Anda di halaman 1dari 7

DESAIN SISTEM ANTROPOMETRI DIGITAL BERBASIS MIKROKONTROLER

La Ode Hasnuddin Sagala1, La Juni2


1Universitas Haluoleo
Email: hasnuddinsagala@yahoo.com,
2Teknik Elektromedik Stikes Mandala Waluya Kendari
Email: lajuni.stikesmw@gmail.com

Abastrak

Dalam perkembangan tubuh seseorang, akan terjadi perbedaan antara setiap


individu. Perbedaan itu dapat berupa tinggi dan berat badan. Hal tersebut menjadi salah
satu factor tubuh seseorang dapat dikatakan ideal ataupun tidak ideal. Ideal ataupun
tidak ideal tubuh seseorang dapat ditentukan dengan klasifikasi nilai Indeks Massa
Tubuh (IMT). Dimana nilai ini diperoleh dari hasil perhitungan berat badan dibagi
dengan tinggi badan pangkat dua. Sistem yang dibangun memungkinkan dilakukan
pengukuran tinggi dan berat badan dalam waktu yang bersamaan serta melakukan
kalkulasi nilai IMT. Pengukuran tinggi badan memanfaatkan sensor jarak ultrasonic
yang mampu pengukura jarak pada rentan 20 – 400 cm. sensor tersebut diletakkan diatas
kepala pasien pada ketinggian 210 cm. sehingga tinggi pasien dapat diketahui dengan
mengurangkan tinggi posisi sensor dengan jarak yang terukur antara sensor dengan
kepala pasien. Sedangkan untuk pengukuran berat badan, digunakan sensor tekanan
Load Cell yang mampu mengukur berat hingga 200kg. Sensor ini diletakkan pada bagian
bawah tempat pasien berpijak sehingga pada saat dilakukan pengkuran tinggi badan,
berat badan pasien juga dapat diukur. Hasil pengkuran tinggi dan berat badan oleh
kedua sensor kemudian diolah dan dikalkulasi untuk mendapatkan nilai IMT yang
kemudian ditampilkan pada layar LCD ataupun komputer. Pada proses ini digunakan
Mikrokontroler yang telah diprogram untuk melakukan fungsi tersebut. Mikrokontroler
juga diprogram untuk melakukan klasifikasi berdasarkan tabel nilai IMT tersebut.
Kata kunci: Antropometri, Sensor Ultasonik, Load Cell

25
26

PENDAHULUAN oleh mikrokontroler. Mikrokontroler


merupakan suatu devais yang dapat
Dalam perkembangan tumbuh diprogram untuk menjalakan berbagai
tubuh manusia sejak lahir hingga dewasa fungsi pengontrolan dan pengolahan data,
akan berbeda pada setiap individu. sehingga data yang dihasilkan oleh kedua
Perbedaan yang terjadi bisa disebabkan sensor tersebut dapat ditampilkan pada
karena fakor genetika, asupan gizi dan LCD karakter dan dikalkulasi untuk
faktor-faktor yang lainnya. Untuk mendapatkan nilai IMT.
menetukanperkembangan tubuh seseorang
dapat dikatakan ideal atau tidak ideal
bergantung pada perbandingan antara METODE PENELITIAN
tinggi dan berat badan orang tersebut.
Perbandingan antara tinggi dan berat badan Pada penelitian ini, metode
tersebut dikenal dengan istilah indeks penelitian yang dilakukan terbagi menjadi
massa tubuh (IMT). Nilai IMT didapatkan dua, yaitu perancangan hardware dan
dari berat dalam kilogram dibagi dengan perancangan software.
kuadrat dari tinggi badan dalam meter 1. Perancangan Hardware
(kg/m2) ([1]. Hasil perhitungan IMT Pada perancangan hardware yang
tersebut kemudian diklasifikasikan untuk dilakukan, system yang dibuat terdiri ari
menentukan tingkat keidealan beberapa bagian, yaitu sensor ketinggian,
pertumbuhan tubuh seseorang. sensor berat, sistem pengolahan data,
Untuk memperoleh tinggi dan berat display/LCD, power supply.
badan seseorang, maka terlebih dahulu
harus dilakukan pengukuran menggunakan
tinggi badan menggunakan
meteran/penggaris dan pengukuran berat
badan menggunakan timbangan berat
badan yang kemudian dikalkulasi untuk
mendapatkan nilain IMT. Hal tentunya
akan memerlukan waktu yang cukup lama Gambar 19 Blok diagram perancangan
hingga diperoleh klasifikasi pertubmuhan ssistem
tubuh seseorang. Dengan perkembangan
teknologi yang begitu pesat khususnya di Sensor ketinggian yang
bidang elektronika, maka dapat menggunakan sensor ultrasonic tipe HC-
dikembangkan suatu system yang dapat SR04 ditempatkan tepat di atas kepala
mengukur tinggi dan berat badan dalam pasien yang akan diukur tinggi badannya.
satu alat serta dapat mengkalkulasi nilai Sensor akan mengukur jarak antara sensor
dari IMT. dengan kepala pasien berdasarkan waktu
Dalam melakukan pengukuran tempuh yang diperlukan oleh gelombang
tinggi badan, system yang dikembangkan ultrasonic yang dipancarkan hingga
menggunakan sensor jarak berbasis dipantulkan oleh benda/kepala pasien [2]
Ultrasonik, dimana sensor ini dapat dan diterima kembali oleh sensor dengan
mengukur jarak antara objek dan sensor referensi kecepatan rambat gelombang di
tanpa ada kontak langsung dengan objek udara dalah 340 m/s [3]. Untuk
tersebut. Sedangkan untuk pengukuran mendapatkan tinggi dari pasien (TB), maka
berat badan digunakan sensor berat Load hasil pengukuran tersebut harus (H2)
Cell, dimana sensor ini akan mengalami dikurangkan dengan jarak antara sensor
perubahan hambatan (resistivitas) apabila dengan lantai tempat pasien berpijak (H1).
terjadi perubahan tekanan pada permukaan
sensor tersebut. Besaran yang dihasilkan
oleh kedua sensor tersebut kemudian diolah
27

Gambar 20 Sensor Ultrasonik HC-SR04


[4]
Sedangkan untuk mengukur berat badan
dari pasien, maka sensor berat diletakkan
tepat di bawah pasien atau di bawah lantai
pijakan tempat pasien berdiri. Sehingga Gambar 22 Skema Perancangan sistem
dalam waktu yang bersamaan, akan pengukuran tinggi dan berat badan
diperoleh tinggi dan berat badan pasien.
Data keluaran dari kedua sensor ini
kemudian menjadi masukan pada system
pengolah data/Mikrokotroler ATmega328.
Mikrokontroler kemudian akan melakukan
pembacaan data dari sensor sesuai dengan
algoritma program yang dimasukkan ke
dalamnya.

Gambar 23 Konfigurasi pin ATmega328


[6]
2. Perancangan Software
(a)
Pada proses perancangan software
dilakukan pembuatan program yang akan
dimasukkan ke dalam mikrokontroler agar
mikrokontroler dapat menjalankan fungsi
sesuai yang diharapkan. Berikut flowcart
perancangan software yang dilakukan:

Gambar 21 (a) Load Cell, (b) posisi


pemasangan Load Cell [5]
28

HASIL DAN PEMBAHASAN

1. Peracangan Hardware
a. Sensor tinggi badan
Sensor ultrasonic yang digunakan
untuk mengukur tinggi badan memiliki 2
pin antar muka yang berfungsi sebagai
pemicu (trigger) dan data output (Echo)
yang dihubungkan dengan pin digital
mikrokontroler yaitu pin D8 dan D9.

Table 1 Konfigurasi hubungan pin


Mikrokontroler dengan Sensor HC-SR04
Mikrokontroler Sensor HC-
ATmega328 SR04
Vcc 5 volt
GND (Ground) GND (Ground)
Pin 14/D8 Trigger
Pin15/D9 Echo
Gambar 24 Flow Chart Program Sensor tersebut diletakkan pada
Mikrokontroler tiang dengan ketinggian 210 cm. ketinggian
ini dapat di ubah sesuai dengan kebutuhan
karena sensor yang digunakan dapat
mengukur jarak hingga 400 cm. namun
ketingian 210 cm digunakan sebagai
estimasi tinggi maksimum orang pada
umumnya tidak lebih dari 200 cm.

Gambar 25 Flow Chart klasifikasi


perhitungan nilai IMT
Flow chart di atas kemudian diterjemahkan
ke dalam bahasa pemrograman untuk dapat
di masukkan ke dalam mikrokontroler.
Gambar 2 Sensor pengukur tinggi badan
Bahasa pemrograman yang digunakan
adalah C++ dengan kompliernya b. Sensor Berat Load Cell
menggunakan Arduino IDE. Sensor berat yang digunakan
memiliki jangkauan penguran hingga 200
kg. Perubahan tegangan keluaran sensor
terhadap tekanan (berat badan) yang sangat
kecil dimasukkan pada Modul HX711 yang
merupakan ADC eksternal yang memiliki
29

resolusi 24 bit sehingga diperoleh hasil GND RS


pengukuran yang lebih baik jika dianding D7 R/W
dengan menggukan ADC internal dari Vcc Vss
mikrokontroler yang memiliki resolusi 8 bit GND Vdd
[7].

Table 3 Konfigurasi hubungan Load Cell d. Catu daya


dengan modul HX711 Catu daya digunakan sebagai
Load Cell Modul HX711 sumber tegangan untuk system yang dibuat.
Kabel Merah Pin E+ System yang dibuat memerlukan sumber
Kabel Hitam Pin E- tegangan DC sebesar 5 volt. Oleh karenan
Kabel Hijau A+ itu, catu daya dibaut agar dapat
Kabel Putih A- mengngubah tegangan AC 220 volt
menjadi tegangan 5 volt DC. Berikut adalah
skema rangkaian catu daya yang
Data keluaran dari Modul HX711 yang
digunakan.
sudah dalam bentuk digital kemudian
dimasukkan pada pin mikrokontroler untuk
dilakukan pengolahan dan pengkalibrasian
sehingga diperoleh hasil pembacaan dalam
satuan kilogram (kg).

Tabel 4 Konfigurasi hubungan Modul Gambar 26 Rangkaian catu daya


HX711 dengan Mikrokontroler
2. Perancangan software
ATmega328
a. Pembuatan program mikrokontroler
Modul HX711 Mikrokontroler Mikrokontroler dalam
ATmega328 pengaplikasiannya membutuhkan perintah
Vcc 5 volt yang ditulis ke dalam bahasa pemrograman
GND (ground) GND (ground) untuk menterjemahkan perintah yang ingin
Data (DT) Pin 24/A1 diberikan menjadi bahasa mensin. Tipe
SCK Pin 23/A0 bahasa program yang digunakan adalah
C++ dengan menggunakan software
c. Liquid Crystal Display (LCD) Arduino.
Liquid Crystal Display (LCD)
memiliki 16 pin antar muka (Table 5). LCD
ini berfungsi untuk menampilkan hasil
pengukuran tinggi dan berat badan serta
hasil kalkulasi nilai IMT. Hubungan antara
mikrokontroller ATmega328 dengan LCD
ditunjukkan pada tabel berikut:
Table 5 Hubungan antara mikrokontroller
ATmega328 dengan LCD

Mikrokontroler LCD
ATmega328
D2 DB7
D3 DB6
D4 DB5
D5 DB4
D6 E
30

3. Pengujian Sensor
a. Sensor tinggi badan
Sensor ultrasonic yang digunakan
untuk mengukur tinggi badan memiliki
jangkauan pengukuran tinggi hingga 400
cm dengan jarak ukur terdekat 20 cm. Skala
terkecil yang dapat oleh sensor adalah
1mm, namun sensor ini hanya mampu
mengukur jarak suatu benda dengan
dimensi terkecil adalah 4 cm persegi.
Sehingga dalam pengkuran tinggi badan,
seseorang yang akan di ukur tinggi
badannya harus meletakkan suatu plat kecil
sebagai bidang pantul pengukuran sensor.
Jika pengkuran tidak menggunakan plat
yang diletakkan pada kepala pasien maka
pengukuran terjadi pada rambut yang tidak
rata sehingga pengkuran tinggi badan akan
menjadi sangat tidak akurat.

Gambar 27 Tampilan software Arduino b. Sensor berat badan


Sensor berat yang digunakan hanya
b. Pembuatan program Grafical Unit berjumlah satu buah yang diletakkan tepat
Interface (GUI) di bawah pijakan pasien. Oleh karena itu,
Grafical unit interface (GUI) pengukuran berat badan harus berpijak
merupakan suatu software yang tepat di atas sensor. Jika pijakan tidak tepat
memungkinkan suatu device/peralatan di atas sensor, maka akan menghasilkan
dapat terhubung dengan komputer. GUI pengkuran yang jauh berbeda dengan hasil
yang buat menggunakan software Delphi pengukuran menggunakan timbangan
sehingga hasil pengkuran berat dan tinggi digital yang konvensional. Hasil
seseorang dapat ditampilkan pada layar pengukuran menunjukkan perbedaan antara
komputer. sensor berat terhadap timbangan
konvesional mencapa ±4 kg tergantung
posisi pasien berpijak.

c. Klasifikasi Nilai IMT dan


Perhitungan BBI
Hasl pengukuran tinggi dan berat
badan dari kedua sensor kemudian
dikalkulasi oleh mikrokontroler
berdasarkan program yang telah
dimasukkan. Jika sensor tinggi dan berat
badan telah stabil dalam melakukan
pengkuran, maka nilai IMT dan BBI dapat
Gambar 28 Grafical Unit Interface system diperoleh dengan menekan tombol yang
Antroprometri telah tersedia pada system ataupun dengan
mengklik tombol yang terdapat pada GUI
yang ditampilkan di layar computer.
31

[3] Halliday, D., Resnick, R, Walker, J.,


1997. Fundamentals of physics. Jhon
Wiley & Sons, Inc, America.

[4] Freaks elec, 2000. Data Sheet


Ultrasonic Ranging Module HC -
SR04.

[5] VPG Transducer, 2014. Low Profile


Aluminum Load Cell.
Gambar 29 Tampilan LCD system
antropometri digital [6] Atmel, 2013. Data Sheet Atmega238
[7] Semiconductor AVIA, 2001, Data
KESIMPULAN
Sheet 24-Bit Analog-to-Digital
Converter (ADC) for Weigh Scales.
Kesimpulan yang dapat diperoleh dari
penlitian ini adalah sebagai berikut:
a. System pengukuran tinggi badan
menggunakan sensor ultrasonic
memberikan hasil yang cukup baik jika
pada bagian atas kepala pasien
diletakkan suatu plat datar sebagai
bidang pantul sensor dalam melakukan
pengukuran.
b. Load cell yang digunakan untuk
mengukur berat badan hanya
berjumlah satu buah, sehingga dalam
melakukan pengukuran berat badan
pasien harus berdiri tepat di atas sensor
untuk memberikan hasil pengkuran
yang baik.
c. System yang dibangun dapat
melakukan perhitungan nilai IMT dan
BBI berdasarkan hasil pengukuran
sensor tinggi dan berat badan.

DAFTAR PUSTAKA
[1] World Health Organization. Physical
status: The use and interpretation of
anthropometry. Geneva, Switzerland:
World Health Organization 1995.
WHO Technical Report Series.

[2] Sainal, M.A, 2010, Disain Sistem


Telemetri Radio Untuk Pemantauan
Tinggi Permukaan Air Menggunakan
Gelombang Ultrasonik, Kendari: F-
MIPA, UHO.