenerasi rodopsin
terjadi, penglihatan kembali normal.

2.1.2.4. Iris
Iris merupakan bagian mata yang terlihat bewarna dan memanjang secara
anterior dari badan siliaris, berada di belakang kornea dan di depan lensa. Iris
membagi bagian anterior mata menjadi bilik anterior dan posterior yang
mengandung cairan aqueous yang disekresi olen badan siliaris. Iris merupakan
badan sirkular yang terdiri atas sel pigmen dan dua lapisan serat otot polos,
yakni otot sirkular dan radian. Pada bagian tengahnya terdapat aperture (celah)
yang disebut pupil.
Iris dipersarafi oleh saraf simpatik dan parasimpatik. Stimulasi
parasimpatik mengontriksi pupil, sedangkan stimulasi simpatik mendilatasi
pupil. Warna iris secara genetic ditentukan dan bergantung pada jumlah sel
pigmen yang ada. Orang albino tidak memiliki sel pigmen dan orang yang
bermata biru memiliki lebih sedikit sel pigmen daripada orang yang bermata
coklat.

2.1.2.5. Badan siliar


Badan siliiar yang terletak di belakang iris menghasilkan cairan bilik mata
(akuos humor), yang dikeluarkan melalui trabekulum yang terletak pada pangkal
iris di batas kornea dan sklera. Badan siliaris melekat pada ligamen suspensori,
yang pada bagian ujung lainnya, melekat pada kapsul yang membungkus lensa.
Kontraksi dan relaksasi otot siliaris mengubah ketebalan lensa, membelokkan
sinar cahaya yang masuk ke mata untuk memfokuskan cahaya pada retina. Sel
epithelium menyekresikan cairan aqueous ke bagian anterior mata, yakni ruang
antara lensa dan kornea. Badan siliaris dipersarafi oleh cabang parasimpatik dari
saraf okulomotor.

Anatomi Dan Fisiologi Sensori Persepsi pada Dewasa dan Lansia 10


2.1.2.6. Lensa
Lensa terletak di belakang pupil yang dipegang di daerah ekuatornya pada
badan siliar melalui Zonula Zinn. Lensa mata mempunyai peranan pada
akomodasi atau melihat dekat sehingga sinar dapat difokuskan di daerah makula
lutea.
Lensa adalah suatu struktur bikonveks, avaskular tak berwarna dan hampir
transparan sempurna.di belakang iris lensa digantung oleh zonula yang
menghubungkan dengan korpus siliare. Di sebelah anterior terdapat humor
aquaeus dan di sebelah posterior terdapat vitreus. Kapsul lensa adalah suatu
membrane yang semi permiabel yang akan memperbolehkan air dan elektrolit
masuk. Lensa ditahan di temaptnya oleh ligamentum yang dikenal dengan
zonula (zonula Zinnii) ke badan siliare. Lensa mata berfungsi untuk membiaskan
cahaya.

2.1.2.7. Humor Aquaeus


Humor aquaeus diproduksi oleh korpus siliare, setelah memasuki kamera
posterior humor aquaeus melalui pupil dan masuk ke kamera anterior. Humor
aquaeus adalah suatu cairan jernih yang mengisi kamera anterior dan posterior
mata. Tekanan intraocular ditentukan oleh kecepatan pembentukan humor
aquaeus.

2.1.2.8. Viterus

Vitreus adalah suatu badan gelatin yang jernih dan avaskuler yang
membentuk duapertiga dari volume dan berat mata. Vitreus mengisi ruangan
yang yang dibatasi oleh lensa, retina, dan diskus optikus.

Pembuluh Darah Yang Memperdarahi Mata

Mata diperdarahi oleh darah arteri yang berasal dari arteri siliaris arteri
retina sentral. Arteri ini merupakan cabang dari arteri optalmik, salah satu
cabang arteri karotis interna. Vena yang memperdarahi mata adalah vena retina
sentra, yang akhirnya bermuara ke sinus vena profunda. Arteri dan vena sentra
terbungkus di dalam saraf optic yang masuk ke mata pada diskus optic.

Anatomi Dan Fisiologi Sensori Persepsi pada Dewasa dan Lansia 11


Interior mata

Bagian anterior mata, yakni ruang diantara kornea dan lensa, dibagi menjadi
bilik anterior dan posterior oleh bilik. Kedua bilik menggandung cairan aqueous
bening yang disekresikan ke bilik posterior oleh kelenjar siliaris. Cairan ini
beredar di depan lensa, melalui pupil ke bilik anterior dan kembali ke sirkulasi
vena melalui sinus vena sclera (kanal Schalemm) di sudut antara iris dan kornea.
Cairan ini terus diproduksi dan dialirkan tetapi tekanan intraokuler tetap konstan
antara 1.3 dan 2.6 kPa (10-20 mmHg). Peningkatan pada tekanan ini
menyebabkan glaucoma. Cairan aqueous membawa nutrient dan menyingkirkan
zat sisa dari struktur bening di depan mata yang tidak memiliki suplai darah,
yaitu kornea, lensa dan kapsul lensa.
Di belakang lensa dan bagian posterior (rongga) bola mata, terdapat badan
vitreus. Badan vitreus merupakan substansi bening, halus, tidak berwarna, dan
menyerupai jelly, yang terdiri atas 99% air, beberapa garam, dan mukoprotein.
Substansi ini mempertahankan tekanan intraokuler yang cukup untuk menunjang
retina pada koroid dan mencegah kolapsnya bola mata.
Mata mempertahankan bentuknya karena tekanan intraokuler yang
diberikan oleh badan vitreus dan cairan aqueous. Tekana ini tetap konstan
seumur hidup.

2.1.3. Saraf Optik


Saraf optik berasal dari retina dan serat ini berkumpul untuk membentuk
saraf optik sekitar 0,5 cm dari sisi nasal makula lutea. Saraf menembus koroid
dan sklera hingga ke bagian belakang dan medialnya memiliki rongga orbita.
Saraf kemudian melalui foramen optik tulang sfenoid, mengarah ke belakang
dan ke bagian medial untuk bertemu dengan saraf yang berasal dari mata lainnya
di kiasma optik.

a. Kiasma optik
Kiasma optik berada di depan dan di atas kelenjar hipofisis, yang berada di
dan di atas kelenjar hipofisis, yang berada di fossa hipofiseal tulang spenoid. Di
kiasma optik, serat saraf optik dari sisi nasal tiap retina terletak bersilangan dan

Anatomi Dan Fisiologi Sensori Persepsi pada Dewasa dan Lansia 12


berlawanan, misal sisi serat optik mata kanan ada di bagian mata kiri begitu juga
sebaliknya. Serat dari sisi temporal tidak bersilangan, tetapi berlanjut ke
belakang sisi retina yang sama. Letak serat saraf yang berlawanan ini
memberikan input sensorik dari tiap mata ke hemisfer serebri.

b. Traktus optic
Traktus optic merupakan jaras saraf optic posterior ke kiasma optic. Tiap
traktus terdiri atas serat nasal dari retina salah satu matadan serat temporal dari
sisi retina lainnya. Traktus optic berlanjut ke belakanguntuk bersinaps dengan
sel saraf badan genikulat lateral thalamus. Dari basal genikulat lateral, serat saraf
sebelumnya melewati bagian belakang dan medial menuju radiasi optic untuk
bermuara pada area visual korteks serebri di lobus oksipital. Neuron lain yang
berasal dari badan genikulat lateral menyampaikan impuls dari mata ke
serebelum dimana bersama dengan impuls dari kanalis semi-sirkularis telinga,
serta dari otot dan sendi rangka, berfungsi mempertahankan postur dan
keseimbangan.

2.2. Fisiologi Penglihatan (Mata) Pada Dewasa

Cahaya masuk ke mata dan di belokkan (refraksi) ketika melalui kornea dan
struktur-struktur lain dari mata (kornea, humor aqueous, lensa, humor vitreous)
yang mempunyai kepadatan berbeda-beda untuk difokuskan di retina, hal ini
disebut kesalahan refraksi.Mata mengatur (akomodasi) sedemikian rupa ketika
melihat objek yang jaraknya bervariasi dengan menipiskan dan menebalkan lensa.

Penglihatan dekat memerlukan kontraksi dari badan ciliary, yang bisa


memendekkan jarak antara kedua sisi badan ciliary yang diikuti dengan relaksasi
ligamen pada lensa. Lensa menjadi lebih cembung agar cahaya dapat terfokuskan
pada retina. Konjungtiva adalah suatu membran tipis yang melapisi kelopak mata
(konjungtiva palpebra), kecuali darah pupil. Konjungtiva palpebra melipat dengan
seringnya mengganti jarak antara objek dengan mata. Akomodasi juga dinbantu
dengan perubahan ukuran pupil.

Anatomi Dan Fisiologi Sensori Persepsi pada Dewasa dan Lansia 13


Penglihatan dekat, iris akan mengecilkan pupil agar cahaya lebih kuat melelui
lensa yang tebal.Cahaya diterima oleh fotoreseptor pada retina dan dirubah
menjadi aktivitas listrik diteruskan ke kortek. Serabut-serabut saraf optikus terbagi
di optik chiasma (persilangan saraf mata kanan dan kiri), bagian medial dari
masing-masing saraf bersilangan pada sisi yang berlawanan dan impuls diteruskan
ke korteks visual.

a. Tekanan dalam bola mata (intra occular pressure/IOP)

Tekanan dalam bola mata dipertahankan oleh keseimbangan antara


produksi dan pengaliran dari humor aqueous. Pengaliran dapat dihambat oleh
bendungan pada jaringan trabekula (yang menyaring humor aquoeus ketika masuk
kesaluran schellem) atau dfengan meningkatnya tekanan pada vena-vena sekitar
sclera yang bermuara kesaluran schellem. Sedikit humor aqueous dapat maengalir
keruang otot-otot ciliary kemudian ke ruang suprakoroid. Pemasukan kesaluran
schellem dapat dihambat oleh iris. Sistem pertahanan katup (Valsava manuefer)
dapat meningkatkan tekanan vena. Meningkatkan tekanan vena sekitar sklera
memungkinkan berkurangnya humor aquoeus yang mengalir sehingga dapat
meningkatkan IOP. Kadang-kadang meningkatnya IOP dapat terjadi karena stress
emosional.

b. Pembiasan sinar cahaya

Saat sinar cahaya melintas dari satu media kepadatan ke media dengan
kepadatan berbeda, sinar ini dibelokkan, misalnya di mata, lensa bikonveks
membelokkan dan memfokuskan sinar cahaya. Prinsip ini digunakan untuk
memfokuskan cahaya di retina. Sebelum mencapai retina, sinar cahaya berhasil
melewati konjungtiva, kornea, cairai aqueous, dan badan vitreus. Semua substansi
ini lebih padan daripada udara dan kecuali lensa, substansi ini memiliki daya
pembias yang konstan, serupa dengan air. Pembiasan yang abnormal dalam mata
dikoreksi dengan menggunakan lensa bikonveks atau bikonkaf.

c. Akomodasi
Agar objek yang dekat dapat difokuskan, yakni jarak sekitar 6m,
akomodasi diperlukan dan mata harus membuat penyesuaian sebagai berikut :

Anatomi Dan Fisiologi Sensori Persepsi pada Dewasa dan Lansia 14


1. Kontriksi pupil
Kontriksi pupil membantu akomodasi dengan mengurangi lebar berkas
cahaya yang masuk ke mata sehingga berkas cahaya melalui bagian
lengkung sentral lensa.
2. Konvergens (pergerakan bola mata)
Sinar cahaya berasal dari objek yang dekat, masuk kedua mata pada sudut
yang berbeda dan untuk mendapat melihat jelas. Sinar ini harus
menstimulasi area yang berfungsi pada dua retina. Otot ekstrinsik
menggerakkan mata dan untuk mendapat bayangan yang jelas, otot ini
merotasikan mata sehingga mata berpusat pada obe yang dilihat. Aktivitas
otot yang terkoordinasi ini berada dibawah kendali autonom. Saat terdapat
gerakan volunteer mata, kedua mata bergerak dan konvergensi
dipertahankan. Semakin dekat suatu objek dengan mata semakin besar
rotasi mata yang diperlukan untuk mencapai konvergensi, misal orang
yang berfokus melihat ujung hidungnya matanya tampak juling. Jika
konvergensi tidak mungkin dilakukan, otak cenderung mengabaikan
impuls yang diterima dari mata yang divergen.
3. Mengubah daya lensa
Perubahan dalam ketebalan lensa dilakukan untuk memfokuskan cahaya
pada retina. Jumlah penyesuaian bergantung pada jarak objek dari mata,
yakni lensa sekmakin tebal untuk penglihatan dekat dan semakin tipis saat
berfokus pada objek yang berjarak lebih dari 6 meter. Melihat objek yang
dekat membuat mata lebih cepat lelah karena penggunaan otot siliaris yng
terus menerus.

Ukuran pupil memengaruhi akomodasi dengan mengendalikan jumlah


cahaya yang masuk ke mata. Pada cahaya yang terang, pupil berkontriksi. Pada
cahaya yang redup, pupil berdilatasi.
Jika pupil berdilatasi pada cahaya terang, terlalu banyak cahaya yang masuk
ke mata dan akan merusak retina yang peka terhadap cahaya. Pada cahaya redup,
jika pupil berkontriksi, cahaya yang yang tidak cukup masuk ke mata untuk

Anatomi Dan Fisiologi Sensori Persepsi pada Dewasa dan Lansia 15


mengaktifkan pigmen fotosensitif di sel batang dan kerucut yang menstimulasi
ujung saraf di retina.
Iris terdiri atas satu lapisan serat otot polos sirkular dan radian. Kontraksi
serat sirkular mengkontriksi pupil dan kontraksi serat radian mendilatasi pupil.
Ukuran pupil dikendalikan oleh system saraf autonom. Stimulasi simpatik
mendilatasi pupil, sedangkan stimulasi parasimpatik menyebabkan kontriksi.

2.3 Fisiologi Mata Pada Lansia

Perubahan penglihatan dan funsi mata yang dianggap normal dalam proses
penuaan termasuk penurunan kemampuan dalam akomodasi, kontraksi pupil,
akibat penuaan,dan perubahan warna serta kekeruhan pada lensa mata,yaitu
katarak.

Semakin bertambahnya usia, lemak akan berakumulasi di sekitar kornea dan


membentuk lingkaran berwarna putih atau kekuningan diantara iris dan sclera.
Kejadian ini disebut arkus sinilis, biasanya ditemukan pada lansia. Berikut ini
merupakan perubahan fisiologis yang terjadi pada penglihatan akibat proses
menua :

1. Hilangnya daya akomodasi


Hal ini disebabkan karena otot-otot siliaris menjadi lebih lemah dan
kendur, dan lensa kristalin mengalami sklerosis, dengan kehilangan
elastisitas dan kemampuan untuk memusatkan penglihatan jarak dekat.
Implikasi dari hal ini adalah kesulitan dalam membaca huruf-huruf yang
kecil dan kesulitan dalam melihat jarak dalam pandang dekat.
2. Penurunan ukuran pupil atau miosis pupil
Terjadi karena sfingter pupil mengalami sklerosis. Implikasi dari hal ini
yaitu penyempitan lapang pandang dan mempengaruhi penglihatan perifer
pada tingkat tertentu.
3. Perubahan warna dan meningkatnya kekeruhan lensa Kristal yang
terakumulasi dapat menimbulkan katarak. Implikasi dari hal ini adalah
mata menjadi kabur yang mengakibatkan kesukaran dalam membaca dan
memfokuskan penglihatan, peningkatan sensitivitas terhadap cahaya,

Anatomi Dan Fisiologi Sensori Persepsi pada Dewasa dan Lansia 16


berkurangnya penglihatan pada malam hari, gangguan dalam persepsi
kedalaman atau stereopsis (masalah dalam penilaian ketinggian),
perubahan dalam persepsi warna.
4. Penurunan produksi air mata. Implikasi dari hal ini adalah mata berpotensi
terjadi sindrom mata kering.

2.4 Anatomi Sistem Pendengaran (Telinga)


Telinga adalah organ pendengaran. Telinga dipersarafi oleh saraf kranial,
yakni bagian koklea saraf vestibulokoklear, yang distimulasi oleh getaran yang
disebabkan gelombang suara. Telinga adalah organ penginderaan dengan fungsi
ganda dan kompleks (pendengaran dan keseimbangan).

Struktur telinga :

a. Telinga luar

Anatomi Dan Fisiologi Sensori Persepsi pada Dewasa dan Lansia 17


Telinga luar, yang terdiri dari aurikula (atau pinna/daun telinga) dan
meatus akustik eksterna, dipisahkan dari telinga tengan oleh struktur seperti
cakram yang dinamakan membrana timpani (gendang telinga).

a. Aurikel (daun telinga)


Aurikel terdiri atas kartilago fibroelastik yang ditutupi kulit. Struktur
telinga tampak berlekuk-lekuk, bagian paling luar daun telinga disebut
heliks. Lobulus (lobus telinga) merupakan bagian lunak di ekstremitas
daun telinga bawah, yang terdiri atas jaringan fibrosa dan adiposa yang
kaya darah.
b. Meatus akustik eksternal (saluran telinga luar)
Saluran telinga luar menyerupai huruf S yang kurang sempurna dan
memiliki panjang sekitar 2,5 cm, memanjang dari aurikel sampai membran
thimpany (gendang telinga). Pada bagian lateral ketiga saluran telinga luar
adalah kartilago kartilago dan sisanya merupakan saluran di tulang
temporal. Meatus dilapisi kulit yang merupakan lanjutan dari aurikel/daun
telinga. Pada kulitb lateral ketiga terdapat banyak kelenjer seruminosa dan
folikel rambut, disetai kelenjer sebasius. Kelenjer seruminosa merupakan
kelenjer keringat yang diubah sedemikian rupa untuk menyekresi serumen
(aerwax). Serumen telinga merupakan suatu materi yang mengandung
lisozim dan imunoglobulin. Materi asing, misalnya debu, serangga, dan
mikroba dicegah masuk ke membran timpani oleh lapisan lilin (wax),
rrambut, dan lekukan di meatus. Gerakan sendi temporomandibular saat
mengunyah dan berbicara, menekan meatus kartilago menyebabkan wax
bergerak menuju bagian luar telinga.

Membran timpani memisahkan meatus akustik eksternal dari telinga


tengah. Membran ini berbentuk oval dengan tepi bagian atas yang sedikit luas dan
dibentuk oleh tiga tipe jaringan : bagian luarnya ditutupi oleh kulit yang tidak
berambut, lapisan tengahnya dilapisi jaringan fibrosa, dan bagian dalam dilapisi
membran muosa yang terus bersambung hingga telinga tengah.

Anatomi Dan Fisiologi Sensori Persepsi pada Dewasa dan Lansia 18


b. Telinga tengah

Telinga tengah (rongga timpani) merupakan rongga berisi udara yang


memiliki bentuk tidak beraturan di dalam bagian petrosa lobus temporal. Rongga,
isinya, dan sakus (kantong) udara yang terbuka dilapisi oleh epitel skuamosa
sederhana atau kuboid.

Bagian-bagian telinga tengah:

1. Dinding lateral telinga tengah dibentuk oleh membran timpani


2. Atap dan dasar telinga tengah dibentuk oleh tulang temporal
3. Dinding poterior dibentuk oleh tulang temporal disertai lubang yang
mengarah ke autum mastoid tempat udara mengalir ke sel udara di dalam
prosessus mastroid.
4. Dinding medial adalah lapisan tipis tulang temporal yang memiliki dua
jendela, yaitu jendela oval dan jendela bundar. Jendela oval disumbat oleh

Anatomi Dan Fisiologi Sensori Persepsi pada Dewasa dan Lansia 19


bagian tulang kecil yang disebut sanggurdi (stapes) dan jendela bundar
disumbat oleh selubung halus fibrosa.
5. Tulang pendengaran
Telinga tengah mengandung tulang terkecil (osikuli) yaitu malleus, inkus
stapes. Osikuli dipertahankan pada tempatnya oleh sendian, otot, dan
ligamen, yang membantu hantaran suara. Ada dua jendela kecil (jendela
oval dan dinding medial telinga tengah, yang memisahkan telinga tengah
dengan telinga dalam. Bagian dataran kaki menjejak pada jendela oval, di
mana suara dihantar telinga tengah. Jendela bulat memberikan jalan ke
getaran suara. Jendela bulat ditutupi oleh membrana sangat tipis, dan
dataran kaki stapes ditahan oleh yang agak tipis, atau struktur berbentuk
cincin. anulus jendela bulat maupun jendela oval mudah mengalami
robekan. Bila ini terjadi, cairan dari dalam dapat mengalami kebocoran ke
telinga tengah kondisi ini dinamakan fistula perilimfe.
Tuba eustachii yang lebarnya sekitar 1mm panjangnya sekitar 35 mm,
menghubngkan telingah ke nasofaring. Normalnya, tuba eustachii tertutup,
namun dapat terbuka akibat kontraksi otot palatum ketika melakukan
manuver Valsalva atau menguap atau menelan. Tuba berfungsi sebagai
drainase untuk sekresi dan menyeimbangkan tekanan dalam telinga tengah
dengan tekanan atmosfer.

Anatomi Dan Fisiologi Sensori Persepsi pada Dewasa dan Lansia 20


c. Telinga dalam

Telinga dalam atau labirin berisi organ pendengaran dan keseimbangan.


Telinga dalam terbagi menjadi dua bagian:

1. Labirin tulang merupakan rongga di dalam tulang temporal yang dilapisi


periosteum. Ukuran labirin tulang lebih besar daripada labirim
bermembran. Labirin tulang membungkus labirin bermembran, terdapat
lapisan cairan yang disebut peri-limfe dan di dalam labirin bermembran
terdapat cairan yang disebut endolimfe. Labirin tulang terdiri atas vestibula
(berisi jendela oval dan bundar di dinding lateralnya), koklea (struktur
yang menyerupai rumah siput), dan kanalis semi-sirkularis (tiga tuba yang
tersusun dan bersambung dengan vestibula).
2. Labirin bermembran berisi endolimfe dan terletak di dalam labirin tuang
serta terdiri atas koklea yang terdiri atas 3 ruang, yaitu skala vestibuli,
skala media (duktus koklear), dan skala timpani. Skala vestibular yang
berasal dari jendela oval dan skala timpani yang berakhir di jendela
bundar, mengandung per-limfe. Duktus koklear berbentuk triagular. Pada
membran basilar, atau dasar triagular, terdapat sel penunjang dan sel
rambut koklear yang berisi reseptor pendengaran. Sel-sel ini membentuk
organ spiral (Corti), suatu organ sensorik yang diinisiasi oleh impuls saraf
dan dipersepsikan sebagai pendengaran oleh otak. Reseptor pendengaran
adalah dendrit saraf eferen yang bergabung membentuk bagian koklear
(auditori) dari saraf vestibulokoklear (saraf kranial ke-8), yang melalui

Anatomi Dan Fisiologi Sensori Persepsi pada Dewasa dan Lansia 21


foramen di tulang temporal untuk menjangkau area pendengaran di lobus
temporal serebrum.

2.5. Fisiologi Pesdengaran (Telinga) Pada Dewasa

Daun telinga, karena strukturnya, mengumpulkan gelombang dan


mengarahkan ke sepanjang saluran telinga luar yang menyebabkan membran
timpani bergetar. Gerakan membran timpani dihantarkan dan diperkuat melalui
telinga tengah oleh gerakan tulang pendengaran. Di telinga tengah, stapes
menghantarkan gelombang ke depan dan belakang jendela oval, mengatur
gelombang cairan di perilimfe skala vestibuli.

Sebagian tekanan gelombang ini dihantarkan disepanjang skala vestibuli dan


timpani, tetapi sebagian besar tekanan dihantarkan ke duktus koklearis (skala
media). Hal ini menyebabkan gerakan gelombang yang bersamaan di endolimfe,
menghasilkan getaran dpada membranbasilar danterjadi stimulasi reseptor
pendengaran di sel-sel rambut orga Corti. Impuls saraf dihantarkan keotak di
bagian saraf vestibulokoklear. Gelombang cairan akhirnya sampai ke telinga
tengah oleh getaran membran jendela bundar. Saraf vestibulokoklear

Anatomi Dan Fisiologi Sensori Persepsi pada Dewasa dan Lansia 22


mengahatarkan impuls ke nuklei auditori di medula, dimana saraf ini bersinaps
sebelum mengirim impulskearae pendengaran di lobus temporal. Karena sebagia
serat bersilang di medula dan sebagian lagi disisi kiri dan kanan area
pendengaran, area pendengaran di kanan dan kiri serebrum menerima impuls dari
kedua telinga.

Gelombang suara memiliki intensitas ( voume dan tinggi nada ). Tinggi nada
ditentukan oleh frekuensi gelombang suara dan diukur dalam Hertz (Hz). Bunyi
frekuensi yang berbeda menstimulasi membran basiliar pada tempat yang berbeda
sehingga memungkinkan perbedaan tinggi nada.

Volume bergantung pada besarnya gelombang suara dan diukur dalam desibel
(dB). Semakin tinggi amplitudo gelombang yang dihasilkan endolimfe, semakin
besar stimulasi reseptor pendengaran di sel rambut organ Corti, yang
memungkinkan persepsi volume. Suara yang sangat keras menyebab kan
gangguan pendengaran, terutama jika terpapar lama, karena gelombang suarayang
keras merusak sel rambut organ Corti yang sensitif.

Fisiologi Keseimbangan

Kanalissemi-sirkularis dan vestibula (urtikel dan sakula) berhubungan denga


keseimbangan. Perubahan posisi apapun pada kepala menyebabkan gerakan di
peri-limfe dan endolimfe, yang membelokkan sel rambut dan menstimulasi
reseptor sensorik di utrikel, sakula, dan ampula. Impuls saraf yang dihasilkan,
dihantarkan oleh saraf vestibularis., bekerja sama dengan saraf koklear untuk
membentuk saraf vestibulokoklear cabang vestibular melalui nukleus vestibular
terlebih dahulu, kemudian ke serebelum.

Serebelum juga menerima impuls saraf dari mata dan propioseptor di otot
rangka dan sendi. Impuls dari tiga sumber ini berkoordinasi dan impuls saraf
eferen dihantarkan serebrum dan ke otot rangka. Hal ini menyebabkan kesadaran
posisi tubuh, yang mempertahan kan posisi tegak lurus, dan menjaga mata pada
titik yang sama,bebas dari gerakan kepala.

Anatomi Dan Fisiologi Sensori Persepsi pada Dewasa dan Lansia 23


Kanalis semi-sirkularis tidak memiliki fungsi pendengaran walaupun
berhubugan erat dengan koklea. Kanalis semi-sirkularis memberikan informasi
tentang posisi kepala di ruang, berperan untuk mempertahankan postur dan
keseimbangan tubuh.

Ada tiga saluran (kanal) dalam kanalis semi-sirkularis, satu saluran berada di
tiap tiga bidangruang. Saluran ini berada di atas, di samping, dan di belakang
vestibula telinga dalam dan saling berhubungan.

Kanalis semi-sirkularis, seperti koklea, terdiri atas didnding tulang di luar dari
tuba atau duktus bermembran di dalam. Duktus bermembran berisi endolimfe dan
dipisahkan dari dinding tulang oleh perilimfe.

Utrikel adalah sakus (kantong) bermembran yang merupakan bagian dari


vestibula dan tiga duktus bermembran yang bersambungan dan melebar pada
bagian ujungnya,disebut ampula. Sakula merupakan bagian vestibula dan
berhubungan dengan utrikeldan koklea.

Pada dinding utrikel, sakula, adan ampula, terdapat sel epitelium khusus dan
halus yang disebut sel rambut. Di antara sel rambut terdapat reseptor pada ujung
saraf sensorik, yang membentuk bagian vestibula saraf vestibulokoklear.

2.6. Fisiologi Pendengaran Pada Lansia

Penurunan pendengaran merupakan kondisi yang secara dramatis dapat


mempengaruhi kualitas hidup. Kehilangan pada lansia disebut presbikusis.

Berikut merupakan perubahan fisiologis yang terjadi pada system


pendengaran:

1. Pada telinga bagian dalam terdapat penurunan fungsi sensorineural, hal ini
terjadi karena telinga bagian dalam dan komponen saraf tidak berfungsi
dengan baik sehingga terjadi perubahan konduksi. Implikasi dari hal ini
adalah kehilangan pendengaran secara bertahap. Ketidakmampuan untuk

Anatomi Dan Fisiologi Sensori Persepsi pada Dewasa dan Lansia 24


mendeteksi volume suara dan ketidakmampuan dalam mendeteksi suara
dengan frekuensi tinggi seperti mendeteksi konsonan.
2. Pada telinga bagian tengah terjadi pengecilan daya tangkap membrane
timpani, pengapuran dari tulang pendengaran, otot dan ligament menjadi
lemah dan kaku. Implikasi dari hal ini adalah gangguan konduksi suara.
3. Pada telinga bagian luar, rambut menjadi panjang dan tebal, kulit menjadi
lebih tipis dan kering, terjadi peningkatan keratin. Implikasi dari hal ini
adalah potensial terbentuk serumen sehingga berdampak pada gangguan
konduksi suara.

Anatomi Dan Fisiologi Sensori Persepsi pada Dewasa dan Lansia 25


BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Persepsi sensoris mempengaruhi kemampuan seseorang untuk saling


berhubungan dengan orang lain dan untuk memelihara atau membentuk
hubungan baru, berespon terhadap bahaya, dan menginterprestasikan
masukan sensoris dalam aktivitas kehidupan sehari-hari.
Mata dilindungi dari kotoran dan benda asing oleh alis, bulu mata dan
kelopak mata. Konjungtiva adalah suatu membran tipis yang melapisi kelopak
mata (konjungtiva palpebra), kecuali darah pupil. Cahaya masuk ke mata dan
di belokkan (refraksi) ketika melalui kornea dan struktur-struktur lain dari
mata (kornea, humor aqueous, lensa, humor vitreous) yang mempunyai
kepadatan berbeda-beda untuk difokuskan di retina, hal ini disebut kesalahan
refraksi. Mata mengatur (akomodasi) sedemikian rupa ketika melihat objek
yang jaraknya bervariasi dengan menipiskan dan menebalkan lensa.
Perubahan penglihatan dan funsi mata yang dianggap normal dalam proses
penuaan termasuk penurunan kemampuan dalam akomodasi, kontraksi pupil,
akibat penuaan,dan perubahan warna serta kekeruhan pada lensa mata,yaitu
katarak.

Telinga adalah organ pendengaran. Telinga dipersarafi oleh saraf kranial,


yakni bagian koklea saraf vestibulokoklear, yang distimulasi oleh getaran
yang disebabkan gelombang suara. Telinga adalah organ penginderaan dengan
fungsi ganda dan kompleks (pendengaran dan keseimbangan). Daun telinga,
karena strukturnya, mengumpulkan gelombang dan mengarahkan ke
sepanjang saluran telinga luar yang menyebabkan membran timpani bergetar.
Gerakan membran timpani dihantarkan dan diperkuat melalui telinga tengah
oleh gerakan tulang pendengaran. Di telinga tengah, stapes menghantarkan
gelombang ke depan dan belakang jendela oval, mengatur gelombang cairan

Anatomi Dan Fisiologi Sensori Persepsi pada Dewasa dan Lansia 26


di perilimfe skala vestibuli. Penurunan pendengaran merupakan kondisi yang
secara dramatis dapat mempengaruhi kualitas hidup. Kehilangan pada lansia
disebut presbikusis.

3.2 Saran

Berdasarkan uraian pada pembahasan di atas penulis ingin memberikan


beberapa saran sebagai berikut :

1. Agar perawat sebagai insan kesehatan dapat memahami bagaimana


anatomi dan fisiologi sistem sensori persepsi pada dewasa dan lansia

2. Kepada teman-teman mahasiswa keperawatan agar dapat menggali


pengetahuan lebih dalam lagi mengenai anatomi dan fisiologi sistem
sensori persepsi pada dewasa dan lansia.

Anatomi Dan Fisiologi Sensori Persepsi pada Dewasa dan Lansia 27