Anda di halaman 1dari 2

Grass root

Model pengembangan ini merupakan lawan dari model pertama. Inisiatif dan upaya pengembangan
kurikulum, bukan datang dari atas tetapi dari bawah, yaitu guru-guru atau sekolah. Diberi nama
Grass root karena inisiatif dan gagasan pengembangan kurikulum datang dari seorang guru
sekelompok guru atau keseluruhan guru di suatu sekolah.

Dilihat dari cakupan pengembangannya ada dua pendekatan yang dapat diterapkan. Pertama,
pendekatan top down atau pendekatan administrative, yaitu pendekatan dengan sistem komando
dari atas ke bawah; dan kedua adalah pendekatan grass root, atau pengembangan kurikulum yang
diawali oleh inisiatif dari bawah lalu disebarluaskan pada tingkat atau skala yang lebih luas, dengan
istilah singkat sering dinamakan pengembangan kurikulum dari bawah ke atas. Kalau pada
pendekatan administratif inisiatif pengembangan kurikulum berasal dari para pemegang kebijakan
kemudian turun ke stafnya atau dari atas ke bawah, maka dalam model grass roots, inisiatif
pengembangan kurikulum dimulai dari lapangan atau dari guru-guru sebagai implementator,
kemudian menyebar pada lingkungan yang lebih luas, makanya pendekatan ini dinamakan juga
pengembangan kurikulum dari bawah ke atas. Oleh karena sifatnya yang demikian, maka
pendekatan ini lebih banyak digunakan dalam penyempurnaan kurikulum (curriculum
improvement), walaupun dalam skala yang terbatas mungkin juga digunakan dalam pengembangan
kurikulum baru (curriculum construction).

kurikulum itu benar-benar bersifat lentur sehingga memberikan kesempatan kepada setiap guru
secara lebih terbuka untuk memperbarui atau menyempurnakan kurikulum yang sedang
diberlakukan. Kurikulum yang bersifat kaku, yang hanya mengandung petunjuk dan persyaratan
teknis sangat sulit dilakukan pengembangannya dengan pendekatan ini.

pendekatan grass roots hanya mungkin terjadi manakala guru memiliki sikap professional yang tinggi
disertai kemampuan yang memadai. Sikap professional itu biasanya ditandai dengan keinginan untuk
mencoba dan mencoba sesuatu yang baru dalam upaya untuk meningkatkan kinerjanya. Seorang
professional itu akan selalu berusaha menambah pengetahuan dan wawasannya dengan menggali
sumber-sumber pengetahuan. Ia juga akan selalu mencoba dan mencoba untuk mencapai
kesempurnaan. Ia tidak akan puas dengan hasil yang minimal. Ia akan bisa tenang manakala hasil
kinerjanya sesuai dengan target maksimalnya. Dalam kondisi yang demikianlah grass roots akan
terjadi.

3. Model Grass Roots

Pengembangna kurikulum model ini adalah kebalikan dari model administratif. Model Grass Roots
adalah model pengembangan kurikulum yang dimulai dari bawah. Dalam prosesnya pengembangan
kurikulum ini diawali atau dimulai dari gagasan dan ide guru-guru sebagai tim pengajar. Model ini
lebih demokratis karena digagas sendiri oleh pelaksana di lapangan, sehingga perbaikn bisa dimulai
dari unit yang paling terkecil dan spesifik hingga ke yang lebih besar.

Ada beberapa ketentuan (prinsip) yang harus diperhatian dalam menerapkan model pengembangan
grass roots ini, yaitu:

a. guru harus memiliki kemampuan yang professional,

b. guru harus terlibat penuh dalam perbaikan kurikulum dan penyelesaian masalah kurikulum, 7

c. guru harus terlibat langsung dalam perumusan tujuan, pemilihan bahan, dan penentuan evalusi,
d. seringnya pertemuan kelompok dalam pembahasan kurikulum yang akan berdampak terhadap
pemaham guru dan akan menghasilkan konsesus tujuan, prinsip, maupun rencana-rencana.

Model pengambangan kurikulum ini dapat dikembangakan pada lingkup luas maupun dalam lingkup
yang sempit. Dapat berlaku untuk bidang studi tertentu atau sekolah tertentu, tetapi dapat pula
digunakan untuk beberapa bidang studi maupun pada beberapa sekolah yang lebih luas. dalam
prosesnya, guru-guru harus mampu melakukan kerja operasional dalam pengembangan kurikulum
secara kooperatif sehingga dapat menghasilkan suatu kurikulum yang sistemik. Oleh karena itu
pengembangan kurikulum model ini sangat membutuhkan dukungan moril maupun materil yang
bersifat kondusif dari pihak pimpinan. Ada beberapa hal yang harus diantisipasi dalam model ini, di
antaranya adalah akan bervariasinya sistem kurikulum di sekolah karena menerapkan partisipasi
sekolah dan masyarakat secara demokratis. Sehingga apabila tidak terkontrol (tidak ada kendali
mutu), maka cenderung banyak mengabaikan kebijakan pusat.

Tujuan pengembangan kurikulum metode grass roots:

1.