Anda di halaman 1dari 6

Nama Kelompok :

Alando Markus A11.2014.08126

Bagas Permana Putra A11.2014.08144

Abiyoga Nanda Pratama A11.2014.08147

Soal :

Terdapat 2 buah gedung yaitu gedung A dan gedung B yang dipisahkan oleh sebuah danau
berjarak 700 m . Masing-masing gedung terdapat 2 lantai , pada gedung A laintai 1
digunakan oleh Accounting ( 50 unit ), lantai 2 digunakan oleh Marketing ( 30 unit ) ,
sedangkan gedung B lantai 1 digunakan oleh Support (20 unit) dan lantai 2 untuk bagian IT
(15 unit) . IP awal yaitu 192.168.0.0 . Dari penjabaran diatas, penugasan sebagai berikut :

1. Gambarkan ( Teknologi yang diusulkan )


2. Topologi yang cocok digunakan
3. Spesifikasi alat , sertakan subnettingnya.

Pembahasan :

Untuk memenuhi kebutuhan diatas, berikut adalah pembahasan tentang perancangan jaringan
komputer antar 2 gedung sesuai dengan kebutuhan diatas.

1. Gedung A :

Gedung A terdiri dari 2 lantai dengan total workstation 80 unit.

Topologi yang digunakan pada setiap lantai adalah topologi star.

Lantai 1 memiliki accounting 50 unit :

 IP yang digunakan yaitu prefix /26.


 Media transmisi menggunakan kabel UTP Category 5 (Cat5) adalah
kabel dengan kualitas transmisi yang jauh lebih baik dibandingkan
dengan kabel UTP Category 4 (Cat4), yang didesain untuk mendukung
komunikasi data serta suara pada kecepatan hingga 100 megabit per
detik.
 Menggunakan 2 buah switch dengan 24 port dan 32 port, Switch yang
digunakan ialah switch layer 3 yang memungkinkan user bisa
menikmati kecepatan akses internet untuk seluruh area yang telah
mengadopsi teknologi Wireless-N Home ADSL2+ Modem Router
yang memiliki kecepatan akses internet yang sangat tinggi.
 Router yang digunakan ialah router keluaran cisco yang berseri 2811
yang merupakan produk router terkini dari pabrik cisco.

Subnetting yang digunakan:

Pada lantai 1 terdapat 50 PC maka kami menggunakan prefix /26 yang dapat menampung 62
host. Kami memberikan IP address pada jaringan 192.168.0.0 , Netmask = 255.255.255.194
/26.

Pembagian jaringannya adalah :

 Accounting : 50 ip /26 Total IP = 64 Total Host = 62


 Network : 192.168.0.0
 Broadcast : 192.168.0.63
 Ip host : 192.168.0.1 – 192.168.0.62

Lantai 2 memiliki marketing 30 unit :

 IP yang digunakan yaitu prefix /27.


 Media transmisi menggunakan kabel UTP Cat5.
 Menggunakan Switch 32 port.
 Router yang digunakan ialah router keluaran cisco yang berseri 2811
yang merupakan produk router terkini dari pabrik cisco.

Subnetting yang digunakan:

Pada lantai 2 terdapat 30 PC maka kami menggunakan prefix /27 yang dapat menampung 30
host.
Pembagian jaringannya adalah :

Subnetting Marketing /27

 Network : 192.168.0.64
 Broadcast : 192.168.0.95
 Ip host : 192.168.0.65 – 192.168.0.94

2. Gedung B

Gedung B terdiri dari 2 lantai dengan total workstation 35 unit.

Topologi yang digunakan pada setiap lantai adalah topologi star.

Lantai 1 memiliki support 20 unit :

 IP yang digunakan yaitu prefix /27.


 Media transmisi menggunakan kabel UTP Cat5
 Menggunakan 2 buah switch dengan 24 port dan 32 port .
 Router yang digunakan ialah router keluaran cisco yang berseri 2811
yang merupakan produk router terkini dari pabrik cisco.

Pembagian jaringannya adalah :

Subnetting Support /27

 Network : 192.168.0.96
 Broadcast : 192.168.0.127
 Ip host : 192.168.0.97 – 192.168.0.126

Lantai 2 memiliki IT 15 unit :

 IP yang digunakan yaitu prefix /27.


 Media transmisi menggunakan kabel UTP cat5.
 Menggunakan Switch 24 port.
 Router yang digunakan ialah router keluaran cisco yang berseri 2811
yang merupakan produk router terkini dari pabrik cisco.
Pembagian jaringannya adalah :

Subnetting IT /27

 Network : 192.168.0.128
 Broadcast : 192.168.0.159
 Ip host : 192.168.0.129 – 192.168.0.158
 Netmask : 255.255.255.224 /27

3. Teknologi Yang Diusulkan

 Setelah sekian lama menimbang dan memikirkan, kami memilih teknologi


berbasis wireless,karena menurut kami teknologi tersebut yang paling
cocok dalam kasus ini walaupun ada kekurangan dan kelebihannya.

4. Kekurangan :

 Instalasi dan pengembangan yang biayanya cukup mahal, salah satu hal
yang membuat wireless memiliki kekurangan adalah biaya implementasi
dan modal yang cukup tinggi.
 Peralatan atau perangkat keras jaringan yang masih tinggi harganya.
 Kekuatan sinyal sangat tergantung dengan kondisi cuaca, apabila cuaca
sedang buruk, maka hal ini tentu saja akan sangat mempengaruhi proses
transmisi data pada sebuah jaringan wireless. Karena wireless
memanfaatkan udara sebagai penghantar transmisi data, sehingga sudah
pasti hal ini akan mengganggu proses transmisi data (ketika cuaca buruk)
yang dapat kita alami berupa sinyal yang tidak stabil, dan sebagainya.
 Mudah terkena Hack oleh tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab.

5. Kelebihan :

 Kekuatan sinyal masih bisa diperkuat dengan menggunakan alat bantu


khusus, seperti antenna dan penguat sinyal.
 Pembangunan cepat.
 Mudah dikembangkan.
 Berbagi file lebih mudah.
 Biaya perawatan yang cukup terjangkau.

6. Peralatan yang digunakan :

 Antena Grid frekuensi 5,8 Ghz

Antena Grid Kenbotong 5.8GHz 27dB yang bekerja pada


frekwensi 5.8Ghz.dengan Gain 27 dBi dengan sudut sebar 8d erajat
mampu menembus jarak yang sangat jauh. Sangat cocok digunakan untuk
koneksi Point to Point maupun Point to Multipoint.

 CISCO Aironet 700 Series Access Point up to 300Mbps


 2 box Kabel UTP (cat5) 305 meter / box
 2 Penangkal petir merk thomas r125

Pemasangan MINIMUM 2m diatas level tertinggi dari objek yang


akan dilindungi. Mencegah serangan balik Memiliki perlindungan radius
yang luas Badan terminal memiliki isolasi terbaik untuk mengurangi
induksi, Tidak perlu memakai konekting slevee Tidak mengandung
radioaktif Tidak menggunakan battre, listrik atau sel surya

 Tower Triangle Galvanis Ukuran 30 B13 P4

Ukuran 30x30x30 Full SNI Panjang Stage 4 Meter Tiang vertikal besi
beton ukuran 13 SNI Isian Horisontal 3 sisi besi beton ukuran 10 SNI
Tangga besi beton ukuran 12 SNI Besi plat ukuran 2x2 (1,8 mm) Lobang
baut pipa gas ukuran sch 40 3/4 inc kawat seling baja Galvanis ukuran 3-5
mm Baut baja ukuran M 22 baja span Screw M 10-12 Hot Dip Galvanized
(lebih tebal di banding Electro Galvanize).
Budget :

 Antena Grid : Rp. 550.000,-


 Access point : Rp. 4.500.000,-
 2 box Kabel UTP (cat5) : Rp. 940.000,-
 Penangkal petir : Rp. 8.850.000,-
 Tower (pemasangan) : Rp. 3.500.000,-