Anda di halaman 1dari 8

PENGARUH KOMPRES DINGIN TERHADAP PENURUNAN NYERI PERSALINAN

KALA I FASE AKTIF DI BPS NY.MUJIYATI, Amd.Keb DESA JOTO SANUR


KECAMATAN TIKUNG KABUPATEN LAMONGAN TAHUN 2013

Nepi Vilanti Eka Ratnasari*, Lilin Turlina**

…………......……….…… …… . .….ABSTRAK…… … ......………. …… …… . .….

Persalinan merupakan proses menipis dan membuka leher rahim yang diikuti oleh turunya janin ke
jalan lahir dan kemudian disusul oleh kelahiran yaitu proses keluarnya hasil konsepsi dari rahim.
Semua ibu bersalin pasti mengalami nyeri pada waktu persalinan. Rasa nyeri pada persalinan dapat
diredakan dengan diberikan kompres dingin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui
bagaimana pengaruh kompres dingin terhadap penurunan nyeri persalinan kala I fase aktif.
Desain yang digunakan adalah Pra-Eksperiment one atau Group Pratest-Postes Design, Populasi
dalam penelitian ini yaitu seluruh ibu yang akan bersalin di BPS Ny.Mujiyati, Amd.Keb bulan Mei
sampai Juni yang memenuhi kriteria inklusi, sebanyak 30 orang. Pemilihan sampel dengan teknik
Simple random sampling, dimana sampel yang diamati sebanyak 28 orang. Data penelitian ini
diambil dengan menggunakan lembar observasi, setelah ditabulasi data dianalisis dengan
menggunakan uji Wilcoxon Sign Rank Test dengan tingkat kesalahan 0,05.
Berdasarkan penelitian hasil uji Statistik Wilcoxon Sign Rank Test tentang pengaruh kompres
dingin terhadap penurunan nyeri persalinan kala I fase aktif dengan p : < 0,00 menunjukkan nilai
signifikan (Z = - 4,243) dimana hal ini berarti Z < 0,05 sehingga H1 diterima artinya ada pengaruh
kompres dingin terhadap penurunan nyeri persalinan kala I fase aktif di BPS Ny.Mujiyati,
Amd.Keb Desa Joto Sanur Kecamatan Tikung Kabupaten Lamongan tahun 2013.
Upaya untuk menurunkan nyeri persalinan dapat dilakukan dengan pemberian kompres dingin,
dimana efek kompres dingin dapat meredakan nyeri dengan membuat area menjadi mati rasa,
memperlambat aliran impuls nyeri, dan mengurangi inflamasi. Sehingga ibu bersalin dapat
diberikan penyuluhan tentang kompres dingin.

Kata Kunci : Kompres Dingin, Nyeri Persalinan

PENDAHULUAN. …… . … …. paha yang disebabkan oleh tekanan kepala


Persalinan merupakan proses menipis janin terhadap tulang belakang ibu. Nyeri ini
dan membuka leher rahim yang di ikuti oleh dirasakan hanya selama kontraksi dan akan
turunnya janin ke jalan lahir dan kemudian di berkurang pada interval antar kontraksi
susul oleh kelahiran yaitu proses keluarnya (Bobak, 2005:253).
hasil konsepsi atau dari rahim (Manuaba Nyeri persalinan yang pertama kali
IBG, 2007:285). Meskipun sudah dialami makin kuat dirasakan ketika janin mulai
oleh sebagian wanita, rasa nyeri saat turun dan ketika mulut rahim terbuka penuh.
melahirkan bersifat unik dan berbeda. Nyeri Nyeri ini timbul karena tekanna bayi
merupakan suatu kondisi yang lebih dari terhadap struktur punggung yang diikuti
sekedar sensasi tunggal yang disebabkan oleh robekan jalan lahir bagian bawah,
stimulus tertentu (Perry Potter, 2006:1502). peregangan dan pengguntingan daerah
Nyeri persalinan kala I fase aktif sering kali perineum atau antara vulva dan anus. Kala I
dialami oleh ibu yang akan melahirkan. Pada fase aktif selesai apabila pembukaan telah
pembukaan 4 sampai dengan 10 nyeri lengkap. Pada primigravida kala I
dirasakan semakin berat. Nyeri ini berasal berlangsung diperkirakan 13 jam sedangkan
dari bawah abdomen akibat dari pembukaaan multigravida diperkirakan 7 jam (Envariny
dan penipisan serviks kemudian nyeri Andriana, 2007:31). Adapun faktor yang
menyebar ke punggung bawah dan turun ke mempengaruhi nyeri persalinan kala I fase

SURYA 53 Vol.01, No.XVII, Maret 2014


Pengaruh Kompres Dingin Terhadap Penurunan Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif Di BPS
Ny.Mujiyati, Amd.Keb. Desa Joto Sanur Kecamatan Tikung Kabupaten Lamongan Tahun 2013

aktif adalah pengalaman masa lalu, anxietas, pengendalian nyeri salah satunya dengan
budaya, usia, dukungan keluarga dan sosial. kompres dingin yang dapat mengurangi
Semua orang yang pernah melahirkan spasme otot dan meningkatkan ambang nyeri
secara normal 100% pasti merasakan sakit. (Henderson, 2006:334).
Berdasarkan penelitian di Amerika 70% Apabila nyeri persalinan kala I fase
sampai 80% wanita yang melahirkan aktif tidak ditangani, maka ibu akan
mengharapkan persalinan berlangsung tanpa merasakan nyeri yang berat sehingga
nyeri, berbagai cara dilakukan agar ibu anxietas atau rasa takut akan muncul yang
melahirkan tidak selalu merasa sakit dan dapat berakhir dengan kepanikan.
merasa nyaman, salah satunya dengan tehnik Untuk menurunkan nyeri pada
hidroterapi. Hal ini di buktikan dengan 50% persalinan kala I fase aktif, maka dapat
persalinan di rumah sakit swasta dilakukan dilakukan metode farmakologi dan
operasi caesar. Berdasarkan survey yang nonfarmakologi. Metode farmakologi yaitu
dilakukan oleh Erwin Kusuma dari Klinik obat golongan analgesik narkotik dan non
Prolekteal Jakarta, melalui daftar pertanyaan narkotik, sedangkan metode non
untuk mengukur skala distres. Diketahui farmakologis yaitu stimulasi dan masase
bahwa lebih dari 60% wanita hamil kutaneus, terapi es dan panas, stimulasi saraf
mengalami distres dan dan kurang dari 10% elektrik transkutan, distraksi, teknik
yang termasuk relatif tenang (Damayanti, relaksasi, imajinasi terbimbing, hipnotis,
2006). pembedahan (Linda V. Walsh, 2008:311).
Sedangkan survey awal yang Kompres dingin ini diberikan pada saat itu
dilakukan penulis pada 10 Responden ibu mengalami kontraksi yaitu dengan cara
bersalin di BPS Ny.Mujiyati, Amd.Keb Desa meletakkan kain dingin atau buli-buli dingin
Joto Sanur Kecamatan Tikung Lamongan yang diisi air dingin atau es batu pada perut
hasilnya yang mengalami nyeri berat pada bagian bawah, pinggang, lipat paha atau
kala I fase aktif sebanyak 7 orang dan yang perineum (Simkin, 2008:164).
mengalami nyeri ringan sebanyak 3 orang. Dengan demikian tenaga kesehatan
Dari data di atas menunjukkan masalah perlu memberikan penyuluhan pada ibu
banyak ibu bersalin yang mengalami nyeri hamil dan bersalin, bahwa kehamilan dan
berat pada kala I fase aktif. persalinan adalah hal yang fisiologis. Selain
Peregangan otot polos telah ditujukan penyuluhan ibu juga bisa diberikan obat
menjadi rangsang pada nyeri versal. maupun therapi non farmakologis untuk
Intensitas nyeri yang dialami pada kontraksi mengurangi nyeri persalinan. Berdasarkan
dikaitkan dengan derajat dan kecepatan latar belakang diatas penulis bermaksud
dilatasi serviks dan segmen uterus bawah. melakukan penelitian tentang “Pengaruh
Pada wal persalinan, terdapat pembentukan Kompres dingin terhadap penurunan nyeri
tekanan perlahan, dan nyeri dirasakan sekitar persalinan kala I fase aktif di BPS
20 detik setelah mulainya kontraksi uterus. Ny.Mujiyati, Amd.Keb Desa Joto Sanur
Pada persalinan selanjutnya, terdapat Kecamatan Tikung Kabupaten Lamongan
pembentukan tekanan lebih cepat yang Tahun 2013”.
mengakibatkan waktu kelambatan minimal
sebelum adanya persepsi nyeri (Linda V. METODOLOGI PENELITIAN
Walsh, 2008:261).
Pengetahuan Ibu tentang nyeri adalah Desain Penelitian adalah keseluruhan
persepsi ibu terhadap nyeri yang merupakan dari perencanaan untuk menjawab pertanyaan
titik kesadaran seseorang terhadap nyeri. Ibu penelitian dan mengantisipasi beberapa
yang tidak tahu cara mengendalikan nyeri kesulitan yang mungkin timbul selama proses
hanya bisa mengekspresikan nyeri dengan penelitian (Nursalam, 2003:55).
cara merintih, mendengkur atau menangis. Desain penelitian yang digunakan
Untuk ndapat mengatasi rasa nyeri ibu akan adalah Pra-Eksperiment one atau Group
memperoleh informasi mengenai metode Pratest-Postes Design yaitu kelompok subjek

SURYA 54 Vol.01, No.XVII, Maret 2014


Pengaruh Kompres Dingin Terhadap Penurunan Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif Di BPS
Ny.Mujiyati, Amd.Keb. Desa Joto Sanur Kecamatan Tikung Kabupaten Lamongan Tahun 2013

diobservasi sebelum dilakukan intervensi Dari tabel 2 menunjukkan lebih dari


kemudian diobservasi lagi setelah intervensi sebagian ibu bersalin yang melahirkan di
(Nursalam, 2003:56). Dalam penelitian ini BPS Ny.Mujiyati, Amd.Keb Desa Joto Sanur
untuk mengetahui pengaruh kompres dingin Kecamatan Tikung Kabupaten Lamongan
terhadap penurunan nyeri persalinan kala I berpendidikan SMA sebanyak 20 orang
fase aktif di BPS Ny.Mujiyati, Amd.Keb Desa (71,4%) dan sebagian kecil ibu bersalin
Joto Sanur Kecamatan Tikung Kabupaten berpendidikan PT yaitu sebanyak 2 orang
Lamongan pada bulan Februari sampai Maret (7,1%).
tahun 2013.
(3) Pekerjaan Responden
HASIL .PENELITIAN … Tabel 3 Distribusi Ibu bersalin berdasarkan
pekerjaan di BPS Ny.Mujiyati,
A. Data Umum Amd.Keb Desa Joto Sanur
1. Karakteristik responden Kecamatan Tikung Kabupaten
(1) Umur Ibu Lamongan bulan Mei sampai Juli
Tabel 1 Distribusi ibu bersalin berdasarkan tahun 2013.
Umur di BPS Ny.Mujiyati, No Pekerjaan Jumlah Persentase
Amd.Keb Desa Joto Sanur (%)
Kecamatan Tikung Kabupaten 1 Ibu rumah 23 82,1
Lamongan bulan Mei sampai tangga
dengan Juli 2013. 2 Swasta 3 10,7
No Umur Jumlah Persentase 3 PNS 2 7,1
(%) Total 28 100
1 < 20 tahun 3 10,7
2 20-30 tahun 19 67,9 Dari tabel 3 menunjukkan hampir
3 >30 tahun 6 21,4 seluruh ibu bersalin yang melahirkan di BPS
Total 28 100 Ny.Mujiyati, Amd.Keb Desa Joto Sanur
Kecamatan Tikung Kabupaten Lamongan
Dari tabel 1 menunjukkan lebih dari bekerja sebagai IRT sebanyak 23 orang
sebagian ibu bersalin yang melahirkan di (82,1%) dan sebagian kecil ibu bersalin
BPS Ny.Mujiyati, Amd.Keb Desa Joto Sanur bekerja sebagai PNS sebanyak 2 orang
Kecamatan Tikung Kabupaten Lamongan (7,1%).
berumur 20-30 tahun yaitu sebanyak 19
orang (67,9%) dan sebagian kecil ibu B. Data Khusus
bersalin berumur < 20 tahun yaitu sebanyak 3 Pada bagian ini akan disajikan dari
orang (10,7%). variabel independent tentang kompres dingin
dan variabel dependent tingkatan nyeri
(2) Pendidikan Responden persalinan kala I fase aktif, sebelum dan
Tabel 2 Distribusi Ibu bersalin berdasarkan setelah dilakukan teknik kompres dingin,
pendidikan di BPS Ny.Mujiyati, serta hubungan antara variabel independent
Amd.Keb Desa Joto Sanur dan variabel dependent.
Kecamatan Tikung Kabupaten
Lamongan bulan Mei sampai Juli
tahun 2013.
No Pendidikan Jumlah Persentase
(%)
1 SMP 6 21,4
2 SMA 20 71,4
3 PT 2 7,1
Total 28 `100

SURYA 55 Vol.01, No.XVII, Maret 2014


Pengaruh Kompres Dingin Terhadap Penurunan Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif Di BPS
Ny.Mujiyati, Amd.Keb. Desa Joto Sanur Kecamatan Tikung Kabupaten Lamongan Tahun 2013

1) Tingkatan nyeri Persalinan Kala I fase Lamongan mengalami nyeri sedang pada
aktif pada Ibu bersalin sebelum persalinan kala I fase aktif setelah dilakukan
dilakukan teknik kompres dingin kompres dingin sebanyak 23 orang (82,1%)
Tabel 4 Distribusi frekuensi tingkatan nyeri dan sebagian kecil ibu bersalin yang
persalinan pada ibu bersalin mengalami nyeri berat sebanyak 2 orang
sebelum dilakukan teknik kompres (7,1%.)
dingin di BPS Ny.Mujiyati,
Amd.Keb Desa Joto Sanur 3) Pengaruh tingkatan nyeri persalinan
Kecamatan Tikung Kabupaten kala I fase aktif pada ibu bersalin
Lamongan bulan Mei sampai Juli sebelum dan setelah dilakukan teknik
tahun 2013. kompres dingin
No Tingkatan Jumlah Persentase Tabel 6 Distribusi frekuensi tingkatan
Nyeri (%) nyeri persalinan pada ibu bersalin
1 Nyeri ringan 3 10,7 sebelum dan setelah dilakukan
2 Nyeri 5 17,9 teknik kompres dingin di BPS
sedang Ny.Mujiyati, Amd.Keb Desa Joto
3 Nyeri berat 20 71,4 Sanur Kecamatan Tikung
Total 28 100 Kabupaten Lamongan bulan Mei
sampai Juli tahun 2013.
Dari tabel 4 menunjukkan lebih dari Tingkatan Tingkatan nyeri persalinan setelah
sebagian ibu bersalin yang melahirkan di nyeri dilakukan kompres dingin
BPS Ny.Mujiyati, Amd.Keb Desa Joto Sanur persalinan Nyeri Nyeri Nyeri Total
Kecamatan Tikung Kabupaten Lamongan sebelum ringan sedang berat
mengalami nyeri berat pada persalinan kala I dilakukan ∑ % ∑ % ∑ % ∑ %
fase aktif sebelum dilakukan kompres dingin kompres dingin
sebanyak 20 orang (71,4%) dan sebagian Nyeri ringan 3 100 0 0 0 0 3 100
kecil ibu bersalin yang mengalami nyeri Nyeri sedang 0 0 5 100 0 0 5 100
sedang sebanyak 3 orang (10,7%). Nyeri berat 0 0 18 90 2 10 20 100
Jumlah 3 10,7 23 82,1 2 7,1 28 100
2) Tingkatan nyeri persalinan kala I fase P = -4.243
aktif pada Ibu bersalin setelah
dilakukan teknik kompres dingin Berdasarkan tabel 6 menunjukkan
Tabel 5 Distribusi frekuensi tingkatan nyeri bahwa seluruh ibu bersalin yaitu 3 orang
persalinan pada ibu bersalin setelah (100%) mengalami nyeri ringan sebelum
dilakukan teknik kompres dingin di dilakukan teknik kompres dingin dan tetap
BPS Ny.Mujiyati, Amd.Keb Desa mengalami nyeri ringan setelah dilakukan
Joto Sanur Kecamatan Tikung teknik kompres dingin. Sedangkan seluruh
Kabupaten Lamongan bulan Mei ibu bersalin yaitu 5 orang (100%) mengalami
sampai Juli tahun 2013. nyeri sedang sebelum dilakukan teknik
kompres dingin dan tetap mengalami nyeri
No Tingkatan Jumlah Persentase
sedang setelah dilakukan teknik kompres
Nyeri (%)
dingin. Dan hampir seluruh ibu bersalin yaitu
1 Nyeri ringan 3 10,7
18 orang (90%) mengalami nyeri berat
2 Nyeri 23 82,1
sebelum dilakukan teknik kompres dingin
sedang
menjadi sebagian kecil yaitu 2 orang (10%)
3 Nyeri berat 2 7,1
mengalami nyeri berat setelah dilakukan
Total 28 100 teknik kompres dingin.
Dari data tabel 5 menunjukkan Untuk menganalisis pengaruh kompres
hampir seluruh ibu bersalin yang melahirkan dingin terhadap penurunan nyeri persalinan
di BPS Ny.Mujiyati, Amd.Keb Desa Joto kala I fase aktif di BPS Ny.Mujiyati,
Sanur Kecamatan Tikung Kabupaten Amd.Keb Desa Joto Sanur Kecamatan

SURYA 56 Vol.01, No.XVII, Maret 2014


Pengaruh Kompres Dingin Terhadap Penurunan Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif Di BPS
Ny.Mujiyati, Amd.Keb. Desa Joto Sanur Kecamatan Tikung Kabupaten Lamongan Tahun 2013

Tikung Kabupaten Lamongan tahun 2013 budaya mempengaruhi cara individu


tersebut dilakukan uji statistik Wilcoxon Sign mengatasi nyeri, pengalaman nyeri
Rank Test. Hasil Uji Statistik Wilcoxon Sign sebelumnya tidak terlalu berarti bahwa
Rank Test tentang pengaruh kompres dingin individu tersebut menerima lebih pada masa
terhadap penurunan nyeri persalinan kala I yang akan datang, dukungan keluarga dan
fase aktif dengan p : < 0,00 menunjukkan sosial yaitu kelompok sosial budaya yang
nilai signifikan (Z = - 4,243) dimana hal ini berbeda memiliki harapan yang berbeda
berarti Z < 0,05 sehingga H1 diterima artinya tentang tempat mereka menumpahkan
ada pengaruh kompres dingin terhadap keluhan mereka tentang nyeri (Perry
penurunan nyeri persalinan kala I fase aktif potter,2006).
di BPS Ny.Mujiyati, Amd.Keb Desa Joto Nyeri adalah suatu sensorik subyektif
Sanur Kecamatan Tikung Kabupaten dan pengalaman emosional yang tidak
Lamongan tahun 2013. menyenangkan berkaitan dengan kerusakan
jaringan yang aktual atau potensial yang
PEMBAHASAN .… .… dirasakan dalam kejadian dimana terjadi
kerusakan (Perry Potter, 2006:1502).
1. Tingkatan Nyeri Persalinan Kala I Fase Nyeri persalinan kala I fase aktif
Aktif pada Ibu Bersalin Sebelum sering kali dialami oleh ibu yang akan
Dilakukan Kompres Dingin melahirkan. Pada pembukaan 4 sampai
Dari tabel 4 menunjukkan lebih dari dengan 10 nyeri dirasakan semakin berat.
sebagian ibu bersalin yang melahirkan di Nyeri ini berasal dari bawah abdomen akibat
BPS Ny.Mujiyati, Amd.Keb Desa Joto Sanur dari pembukaaan dan penipisan serviks
Kecamatan Tikung Kabupaten Lamongan kemudian nyeri menyebar ke punggung
mengalami nyeri berat pada persalinan kala I bawah dan turun ke paha yang disebabkan
fase aktif sebelum dilakukan kompres dingin oleh tekanan kepala janin terhadap tulang
sebanyak 20 orang (71,4%) dan sebagian belakang ibu. Nyeri ini dirasakan hanya
kecil ibu bersalin yang mengalami nyeri selama kontraksi dan akan berkurang pada
sedang sebanyak 3 orang (10,7%). Artinya interval antar kontraksi (Bobak, 2005:253).
hampir seluruh ibu bersalin mengalami nyeri Penyebab nyeri pada persalinan kala I
berat sebelum dan menjelang persalinan, fase aktif salah satunya adalah kontraksi
dengan demikian sekarang sebelum bidan uterus yang dikaitkan dengan derajat
melakukan proses persalinan perlu kecepatan dilatasi serviks dan segmen bawah
melakukan persiapan-persiapan yang lengkap rahim. Nyeri persalinan ini diawali dengan
untuk mencegah sesuatu yang tidak di perdarahan, pecahnya selaput ketuban dan
inginkan. kontraksi atau ketegangan otot rahim, dengan
Dari data tersebut dapat diketahui adanya kontraksi ini maka bayi akan
bahwa masih banyak ibu bersalin yang terdorong keluar dari dalam rahim secara
mengalami nyeri persalinan pada kala I fase bertahap sedikit demi sedikit, akibat daya
aktif di Indonesia khususnya di daerah dorong dari kontraksi ini maka mulut rahim
Lamongan. Biasanya para ibu yang tidak sedikit demi sedikit akan terbuka untuk
tahu cara mengendalikan rasa nyeri memberikan jalan lahir keluarnya bayi.
persalinan ibu akan mencari informasi Dalam keadaan normal kontraksi muncul
mengenai metode pengendalian nyeri secara spontan dari tubuh ibu yang mau
persalinan. Berdasarkan hasil penelitian yang melahirkan, mekanisme kontraksi ini
dilakukan nyeri persalinan kala I fase aktif dikendalikan oleh system saraf otonom,
dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu sehingga muncul sendiri secara reflek.
usia, budaya, pengalaman masa lalu, Kontraksi dlam pembukaan pintu rahim
dukungan keluarga dan sosial. inilah yang menjadi salah satu sumber rasa
Usia merupakan variabel penting yang nyeri didalam persalinan kala I fase aktif.
mempengaruhi nyeri, khususnya pada anak-
anak dan lansia, keyakinan dan nilai-nilai

SURYA 57 Vol.01, No.XVII, Maret 2014


Pengaruh Kompres Dingin Terhadap Penurunan Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif Di BPS
Ny.Mujiyati, Amd.Keb. Desa Joto Sanur Kecamatan Tikung Kabupaten Lamongan Tahun 2013

2. Tingkatan Nyeri Persalinan Kala I Ibu bersalin tidak ada yang


Fase Aktif pada Ibu Bersalin Setelah mendapatkan pengobatan untuk
Dilakukan Kompres Dingin menghilangkan, nyeri persalinan, dimana
Dari data tabel 5 menunjukkan hampir dalam pemberian tehnik kompres dingin
seluruh ibu bersalin yang melahirkan di BPS tidak dipengaruhi oleh pengobatan lain
Ny.Mujiyati, Amd.Keb Desa Joto Sanur sehingga observasi tingkatan nyeri persalinan
Kecamatan Tikung Kabupaten Lamongan kala I fase aktif dapat dilakukan dengan
mengalami nyeri sedang pada persalinan kala mengurangi faktor perancu.
I fase aktif setelah dilakukan kompres dingin
sebanyak 23 orang (82,1%) dan sebagian 3. Pengaruh Kompres Dingin Terhadap
kecil ibu bersalin yang mengalami nyeri berat Penurunan Nyeri Persalinan Kala I
sebanyak 2 orang (7,1%.) Fase Aktif di BPS Ny.Mujiyati,
Dari data tersebut dapat diketahui Amd.Keb Desa Joto Sanur Kecamatan
bahwa hampir seluruh ibu bersalin setelah Tikung Kabupaten Lamongan Tahun
diberikan kompres dingin mengalami nyeri 2013
sedang. Klien yang merasa nyeri akan Berdasarkan tabel 6 menunjukkan
berusaha untuk menghilangkan rasa nyeri itu bahwa seluruh ibu bersalin yaitu 3 orang
agar ketidaknyamanan yang dirasakan hilang (100%) mengalami nyeri ringan sebelum
dan aktifitas sehari-hari dapat tetap berjalan. dilakukan teknik kompres dingin dan tetap
Pemberian kompres dingin pada ibu bersalin mengalami nyeri ringan setelah dilakukan
yang sedang mengalami nyeri punggung teknik kompres dingin. Sedangkan seluruh
yang disebabkan oleh posisi posterior oksiput ibu bersalin yaitu 5 orang (100%) mengalami
janin atau tegangan pada otot punggung nyeri sedang sebelum dilakukan teknik
dianggap meredakan nyeri dengan kompres dingin dan tetap mengalami nyeri
mengurangi spasme otot yang disebabkan sedang setelah dilakukan teknik kompres
oleh iskemia, yang merangsang neuron yang dingin. Dan hampir seluruh ibu bersalin yaitu
memblok transmisi lanjut rangsang nyeri dan 18 orang (90%) mengalami nyeri berat
menyebabkan vasodilatasi dan peningkatan sebelum dilakukan teknik kompres dingin
aliran darah ke area punggung tersebut. menjadi sebagian kecil yaitu 2 orang (10%)
Kompres dingin adalah suatu metode mengalami nyeri berat setelah dilakukan
dalam penggunaan suhu rendah setempat teknik kompres dingin.
yang dapat menimbulkan beberapa efek Dari bantuan SPSS Hasil Uji
fisiologis. Aplikasi kompres dingin adalah Statistik Wilcoxon Sign Rank Test tentang
mengurangi aliran darah ke suatu bagian dan pengaruh kompres dingin terhadap
mengurangi perdarahan serta edema. penurunan nyeri persalinan kala I fase
Diperkirakan bahwa terapi dingin aktif dengan p : < 0,00 menunjukkan nilai
menimbulkan efek analgetik dengan
signifikan (Z = - 4,243) dimana hal ini
memperlambat kecepatan hantaran saraf
sehingga impuls nyeri yang mencapai otak berarti Z < 0,05 sehingga H1 diterima
lebih sedikit. Mekanisme lain yang mungkin artinya ada pengaruh kompres dingin
bekerja adalah bahwa persepsi dingin terhadap penurunan nyeri persalinan kala
menjadi dominan dan mengurangi persepsi I fase aktif di BPS Ny.Mujiyati,
nyeri. Amd.Keb Desa Joto Sanur Kecamatan
Tujuan keseluruhan dalam pengobatan Tikung Kabupaten Lamongan tahun 2013.
nyeri adalah mengurangi nyeri sebesar Dari data tersebut dapat diketahui
mungkin dengan efek samping paling kecil. bahwa hampir seluruh ibu bersalin sebelum
Hal ini sesuai dengan teori Musrifatul M dan dilakukan kompres dingin mengalami nyeri
Alimul bahwa kompres dingin dapat berat dan setelah dilakukan kompres dingin
memberikan relaksasi pada otot yang tegang mengalami nyeri sedang. Dari sini dapat
dan kekakuan sendi. diketahui bahwa kompres dingin sangat
mempengaruhi penurunan nyeri persalinan

SURYA 58 Vol.01, No.XVII, Maret 2014


Pengaruh Kompres Dingin Terhadap Penurunan Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif Di BPS
Ny.Mujiyati, Amd.Keb. Desa Joto Sanur Kecamatan Tikung Kabupaten Lamongan Tahun 2013

kala I fase aktif. Hal tersebut sesuai dengan persalinan kala I fase aktif sebelum dilakukan
pendapat Nursalam (2002) bahwa kompres kompres dingin. Tetapi setelah dilakukan
dingin akan menimbulkan efek analgetik kompres dingin ada penurunan nyeri yang
dengan memperlambat kecepatan hantaran hampir seluruh ibu bersalin mengalami nyeri
saraf sehingga impuls nyeri yang mencapai sedang. Hal ini disebabkan karena efek dari
otak lebih sedikit sehingga mengurangi rasa kompres dingin sendiri yang dapat
nyeri. menurunkan aliran darah ke daerah tubuh
Persalinan adalah rangkaian proses yang mengalami cedera sehingga meredakan
yang berakhir dengan pengeluaran hasil nyeri dengan membuat area menjadi mati
konsepsi oleh ibu. Proses ini dimulai dengan rasa, dengan efek inilah tingkatan nyeri
kontraksi persalinan sejati, yang ditandai oleh persalinan dapat berkurang.
perubahan serviks dan diakhiri dengan
pelahiran plasenta (Helen Varney, 2008:672). PENUTUP
Ketika kontraksi dimulai ibu akan merasakan
nyeri yang mengakibatkan ketidaknyamanan 1. Kesimpulan
dan untuk mengatasi rasa nyeri tersebut dapat 1) Lebih dari sebagian ibu bersalin
dilakukan kompres dingin yaitu dengan mengalami nyeri berat pada persalinan
menggunakan buli-buli dingin. kala I fase aktif sebelum dilakukan
Pengompresan ini diletakkan pada daerah kompres dingin.
yang terasa nyeri biasanya pada pinggang, 2) Hampir seluruh ibu bersalin mengalami
perut bagian bawah atau lipat paha ketika ada nyeri sedang pada kala I fase aktif setelah
kontraksi dengan memakai buli-buli dingin perlakuan kompres dingin.
yang diisi air dingin dengan suhu 15-18ºc 3) Ada pengaruh kompres dingin terhadap
selama 20-30 menit (Potter & Perry, 2005). penurunan nyeri persalinan kala I fase
Pengompresan dilakukan selama 20 menit aktif di BPS Ny.Mujiyati, Amd.Keb Desa
karena suhu air sudah turun sehingga air Joto Sanur Kecamatan Tikung Kabupaten
dingin harus diganti dan saat itulah Lamongan tahun 2013.
melakukan observasi nyeri persalinan.
Kompres dingin ini berguna untuk 2. Saran
mengurangi ketegangan nyeri sendi dan otot, 1) Bagi profesi kebidanan : Meningkatkan
mengurangi pembengkakan, dan pelayanan melalui pengembangan asuhan
menyejukkan kulit. Kompres dingin akan kebidanan khususnya kompres dingin
membuat daerah yang terkena dengan dengan melibatkan keluarga dalam
memperlambat transmisi nyeri melalui menurunkan nyeri persalinan.
neuron-neuron sensorik (Rohani, dkk, 2011). 2) Bagi institusi terkait : Tehnik kompres
Mekanisme terjadinya penurunan nyeri dingin merupakan salah satu alternatif
akibat dilakukan kompres dingin karena yang dapat digunakan sebagai bahan
dingin menyebabkan vasokonstriksi untuk pertimbangan untuk modifikasi mengatasi
menurunkan aliran darah ke daerah tubuh nyeri persalinan.
yang mengalami cedera, mencegah 3) Bagi peneliti selanjutnya : Perlu
terbentuknya edema, mengurangi inflamasi. dilakukan penelitian lebih lanjut guna
Dingin akan Meredakan nyeri dengan mengungkap faktor lain yang belum
membuat area menjadi mati rasa, diungkapkan dalam penelitian ini. Dengan
memperlambat aliran impuls nyeri, menggunakan populasi, sampel yang lebih
meredakan perdarahan dan meningkatkan besar dan metode lain sehingga hasilnya
ambang nyeri, ketegangan otot menurun yang lebih akurat dan dapat digeneralisasikan.
berguna untuk menghilangkan nyeri (Roper 4) Bagi seluruh Ibu bersalin : Perlu
N, 2000). dilakukan kompres dingin pada saat ibu
Dari uraian diatas peneliti dapat merasakan nyeri persalinan dengan
menyimpulkan bahwa lebih dari sebagian memperhatikan daerah yang dikompres
ibu bersalin yang mengalami nyeri berat pada yaitu pada pinggang, perut bagian bawah

SURYA 59 Vol.01, No.XVII, Maret 2014


Pengaruh Kompres Dingin Terhadap Penurunan Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif Di BPS
Ny.Mujiyati, Amd.Keb. Desa Joto Sanur Kecamatan Tikung Kabupaten Lamongan Tahun 2013

atau lipat paha ketika ada kontraksi


dengan memakai buli-buli dingin yang
diisi air dingin dengan suhu 15-18ºc
selama 20-30 menit untuk menurunkan
persalinan.

DAFTAR PUSTAKA

Bobak. 2005. Buku Ajar Maternitas Edisi 4.


Jakarta: EGC
Christine Henderson. 2006. Buku Ajar
Konsep Kebidanan. Jakarta: EGC
Hellen Varney. 2008. Buku Ajar Asuhan
Kebidanan Edisi 4. Jakarta: EGC
Linda V. Walsh. 2008. Buku Ajar Kebidanan
Komunitas. Jakarta: EGC
Nursalam. 2003. Konsep dan penerapan
Metodologi Penelitian Ilmu
Keperawatan Edisi 2. Jakarta :
Salemba Medika
Peny Simkin P.T.2008. Pedoman Lengkap
Kehamilan Melahirkan dan Bayi.
Jakarta : Archan
Potter dan Perry. 2006. Buku Ajar
Fundamental Keperawatan Edisi 4.
Jakarta : EGC
Rohani, Saswita Reni, Marisah. 2011.
Asuhan Kebidanan pada Masa
Persalinan. Jakarta: Salemba Medika
Simkin, Penny. 2005. Buku Saku Persalinan.
Jakarta: EGC
Roper,N (2000). Prinsip-prinsip
Keperawatan. Yogyakarta. Yayasan
Essentia Medica dan Andi. Hal
www//http:email box@ cbn.net.id
Tanggal 13 Mei 2013 jam 20.25 wib.

SURYA 60 Vol.01, No.XVII, Maret 2014