Anda di halaman 1dari 25

BAB II

PEMBAHASAN
2.1 SistemSensori Dan Persepsi PadaJanin
2.1.1 Perkembangan Janin Hingga Trimester Pertama
a. Minggu ke-1
8 hari selepas proses pembuahan, blastocyst (kini mengandungi 200 sel)
merembeskan mukus untuk memberitahu kehadirannya didalam rahim.
b. Minggu ke-2
Blastocyt mengelembung dan sel-sel mulai berkembang dan terbagi kira-kira 2
kali dalam sehari, sehingga pada hari yang ke-12 jumlahnya sel telah betambah
dan akan membantu blstocyst menempel dengan kuat pasa endometrium.
c. Minggu ke-3
Embrio telah terbentuk, namun masih sepanjang 0,08 inci/2 mm. Ini adalah
awal gen janin akan membentuk kedalam 3 lapisan sel organ tubuh yang akan
bergabung.
d. Minggu ke-4
Janin sudah mulai membentuk struktur tubuh manusia, dimana awal sel-sel
bergabung, dan pada masa ini embrio sudah muali memanjang hingga kira-kira ¼
inci (6 mm). Pada masa ini sudah kelihatan pembentukan otot dan tulang belakang
serta anggota lain seperti jantung yang memompa darah ke paru-paru dan aorta.
e. Minggu ke-5
Embrio akan terus membesar. Terdapat 3 lapisan yaectodrem, mesodrem, dan
endodrem. Ectoderm adalah lapisan yang paling atas. Ia kan membentuk sistem
saraf pada janin tersebut, yang selanjutnya akan membentuk otak, tulang
belakang, kult serta rambut. Pada lapisan mesodrem yang berada pada lapisan
tengah akan membentuk organ penting yang yaitu jantung, buah pinggang, tulang
serta organ reproduksi. Terakhor adalah lapisan endoderm, yaitu lapisan paling
dalam yang akan membentuk organ dalam manusia seperti usus, ahti, pankreas
dan kandung kencing.
f. Minngu ke 6
Jika dilakukan pemeriksaan ultrasound, amka kita sudah dapat melihat bentuk
badan dan kepala janin. Pada msa ini biasanya detak jantung juha sudah dapat
dirasakan.
g. Minggu ke 7
Pembentuakan bayi sudah semakin jelas terbentuk. Kepala bayi telah terlihat
seolah-olah tertunduk dan berada dalam cairan (air ketuban), yang akan
memberikan keperluan selama bayi dalam kandungan.
h. Minggu ke 8

Seluruh organ tubuh utama bayi telah terbentuk, meskipun masih belum
berkembang denagn sempuran. Mata dan telinga sudah mulai terbentuk. Jantung
sudah berdetak dengan kuat. Dengan cek ultrasound, kita sudah dapat melihat
jantung janin yang berdenyut.
i. Minggu ke 9
Telinga bagian luar janin mulai terbentuk, kaki dan tangan terus berkembang
beserta jari mulai tampak. Janin sudah mulai bergerak, namun anda masih belum
bisa merasakan. Dengan doppler, anda bisa mendengar detak jantungnya. Pada
minggu ini panjangnya sudah sekita 22-30 mm dan berta sudah sekitar 4 gram.
j. Minggu ke 10

Semua organ penting yang telah terbentuk sudah mulai bekerjasama.


Pertumbuhan otak meningkat dengan cepat, hampir 250.000 sel saraf baru yang
diproduksi setiap menit. Janin sudah muali tampak seperti manusia kecil dengan
panjang 32-43 mm dan berat 7 gram.
k. Minggu ke 11
Panjang tubuh janin talh mencapai sekitar 6,5 cm. Baik rambut, kuku jari
tangan dan kakinya muali tumbuh pada usia ini, sesekali janin sudah menguap.
Gerakan demi gerakan kaki dan tangan termasuk gerakan mengeliat, meluruskan
tubuh dan menundukkan kepala sudah bisa dirasakan oelh ibu. Bahkan, janin kini
sudah bisa mengubah posisinya dengan memutar, emmanjang, bergelung, atau
malah jumpalitan, yang kerap terasa menyakitkan namun memberi sensasi
kebahagiaan tersendiri.
l. Minggu ke 12
Pada janin sekarang sudah sekitar 6.5 cm dan bobotnya sudah sekitar 18 gram.
Kepala bayi menjadi lebih bulat dan wajah telah terbentuk dengan sepenuhnya.
Jari-jari yang terbentuk mulai tumbuh kuku.
m. Minggu ke 13

Pada akhir trisemester pertama, plasenta berkembang untuk menyediakan


oksigen, nutrisi dan pembuangan kotoran bayi. Kelopak mata bayi masih merapat
untuk melindungi mata yang masih sedang berkembang. Pada masa ini janin
sudah mencapai panjang 76 mm dan beratnay 19 gram.
2.1.2 Perkembangan Bayi Pada Trimester Kedua
a. Minggu ke 14
- mata secara perlahan bergerak menuju pusat wajah
- tulang pipi telah telihat, dan rambut pertama tumbuh
- hidung akan lebih menonjol dan telinga sudah sepenuhnya terbentuk

b. Minggu ke 15

 Dapat menggerakkan lengan dan mengepal


 Kukunya mulai tumbuh
 Kulit bayi masih sangat tipis
 Telinga sudah hampir mencapai posisi dan tiga tulang kecil ditelinga
bagian tengah sudah mulai mengeras.

c. Minggu ke 16
 Janin ditutupi dengan pelindung lembut bawah untuk mengatur suhu
 Lemak mulai terbentuk dibawah kulit
 Bayi sudah bisa mendengar suara-suara dari luar, tidur dan mimpi.

d. Minggu ke 17
 Tali pusar telah tumbuh lebih tebal dan lebih kuat
 Retina mata sudah sensitif terhadap cahaya
 Mata bayi sudah terlihat, tapi mereka masih tertutup rapat

e. Minggu ke 18
 janin sudah bisa mendengar suara dan bisa terkejut oleh suara keras
 Aktif dan sudah mengenali waktu istirahat
 Kulit membangun laipasn lilin pelindung

f. Minggu ke 19

 Alat kelamin bayi anada jelas dan dikenali


 Rambut kepala telah tumbuh dan terus berkembang

g. Minggu ke 20
 Bayi sudah dapat mendengar dna mnegenali suara ibunya
 kuku kai dan kuku tangan dudah tumbuh
 Kulit semakin tebal
 Jantung sekarang sudah dapat didengar dengan stetoskop
 Bayi sudah mungkin sudah akan bereaksi terhadap suara keras
 Bayi sudah benar-benar dapat mendengar suara-suara diluar rahim, suara-
suara yang karab seperti suara musik akan menjadikan bayi akan terbiasa
selama tahap-tahap perkembangan mereka dan setelah lahir.
 Ini adalah waktu yang penting untuk perkembangan sensorik, karena sel-
sel saraf yang melayani fungsi masing-masing indera, rasa , bau,
pendengaran, penglihatan dan sentuhan kini sudah berkembang khusus di
otak bayi.
 Ini saat nya bagi ibu yang menginginkan anak yang cerdas

h. Minggu ke 21
 Bayi sudah dapat mendengar dan mengenali suara ibu dan dapat
menanggapi beberapa jenis musik
i. Minggu ke 22

 Janin bereaksi terhadap suara keras


 Selera sudah terbentuk di lidah bayi
 Suara dari percakapan yang cukup keras bias didengar oleh janin dalam
rahim. Jika anda berbicara, membaca atau bernyanyi untuk bayi anda, itu
cara yang masuk untuk mengharapkan dia bias mendengark ananda

j. Minggu ke 23

 Tulang yang terletak ditengah telinga sudah mengeras


 Bayi sudah melakukan latihan biasa dalam rahim, dia berubah dari sisi ke
sisi dan melakukan jungkir balik. Ini berkat telinga bagian dalam yang
sudah sepenuhnya dikembangkan, yaitu mengontrol keseimbangan.
k. Minggu ke 24

 Kelopak mata sudah terlihat sangat jelas

l. Minggu ke 25

 Bayi sudah dapat belajar dan mengingat dan dapat mengenali suara ibu
dan ayahnya.
 Tulang telinga bagian dalam telah mengeras sehingga pendengarannya
menjadi lebih baik.

m. Minggu ke 26
 Pertumbuhan otak berlanjut dengan aktivitas gelombang otak untuk
system penglihatan dan pendengaran bayi mulai berkembang.

2.1.3 Perkembangan bayi pada trimester ketiga

A. Perkembangan janin 7 bulan


1. Perkembangan janin 29 minggu
- Dahi dan alis matanya sudah bertumbuh sempurna.
- Bulu halus di badannya juga terus tumbuh.
2. Perkembangan janin 30 minggu
- Bayi dalam kandungan sudah bias membuka dan menutup matanya
sekarang.
- Ia sudah pintar menyamankan dirinya dalam kandungan anda di usia
ini.
3. Perkembangan janin 31 minggu
- Hampir semua organ tubuh bayi anda sudah berkembang sempurna
saat ini, kecuali sebagian kecil paru-parunya.
- Syaraf otaknya juga terus berkembang dengan pesat dan bayi anda
sudah bias memproses informasi dengan cepat sekarang. Seiring
dengan perkembangan janin usia 7 bulan, beratnya sekarang
mencapai 1,6 kg dengan panjang 40 cm.
4. Perkembangan janin 32 minggu
Pertumbuhan janin trimester ketiga di minggu ke-32, berat bayi antara
1,8 kg dengan panjang tubuh 42 cm. Lapisan rambut (lanugo)
pelindung bayi mulai menghilang dan paru-parunya sudah hamper
berkembang sempurna. Pupil matanya sudah berfungsi dan akan
mengenyit dan melebar pada saat terekspos dengan cahaya maupun
kegelapan. Selain itu, perkembangan janin 32 minggu juga mencakup
berat badan yang bertambah semakin cepat karena ia terus menambah
lemak di tubuhnya untuk mempersiapkan diri menghadapi persalinan
dan dunia luar. Bayi yang lahir pada tahap kehamilan ini akan bias
bertahan hidup namun kemungkinan besar harus dirawat dalam
inkubator.
B. Perkembangan janin pada bulan ke 8
1. Perkembangan janin 33 minggu
Pada perkembangan janin 33 minggu, jari jemari bayi mulai terbentuk
dengan sempurna. Ukuran janin sekarang mencapai 43 cm dengan
berat 2 kg.

2. Perkembangan janin 34 minggu

Bobot bayi 8 bulan dalam kandungan anda semakin bertambah mencapai


2,2 kg dengan panjang sekitar 44 cm. Dahi dan bulu matanya sudah
berkembang sempurna dan matanya sudah pintar berkedip-kedip. Jika bayi
anda laki-laki, testiskalnya mulai terbentuk dengan sempurna di minggu
ke-34 perkembangan janin anda ini.

3. Perkembangan janin 35 minggu

Bayi terus bertumbuh dan menempati hampir seluruh ruang di rahim anda.
Gerakannya semakin berkurang karena ruang gerak yang terbatas.
Perkembangan berat badan janin 35 minggu mencapai sekitar 2.4 kg dan
panjangnya 45 cm. Pada periode ini fungsi paru-paru bayi sudah matang.
4. Perkembangan janin 36 minggu

Pada kehamilan ke-36 minggu anda, berat badan bayi 8 bulan dalam
kandungan anda mencapai sekitar 2,5 kilogram dengan panjang sekitar 46
cm, dan ia mulai belajar mengisap dan menelan untuk mempersiapkan diri
menyusui setelah lahir. Anda mungkin mulai merasakan kontraksi palsu
sekarang! Jika persalinan anda tepat waktu, bayi anda mungkin akan
berputar ke posisi persalinan "kepala di bawah" pada minggu ke-36
perkembangan janin ini. Jika anda melahirkan dalam beberapa minggu ke
depan, maka usia kehamilan anda termasuk kategori rata-rata. Sejalan
dengan pertambahan usia kandungan anda dari minggu ke minggu, berat
badan bayi anda akan terus bertambah dalam rahim dan tubuhnya juga
semakin kuat. Ruang geraknya dalam rahim juga semakin terbatas sejalan
dengan perkembangan janin usia 8 bulan, di mana ukuran tubuhnya makin
bertambah, sehingga aktivitas dan tendangannya juga akan semakin
berkurang.

C. Perkembangan janin pada bulan ke 9

1. Perkembangan janin 37 minggu

Bulu pada badan bayi 9 bulan dalam kandungan anda mulai berkurang.
Bayi mulai mengeluarkan hormon yang dinamakan cortisone yang
membantu mematangkan organ pernafasan. Panjang bayi mencapai 7 cm
dan berat 3 kg. Pada periode ini bayi sudah siap lahir karena organ
tubuhnya sudah matang dan bisa bekerja sendiri.

2. Perkembangan janin 38 minggu

Pada minggu ke-38, jika anda belum melahirkan berat badan bayi anda
akan mencapai sekitar 3,1 kg dengan panjang 48 cm. Rambutnya semakin
panjang mencapai 5 cm. Begitu juga kukunya. Kulitnya juga sudah mulai
berwarna sedikit merah jambu. Tahukah anda otak dan sistem syaraf bayi
anda akan terus berkembang, dan terus berkembang pada masa kanak-
kanak dan bahkan hingga dewasa? Sekarang setelah bayi 9 bulan dalam
kandungan anda sudah menyimpan lemak yang cukup di tubuhnya, suhu
tubuhnya akan bisa bertahan stabil pada saat ia lahir. Dan antibodi yang ia
terima melalui plasenta anda akan membantunya melewati beberapa bulan
awal kehidupannya dalam kondisi kesehatan yang baik.

3. Perkembangan janin 39 minggu

Pertumbuhan bayi sudah sempurna. Beratnya sekarang mencapai 3,2 kg


dengan panjang 49 cm. Di minggu ke-39 perkembangan janin 9 bulan ini,
anda harus siap siaga karena setiap saat bisa melahirkan.

4. Perkembangan janin 40 minggu

Pada minggu ke-40, jika anda belum melahirkan, berat badan bayi 9 bulan
dalam kandungan anda mungkin sudah mencapai sekitar 3,3 kg dan
panjang kira-kira 50 cm. Jangan terlalu kuatir apabila anda melewati Hari
Perkiraan Lahir. Hanya sekitar 5% dari wanita hamil yang melahirkan tepat
pada HPL nya dan dokter anda kemungkinan belum akan
merekomendasikan induksi atau caesar seminggu atau dua minggu lagi
kecuali jika anda atau bayi berada dalam kondisi yang berbahaya.

2.2 Anatomi fisiologi System Sensori PadaAnak


Mata tersusun dari tiga lapisan. Pertama, lapisan terluar terdiri dari sclera
atau bagian putih mata yang tidak tembus cahaya dan kornea yang tembus cahaya.
Lapisan di bawah kornea adalah iris, yang agak gelap dan mengandung otot. Di
tengah iris adalah pupil. Lensa terletak di belakang pupil, yang disokong oleh
otot-otot siliaris. Lapisan terakhir, retina, mengandung sel batang dan sel kerucut,
yang menerima stimulus visual dan mengirimkannya ke otak melalui nervus
optikus. Fovea sentralis, yang tampak seperti lekukan kecil di belakang retina,
mengandung sejumlah besar sel kerucut. Makula mengelilingi fovea sentralis.
Nervus optikus memasuki orbita melalui diskus optikus. Enam buah otot menahan
mata pada posisinya di rongga mata. Gerakan otot-otot yang terkoordinasi
menghasilkan penglihatan binocular. Kelopak mata, yang melindungi mata,
dibatasi dengan konjungtiva, nengandung pembuluh darah.
Struktur anatomi mata
1. Sklera (bagian putih mata) : merupakan lapisan luar mata berupa
selubung berserabut putih dan relatif kuat.
2. Konjungtiva : selaput tipis yang melapisi bagian dalam kelopak mata
dan bagian luar sklera.
3. Kornea : struktur transparan yang menyerupai kubah, merupakan
pembungkus dari iris, pupil dan bilik anterior serta membantu
memfokuskan cahaya. Memiliki diameter sekitar 12 mm dan jari-jari
kelengkungan sekitar 8 mm.
4. Lapisan koroid : lapisan tipis di dalam sklera yang berisi pembuluh
darah dan suatu bahan pigmen, tidak menutupi kornea.
5. Pupil : daerah hitam di tengah-tengah iris.
6. Iris : jaringan berwarna yang berbentuk cincin, menggantung di
belakang kornea dan di depan lensa; berfungsi mengatur jumlah
cahaya yang masuk ke mata dengan cara merubah ukuran pupil.
7. Lensa : struktur cembung ganda yang tergantung diantara humor
aqueus dan vitreus; berfungsi membantu memfokuskan cahaya ke
retina.
8. Retina : lapisan jaringan peka cahaya yang terletak di bagian belakang
bola mata, berfungsi mengirimkan pesan visuil melalui saraf optikus
ke otak. Retina terbagi menjadi 10 lapisan dan memiliki reseptor
cahaya aktif yaitu sel batang dan sel kerucut pada lapisan ke-9.
9. Saraf optikus : kumpulan jutaan serat saraf yang membawa pesan
visuil dari retina ke otak.
10. Bintik buta : cakram optik yang merupakan bagian fovea dekat
hidung, merupakan tempat percabangan serat saraf dan pembuluh
darah ke retina, tidak mengandung sel batang ataupun kerucut, terletak
pada region sekitar 13̊ – 18̊.
11. Humor aqueous : cairan jernih dan encer yang mengalir di antara lensa
dan kornea (mengisi segmen anterior mata), serta merupakan sumber
makanan bagi lensa dan kornea; dihasilkan oleh prosesus siliaris.
12. Humor vitreous : gel transparan / cairan kental yang terdiri dari bahan
berbentuk serabut, terdapat di belakang lensa dan di depan retina
(mengisi segmen posterior mata)

Mata mulai terbentuk pada hari ke-22 kehamilan, dan minggu ke-8
kehamilan dianggap sudah dalam bentuk yang lazim. Struktur dan bentuk mata
terus berkembang sampai anak mencapai usia sekolah.

Pada saat lahir, mielinisasi serat-serat saraf sudah lengkap dan respons
pupil sudah dapat diperoleh. Bayi baru lahir, bagaimanapun juga, mempunyai
penglihatan yang terbatas.
Neonatus mampu mengenali bentuk ibunya dan mengenali cahaya dan
gerakan, ditandai dengan reflex berkedip. Nistagmus yang tajam umum terjadi.
Kemampuan untuk mengikuti objek tidak berkembang sampai usia 4 minggu,
ketika bayi mampu mengikuti cahaya dan objek ke garis tengah. Pada usia 8
minggu bayi mampu mengikuti cahaya melewati garis tengah, walaupun
strabismus menjadi jelas.
Strabismus konvergen intermitten umum terjadi sampai usia 6 bulan,
kemudian menghilang. Otot-otot dianggap berfungsi dengan semurna pada usia 1
tahun. Macula dan fovea sentralis secara structural mengalami diferensiasi pada
usia 4 bulan. Maturasi macula dicapai saat berusia 6 tahun. Perbedaan warna ada
antara usia 3 dan 5 bulan. Bayi normalnya berpenglihatan jauh. Seperti anak kecil,
bayi melihat dengan baik pada rentang yang sempit. Ketajaman penglihatan pada
bayi mempunyai rentang dari 20/300 sampai 20/50. Iris biasanya mengalami
diferensiasi pada usia 4 bulan. Maturasi macula dicapai saat berusia 6 tahun.
Perbedaan warna ada antara usia 3 dan 5 bulan. Bayi normalnya
berpenglihatan jauh. Seperti anak kecil, bayi melihat dengan baik pada rentang
yang sempit. Ketajaman penglihatan pada bayi mempunyai rentang dari 20/300
sampai 20/50. Iris biasanya dianggap berwarna permanen saat usia 6 bulan, tetapi
pada beberapa anak tidak sampai satu tahun. Lakrimasi mulai ada saat berusia 6
sampai 12 minggu.

2.3 Anatomi Fisiologi System Persepsi PadaAnak


2.3.1 Embriologi Telinga Dalam
Telinga pada manusia terdiri atas tiga daerah yaitu telinga luar, telinga
tengah dan telinga dalam. Telinga luar pada dasarnya merupakan corong
pengumpul suara yang terdiri atas pinna dan saluran pendengaran luar. Telinga
tengah adalah bagian yang menyalurkan suara dari telinga luar ke telinga dalam
dan telinga dalam yang mengubah suara menjadi rangsangan saraf. (Drake et all,
2004)
Telinga dalam adalah organ pertama dari tubuh yang dalam
perkembangannya telah terbentuk secara sempurna baik dalam ukuran maupun
konfigurasinya yaitu pada kehamilan trimester kedua. Perkembangan telinga
dalam dimulai pada awal minggu ketiga yaitu perkembangan intrauterin yang
ditandai dengan tampaknya plakode ektoderm pada setingkat miensefalon.
Plakode auditori berinvaginasi membentuk lubang (pit) auditori sepanjang
minggu ke-4 yang kemudian menjadi vesikula auditori. Pada tahap perkembangan
selanjutnya vesikula otik (vesikula auditori) bagian ventral membentuk sakulus
dan koklearis sedangkan bagian dorsal membentuk utrikulus, kanalis
semisirkularis dan duktus endolimfatikus. Pembentukan saluran-saluran tersebut
disebabkan adanya bagian-bagian tertentu dari daerah tersebut yang
berdegenerasi.
Duktus koklearis yang sedang tumbuh menembus mesenkim di sekitarnya
dan berpilin seperti membentuk spiral. Selanjutnya duktus koklearis tetap
berhubungan dengan sakulus melalui duktus reunien. Duktus semisirkularis,
duktus utrikulus, duktus sakulus dan duktus koklearis kemudian diisi dengan
cairan endolimfe sehingga semua struktur membran dari saluran tersebut
dinamakan membran labirin. Dinding sel membran labirin sangat tipis dan terdiri
atas sel-sel epitel tunggal yang ditutupi oleh lapisan serabut jaringan ikat yang
dibentuk dari mesenkim di sekitarnya. Beberapa dari sel epitel tersebut
dimodifikasi menjadi sel-sel rambut (sel neuroepitel dan beberapa sel pendukung).
Dasar dari sel-sel neuroepitel dikelilingi oleh ujung serabut saraf yang datang
dari ganglion spinal dan ganglion vestibular. Ganglion-ganglion tersebut
berhubungan dengan otak melalui serabut saraf yang dibentuk oleh tulang yang
disebut tulang labirin. Ruang diantara membran labirin dan tulang labirin tersebut
berisi cairan perilimfe.(Drake et all, 2004)
2.3.2 Anatomi Telinga Dalam
Telinga dalam terdiri dari serangkaian rongga tulang yang disebut labirin
tulang serta duktus dan sakulus membran yang disebut labirin membran (Drake
R. L., Vogl W. and Mitchell A. W. M., 2004).
Labirin tulang terdiri dari vestibulum, kanalis semisirkularis dan koklea.
Rongga tulang ini dibatasi dengan peritoneum dan mengandung cairan jernih
disebut cairan perilimfe. Berbatasan dengan perilimfe tetapi tidak mengisi seluruh
ruangan labirin tulang terdapat labirin membranosa yang terdiri dari duktus
semisirkularis, duktus koklearis, utrikulus dan sakulus. Ruang labirin
membranosa ini diisi dengan cairan endolimfe.
Struktur dari telinga dalam membantu penyampaian informasi ke otak
tentang keseimbangan dan pendengaran yaitu :
a. duktus koklear sebagai organ pendengaran.
b. duktus semisirkularis, utrikulus dan sakulus sebagai organ
keseimbangan.

MEMBRANE LABIRIN

a. Vestibulum
Vestibulum yang mengandung jendela oval pada dinding lateralnya adalah
bagian pusat dari labirin tulang. Vestibulum berhubungan dengan koklea di
bagian anterior dan dengan kanalis semisirkularis di bagian posterosuperior. Pada
dinding lateral vestibulum terdapat foramen oval yang ditutupi foot plate stapes
beserta ligamentum anulare. Dinding medial vestibulum menghadap ke meatus
akustikus internus dan ditembus oleh saraf. Pada dinding medial ini terdapat dua
cekungan yaitu cekungan sferis untuk sakulus dan cekungan elips untuk
utrikulus.Pada dinding posterior vestibulum terdapat lima lubang kanalis
semisirkularis dan di dinding anterior vestibulum terdapat dua lubang yang
berbentuk elips ke skala vestibularis koklea (Drake 2004).
b. Kanalis Semisikularis
Terdapat tiga buah kanalis yaitu kanalis semisirkularis superior, posterior
dan lateral yang terletak di atas dan belakang vestibulum. Ketiga kanalis
semisirkularis bermuara pada utrikulus. Bentuk kanalis seperti 2/3 lingkaran
dengan panjangnya hampir sama yaitu ± 0,8
mm. Pada salah satu ujung masing-masing kanalis ini melebar disebut ampula dan
mengandung sel-sel rambut krista yang berisi epitel sensori vestibular dan terbuka
ke vestibulum. Struktur reseptor ini disebut krista ampularis terletak memanjang
di ujung ampula pada tiap kanal membranosa. Setiap krista terdiri dari sel rambut
dan sel pendukung (sustenakular) yang dikelilingi oleh bagian gelatinosa (kupula)
yang menutupi ampula. Prosesus dari sel rambut melekat pada kupula dan basis
sel rambut berhubungan dekat dengan serabut aferen dari bagian vestibular dari
kranial ke nervus VII. (Barrett K. E. et al, 2010).
c. Koklea
Koklea terletak di depan vestibulum dan berbentuk seperti rumah siput yang
mengarah ke dasar dari kanalis auditorius interna dan sumbunya yang panjang
mengarah keluar dengan membentuk sudut 300. Di dasar koklea, skala vestibuli
berakhir pada jendela oval yang ditutupi oleh kaki tulang pendengaran (stapes).
Skala timpani berakhir pada jendela oval, sebuah foramen di dinding medial dari
telinga dalam yang ditutupi oleh membran timpani yang fleksibel. Skala media,
ruang tengah koklea, berlanjut ke labirin membraniosa dan tidak berhubungan
dengan kedua skala lainnya (Barret.K.C et all, 2010).dengan bidang horizontal. Di
sepanjang koklea, membran basilar dan membran Reissner membagi koklea
menjadi tiga ruang atau skala. Di atas terdapat skala vestibuli dan di bawah skala
vestibuli dan di bawah terdapat skala timpani yang mengandung cairan perilimfe
dan berhubungan satu sama lain di puncak koklea melalui sebuah lubang terbuka
yang disebut helikotrema.
d. Sakulus dan Utrikulus
Utrikulus terletak di bagian belakang lekukan dinding atas vestibulum,
sakulus bentuknya jauh lebih kecil tetapi strukturnya sama dan terletak di dalam
lekukan bagian bawah dan di depan utrikulus. Sakulus menyokong suatu struktur
makula pada dinding medialnya dalam suatu bidang vertikal yang meluas ke
dinding anterior. Sakulus berhubungan dengan utrikulus melalui suatu duktus
yang sempit yang juga merupakan saluran menuju sakus endolimfatikus. Makula
utrikulus terletak pada bidang tegak lurus terhadap macula sakulus, utrikulus dan
sakulus seluruhnya dikelilingi oleh perilimfe kecuali pada tempat masuknya saraf
di daerah makula (Drake R.L. et all, 2004). Di dalam setiap labirin membranosa,
di lantai utrikulus terdapat organ otolit (makula). Makula yang lain terletak pada
dinding sakulus di posisi semivertikal. Makula mengandung sel pendukung dan
sel rambut dikelilingi oleh sebuah membran otolit dimana melekat pada kristal
kalsium karbonat yang disebut otolit. Otolit yang disebut juga otokonia atau debu
telinga berukuran 3-19 µm pada manusia dan lebih padat dari cairan endolimfe.
Prosesus dari sel rambut melekat pada membran. Serabut saraf dari sel rambut
bergabung dengan krista dari bagian vestibular saraf kranial ke VII.
e. Duktus Semisirkularis
Bagian ini terbuka ke bagian posterior dari utrikulus melalui lima lubang yang
terpisah dan letaknya tegak, ini merupakan tiga daratan pada ruang telinga dalam.
Masingmasing duktus pada semisirkularis melebar pada salah satu ujungnya yang
membentuk ampula dan terletak pada saluran tulang yang melebar. Panjang
sumbu dari masing-masing ampula kira-kira 2 mm.
f. . Duktus Koklearis
Duktus koklearis disebut juga skala media dan merupakan bagian labirin
membran koklea sedangkan bagian labirin tulang koklea disebut skala vestibuli
dan skala timpani. Bentuk duktus koklearis ini mengikuti bentuk labirin tulang
koklea berupa dua setengah sampai dua tiga perempat putaran spiral. Duktus
koklearis meluas mulai dari basis koklea sampai ke apek koklea kemudian akan
berakhir sebagai saluran buntu pada apeks yang disebut caecum cupulare. Skala
vestibuli dan skala timpani pada apeks koklea berhubungan satu sama lain
terdapat helikotrema (Barret K.C et all, 2010).
g. Organ Corti
Pada membran basilaris terdapat organ corti dimana struktur tersebut
mengandung sel rambut yang merupakan reseptor pendengaran. Organ ini
memanjang dari apeks ke dasar koklea dan mempunyai bentuk spiral. Prosesus sel
rambut melubangi lamina retikular,membran yang disokong oleh sel pilar atau
rods of corti. Sel rambut disusun menjadi empat baris, tiga baris dari sel rambut
luar lateral terhadap terowongan dibentuk oleh rods of cortidan satu baris dari sel
rambut medial ke terowongan.Menutupi barisan sel rambut adalah membran
tektorial yang tipis, kental, dan elastik dimana sel rambut luar melekat. Badan sel
neuron sensoris yang terdapat di sekeliling dari dasar sel rambut terletak di
ganglion spiral di dalam modiolus yang merupakan inti tulang dimana koklea
terdapat.

2.4 Fisiologi Pendengaran


Proses mendengar diawali dengan dengan ditangkapnya energi bunyi oleh
daun telinga dalam bentuk gelombang yang dialirkan melalui udara atau tulang
koklea. Getaran tersebut menggetarkan membran timpani diteruskan ke telinga
tengah melalui rangkaian tulang pendengaran yang akan mengamplifikasi getaran
melalui daya ungkit tulang pendengaran dan perkalian perbandingan luas
membran timpani dan tingkap lonjong.Energi getar yang telah diamplifikasi ini
akan diteruskan ke stapes yang menggerakkan tingkap lonjong sehingga cairan
perilimfe pada skala vestibuli bergerak. Getaran diteruskan melalui membrana
Reissner yang mendorong cairan endolimfe sehingga akan menimbulkan gerak
relatif antara membran basilaris dan membran tektoria.
Proses ini merupakan rangsangan mekanik yang menyebabkan terjadinya
defleksi stereosilia sel-sel rambut, sehingga kanal ion terbuka dan terjadi
pelepasan ion bermuatan listrik dari badan sel. Keadaan ini menimbulkan proses
depolarisasi sel rambut, sehingga melepaskan neurotransmiter ke dalam sinapsis
yang akan menimbulkan potensial aksi pada saraf auditorius lalu dilanjutkan ke
nukleus auditorius lalu dilanjutkan ke nukleus auditorius sampai ke korteks
pendengaran (area 39-40) di lobus temporalis (Brake, K.C et all, 2004).

2.5 Perkembangan Merespon Suara


a) Respon pada Bayi 0-4 bulan
 Bayi mulai terkejut saat mendengar suara ribut dan keras secara tiba-tiba
dan mulai menyadari suara yang lembut.
 Bayi mulai bermain dengan mainan yang mengeluarkan bunyi dan
berhenti menangis untuk mendengarkan suara.
 Terbangun atau terganggu dari tidurnya saat mendengar orang berbicara
dan keras dan mengedipkan atau melebarkan matanya sebagai reflex
terhadap suara (Northen J. dan Downs H, 1991).
 Pada masa
 ini bayi mulai menunjukkan lebih pada suara ibu daripada suara orang
lain. dan terkadang membalasnya dengan mengoceh.
b) Respon pada bayi usia 5-7 tahun
 Bayi mulai mencari sumber bunyi dan dapat menggeser kepalanya kearah
lateral ketika medengar bunyi.Bayi memberikan tanggapan yang berbeda
terhadap bunyi yang berbeda dan menangis jika mendengar suara yang
tidak diinginkannya.Bayi mulai menyukai nyayian dan siulan serta suara
dan music. (Northen J. dan Downs H, 1991).
 Merespon pembicaraan ibu atau orang lain dengan tersenyum.
c) Respon 6-10 bulan
 Pada masa ini respon bayi terhadap suara meningkat,dengan kepala
berputar-putar.Bayi mulai dapat memberikan respon terhadap
mamanya,suara telepon,dan suara lainnya.
 Bayi juga sudah dapat mengeluarkan suara dengan nada tinggi dan rendah.
(Northen J. dan Downs H, 1991).
d) Respon 9-13 bulan
 Perkembangan bayi mulai meningkat ditandai dengan bayi sudah dapat
mengeluarkan beberapa suku kata seperti ”ma-ma”.
 Bayi dapat mengeluarkan nada-nada nyanyian dan menyerap apa yang
didengarnya
 Bayi dapat menghubungkan bunyi tertentu dengan kejadian tertentu.
(Northen J. dan Downs H, 1991).
e) Respon 18-24 bulan
 Bayi dapat mengenal bagian dari tubuh dan dapat mengeluarkan 20-50
kata
 Bayi dapat mendengar namanya dipanggil dari ruangan lain. (Northen J.
dan Downs H, 1991).
f) Respon diatas 24 bulan
 Pada tahap ini bayi sudah dapat mengatakan 4-5 kalimat,dan dapat
dimengerti oleh orang yang mendengarnya. (Northen J. dan Downs H,
1991).
Daftarpustaka
Engel,J. 2009. Seri pedoman praktis pengkajian pediatric
ed.4.jakarta:EGC
Watson, roger. 2002. Anatomi dan fisiologi untuk perawat Ed. 1.
Jakarta: EGC
Ilyas S. Ilmu Penyakit Mata, Balai Penerbit FKUI, Jakarta, 2009.
Radjiman T, dkk. Ilmu Penyakit Mata, Penerbit Airlangga, Surabaya,
1984.