Anda di halaman 1dari 2

Defisiensi Imun

Definisi
Salah satu gangguan imunitas, dimana sistem kekebalan tidak berfungsi sebagaimana
mestinya karena satu atau lebih komponen sistem imun tidak aktif.

Klasifikasi

1. Defisiensi Imun Nonspesifik.


a. Defisiensi komplemen, bisa kongenital, fisiologik dan didapat. Defisiensi
kongenital biasanya mengakibatkan infeksi berulang atau penyakit kompleks
imun seperti glomerulonefritis . Defisiensi fisiologik ditemukan pada neonatus
karena kadar C3, C5 dan sel limfosit B yang masih rendah. Defisiensi didapat
disebabkan karena depresi sintesis misalnya pada sirosis hati dan malnutrisi.
b. Defisiensi interferon dan lisozim. Defisiensi interferon kongenital dapat
menimbulkan mononukleosis infeksiosa yang fatal. Defisiensi didapat
ditemukan pada malnutrisi.
c. Defisiensi sel NK, Defisiensi kongenital ditemukan pada penderita
osteopetrosis (defek osteoklas dan monosit). Defisiensi didapat terjadi akibat
imunosupresi atau radiasi
d. Defisiensi sistem fagosit. Fagosit dapat menghancurkan mikroorganisme
dengan atau tanpa bantuan komplemen. Risiko infeksi tinggi bila jumlah
neutrofil turun di bawah 500/µl
2. Defisiensi Imun Spesifik.
a. Defisiensi imun kongenital atau primer
b. Defisiensi fisiologik ditemukan pada kehamilan. Hal ini perlu untuk
kelangsungan hidup fetus yang merupakan alograf dengan antigen paternal,
terjadi karena efek supresi faktor humoral yang dibentuk trofoblas. Defisiensi
fisiologik juga terjadi pada usia lanjut karena atrofi jaringan timus, terjadi
penurunan jumlah dan fungsi sel T. Hal ini menyebabkan tingginya kejadian
kanker, kepekaan terhadap infeksi tuberculosis, herpes zoster, gangguan
penyembuhan infeksi dan fenomena autoimun. Penyakit autoimun pada usia
lanjut karena penurunan aktifitas sel T.
c. Defisiensi imun spesifik didapat terjadi pada malnutrisi karena atrofi jaringan
timus dan limfoid sekunder, infeksi (AIDS, campak mononukleosis, hepatitis
virus, sifilis, bruselosis, lepra, TBC milier, dan infestasi parasit); pengaruh
obat. Obat imunospresi dan antibiotik dapat menekan sistem. Obat sitotoksik,
gentamisin, amikasin, tobramisin dapat mengganggu kemotaksis neutrofil.
Tetrasiklin dapat menekan imunitas seluler. Kloramfenikol dapat menekan
respon antibodi. Rifampisin dapat menekan imunitas humoral dan selular.
Jumlah neutrofit sebagai fagosit dapat menurun akibat kemoterapi, analgesik,
antihistamin, antitiroid, antikonvulsi, penenang dan antibiotik. Steroid dalam
dosis tinggi menekan fungsi sel T dan inflamasi; penyinaran (radioterapi);
penyakit berat misalnya uremia.

Etiologi

Sumber
- Imunologi Dasar Abbas ed. 5
-